Disampaikan oleh guru Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Al- Ustadz Drs. H. Sutrisno Ahmad, Dipl.A.Ed., di Masjid Jami’ PMDG pada Jumat, 10 Ramadhan 1447 H/27 Februari 2026 M.
- Ajaran Islam itu terbagi menjadi 3 hal yaitu, akidah, syariah, dan akhlak.
- Kenapa kita diwajibkan untuk berpuasa? Why and what for?
- Karena, kita adalah orang-orang yang beriman. Dengan tujuan agar menjadi orang yang bertakwa.
- Ketakwaan yang dimiliki setiap orang itu berbeda-beda, karena memiliki kurikulum yang berbeda-beda. Output dari puasa setiap orang berdasarkan madrasah puasa yang dilakukan.
- Imam Ghazali menuliskan pada bukunya yang berjudul “Tasawwuf”. Di halaman 238, dalam bab “Fii atsari-s-shaumi wa syuruthihi al baathil“, bahwasannya alumni orang yang berpuasa terbagi menjadi 3 : shaumul ‘umum, wa shaumul khusus, wa shaumu khususil khusus.
- Yang pertama, adalah puasa yang sekedar menjaga perut dan kemaluan dari syahwat, tidak makan dan minum, juga tidak menggauli istrinya. Inilah yang dinamakan shaumul ‘umum.
- Yang kedua, shaumul khusus merupakan puasanya orang-orang sholeh yang menjaga seluruh anggota badannya dari keburukan, terdapat 6 perkara agar bisa menjadi alumni tingkatan ini diantaranya :
1) Menjaga pandangan dari hal-hal yang dapat melupakan dzikir kepada Allah.
2) Menjaga perkataan dari omong kosong, dusta, mengadu domba, kata-kata kotor, kata-kata kasar, pertikaian, dan perdebatan.
3) Menjaga pendengaran dari hal-hal yang tidak baik.
4) Menjaga anggota badan lainnya seperti tangan dan kaki dari hal-hal yang tidak terpuji.
5) Tidak memperbanyak makanan saat waktu berbuka puasa, sehingga merasa kenyang. Karena Nabi saat berbuka puasa, tidak makan sampai kenyang.
6) Yang terakhir adalah supaya hatinya setelah berbuka puasa merasa cemas dan berharap puasa yang dilakukannya dapat diterima oleh Allah.
- Yang ketiga, shaumu khususil khusus merupakan puasa hati atau puasa yang dilakukan hanya untuk Allah SWT, orang yang merasa jika berfikir selain Allah akan membatalkan puasa.
- Paling tidak kita berpuasa kali ini kurikulumnya tidak hanya pada tingkatan yang pertama atau S1 (shaumul ‘umum), tetapi juga S2 (shaumul khusus) yaitu tingkatan kedua, lebih baik lagi jika mencapai S3 (shaumu khususil khusus) atau tingkatan terakhir yang paling tinggi.
Notulen: Hilmi
Related Articles:
Kuliah Shubuh 7 Ramadhan 1447 H, Al-Ustadz H. Suwarno TM, S.Ag.
Kuliah Shubuh 8 Ramadhan 1447 H, Al-Ustadz Masykur Hasan, S.H.I., M.Pd.









