Home Blog Page 215

Galeri Perfotoan Klub dan Kursus

0

Darussalam–Rabu (5/2), Ekstrakurikuler merupakan salah satu bentuk pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor diluar kegiatan belajar mengajar di dalam kelas.  Mulai dari Kursus Bahasa, kesenian, bela diri, keilmuan dan juga klub-klub olahraga. Maka dengan adanya berbagai macam Klub dan kursus di PMDG, staf Pengasuhan Santri mengadakan kegiatan perfotoan Klub dan kursus pada hari Selasa (4/2) dan Rabu (5/2).

Kegiatan yang diikuti oleh setiap anggota, pengurus dan pembimbing klub dan kursus ini diadakan setiap Akhir Tahun Ajaran di Gontor. Pada tahun ini kegiatan perfotoan klub dan kursus dilaksanakan tepat setelah perfotoan antar konsulat yang diadakan tiga hari sebelumnya. Ghazna

 

Kiai Gontor Takziah ke Kediaman Gus Solah

0

KH Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Mondern Darusssalam Gontor beserta rombongan bertakziah ke kediaman KH Salahuddin Wahid (Gus Solah), Pengasuh Ponpes Tebuireng, Senin (3/2).

Dalam takziah tersebut, Kiai Hasan menyampaikan ungkapan bela sungkawa kepada keluarga Gus Solah serta menyampaikan salam dari seluruh keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor untuk keluarga besar Tebuireng.

Kiai Hasan bertemu dengan M. Nuh di kediaman Gus Solah

Selain bertemu dengan keluarga besar Gus Solah, Kiai Hasan yang akrab dipanggil Ustadz Hasan ini berkesempatan juga bertemu dengan beberapa tokoh yang turut hadir untuk takziah. Diantaranya adalah Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta), Lukman Hakim Saifuddin (alumni Gontor dan Menteri Agama 2014-2019), Ibu Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jawa Timur), serta Mohammad Nuh (Menteri Pendidikan 2009-2014).

Kiai Hasan bertemu dengan Anies Baswedan di kediaman Gus Solah

Antara Tebuireng dan Gontor memang dikenal akrab sebagai dua buah pesantren yang memiliki identitas kebangsaan dan keislaman yang kuat. Menurut Prof Amal Fathullah Zarkasyi, Rektor UNIDA Gontor dan salah satu putra dari Pendiri Gontor, antara Tebuireng dan Gontor tersambung melalui ikatan darah para pendirinya yang merupakan “tunggal buyut”.

Selain itu, kedua pesantren juga aktif dalam kerja sama dalam berbagai bidang, khususnya dalam bidang peningkatan bahasa. Hal ini tampak salah satunya dengan dikirimnya Al-Ustadz Hanif Fathoni, alumni Gontor 2001 untuk membantu Tebuireng dalam bidang bahasa.

Diskusi antara Gus Solah dan Kiai Hasan di Gontor, 3 April 2018. Sumber Foto: tebuireng.online

Keakraban Gontor dan Tebuireng juga tampak pada 3 April 2018, saat Gus Solah sempat mengunjungi Gontor dan berbincang dengan KH Hasan Abdullah Sahal dan KH Syamsul Hadi Abdan terkait berbagai hal, khususnya tentang kebangsaan. AbuFariz

Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 14 Raih Juara Favorit di LP3 Antar Gudep Se-Pulau Sumatera

0

Siak – Kontingen Pondok Modern Darussalam Kampus 14, Siak, mendapatkan penghargaan sebagai juara favorit pada Lomba Perkemahan Penegak dan Penggalang (LP3) Antar Gugus Depan Se-Pulau Sumatera ke 6. Kegiatan tersebut merupakan ajang perlombaan kreativitas kepramukaan guna membentuk pribadi yang dapat merekatkan hubungan antar umat.

 

Kegiatan ini diadakan selama 5 hari yaitu dari hari Rabu, 29 Januari 2020 hingga Ahad, 2 Februari 2020 di Bumi Perkemahan Pesantren Al Kautsar, Pekanbaru, Riau. Adapun bentuk kegiatannya dikemas dalam konsep total out door method atau metode yang menyatu dengan alam.

Kontingen Gontor 14 bersama sejumlah piala yang mereka dapat
Kontingen Gontor 14 bersama sejumlah piala yang mereka dapat

Kontingen dari Pondok Gontor Kampus 14 sendiri dapat meraih beberapa penghargaan yang mengantarkan mereka menjadi juara favorit, seperti : penegak terbaik keterampilan dan ketangkasan pionering, penggalang terbaik mental-spiritual pidato Bahasa Inggris, dan masih banyak lainnya.

Jajaran piala penghargaan yang diraih oleh Gontor Kampus 14
Jajaran piala penghargaan yang diraih oleh Gontor Kampus 14

Tentunya sangat diharapkan dari kegiatan ini santri dapat semakin termotivasi untuk meningkatkan skill dan kebolehannya, terutama dalam hal ialah kepramukaan. Sobah

Galeri Perfotoan Konsulat

0

Gontor–Senin (3/2), Pondok Modern Darussalam Gontor mengadakan perfotoan antar konsulat. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang rutin diadakan setiap Akhir Tahun Ajaran di Gontor. Diikuti oleh seluruh santri dari mulai kelas satu sampai dengan kelas 6, kegiatan ini diselenggarakan mulai dari hari Sabtu (1/2) sampai hari Senin (3/2).

Acara ini diselenggarakan oleh staf Pengasuhan Santri. Setiap harinya ada sekitar 12 Konsulat yang mengikuti acara perfotoan ini. Walaupun pada hari kedua sempat terkendala oleh hujan lebat, perfotoan ini tetap dapat dilaksanakan pada hari ketiga. Ghazna

Panitia HMP Fakultas Tarbiyah UNIDA Divisi Karangbanyu adakan halaqah At-Tarbawiyah

0

Gontor Putri Kampus 3 – Senin (3/2) Panitia Himpunan Mahasiswi Prodi Tarbiyah mengadakan halaqah At-Tarbawiyah dengan tema “Washaaya Al-Aaba Lil Abnaai” di Gontor Putri Kampus 3 bersama Al-Ustadz Muhammad Wahyudi Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Darussalam Gontor sebagai pemateri. Dalam acara yang diikuti oleh seluruh mahasiswi UNIDA Fakultas Tarbiyah Divisi Karangbanyu semester 2-8 ini, masing-masing mahasiswi dibagikan buku kecil tipis dengan tulisan Arab berisikan nasehat-nasehat seorang Ayah kepada anaknya. Setiap orang di tunjuk untuk membaca beberapa paragraf dari isi buku tersebut, kemudian mereka diminta untuk menjelaskan apa yang mereka fahami dari paragraf yang telah mereka baca. Setelah mahasiswa memberikan penjelasannya, Ustadz Wahyudi mengajukan beberapa pertanyaan kepada mahasiswi tentang pemahaman mereka terhadap apa yang mereka baca. Kemudian di akhir beliau memperjelas penjelasan terhadap setiap paragraf yang telah dijelaskan oleh para mahasiswi.

                Ustadz Wahyudi dalam halaqah tersebut menekankan kepada para mahasiswi Guru agar membiasakan diri memberikan nasehat yang baik kepada para santriwati. “Sebagai seorang guru kita tidak boleh jenuh untuk terus memberikan nasehat kepada anak didik kita, teruslah memberikan nasehat sampai nasehat tersebut dapat benar-benar tertanam pada diri sang anak dan jadikanlah nasehat itu sebagai warisan berharga bagi mereka.” Kata Ustadz Wahyudi.

                “Tanda bahwa anak didik benar-benar menerima nasehat dari gurunya adalah dia mengerjakan nasehat itu baik ketika dilihat atupun tidak dilihat oleh gurunya.” Kata beliau lagi.

                Meski halaqah tersebut tidak berlangsung lama yakni mulai pukul 14.00-15.10 WIB, namun memberikan pengetahuan yang begitu mendalam kepada para mahasiswi guru, kembali menyadarkan dan mengembalikan niat mereka bahwa guru memiliki peran sangat penting dalam pembentukan karakter seorang anak didik. Fikra17

Mahasiswi fakultas Tarbiyah menunjukkan buku ” Washaaya Al-Aaba Lil Abnaai ketika berfoto bersama Al-Ustadz Muhammad Wahyudi pada akhir sesi halaqah.

Tabligh Akbar Pondok Pesantren Tazakka, Lubuklinggau peringati 17 Tahun beridirinya Pondok.

0

Lubuklinggau Ahad (2/2), panitia peringatan 17 tahun Pondok Pesantren Tazakka menyelenggarakan acara Tabligh Akbar yang bertempat di lapangan Pondok Pesantren Tazakka, Lubuklinggau. Pada kesempatan kali ini panitia mengundang Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), yang diwakili oleh Al-Ustadz Sabar, S.Ag. untuk sedianya turut hadir serta memberikan tausiyah kepada para Tamu, wali santri, santriwan dan santriwati, serta masyarakat sekitar yang juga terbuka untuk umum.

Setibanya beliau diacara pada pukul 09.00 WIB. Kedatangan Al-Ustadz Sabar, S.Ag. disambut dengan penuh kehangatan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Tazkka, Al-Ustadz Zulkarnaen H. Bayan, S.Ip.M.Pd. dan turut hadir dalam acara tersebut anggota Badan Wakaf PMDG dan juga sebagai ketua MUI Sumatera Selatan Al-Ustadz Prof. Aflatun Muchtar, Bapak Rasyidin mewakili Gubernur Sumatera Selatan  sebagai staf ahli bidang pemerintahan, hkum dan politik, maka tak terelakkan lagi, jika perbincangan hangat dengan seluruh tamu dapat berlangsung di pertemuan yang singkat itu.

Acara berlangsung dengan khidmat dan lancar, hingga pada saatnya seluruh rentetan acara Tabligh Akbar peringatan 17 tahun berdirinya Pondok Pesantren Tazakka, Lubuklinggau selesai dilaksanakan. Selepas tausiyah dan beberapa penampilan dari santriwan dan santriwati, acara dilanjutkan dengan do’a sebagai penutup dan sesi perfotoan Bersama.AbuFariz

 

Undang-undang Pesantren: Menimbang Masa Depan Setelah Lahirnya UU Pesantren

0

Siman – Pada sesi terakhir tentang tema Menimbang Masa Depan Setelah Lahirnya UU Pesantren (UUP) oleh Bapak Aceng Abdul Aziz, S.Ag., M.Pd yang mewakili Plt. Dirjen PD. Pontren Bapak Dr. Imam Syafe’i menjelaskan tentang Rekognisi Negara 1) UU Pesantren hadir untuk memberikan pengakuan (rekognisi), afirmasi, dan fasilitasi kepada pesantren berdasarkan kekhasannya, 2) Memberikan peran pesantren yang lebih besar dan kongkrit dalam upaya pembangunan di bidang agama, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Rekognisi ini juga untuk penguatan kualitas Pesantren, menjaga ke khasan Pesantren, Menjaga Independensi, dan juga menjaga komitmen kebangsaan Pesantren.

Selain itu, mengenai langkah apa yang harus segera dilakukan pasca lahirnya Undang-undang Pesantren (UUP) beliau memaparkan tentang Penataan Regulasi Pesantren bahwa dalam UU Pesantren, ada 8 (delapan) pasal yang mengamanatkan untuk pembentukan Peraturan Menteri Agama (PMA) dan 2 (dua) pasal yang mengamanatkan untuk pembentukan Peraturan Presiden (PERPRES). Kebutuhan untuk menyusun peraturan perundangundangan pelaksanaan dari UU Pesantren dan kebutuhan untuk menyesuaikan semua peraturan perundangundangan yang mengatur mengenai Pesantren.

Selain itu ada pula Mandat Regulasi turunan dari UUP yang berupa Peraturan Menteri Agama (PMA), dan 2 Peraturan Presiden (Perpres) diantaranya terdapat pada

Pasal 7 : Pendirian Pesantren
Pasal 14 : Penyelenggaraan Pesantren
Pasal 18 : Kurikulum Pendidikan Umum Muadalah
Pasal 20 : Kurikulum Pendidikan Umum Diniyah Formal
Pasal 24 : Penyelenggaraan Pendidikan Pesantren
Pasal 28 : Tata Cara Pembentukan Majelis Masyayikh
Pasal 30 : Pemetaan, Perencanaan, Afirmasi, & Fasilitasi Mutu
Pasal 36 : Pendidik & Tenaga Kependidikan Pendidikan Pesantren
Pasal 48 : Pendanaan Pesantren Dari Hibah Luar Negeri
Pasal 49 : Dana Abadi Pesantren

Seluruh pasal turunan dari UUP diatas harus dapat direalisasikan secara bertahap sehingga Pesantren semakin kuat dalam penyelenggaraan pendidikan dengan segala macam ke khasannya tanpa intervensi apapun didalamnya.

Silaturahim Pengurus FKPM dan FPAG di Universitas Darussalam Gontor

0

Siman – Forum Komunikasi Pesantren Muadalah (FKPM) dan Forum Komunikasi Pesantren Alumni (FPAG) kembali mengadakan acara silaturahim pengurus FKPM & FPA di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor Ponorogo pada Ahad (2/2/2020), acara ini merupakan tindak lanjut dari review Draf Peraturan Menteri Agama yang diadakan di Pondok Pesantren Darunnajah Ulujami Jakarta Selatan. Acara yang dipimpin langsung oleh Ketua FKPM Prof. KH. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A ini menjelaskan betapa strategis dan pentingnya Undang-undang Pesantren (UUP) buat masa depan pendidikan pesantren di Indonesia. Bahkan beliau mengibaratkan bahwa UUP ini layaknya rumah pesantren (baik Salaf atau Ashry) dan semua yang berada didalamnya wajib memelihara, membangun dan melengkapi isi rumah bersama-sama.

Dalam pertemuan kali ini di UNIDA Gontor diantara tema yang dibahas adalah Vitalisasi Pesantren melalui Undang-undang Pesantren dan perangkat turunannya yang disampaikan langsung oleh Ustadz Shobirin sebagai Tim Biro Hukum yang ditunjuk langsung oleh Ketua Forum Komunikasi Pesantren Muadalah Prof. KH.  Amal Fathullah Zarkasyi, M.A. Beberapa hal dikemukakan bahwa rukun pendirian pesantren adalah Kiai, Santri yang mukim di pesantren, Pondok atau asrama, Masjid dan Kajian kitab kuning atau Dirasah Islamiyah dengan pola Pendidikan Muallimin. Dan yang tak kalah penting dalam penjelasan tentang undang-undak Pesantren ini adalah mengenai lulusan pesantren. Ijazah lulusan pesantren (baik muadalah, diniyah formal, ma’had aly maupun pendidikan pesantren non-formal) diakui sama denga ijazah sekolah atau madrasah pada umumnya. bahkan ijazah tersebut dapat dipakai untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun melamar pekerjaan sesuai ketentuan persyaratan ijazah yang diminta.

Bahkan di akhir sesi dialog, Prof. Amal Fathullah mengungkapkan sosialisasi terhadap undang-undang pesantren ini penting baik di lembaga Kementerian Agama beserta jajarannya, baik pada level pusat, propinsi hingga ke kabupaten, agar seluruhnya paham tentang UUP ini, beliau menambahkan juga sosialisasi antar lembaga terkait dalam hal ini Kemdikbud sehingga tidak ada lagi kesalahpahaman terhadap penyelenggaraan pendidikan Pesantren pada akhirnya. Diantara cara yang efektif untuk sosialisasi adalah mengumpulkan seluruh Kanwil Propinsi di Kemenag Pusat dan setelah itu terdapat breakdown hinggal level kabupaten sehingga seluruh jajaran di bawah kementerian agama satu suara dalam hal ini.

Pertemuan ini akan berlangsung 4 sesi selain membahas tentang sisi undang-undang Pesantren, kemudian terdapat sesi Sharing dan Tanya jawab tentang kebijakan Pesantren, Sinergi dan Koordinasi, dan diakhiri denga tema Arah Kebijakan Pendidikan Pesantren pasca UUP ini akan dihadiri oleh Plt. Dirjen PD. Pontren Kemenag Pusat Bapak Dr. H. Imam Safe’I, M.Pd.

UNIDA Gontor Kampus Siman Raih Juara Umum Festival UNIDA 2020

0

SIMAN–Peningkatan kualitas personal mahasiswa dalam segala aspek merupakan prioritas dari pendidikan di UNIDA Gontor. Untuk menunjang hal tersebut Rektor UNIDA Gontor menyelenggarakan Festival UNIDA 2020.

Festival tersebut bukanlah kegiatan baru. Festival ini merupakan acara yang diadakan setiap tahun. Dulu, acara ini diberi nama PORSEKAM yang hanya diadakan untuk mahasiswa kampus Pusat yang berada di wilayah Siman-Ponorogo.

Kegiatan Festival UNIDA Gontor kali ini diadakan selama 2 hari yakni pada tanggal 24 & 31 Januari 2020. Pada acara tersebut diselenggarakan berbagai perlombaan meliputi 4 aspek yaitu aspek Olah Rasa, Olah Fikir, Olah Raga, dan Olah Zikir. Perlombaan tersebut diikuti oleh mahasiswa perwakilan dari seluruh kampus UNIDA Gontor.

Tujuan dari diadakannya acara tersebut adalah untuk meningkatkan bakat dan potensi mahasiswa dalam olah fikir yang meliputi kegiatan-kegiatan akademis (debat, penulisan makalah, dll), olah dzikir yang mencakup kegiatan ibadah mahasiswa (tartil al-Qur’an, dll), olah raga yang mencakup kesehatan jasmani (sepak bola, basket, dll), serta olah rasa yang mencakup kompetisi Bela Diri. Tahun ini, UNIDA Gontor Kampus Siman dibobatkan menjadi Juara Umum Festival UNIDA setelah berhasil mendominasi di beberapa cabang perlombaan.

Dengan memperhatikan 4 aspek perlombaan tersebut, maka UNIDA Gontor berharap melalui festival tahunan ini, mahasiswa mampu menjadikan acara tersebut sebagai ajang untuk meningkatkan kemampuan baik secara jasmani maupun rohani mahasiswa. #brada

Daftar Pemenang Perlombaan Festival Universitas Darussalam Gontor 2020

A. Divisi Olah Dzikir :

1. Hifdzul Quran: • Juara 1 : UNIDA Gontor Kampus Siman (Andi Mirzah) • Juara 2 : UNIDA Gontor 2 (Naufal Dandi)

2. Qira’ah Mujawwadah: • Juara 1 : UNIDA Gontor 6 (M. Rizki Aziman) • Juara 2 : UNIDA Gontor 1 (Syafi’i)

3. Qira’ah Murottalah: • Juara 1 : UNIDA Gontor 1 (Hafidz Rafi) • Juara 2 : UNIDA Gontor Kampus Siman (Arfan Barik Lana)

B. Divisi Olah Rasa :

1. Fotografi: • Juara 1 : UNIDA Gontor Kampus Siman (Renaldi Mulya) • Juara 2 : UNIDA Gontor 6 (Lillahi Akbar) 2. Band/Musik: • Juara 1 : UNIDA Gontor Kampus Siman • Juara 2 : UNIDA Gontor 3

3. Puisi: • Juara 1 : UNIDA Gontor 1 • Juara 2 : UNIDA Gontor 2

4. Stand Up Comedy: • Juara 1 : UNIDA Gontor 2 • Juara 2 : UNIDA Gontor 1

5. Kaligrafi: • Kategori Khot Riqah: a) Juara 1 : Syafi’i (Gontor 1) b) Juara 2 : Hasan (Gontor 1)

• Kategori Khot Diwani: a) Juara 1 : Hasan (Gontor 1) b) Juara 2 : Raja Syam (Kampus Siman)

C. Divisi Olah Fikir : 1. Esai: • Juara 1 : UNIDA Gontor 3 • Juara 2 : UNIDA Gontor 6
2. Debat: • Bahasa Indonesia: a) Juara 1 : UNIDA Gontor 1 b) Juara 2 : UNIDA Gontor 2 • Bahasa Arab: a) Juara 1 : UNIDA Gontor 1 b) Juara 2 : UNIDA Gontor Kampus Siman • Bahasa Inggris: a) Juara 1 : UNIDA Gontor 3 b) Juara 2 : UNIDA Gontor Kampus Siman

D. Divisi Olah Rasa (Bela Diri) : 1. Seni: • Tunggal: a) Juara 1 : UNIDA Gontor Kampus Siman b) Juara 2 : UNIDA Gontor 6 • Ganda: a) Juara 1 : UNIDA Gontor Kampus Siman b) Juara 2 : UNIDA Gontor 3

2. Fighting: • Kelas A: a) Juara 1 : UNIDA Gontor Kampus Siman b) Juara 2 : UNIDA Gontor 2 • Kelas B: a) Juara 1 : UNIDA Gontor 2 b) Juara 2 : UNIDA Gontor 3 • Kelas C: a) Juara 1 : UNIDA Gontor Kampus Siman b) Juara 2 : UNIDA Gontor 1 • Kelas D: a) Juara 1 : UNIDA Gontor 1 b) Juara 2 : UNIDA Gontor Kampus Siman • Kelas E: a) Juara 1 : UNIDA Gontor 1 b) Juara 2 : UNIDA Gontor 3 • Kelas F: a) Juara 1 : UNIDA Gontor 3 b) Juara 2 : UNIDA Gontor 2

E. Divisi Olah Raga :

1. Sepak Bola: • Juara 1 : UNIDA fc • Juara 2 :Oesama fc

2. Futsal: • Juara 1 : Pormada fc • Juara 2 : Futsalisty fc

3. Takraw: • Juara 1 : UNIDA Gontor Kampus Siman • Juara 2 : UNIDA Gontor 1

4. Voli: • Juara 1 : UNIDA Gontor Kampus Siman • Juara 2 : UNIDA Gontor 2

5. Tenis Meja: • Tunggal: c) Juara 1 : UNIDA Gontor Kampus Siman d) Juara 2 : UNIDA Gontor 1 • Ganda: c) Juara 1 : UNIDA Gontor 3 d) Juara 2 : UNIDA Gontor Kampus Siman

6. Bulu Tangkis: • Tunggal: a) Juara 1 : UNIDA Gontor Kampus Siman b) Juara 2 : UNIDA Gontor 6 • Ganda: a) Juara 1 : UNIDA Gontor Kampus Siman b) Juara 2 : UNIDA Gontor 2

7. Basket: • Juara 1 : Cresta BBC • Juara 2 : Pormada BBC

8. Panahan: • 20 meter: a) Juara 1 : UNIDA Gontor Kampus Siman b) Juara 2 : UNIDA Gontor 3 • Ganda: a) Juara 1 : UNIDA Gontor Kampus Siman b) Juara 2 : UNIDA Gontor 3

Top Score Sepak Bola :Darul Rizqi Kurniawan (Gontor 6)

Top Score Futsal :Abid Fajar Syifa Budi (Gontor 1)

Top Score Basket : Taufiq Nurroohman (UNIDA Siman)

Best Player Sepak Bola : Adnun Yelipele (Gontor 2)

Best Player Futsal : Tyas Sarli (UNIDA Gontor Siman)

Best Player Basket : Rahardian Khalid Perwira Wibowo (UNIDA Siman)

Juara Umum Divisi Olah Rasa : UNIDA KAMPUS GONTOR 1

1. UNIDA KAMPUS SIMAN : 430 2. UNIDA KAMPUS GONTOR 1 : 500 3. UNIDA KAMPUS GONTOR 2 : 340 4. UNIDA KAMPUS GONTOR 3 : 340 5. UNIDA KAMPUS GONTOR 6 : 240

Juara Umum Divisi Olah Dzikir : UNIDA Gontor KAMPUS SIMAN

1. UNIDA KAMPUS SIMAN : 220 2. UNIDA GONTOR 1 : 180 3. UNIDA GONTOR 2 : 100 4. UNIDA GONTOR 3 : 120 5. UNIDA GONTOR 6 : 140 Juara Umum Divisi Olah Fikir : UNIDA KAMPUS GONTOR 1

1. UNIDA KAMPUS SIMAN : 240 2. UNIDA KAMPUS GONTOR 1 : 300 3. UNIDA KAMPUS GONTOR 2 : 140 4. UNIDA KAMPUS GONTOR 3 : 300 5. UNIDA KAMPUS GONTOR 6 : 180

Juara Umum Seni Beladiri : UNIDA KAMPUS SIMAN

1. UNIDA KAMPUS SIMAN : 630 2. UNIDA KAMPUS GONTOR 1 : 530 3. UNIDA KAMPUS GONTOR 2 : 480 4. UNIDA KAMPUS GONTOR 3 : 540 5. UNIDA KAMPUS GONTOR 6 : 430

Juara Umum Divisi Olah Raga : UNIDA KAMPUS SIMAN

1. UNIDA KAMPUS SIMAN : 1060 2. UNIDA KAMPUS GONTOR 1 : 700 3. UNIDA KAMPUS GONTOR 2 : 510 4. UNIDA KAMPUS GONTOR 3 : 690 5. UNIDA KAMPUS GONTOR 6 : 580

Total Nilai Keseluruhan Divisi :

1. UNIDA KAMPUS SIMAN dengan nilai : 2580

2. UNIDA KAMPUS GONTOR 1 dengan nilai : 2210

3. UNIDA KAMPUS GONTOR 2 dengan nilai : 1570

4. UNIDA KAMPUS GONTOR 3 dengan nilai : 1990

5. UNIDA KAMPUS GONTOR 6 dengan nilai : 1570

JUARA UMUM FESTIVAL UNIVERSITAS DARUSSALAM GONTOR 2020 DIRAIH OLEH

UNIDA KAMPUS SIMAN

Praktik Pengayaan Lapangan Tingkatkan Kreativitas Santri

0

DARUSSALAM– Sebagai salah satu wadah untuk meningkatkan kreativitas para santri, seluruh siswa kelas tiga intensif dan kelas empat Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) memiliki agenda tahunan yaitu Praktik Pengayaan Lapangan (PPL). Kegiatan tersebut diselenggarakan di bawah pengawasan Koordinator Gerakan Pramuka Gugus Depan 15089 di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), yang dibimbing langsung oleh Majelis Pembimbing Koordinator Harian (MABIKORI). “Salah satu dari tujuan acara ini adalah agar para santri bisa memanfaatkan berbagai barang-barang bekas yang ada di sekitarnya, sehingga bisa diolah kembali menjadi barang yang bermanfaat,” ujar Al-Ustadz Andi Ibnoe Khaldun, selaku salah satu staf MABIKORI.

Kegiatan tersebut wajib diikuti oleh seluruh siswa KMI kelas tiga intensif dan kelas empat yang berjumlah 878 orang. Adapun untuk pelaksanaannya diadakan setiap hari Kamis ketika kegiatan kepramukaan berlangsung yang dibagi menjadi 3 minggu; pada hari Kamis (30/1) di minggu pertama adalah untuk para peserta PPL Perdana, kemudian berikutnya dibagi menjadi dua gelombang yaitu pada minggu kedua dan minggu ketiga. Dengan jumlah 12 POT yang ada, dari tiap-tiap POT akan dipilih sebanyak tiga orang untuk menjadi peserta PPL Perdana dengan jurinya dari masing-masing Majelis Pembimbing Gugus Depan (MABIGUS), sedangkan yang lainnya akan dibagi kepada semua sangga dan regu yang pada tiap-tiap POT berjumlah 28 regu. Dengan pembagian dua gelombang tersebut, setiap gelombangnya akan melibatkan sekitar 3 peserta pada setiap regunya dengan jurinya ialah Pembina kelas 5 KMI dari regu masing-masing.

Dalam pelaksanaan PPL, setiap peserta akan dipersilahkan untuk mempresentasikan hasil karyanya di depan para adika pramuka setiap regu POT nya. Dalam presentasi tersebut, peserta akan menjelaskan tentang alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat karya, cara pembuatannya, sekaligus memperlihatkan hasil yang sudah dikerjakan olehnya sebagai contoh bagi para adika. Penilaian tiap-tiap peserta diambil dari persiapan atau i’dad-nya, hasta karya, presentasi, serta pembawaan suasana di depan para adika.

Selama kegiatan ini, salah satu yang menjadi kendala adalah kurangnya lahan yang tersedia untuk menampung hasil karya para peserta, sehingga terkadang tidak diletakkan di tempat yang aman. “Beberapa hasil karya yang dinilai baik biasanya kita pajang di depan teras gedung 17 Agustus lantai satu, namun untuk meminimalisir kesulitan alokasi hasil karya para peserta tersebut, tahun ini setiap karya akan kita kembalikan kepada pemilik hasta karya masing-masing”, ujar Al-Ustadz yang merupakan wali kelas 2-N tersebut. Pengembalian ini juga sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas hasil karya mereka sendiri, untuk dijadikan milik pribadi.

Dari diadakanya kegiatan tersebut, diharapkan para peserta nantinya tidak hanya mampu meningkatkan daya kreasi serta inovasinya saja, namun juga bisa dijadikan sebagai ajang untuk melatih mental dan kepiawaian dalam menyampaikan materi, sebab mereka pada tahun yang akan datang nantinya akan menjadi pembina pramuka ketika sudah duduk di kelas 5 KMI.