Home Blog Page 214

K.H. Hasan Abdullah Sahal Hadiri Rapat Pleno Wantim MUI ke-49

0

Jakarta-K.H. Hasan Abdullah Sahal hadiri Sidang Pleno Wantim MUI ke-49. Rabu (12/2) siang bertempat di Kantor MUI Pusat, Jakarta. Sidang ini membahas persiapan Kongres Ummat Islam Indonesia (KUII) dan juga Silaturrahim dengan Menteri Dalam Negeri (MENDAGRI) Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D.

Sidang yang dipimpin oleh Prof. Din Syamsuddin ini dihadiri oleh kurang lebih 30 utusan dari berbagai ormas dan lembaga Islam. Acara dimulai pukul 13.30 WIB dan selesai sekitar pukul 15.30 WIB. Sidang berlangsung lancar dan hangat.

Prof. Din Syamsuddin menyampaikan Kongres Umat Islam Indonesia mengusung tema ‘Strategi Perjuangan Umat Islam Indonesia untuk Mewujudkan NKRI yang Maju dan Beradab’. Dari tema tersebut ingin meneguhkan komitmen umat Islam untuk mengisi Indonesia yang didirikan oleh umat Islam. Beliau mengatakan, dasar negara baik Pancasila maupun konstitusi UUD 1945 diyakini sebagai kristalisasi dari nilai-nilai agama. Maka umat Islam merasa bertanggungjawab untuk mengisi negara Pancasila ini. Maka apa yang akan dilakukan umat Islam akan dibahas dalam berbagai bidang di KUII ke-7.

Di akhir, K.H. Hasan Abdullah Sahal diminta untuk menutup rapat dengan doa. Diharapkan dengan adanya komunikasi ini, KUII ke-7 dapat berjalan dengan dan juga menjaga Silaturrahim yang baik antara Wantim MUI dengan MENDAGRI..AbuFariz

Berlomba lomba dalam kebaikan dengan Hifdzu Nusus

0

Fastabiqu-l-khairaat – kompetisi yang bermanfaat adalah kompetisi yang mengandung kebaikan didalamnya dan bermanfaat untuk dirinya sendiri serta sekitarnya. Hifdzu nusus merupakan ajang perlombaan menghafal nusus antar kelas dalam tiap-tiap angkatan. Tak hanya qur’an yang diujikan, tapi juga hadits, mahfudzot, tafsir, sharaf dan nahwu. Perlombaan Hifdzu nusus dilaksanakan Sabtu, 8 Februari 2020 lalu.

            Setiap kelas diwakili oleh 3 peserta yang terpilih dalam babak penyeleksian didalam kelas. Perlombaan Hifdzu Nusus dilaksanakan beruntut dalam 2 babak. Babak pertama yaitu menjawab soal wajib dari amplop yang telah dipilih dilanjutkan dengan babak kedua dengan menjawab soal rebutan dan peraih nilai tertinggi akan meraih tropi. Selain itu kesemangatan dan dekorasi tiap-tiap angkatan juga dinilai oleh panitia.hasnab

Pererat Jalinan Kerjasama, PM. Gontor Putri Kampus 7 Adakan Silaturahim bersama Wali Siswi Akhir

0

RIMBO PANJANG – Menghadapi rentetan ujian akhir selama kurang lebih 2 bulan dengan sekian puluh materi, bagi santriwati kelas 6 KMI tidaklah mudah. Seluruh kemampuan yang mereka miliki baik akademis, mental, dan fisik dipertaruhkan pada ujian ini. Oleh karenanya, dukungan, pengawalan, dan bimbingan dari segenap guru pembimbing dan orang tua sangat mereka butuhkan.

Ahad (26/1), hampir seluruh wali santriwati kelas 6 datang ke Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 7 guna memenuhi undangan Bapak Wakil Pengasuh. Beberapa dari mereka yang datang lebih awal sempat menyaksikan santriwati kelas 6 KMI melaksanakan ujian praktik mengajar.

Bertempat di Sahah Ta’asi, pukul 14.00 acara dimulai. Panasnya udara saat itu menjadi dingin seketika saat para wali santriwati bertemu dengan putri-putri mereka. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Direktur KMI, Al-Ustadz M. Jamaluddin, M.Pd.I. membacakan laporan terkait kegiatan santriwati kelas 6 KMI.

Dilanjutkan dengan arahan dari Bapak Wakil Pengasuh PMDG Putri Kampus 7, Al-Ustadz Drs. M. Ma’ruf Chumaidi. Melalui arahannya, beliau menjelaskan beratnya ujian dan banyaknya kegiatan yang harus mereka lalui demi menyiapkan para calon alumni 2020. Segala bentuk dukungan moral dan materil sangat mereka butuhkan dibutuhkan.

Suasana menjadi lebih hidup, saat Bapak Wakil Pengasuh memberikan kesempatan bertanya kepada para hadirin. Usai acara ditutup dengan doa, para orang tua dan putrinya berduyun-duyun mengabadikan momen dengan berfoto di lokasi-lokasi yang telah disediakan pantiia. Farouq

Pembangunan Gambia Department Store Capai 70%

0

Gontor– Perkembangan pembangunan gedung Gambia Departement Store sudah mencapai 70%, proyek Gedung Gambia ini terletak setelah gerbang masuk Pondok Pesantren Darussalam Gontor (PMDG). Proyek dilakukan untuk perluasan Gedung Gambia Lama. Sebelum Pembangunan, Gedung Gambia lama dipakai untuk tempat Warung Telepon, pembuatan Majalah Gontor, serta Perkulakan.

Proyek ini akan dibangun menjadi Gedung 3 lantai menggantikan Usaha Kesejahteraan Keluarga (UKK) yang terletak disamping Gedung Laboratorium Gontor. awal mula dibangun Proyek ini pada tanggal 8 Februari 2019. Sampai sekarang tanggal 10 Februari 2020, Proyek ini sudah mencapai tahap pemasangan Keramik yang insya Allah ditargetkan selesai pada Bulan Syawwal 1441.

Adapun dana yang telah dikeluarkan dalam pembangunan proyek ini sebesar Rp.3,6 Milyar Rupiah termasuk material dan alat yang yang dikirim dari KUK Besi Gontor serta ongkos Kerja bagi Para Pekerja. Sampai saat ini Proyek Gambia masih dalam tahap pembangunan.AbuFariz

 

Pendidikan Kemasyarakatan, Ajaran Khas Pesantren

0

Satu dari banyak hal yang membedakan pendidikan ala pesantren dengan non-pesantren adalah pendidikan kemasyarakatan. Meski tak dapat dipungkiri bila ada juga sekolah non-pesantren yang mengajarkan hal kemasyarakatan, namun rasanya pesantren lebih terbukti nyata akan hal tersebut.

 

Pondok Modern Darussalam Gontor, sebagai salah satu pesantren modern terbesar di Indonesia, juga tak luput dari ajaran kemasyarakatan tersebut. Buktinya ada dalam “Arah dan Tujuan Pendidikan di Pondok Modern” yang termaktub dalam buku “Diktat dalam Pekan Perkenalan di Pondok Modern Gontor” pada poin pertama.

 

Disitu tertulis :

“Segala apa yang sekira dialami oleh anak kita di masyarakat, itulah yang dididikkan oleh Pondok Modern Gontor kepada mereka.”

 

Dari situ, pembaca yang budiman, kita bisa melihat bahwa seluruh pelajaran yang diberikan Gontor kepada santrinya adalah untuk bekal mereka di masyarakat nanti. Tak hanya itu, gerak – gerik dan semua hal yang ditemukan santri di Pondok Gontor adalah pendidikan kemasyarakatan bagi mereka.

 

Harapan dari diajarkannya pendidikan kemasyarakatan kepada santri adalah agar ketika mereka masuk ke dalam masyarakat tidak terlalu canggung untuk menjadi pengurus organisasi, guru di sekolah – sekolah, imam, muballigh, dan lain – lain yang berkenaan dengan masyarakat.

 

Jangan sampai hanya karena mampu melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi, sampai – sampai lupa akan masyarakat sekitar. Ibarat kata hanya mencerdaskan diri sendiri, padahal banyak masalah masyarakat dalam berbagai bidang yang butuh pembinaan. Jika begitu, bukan lulusan pesantren namanya.

 

Hal yang perlu diingat bagi para santri dan juga alumni pesantren semua adalah jangan sampai seakan – akan kita menjauhi masyarakat. Masyarakat menanti kedatangan kita, mengharap bimbingan kita, dan nantinya masyarakat pula yang akan menilai sampai dimana kepribadian kita. abdulnafi

 

 

 

Perfotoan Angkatan Santriwati 1441 H/ 2020

0

Jum’at, 13 Jumadal Akhir 1441 H/ 7 Februari 2020 santriwati PMDG Putri Kampus 2 dengan mengenakan seragam jubah hijaunya disibukan dengan Perfotoan Angkatan masing-masing. Perfotoan Angkatan merupakan kegiatan tahunan yang diadakan di Pondok Modern Darussalam Gontor untuk pendokumentasian angkatan setiap tahunnya.

Perfotoan Angkatan yang diadakan di lapangan basket baru ini dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang Pertama diadakan pada 31 Januari 2020 yang diikuti oleh Angkatan Kelas 1, 2 dan Angkatan  Kelas 3 Intensif. Sedangkan Gelombang kedua diadakan pada 7 Februari 2020 dan diikuti oleh Seluruh Dewan Guru, Angkatan Kelas 5, 1 Intensif, 3 dan Angkatan Kelas 4. Setelah perfotoan angkatan dilanjutkan dengan sesi perfotoan antar kelas yang diadakan di Depan Gedung Kairo dan Gerbang Gontor Putri Kampus 2.

Dalam perfotoan ini dihadiri oleh seluruh anggota angkatan dan tak lupa para wali kelas serta seluruh asistennya yang dimulai pada pukul 06.00 WIB tepat.hasnab

Angkatan Kelas 1
Angkatan Kelas 2
Angkatan Kelas 3
Angkatan Kelas 1 Intensif
Angkatan Kelas 4
Angkatan Kelas 3 Intensif
Angkatan Kelas 5

Ujian Lisan, Tahap Sebelum Akhir untuk Menjadi Seorang Alumni

0

Mantingan– (6-18/02/2020). Setelah melewati Tarbiyah ‘Amaliyah yang menjadi syarat mutlak sebelum menyandang gelar alumni, serta sebagai warming up sebelum menghadapi ujian tulis. Pondok Modern Darussalam mengadakan ujian lisan bagi siswi akhir KMI.

Persaingan didalam ruang ujian menjadi pemacu semangat yang membara bagi calon alumni, materi yang diujikan meliputi semua materi yang telah diajarkan mulai dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 KMI. Materi-materi tersebut dibagi menjadi 7 kelompok, yaitu: Bahasa Arab 1 (Muthola’ah, Nahwu dan Shorof), Bahasa Arab 2 (Balaghah, Mahfudzot, dan Tarikh Adab Al-Lughoh), ‘Aqidah (Tauhid dan Al-Adyan), English(Reading, Grammar, dan Conversation), Tarbiyah (Tarbiyah ‘Amaliyah, Tarbiyah wa Ta’lim, Psikologi Umum dan Pendidikan), Fiqh (Masa’il Fiqhiyah, Bidayatul Mujtahid, Ibadah Qouliyah, dan Ibadah Amaliyah), Al-Qur’an (Qira;ah, Tajwid dan Do’a Sehari-hari).

Dalam ujian lisan siswi akhir KMI lebih menekankan pada pehaman dan penguasaan materi. Berbeda dengan ujian lisan untuk kelas 1-5 KMI, ujian lisan ini berlangsung dengan 2 orang siswi dalam 1 ruang ujian dan diuji oleh 2 guru senior. Bapak Wakil Pengasuh serta Bapak Wakil Direkturpun ikut andil dalam pengujian calon alumni.

-Tiarala

Dokumentasi Tahunan Pondok Dengan Perfotoan Santri

0

Dokumentasi Tahunan Pondok Dengan Perfotoan Santri

DARUSSALAM– Sebagai kegiatan tahunan yang bertujuan untuk menjadi dokumentasi pondok, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengadakan perfotoan seluruh santri dari kelas satu sampai dengan kelas enam. Dokumentasi tersebut juga sekaligus menjadi arsip tahunan pondok, baik untuk pendataan bagian Sekretaris Pimpinan (Sekpim) maupun Pusat Data Santri.

Perfotoan tersebut diadakan sesuai dengan lingkaran komunitas yang dimiliki oleh masing-masing santri; mulai dari konsulat, klub, kursus, bahkan hingga kelas dan rayon. Tidak terkecuali bagi santri kelas enam sebagai siswa akhir Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) yang masih menjalani masa ujian.

Rentetan kegiatan pendokumentasian ini dimulai dari perfotoan antar konsulat yang diadakan pada Sabtu (1/2) hingga Senin (3/2). Kemudian dilanjutkan dengan perfotoan antar klub dan kursus yang berlangsung sejak Selasa (4/2) hingga Rabu (5/2), dan perfotoan santri kelas satu hingga kelas empat pada Jumat (7/2).

Perfotoan konsulat, klub dan kursus yang berjalan pada minggu pertama bulan Februari tersebut diadakan pada sore hari setiap setelah shalat Ashar berjama’ah. Bagi setiap konsulat maupun klub dan kursus, masing-masing pembimbing dari para asatidz pun turut hadir bersama para santri untuk mengikuti perfotoan.

Adapun sesi perfotoan yang wajib diikuti masing-masing adalah bertempat di depan Masjid Jami’ PMDG, di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), dan di depan Kantor Pimpinan PMDG di sebelah timur gedung Aligarh. Selebihnya, sesi perfotoan yang juga disediakan tempat adalah di depan gedung Saudi 6, dan diperbolehkan juga untuk mengambil view di titik-titik lainnya di sekitar lingkungan pondok.

Perfotoan Dari Persatuan Bela Diri Darussalam 2020/1441
Perfotoan Dari Persatuan Bela Diri Darussalam 2020/1441

Perfotoan kelas yang diadakan pada Jumat (7/2) adalah untuk santri kelas 1, 1 intensif, 2, dan kelas 3 pada pagi hari, dilanjutkan untuk santri kelas 3 intensif dan kelas 4 pada siang hari. Perfotoan antar kelas ini pun turut dihadiri oleh wali kelas masing-masing. Lalu pada pekan-pekan berikutnya akan diteruskan dengan perfotoan siswa akhir KMI Prominent Generation pada Jumat (14/2), lalu perfotoan santri kelas 5 di Jumat berikutnya (21/2), dan untuk Jum’t (28/2) terakhir di bulan Februari ini adalah perfotoan rayon.

Selama kegiatan perfotoan ini sudah dimulai dan berjalan, beberapa kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya adalah kondisi cuaca yang tidak menentu, akibatnya ketika turun hujan di sore hari kegiatan perfotoan pada hari tersebut harus ditunda. “Hujan deras  kemarin (Ahad) sempat menjadikan giliran perfotoan yang dijadwalkan pada hari tersebut harus dibatalkan, kemudian dimundurkan menjadi hari Senin (3/2) dan membuat durasi serta suasana perfotoan sedikit padat,” ujar Al-Ustadz Dodik Gilang Islami, selaku salah satu staf Pengasuhan Santri.

Motivasi dan Pesan Dekan Fakultas Ushuluddin dalam Pembukaan Mahrojan Ushuluddin 2020

0

Siman–Pembukaan Mahrojan Ushuluddin 2020 di kampus Siman Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor berlangsung meriah. Festival ini diikuti oleh mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Ushuluddin yang terdiri dari kampus UNIDA Siman, kampus Gontor 1, Gontor 2, Gontor 3, Kampus UNIDA Mantingan, Gontor Putri 1, Gontor Putri 2, Gontor Putri 3,  dan kampus Gontor Putri 5. Kegiatan juga ini dihadiri oleh Wakil Rektor III, Al-Ustadz. Dr. Setiawan Bin Lahuri, M.A., Dekan Fakultas Ushuluddin Al-Ustadz. Syamsul Hadi Untung, M.A., M.LS, dan sejumlah Dosen Ushuluddin, Jum’at (7/2) lalu.

Dalam sambutannya Ustadz Syamsul menghimbau serta memberi beberapa motivasi kepada seluruh peserta. “Kami sekedar mengingatkan saja bahwa untuk bisa bersaing untuk bisa menghadapi permasalahan di abad yang ke 21 ini yang semakin kompleks khususnya mahasiswa Fakultas Ushuluddin, dari tiga prodi ini harus mampu dan bisa tumbuh dengan karakter modern penguasaan ilmu pengetahuan dan saintek tentunya harus dikejar, kalian harus mampu mengejar penguasaan ilmu pengetahuan dan juga teknologi, bukan saja mahasiswa umum saja melainkan juga Fakultas Ushuluddin pun harus menguasainya” tutur Ustadz Syamsul.

“Kalian akan hidup di era yang sangat berbeda, karena belajar dari perubahan-perubahan yang terjadi, dan kita bisa melihat tentunya dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi akan sangat menentukan masa depan kalian. Sekarang ini kita masih ramai membicarakan 4.0 sedangkan di negara lain 5.0 sudah mulai ramai. Kita baru meramaikan 4.0, tapi 5.0 society ini sudah ramai dibicarakan di berbagai negara.”

Selain itu, Dekan Fakultas Ushuluddin ini pun menyampaikan, untuk bisa menjangkau itu semua, sedikitnya para mahasiswa harus mempunyai nilai maupun karakter yang ideal, seperti:

  1. Kebiasaan untuk punya rasa ingin tahu, meningkatkan kurisitassangat amat penting, termasuk daripada tujuan Studi Akademik (SA) dan Studi Pengayaan Lapangan (SPL)
  2. Membiasakan diri untuk bekerja keras, berpikir keras, yang jelas etos kerja
  3. Mampu meningkatkan pemahaman kalian terhadap berbagai macam permasalahan
  4. Membiasakan diri untuk bereksperimen, tentunya di dalam bidang yang positif.
  5. Meningkatkan rasa skeptis, rasa tidak percaya, rasa ragu ragu, tidak percaya menerima informasi dan kalian mau berpikir ulang,

Ustadz Syamsul juga menghimbau, “Dengan olimpiade ini, kita berharap semua mampu berkompetensi secara jujur, sebagai pembelajaran di masa yang akan datang, seorang ilmuwan termasuk seorang calon pemikir, calon sarjana, ini betul-betul kita harapkan harus bisa mampu menjaga kemurnian, otentisitas dan juga kejujuran. Siapa yang menjaganya dan siapa yang menjaga kalau bukan kita.” Tegas beliau.

“Visi daripada UNIDA Gontor, adalah menjadi Universitas Berbasis pada Islamisasi Ilmu Pengetahuan Kontemporer dalam Sistem Perguruan Tinggi Pesantren Yang Bermutu dan Berarti Untuk Kesejahteraan Umat Manusia, Melihat daripada misi Universitas ini, kita dari Fakultas Ushuluddin, merasa paling bertanggung jawab, dan merasa dituntut untuk mencapai impian daripada UNIDA Gontor yang tentunya sangat membutuhkan calon-calon pemikir muslim, dan itu dicetak di Fakultas Ushuluddin termasuk kalian yang ada di aula ini.”

Tambah beliau, “Menurut saya di antara nilai universal Gontor adalah modernitas, Gontor ini mendunia, Gontor ini internasional karena modern. Di antara ciri-ciri atau indikator modernitas Gontor adalah, modern dalam pola pikir, pola hidup, pola sikap, pola pakaian dan segalanya. Dan itulah yang kemudian membuat Gontor menjadi universal. Maka, tentu nilai-nilai modernitas ini patut kita lanjutkan dan perjuangkan sampai sekarang.”

Di sela pidatonya, Ustadz Setiawan juga menyampaikan “Kita harus memiliki pola pikir futuristik, pola pikir yang jauh ke depan, pola pikir antisipasi terhadap kemungkinan yang terjadi 10 sampai 20 tahun mendatang. Gontor ini selalu mengedepankan agar kita bisa menyesuaikan diri di mana pun kita berada dan dengan siapa pun kita berada. Itulah modernitas pendidikan di Gontor. Berfikirnya adalah out of the boxs.

“Maka anak-anak sekalian, hal-hal kecil ini menurut saya beberapa nilai yang terus harus kita jaga, kita hidupkan. yang sering kali dalam terminologi Ustadz. Hamid Fahmi Zarkasyi, Living Wisdom. Jadi bagaimana kita hidup dengan nilai-nilai yang terus memotivasi kita untuk bisa hidup mengembangkan diri dan ikut berkontribusi dan ikut memajukan Pendidikan di Universitas Darussalam Gontor.”

“Maka supaya kita leluasa, supaya kita mampu menyelami Living Wisdom yang ada di kampus ini, mari kita membaurkan diri, mari kita hidup berada ditengah-tengah menyelami nilai-nilai visi perjuangan yang ada di Gontor. Mari kita salami bersama-sama, mari kita hidupi bersama-sama, mari kita resapi bersama-sama, supaya visi keumatan dan kehidupan kita ini menjadi lebih baik.”

“Saya yakin, ini kalau dibicarakan tidak pernah habis, karena kita berada di wilayah penuh ozon keberkahan seperti apa yang di sampaikan oleh Ustadz. Hidayat. Menerut beliau, ozon keberkahan itu bukan hanya sesuatu yang datang dari langit secara tiba tiba, melainkan  sesuatu yang diupayakan, di doakan, dimunajat, yang terus dilakukan sehingga keberkahan itu selalu ada dan hadir di sanubari kita.” Tambah Ustadz Setiawan.

Ustadz. Setiawan menutup pidatonya dengan ucapan selamat kepada semua peserta dan atas terselenggaranya acara Mahrojan Ushuluddin 2020. Ustadz Setiawan berharap semoga festival ini menjadi salah satu cara kita untuk mendidik diri kita sendiri dan kita menularkan nilai-nilai kebaikan dan keberkahan di Universitas Darussalam Gontor ini.

Itulah, beberapa motivasi dan pesan yang disampaikan oleh Ustadz. Syamsul Hadi Untung, M.A. M.LS., Dekan Fakultas Ushuluddin dan Al-Ustadz. Dr. Setiawan Bin Lahuri, Wakil Rektor III, UNIDA Gontor.

Ujian Praktik Mengajar (Tarbiyah Amaliyah) Siswi Akhir KMI Prominent Generation resmi ditutup

0

Senin, 9 Jumadal Akhir 1441 H/ 3 Februari 2020 merupakan akhir Ujian Praktik Mengajar (Tarbiyah Amaliyah) Siswi Akhir KMI Prominent Generation PMDG Putri Kampus 2. Tak terasa 2 minggu sudah mereka lewati untuk mempersiapkan diri menjadi guru yang unggul.

Tarbiyah Amaliyah merupakan ujian mental dan akademis bagi Siswi Akhir KMI keseluruhan yang jumlahnya 187 orang. Selain harus menguasai pelajaran yang akan mereka ajarkan, mereka juga dituntut untuk mempersiapkan mental untuk mengajar di dalam kelas dan juga ketika mendapat evaluasi (darsu an-nadq) dari teman sekelompoknya.

            Kegiatan Tarbiyah Amaliyah resmi ditutup oleh Bapak Wakil Pengasuh Al-Ustadz K.H Umar Said Wijaya M.Pd (5/2) lalu. Sebelum penutupan seluruh Siswi Akhir KMI menulis kesan dan pesan atau yang sering kita kenal dengan kitabatu-l-intibaat yang kemudian mereka baca dengan kelompok masing-masing dan para pembimbing.

Usai Ujian Praktik Mengajar (Tarbiyah Amaliyah) ini, Siswi Akhir KMI akan dihadapkan dengan ujian-ujian selanjutnya. Mereka masih harus menghadapi 2 tahap ujian untuk menjadi khirijah shalihah yaitu Ujian Lisan dan Ujian Tulis.hasnab