
UPDATE 16 Mei 2020: Maklumat Pimpinan PMDG Terkait Perubahan Waktu Liburan dan Pendaftaran Calon Pelajar PMDG

Malam Peringatan Nuzulul Qur’an Pertebal Iman Kepada Kitab Allah
RIMBO PANJANG – Malam 17 Ramadhan merupakan tanggal penting. Pada malam itu Al-Qur’an mulai diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW. Demi mengenang kejadian tersebut serta untuk memupuk rasa cinta kepada Al-Qur’an, Pondok Modern Darussalam Gontor Putri (PMDG) Kampus 7 mengadakan malam peringatan Nuzulul Qu’ran.
Ahad malam (10/5), seluruh guru dan Siswi Akhir KMI 2021 berkumpul di mushala PMDG Putri Kampus 7 guna mendengarkan pidato malam Nuzulul Qur’an yang disampaikan oleh Al-Ustadzah Miftahul Chaidir RA, S.Ag. Dalam pidatonya, Al-Ustadzah mengajak para hadirin untuk terus berpegang teguh kepada Al-Qur’an. Karena di dalamnya terkandung banyak mukjizat yang sangat bepengaruh terhadap kehidupan manusia.
Acara dilanjutkan dengan menyimak nasihat yang disampaikan oleh Bapak Wakil Pengasuh, Al-Ustadz Drs. H. M. Ma’ruf Chumaidi. Beliau berwasiat kepada segenap warga PMDG Putri Kampus 7 untuk meletakkan Al-Qur’an dalam hati. Sehingga dengan demikian, kita akan senantiasa melakukan perbuatan baik dan meninggalkan perbuatan buruk. Farouq
Pupuk Suasana Harmonis, PMDG Putri Kampus 7 Adakan Buka Puasa Bersama
RIMBO PANJANG – Demi menambah semarak suasana Ramadhan di tengah kondisi pandemi, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 7 adakan acara buka puasa bersama. Selasa (12/5), keluarga besar PMDG Putri Kampus 7 berkumpul di sahah ta’asi. Dalam acara ini, panitia turut mengundang guru-guru dari PMDG Putra Kampus 12, Siak.

Jelang waktu berbuka, Bapak Wakil Pengasuh PMDG Putri Kampus 7 memberikan tausiah tentang hikmah berpuasa berikut dengan berita perkembangan pondok hingga saat ini. Dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Bapak Wakil Pengasuh PMDG Putra Kampus 12.
Saat azan maghrib berkumandang, para hadirin dipersilakan menyantap menu ta’jil yang dilanjutkan dengan melaksanakan Shalat Maghrib berjama’ah. Usai shalat, para hadirin hanyut dalam suasana harmonis dan keceriaan dengan menikmati menu berbuka yang beraneka ragam. Farouq
Naik Kelas, Siswi Akhir KMI 2021 Kenakan Kerudung Peach
RIMBO PANJANG – Bermukim di pondok selama bulan Ramadhan merupakan salah satu proses pendidikan yang harus dilalui santriwati kelas lima. Banyak kegiatan intensif yang disiapkan untuk menstimulus kapasitas akhlak, kepribadian, dan akademis mereka. Salah satunya adalah yudisium kenaikan kelas. Prosesinya yang menegangkan, khidmat, serius, dan haru diharapkan bisa memompa semangat para santriwati untuk bersungguh-sungguh meningkatkan diri.

Sabtu pagi (9/5), sebanyak 139 orang santriwati, nama-nama mereka dipanggil satu persatu dalam tiga tahap panggilan. Merupakan kesyukuran yang luar biasa, tahun ini, keseluruhan mereka dinyatakan naik kelas. Sembilan diantaranya dinyatakan lulus dengan predikat mumtaz.

Usai dinyatakan naik kelas, para Siswi Akhir KMI 2021 ini diperkenankan untuk mengganti kerudung putihnya dengan kerudung berwarna peach. Warna peach melambangkan keceriaan, kecantikan, dan kelembutan. Harapannya, generasi Siswi Akhir KMI tahun ini dapat menjadi generasi yang dinamis, cantik akhlaknya, dan lembut perangainya. Farouq

Dari Rahim PMDG Putri Kampus 7, Lahir 161 Srikandi Pendidikan
RIMBO PANJANG – Melaksanakan amanat Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) untuk ikut membina siswi akhir KMI, merupakan kepercayaan tinggi dan tugas berat. Dengan umurnya yang baru delapan tahun, PMDG Putri Kampus 7 mengerahkan segala sumber daya yang dimiliki demi amanat tersebut.

Kamis (30/4), lahir 161 srikandi-srikandi pendidikan tangguh dari rahim PMDG Putri 7. Mereka berkumpul di depan Gedung Palestina untuk menunggu panggilan kelulusan. Mereka yang namanya dipanggil, kemudian diarahkan menuju Aula Yordania untuk mendengar arahan Bapak Wakil Pengasuh dan Bapak Wakil Direktur KMI. Tangis haru tak lagi bisa dibendung saat Bapak Wakil Direktur KMI menyatakan kelulusan mereka.
Setelah dinyatakan lulus, mereka mendapatkan tugas mengajar di berbagai tempat sebagai bentuk pendidikan pengabdian masyarakat. Selama setahun, mereka mengabdi dengan mendidik dan mengajar masyarakat. Jika oleh PMDG dianggap berhasil, barulah mereka bisa menerima lembar ijazah.

Selamat berjuang para srikandi pendidikan. Selamat berjihad Prominent Generation! Farouq
Haflatul Wada’: Siswi Akhir KMI 2020 Simak Nasihat Pimpinan Via Streaming

RIMBO PANJANG – Akibat pandemi, Siswi Akhir KMI 2020 di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 7, Riau harus memendam keinginan mereka untuk menghadiri resepsi khataman/Haflatul Wada di PMDG Putri Kampus 1, Ngawi. Demikian pula dengan mereka yang berada di PMDG Putri Kampus 5, Kediri.
Untuk mengakomodir harapan mereka menyimak nasihat Pimpinan secara langsung, tim IT/Multimedia masing-masing kampus bekerja sama membuat video live streaming. Alhasil, mereka bisa menyaksikan rentetan acara resepsi khataman dan berinteraksi antarkampus walau terpisah jarak yang cukup jauh.

Rabu (29/4), Haflatul Wada’ dimulai sekita pukul 9 malam. Siswi Akhir KMI hening menyimak pembacaan nasihat Trimurti oleh K.H. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed dan Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A., M.Phil. Acara dilanjutkan dengan nasihat pimpinan yang disampaikan oleh K.H. Hasan Abdullah Sahal. Pembawaan beliau yang serius namun diselingi dengan candaan, membuat hadirin terjaga hingga dini hari. Acara ditutup dengan penyerahan barang wakaf Siswi Akhir KMI 2020 secara simbolis oleh ketua angkatan. Farouq
Usai Dilantik, PBR Langsung Susun Proker
RIMBO PANJANG – Santriwati kelas lima yang saat ini bermukim di pondok, sedang ditempa untuk menjadi santriwati kelas enam yang militan, cerdas, dan tangguh. Berbagai suplemen kegiatan pendidikan disiapkan untuk menstimulus keterampilan dan kemampuan mereka. Salah satunya adalah Panitia Bulan Ramadhan (PBR).

Selasa (21/4), bertempat di mushala, PBR dilantik oleh Bapak Wakil Pengasuh. Adilla Wildayani (5C/Kampar) dan Miftahul Jannah (5D/Indragiri Hilir) dinobatkan sebagai ketua PBR, diharapkan mampu mengajak 137 anggotanya mengisi Ramadhan dengan aktivitas yang bermanfaat dan membangun. Farouq
Maklumat Pimpinan PMDG Terkait Perubahan Waktu Liburan Santri & Pendaftaran Calon Pelajar
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu‘alaikum, Wr. Wb.
Memperhatikan perkembangan situasi dan kondisi akhir-akhir ini, serta penambahan masa darurat nasional Covid-19 hingga 29 Mei 2020. Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menyampaikan maklumat sebagai berikut:
Demikian maklumat ini disampaikan, agar menjadi maklum adanya.
Wassalamu‘alaikum, Wr. Wb
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor,
K.H. Hasan Abdullah Sahal
Pondok Berdiri Bersama Kultum Shubuh

Pondok Berdiri Bersama Kultum Shubuh
Memasuki hari pertama pada bulan suci Ramadhan, shalat Shubuh berjamaah di Masjid Jami’ Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) selalu diikuti dengan kajian kultum. Adapun dalam kultum Shubuh pertama sekaligus pembuka pada hari Jum’at (24/4) pagi tadi, yang mengisi adalah Bapak Pimpinan langsung, yaitu K.H. Hasan Abdullah Sahal. Iftitāhan lil Muhādharāt ash-Shubhiyyah. Begitulah beliau menamakannya, ketika menyampaikan kultum di depan keluarga besar PMDG yang masih bermukim pada bulan Ramadhan ini. Di antaranya adalah seluruh siswa kelas 5 dan 6 Kulliyyatu-l-Mu’allimin al-Islamiyyah (KMI), serta sebagian bapak guru KMI.
Adapun poin-poin penting yang beliau sampaikan dalam kultum Shubuh tersebut dirangkum ke dalam ringkasan sebagai berikut:
Sejarah dan Posisi Kultum Shubuh
- Kultum Shubuh berdiri bersama dengan berdirinya pondok; bersamaan pula dengan kegiatan-kegiatan lain seperti Panggung Gembira (PG), pramuka kepanduan, sepak bola, Drum Band, dll.
- Pondok pada pertama kali berdirinya tidak dengan mendirikan asrama dan kelas-kelas, tapi dengan mengumpulkan anak-anak sekitar yang gemar bermain (dulu bermain petasan) untuk diajarkan banyak hal tentang keislaman.
- Ketika itu selama satu bulan, tiga puluh hari penuh kultum dipimpin dan diisi langsung oleh Pak Sahal (Alm. K.H. Ahmad Sahal, red.). Lama-lama karena semakin tua, kemudian bergantian dengan Pak Zar (Alm. K.H. Imam Zarkasyi, red.) dan Pak Shoiman (Alm. K.H. Shoiman Luqmanul Hakim, red.) serta guru-guru lainnya pada waktu itu.
- Semuanya dimulai dari berjiwa besar; bukan hanya mulut besar, kepala besar, ataupun omong besar.
- Dulu ada ungkapan, “kalau mau lihat Gontor, lihatlah bulan Ramadhan (ketika Ramadhan di Gontor)”. Karena itulah, fardhu ‘ain bagi setiap santri Gontor untuk mukim selama Ramadhan. Bahkan Pak Badri (Alm. K.H. Imam Badri, red.) pernah mengatakan, “Syarat menjadi santri Gontor adalah pernah bermukim!”
- Gontor itu kurikulumnya 24 jam kehidupan. Seperti halnya Man Jadda Wajada itu tidak hanya diajarkan di kelas saja, tapi bahkan sampai di rayon-rayon, di lapangan, di pramuka, dan lain-lain. diajarkan ‘amaliyyandalam kehidupan sehari-hari.
- Itulah yang dimaksud dengan Gontor bukan pondok pelajaran, tapi pondok kehidupan. Karena mendidik kehidupan, kehidupan yang benar. Pendidikan kehidupan.
العلم للحياة.
- Filsafat kita adalah sesuai dengan ayat Al-Qur’an:
وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُوْنَ لِيَنْفِرُوْا كَافَّةً فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوْا فِي الدِّيْنِ وَلِيُنْذِرُوْا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوْا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُوْنَ (التوبة: 122)
Kita belajar, kita dididik, agar kelak kita kembali ke masyarakat untuk memperingatkan mereka. Liyundziruu qawmahum. Kalau memang santri Gontor terpaksa jadi menteri, maka jadilah menteri tapi yang Liyundziruu menteri-menteri lainnya. Bahkan kalau memang terpaksa menjadi presiden, maka jadilah presiden tapi yang Liyundziruu presiden-presiden lainnya.
- Begitulah fungsi dan status kuliah Shubuh di Gontor. Maka sampai kapanpun, kuliah Shubuh tetap tidak boleh dihapuskan.
Penjelasan Al-Fatihah
- Bertahun-tahun saya mencoba memahami Al-Fatihah, namun ternyata sulit. Tepiannya tidak habis-habis.
- Di atas bumi ini hanya ada tiga dan sampai kapanpun akan tetap menjadi tiga golongan, yaitu الذين أنعمت عليهم, المغضوب عليهم, dan الضالّون. Dalam beragama, bahkan dalam menghadapi pandemi Corona saat ini.
- Al-Fatihah adalah induk dari surat-surat dalam Al-Qur’an.
- اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ
- Yang dimaksud dengan mustaqimitu adalah satu. Bertuhan Yang Satu, Yang Esa. Itu tauhid. Bukannya tidak ada tuhan, apalagi bertuhan banyak.
- كلّ مولود يولد على الفطرة فأبواه يهوّدانه وينصّرانه ويمجّسانه … الخ (الحديث)
- Yang dimaksud dengan fithrah di situ adalah Islam, kemanusiaan penuh. Bukan agama-agama yang lain.
أَلْهٰــــكُمُ التَّكَاثُرُ
- Ayat ini sangat sesuai untuk menggambarkan kondisi sekarang.
Banyak manusia yang kaya, kuat, tapi lupa dengan Allah.
- Apa solusinya? Solusinya adalah dengan bertaubat. Kembalilah (kepada Allah)!
فَفِرُّوا إِلَى اللهِ (الذاريات: 50)
- Kalau kita mau merenungkan Al-Qur’an, pasti akan tahu ada di mana posisi kita sebenarnya.
- Ada beberapa penyakit orang berilmu: Ujub, Takabbur, Riya’, Hasad (dengki). Disingkat Juburiyah.
من آفة العلماء
- Ada satu lagi yang mirip dengan takabbur atau riya’ yaitu sum’ah. Yusammi’ nafsah, ingin didengar dan ingin diperhatikan. Ingin terkenal. Ini juga yang salah, tidak boleh.
- Yang paling tahu tentang dirimu ya kamu sendiri. Jangan lirik orang lain, jangan silau dengan pujian, gelar dan jabatan. Apalagi ilmu kita belum ada apa-apanya.
- Segala sesuatu yang bisa dibeli itu murah. Dibeli dengan harta, dengan barang, bahkan dibeli dengan dunia. Tapi In Syaa Allaah, seluruh kel-bes, keluarga besar PMDG; ya kiainya, ya direkturnya, ya santri-santrinya, ya ustadz-ustadznya, ya alumni-alumninya, adalah termasuk golongan orang-orang yang tidak bisa dibeli oleh keduniaan.
Lagu dan Musik dari Kiai Gontor
Bukan karya yang pertama lagu “Kembalilah” oleh Kiai Gontor.
Di Pondok Modern Darussalam Gontor, seni (musik, beladiri, kaligrafi, teater, merangkai janur, kertas, landscaping, grafis, drama, tari, dll) ada dan dibina dengan biaya bimbingan oleh yang lebih senior. Sampai-sampai salah jika ada yang bertanya “Di Gontor ada apa?” Harusnya, pertanyaan itu berbunyi “Apa yang tidak ada di Gontor?”
Musik dikembangkan untuk mengasah kreativitas, mengisi dan menata jiwa santri. Melahirkan dan mengekspresikan multitalenta sebagai anak muda, sekalipun musisi walaakinnii muslim. Tujuan untuk cari popularitas (syuhroh), menjadi selebriti, tidak dianjurkan. Seni harus dipandang sebagai anugerah Allah yang diberikan dalam fitrah manusia. Manusia hendaknya bisa mengelola jiwa seninya ini dengan baik dan benar.
Pendekatan yang dipakai untuk berseni, musik dan lainnya, itu dengan melihat Islam sebagai agama tauhid dan seni musik adalah tauhidul ashwaat (perpaduan suara). Dengannya orang menjadi senang, terhibur, dan akhirnya sehat dan kuat menjalankan ibadah yang luas aspeknya itu.
Tidak terpisah dengan tauhid itu bahwa Islam mengandung ajaran syumuliyah (kesempurnaan, kebersamaan, kemenyeluruhan). Oleh karena itu seni musik dibina juga dalam rangka seperti itu. Instrumennya, macam-macam bunyi dasarnya, pemainnya, sastranya, lirik, genre, dan harmoni-harmoni di dalamnya semua mengacu kepada syumuliyah.
Seni musik di PMDG juga tidak lepas dari aspek tawaazun (keseimbangan). Keseimbangan waktu latihan, waktu main atau pentas, semua harus seimbang dengan fungsi lain para pemainnya, yaitu santri yang juga harus pintar mengaji, bahasa asing, tholabul ilmi, membagi waktu dan tenaga. Seimbang dalam pengertian tahu papan empan kapan seni musik- khususnya-harus diaktifkan dan diefektifkan.
Adapula muruunah yang berarti fleksibel, tidak dibuat-buat, tidak terpaksa, tidak terikat oleh satu rutinitas, satu aliran musik. Di Gontor sendiri ada beberapa grup musik seperti: seni hadroh yang bernafaskan timur tengah, sidasa dan mahadasa band yang beraliran pop, ada pula yang beraliran keroncong, dangdut, dan lainnya.
Keindahan, keserasian, tentu juga diperhatikan tetapi lebih penting dari pada itu. Muusiiqo huwa fannun wa dzauqun wa mahaarotun wa ‘ibaadatun yang artinya: “musik adalah seni, rasa, ketrampilan, dan ibadah.”
Oleh karena itu tidak mudah untuk sampai kepada musik yang kualitas pesan di dalamnya tidak educate. Dan bila dimainkan di panggung harus -setidaknya- bikin enjoy baik para pemainnya sendiri maupun penontonnya, bikin entertained (terhibur) semua, dan dimainkan dengan elegan.
Itulah catatan singkat saya tentang musik di PMDG.

Kiai sebagai “sentral figur” menjadi teladan bagi santri dan guru-guru bagaimana bermusik yang Islami, bersastra yang penuh hikmah, mauidhoh hasanah, berisi ahsanu qoulan min man da’aa ilallohi. Itulah sentral figurnya musik santri dan kIai Gontor.
Kalau sekarang, Kiai Hasan bin Kiai Sahal (salah satu Trimurti Pendiri Pondok Gontor) meluncurkan hit dengan judul “Kembalilah” dalam rangka mengajak ummat untuk taubat dari maksiat, bagi penulis adalah biasa.
Bukankah ustadz-ustadz terdahulu, zaman Trimurti masih sugeng, juga telah pada bermain musik, diizinkan, dimotivasi, dilatih, difasilitasi. Kita tengok ke belakang. KH. Mahfudh Hakim (alm) mengarang lagu dgn judul Isro’ Mi’roj, Bulan Maulud. KH. Sutadji Tajuddin menterjemah Syi’ir Abi Nuwas ke dalam Bahasa Jawa dan juga didendangkan dengan hikmatnya. Dan, lebih dari itu Kiai Ahmad Sahal (alm) telah melahirkan puluhan lagu Syi’iran yang masih diajarkan sampai sekarang di Madrasah Tarbiyatul Athfal Gontor.
Ditulis oleh:
Al Ustadz H. Noor Syahid, M.Pd.I pada 18 April 2020.
Video dari lagu “Kembalilah” dapat dilihat melalui link di bawah ini: