Dewan mahasiswi UNIDA Gontor Putri Kampus 2 atau yang kerap
disapa dengan DEMA menyelenggarakan Seminar yang bertajuk “Modernization
of Da’wah in The Digital Age Through
Social Media” dengan pembicara Fuad Bakhtiar (26/1) lalu. Fuad Bakhtiar atau
yang dikenal dengan fuad bakh adalah seorang pegiat media sosial Instagram yang
mana dengan karya karyanya mampu membius generasi milenial untuk melihatnya. @fuadbakh
melalui akunnya tersebut beliau dapat mengolah video dakwah menjadi lebih
menarik.
Seminar yang dibuka langsung oleh Bapak Wakil Direktur KMI
Al-Ustadz Muhammad Fathan Aziz, Lc, M.A ini dimulai pukul 14.00 WIB sampai
dengan pukul 16.00 WIB. Dan diikuti oleh seluruh Ustadzah serta santriwati
Kelas 4, 3 Intensif dan Kelas 5.hasnab
RIMBO PANJANG – Mampu mengajar adalah keniscayaan yang harus dimiliki oleh tiap santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Oleh karenanya, salah satu model ujian akhir adalah ujian praktik mengajar. Tiap Siswa dan Siswi Akhir KMI akan mendapat giliran untuk mempaktikkan cara mengajar pada materi tertentu. Sebagai permisalan awal, dilaksanakan praktik mengajar perdana.
Rabu (22/1), Sahah Ta’asi yang disulap menjadi aula darurat, dijadikan sebagai lokasi ujian praktik mengajar perdana. Dihadiri oleh seluruh peserta, guru pembimbing, Bapak Wakil Direktur, dan Bapak Wakil Pengasuh. Lima belas menit sebelum ujian dimulai, seluruh peserta telah bersiap di tempat.
Ulfi Nur Afni, 6B, Indragiri Hulu, didaulat mewakili 162 Siswi Akhir KMI 2020 untuk mempraktikkan tata cara mengajar. Az-Zahroh menjadi judul materi yang diampu oleh Ulfi. Selama kurang lebih 60 menit, Ulfi menerangkan materi tersebut kepada santriwati kelas 2B. Diakhir proses mengajar, Ulfi memberikan ragam pertanyaan yang mampu dijawab dengan benar oleh para peserta didik. Hal ini menandakan bahwa praktik mengajarnya sukses. Farouq
DARUSSALAM-Salah satu syarat mutlak untuk menjadi alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) adalah lulus Ujian Praktik Mengajar yang biasa disebut dengan al-Tarbiyah al-Amaliyah.
Al-Tarbiyah al-Amaliyah berupa simulasi praktik mengajar yang dilakukan oleh setiap siswa akhir KMI di kelas dan materi tertentu, serta dibimbing minimal 2 orang pembimbing dari guru KMI tahun ke-5 ke atas.
Tahun ini, sejumlah 708 orang siswa akhir KMI 2020 ‘Prominent Generation’ harus menjalani proses tersebut. Dibagi menjadi 47 kelompok, setiap harinya ada 1 atau 2 orang yang akan melaksanakan ujian praktik mengajar di setiap kelompok. Rentetan ujian al-Tarbiyah al-Amaliyah berlangsung kurang lebih 3 pekan, bermula dari Rabu (15/1/’20) hingga Selasa (4/2/’20).
Sebelum menghadapi rentetan ujian praktik, siswa akhir KMI diharuskan mengikuti berbagai pengarahan mengenai keguruan dan tata cara mengajar. Setelah itu, sebelum ujian dilaksanakan perkelompok, diadakanlah al-Tarbiyah al-Amaliyah Perdana oleh 8 orang siswa akhir di 8 lokasi yang berbeda. Tahun ini, yang mendapat amanat untuk melaksanakan al-Tarbiyah al-Amaliyah Perdana adalah:
Fariz Wisamul Khoir, 6-B.
Rizqon Lil’ibad, 6-B.
Hammas Ainurroyyan El-Falih, 6-B.
Habib Ahmad Fadillah, 6-B.
Bilal Ali Arsy, 6-C.
Tri Prasetyo Wicaksono, 6-C.
Rahardyan Abdul Fatah, 6-C.
Fazrin Syaibatul Hamdi, 6-G.
Di akhir setiap ujian praktik, setiap kelompok wajib melaksanakan Darsu al-Naqd, yaitu pelajaran bagaimana memberi kritikan terhadap berbagai kesalahan yang terjadi selama pelaksanakan al-Tarbiyah al-Amaliyah.
Kulliyyatul Mua’llimin Al-Islamiyyah (KMI) sebagai kurikulum PMDG, memiliki tujuan utama melahirkan guru-guru muslim, yang dalam hal ini al-Tarbiyah al-Amaliyah-lah kunci utamanya. Dengan kegiatan tersebut dapat diketahui apakah seorang siswa akhir sudah layak untuk menjadi guru yang merupakan hakikat alumni PMDG. Sand88
RIMBO PANJANG – Paska kunjungan Bapak Direktur KMI, Al-Ustadz K.H. Masyhudi Subari, M.A. pada Senin – Rabu (5-7/1), panitia ujian Siswi Akhir KMI 2020 bersegera menindaklanjuti arahan beliau. Diantaranya adalah pengarahan mendalam tentang berbagai materi yang berkaitan tentang tarbiyah amaliyah (ujian praktik mengajar).
Sabtu (11/1), beberapa guru senior yang mengampu materi pelajaran tarbiyah kelas 6, secara bergantian memberikan penjelasan ulang. Bertempat di mushola, kegiatan review materi ini berlangsung dari pagi hingga siang menjelang shalat Dhuhur.
Kemudian, pada Ahad hingga Rabu (12-15/1), guna mendalami kembali materi ujian, panitia Siswi Akhir KMI meminta guru-guru yang kompeten di beberapa materi pelajaran untuk menyampaikan penjelasan dan pendalaman pemahaman. Materi-materi pelajaran tersebut adalah tafsir, tauhid, fiqh, ushul fiqh, musthalahul hadist, balaghah, nahwu, tarikh adab, dan muthalaah.
Kamis (16/1), bertempat di sahah taasi, rentetan kegiatan tarbiyah amaliyah dibuka dan dimulai dengan pengarahan tentang dasar-dasar pendidikan pengajaran di pondok oleh Al-Ustadz Drs. H. M. Ma’ruf Chumaidi. Dilanjutkan dengan orientasi pembelajaran Al-Qur’an dan Tarjamah oleh Al-Ustadz Adnan Asyahibi, Lc. Persiapan masih dilanjutkan dengan orientasi Naqd Tadris Bahasa Inggris oleh Al-Ustadz Farouq M. Syarif, S.Fill.I., lalu orientasi pembelajaran Muhadatsah dan Mahfudzat oleh Al-Ustadz M. Mustofa pada Sabtu (17/1). Kegiatan hari itu ditutup dengan orientasi pembelajaran Khat oleh Al-Ustadz Ali Huddin, S.Th.I.
Untuk mematri pemahaman mereka tentang sekian banyak materi yang diberikan, panitia mengadakan evaluasi/ujian pada hari Ahad sampai Selasa (18-20/1). Dengan pengawalan seluruh guru pembimbing tarbiyah amaliyah, seluruh Siswi Akhir KMI dapat menjawab seluruh pertanyaan yang dilontarkan oleh Bapak Wakil Direktur KMI, Al-Ustadz M. Jamaluddin, M.Pd.I. Farouq
RIMBO PANJANG – Gerakan kepramukaan PM. Gontor Putri 7 menggelar kegiatan Gladian Pimpinan Regu (Pinru) dan Pimpinan Satuan (Pinsa) Gugus Depan (Gudep) di area Lapangan Utama, depan Gedung Indonesia dan Gedung Baru, Senin-Rabu (20-22/1), sore.
Kegiatan ini, sebagai upaya pelatihan
orientasi kepramukaan dasar untuk dapat mengatur dan mengelola regunya
masing-masing, sekaligus penerapan pola kepemimpinan untuk pembinaan lomba
kerjasama dalam suatu pasukan.
Pinsa Pinru di PM Gontor Putri 7 merupakan
kegiatan rutin tahunan di bawah bimbingan Majelis Pembimbing Koordinator
(Mabikori) dan Pengurus Koordinator Gerakan Pramukaan dengan materi sebagai
berikut; system berugu, teknik kepramukaan, Persatuan baris Berbaris (PBB),
serta ketrampilan kepramukaan.
Di akhir kegiatan, panitia menyelenggarakan Perkemahan
Kamis Jum’at (Perkajum) bagi gladian Pinsa Pinru untuk melatih langsung di bumi
perkemahan setelah orientasi kepramukaan selama tiga hari. Elmaliki
Ahlan wa
sahlan fii maydaani-l-jihad- Sudah sejak 5 hari lalu Siswi Akhir
KMI Prominent Generation menjalani karantina. Karantina merupakan istilah dalam
Bahasa Indonesia yang berarti pemisahan atau pengasingan. Begitu pula yang
terjadi di PMDG Putri Kampus 2, (16/1) seluruh pejuang Prominent Generation
tanpa terkecuali mulai mengasingkan diri mereka di Gedung Yerussalem dengan
segala senjata perangnya dalam menempuh Ujian Akhir.
Ujian
Akhir Siswi KMI 2020 (Prominent Generation) Gelombang Kedua sangatlah
membutuhkan persiapan fisik, mental, akademis, dan spiritual untuk menempuhnya.
Ujian yang akan dihadapi terbagi menjadi 3 fase, Praktek Mengajar, Ujian Lisan,
dan Ujian Tulis. Seluruh ujian tersebut menjadi penutup perjuangan Prominent
Generation dalam masa belajarnya di PMDG Putri Kampus 2.
Masa karantina akan berlangsung selama
kurang lebih 2 bulan. Selama itu pula mereka akan
digembleng dalam kebersamaan dan semangat belajar yang tinggi. Para wali kelas
6 KMI bahu-membahu berupaya mendidik mereka dengan mengontrol belajar seluruh
siswa kelas 6 hingga dapat lulus dengan khusnul khotimah Ramadhan nanti.
Di samping mengontrol belajar, karantina juga
bertujuan memupuk ukhuwwah islamiyah antara
siswi yang satu dengan lainnya.
Sebelum
karantina, Jum’at (17/1) Vira Fadhilah /6C, Azizah Qurrota /6B, Digan Zahro /6F
dan Khoirunnida Salsabila /6B merupakan empat orang perwakilan Prominent
Generation untuk meminta doa dan ridho terhadap seluruh anggota Darussalam agar
diberi kemudahan dan kelancaran dalam menghadapi seluruh rentetan Ujian Akhir
Siswi KMI. Amiin hasnab
Gontor Putri Kampus 3 – Jum’at, (17/1) Bagian informasi pusat OPPM Gontor Putri Kampus 3 dibantu pembimbing dari ustadzah mengadakan seminar broadcasting dengan mengundang Pak Happy Chandra, M.Si, sebagai narasumber. Diadakanya seminar ini untuk meningkatkan kemampuan santriwati dalam broadcasting, berbicara, public speaking dan juga dalam berdakwah. Bertempat di Aula Mini Gontor Putri Kampus 3, santriwati kelas 1-5 KMI memenuhi aula ini untuk menjadi peserta yang aktif dalam kegiatan seminar. Namun santriwati kelas 4 dan 3 intensif tidak bisa mengikuti seminar dikarenakan adanya geladi bersih acara Laksana Gembira yang akan diadakan pada bulan yang akan datang.
Kesemangatan
peserta dan seminar yang apik serta mendidik ini membuat tidak satupun mata
tertutup selama seminar ini berlansgsung, seluruh peserta mengikuti sesi demi
sesi yang unik dan menarik, dimulai dengan tata cara berbicara, menjaga kepercayaan
diri, public speaking, hingga hypnotheraphy yang membuat seisi aula
terhipnotis dengan arahan pak Happy Chandra. Beliau benar-benar membawakan ilmu
broadcasting dan dakwah dengan indah dan sangat mengesankan.
Seminar
ini dimulai pukul 08.00-11.00 WIB. Meskipun singkat, namun peserta merasa
sangat senang karena telah belajar banyak hal dalam seminar ini.
Harapannya
dengan terlaksananya seminar ini, santriwati dapat mengambil banyak ilmu dan
pelajaran serta dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga
kelak menjadi generasi penerang umat. Aamiin. Qurrotulaini
Gontor Putri Kampus 3 – Untuk menambah pengetahuan santriwati, maka pada Jum’at (17/1) di Auditorium Gontor Putri Kampus 3 diadakanlah seminar Baca, Cerita dan Menyanyi (BCM) untuk para siswi KMI kelas 4 dan 3 Intensif. Acara ini berlangsung pukul 08.00-11.00 WIB. Diawali dengan sambutan oleh Bapak Wakil Pengasuh yang diwakilkan oleh Al-Ustadz Anwar Fathoni, S.H. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi seminar oleh Al-Ustadz Wuntat Wawan Sumbodo. Dengan penuh semangat beliau memberikan wawasan serta berbagi ilmu kepada para santriwati, begitupun para santriwati mendengarkannya dengan penuh seksama.
Suasana seminar BCM bersama Al-Ustadz Wuntat Wawan Sumbodo
Seminar ini mengajarkan agar santriwati kelak dapat mengajarkan kepada anak-anak bagaimana mengaji yang benar, bagaimana belajar yang tidak membosankan dengan metode membaca, cerita dan menyanyi, serta masih banyak pengetahuan serta pengalaman yang beliau bagikan kepada santriwati saat itu. Griselda91
Mantingan
– Micro teaching
siswi akhir KMI yang diadakan pada hari kamis 16 januari 2020 menjadi gambaran
bagi praktik mengajar perdana yang akan dihadapi kelas 6 pada hari rabu 22
januari 2020, yangmana akan diwakili satu orang perkelas yang terdiri atas 5
kelas, yaitu:
-6B : Yasmin
Fadhilah
-6C : Navila
Salsabila
-6D : Amalia
Salsa
-6E : Martinta
-6F : Digan
Zahro
Inilah tips jitu guru gontor dalam mendidik santrinya, yang apabila cara ini diterapkan dengan sesuai, baik dan benar akan membuahkan suatu kepahaman pada santri.
Micro Teaching kali ini menyampaikan pelajaran “muthola’ah” dengan judul “al-‘ainu”. Seusai pelajaran maka akan dilanjutkan dengan naqdu-t-tadris atau yang biasa kita sebut evaluasi, yang terdiri dari, pertama thoriqoh (tahap mengajar), kedua maddah (penyampaian materi), ketiga ahwal (keadaan guru), keempat lahjah (ucapan guru). Asatidz maupun ustadzah selaku pembimbing juga turut berpartisipasi dalam acara sakral ini yang menjadi sunnah Pondok Modern tiap tahunnya, begitupula Micro teaching akan menjadi syarat kelulusan santri. vi
GONTOR-Koordinator Gerakan Pramuka mengadakan pergantian pengurus Pasus (Pasukan Khusus) Gugus Depan (Gudep) dan Asistent Koordinator Gerakan Pramuka 15089, dari santri Kelas 3 Int dan 4 (Pengurus Lama) ke kelas 3 (Pengurus Baru). Acara ini diselenggarakan oleh Majelis pembimbing Koordinator (MABIKORI) yang di bantu oleh kaka kelas 6, acara tersebut berlangsung pada kamis siang (9/1) untuk Gudep dan jum’at pagi (10/1) untuk Asistent Koordinator di tempat-tempat yang sudah ditentukan.
Acara ini dihadiri oleh Majelis Pembimbing Gugus depan (MABIGUS), Majelis Pembimbing Asistent (MABITEN), kaka kelas 5 dan 6 serta adika-adika kelas 1 sampai kelas 4. Acara diawali dengan pembacaan laporan pertanggung jawaban serta serah terima amanat dari pengurus lama ke pengurus baru, dilanjutkan dengan pesan nasehat dari pembimbing dan diakhiri dengan doa.
Dengan adanya acara pergantian kepengurusan ini pengurus lama dapat mewariskan nilai-nilai kepramukaan kepada para pengurus baru, agar nilai kaderisasi dalam pendidikan Gontor tetap berlangsung. Dengan acara ini, pengurus baru diberi kesempatan untuk belajar berorganisasi dalam kepengurusan Pasus. “Patah tumbuh hilang berganti, belum patah sudah tumbuh belum hilang sudah berganti” semboyan inilah yang selalu diucapkan oleh kiai Hasan Abdullah Sahal dalam pidatonya.AbuFariz