Home Blog Page 24

PMDG Kampus 12 Gelar Haflatu Tilawatil Qur’an, Teguhkan Komitmen Pendidikan Qur’ani Santri

0

SIAK — Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 12 menyelenggarakan Haflatu Tilawatil Qur’an pada Kamis malam, 2 Jumadal Ula 1447 H / 23 Oktober 2025, bertempat di aula pesantren yang berlokasi di Desa Lubuk Jering, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Riau. Acara berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh segenap asatidz serta seluruh santri.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Pengasuh PMDG Kampus 12, Al Ustadz Himmah Azhar Lathif, S.Th.I., melalui seremoni pemukulan bedug yang disusul dengan penyampaian nasihat penuh makna. Dalam tausiyahnya, beliau menegaskan bahwa haflah ini diselenggarakan sebagai bentuk penguatan hafalan, tilawah, dan tadabbur Al-Qur’an di kalangan santri. Menurutnya, Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, melainkan pedoman hidup yang wajib dihidupkan dalam keseharian, karena pada akhirnya Al-Qur’an akan menjadi syafaat bagi para pembawanya di hari kiamat.

“Al-Qur’an adalah petunjuk hidup, dan akan menjadi syafaat bagi yang menghidupkannya. Oleh karena itu, kita wajib menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam setiap langkah kehidupan,” tutur beliau. Pembukaan tersebut ditutup dengan pantun yang menarik perhatian hadirin: pergi ke kantin membeli kacang, untuk dibagi kepada teman; lahir dan batin akan tenang, apabila kita menghidupkan Qur’an.

Haflah ini merupakan implementasi nyata dari sistem pendidikan Pondok Modern yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga pembinaan ruhiyah dan pengamalan praktis terhadap Al-Qur’an. Melalui acara seperti ini, santri dibina agar tidak hanya fasih dalam melantunkan ayat suci secara tartil dan indah, tetapi juga memahami adab, makna, serta keagungan kalamullah. Atmosfer yang tercipta sepanjang acara menghadirkan suasana religius yang hidup, merefleksikan karakter pendidikan Gontor yang integratif dan berorientasi pembentukan generasi qur’ani.

Pada kesempatan yang sama, panitia mengumumkan para pemenang perlombaan dari berbagai kategori, antara lain cabang mujawwadah yang dimenangkan oleh Fadlan sebagai juara pertama dan Naufal sebagai juara kedua. Pada cabang murottalah, juara pertama diraih oleh Wahyu Fadillah, disusul Aqil El Zikra dan Alji Pratama. Cabang adzan dimenangkan oleh Raeyyan Azzikri, diikuti Ahmad Isro’i dan Aqil El Zikra.

Kategori syahril Qur’an dimenangkan oleh Rayon Saudi sebagai juara pertama, Rayon Syanggit di posisi kedua, dan Rayon Aligarh di posisi ketiga. Sementara pada cabang fahmil Qur’an, juara pertama diraih oleh Rayon Aligarh, disusul Rayon Syanggit dan Rayon Saudi. Untuk cabang hifdzul Qur’an, Sayyid Hasan keluar sebagai juara pertama, diikuti Hasyim dan Rezky Afdhal.

Acara ditutup dalam suasana penuh keteduhan jiwa, meninggalkan kesan mendalam akan ruh Al-Qur’an yang benar-benar hidup di tengah denyut kehidupan pesantren. Haflatu Tilawatil Qur’an ini menjadi bukti nyata komitmen PMDG Kampus 12 dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga berakhlak qur’ani dan siap mengabdi bagi agama, nusa, dan bangsa.

(Berita : Aryyo, Foto : Alwi, Reviewer : Winka, Alif, Ghazi)

Related Articles :

Aneka Ria Nusantara Gontor 12: Wujud Cinta Tanah Air dalam Bingkai Ukhuwah

Semarak Tahun Baru Islam, Gontor Kampus 12 Gelar Expo Muharram 1447 H

Peringati Tahun Baru Islam, PMDG Kampus 12 Gelar Malam 1 Muharram Penuh Hikmah

Pimpinan Ponpes Assalam Sukabumi Turun Langsung di Laga Kontra IKPM Riau

0

GONTOR — Pemandangan menarik tersaji di Lapangan Sepak Bola Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Jumat (24/10) pagi. Laga antara IKPM Cianjur–Sukabumi kontra IKPM Riau tersebut mencuri perhatian bukan hanya karena permainan sengit, tetapi juga karena kehadiran K.H. Encep Hadiana, M.Si, Pimpinan Pondok Pesantren Assalam Sukabumi, yang turun langsung sebagai pemain.

Pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi sejak peluit awal. Kedua tim tampil agresif dan saling menekan, menciptakan sejumlah peluang berbahaya di kedua sisi lapangan. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap imbang 0–0.

Kehadiran Kiai Encep di lapangan memberi warna tersendiri. Dengan gaya bermain tenang dan penuh wibawa, ia menjadi sumber semangat bagi rekan setimnya. “Beliau memberi contoh langsung bahwa olahraga bukan hanya tentang menang atau kalah, tapi tentang semangat kebersamaan,” ujar Ustadz Salman Al-Farisi, offisial IKPM Cianjur–Sukabumi sekaligus alumnus Gontor tahun 2022.

Ustadz Salman menjelaskan, tim Cianjur–Sukabumi awalnya berada dalam satu wilayah dengan IKPM Bogor. Namun, karena Bogor membentuk tim sendiri, mereka memutuskan tampil mandiri. “Total ada 26 peserta, dua offisial, dan satu pelatih yang ikut dalam cabang sepak bola, tenis meja, dan badminton,” katanya. Sebelum tampil di Gontor, tim ini telah lolos dari babak kualifikasi Zona Jawa Barat–Banten–Jakarta yang digelar di Pondok Pesantren Daar El-Qolam, Banten.

Di akhir laga, Ustadz Salman menyampaikan harapannya agar turnamen semacam ini dapat digelar secara rutin. “Turnamen ini bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah mempererat ukhuwah dan bernostalgia dengan sahabat lama,” ujarnya.

Turnamen Olahraga Antar PC IKPM se-Dunia 2025 ini menjadi ajang pertemuan ribuan alumni dari berbagai daerah dan negara, yang datang ke Gontor membawa semangat sportivitas, persaudaraan, dan cinta almamater.

(Berita : Ferdi, Foto : Bag. Dokumentasi Peringatan 100 Tahun Gontor, Reviewer : Winka, Alif, Ghazi)

Related Articles :

Pertandingan Seru, IKPM Semarang Tumbangkan IKPM Malaysia

Tulungagung dan Depok Imbang di Laga Futsal Turnamen Olahraga Antar PC IKPM Se-Dunia

Sengit Tanpa Gol, IKPM Banten dan IKPM Kediri Berbagi Poin di Hari Pertama Turnamen Olahraga Antar PC IKPM se-Dunia

Pertandingan Seru, IKPM Semarang Tumbangkan IKPM Malaysia

0

GONTOR — Laga basket antara IKPM Semarang dan IKPM Malaysia membuka Jumat (24/10) pagi dengan tensi tinggi di Gedung Olahraga Pondok Modern Darussalam Gontor. Pertandingan dalam rangka Turnamen Olahraga Antar PC IKPM se-Dunia itu berakhir dengan kemenangan Semarang 34–26 setelah duel ketat selama empat kuarter.

Sejak peluit pertama dibunyikan pukul 07.00 WIB, kedua tim tampil agresif. Skor saling kejar hingga kuarter ketiga, sebelum akhirnya Semarang memanfaatkan keunggulan fisik dan koordinasi untuk unggul di kuarter terakhir. Dukungan suporter menambah semarak suasana di pagi itu.

“Turnamen ini bukan sekadar ajang olahraga, tapi juga wadah mempererat ukhuwah antaralumni,” ujar Arza, pemain IKPM Semarang yang merupakan alumnus Gontor tahun 2013. Ia menuturkan, timnya telah menjalani latihan rutin dan persiapan intensif selama dua bulan menjelang turnamen.

Tim IKPM Semarang diperkuat para alumni lintas angkatan, mulai dari tahun 2011 hingga 2022. Sementara itu, tim IKPM Malaysia juga tampil impresif dengan permainan cepat dan pertahanan solid. Meski belum berhasil meraih kemenangan, sportivitas mereka mendapat apresiasi tinggi dari penonton dan panitia.

Pertandingan ditutup dengan sesi foto bersama yang sarat kehangatan. Kedua tim saling berjabat tangan dan berpelukan, menegaskan bahwa semangat olahraga di Gontor adalah tentang ukhuwwah dan kebersamaan lintas negara, bukan hanya soal menang atau kalah

Turnamen Olahraga Antar PC IKPM se-Dunia ini merupakan bagian dari peringatan 100 Tahun Gontor, sebuah ajang yang mempertemukan alumni dari berbagai penjuru dunia dalam semangat sportivitas dan persaudaraan.

(Berita : Adib, Foto : Bag. Dokumentasi Peringatan 100 Tahun Gontor, Reviewer : Winka, Alif, Ghazi)

Related Articles :

Tulungagung dan Depok Imbang di Laga Futsal Turnamen Olahraga Antar PC IKPM Se-Dunia

Sengit Tanpa Gol, IKPM Banten dan IKPM Kediri Berbagi Poin di Hari Pertama Turnamen Olahraga Antar PC IKPM se-Dunia

Berjuang untuk Bersatu: IKPM Banjarnegara Tunjukkan Semangat Ukhuwah di Lapangan Gontor

Tulungagung dan Depok Imbang di Laga Futsal Turnamen Olahraga Antar PC IKPM Se-Dunia

0

GONTOR — Pertandingan sengit tersaji dalam laga futsal Turnamen Antar PC IKPM se-Dunia yang digelar di Gedung Olahraga Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Kamis (23/10) malam. Dalam pertandingan tersebut, IKPM Tulungagung dan IKPM Depok harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 2–2 dalam duel yang berlangsung cepat dan menegangkan.

Pertandingan dimulai pukul 21.00 WIB dengan tempo tinggi. Depok membuka keunggulan lebih dulu melalui gol Ikhsan di menit ke-8. Namun, satu menit berselang, Fadhillah dari Tulungagung berhasil menyamakan kedudukan lewat sepakan kerasnya. Babak pertama pun berakhir imbang 1–1.

Memasuki babak kedua, intensitas permainan meningkat. Depok kembali memimpin 2–1 setelah Ikhsan mencetak gol keduanya. Meski tertinggal, Tulungagung tidak menyerah. Upaya mereka berbuah hasil ketika Izzul mencetak gol penyeimbang di menit ke-38. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 2–2.

“Dua-duanya tampil dengan performa terbaik dan menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Rafli Hidayatullah, offisial IKPM Tulungagung, seusai laga.

Cabang olahraga futsal Turnamen Olahraga Antar PC IKPM se-Dunia 2025 diikuti oleh 30 tim dari berbagai daerah dan akan berlangsung hingga 26 Oktober. Kegiatan ini menjadi bagian dari perayaan 100 Tahun Gontor yang mengusung semangat sportivitas dan mempererat silaturahmi antaralumni dari seluruh penjuru dunia.

(Berita : Abrar, Foto : Bag. Dokumentasi Peringatan 100 Tahun Gontor, Reviewer : Winka, Alif, Ghazi)

Related Articles :

Sengit Tanpa Gol, IKPM Banten dan IKPM Kediri Berbagi Poin di Hari Pertama Turnamen Olahraga Antar PC IKPM se-Dunia

Berjuang untuk Bersatu: IKPM Banjarnegara Tunjukkan Semangat Ukhuwah di Lapangan Gontor

Laga Basket Hari Pertama: Kediri Tak Beri Celah Untuk Borneo Raya

Sengit Tanpa Gol, IKPM Banten dan IKPM Kediri Berbagi Poin di Hari Pertama Turnamen Olahraga Antar PC IKPM se-Dunia

0

GONTOR — Pertandingan sengit tersaji pada Kamis (23/10) di Lapangan Hijau Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Tim IKPM Banten harus puas berbagi poin dengan IKPM Kediri setelah bermain imbang 0–0 dalam laga sepak bola Turnamen Olahraga Antar PC IKPM se-Dunia.

Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim tampil agresif. Serangan silih berganti dilancarkan, namun rapatnya lini pertahanan dan ketangguhan kedua penjaga gawang membuat laga berakhir tanpa gol. Meski begitu, tensi pertandingan tetap tinggi hingga menit terakhir.

Sorak-sorai penonton mewarnai jalannya pertandingan. Ratusan santri, guru, dan alumni memenuhi sisi lapangan, memberi dukungan hangat bagi tim daerah masing-masing. “Acara ini sangat meriah karena bertepatan dengan peringatan 100 tahun Gontor,” ujar Al-Ustadz Al-Bantani, alumnuns Gontor tahun 2017, seusai laga.

IKPM Banten mengirim 62 peserta yang terbagi dalam tiga cabang olahraga; sepak bola, basket, dan futsal, dengan didampingi enam official serta dukungan penuh dari keluarga dan alumni lainnya. Para pemain merupakan gabungan dari alumni Gontor tahun 2000 hingga 2025, yang sebelumnya menjuarai babak kualifikasi di Pondok Pesantren Daar El-Qolam, Banten, pada Juli lalu.

Menurut Ustadz Al-Bantani, keikutsertaan IKPM Banten bukan semata untuk mengejar kemenangan, tetapi juga untuk mempererat silaturahmi antaralumni. “Pesan yang ingin kami bawa adalah agar ukhuwah islamiyah tetap terjaga dan semangat persaudaraan Gontor terus menyala,” katanya.

Turnamen PC IKPM se-Dunia 2025 ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan 100 Tahun Gontor, yang menghadirkan semangat kebersamaan, sportivitas, dan cinta almamater di antara ribuan alumni dari berbagai penjuru dunia.

(Berita : Ferdi, Ghazi, Foto : Bag. Dokumentasi Peringatan 100 Tahun Gontor, Reviewer : Winka, Alif)

Related Articles :

Berjuang untuk Bersatu: IKPM Banjarnegara Tunjukkan Semangat Ukhuwah di Lapangan Gontor

Laga Basket Hari Pertama: Kediri Tak Beri Celah Untuk Borneo Raya

Turnamen Olahraga Antar PC IKPM se-Dunia Satukan Alumni PMDG, Bangun Generasi Emas Indonesia

Berjuang untuk Bersatu: IKPM Banjarnegara Tunjukkan Semangat Ukhuwah di Lapangan Gontor

0

GONTOR – Kamis (23/10) sore, Lapangan Sepak Bola Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menjadi saksi semangat luar biasa para alumni yang berlaga dalam Turnamen Olahraga Antar Pimpinan Cabang (PC) IKPM se-Dunia. Salah satu tim yang mencuri perhatian datang dari Banjarnegara, yang tampil penuh kerja sama dan sportivitas di bawah teriknya matahari dan riuh sorak para penonton.

Meski berasal dari daerah yang tidak terlalu besar, tim sepak bola IKPM Banjarnegara menunjukkan bahwa semangat dan kekompakan jauh lebih penting daripada sekadar jumlah pemain atau fasilitas latihan. Komunikasi dan koordinasi mereka tetap terjaga, meski para anggota tersebar di berbagai wilayah.

Kekompakan itu rupanya tidak muncul begitu saja. Mereka memiliki tradisi futsalan rutin antaranggota IKPM Banjarnegara, yang tidak hanya menjadi ajang latihan fisik, tetapi juga sarana silaturahmi dan diskusi.

Kerja keras tersebut mulai membuahkan hasil. Dalam salah satu pertandingan, tim IKPM Banjarnegara berhasil menang telak 9–0 melawan IKPM Sudan. Namun bagi mereka, kemenangan bukanlah tujuan utama.

“Ajang ini bukan sekadar mengejar kemenangan, tapi juga mempererat kekeluargaan antaralumni IKPM. Kami jadi lebih saling mengenal dan bisa bersilaturahim langsung dengan para kiai,” ungkap salah satu pemain.

Bertanding di bawah semboyan “Berjuang untuk Bersatu”, para pemain Banjarnegara datang dengan tekad kuat untuk menunjukkan bahwa cabang kecil pun bisa berprestasi. Tim mereka terdiri dari alumni lintas angkatan, mulai dari 2010 hingga 2020, yang sebelumnya telah lolos melalui babak penyisihan tingkat Jawa Tengah.

(Berita : Adib, Ghazi, Foto : Bag. Dokumentasi Peringatan 100 Tahun Gontor, Reviewer : Winka, Alif)

Related Articles :

Turnamen Olahraga Antar PC IKPM se-Dunia Satukan Alumni PMDG, Bangun Generasi Emas Indonesia

Laga Basket Hari Pertama: Kediri Tak Beri Celah Untuk Borneo Raya

Laga Basket Hari Pertama: Kediri Tak Beri Celah Untuk Borneo Raya

0

GONTOR — Cabang olahraga (cabor) Basket dalam Turnamen Olahraga Antar PC IKPM se-Dunia mulai berlangsung Kamis (23/10). Laga perdana mempertemukan dua tim kuat, IKPM Kediri dan IKPM Borneo di Gedung Olahraga PMDG, yang berakhir dengan kemenangan telak untuk tim Kediri 39–6.

Pertandingan dimulai pukul 15.00 WIB dengan atmosfer meriah. Kedua tim tampil agresif sejak awal, saling menekan dan mengejar poin. Kuarter pertama ditutup dengan keunggulan tipis Borneo, 4–2. Namun, memasuki kuarter kedua, Kediri bangkit dengan kerja sama tim yang solid, sehingga mampu membalikkan keadaan dan terus memperlebar jarak skor.

Memasuki kuarter terakhir, tensi pertandingan meningkat. Sorak-sorai suporter Borneo Raya tak henti memberi semangat, tetapi Kediri tampil lebih efektif. Tembakan tiga angka dari Yono Nugroho di menit-menit akhir memastikan kemenangan meyakinkan Kediri sekaligus menutup laga pembuka dengan skor telak.

“Saya sangat senang. Ini lomba basket dengan antusiasme paling tinggi selama saya nyantri,” ujar Yono selepas pertandingan.

Sebelum duel tersebut, pertandingan antara IKPM Jakarta 1 melawan IKPM Sumatera Utara juga menjadi sorotan. Jakarta 2 menang telak setelah tampil dominan sejak awal. “Kami rutin bermain setiap minggu. Kalau ada waktu kosong, langsung ke lapangan,” kata Parlaula Harahap, pemain tim Jakarta 1. “Semoga Gontor bisa mengadakan kompetisi seperti ini setiap tahun,” tambahnya

Cabor basket kompetisi ini diikuti 16 tim dari berbagai daerah dan akan berlangsung selama empat hari, 23–26 Oktober 2025. Ajang ini menjadi bagian dari peringatan 100 Tahun Gontor yang dimaksudkan untuk memperart tali silaturrahim antaralumni lintas zaman.

(Berita : Abrar, Ghazi, Foto : Bag. Dokumentasi Peringatan 100 Tahun Gontor, Reviewer : Winka, Alif)

Related Articles :

Turnamen Olahraga Antar PC IKPM se-Dunia Satukan Alumni PMDG, Bangun Generasi Emas Indonesia

Turnamen Olahraga Antar PC IKPM se-Dunia Satukan Alumni PMDG, Bangun Generasi Emas Indonesia

0

GONTOR – Dalam seremoni pembukaan Turnamen Olahraga Antar PC IKPM se-Dunia pada Kamis (23/10), Kajasdam V Brawijaya, Kolonenl Agus Sulistyo, menyampaikan bahwa Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) harus menjadi pencetak generasi emas Indonesia.

“Setelah 100 tahun, Gontor telah melahirkan kader umat yang berkiprah di masyarakat. Olahraga di sini bukan sekadar olahraga, melainkan media pendidikan dan perekat umat,” ujar beliau. Kolonel Agus Sulistyo sangat berharap turnamen ini dapat menyatukan hubungan antaralumni di seluruh Indonesia, bahkan mancanegara.

Turnamen Olahraga Antar PC IKPM se-Dunia ini sendiri merupakan kompetisi yang mempertemukan ribuan alumnus PMDG yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) dari berbagai penjuru dunia. Puluhan tim siap berlaga dalam beragam cabang olahraga, mulai dari sepak bola, basket hingga futsal.

Riuh sorak peserta dan santri yang memadati area pembukaan di depan Laboratorium Sains PMDG menambah semarak suasana, menandai dimulainya perhelatan akbar yang menjadi bagian dari rangkaian Peringatan 100 Tahun Gontor.

Selain Kajasdam V Brawijaya, pembukaan turut dihadiri oleh Pimpinan PMDG, Ketua Panitita Peringatan 100 Tahun Gontor, seluruh peserta, serta bapak guru dan santri. Dalam sambutannya, Al-Ustadz Assoc. Prof. Dr. Khoirul Umam, selaku Ketua Panitia Peringatan 100 Tahun Gontor menegaskan bahwa turnamen ini bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan wadah mempererat tali silaturrahim antaralumnus.

“Walaupun tidak semua olahragawan, kita bisa berolahraga. Kalau kemarin kita belum bisa masuk Piala Dunia, maka Gontor telah membuat Piala Dunia versinya sendiri,” jelas Ustadz Umam, mengingat bahwa peserta perlombaan ini berasal dari berbagai cabang IKPM di seluruh dunia.

Pimpinan PMDG, KH. Hasan Abdullah Sahal, menutup sambutan dengan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir dan berpartisipasi. “Selamat datang dan terima kasih (untuk) seluruh (alumnus dan pihak) yang hadir disini,” ucap beliau.

Turnamen Olahraga Antar PC IKPM se-Dunia merupakan simbol nyata kekompakan alumni PMDG. Kompetisi ini diharapkan mampu memperkuat silaturrahim lintas generasi dan menghidupkan semangat kebersamaan dalam bingkai olahraga dan pengabdian.

Berita : Bag. Humas dan Publikasi Peringatan 100 Tahun Gontor
Foto : Bag. Dokumentasi Peringatan 100 Tahun Gontor
Reviewer : Bag. Humas dan Publikasi Peringatan 100 Tahun Gontor

Related Articles :

Gontor Gelar Language Championship, Dorong Santri Kuasai Bahasa Internasional

Wali Band di Malam Anugerah Festival Musik Santri: Gontor Adalah Hadiah untuk Indonesia

Vino G. Bastian: Festival Film Santri 2025 Luar Biasa, Film Buatan Santri Bisa Jadi Tuntunan bagi Masyarakat

Syria Lantai 3 Pulang Sebagai Juara Gontor Olympiad 2025

0

GONTOR – Setelah 6 hari penuh aksi mendebarkan dan semangat sportivitas, Gontor Olympiad 2025 resmi ditutup pada Rabu (22/10) sore dalam sebuah upacara yang berjalan dengan khidmat dan lancar di lapangan Gedung Aligarh.

Upacara penutupan dimulai pada pukul 15.30 WIB setelah shalat ashar. Berbagai macam piala yang tersusun gagah ditampilkan di hadapan seluruh hadirin. Lapangan Gedung Aligarh dipenuhi oleh gemuruh sorakan anggota dan pengurus asrama, klub, gugus depan, dan juga panitia dari bapak guru dan Siswa Kelas Akhir Kulliyatu-l-Mu’allimin al-Islamiyyah (KMI) 2026 The Brilliant Generation.

Pimpinan PMDG, Drs. K.H. M. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed., meyampaikan bahwa para santri harus bersyukur atas segala hasil yang diraih. “Kalau hari ini belum berhasil jangan berputus asa, kalau hari ini berhasil jangan berbangga,” ujar beliau dalam seremoni penutupan.

Upacara yang digelar megah sukses menggebrak suasana ribuan santri yang tadinya tegang memikirkan siapa yang akan menjadi juara Gontor Olympiad 2025. Kesunyian itu lalu pecah setelah mendegar juara-juara dari setiap divisi, juga pembacaan keseluruhan poin yang telah diraih oleh asrama dan klub maupun sektor selama 6 hari yang penuh perjuangan.

Asrama Syria Lantai 3 berhasil menutup Gontor Olympiad 2025 dengan prestasi membanggakan; menjadi juara umum dengan mengemas 1783 poin. Disusul asrama Syria Lantai 4 sebagai juara favorit.

Gontor Olympiad menjadi bukti bahwa Gontor memiliki visi yang cerah dan misi yang tegas untuk membentuk karakter santri-santrinya. Sehingga mereka dapat menjadi munzirul qoum (pembina masyarakat) dan munqizul ummah (penyelamat umat) di masa yang akan datang. 

(Berita : Faza, Daniel, Foto : Ataya, Kevin Rahmat, Bintang, Reviewer : Winka, Alif)

Related Articles :

Gontor Olympiad 2025 Tanamkan Nilai Kehidupan Lewat Semangat Sportivitas

Khazanah Pendidikan dalam Gontor Olympiad

Tingkatkan Sportivitas Santri Dengan Gontor Olympiad

Ikraamu-l-‘Ilmi wa-l-‘Ulama, Memuliakan Ilmu dan Ulama

0

Ilmu merupakan cahaya yang menerangi kehidupan manusia untuk sampai kepada rida Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Allah sangat memuliakan ilmu dan para ulama. Dalam Islam, ilmu menempati derajat yang agung, begitu pula ulama yang menjadi pewaris para nabi. Karena itu, umat Islam mesti memuliakan ilmu dan para ulama karena hal itu merupakan bagian dari adab Islami yang utama dan merupakan bentuk penjagaan terhadap warisan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ اِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُوا الْأَلْبَابِ (الزمر: 9)

Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah sama orang-orang yang mengetahui (hak-hak Allah) dengan orang-orang yang tidak mengetahui (hak-hak Allah)?” Sesungguhnya hanya ululalbab (orang yang berakal sehat) yang dapat menerima pelajaran.” (Az-Zumar ayat 9)

إِنَّمَا يَخْشَى اللّٰهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ غَفُوْرٌ (فاطر: 28)

Artinya: “Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Maha Pengampun”  (Fathir ayat 28)

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ الْعَلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْنَارًا وَلَا دِرْهَمًا، وَلَكِنْ وَرَّثُوْا الْعِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ. (رواه أبو داود)

Artinya; “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi, dan para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, mereka hanyalah mewariskan ilmu. Barangsiapa mengambilnya maka ia telah mengambil bagian yang banyak. (HR. Abu Dawud)

Dua ayat Alquran dan sebuah hadis di atas adalah sebagian dari sekian banyak dalil mengenai kemuliaan ilmu dan ulama. Hal ini menunjukkan ketinggian derajat ilmu dan ulama di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan hal ini, penting bagi setiap muslim menerapkan Ikraamu-l-‘Ilmi wa al-‘Ulama dalam kehidupan sehari-hari.

Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Drs. KH. M. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed. menegaskan urgensi mengggaungkan penerapan Ikraamu-l-‘Ilmi wa al-‘Ulama (memuliakan ilmu dan para ulama) sebagai dasar kehidupan santri dan seluruh umat Islam. Kemuliaan santri dan umat Islam terletak pada adabnya terhadap ilmu dan ulama.

Akan tetapi, bentuk memuliakan ilmu dan para ulama harus senantiasa ditempatkan dalam bingkai keilmuan yang benar karena banyak umat Islam yang keliru dalam memaknai penghormatan kepada para ulama. Banyak umat Islam yang tidak menghormati ulama sama sekali dan banyak pula yang terlalu memuliakan hingga berubah menjadi pengkultusan.

Karena itu, umat muslim harus menghormati dan mengamalkan ilmu dengan Ikhlas serta memuliakan ulama karena ilmu yang dimilikinya. Konsep Ikraamu-l-‘Ilmi wa al-‘Ulama dapat menjadi ruh yang memberikan semangat keikhlasan kepada santri, wali santri, guru, hingga kiai dalam menjalankan pendidikan dan pengajaran di Pondok Modern Darussalam Gontor.

Dalam pidatonya, Drs. KH. M Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed. menyampaikan:

“Kita perlu menyebarkan Ikraamu-l-‘Ilmi wa al-‘Ulama karena banyak yang belum melakukannya. Ada yang tidak menghormati ulama, ada juga yang malah memuja secara berlebihan. Padahal yang benar, ilmu itu harus dihormati dengan mencari, mempelajari, dan menjadikan ilmu tersebut dasar dalam bertindak. Begitu pula ulama, kita harus menghormatinya karena mereka pembawa ilmu agama. Itulah makna dari Ikraamu-l-‘Ilmi wa al-‘Ulama.”

(Penulis : Akmal, Nashrul Haq | Foto : Dejuan | Penyunting : Taufiq, Winka)

Related Articles :

“Semua Adalah Mujahid”: Amanat Pimpinan PMDG dalam Apel Tahunan Khutbatu-l-‘Arsy

Pentingnya Literasi dalam Bingkai Pendidikan PMDG

Pesantren Bersinergi Menciptakan Pendidikan Islam Demi Terwujudnya Cita-Cita Indonesia Emas