Date:

Share:

Kontingen Gontor Cetak Prestasi di Ajang Nasional Myfest 2026

Related Articles

Kontingen debat yang di kirim Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) membawa pulang sejumlah prestasi dari ajang MILBoS Youth Festival (Myfest) tingkat nasional. Dalam cabang olah fikir, santri Gontor meraih Juara 1 dan 2 Debat Bahasa Arab, Juara 1 Pidato Bahasa Arab, serta Juara 2 Pidato Bahasa Indonesia.

Myfest diselenggarakan oleh Yayasan Maghfiroh International Leadership Boarding School dan diikuti tidak kurang dari 500 peserta dari berbagai SMP, SMA, dan pondok pesantren di Indonesia. Lomba terbagi dalam dua kategori, yaitu olahraga dan olah fikir.

PMDG mengirim 10 santri yang didampingi 4 asatidz untuk mengikuti dua cabang olah fikir: Debat Bahasa Arab dan Pidato Tiga Bahasa (Arab, Inggris, dan Indonesia). Mereka adalah :

  • – 89282 Nabhan Jadid 3-E
  • – 90932 Kamil Latief 3XF
  • – 88384 Azka Aufa Azhar 4-B
  • – 89011 Wijdan Alkahfi 4-B
  • – 88651 Zeeren Busyr 4-C
  • – 87393 Pramudya Djenar 4-C
  • – 86971 Radit Syah Putra 5-D
  • – 82668 Muhammad Fathir 6-B
  • – 83431 Anggoro Budi Nurcahyo 6-I
  • – 82214 Azzel Maulana Daviero 6-E
  • – Al-Ustadz Fariz Istiqlal Harahap, S.I.Kom – Guru Tahun 8
  • – Al-Ustadz Muhammad Syafiq Musyaffa’ – Guru Tahun 4
  • – Al-Ustadz Muhammad Ikhsan Permadi – Guru Tahun 1
  • – Al-Ustadz Hafizh Tsani Kalqamar – Guru Tahun 1

Hasil Perlombaan

Pada cabang Debat Bahasa Arab, santri Gontor menempati Juara 1 dan Juara 2. Enam santri yang tampil adalah Zeeren Busyr (kelas 4-C), Pramudya Djenar (4-C), Radit Syah Putra (5-D), Muhammad Fathir (6-B), Anggoro Budi Nurcahyo (6-I), dan Azzel Maulana Daviero (6-E).

Pada cabang Pidato Tiga Bahasa, Azka Aufa Azhar (4-B) meraih Juara 1 Pidato Bahasa Arab, dan Wijdan Alkahfi (4-B) meraih Juara 2 Pidato Bahasa Indonesia. Pada Pidato Bahasa Inggris, kontingen belum berhasil meraih juara.

Sistem Hybrid

Debat diselenggarakan dengan sistem hybrid. Babak penyisihan berlangsung daring, sedangkan perempat final hingga final berlangsung luring di lokasi lomba dengan delapan tim finalis. Debat digelar Senin sampai Selasa, 20-21 Oktober 2026, dan Pidato Tiga Bahasa pada Selasa, 21 Oktober 2026.

Kontingen berangkat dari Gontor pada Sabtu sore menggunakan bus dan tiba di Terminal Parung pada Ahad subuh. Mereka beristirahat di Masjid Kubah Emas Depok sebelum melanjutkan perjalanan ke lokasi lomba pada siang harinya. Setelah seluruh rangkaian lomba selesai, kontingen kembali ke pondok pada Kamis sore.

Sebelum berangkat, para peserta menjalani latihan khusus selama dua pekan dengan materi mosi yang telah diajarkan sebelumnya. Selain berlatih, mereka juga memperbanyak amalan sunnah di luar ibadah wajib.

Selama kegiatan, perlombaan dimulai pukul 08.00 dengan jeda salat Dzuhur dan Asar. Menurut pendamping, tantangan utama adalah menyesuaikan kondisi tubuh setelah perjalanan panjang, serta lingkungan dan cuaca yang berbeda dari Gontor. Di sela lomba, kontingen juga mengikuti suasana kehidupan pesantren penyelenggara, mulai dari kegiatan santri, majelis bersama para masyayikh, hingga ekstrakurikuler.

Tujuan dan Harapan

Pendamping menyampaikan bahwa pengiriman kontingen bertujuan mengukur kemampuan santri dibandingkan peserta lain. Kegiatan ini juga menjadi sarana belajar yang ilmunya akan disebarkan kepada santri lain, sekaligus mengambil metode pembelajaran yang cocok diterapkan di Gontor.

Para pembimbing berharap prestasi ini tidak berhenti pada satu ajang, dan santri terus meningkatkan kualitas serta kemampuan berbahasa. Mereka juga berpesan agar peserta tidak merasa cukup dengan ilmu dan kesempatan yang diperoleh, terus belajar, dan mengajarkan pengalamannya kepada teman-teman di pondok.

Kontributor : Faza, Tim Media PMDG

Editor : Johansyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles