Home Blog Page 73

Menggaungkan Al Qur’an dengan Memperingati Malam Nuzulul Qur’an

0

Karangbanyu, (8/4/2023) Keberkahan di bulan Suci Ramadhan Santriwati hadiri acara Malam Peringatan Nuzulul Qur’an. Acara ini diawali dengan bersholawat oleh hadrah club kemudian dilanjutkan oleh Al Ustadzah Candra Amalia Zulfani dalam memberikan sambutan mengenai Malam Perjalanan Nuzulul Qur’an. Acara ini bertepatan di Auditorium Gontor Putri Kampus 3 dan berlangsung mulai pukul 20.15 hingga pukul 22.00 WIB.

Dan tak lupa sambutan dari ayahanda tercinta Al Ustadz Muhammad Badrun Syahir, M.A selaku Bapak Wakil Pengasuh yang pada sambutannya menjelaskan bahwa Al-Qur’an sejatinya sama persis yang diturunkan oleh Allah fi lauhil mahfudz -terdapat 3 tahapan turunnya Al-Qur’an yaitu : tahap pertama al-lauhul Mahfudz (yang sudah terjadi dan yang akan terjadi), tahap kedua turun ke baitil ‘izzah (di langit), tahapan ketiga kepada Rasulullah) dan Adapun 3 cara bermuamalah (al qiraah, at tadabur, al’amal). Nuzulul Qur’an sengaja diperingati supaya paham betul tentang Al-Qur’an. Karena didalam Al Qur’an tidak akan mengungkapkan suatu kebohongan dan itu mustahil karena ia (kalamullah) Kita disini haruslah mengambil hikmah dan hukum dari isi Al Qur’an tersebut dan jangan sampai salah kaprah ketika memahami dan mendalamnya dan inti dari acara malam ini beliau selalu mengingatkan jangan sampai tiada hari tanpa membaca Al Qur’an karena ialah pendomanmu jika kau jarang membacanya maka kita akan tersesat, Waallahu alam. Seyarika

Seminar Motivasi Membangun Jiwa Positif Pengurus

0

KARANGBANYU – Senin (03/04/2023), seminar motivasi diadakan agar santriwati dapat menjaga kebersihan dan kesehatan badan dengan menjaga pola makan yang bergizi. Bersama narasumber Al-Ustadz Miftahul jinan, M.Pd, LCPC., seminar yang diikuti oleh santriwati kelas 5 ini dimulai pada pukul 08:00 WIB.

Dalam kesempatan ini Al- Ustadz Muhammad Mubarok, S.Ag berkenan membuka acara. Beliau menyampaikan bahwa seminar ini untuk belajar lebih banyak guna menjadi pengurus yang lebih baik lagi. Di samping juga untuk membangun jiwa positif pada pengurus. Berjiwa positif berarti berjiwa optimis. Positive thinking karena kita memiliki jiwa optimis. Semua wanita akan menjadi ibu, dan untuk sekarang kita berpositif untuk mengurus diri sendiri.

Sesuatu yang membuat orang lain bahagia adalah ketika apa yang dibicarakan dapat didengarkan dengan seksama oleh orang lain. Apalagi jika segera melakukan segala perintah yang telah disampaikan. Apabila pengurus dan trainer itu basisnya ada di dalam jati diri maka demikianlah yang membuat bahagia. Menjadi pengurus yang baik dimulai dari diri sendiri. Karena berawal dari kepribadian, orang lain dapat mengetahui bagaimana sosok jati diri setiap manusia.

Melakukan apapun di pondok ini basisnya adalah value atau nilai diri. Di dalam pesantren nilai atau value itu yang dinamakan ruh atau jiwa. Maka di pondok memiliki lima jiwa. Sering kita dengar “metode itu lebih penting dari materi” dan “seorang guru lebih penting dari metode”, sehingga dengan demikian dapat disimpulkan bahwa jiwa guru lebih penting dari metode. Karena banyak guru yang tidak memegang value atau  nilai diri, dan hanya berpegang kepada buku untuk sekedar menjalankan tugasnya. Maka dari itu sebagai pengurus atau guru harus berpegang kepada value atau nilai diri.Rizka_ver

 

Musyawarah Kerja OPPM Dan Koordinator; Bak Miniatur Musyawarah Kerja di Ranah Parlemen

0

Mantingan Koordinator Gugusdepan Gerakan Pramuka (KGGP) dan Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) menggelar Musyawarah Kerja yang berlangsung selama lima hari dengan Musyawarah Kerja KGGP berlangsung selama dua hari dan OPPM selama tiga hari, dimulai hari Jum’at-Selasa (17-21/3/23). Musyawarah Kerja OPPM dan Koordinator merupakan kegiatan musyawarah yang diperuntukkan bagi santriyah kelas 5 guna menyusun program kerja OPPM dan Koordinator untuk satu periode. Seluruh santriyah kelas 5 baik dari OPPM, Koordinator maupun asrama diharuskan berpatisipasi aktif dalam kegiatan ini.

Suasana Sidang Paripurna Koordinator.

 

Sebelum memulai rentetan kegiatan Musyawara Kerja, terlebih dahulu diadakan demonstrasi oleh Departemen Istimewa dan Bagian Kemanan OPPM pada hari Kamis (16/3/23) guna mempraktikkan retorika pelaksanaan musyawarah kerja yang baik dan benar. Keesokan harinya, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan oleh Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 1 Al-Ustadz Mujib Abdurraham, Lc., M.Ag. Beliau berpesan, “Ini adalah kesempatan antunna, bagaimana antunna bisa memberikan sumbangsih pemikiran untuk pendidikan di pondok kita selama setahun ke depan,” ungkapnya. “Maka, nanti orientasinya itu adalah untuk maslahah. Maslahah orang banyak, para santri dan pondok, bukan untuk maslahah pribadi. Tidak boleh mengajukan usulan atau interupsi karena hawa nafsu. Niatnya harus betul-betul untuk memberikan manfaat,” lanjutnya.

 

Bak Musyawarah Kerja di ranah parlemen, Musyawarah Kerja OPPM dan KGGP meliputi tiga sidang, yaitu Sidang Pleno, Komisi dan Paripurna. Seluruh rentetan sidang ini didampingi oleh ustadzah pembimbing bagian yang berperan sebagai steering committee. Rentetan sidang diawali dengan Sidang Pleno yang digelar di Aula Kulliyyatu-l-Banaat dengan Sidang Pleno KGGP dilaksanakan pada hari Jum’at (17/3/23) dan Sidang Pleno OPPM dilaksanakan pada hari Ahad-Senin (19-20/3/23). Sidang ini membahas mengenai program kerja dan hasil usaha periode sebelumnya. Pelapor melaporkan tiga poin penting program kerja dari bagiannya dengan seluruh peserta sidang dapat menanyakan hal-hal yang belum dipahami dari seluruh program kerja yang ada dan dijalankan pada tahun sebelumnya.

Sidang dilanjutkan dengan Sidang Komisi yang dilaksanakan di ruang-ruang kelas Gedung Turki dan Tunisia dengan Sidang Komisi KGGP pada hari Sabtu (18/3/23) pagi dan Sidang Komisi OPPM pada hari Senin (20/3/23) malam. Dalam Sidang Komisi, seluruh program kerja dikupas satu per satu. Sidang Komisi juga menerima sanggahan, usulan serta membahas mengenai perubahan redaksi dan tambahan atau perubahan program kerja.

Salah seorang santiyah mengajukan pendapat dalam Sidang Komisi OPPM.
Suasana Sidang Komisi OPPM

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang mana pelaksanaan Sidang Komisi dimarger dengan dua sampai tiga bagian. Tahun ini, setiap bagian mendapatkan porsi satu ruangan untuk melaksanakan Sidang Komisi. Hal ini diterapkan agar Sidang Komisi dapat dilaksanakan secara lebih intensif dan tidak mengulur waktu. Adapun tidak semua anggota bagian menetap di ruangan bagiannya sendiri, melaiknan disebar ke bagian lainnya dengan lima orang menetap di bagiannya.

Rentetan sidang ditutup dengan pengesahan semua program kerja yang telah dimusyawarahkan di Sidang Komisi di hadapan seluruh santriyah kelas 5 dalam Sidang Paripurna yang dilaksanakan pada hari hari Sabtu (18/3/23) malam untuk KGGP dan hari Selasa (21/3/23) pagi dan malam untuk OPPM. Hasil musyawarah kerja ini nantinya akan dibacakan di hadapan seluruh santriyah pada Laporan Pertanggungjawaban Panitia Bulan Syawwal. Kegiatan musyawarah kerja diakhiri dengan penuliasan kesan-pesan dari seluruh partisaipan pada hari Selasa (21/3/23).

Alhamdulillah, seluruh santriyah melewati rangkaian kegiatan dengan khidmat dan saksama. Kegiatan ini secara umum telah melatih mental santriyah dalam mengajukan pendapat. Mereka juga memahami bahwasannya buah pemikiran mereka akan menjadi landasan pemikiran untuk program kerja mendatang. Dari dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan akan membawa kepada perubahan baik dan kemajuan sistem pondok pada periode mendatang. Selain itu, juga dapat menjadi pengalaman dan pembelajaran sebelum terjun ke masyarakat kelak.

Bertia: Aya

Editor: Ghariza

Foto: Asa, Nazmah

Rihlah Tarbawiyyah Iqtishadiyyah; Sarana Siapkan Alumni Mandiri dan Serbabisa

0

Mantingan – Siswi Akhir KMI Credible Generation 6 2023 mengadakan Rihlah Tarbawiyyah Iqtishadiyyah pada hari Ahad sampai Kamis (12-16/3/23) silam. Rihlah Tarbawiyyah Iqtishadiyyah merupakan kegiatan pembekalan kewirausahaan dan pendidikan yang diperuntukkan bagi siswi akhir KMI. Hal ini merupakan bukti andil PMDG dalam membangun skill dan mental generasi muda Indonesia.

Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dilaksanakan di Aula Auditorium pada Ahad, (12/3/23). Hadir dalam pembukaan Rihlah Tarbawiyyah Iqtishadiyyah, Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 1, Al-Ustadz Mujib Abdurrahman, Lc. M.Ag., Al-Ustadz H. Arif Irfanuddin, Lc., asatidz dan ustadzah pembimbing, serta seluruh santriyah kelas 6 2023.

Bapak Wakil Pengasuh memberikan taujihat kepada seluruh siswi akhir KMI.

Dalam sambutan yang disampaikan oleh Al-Ustadz Mujib, beliau menekankan mengenai niat serta maksud dan tujuan diadakannya kegiatan ini. “Yang paling penting adalah persiapan mentalnya, niatnya. Niatnya bukan rihlah tanfidiyah, tetapi rihlah tarbawiyah iqtishadiyyah,” ungkap Al-Ustadz Mujib. “Jangan kehidupannya sangat sempit. Mengandalkan keturunan, orang tua dan warisan. Ini mental-mental yang ingin dikikis habis oleh bapak-bapak Kiai pendiri pondok,” pungkasnya.

Selanjutnya, kegiatan disambung dengan Rihlah Unit Usaha dari Annisa Beverage pada malam harinya dan Annisa Bakery keesokan harinya. Di mana, ustadzah staf Annisa Beverage dan Bakery mempraktikkan pembuatan beberapa menu dan segenap perwakilan santriyah turut mempraktikkannya. Adapun menu yang dipraktikkan pada sesi beverage di antaranya puding puyo dan cheese milk dan pada sesi bakery di antaranya klapetart.

Kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan dan pemberangkatan seluruh santiyah pada hari Selasa (14/3/23) dini hari menuju destinasi masing-masing. Kemudian, seluruh santriyah kembali ke pondok pada hari Kamis (16/3/23) malam. Dalam rihlah ini, seluruh santriyah dibimbing oleh dua sampai tiga asatidz serta empat sampai enam ustadzah pembimbing tiap daerah.

Santriyah menuju Cooking Class di Kampung Coklat, Blitar.
Perfotoan bersama Al-Ustadz Muhammad Dzaky Zamani, B.A.
Praktik Pembuatan Batik Modern di Alfa Shoofa Batik, Kudus.

 

Adapun objek dalam rihlah ini merupakan tokoh, lembaga atau usaha yang bergerak di bidang pendidikan dan bisnis UMKM yang mana umumnya merupakan alumni atau milik alumni PMDG. Tujuannya tidak lain guna membina kebersamaan dan terjalinnya komunikasi antar siswi, alumni dan para simpatisan PMDG melalui kunjungan-kunjungan yang diadakan. Berikut daerah serta objek dalam kegiatan ini:

No

Daerah

Objek

1

Malang

Masjid Cheng Ho, Kaboki (Kerajinan Tas Rajut), Wisata Petik Madu Lawang, Sayur Shop, Warung Ratu Rawit, Temu Tokoh Wanita (Al-Ustadzah Rima (Desainer)), Bil Jaroz Travel (Ustadz Boby Setiawan), Kayavit (Kripik Buah dan Sayur), Warunk Ratu Rawit, Bonekamu Malang, Silaturrahim dengan keluarga Al Azhar, Duta Catering, Jatim Park 1.

2

Gresik-Lamongan

Rumah Makan Apung G-PARK, Griya Snak Barokah Cerme, Konveksi Hijab Pasmira, Temu Tokoh Wanita (Al-Ustadzah Heny, Manajemen Masjid Moedhar Arifin), Harfin Mart and Court, Jenang ROCHIS, Digital Marketing bersama Al-Ustadz Khoirul Anam, Wisata Bahari Lamongan (WBL).

3

Blitar

Budidaya Jamur dan Olahan Makanan Kering, Pabrik Kacang Shanghai Gangsar, Golden Banana, Pondok Darul Hikmah, Pertemuan bersama IKPM Tulungagung, Konveksi Boyolangu, Soto Sawah, Kampung Coklat, Pondok Al Mawaddah 2, Temu Tokoh Wanita, Olahan Kecap dan Budidaya Ikan Koi, Olahan Tempe, Blitar Park.

4

Kudus-Jepara

Batik & Bordir Alfa Shofa, PT Mubarok Food, Wisata Museum Jenang, PP. AL-Furqon Tulis, Temu Tokoh (Ibu Ummi Asiyati), El-Lisa Hijab, Mustika Rias, Ramah Tamah bersama IKPM Jepara, Uleni, Saloka Park.

5

Semarang

Grand Maerokoco Semarang, Sharing Bisnis Bersama UMKM Semarang di Anjungan Kota Semarang, Dara Beauty Care, Manda Food (Aneka Olahan Bandeng), Almeera Hijab. (Bisnis dan Marketing Online), Wisata Grand Maerokoco, Ponpes Edi Mancoro, Temu Tokoh Wanita (Al-Ustadzah Rosyidah, Lc.), Kampoeng Banyumili (Sharing Bisnis Management Banyumili), PT Victoria Care Indonesia (Omah Herborist), Wisata Lawang Sewu.

6

Yogyakarta

Silaturahim dengan Pengasuh Pondok Baitussalam Putri, Karpet Madinah, Hotel Sunarko dan Pastaqu, Malioboro, Bendino Duren dan Bolu Tiwul, Rumah Warna, Egg Roll Shasa, Omah Oblong, HEHA Sky View.

7

Magelang

Pusat Tanaman Buah “Berkah Tani Manunggal”, Pengolahan Bandeng Presto, Aqila Course, Pondok Tidar, Rumah Makan Lestari, Kerajinan Tanduk “Berkah”, Kerajinan Boneka, Temu Tokoh Wanita (Al-Ustadzah dr. Kurniyati Soeharto, So.A), Batik Gemawang, Saloka Theme Park, RM Cikal Gading.

 

Setiap sebelum memulai kunjungan ke objek yang akan dituju, seluruh santriyah terlebih dahulu diberikan pengarahan oleh ustadz/ah pembimbing. Mereka juga diwajibkan untuk membuat resume mengenai objek yang telah dikunjungi. Selanjutnya, setiap malam diadakan evaluasi kunjungan oleh ustadzah pembimbing.

Pengarahan musyrif sebelum menuju objek.
Perfotoan berasama pemilik Kaboki.

Alhamdulillah, seluruh santriyah sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Selain menjadi pengalaman baru, kegiatan ini juga menjadi sarana memupuk calon alumni yang mandiri dan sitti-l-kull (serbabisa). Kegitan ini juga dimaksudkan dapat membentuk mentalitas siswi akhir KMI dalam menuju kesiapan dan kematangan diri sebelum kembali ke masyarakat.

Berita: Aya

Editor: Ghariza

Foto: Hurin, Fatih, Nisa

 

 

 

Seminar Keterampilan Membatik Taplak Oleh Ustadzah Umi fadhilah, Ustadzah Istirokah, dan Ustadzah Fitri Diana Lestari Bersama kelas 5 KMI PMDG Kampus Putri 3

0

KARANGBANYU – Jum’at (31/03/2023), seminar keterampilan membatik taplak
diadakan untuk menambah wawasan dan mengembangkan keterampilan santriwati kelas
5 dalam pembuatan seni membatik taplak. Acara ini diselenggarakan di Auditorium Gontor
Putri kampus 3 dengan harapan dapat dijadikan sebagai bekal di masa depan.
Dalam kesempatan ini Al- Ustadz Muhammad Badrun Syahir, M.A, selaku Wakil
Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Putri kampus 3 menyampaikan bahwa
dalam sebuah keterampilan, skill yang diterapkan adalah mental skill bukan job skill.
Bukan pekerjaannya, tapi bagaimana menyikapinya yang penting. Jangan sampai keliru
orientasi dalam melakukan pekerjaan. Kita punya kemampuan dan keterampilan yang
memiliki manfaat. Jangan sampai keterampilan kita digunakan dalam mencari harta,
karena harta tidak akan dibawa ketika kita sudah mati

 

 

 

Acara ini diikuti oleh seluruh santriwati kelas 5 dengan dibagi menjadi beberapa
kelompok untuk mempraktekkan pembuatan taplak. Dalam praktek ini setiap kelompok
diwajibkan untuk membuat satu keterampilan taplak batik sesuai dengan arahan tutor.
Semua santriwati mengikuti dengan semangat berpartisipasi hingga akhir acara ini.
Rizka_ver

Seminar Kesehatan Reproduksi dan Gizi bersama Tim Rumah Sakit Yasfin

0

KARANGBANYU – Kamis (30/03/2023), seminar ini diadakan agar santriwati dapat
menjaga kebersihan dan kesehatan badan dengan menjaga pola makan yang bergizi. Acara
ini diikuti oleh santriwati kelas 5 dimulai pada pukul 08:00 WIB bersama tim RS Yasfin.
Narasumber yang hadir, di antaranya Al-Ustadz dr. Fida Mushalim Afwan, Al-Ustadzah
Hamidah Aula Rusydiana, M.Gz, dan Al-Ustadzah Walita Apriamala Rhascendi, A.Md. K.Ed.
Dalam kesempatan ini Al-Ustadz Muhammad Badrun Syahir, M.A selaku Wakil
Pengasuh PMDG Putri Kampus 3 menyampaikan bahwa seminar kesehatan reproduksi dan
gizi ini untuk menambah wawasan dan persiapan untuk masa depan.

 

Jangan sampai menjadi generasi instan dengan memakan makanan yang tidak berkualitas karena gizi sangat dibutuhkan dalam tubuh kita. Dokter yang hebat adalah diri kita sendiri, yaitu ketika kita bisa mendiagnosa semua penyakit yang diderita. Harus pintar mengidentifikasi diri sendiri. Wanita memiliki kodrat untuk melahirkan dan semua orang ingin memiliki anak. Namun belakangan ini muncul penyakit reproduksi dalam dunia sosial, yaitu childfree. Hal ini sangat disayangkan padahal wanita diciptakan untuk melahirkan. Yang terpenting adalah harus menjaga kebersihan. Untuk memaksimalkan potensi yang ada
maka kita menghadirkan para ahli kesehatan. Selama acara berlangsung, narasumber menjelaskan bahwa menjaga Kesehatan reproduksi salah satunya adalah dengan menjaga kebersihan dari jamur, bakteri, ataupun virus, kecuali bakteri normal yang akan melawan bakteri kotor yang masuk ke dalam tubuh. Ph normal pada reproduksi adalah asam untuk membunuh bakteri dan virus. Aktivitas fisik berbeda dengan olahraga. Olahraga merupakan aktivitas fisik yang teratur dan terukur. Cuci tangan sangat penting bagi badan karena dalam tangan memiliki banyak bakteri. Orang yang bergizi juga memiliki berat badan yang ideal. Makan tidak teratur, banyak snacking, serta jarang makan sayur itu yang membuat kurangnya gizi dalam tubuh. Rizka_Ver

 

Kuliah Shubuh 6 Ramadhan 1444 H, oleh Al-Ustadz Dr. H. Mulyono Jamal, M.A..

0

Keikhlasan adalah satu panca jiwa di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang senantiasa diajarkan kepada santri-santrinya sehingga sudah tak asing lagi dengan jiwa keikhlasan tersebut. Keikhlasan begaikan bibit yang terus menerus ditanamkan dalam diri seorang santri. Namun yang menjadi pertanyaannya, apakah bibit yang telah ditanam bertahun-tahun tersebut telah berbuah? Maka perlu bagi kita untuk memahami kembali apa makna dari Ikhlas yang telah ditanamkan dalam diri kita.

Kata ikhlas sendiri tidak jauh maknanya dari kemurnian. Jika kita aplikasikan ke dalam emas, emas murni berarti emas yang komposisinya tidak tidak tercampur dengan logam apapun. Maka niat yang ikhlas adalah niat yang tulus, murni hanya untuk Allah semata, didorong dari hati tulus pula. Niat yang ikhlas juga merupakan pokok dari Tauhid atau mengesakan Allah dalam iman maupun ibadah.

Ikhlas sebenarnya merupakan konsekuensi dari dua kalimat syahadat yang telah kita ucapkan. Sebab dalam syahadat kita telah menyatakan bahwa hanya menyembah kepada Allah, dan mengerjakan ibadah tersebut mengikuti tata cara sesuai yang telah diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Salam.

Sebab dua hal yang tercantum dalam syahadat tersebut adalah syarat diterimanya sebuah amalan, yaitu niat yang murni hanya karena Allah, dan sesuai dengan apa yang telah diajarkan oleh Rasulullah. Sebaliknya, apabila kedua hal tersebut tidak ada, maka amalan yang kita kerjakan akan menjadi hampa dan kita termasuk ke golongan orang-orang yang merugi. Naudzunillahi min dzalik.

Barangsiapa menjalankan kebaikan sekecil apapun niscaya akan ada balasannya. Jangan sampai  justru timbangan amalan baik kita lebih ringan daripada amalan keburukan, sehingga kita termasuk golongan orang-orang yang celaka.

Perkuatlah keimanan kita dengan ayat-ayat Al-Qur’an yang telah Allah turunkan, serta pahamkanlah dan jadikan siraman rohani untuk menyucikan jiwa kita agar mau berjuang sekuat-kuatnya, beribadah dan bekerja setulus-tulusnya, sehingga kita menjadi orang yang sholih. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

(Artikel: Mahadi, Foto: Rayza, Review: Riza Ashari).

Artikel Terkait:

Kuliah Shubuh 3 Ramadhan 1444 H oleh Al-Ustadz Agus Mulyana

Kuliah Shubuh 2 Ramadhan 1444 H oleh Al-Ustadz Noor Syahid, M.Pd..

Kuliah Shubuh 3 Ramadhan 1444 H oleh Al-Ustadz Agus Mulyana

0

Allah menjadikan bulan suci Ramadhan bulan yang mulia, lebih spesial dari bulan-bulan lainnya. Bulan suci Ramadhan menjadi bulan yang sangat didambakan oleh seluruh umat muslim. Karena selama 30 hari atau satu bulan penuh umat muslim mengerjakan ibadah uang tidak ada di bulan lainnya. Selain itu, amal ibadah kita juga dilipatgandakan oleh Allah.

Puasa tidak hanya menahan lapar dan haus saja, akan tetapi ada banyak keutamaan yang terdapat pada puasa. Orang yang puasa akan mendapat pahala yang istimewa langsung dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Puasa juga menjadi tameng atau perisai yang melindungi diri dari godaan setan yang datang dari berbagai arah.

Orang yang berpuasa akan dijauhkan wajahnya dari api neraka, dan akan diterima untuk masuk ke surga Allah melalui pintu rayyan, yang di dalamnya terdapat banyak sungai mengalir dan dapat diminum airnya sebagai balasan bagi mereka yang berpuasa.

Adapun beberapa hikmah dari ibadah puasa, antara lain:

  1. Penyucian jiwa

Melatih diri untuk bukan sekedar menahan lapar dan haus saja, namun juga harus bisa mengendalikan hawa nafsu.

  1. Mendekatkan diri dengan Allah

Puasa akan menjadikan seseorang senantiasa merasa terawasi oleh Allah sehingga kita menjadi pribadi yang lebih berhati-hati dalam mengerjakan sesuatu.

  1. Menguatkan silaturrahim

Sebagaimana yang Rasulullah ajarkan kepada kita untuk senantiasa menjaga silaturrahim sesama manusia.

  1. Meredam syahwat

Bagi orang-orang yang belum mampu menikah untuk menahan syahwatnya, hendaklah ia berpuasa untuk meredam syahwat tersebut.

  1. Menyehatkan badan

Selain hikmah yang berhubungan dengan rohani, puasa juga memiliki manfaat dari segi jasmani. Puasa membuat beberapa bagian tubuh kita beristirahat sejenak. Metabolisme tubuh memerlukan waktu untuk beristirahat dan semua itu dapat didapatkan dari berpuasa.

  1. Melatih diri untuk berdisiplin

Puasa juga melatih diri kita untuk berdisiplin baik dari segi waktu maupun dari segi yang lain.

  1. Menciptakan nilai tenggang rasa antar manusia

Dengan berpuasa seseorang akan mengetahui penderitaan sosial yang dirasakan oleh orang lain dengan status sosial yang berbeda. Misalnya orang kaya yang juga harus menahan lapar supaya dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang yang kurang mampu.

  1. Meningkatkan taqwa

Puasa akan membuat seseorang mencapai tingkatan taqwa. Sebab taqwa akan menjadikan seseorang paling mulia di muka bumi.

  1. Dilipatgandakan pahala oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala

Allah telah menjanjikan pahala yang besar dan jauh berlipat ganda bagi orang yang mengerjakan ibadah puasa dengan mengharapkan kedridhoannya.

  1. Membentengi diri dari perbuatan buruk

Puasa diibaratkan seperti tameng atau perisai yang berguna untuk melindungi manusia dari gangguan setan yang akan menjerumuskan manusia kepada perbuatan buruk.

  1. Menjaga pola akidah

Puasa akan menjadikan seorang muslim senantiasa bersyukur atas nikmat apapun yang telah diberi oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Hal tersebut tentu amat penting untuk menjaga aqidah agar tetap benar dan tidak melenceng dari jalan yang benar.

  1. Mencapai malam Lailatu-l-Qadr

Malam lailatu-l-qadr merupakan salah satu malam dari bulan Ramadhan yang lebih baik daripada malam seribu bulan. Tidak heran bila umat muslim akan berlomba-lomba memperbanyak ibadah khususnya di bulan Ramadhan guna mencapai tujuan tersebut.

Maka hendaklah kita mengerjakan amalan yang dapat meningkatkan ketaqwaan kita di bulan Ramadhan, seperti: memperbanyak zikir, menjaga shalat fardhu 5 waktu, rutin mengerjakan shalat sunnah, memperbanyak bacaan Al-Qur’an, dan mendengarkan nasehat dan ceramah agama yang dapat memperdalam pemahaman kita akan ilmu agama.

(Artikel: Mahadi, Foto: Rayza, Review: Riza Ashari).

Artikel Terkait:

Kuliah Shubuh 2 Ramadhan 1444 H oleh Al-Ustadz Noor Syahid, M.Pd..

Kuliah Shubuh 1 Ramadhan 1444 H, oleh K.H. Hasan Abdullah Sahal.

Kuliah Shubuh 2 Ramadhan 1444 H oleh Al-Ustadz Noor Syahid, M.Pd..

0

Dalam Al-Quran manusia kerap disebutkan dengan istilah al-Insan. Kata al-Insan telah disebutkan sebanyak 65 kali dalam al-Qur’an yang tersebar dalam 63 ayat. Bahkan al-Insan juga sampai dijadikan salah satu nama surah dalam Al-Qur’an.

Penggunaan istilah al-Insan sendiri bukan tanpa sebab, melainkan dari pencerminan sifat manusia yang ditunjukkan dari kata tersebut. Penggunaan kata al-Insan biasanya disandingkan dengan penjelasan sifat-sifat manusia dalam menjalani kehidupan. Kata tersebut juga menjelaskan betapa besarnya amanah yang diberikan kepada manusia untuk menjadi khalifah di muka bumi.

Amanah tersebut  dulunya pernah ditawarkan kepada langit yang mampu berdiri tanpa tiang namun ia tak sanggup dan menolaknya. Bumi yang punya pasak yang kokoh dan tegak pun pernah ditawarkan amanah tersebut namun juga tak menyanggupinya. Namun justru manusia yang lemah dan bahkan untuk berdiri sendiri pun tidak mampu malah menyanggupi untuk memikul beban berat tersebut.

Apa yang dimaksud dengan amanah berat tersebut? Amanah tersebut memiliki arti yang berbeda-beda, yaitu:

  1. Taat (tha’ah)

Amanah merupakan wujud taat kepada perintah sekaligus menjauhi hal yang telah dilarang.

  1. Kewajiban (faraidh)

Amanah berarti kewajiban yang harus dikerjakan sebaik mungkin dan mencegah adanya keburukan.

  1. Tertib (tartib)

Amanah juga menjadikan manusia hidup dengan tertib atau teratur dengan aturan yang telah ditetapkan syariat Islam.

  1. Hukum (hudud)

Terakhir, amanah adalah hukum yang diberatkan kepada manusia untuk senantiasa berpegang teguh dengan hukum tersebut serta tidak meninggalkan hukum tersebut.

Terlepas dari semua arti amanah di atas, pokok utama dari amanah adalah agar mengerjakan kebaikan hingga dibalas dengan surga, dan apabila berbuat keburukan akan diganjar dengan siksa neraka.

Maka sudah selayaknya kita menjalankan amanah yang telah dipikulkan di pundak kita sebaik mungkin, entah bagi diri sendiri (mufrad) ataupun bagi orang lain (Jama’ah). Sebab sebenarnya tujuan semua manusia adalah sama yaitu menjadi mukmin yang beruntung yang kelak akan sampai kepada jalan yang benar dan diridhai Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

(Artikel: Mahadi, Foto: Rayza, Review: Riza Ashari).

Artikel Terkait:

Kuliah Shubuh 1 Ramadhan 1444 H, oleh K.H. Hasan Abdullah Sahal.

Kultum Ramadhan: Ujian Menjadi Sosok Pemimpin

Bersyukur dan Memaksimalkan Diri di Akhir Ramadhan

Kuliah Shubuh 1 Ramadhan 1444 H, oleh K.H. Hasan Abdullah Sahal.

0

Kuliah shubuh  sudah berjalan hampir satu abad. Sejak dulu pondok berdiri, pimpinan pondok langsung yang memberikan kultum 30 hari penuh kepada santri-santrinya. Maka dari itu, hal yang sudah dari dulu dimulai perlu kita jaga dan jalankan. Karena kita sudah terlanjur diikuti, maka jangan sampai kita malah meninggalkan apa yang dilakukan oleh orang yang mengikuti kita.

Isi dari kuliah shubuh tidak akan keluar dari 3 pilar ad-din yang dibawa oleh Jibril, yaitu: Iman, Islam, dan Ihsan. Tidak boleh hanya mengaku Islam saja tetapi tidak beriman, tidak boleh hanya mengaku beriman tapi enggan untuk shalat, enggan mengeluarkan zakat.

Apa yang ada di dalam kuliah shubuh tidak keluar dari bingkai-bingkai arkanu-ad-din (ajaran agama Islam). Semua yang disampaikan sesuai dengan permasalahan ataupun perihal yang terjadi di di keluarga kita, maupun di masyarakat kita.

Kuliah shubuh adalah santapan otak, bimbingan jiwa, tuntunan budi. Semua hal itu diajarkan dalam Islam, supaya kita tidak menjadi pribadi yang menuhankan otak, yang hanya mengandalkan logika saja (liberal).

Jangan sampai terjangkit penyakit orang pintar, orang sombong yang tak mau mendengarkan dan maunya hanya berbicara dan didengarkan saja. Maka perlu kita luruskan pemikiran kita agar tahu kapan waktu harus berbicara dan kapan waktu harus mendengarkan.

Tuntunan-tuntunan inilah yang akan menjauhkan diri kita dari kekafiran ataupun dari kesyirikan. Kita perlu membersihkan diri kita, fikiran kita, akhlaq kita supaya tidak lupa diri apalagi kalau sampai lupa Allah. Naudzubillahi Min Dzalik.

Senantiasa kita berdoa, meminta doa dan mendoakan, mudah-mudahan kita semua termasuk orang-orang yang berada di jalan yang lurus, yaitu jalan yang senantiasa mendapat nikmat dari Allah, dan bukan jalan orang-orang yang dimurkai oleh Allah apalagi jalan orang-orang yang sesat.

(Artikel: Mahadi, Foto: Rayza, Review: Riza Ashari).

Artikel Terkait:

Keutamaan Puasa dan Malam Lailatu-l-Qadr

Keutamaan Sifat Tawadhu’

Kultum Ramadhan: Ujian Menjadi Sosok Pemimpin