Home Blog Page 538

Art, Sport, and Handy Craft Show Telusuri Bakat Santri

0

IMG_0081DARUSSALAM Al-ma’hadu laa yanaamu abadan, adalah semboyan Pondok Modern Darussalam Gontor dalam semua kegiatan. Setelah acara Lomba Vocal Group Antarkelas pada Selasa (15/10) lalu berakhir, kegiatan pondok dilanjutkan dengan acara Art, Sport, and Handy Craft Show yang diadakan pada Jum’at (18/10) di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM). Acara ini dipanitiai oleh Bagian Kesenian (Bakesen)dan Bagian Olahraga (Bagor) Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM).
Acara ini diikuti oleh semua klub dan instansi, dengan tujuan memperkenalkan kepada santri semua kegiatan ekstrakurikuler yang ada di Pondok Modern Darussalam Gontor. Sehingga, santri dapat memilih kegiatan apa yang ingin diikuti dan diminatinya agar mampu mengembangkan bakat dan kreasi yang ada pada diri masing-masing.
Acara ini dibuka oleh Al-Ustadz Muhammad Nur, Lc. mewakili Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor. Dalam pidatonya, beliau mengatakan, “Adanya kegiatan ekstrakurikuler di Pondok Modern Darussalam Gontor merupakan upaya untuk mengisi kekosongan santri. Karena inna as-syabaaba wa al-faraagha wa al-jidata mafsadatun li al-mar’i ayya mafsadatin. Di samping itu, acara ini juga merupakan bagian dari khutbatu-l-‘arsy,” tuturnya. ikami86

Kepergian Ustadz Tauhid Tinggalkan Beribu Kenangan

1
Shalat jenazah untuk Ustadz H. Ahmad Tauhid Sahal di Masjid Jami'
Shalat jenazah untuk Ustadz H. Ahmad Tauhid Sahal di Masjid Jami’

GONTOR – Awan kelabu kembali menyelimuti Keluarga Besar Pondok Modern Darussalam Gontor pada Rabu (16/10) malam. Tepat sehabis Isya’, pukul 20.30 WIB. Ustadz H. Ahmad Tauhid Sahal berpulang ke rahmatullah. Berita duka yang sangat mengejutkan warga Darussalam di tengah-tengah semaraknya perayaan Idul Adha dan ibadah kurban.

Bahkan, tidak ada seorang pun yang memperkirakan putra kedelapan dari K.H. Ahmad Sahal kelahiran Ponorogo, 27 Juli 1951 silam tersebut akan bertemu sang Khalik sebegitu cepatnya. Kenyataannya, beliau terlihat sehat-sehat saja sebelum ini, tidak pernah mengeluhkan apapun. Sungguh kenyataan yang memilukan hati.

Namun demikian, kita hanya bisa mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un, kullu nafsin dzaiqatul maut. Tidak ada yang bisa menebak kapan ajal akan datang menjemput, tidak mengenal usia muda ataupun tua, dalam keadaan sehat ataupun sakit, kematian datang tak terkira. Maka, sekali lagi, tidak ada yang bisa kita katakan selain inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un. Demikianlah Allah telah berkehendak yang terbaik untuk hamba-Nya.

Banyak kenangan yang telah ditinggalkan beliau bagi segenap santri dan guru-guru Pondok Modern Darussalam Gontor. Bagi mereka yang mengenal Ustadz Tauhid dengan baik, pastilah mereka akan mengatakan bahwa bapak dari tiga orang putra dan satu orang putri ini adalah orang yang sangat ramah dan jujur, yang bersikap apa adanya dan berbuat sesuai dengan hati nurani. Beliau sangat senang mengajarkan hadits, terutama hadits-hadits di Kelas 3 KMI. Beliau pun senang bercengkerama dengan guru-guru, bertutur dengan ciri khas beliau yang penuh semangat dalam menyampaikan pendapat dan pemikirannya. Kini, semuanya telah menjadi kenangan yang terus membekas di benak santri-santri dan para guru.

Menurut penuturan pihak keluarga, usai shalat Subuh, Selasa (15/10), Ustadz Tauhid bersin-bersin dan merasakan sakit di pinggangnya. Badannya terasa kaku hingga beliau tidak bisa mengikuti shalat Idul Adha. Menjelang siang, pandangan beliau menjadi kabur. Menyadari kondisi ini, salah seorang putra beliau memanggil staf Balai Kesehatan Santri dan Masyarakat (BKSM) untuk memeriksa ustadz yang telah mengabdikan dirinya untuk pondok selama 38 tahun ini.

Ternyata, kondisi Ustadz Tauhid semakin memburuk. Beliau mengalami kejang-kejang dan tensi darahnya mengalami kenaikan drastis hingga mencapai angka 230. Kenyataan ini membuat pihak keluarga mengambil keputusan untuk segera merujuknya ke rumah sakit. Pada pukul 13.30 WIB, setengah jam setelah diketahui tensi darahnya naik, beliau langsung dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit ‘Aisyiyah Ponorogo. Sesampai di Rumah Sakit, tensi darah kembali mengalami kenaikan dari 230 menjadi 250. Namun, beberapa jam kemudian, tensi darah beliau sempat turun di angka 220. Pada hari itu, beliau pun diopname untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Keesokan harinya, Rabu (16/10), kondisi Ustadz Tauhid masih belum stabil. Akan tetapi, beliau masih bisa sadar dan dapat mengenali orang-orang yang menjenguknya. Namun, selanjutnya beliau sempat tidak sadarkan diri beberapa kali. Pada saat inilah keluarga besar almarhum K.H. Ahmad Sahal berkumpul mendoakan beliau di rumah sakit.

Menjelang malam, sejak pukul 19.30 WIB, keadaan Ustadz Tauhid semakin mengkhawatirkan. Tensi darahnya menurun di angka 47. Kemudian sempat naik mencapai 60 hingga ke titik aman di angka 67. Namun, tensi darah kembali naik menjadi 100. Akhirnya, dengan kondisi yang terus memburuk hingga pukul 20.13 WIB, beliau menghembuskan napas terakhirnya di hadapan segenap anggota keluarga, termasuk sang kakak, K.H. Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, yang terus berada di sisi beliau sejak pagi hari.

Tak bisa dipungkiri, kepergian Ustadz Tauhid ini melengkapi rasa kehilangan Keluarga Besar Pondok Modern Darussalam Gontor. Pada bulan Ramadhan lalu, Gontor juga baru saja ditinggalkan salah satu putra terbaiknya yang telah bertahun-tahun lamanya mengabdi untuk pondok, yaitu H. Imam Sukadi. Bahkan, kurang dari setahun yang lalu, pondok ini juga telah ditinggal pergi K.H. Imam Subakir Ahmad dan H. Edi Kusnanto. Mereka adalah para sesepuh pondok yang berperan penting dalam proses pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor.

Pemakaman jenazah di Makam Keluarga Trimurti
Pemakaman jenazah di Makam Keluarga Trimurti

Demikianlah, satu per satu, guru-guru senior pondok ini pergi mendahului kita. Generasi pertama pondok ini sudah lama meninggalkan kita dengan mewariskan nilai-nilai dan filsafat hidup yang harus selalu dijaga dan diamalkan. Kini, generasi kedua pondok ini mulai meninggalkan kita satu demi satu. Namun demikian, estafet harus terus berlanjut, sebagaimana yang seringkali ditegaskan K.H. Hasan Abdullah Sahal dalam berbagai kesempatan. Kader-kader pondok telah dipersiapkan sedemikian rupa untuk menjadi generasi penerus perjuangan Trimurti. Patah tumbuh, hilang berganti. Sebelum patah, sudah tumbuh. Sebelum hilang, sudah berganti. Demikian kata pepatah lama yang sudah tidak asing lagi di telinga santri-santri Pondok Modern Darussalam Gontor.

Selamat jalan, wahai ustadz-ustadz kami! Keluarga Besar Pondok Modern Darussalam Gontor dan seluruh umat Islam akan selalu mendoakan engkau. Semoga amal ibadah dan pengabdian engkau diterima di sisi Allah SWT, serta dosa-dosa engkau diampuni. Semoga Allah menempatkan engkau semua dengan rahmat-Nya di tempat tertinggi milik-Nya. Generasi setelah engkau berharap, semoga diberikan kemampuan oleh Allah untuk meneruskan perjuanganmu. Amin. shah wa

Gontor Putri 1 Berkurban 46 Kambing dan 19 Sapi

0
Ibadah Kurban di Gontor Putri 1
Ibadah Kurban di Gontor Putri 1

MANTINGAN–Ibadah kurban yang diiringi gema takbir juga berlangsung semarak di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1. Penyembelihan hewan kurban dipimpin langsung oleh Wakil Pengasuh Gontor Putri 1, Dr. K.H. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A., dengan disaksikan segenap santriwati. Jumlah hewan kurban yang disembelih hingga hari tasyriq terakhir nanti, Jum‘at (18/10), mencapai 46 ekor kambing dan 19 ekor sapi. Keseluruhan hewan kurban tersebut berasal dari sumbangan sejumlah siswi dan guru-guru Kulliyatu-l-Mu‘allimat Al-Islamiyah (KMI) Gontor Putri 1.

“Berkurban di pondok itu memiliki tiga esensi. Pertama, sebagai ibadah yang harus dilakukan dengan benar menurut syariat Islam. Kedua, sebagai tarbiyah untuk menanamkan jiwa mau berkorban pada para santriwati. Ketiga, sebagai khidmah ijtima’iyah untuk menjaga silaturrahim dengan penduduk sekitar,” ungkap Wakil Direktur KMI Gontor Putri 1, K.H. Ahmad Suharto, M.Ag., pada pengarahan rapat koordinasi Panitia Idul Adha.

Sementara shalat Idul Adha dilaksanakan di lapangan depan Auditorium Gontor Putri 1. K.H. Ahmad Suharto, M.Ag. bertindak selaku imam. Sedangkan khatibnya adalah Suwarni, S.Th.I. Pada malam hari sebelumnya, para santriwati mengadakan takbir keliling untuk mengagungkan asma Allah yang akan menerangi dunia sebagaimana pidato Dr. K.H. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A. pada acara Malam Takbiran, Senin (14/10) malam. “Bila dilihat dari luar bumi, kumandang takbir layaknya cahaya. Niscaya bumi ini akan terang-benderang karena seluruh dunia melantunkan takbir,” ujar beliau di hadapan seluruh santriwati yang berkumpul di Auditorium Gontor Putri 1. data_gp1

Api Unggun Tutup Kegiatan KMD Siswa Kelas 5

0
Nyala Api Unggun Pada KMD Kelas 5
Nyala Api Unggun Pada KMD Kelas 5

MADUSARI – Nyala api membakar semangat siswa kelas 5, membuat suasana malam yang dingin menjadi hangat seketika. Tanpa menghiraukan dinginnya angin malam, para Pramuka dengan riang gembira menampilkan macam-macam kesenian dihadapan teman-temannya dan para pembimbing. Malam itu, Jum’at (11/10) sebagai penutup rangkaian kegiatan Kursus Mahir Dasar (KMD), api unggun dinyalakan.

Selama 7 hari, Ahad-Sabtu (6-12/11), siswa-siswa kelas 5 yang akan menjadi pembina Pramuka bagi para adika-adikanya kelak, digembleng di bumi perkemahan Gontor 2. Bekerjasama dengan Kwarcab Ponorogo, Staf Majelis Pembimbing Koordinator Gerakan Pramuka (MABIKORI) mendidik calon pembina tersebut dengan berbagai kegiatan intensif. farouq

Baksos Pererat Silaturrahim antara Gontor dan Masyarakat Janti

0
Peserta Baksos tengah mengadakan latihan bersama di rumah salah seorang warga.
Peserta Baksos tengah mengadakan latihan bersama di rumah salah seorang warga.

DARUSSALAM – Guna menerapkan jiwa ukhuwah islamiyah antarsesama, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menggelar kegiatan Bakti Sosial (Baksos) pada Ahad-Selasa (13-15/10) di Desa Janti, Slahung, Ponorogo. Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Ukhuwah Islamiyah dengan Sosialisasi Tinggi” ini dipanitiai oleh para mahasiswa Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Kampus Rabithah semester ke-5, dengan Alfi Mamduh Nuruddin, Fuad Saefuddin, dan Ahmad Romli sebagai ketuanya.
“Kami sangat bersyukur sekali dengan adanya Bakti Sosial yang diadakan oleh PMDG, dengannya anak-anak kami bisa belajar dan berlatih untuk menghadapi kehidupan di masa yang akan datang”, ujar Bapak Sugiono, selaku Kepala Desa Janti sekaligus tuan rumah acara ini.
Kegiatan yang melibatkan seluruh asatidz baru PMDG ini, tersebar di tiga Dusun: Pilang, Krajan, dan Blimbing. Tiap-tiap dusun ini terbagi menjadi dua pos. Kegiatan yang digelar di setiap pos meliputi beberapa pelatihan, seperti pelatihan pembuatan roti, konveksi, dan lain-lain.
Pada sore harinya, Selasa (15/10), diadakan berbagai lomba ketangkasan antarpos: lomba lari, panjat pinang, pecah air, balap karung, dan pena botol. Kemudian dilanjutkan dengan penutupan kegiatan oleh Ustadz Noorsyahid pada malam harinya. sazza

Para Santri Antusias Sukseskan Acara Muker Rayon

1
terlihat ketua bagian memberikan penjelasan mengenai program kerja yang ada dalam musyawarah kerja antarrayon
Musyawarah Kerja Rayon menjelang Idul Adha

GONTOR – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1434, selain disibukkan oleh latihan Vocal Group dan Nasyid Antarkelas, para santri pun turut menyibukkan diri mereka dalam acara Musyawarah Kerja (Muker) Rayon se-Darussalam. Acara yang diadakan rutin setiap tahunnya ini, tak kalah bergengsi dengan acara Vocal Group dan Nasyid Antarkelas. Untuk itu, para anggota dan mudabbir dari setiap rayon dituntut untuk memberikan yang terbaik dalam melaksanakan acara ini. Mereka pun menyambutnya dengan sangat antusias oleh segenap santri dan para mudabbir tiap-tiap rayon.

Antusiasme mereka pun terlihat dari bagaimana mereka menyiapkan seluruh peralatan jauh hari sebelum acara tersebut dimulai. Mulai dari pembuatan background, panggung, mimbar, sampai perlengkapan penghias taman, itu semua mereka kerjakan disela-sela waktu latihan vocal group dan nasyid, sehingga mereka pun tidak menghilangkan rasa tanggung jawab mereka dalam memperjuangkan kelasnya masing-masing. Ketika acara berlangsung, para anggota setiap rayon aktif memberikan pertanyaan-pertanyaan mengenai keorganisasian rayon masing-masing, bahkan mereka tak segan memberikan usulan bagi setiap bagian yang ada, sehingga timbullah rasa tanggung jawab untuk memajukan rayon mereka masing-masing.

Acara yang diadakan pada hari Ahad(13/10) tersebut dipusatkan di Gedung Rabithah dari lantai 1 sampai lantai 4. Keluar sebagai juara favorit pertama adalah Rayon Syiria 2, dilanjutkan dengan Rayon Wisma Hadi, dan yang terakhir adalah Rayon Syiria 1. Masing-masing pemenang pun berhak mendapatkan piala dari Pengasuhan Santri. brahma84

HARI RAYA IDUL ADHA 1434 H

0

Hari Raya Idul Adha tahun ini jatuh pada Selasa, 15 Oktober 2013 / 10 Dzulhijjah 1434 H. Rentetan kegiatan dan perlombaan yang diadakan seperti perlombaan majalah dinding antar kelas serta perlombaan antar rayon dan individu lainnya ikut menyemarakkan suasana menyambut datangnya Hari Raya Idul Adha 1434 H Gontor Putri 2.

Panitia Gebyar Idul Adha menyelenggarakan berbagai macam perlombaan individu maupun antar rayon dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha diantaranya : pail pinang, syabu was-was, kedebak gedebug, jaman (wajah manis), artudha (miniature idul adha), vj adha, shoutingan (shout mantingan, sayme, MTQ, volk song, goat show, mesra (menghias maskan) dan fashion show. Juara umum untuk perlombaan gebyar idul adha 1434 H adalah rayon Iskandaria B. Perlombaan Ini diadakan selain untuk menyambut datangnya Idul Adha juga sebagai ajang menunjukkan kemampuan para santri dan sebagai wadah untuk mengembangkan kretivitas, bakat serta minat yang mereka miliki.

Lain halnya dengan Panitia Kurban yang berhasil mengumpulkan dana kurban sebanyak Rp 104.294.500,-. Dana ini didapat dari sumbangan kurban para santri, guru-guru serta beberapa hewan kurban dari wali murid. Pada Idul Adha tahun ini Gontor Putri 2 dapat menyembelih hewan kurban sebanyak 6 ekor sapi dan 10 ekor kambing. Penyembelihan, pengulitan, pembersihan sampai pembagian hewan kurban semuanya dilakukan sendiri oleh santriwati kelas 6, guru-guru dan beberapa pekerja pondok yang ada di Gontor Putri 2 untuk melatih elite muslimah yang Sittil Kull.

DSC_8935 DSC_9053 DSC_9035 DSC_8952 DSC_8943 DSC_9114 DSC_9122 DSC_9140

Idul Adha 1434, Gontor Sembelih 700 Lebih Hewan Kurban

0
Shala Idul Adha berjamaah di halaman Masjid Jami'
Shalat Idul Adha berjamaah di depan Masjid Jami’

GONTORAllahu akbar…! Allahu akbar…! Allahu akbar…! La ilaha illallahu wallahu akbar…! Takbir bersahut-sahutan kembali terdengar menggema di berbagai pelosok negeri, mengagungkan kebesaran Allah SWT di hari nan suci, Idul Adha 1434 Hijriah yang jatuh pada hari Selasa (15/10) ini. Seperti halnya umat Islam di seluruh penjuru dunia, segenap santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menyambutnya dengan suka cita. Bersama masyarakat sekitar, ribuan santri menunaikan shalat Ied berjamaah yang diimami Pimpinan Pondok, K.H. Hasan Abdullah Sahal, di halaman Masjid Jami‘ PMDG. Sementara Wakil Direktur Kulliyatu-l-Mu‘allimin Al-Islamiyah (KMI), H. Farid Sulistyo, Lc., bertugas menyampaikan khutbah Ied pada kesempatan ini.

Selepas shalat Ied, K.H. Hasan Abdullah Sahal berkesempatan menyampaikan ungkapan kesyukuran atas segala karunia dan nikmat Allah SWT terhadap pondok yang kini telah berusia 88 tahun ini. Hingga saat ini, kepercayaan masyarakat terus meningkat. Ribuan calon pelajar dari berbagai pelosok Nusantara terus berdatangan untuk menimba ilmu dan pendidikan di pondok yang didirikan pada tahun 1926 ini. Bahkan, calon pelajar dari luar negeri, terutama dari negara-negara tetangga, banyak yang berminat menjadi santri Pondok Modern Darussalam Gontor. Sebagai wujud kesyukuran, Gontor terus berbenah meningkatkan kualitas di segala bidang untuk mencetak kader-kader pemimpin umat di masa depan.

Pada kesempatan ini, Pimpinan Pondok juga bersyukur atas segala rezeki berlimpah lagi penuh berkah dari Allah SWT di Hari Raya Kurban ini, sehingga pondok masih bisa menyembelih hewan-hewan kurban untuk dibagikan kepada masyarakat. Pada tahun ini, jumlah hewan kurban yang disembelih di Gontor Pusat sendiri mencapai 226 ekor, terdiri dari 22 ekor sapi, 77 ekor kambing, dan 127 ekor domba. Sementara hewan kurban di seluruh Pondok Cabang berjumlah 482 ekor yang terdiri 322 ekor kambing dan 160 ekor sapi. Secara total, hingga berita ini ditulis, hewan kurban yang diterima Pondok Modern Darussalam Gontor pada Idul Adha 1434 ini sebanyak 708 ekor meliputi 399 ekor kambing, 182 ekor sapi, dan 127 ekor domba.

Ratusan hewan kurban tersebut tidak hanya berasal dari santri dan wali santri. Sejumlah alumni dan beberapa anggota masyarakat juga ikut berkontribusi menjalankan ibadah kurban di Pondok Modern Darussalam Gontor. Bahkan, salah seorang alumni Gontor yang kini tengah mengelola sebuah lembaga pendidikan di Singapura, Ghazali, turut serta berkurban sebanyak 27 ekor kambing untuk almamaternya, Pondok Modern Darussalam Gontor tercinta.

Selain diramaikan dengan penyembelihan hewan-hewan kurban, Idul Adha di Gontor makin semarak dengan Lomba Vocal Group Antarkelas yang diselenggarakan setelah shalat Ied berjamaah. Dengan inilah segenap santri menikmati lebaran mereka di pondok, walaupun jauh dari keluarga dan kampung halaman. shah wa

Vocal Group Antarkelas Meriahkan Idul Adha 1434 Hijriah

0

Penampilan santri kelas tiga dalam perlombaan Vocal Group antar kelas..GONTOR–Sudah menjadi acara rutin yang diadakan setiap tahunnya, perlombaan Vocal Group Antarkelas kembali membuat decak kagum dari para penonton di hari raya Idul Adha ini. Kolaborasi antara nasyid dan paduan suara yang dikemas apik dengan musik yang khas Gontory ini menyita perhatian penonton dari kalangan santri hingga tamu dari wali santri.

Acara yang diselenggarakan tepat setelah selesai Shalat Idul Adha ini dibuka oleh Al-Ustadz H. Farid Sulistyo, Lc. Penonton langsung dibuat terhibur oleh kemeriahan penampilan pertama dari Kelas 4 KMI.

Seluruh santri dari tiap-tiap kelas pun turut serta memberikan kontribusi dalam acara ini. Dari mulai vokal, musik, dekorasi, hingga pernak-pernik yang digunakan pun seluruhnya merupakan hasil karya mereka, sehingga Vocal Group Antarkelas ini lebih meriah.

Setelah penampilan dari santri Kelas 1 hingga Kelas 4, tibalah saatnya kakak-kakak mereka, yaitu Kelas 5 dan Kelas 6 untuk tampil menghibur. Aula pun semakin penuh sesak dengan para penonton yang antusias menyaksikan.

Selanjutnya, tibalah saatnya pengumuman hasil perlombaan. Dari kategori nasyid, Kelas 1 berhasil keluar sebagai Juara I dengan nilai 550. Diikuti dengan Kelas 3 Intensif dengan nilai 495 sebagai Juara II. Sementara Juara III diraih Kelas 3 dengan nilai 480.

Sedangkan di kategori vocal group, Kelas 4 berhasil tampil sebagai Juara I dengan nilai 1.050. Diikuti dengan Kelas 1 dengan nilai 1.020 dan Kelas 3 Intensif dengan nilai 920.

Maka, predikat Juara Umum, dengan nilai kumulatif terbanyak dari kategori nasyid dan vocal group, berhasil diraih oleh Kelas 1 KMI dengan total nilai 1.570.

Acara yang dipanitiai oleh Kelas 3 Intensif dan Kelas 4 ini bertujuan untuk mengasah kreativitas dan potensi para santri serta untuk memupuk kebersamaan di antara mereka. fei

SAMBUT IDUL ADHA 1434 H

0

Majalah Dinding Islami_Sambut Idul AdhaMenyambut datangnya hari raya Idul Adha 1434 H Panitia Idul Adha Gontor Putri 2 menyelenggarakan berbagai macam kegiatan & perlombaan seperti majalah dinding antar kelas, menghias rayon dan kamar, takbir keliling serta perlombaan individual lainnya. Dengan tema menyambut datangnya hari raya Idul Adha seluruh wali kelas menggerakkan anggotanya untuk menyulap selembar triplek menjadi sebuah hasil karya seni yang memiliki nilai kreativitas.

Senin, 14/10/13 diselenggarakan acara Malam Takbiran Idul Adha 1434 H di depan gedung Damaskus. Diawali dengan takbir keliling seluruh santriwati dengan rute akhir di depan gedung Damaskus, dilanjutkan dengan takbir bersama, laporan penitia dan khutbah Idul Adha 1434 H yang disampaikan oleh Usth. Sri Wahyuni, S.Th.I. “Bahwa hakikat manusi adalah sama. Yang membedakan hanyalah taqwanya. Dan bagi yang menunaikan ibadah haji, pada waktu wukuf di Arofah memberikan gambaran bahwa kelak manusia akan dikumpulkan di padang mahsyar untuk dimintai pertanggung jawaban. Dalam islam, setidaknya ibadah qurban mengandung 4 dimensi, yaitu: tauhid, spiritual, social dan moral. Serta beberapa manfaat dan hikmah yang dapat dijadikan pelajaran dari ibadah qurban, yaitu: keikhlasan & ketulusan, kesabaran, ketaatan, pengorbanan dan keimanan.” Ungkapnya.

Acara diakhiri dengan Pengumuman pemenang perlombaan takbir keliling dan majalah dinding antar kelas oleh Ust. Muhammad Fauzi, M.Ag. yang mewakili bapak wakil pengasuh PMDGP 2 Ust. Suwarno TM, S.Ag. yang sedang menunaikan ibadah haji. Untuk lomba majalah dinding antar kelas dimenangkan oleh kelas 1B, 1 Intensive B, 2B, 3B, 4C, 3 Intensif B dan kelas 6B. Sedangkan lomba takbir keliling dimenangkan oleh rayon Damaskus A.