Home Blog Page 283

SEMINAR PARENTING (MENJADI ORANG TUA HEBAT DI ERA DIGITAL)

0

Mantingan,(Ahad,06 Januari 2019) Menjadi orang tua yang baik dan benar harus dimulai dari dini dengan itu bagian Dewan Mahasisiwi(DEMA) mengadakan seminar  parenting dengan tema menjadi orang tua hebat diera digital dengan pembicara Al-Ustadzah Barokatin Nunziyat S.Psi , pembicara juga seorang psikologi yang sudah menangani beberapa pasien.

uyyy

Dibuka oleh Al-Ustadz Umar Said Wijaya, M.Pd.I dilanjutkan dengan Do’a, Acara dilanjutkan dengan permainan tangan yang dipandu oleh pembicara agar semangat dan antusias dalam seminar tersebut, acara seminar ini memberikan panduan bagaimana cara menjadi orang tua yang handal dan siasat dalam mengajarkan anak pada zaman sekarang ini. banyak pengalaman dan manfaat yang dibagikan dalam seminar ini.

Antusias para peserta terlihat dari banyak nya yang bertanya, pembicara sangat energi dan semangat dalam penyampaian dengan itu acara berjalan dengan meriah dan lancar, acara ditutup dengan pemberian cendera mata oleh panitia perfotoan bersama .FANI

Persiapakan Ujian Siswi Akhir KMI Gelombang 2- Gontor Putri Kampus 2 Adakan Ta’hil Khot

0

Mendekati Ujian Gelombang Kedua Siswi Akhir KMI 2019, Kulliyatul Mu’allimat Al-Islamiyah (KMI) Gontor Putri Kampus 2 mengadakan Ta’hil Khot khusus untuk Siswi Akhir KMI dan pengajar khot bersama pakarnya yaitu Al-Ustadz Muhammad Nur, Lc, M.A.

Ta’hil yang berletak di pelataran Rayon Damaskus ini di mulai pukul 20.00 WIB hingga 22.00 WIB. Meski dengan waktu yang singkat, tapi banyak ilmu dan pengalaman  yang di dapat sebagai motivasi untuk selalu melatih diri dalam menulis khot dengan baik dan benar.

Pada kesempatan kali ini, para peserta tidak hanya melihat tetapi berkesempatan untuk mempraktekkan secara langsung di bawah bimbingan Al-Ustadz Muhammad Nur, Lc, M.A.

Khot bukanlah bakat, yang mengatakan khot bakat itu adalah sebuah perkataan yang harus di revisi. Di zaman milenial tidak ada kata-kata khot itu bakat, karena sekarang semua peralatan khot sudah memadai. Khot merupakan ketrampilan yang harus selalu di latih. Jadi, apabila di awal itu susah adalah hal yang biasa karena yang di butuhkan hanyalah waktu” ungkap Al-Ustadz Muhammad Nur, Lc, M.A.hasnab

 

DEMA Gontor Putri Kampus 2 Adakan “Seminar Sains Al-Qur’an”

0

Gontor Putri Kampus 2- Dewan Mahasiswi Unida Divisi Mantingan atau yang kerap di sapa dengan DEMA, mengadakan seminar dengan mengusung tema yang bertajuk Sains Al-Qur’an. Dengan pembicara Al-ustadzah Dr. Ulya Fikriyati, Lc, M.Ag.

Acara yang berlangsung di Aula Beirut ini di mulai pada pukul 14.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB, seluruh mahasiswi guru aktif Gontor Putri Kampus 2 hadir dalam acara tersebut. Meskipun dengan waktu yang singkat, tetapi berlimpah pelajaran dan pengalaman hidup yang di dapat peserta sabagai motivasi untuk lebih memahami dan mendalami Sains Al-Qur’an.

Sains yang di kembangkan oleh ilmu Al-Qur’an tidak boleh tujuannya semata-mata hanya untuk ilmu pengetahuan saja. Inilah bedanya ilmu sains kita dengan ilmu sains umum. Kalau sains umum melakukan penelitian tentang bumi karena ingin mengetahui tentang bumi saja tetapi apabila Islam melakukan penelitian tentang bumi yang ingin di capai adalah meningkatkan keimanan kepada Allah.” begitu yang di ucapkan oleh Al-Ustadzah Dr. Ulya Fikriyati, Lc, M.Ag dalam seminarnya.hasnab

 

 

 

Primago Berikan Donasi 5 Juta Rupiah Untuk Santri Korban Tsunami Palu

0

Darul Qiyam, 30 Desember 2018 Bimbel Primago yang dikelola oleh Awaluddin, Alumni Gontor tahun 2006, berkunjung ke Gontor Kampus 6 Darul Qiyam. Kunjungan dengah peserta yang berjumlah 78 orang ini bertujuan untuk bersilaturahmi dan mengenal Pondok Modern Darussalam Gontor lebih luas.

Acara dibuka dengan sambutan dari salah satu pengurus Primago. Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan singkat oleh Al-Ustadz Suwarni, S.Th.I mengenai sistem dan pola Pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor. Tidak hanya itu, mereka pun diberikan kesempatan untuk melihat langsung proses pendidikan yang sedang berjalan di dalam pondok.

Acara ini ditutup dengan pemberian donasi kepada salah satu santri yang keluarganya tertimpa musibah tsunami di Palu. Santri yang diberi donasi ini bernama Muhammad Fauzul Adzim, kelas 1B. Dia merupakan salah satu santri baru di Gontor Kampus 6. Pemberian donasi sebesar 5 juta rupiah digunakan untuk melunasi pembayaran uang sekolah dan kubutuhan harian santri tersebut.

Pemberian Donasi Kepada Santri Korban Tsunami Palu
Pemberian Donasi Kepada Santri Korban Tsunami Palu

Kiai Akrim Hadiri Reuni Akbar Alumni Ponpes Darul Hijrah, Banjarmasin

0

Banjarmasin-Sabtu (29/12) pagi K.H. Akrim Mariyat, Dipl. A. Ed., Ketua I Badan Wakaf PMDG, Hadir dalam Reuni Akbar IKPDH (Ikatan Keluarga Pondok Darul Hijrah). Acara 5 tahunan ini diisi dengan beberapa rentetan acara, termasuk pergantian Pengurus IKPDH dan Sarasehan Bersama Kiai Gontor. Pondok Pesantren Darul Hijrah ini didirikan tahun 1986 oleh Alumni Gontor di Kalsel dan memiliki sejarah yang sangat dekat dengan Gontor.

Acara dimulai pukul 09.30 WITA, diawali dengan laporan Umum dari Ketua IKPDH lama, dilanjutkan dengan pelantikan Pengurus baru. Diumumkan pada kesempatan ini ketua IKPDH yang baru periode 2018-2023 adalah Al-Ustadz Mubarak Alwi Azmy alumni tahun 1998. Kemudian dilanjutkan dengan Sambutan dari Penasehat IKPDH yang juga salah satu Pimpinan Pondok, K.H. Zarkasyi Hasbi, Lc.

Setelah rentetan pelantikan selesai, barulah Sarasehan dimulai pukul 11.00 WITA. Kiai Akrim sebagai pembicara dalam sarasehan dengan tema “Pesantren Sebagai Basis Kader Pemimpin Umat”. Beliau berbagi hikmah dan pelajaran tentang sejarah Gontor dan nilai-nilainya. AaRum

Meningkatkan Potensi Mengajar di Pelatihan Guru

0

Gontor Putri Kampus 1– Segala sesuatu yang dilihat, didengar dan dirasakan adalah pendidikan. Didalam pendidikan itulah terjalin jiwa yang kuat yang sangat menentukan filsafat para santriwati. Untuk mewujudkan itu semua, dibutuhkan pula pendidik atau guru yang berpotensi tinggi dalam berbagai bidang, termasuk pada bidang mengajar.

Guru merupakan ujung tombak pendidikan sebab secara langsung berupaya mempengaruhi, membina dan mengembangkan peserta didik. Sebagai ujung tombak, guru dituntut untuk memiliki kemampuan dasar yang diperlukan sebagai pendidik, pembimbing dan pengajar. Kemampuan tersebut tercermin pada kompetensi guru. Dalam meraih mutu pendidikan yang baik, sangat dipengaruhi oleh kinerja guru dalam melaksanakan tugasnya, sehingga menjadi tuntutan penting untuk mencapai keberhasilan pendidikan. Maka dari itu guna meningkatkan kualitas guru, Gontor mengadakan pelatihan guru dalam mengajar materi di kelas.

Kegiatan pelatihan bagi guru merupakan upaya untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan guru. sehingga diharapkan dapat memperoleh keunggulan kompetitif dan dapat memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya. Dengan kata lain, mereka dapat bekerja secara lebih produktif dan mampu meningkatkan kualitas kinerjanya.

Dalam rangka peningkatan potensi para guru dalam mengajar, staf KMI (Kulliyyatul Mu’allimat Al-Islamiyyah) mengadakan pelatihan guru. Maka KMI menetukan materi-materi yang berbasis sulit dipahami dan diajarkan. Agar para guru dapat meningkatkan kualitas mengajar dan pemahaman terhadap materi tersebut.

Pelatihan ini diadakan di hari yang telah ditentukan oleh staf KMI, pembicara atau pembahas pelatihan ini ialah para guru senior atau asatidz. Dan diikuti oleh para guru KMI yang mengajarkan materi yang telah ditentukan. Adapun materi yang telah ditentukan dan pembicaranya ialah;

NO Pelajaran Mu’ahhil
1 Tarikh Adab Al-Ustadz H. Ismail, BA
2 Reading Al-Ustadz Ari Rahmat,MA
3 Tafsir Al-Ustadz H. Asif Trisnani, Lc, M.A
4 Shorof Al-Ustadz Dr. KH. Fairuz Subakir, M.A.
5 Tauhid Al-Ustadz Muhammad Zainul Arifin, S,Ag.
6 Dinul Islam Al-Ustadz Laukhan Akhda Sarjana, S.Th.I
7 Khot Al-Ustadz Muhammad Nur, Lc, M.A
8 Fiqh Al-Ustadz KH. Ahmad Suharto, M.Pd.I
9 Matematika 5 Al-Ustadz Suyanto, M.A.
10 Mahfudzot Al-Ustadz Hifni Nasif, M.Ud
11 Tamrin Lughoh Al-Ustadz Dr. KH. Fairuz Subakir, M.A.
12 Mustholahul Hadist Al-Ustadz KH. Ahmad Suharto, M.Pd.I
13 Matematika 3 Al-Ustadz Achmad Fajarudin, S.H.I, MA
14 Adyan Al-Ustadz Laukhan Akhda Sarjana, S.Th.I
15 Tarbiyah Al-Ustadz H. Ismail, BA
16 Ushul Fiqh Al-Ustadz H. Wahyudi Bakri, LLM, MA
17 Tarikh Islam Al-Ustadz KH. Umar Said, MA

Begitulah salah satu kegiatan di Pondok Modern Darussalam, dengan harapan guru dapat meningkatkan kualitas mengajar dan pemahaman terhadap materi tersebut. Ghariza

MISS CAMPUS 2019 ( SURVIVAL GENERATION)

0

Mantingan(rabu,02/01/18) bendera fakultas mengiringi para Delegasi miss campus 2019 dengan senyum dan gerak yang elok delegasi  memasuki panggung yang meriah dengan warna putih, orange dan ungu mengkombinasi dekorasi malam itu. Delegasi diambil dari setiap prodi fakultas. Acara Dibuka oleh Al-Ustadz Umar Said Wijaya,M.Pd.I dilanjutkan dengan Do’a oleh Al-Ustadz Muhammmad Fathan Aziz,Lc, acara ini juga mengumumkan IPK tertinggi yaitu Mega Erina Manasikana, Nur Rohmatul Mufidah, Anugrah Mustika, Friska Rindra.

wseeeeee

Antusiasme penonton pun mulai meramaikan Aula Pertemuan Gontor Putri Kampus 2 yang kala itu menjadi saksi bisu atas kompetisi bergengsi itu . Perlombaan dibagi menjadi 3 bagian , 1. Delegasi antar prodi mengambil amplop yang berisi nomor urut untuk menjawab pertanyaan, 2. Babak  rebutan untuk menjawab soal dan 3 delegasi menunjukkan kemampuan masing masing yang ditentukan oleh juri. Kompetensi dimulai sebelum acara diatas panggung seperti catur, tenis meja, membuat poster iklan , membuat cerpen, memasak dengan makanan yang ditentukan oleh juri yaitu pempek dan sayur daun pepaya.

Takhta Miss campus dengan Samir merah menyala tanda simbolisasi Miss campus  itu disematkan  kepada Choirotun Nisak prodi pendidikan agama islam, dilanjutkan dengan juara 2 Sumayyah Alifatun Qonita prodi pendidikan bahasa arab juara 3. Nabila Rohmatillah prodi aqidah filsafat islam ,juara 4. Dwi Kurnia Nurunisa prodi hukum ekonomi syariah ,juara 5. Meydina Rizka Anggraini prodi studi agam-agama, juara 6. Siti Nur Aini prodi ilmu qur’an dan tafsir , juara 7. siti nasriah prodi perbandingan madzhab , jauara 8. Mulya Fantika prodi ekonomi islam. The best make up miss campus 2019 adalah Siti Nur A’ini dirias oleh ilafi weharima dan the best poster fakultas ekonomi islam oleh nur addiena.

Acara dimeriahkan dengan penampilan  marawis dari angkatan ke 1 ,Dan  penampilan beat box dari angkatan ke 2 dan dilanjutkan foto antar Fakultas dan panitia miss campus 2019. Diharapakan dengan diadakan acara ini menyongsong mahasiswi lebih sitti-l-kul dan mengembangkan bakat yang dipunya.

FANI

 

 

 

 

 

 

 

Mengingat Kembali Segment Gontor Disetiap Kunjungan; “Mencerdaskan Kehidupan Ummat”

0

Gontor berdiri diatas dan untuk semua golongan”. Gontor tidak condong pada sesuatu, tidak fanatik dalam sesuatu, dan tidak memihak diantara sesuatu. Karenanya, semua boleh berkunjung, asal mau menuruti kedisiplinan dan peraturan yang berlaku. Dengan hal ini pula yang menjadikan Gontor tetap eksis dan berkembang. Semua terbukti dengan wujud adanya kunjungan dari berbagai lembaga pendidikan secara silih-berganti. Para pengunjung memilki tujuan dan niat yang sama, yakni ingin mengetahui eksistensi dan kemajuan Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 dalam sudut pandang keilmuan, skill, kedisiplinan, unit usaha dan lain sebagainya.

Adapun kunjungan tersebut berkisar 2-5 hari, dengan jumlah setiap rombongannya mencapai 20-30 santriwati/ mahasiswi dan setaranya. Mereka diarahkan oleh beberapa pembimbing dari ustadzah maupun kelas 6 yang menjelaskan nilai-nilai kehidupan Gontory dan memberikan beberapa informasi seputar kepondokmodern-an. Para pengunjung terlihat sangat antusias dan bersemangat untuk berkeliling siang maupun malam demi memperhatikan seksama berbagai macam kegiatan yang berlangsung di area Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1. Tak hanya berkeliling dan mengamati, mereka turut berpartisipasi dalam sejumlah acara yang berbau skill, olahraga dan juga sistem belajar-mengajar. Mereka juga mengunjungi berbagai unit usaha yang berdiri didalam Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1. Adanya unit usaha didalam Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1 ini, tidak hanya semata karena ekonomi produktif, melainkan adanya pelatihan kecakapan-kecakapan bagi para mahasiswi guru untuk memberikan bekal bagi mereka di masa yang akan datang. Para pengunjung sangat tertarik dan termotivasi atas pembangunan unit-unit usaha tersebut.

Para pengunjung yang telah berkunjung ke Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 di akhir tahun ini mencapai 15 pengunjung, dintaranya:

1 10 December 2018 PP MUALLIMAT YOGYAKARTA
2 11 December 2018 YAYASAN AISYIAH, CEPU
3 13 December 2018 AL-MUQODASS, CIREBON
4 13-14 Desember 2018 AL – GHAZALI, BOGOR
5 14 December 2018 SMP MUHAMMADIYAH DAARUL ARQOM, KARANGANYAR
6 16 December 2018 GRIYA MANTAB AL-QUR’AN. LAMPUNG
7 19-21 Desember 2018 AL-AMANAH GONTORY, TANGERANG
8 20-21 Desember 2018 DAARUL QUR’AN
9 22 December 2018 NURUL HAROMAIN
10 26 December 2018 AZ- ZIKRA
11 27 December 2018 PP BANI TAMIM,TANGERANG
12 27 December 2018 BIMAGO, BOGOR
12 29-30 Desember 2018 BIMAGO, SEMARANG
13 29 December 2018 PRIMAGO, JAKARTA
14 29 December 2018 TARBIYATUL MU’ALLIMIN

AL-ISLAMIYAH AN-NAJIYAH

15 1-3 Januari 2019 AN-NUQTHAH, TANGERANG

Semua hal yang ada di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1, mereka serap, mereka pelajari, dan mereka terapkan. Dan inilah yang dimaksud oleh Gontor dengan prinsip sekmennya, “Mencerdaskan Kehidupan Ummat”. Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan para pengunjung dapat termotivasi dan terinspirasi atas berbagai kegiatannya. Gontor bukanlah sebuah lembaga ekonomi, bukan juga sebagai lembaga politik, melainkan sebuah lembaga pendidikan yang kehadirannya dibentuk untuk mencerdaskan kehidupan ummat.

Silaturahim Dengan Kiai, Ifan Seventeen: Sempat Bercita-cita Belajar di Gontor

0

GONTOR—Rabu pagi (2/1), Reifian Fajarsyah atau biasa disapa Ifan, vokalis grup band Seventeen kunjungi Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Ifan adalah satu-satunya personil Band Seventeen yang selamat pasca bencana tsunami yang melanda Pantai Carita, Anyer, Banten pada hari Sabtu (22/12). Pada saat itu mereka sedang tampil mengibur penonton di atas panggung yang tepat membelakangi bibir pantai. Selain ketiga sahabatnya, Ifan juga kehilangan istrinya, Dylan Sahara yang berasal dari Ponorogo.

Didampingi oleh sang mertua, Bapak Supriyanto, ayah dari alm. Dylan Sahara, Ifan bersilaturahim dengan KH. Hasan Abdullah Sahal dan KH. Syamsul Hadi Abdan di kantor pimpinan PMDG. Selain untuk bersilaturahim dengan Kiai Gontor, kunjungan Ifan juga dilatarbelakangi oleh keinginannya bertemu dengan salah seorang teman dekat istri tercintanya saat duduk di SMPN 1 Ponorogo, yakni Alfi Radhia Lilla atau akrab disapa Dila, yang merupakan putri ke-5 Kiai Hasan.

Pada kesempatan itu, Mbak Dila sempat menunjukkan kepada Ifan dan keluarga Dylan album foto semasa mereka SMP dulu. Mata Ifan terlihat berkaca-kaca melihat foto sang Istri semasa remaja. Sambil tersenyum memandangi isi album, ia mendokumentasikan kenangan tersebut dengan mengambil gambar beberapa foto menggunakan gadget-nya.

“Dylan dulu pernah cerita juga kalau punya teman namanya Dila, jadi hampir mirip, Dylan dan Dila,” ungkap Ifan. Ia juga mengatakan bahwa salah satu sifat yang ia kenang adalah kecerewetan Dylan. “Dylan anaknya cerewet kan mbak?” tanya Ifan bernada canda. “hehe, iya,” balas Mbak Dila.

IMG20190102091828Di tengah pembicaraannya, Ifan mengungkapkan bahwa dahulu ia sempat bercita-cita untuk belajar di Gontor, tetapi belum kesampaian. Ia bercerita bahwa pamannya juga merupakan alumni Gontor tahun 80/90-an. Walaupun begitu, ia sangat bersyukur dapat bersilaturahim dengan para Pimpinan PMDG hari ini atas takdir Allah kepadanya.

Setelah berbincang kurang lebih satu setengah jam, Ifan beserta rombongan pamit untuk pulang. Kiai Hasan bepesan agar Ifan dan keluarga senantiasa sabar, tawakkal, ikhlas, dan ridho terhadap segala ketentuan Allah Subhanahu wata’ala, serta dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari semua peristiwa yang menimpanya.

Sebelum pulang, Kiai Hasan menghadiahkan sebuah buku karyanya, ‘allamatni-l-hayat jilid 1 kepada Ifan, lengkap dengan Warta Dunia Pondok Modern beserta kaset Panggung Gembira. Semoga Ifan dan keluarga diberi kekuatan oleh Allah menghadapi musibah ini, sehingga dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari takdir yang telah ditetapkan oleh Allah Subhanahu wata’ala.brada

 

 

 

Kiai Syamsul: Fathul Kutub adalah Wadah untuk Membangun Miniatur Ulama Intelektual

0

GONTOR – Pada hari Rabu (26/12), K.H. Syamsul Hadi Abdan hadir dalam penutupan acara Fathul Kutub Siswa Kelas 5, yang juga pada minggu sebelumnya beliau yang membuka secara resmi kegiatan tersebut. Beliau hadir bersama Direktur KMI, K.H. Masyhudi Subari, M.A. dan salah satu wakilnya, Al-Ustadz H. Farid Sulistyo, Lc. bersama para asatidz pembimbing kegiatan Fathul Kutub.

Acara penutupan ini dibagi menjadi dua sesi: sesi penulisan kesan-kesan (al-Inthiba‘at) selama mengikuti kegiatan tersebut dan sesi penutupan secara resmi kegiatan Fathul Kutub oleh Bapak Pimpinan Pondok. Pada sesi yang pertama, seluruh siswa diwajibkan untuk menuliskan kesan mereka menggunakan bahasa Arab dengan harakat sempurna. Kemudian setelah jam istirahat pertama sebelum beranjak pada sesi selanjutnya, Bapak Direktur menguji beberapa siswa untuk maju dan membacakan kesan-kesannya. Beberapa mendapat pujian dan beberapa juga langsung mendapat perbaikan, namun secara keseluruhan beliau bangga dengan kemampuan tata bahasa Arab yang dimiliki siswa Kelas 5 tahun ini.

Sesi kedua dimulai tepat pada pukul 09.30 WIB, dengan agenda pesan dan nasehat yang disampaikan oleh Pimpinan Pondok sekaligus menutup secara resmi seluruh rentetan kegiatan Fathul Kutub kelas 5 tahun ini. “Jangan sampai terlewat dan agar selalu kalian ingat! Bahwa tujuan diadakannya kegiatan ini adalah sangat mulia, agar kamu dapat membaca dan memahami ilmu yang tertulis dalam kitab yang berbahasa Arab gundul tanpa harakat (Kitab Kuning), kemudian agar kamu dapat mengetahui inilah warisan ilmu pengetahuan yang ditinggalkan oleh para Ulama terdahulu sebagai suatu hal yang tak ternilai harga nya, dan yang terakhir ini adalah merupakan wadah untuk mempraktekkan sudah sampai dimana kemampuan berbahasa kalian, maka beruntunglah bagi siswa yang mengikuti kegiatan ini dengan khidmat dan sungguh-sungguh, karena Fathul Kutub inilah yang merupakan sebuah wadah untuk membangun miniatur Ulama intelektual” jelas Kiai Syamsul dalam nasihatnya.

Perlu diketahui, bahwa kegiatan Fathul Kutub kali ini diselenggarakan sejak hari Rabu (19/12) sampai dengan hari Rabu (26/12) berikutnya, dengan melibatkan seluruh siswa kelas 5 yang berjumlah 623 siswa dari kelas 5 B sampai dengan kelas 5 R, dan terbagi dalam 41 kelompok diskusi. habibur_hmz