Home Blog Page 20

Gladi Tangguh Tekankan Kepemimpinan dan Ketahanan Mental Pengurus Koordinator Gerakan Pramuka

0

GONTOR — Majelis Pembimbing Koordinator Harian (MABIKORI) Pondok Modern Darussalam Gontor kembali menggelar Gladi Tangguh Pengurus Koordinator Gerakan Pramuka, sebuah pelatihan intensif yang dirancang untuk memperkuat kepemimpinan, kedisiplinan, dan ketangguhan mental para pengurus. Kegiatan yang berlangsung Kamis–Jumat (20-21/11) ini dilaksanakan di Lapangan Bendo, Sawoo, dan diikuti oleh 48 siswa kelas 5 KMI pengurus Koordinator.

Mengusung tema “Bersatu, Tangguh, dan Berkarakter dalam Kepemimpinan Pramuka”, kegiatan ini menjadi ruang pembinaan yang aplikatif dengan memadukan pelatihan fisik, manajemen tim, hingga refleksi pribadi. 

Peserta berangkat pada Kamis malam dan langsung memasuki rangkaian perjalanan pos menuju area perkemahan, sebelum kemudian mengikuti sesi penanaman komitmen diri yang digelar dini hari. Rangkaian ini dimaksudkan untuk menguji ketahanan peserta sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan dalam organisasi

Pada hari kedua, peserta mengikuti senam pagi, kegiatan memasak mandiri, dan materi team management. Sesi ini menjadi bagian paling penting dalam pelatihan, karena menekankan kerja sama, komunikasi lintas kelompok, dan kemampuan mengambil keputusan di bawah tekanan. Seluruh agenda dirancang sebagai pembelajaran kontekstual bagi pengurus yang nantinya bertugas mengelola berbagai kegiatan Pramuka di Gontor.

Kegiatan ditutup dengan dokumentasi bersama di Bendungan Bendo sebelum rombongan kembali ke kampus. Melalui Gladi Tangguh ini, para pengurus Koordinator diharapkan memiliki fondasi karakter yang lebih kuat, seraya meneguhkan nilai disiplin, solidaritas, dan jiwa kepemimpinan yang menjadi prinsip dasar pendidikan kepramukaan di Gontor.

(Kontributor: Ghazi, Dejuan, Editor: Winka, Alif)

Related Articles:

Nyanyikan Lagu “Di Sini Senang, Di Sana Senang”, Menteri Pendidikan Ajak Pramuka WMSJ Menjadi Generasi Agile

Jambore Pramuka Muslim Dunia Pertama di Indonesia Siap Digelar, 15 Ribu Peserta dari 16 Negara Diharapkan Tebar Pesan Perdamaian

MABIKORI Non-aktifkan Kegiatan Kepramukaan Menjelang Ujian Awal Tahun

Tarbiyah Amaliyah Perdana Asah Calon Pendidik Lewat Praktik Mengajar

0

GONTOR — Tarbiyah Amaliyah Perdana di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) sukses dilaksanakan pada Sabtu (22/11). Kegiatan yang mengawali rangkaian ujian siswa akhir KMI ini dilaksanakan serentak di sejumlah lokasi, antara lain di 3 ruang kelas dan Aula Gedung Robitoh, Aula Gedung Saudi lantai 2 dan 3, Aula Gedung Pakistan, serta Gedung Olahraga. Pemilihan tempat-tempat yang luas ini bertujuan mengakomodasi jumlah pengawas dan peserta yang banyak.

Sebanyak delapan siswa akhir KMI 2026 ditunjuk sebagai pengajar dalam Tarbiyah Amaliyah perdana ini. Mereka menjadi gelombang awal yang diuji kemampuan pedagogisnya, mulai dari teknik membuka pelajaran, menyampaikan materi, mengelola kelas, hingga menutup pembelajaran dengan efektif. Seluruh proses berlangsung dengan disaksikan oleh teman-teman mereka dan para guru pembimbing, sebagai bentuk evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan mereka menjadi pendidik.

Dalam praktik ini, para pengajar dituntut menerapkan tata cara mengajar yang baik dan selaras dengan metode KMI PMDG. Suasana tegang pada awal pelaksanaan pun dirasakan para peserta. 

“Berawal dari tegang, kemudian tenang, lalu senang. Inilah yang saya rasakan ketika menjadi pengajar Tarbiyah Amaliyah perdana,” ungkap Rangga Rahardja, salah satu siswa akhir KMI 2026 yang ditunjuk sebagai pengajar Tarbiyah Amaliyah Perdana.

Melalui kegiatan ini, KMI menegaskan perannya sebagai persemaian guru-guru Islam, dengan memberikan ruang kepada para calon lulusan untuk mempraktikkan langsung kemampuan mengajar mereka. 

Tarbiyah Amaliyah perdana ini menjadi pijakan awal sebelum seluruh siswa akhir menjalani rangkaian kegiatan serupa selama kurang lebih dua pekan ke depan. Dengan pembinaan yang berkesinambungan, PMDG berharap lahir generasi pendidik yang berkompeten, berakhlak, dan siap mengabdi di tengah masyarakat.

Kontributor: Bagian Publikasi dan Dokumentasi PMDG
Editor: Biro Hubungan Masyarakat PMDG

Related Articles:

Tarbiyah ‘Amaliyyah, Awali Rentetan Ujian Siwa Akhir KMI

Cetak Generasi Pengajar Amanah dan Terpercaya dengan At-Tarbiyah Al-Amaliyyah

Tarbiyah ‘Amaliyyah, Persiapan Siswa Akhir KMI Menjadi Guru di Masa yang Akan Datang

Super Camp 2025 Resmi Dibuka, Lapangan Gontor 12 Dipenuhi Semangat Kepramukaan

0

SIAK – Upacara pembukaan Super Camp 2025 berlangsung khidmat dan penuh semangat pada Kamis, 29 Jumadal Ula 1447 H / 20 November 2025 di lapangan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 12, Desa Lubuk Jering, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Riau. Kegiatan kepramukaan akbar ini diikuti oleh seluruh elemen pondok, melibatkan 76 ustadz sebagai panitia dan 173 santri sebagai peserta.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Pengasuh PMDG Kampus 12, Al Ustadz Himmah Azhar Lathif, S.Th.I., didampingi Wakil Direktur PMDG Kampus 12, Al Ustadz Rifqi Inani, M.Pd., serta Guru Senior Al Ustadz H. Suroso Hadi. Upacara berlangsung tertib dengan barisan santri yang memenuhi lapangan, mencerminkan disiplin dan kesiapan peserta mengikuti rangkaian kegiatan selama empat hari ke depan.

Dalam amanat pembina upacara, Al Ustadz Himmah Azhar Lathif menegaskan bahwa Super Camp 2025 merupakan bagian dari proses pendidikan integral untuk membentuk karakter santri melalui latihan langsung di alam terbuka. “Kita betul-betul akan menyambut era baru, abad baru. Oleh karena itu, kita perlu mempersiapkannya,” ujar beliau mengawali sambutannya.

Beliau menekankan bahwa seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari perkemahan, perlombaan, jelajah, hingga api unggun, merupakan bentuk penggemblengan diri. “Acara ini merupakan bentuk pelatihan atau penggemblengan di kawah candradimuka. Kita harus siap dibina untuk menghasilkan hasil yang luar biasa,” tambahnya.

Untuk menambah semangat peserta, pembina upacara menyampaikan selingan pantun yang disambut riang oleh seluruh santri:

Para tentara berlari menuju camp,
Karena akan dibagikan hadiah.
Kita semua merasa senang dengan super camp,
Karena semua semangat kita akan bertambah.

Amanat tersebut ditutup dengan pesan optimisme yang menjadi ciri khas pramuka di Gontor. “Tidak ada kata susah, tidak ada kata gundah gulana, karena Pramuka selalu gembira,” ucap beliau. Suasana pembukaan semakin hidup ketika seluruh peserta dipimpin menyanyikan lagu Di Sini Senang Di Sana Senang dalam tiga bahasa: Indonesia, Arab, dan Inggris.

Setelah upacara, rangkaian kegiatan hari pertama dilanjutkan dengan pendirian tenda, perkemahan, serta berbagai perlombaan yang telah dijadwalkan panitia. Seluruh aktivitas berlangsung dalam suasana disiplin dan antusiasme tinggi, menggambarkan kesiapan santri untuk mengikuti seluruh rangkaian Super Camp 2025 sebagai proses pembentukan karakter, kemandirian, kerja sama, dan ketangguhan mental.

Super Camp 2025 akan berlangsung hingga 23 November mendatang dengan berbagai kegiatan khas kepramukaan yang diharapkan mampu memberikan pengalaman berharga bagi seluruh peserta.

(Kontributor: Aryyo, Tim Dokumentasi Super Camp 2025, Editor: Winka, Alif)

Related Articles:

PMDG Kampus 12 Bersiap Gelar Super Camp 2025

Pelatihan Pembina Pramuka Gontor Kampus 12 Cetak Kader Pendidik Berjiwa Pemimpin

PMDG Kampus 12 Gelar Haflatu Tilawatil Qur’an, Teguhkan Komitmen Pendidikan Qur’ani Santri

Kapolda Jatim Kunjungi Gontor, Sampaikan Kesan Mendalam dan Dukung Peringatan 100 Tahun PMDG

0

GONTOR — Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., melakukan kunjungan silaturahmi ke Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) pada Kamis (20/11) siang. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat bersama Pimpinan dan Ketua-Ketua Lembaga PMDG, Kapolda menyampaikan kekagumannya terhadap tradisi pendidikan Gontor serta peran strategis pesantren dalam membentuk karakter generasi bangsa.

Sejak awal kedatangan, Pak Nanang mengaku tak kuasa menyembunyikan kekagumannya melihat skala dan atmosfer pendidikan di PMDG. “Saya tidak bisa berkata-kata ketika datang, saking besarnya Gontor,” tutur beliau. 

Beliau bercerita bahwa salah satu teman dekatnya merupakan bagian dari keluarga besar Gontor, yaitu Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Dr. (H.C.) Susi Pudjiastuti. “Putra Bu Susi pernah belajar di sini, masuk tahun 1996.” 

Dalam dialog bersama pimpinan PMDG, Kapolda menekankan pentingnya pesantren sebagai patron moral di tengah perubahan zaman. Menurutnya, santri harus mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai kedisiplinan dan kemandirian. 

Pak Nanang menegaskan bahwa teknologi membawa kemudahan, namun juga risiko besar jika tidak dibarengi proteksi yang kuat, baik dari keluarga maupun institusi. “Anak-anak harus punya proteksi sendiri. Di samping memudahkan, teknologi juga bisa menjerumuskan,” kata beliau.

Di sisi lain, K.H. Hasan Abdullah Sahal menegaskan bahwa Gontor tidak menolak kemajuan. “Kita tidak mengharamkan kemajuan. Kita mendidik kebenaran,” ujar beliau. Kiai Hasan menambahkan bahwa alumni Gontor telah banyak mendirikan pesantren baru, meneruskan tradisi pendidikan yang menekankan kemandirian dan pembebasan diri dari ketergantungan. “Anak-anak kita dididik untuk hidup tenang, dan bisa melakukan apa saja tanpa bantuan orang luar.”

Pak Nanang menutup kunjungan dengan menyampaikan dukungan penuh terhadap rangkaian kegiatan Peringatan 100 Tahun Gontor. “Selamat dan sukses untuk Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor,” ujar beliau kepada Tim Media PMDG. 

Beliau berharap Gontor terus menjadi teladan nasional dalam pembinaan generasi muda. “Anak-anak itu maunya berkembang. Gontor sudah menjadi patron. Luar biasa.” 

(Kontributor: Ghazi, Dejuan, Editor: Winka, Alif)

Related Articles:

Pimpinan BI Jawa Timur Kunjungi Pondok Modern Gontor

KH. Hasan Abdullah Sahal Hadiri Acara Silaturrahim Dewan Da’wah Islamiyyah Indonesia se-Jawa Timur di Takeran, Magetan

Kunjungan Wakil Gubernur Jawa Timur ke PMDG

PMDG Kampus 12 Bersiap Gelar Super Camp 2025

0

SIAK-Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 12 akan kembali menggelar kegiatan kepramukaan akbar Super Camp 2025 pada Kamis–Ahad, 29 Jumadal Ula–2 Jumadal Tsaniyah 1447 H / 20–23 November 2025. Kegiatan tahunan ini akan dipusatkan di lingkungan PMDG Kampus 12, Desa Lubuk Jering, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Riau, dan diikuti oleh seluruh elemen pondok.

Super Camp tahun ini melibatkan 76 ustadz sebagai panitia dan 173 santri sebagai peserta. Hadir dalam struktur kepanitiaan di antaranya Wakil Pengasuh PMDG Kampus 12 Al Ustadz Himmah Azhar Latif, S.Th.I., Wakil Direktur PMDG Kampus 12 Al Ustadz Rifqi Inani, M.Pd., serta Guru Senior Al Ustadz H. Suroso Hadi. Seluruh unsur tersebut terlibat dalam mempersiapkan rangkaian acara yang akan berlangsung selama empat hari itu.

Menurut panitia, Super Camp 2025 diselenggarakan sebagai sarana pendidikan integral untuk membentuk karakter santri melalui latihan kedisiplinan, kepemimpinan, kemandirian, kerja sama, serta ketangguhan fisik dan mental dalam suasana alam terbuka. Kegiatan-kegiatan seperti perkemahan, perlombaan, jelajah alam, hingga malam api unggun menjadi media latihan nyata yang memungkinkan santri belajar melalui pengalaman langsung.

“Super Camp bukan hanya tentang kemah dan lomba. Ini adalah proses pembentukan karakter yang menghidupkan nilai-nilai kebersamaan, tanggung jawab, kreativitas, serta tradisi pramuka sebagai metode pendidikan kader. Melalui kegiatan ini, santri dibimbing untuk menjadi pribadi yang siap mengabdi dan memimpin di masyarakat,” ujar Aryyo Widagdho, salah satu anggota panitia.

Selama penyelenggaraan, peserta akan mengikuti berbagai aktivitas khas kepramukaan yang dirancang untuk menumbuhkan sportivitas, kreativitas, dan kemandirian. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi santri untuk memperkuat hubungan edukatif dengan para ustadz serta menghayati nilai-nilai pendidikan Gontor dalam lingkungan alam terbuka.

Super Camp 2025 dijadwalkan berlangsung dengan serangkaian kegiatan padat hingga penutupan pada 23 November mendatang. Kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu agenda pembinaan karakter santri yang paling berkesan pada tahun pendidikan ini.

(Kontributor: Aryyo, Editor: Winka, Alif)

PMDG Kampus 12 Gelar Haflatu Tilawatil Qur’an, Teguhkan Komitmen Pendidikan Qur’ani Santri

Peringati Tahun Baru Islam, PMDG Kampus 12 Gelar Malam 1 Muharram Penuh Hikmah

Peringati Tahun Baru Islam, PMDG Kampus 12 Gelar Malam 1 Muharram Penuh Hikmah

Gontor Language Institute Sambut Kunjungan Akademik Universiti Malaya

0

GONTOR — Gontor Language Institute for Development and Excellence menerima kunjungan dari Universiti Malaya Malaysia pada Rabu (19/11). Rombongan dipimpin oleh Dr. Mahyudin bin Daud, Wakil Dekan University Malaya Education Center (UMEC), bersama sejumlah dosen dan peneliti. Kunjungan ini menjadi ajang dialog mendalam mengenai pengembangan pembelajaran bahasa, pertukaran pengalaman kurikulum, serta penguatan jejaring akademik antara kedua institusi.

Dalam pertemuan tersebut, diskusi berlangsung hangat dan menarik. Beberapa guru KMI memaparkan model pembelajaran bahasa yang menjadi ciri khas Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), mulai dari disiplin berbahasa, pendekatan intensif, hingga desain kurikulum yang terintegrasi antara bahasa Arab dan Inggris. Pihak Universiti Malaya menyoroti kesesuaian metode tersebut dengan kebutuhan pendidikan bahasa di perguruan tinggi, khususnya dalam mencetak tenaga pengajar yang adaptif dan kompeten.

Rombongan kemudian mengunjungi Laboratorium Bahasa dan Perpustakaan Bahasa untuk melihat bagaimana fasilitas dan ekosistem pembelajaran di Gontor dibangun secara berkesinambungan. Dr. Mahyudin mengapresiasi terstruktur­nya sistem pengelolaan bahasa di PMDG, yang menurutnya menjadi contoh ideal bagi pendidikan bahasa modern.

Kesan serupa disampaikan Ketua Unit Bahasa Inggris Universiti Malaya, Dr. Wan Afiqah Anis binti Wan Ahmad. “I am very amazed by the system in the Modern Islamic Boarding School, which integrates Arabic and English and creates an excellent language environment,” ujarnya. Ia berharap pengalaman yang diperoleh dari kunjungan ini dapat diterapkan dalam pengembangan program bahasa di universitasnya.

Kunjungan ini diakhiri dengan harapan agar kerja sama akademik antara Gontor dan Universiti Malaya dapat terus berlanjut, termasuk dalam bentuk riset bersama, pertukaran tenaga ahli, dan pengembangan kurikulum. Gontor menegaskan komitmennya untuk membuka ruang kolaborasi internasional sebagai langkah strategis dalam memperkaya studi bahasa dan memperkuat kontribusinya di dunia pendidikan global.

(Kontributor: Staf Pembimbing Bahasa PMDG, Editor: Biro Hubungan Masyarakat PMDG)

Related Articles:

Gontor Language Institute for Development and Excellence Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Bahasa Santri

PMDG Pertahankan Tradisi Juara di Gontor Language Championship 2025

Gontor Unjuk Gigi di Ajang Eduversal Mathematics Competition

0

GONTOR – Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) kembali mengirimkan kontingen terbaiknya dalam ajang Eduversal Mathematics Competition (EMC) 2025, sebuah kompetisi matematika bergengsi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Eduversal Foundation, lembaga konsultan pendidikan yang aktif mendorong pengembangan potensi pelajar Indonesia.

Kompetisi ini diikuti oleh siswa kelas 4 SD hingga kelas 12 SMA atau sederajat dari seluruh Indonesia. Rangkaian acara dimulai dengan babak penyisihan tingkat kota/kabupaten pada 18 Oktober 2025 secara daring, dilanjutkan babak semifinal tingkat provinsi pada 25 Oktober 2025, dan puncaknya babak final tingkat nasional yang digelar 15 November 2025. 

Pada tahap final ini, para peserta mengikuti ujian secara luring di 60 test center yang tersebar di berbagai kota. Kontingen Gontor sendiri memilih test center di Kesatuan Bangsa Bilingual Boarding School, Bantul, Yogyakarta.

Keikutsertaan Gontor dalam EMC merupakan bentuk dukungan dalam peningkatan kualitas akademik para santrii. “Ini bagian dari pendidikan karakter dan sarana mengembangkan potensi santri yang berbakat dalam bidang matematika,” ujar Al-Ustadz Ibrahim Hidayatullah, salah satu pembina kontingen.

Selain itu, kompetisi ini menjadi ajang untuk menguji kualitas pembelajaran matematika di lingkungan pondok serta memberi pengalaman bersaing di luar lingkungan Gontor.

Suasana lomba cukup menantang peserta. Ribuan siswa berprestasi dari berbagai daerah bersaing ketat menyelesaikan soal-soal tingkat tinggi. Kontingen Gontor sendiri telah menjalani persiapan panjang berupa karantina intensif bersama pendamping masing-masing, lengkap dengan latihan-latihan pemecahan soal secara maksimal.

Ke depan, Gontor berharap para peserta EMC dapat menularkan kemampuan dan pengalaman mereka kepada teman-temannya di pondok, serta mendorong peningkatan kualitas akademik santri terutama dalam bidang matematika. Kompetisi ini adalah langkah awal untuk membangun generasi yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

(Kontributor: Johansyah, Ghazi, Naufal, Editor: Winka, Alif)

Related Articles:

Eduversal Mathematic Competition Cetak Sosok Ulama yang Intelek

Lolos Babak Penyisihan, 22 Santri PMDG Ikuti Final Olimpiade Matematika Nasional

Menolak Lupa Sejarah: Napak Tilas Perjuangan Trimurti PMDG di Tanah Minangkabau

0

PADANG Keluarga besar Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menggelar Napak Tilas Perjuangan Trimurti di Bumi Minang pada Senin(17/11). Kegiatan sehari penuh itu menjadi penanda komitmen untuk menjaga ingatan kolektif tentang jejak intelektual dan perjuangan para pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG).

Rombongan yang terdiri dari para alumni, peserta Konferensi Wakaf Internasional, serta pimpinan pondok dalam Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG) memulai perjalanan dari Istana Gubernur Sumatera Barat. Apel pelepasan dipimpin oleh Ketua IKPM Sumatera Barat Buya Marfendi, Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil., Prof. Dr. K.H. Husnan Bey Fananie, M.A., dan Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi Ansharullah, S.P., M.M.

Dalam sambutannya, Kiai Hamid menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kunjungan sejarah, tetapi sarana menguatkan sanad keilmuan PMDG. “Napak tilas ini untuk mengenang sanad keilmuan PMDG,” ujar beliau.

Tujuan pertama rombongan adalah Perguruan Thawalib Padang Panjang. Gerimis dan kabut yang menyelimuti kawasan itu tidak mengurangi kekhidmatan agenda. Para peserta disambut dengan tari Minang, lalu diajak menelusuri Museum dan Galeri Tokoh Thawalib.

Dalam pertemuan di auditorium, Prof. Dr. Abrar, M.Ag., Ketua Yayasan Thawalib Padang Panjang, memaparkan keunikan sistem pendidikan Thawalib di era awal abad ke-20. “Pondok Thawalib ini memiliki keunikan, para santri yang belajar juga menjadi guru, saat itu sekitar tahun 90-an,” tutur beliau.

Kiai Hamid kemudian menyampaikan kembali sepotong sejarah perjuangan Trimurti dalam mencari ilmu. “Gontor merupakan lembaga pendidikan holistik yang mencakup Ilmu, iman, dan amal,” kata beliau. Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor tersebut juga menekankan pentingnya peran alumni pesantren dalam pemerintahan dan pembangunan bangsa.

Dijelaskan pula bahwa Tanah Minang menjadi salah satu pusat gerakan pembaharuan Islam pada awal abad ke-19, bersamaan dengan munculnya modernisme Islam di Mesir. Karena belum mendapat kesempatan belajar di Kairo, Kiai Imam Zarkasyi memilih Sumatera Barat sebagai tempat mendalami ilmu dan sistem pendidikan modern. Langkah itu dinilai berani, mengingat masyarakat Jawa saat itu lebih lazim menuntut ilmu ke Tebuireng atau Tremas.

Perjalanan dilanjutkan ke Rumah Gadang almarhumah Ibu Rabiah; istri K.H. Zainuddin Fananie di Payakumbuh yang kini telah direnovasi. Di sana, Buya Marfendi menyinggung sosok Zaenuddin dalam novel “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” karya Hamka, yang terinspirasi dari nama salah satu Trimurti Gontor.

Prof. Dr. K.H. Husnan Bey Fananie turut membagikan kisah perjuangan Kiai Zainuddin Fananie dan Ibu Rabiah di tanah Minang. “Kita mempersiapkan manusia-manusia yang siap dipakai ketika Indonesia merdeka,” ucap beliau.

Rombongan kemudian berziarah ke Mandam Perkuburan, makam Ibu Hj. Rabiah. Kiai Husnan, yang merupakan cucu Kiai Zainuddin, memimpin doa dalam suasana haru dan penuh penghormatan.

Melalui rangkaian tapak tilas ini,diharapakan generasi muda tidak melupakan sejarah perjalanan Trimurti dalam menuntut ilmu dan membangun PMDG. Semangat belajar lintas pulau, dari Jawa hingga Sumatera, menjadi teladan bagi santri dan alumni agar terus memperjuangkan pendidikan dan kontribusi bagi Indonesia.

(Kontributor: Staf Sekretaris Pimpinan PMDG, Editor: Biro Hubungan Masyarakat PMDG)

Related Articles:

Konferensi Wakaf Internasional Tunjukkan Sinergi Gontor dan Sumatera Barat

Menjelang Puncak Peringatan 100 Tahun PMDG, Badan Wakaf PMDG Selenggarakan Sidang Ke-96 di Tanah Minang

Syukuri 90 Tahun Eksistensi Pondok, 100 Kader Gontor Menapaktilasi Perjuangan Trimurti pada Masa Pemberontakan PKI 1948

Porpig FC Persembahkan Gelar Juara di Liga Sepak Bola Pelajar Ponorogo 2025

0

PONOROGO – Porpig FC, tim sepak bola santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), menutup gelaran Liga Sepak Bola Pelajar Ponorogo 2025 dengan prestasi gemilang. Mereka berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan MA Darul Huda di Stadion Batoro Katong. 

Ajang yang mempertemukan tim-tim terbaik dari SMP/MTs dan SMA/MA sederajat di seluruh Ponorogo ini resmi dibuka oleh Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, dan diselenggarakan oleh Komite Pemuda Nasional Indonesia (KPNI) Ponorogo.

Dalam laga-laga yang berlangsung meriah, atmosfer stadion selalu dipenuhi penonton yang antusias. “Alhamdulillah, suasana pertandingan ramai, kondusif, dan sangat baik,” ujar Al-Ustadz Rofiq Al Farizi, salah satu ofisial tim Porpig FC. Ia menyebut liga ini menjadi hiburan tersendiri bagi warga Ponorogo, sekaligus ruang pembinaan bagi talenta-talenta muda.

Persiapan Porpig FC jauh dari kata instan. Latihan intens sudah mereka gelar sejak usainya Olimpiade 100 Tahun Gontor, berlanjut hingga menjelang liga. “Persiapan kami dimulai sejak jauh hari. Intensitas latihan meningkat sejak masa-masa liga semakin dekat,” ujarnya.

Menurutnya, event ini memiliki nilai strategis sebagai sebuah kompetisi tahunan. Selain mempererat hubungan antarsekolah, ajang ini juga menjadi wadah pencarian bibit pesepak bola lokal. “Dari sini kita bisa lihat bakat-bakat baru sepak bola Ponorogo,” tambahnya.

Penyerahan piala juara kepada Porpig FC dilakukan oleh perwakilan Ketua KPNI Ponorogo. Gelar ini menjadi catatan penting dalam perjalanan PMDG di kancah olahraga daerah. Ke depan, ia berharap kompetisi ini terus berkembang. 

“Semoga bakat-bakat baru bermunculan, fasilitas stadion semakin maju, kualitas wasit meningkat, dan seluruh aspek sepak bola Ponorogo ikut terangkat,” tuturnya.

Prestasi Porpig FC menegaskan bahwa pembinaan olahraga di PMDG berjalan efektif. Kemenangan ini merupakan bukti kerja keras, dedikasi, dan semangat sportivitas yang terus hidup di lingkungan pesantren.

(Kontributor: Ghazi, Dejuan, Editor: Winka, Alif)

Related Articles:

Kalahkan IKPM Riau, IKPM Jakarta Raih Juara 3 Cabang Olahraga Sepak Bola

Tak Diberi Celah: IKPM Sudan Kebobolan di Detik ke-7!

PP. Dar El-Qolam Juara Sepak Bola Olimpiade 100 Tahun Gontor

English Intensive Training Resmi Dibuka, 60 Santri Jalani Karantina Bahasa Selama 5 Hari

0

GONTOR — Program English Intensive Training (EIT) resmi dibuka pada Sabtu (15/11) di Aula Bahasa Gedung Al-Azhar Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Kegiatan yang dirancang sebagai karantina pembinaan bahasa selama lima hari ini diikuti oleh 60 santri dari kelas 3 Intensif, 4, dan 5 KMI. Program ini menjadi salah satu langkah strategis Gontor dalam memperkuat tradisi berbahasa asing, khususnya Bahasa Inggris di lingkungan pesantren.

Seremoni pembukaan dipimpin oleh Al-Ustadz Emerald Athalla, S.Ag., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya keseriusan dan kedisiplinan para peserta selama menjalani masa karantina. Menurut beliau, kemampuan bahasa tidak hanya terbentuk dari teori, tetapi juga dari pembiasaan intensif yang terstruktur.

Selama lima hari ke depan, peserta akan menjalani jadwal padat. Seluruh kegiatan berlangsung dengan sistem karantina, yang memungkinkan santri berlatih bahasa secara penuh tanpa distraksi dari aktivitas lain. Model pembinaan seperti ini sudah lama menjadi ciri khas Pondok Modern Darussalam Gontor, yang selalu menekankan keseimbangan antara disiplin, kemandirian, dan penguasaan ilmu.

Aula Bahasa yang baru dibangun di Gedung Al-Azhar menjadi nilai tambah dalam pelaksanaan kegiatan tahun ini. Ruang yang lebih luas dan tertata membuat suasana belajar lebih kondusif dan interaktif. Para pembimbing bahasa juga telah menyiapkan berbagai metode pelatihan kreatif untuk memastikan seluruh peserta mencapai target kompetensi yang ditentukan.

Dengan dimulainya English Intensive Training ini, Gontor kembali menunjukkan kesungguhannya dalam mencetak generasi yang berakhlak, berilmu, dan berwawasan global, sejalan dengan tradisi panjang pesantren dalam mengutamakan kualitas sumber daya manusia. 

Program ini diharapkan mampu menjadi pemacu semangat santri untuk terus meningkatkan kemampuan bahasa asing sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

(Kontributor : Ghazi, Dejuan, Editor : Winka, Alif)

Related Articles :

Gontor Language Institute for Development and Excellence Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Bahasa Santri

Festival Bahasa Arab dan Inggris, Lahirkan Generasi Berwawasan Global

Santri Gontor Kuasai Bahasa Asing Seperti Bahasa Ibu, Profesor Turki Beri Apresiasi