Home Blog Page 282

IslamiIc Wear Exhibition; It isn’t just fashion its about mentality

0

Hal yang sangat memprihatinkan pada ummat zaman sekarang adalah gaya berbusana, khususnya bagi wanita. Gontor Putri Kampus 1sebagai Lembaga Pendidikan khusus putri turut andil dalam mendidik santriwati dalam berbusana bukan hanya bagaimana seharusnya berpakaian bagi seorang muslimah, tetapi lebih dari itu Gontor Putri Kampus 1membentuk mentalitas santriwati bahwa bukan syari’ah yang harus mengikuti fashion, tetapi fashion-lah yang harus bedasarkan syari’ah. Salah satu media Pendidikan Gontor dalam hal tersebut adalah dengan mengadakan Islamic Wear Exhibition (IWE), acara ini merupakan pameran busana-busana wanita yang diadakan sendiri oleh pihak Annisa Tailor Gontor Putri Kampus 1, yang khusus dipersembahkan untuk santriwati Gontor Putri Kampus 1.

IWE beberapa waktu terakhir rutin diadakan dua tahun sekali diadakan pada Senin malam tanggal 17 Desember 2018. IWE bertujuan membuka pandangan para santriwati seputar alternatif gaya berbusana yang modis dan tetap sesuai syari’ah.  Annisa Tailor Gontor Putri Kampus 1 kali ini menunjukkan lebih dari 100 varian busana muslimah. Acara ini juga menanamkan jiwa kemandirian, bahwa semua pihak berhak memilih dan memiliki style sendiri, tidak harus selalu mengikuti tren yang  apalagi jika tren tersebut tidak sesuai dengan syari’ah. Tidak hanya itu acara ini juga menanamkan mentalitas santriwati untuk tidak selalu bergantung pada tren zaman dan terkesan ikut-ikutan, tetapi menciptakan tren sendiri dengan mamacu kreatifitas dan produktifitas. Seperti biasa, Gontor Putri tidak pernah absen melibatkan santriwati dalam acara-acara tertentu sebagai media pendidikan, begitu juga dalam IWE panitia mengikutsertakan lebih dari 100 santriwati dalam peragaan busana. Hal itu tidak lain untuk memberikan kesan yang melekat pada santriwati sehingga tujuan diadakannya acara ini lebih mengena.pearl.

 

Scout Party Ajang Pembinaan Mental Santriwati

0

Gontor Putri Kampus 1Ar-rahatu fii tabaaduli a’maal, begitulah syiar tersebut digaungkan di Pondok Modern Darussalam Gontor, syiar itu mengindikasikan bahwa Gontor tidak beristirahat kecuali pada pergantian dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya. Gontor selalu meningkatkan segala aspek kegiatan, karena segala sesuatu yang dilihat dan dirasakan di dalamnya ialah pendidikan,termasuk kegiatan kepramukaan.

Kepramukaan ialah salah satu kegiatan di Gontor yang di dalamnya terkandung nilai-nilai pendidikan, diantaranya ukhuwah islamiyyah. Dalam meningkatkan kegiatan ini, maka Gontor mengadakan latihan kepramukaan. Kegiataan ini diadakan setiap hari kamis siang di 3gugusdepan masing-masing. Latihan pramuka sangatlah penting, karena di dalamnya para andika dibina dengan pembinaan mental yang baik dan pelatihan kerja sama (team Work) yang kuat.

Pembinaan anggota muda Gerakan Pramuka sebagai peserta didik tidak hanya dilakukan di gugusdepan saja, juga melalui latihan rutin mingguan. Setiap golongan dalam Gerakan Pramuka baik Penggalang maupun Penegak memiliki sarana tersendiri dalam mengembangkan wawasan, pengetahuan dan pengalaman. Salah satu sarana tersebut juga berbentuk acara kebersamaan, seperti Scout Party.

Scout Party adalah sarana pendidikan yang mengajarkan peserta didik untuk bergaul, berkarya, bersaing dan mengembangkan wawasan, pengetahuan dan pengalamannya. Pertemuan besar pada setiap golongan memungkinkan anggota dari satu gugusdepan bertemu dengan anggota dari gugusdepan lain. Hal ini dapat menguatkan persaudaraan antar anggota Gerakan Pramuka. Juga merupakan ajang berbagi pengalaman dengan apa yang didapat dari satu gugus depan ke gugus depan lainnya.

Salah Satu Perlombaan di Scout Party
Salah Satu Perlombaan di Scout Party

 

Guna meningkatkan pembinaan mental para santriwati melalui kepramukaan, maka Majelis Pembina Koordinator Harian (Mabikori) mengadakan Scout Party atau pesta pramuka antar gugusdepan. Acara ini bertepatan pada tanggal 3 Januari 2019 dan bertempat di Auditorium Gontor Putri Kampus 1, kemudian dibuka dengan sambutan Al-Ustadz K.H Ahmad Suharto, M.Pd.I selaku wakil pengasuh Gontor Putri 1. Acara ini juga merupakan persembahan terakhir Koordinator Gugusdepan Gerakan Pramuka di akhir masa jabatan mereka.

Di acara ini terdapat berbagai macam perlombaan, diantaranya; fashion show, hear me, find me, dll. Perlombaan tersebut umumnya dimenangkan oleh gugusdepan 17-74 dengan ketua gugusdepan Dhea Fairuz. Begitulah salah satu cara Gontor dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan para santriwati melalui berbagai kegiatan. Ghariza

Gontor Putri 1 Kembali Mengkader Pemimpin Baru

0
Pergantian Pembina Gugusdepan di Gugusdepan masing-masing
Pergantian Pembina Gugusdepan di Gugusdepan masing-masing

Gontor Putri- Sejarah pasang surutnya pondok-pondok di tanah air, memberikan pelajaran kepada para pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor tentang pentingnya perhatian terhadap kaderisasi. Sudah banyak riwayat tentang pondok-pondok yang maju dan terkenal, tetapi kemudian menjadi mundur dan bahkan mati setelah pendiri atau kyai pondok tersebut meninggal dunia. Di antara faktor terpenting yang menyebabkan kemunduran ataupun matinya pondok-pondok tersebut adalah kaderisasi yang masing kurang baik.

Bercermin pada kenyataan ini, Pondok Modern Darussalam Gontor memberikan perhatian terhadap upaya menyiapkan kader yang akan melanjutkan cita-cita Pondok salah satunya ialah dengan mengadakan pergantian Pembina Gugus Depan (Bindep) disetiap Gugusdepan. Acara ini bertujuan untuk mewariskan nilai-nilai kepramukaan kepada para pengurus baru, agar nilai kaderisasi dalam pendidikan Gontor tetap berlangsung. Dengan acara ini, pengurus baru diberi kesempatan untuk belajar berorganisasi.

Acara ini berlangsung pada tanggal 3 Januari 2019, pemungutan suara dilakukan secara demokratis yaitu dengan pemungutan suara di setiap gugusdepan masing-masing. seperti dalam semboyan Pondok ‘siap dipimpin dan mau memimpin’ pada hari ini pun akan terukir sejarah baru dengan memunculkan sosok pemimpin yang diharapkan pendidikan ini dapat bermanfaat nantinya untuk bekal santriwati bagi umat dan bangsa. Alya.

Festival Santriwati Sitti-l-Kull (FSS) Kembali Diadakan

0

Gontor Putri 1– Para santri di Gontor dididik melalui proses yang telah dirancang secara sistematik untuk dapat memperluas wawasan dan pengetahuan mereka. Santri tidak hanya diajari pengetahuan, lebih dari itu mereka diajari cara belajar sebagai kunci untuk membuka gudang pengetahuan. Kyai sering berpesan bahwa pengetahuan itu luas, tidak terbatas, tetapi tidak boleh terlepas dari budi yang tinggi, sehingga seseorang itu tahu untuk apa ia belajar serta untuk apa ia menambah ilmu.

Pendidikan ini terealisasikan dengan diadakannya acara Festival Santriwati Sitti-l-Kull (FSS), acara ini diselenggarakan pada tanggal 28 Desember 2018 sampai dengan 5 Januari 2019. Sittil kull adalah istilah dari Mesir yang dibawa oleh Al-Ustadz Sutadji Tadjuddin untuk menyatakan perempuan yang serba bisa di berbagai bidang (sayyidatu kulli syaiin), baik dalam aspek keagamaan, keputrian, olahraga, bahasa, kepramukaan maupun seni. Semua komponen inilah yang menjadi tolak ukur mar’ah sholihah ala Gontor Putri yang dipersiapkan menjadi pendamping pejuang yang mengerti arti perjuangan.

Acara ini dibuka langsung oleh Bapak wakil pengasuh Gontor Putri Kampus 1 Al-Ustadz K.H Ahmad Suharto, M.Pd.I di Auditorium Gontor Putri 1. Acara ini berlangsung selama 10 hari, seluruh santriwati ikut berpartisipasi dengan dibagi menjadi dua kategori yaitu; pertama, kategori kontingen bagi santriwati yang akan bersaing secara individual bersama pondok-pondok alumni yang mengirim utusannya, setelah melewati perlombaan selama 10 hari, peserta terbaik akan dipertemukan di babak selanjutnya dengan menunjukkan berbagai kelebihannya. Kedua, kategori yang mencakup seluruh santriwati yang nantinya sepuluh santriwati terbaik akan masuk ke babak selanjutnya dengan menunjukkan kelebihannya di depan warga Darussalam lainnya. Adapun kejuaran Festival Santriwati Sitti-l-Kull (FSS) yaitu;

JUNIOR

No

Nama

Kelas

1 Rasiyqah Maulidia Syam

2D

2 Selvany Neta Agista

2J

3 Atya Azharina Aziz

2D

4 Sri Akrima Zawati Agustian

2D

5 Chintya Auria Putri

1 INT C

6 Vivi Ardina Irawan

2B

7 Alvina Handayani

2I

8 Avina Najla Khoerunnisa

2F

9 Abidatur Rosyidah Amalina Mufidah

1C

10 Alfina Kayla Addunya

2F

SENIOR

No

Nama

Kelas

1

Mazaya Anindya Nasywa

4J

2

Shofa Salsabila

3D

3

Fatimah Azzahra Kartadinata

4E

4

Yuanda Adelia Murti

4C

5

Gadis Afifah Nur Ismah

4B

6

Fauziah Nur Rahmah

4B

7

Qisthi Ummu Khoir

4I

8

Nabila Dwi Syahreni

3B

9

Alifia Warda Nabila

4G

10

Shaffa Aulia Kaffa Billa

4F

KONTINGEN

No

Nama

Kelas

1

Latifa Anna Setiawati

4B

2

Ainul Jameelah Bt. Che Johan

3B

3

Lulu Afifah Nabilah

4B

4

Nur Afifah

4B

5

Aisyah Al Mahiroh

3B

6

Aishah Hannan Binti Shahril Azman

3 INT B

7

Alya Kasim

3B

8

Rizka Rahmi Harefa

3 INT C

9

Nur Afifah Setyo Ningrum

4C

10

Dwice Berkil

3 INT D

 Acara ini hanya diadakan di Gontor Putri Kampus 1 sejak dua tahun yang lalu dan diyakini dapat menanamkan jiwa kompetitif bagi santriwati dan juga sebagai wadah pengembangan bakat bagi mereka. Setelah dua tahun dilaksanakan, salah satu evaluasi dari acara ini adalah waktu pelaksanaannya. Yang sebelumnya mengambil waktu belajar efektif KMI namun sekarang hanya dilaksanakan pada sore dan malam hari, agar tidak mengganggu proses belajar mengajar. Alya.

 

 

Mahkota Gontor Putri

0

Bahasa adalah mahkota pondok, demikian kata-kata yang sering disampaikan di Pondok Modern Darussalam Gontor. Dalam istilah lain, “Language is our crown, atau al-lughotu taaju-l-ma’had”. Ibarat mahkota, bahasa menjadi simbol kehormatan dan kebanggaan PMDG. Maklum, Gontor memang dikenal sebagai pondok yang mengembangkan bahasa Arab dan bahasa Inggris secara konsisten, sehingga Gontor sering mendapat julukan laboratorium hidup kedua bahasa asing tersebut.

Sejak berdirinya Gontor, Gontor sudah mengajarkan kedua bahasa tersebut. Secara bertahap, bahasa Arab dan Inggris berkembang. Di asrama, santri-santri harus menggunakan bahasa Arab dan Inggris dalam setiap percakapannya. Demikian pula dengan pergaulan mereka di luar asrama. Serta terdapat istilah al-‘usbu’ al-‘arabiy dan al’usbu’ al-injiliziy di Gontor, maksud daripada itu untuk menjadwalkan santriwati dalam berbahasa Arab dan Inggris setiap bulannya, 3 minggu pertama menggunakan bahasa Arab dan 2 minggu terakhir menggunakan bahasa Inggris.

Peraturan ini berjalan dengan disiplin tinggi dan diawasi oleh pengurus rayon, penggerak bahasa (CLI), dan bagian pembimbing bahasa (LAC). Setiap pagi setelah sholat subuh, santriwati diberikan kosakata mufrodat atau vocabularies oleh setiap pengurus rayon. Selain  itu, Gontor Putri juga menyelenggarakan event-event, kompetisi dan kegiatan-kegiatan peningkatan bahasa lainnya.

Seperti halnya kegiatan “Tasyji’u-l-lughoh” oleh para asatidz dan ustaadzat senior. Sasaran dari kegiatan ini adalah santriwati baru kelas satu dan satu intensif, yang masih awam terhadap bahasa Arab dan Inggris. Seluruh asatidz dan ustadzat langsung terjun mengajari mereka. Hal ini dilakukan karena begitu pentingnya pemahaman bahasa terhadap satriwati baru, agar bahasa itu dapat melekat dan membekas. Selanjutnya adalah “Fun Friday”, kegiatan ini berlangsung rutin setiap Jum’at pagi, dengan menampilkan bakat-bakat bahasa santriwati terhadap seluruh santriwati Gontor Putri guna lebih meningkatkan keberanian (kepedean) serta kualitas berbahasa.

Selain itu terdapat pula kompetisi-kompetisi dan kegiatan lainnya seperti perlombaan Princess and Queen of Language, Drama Contest among Staff and Branch, English and Arabic Super Camp, Superior Camp, dan Ujian Bahasa untuk Kelas 5. Khairan

UNIDA GONTOR STUDI AKADEMIK KE JAKARTA

0

JAKARTA-Dunia perkulihaan tidak selalu soal belajar teori di kelas, adakalanya mahasiswi diharuskan mampu menerapkan teori tersebut. Program studi akademik sebagai salah satu alternatif mahasiswi untuk mengaplikasikan dan lebih mendalami ilmu yang diberikan di kelas. Sebanyak 41 mahasiswi UNIDA Gontor Prodi Ekonomi Islam Semester 4 melakukan kunjungan atau studi akademik ke berbagai instansi pemerintahan maupun lembaga keuangan di Jakarta. Acara yang berlangsung selama 1 minggu terhitung mulai hari Senin (7/1) – Ahad (13/1) tersebut didampingi oleh 3 dosen pembimbing, Al-Ustadz Achmad Fajaruddin, M.A, Al-Ustadz Mufti Afif, Lc., M.A, dan Al-Ustadzah Atika Rukminastiti Masrifah, M.E.Sy.

Studi akademik kali ini sangat istimewa. Mahasiswi berkesempatan mengunjungi beberapa Kementrian Republik Indonesia; Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementrian Perdagangan, dan Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian. Selain itu, mahasiswi juga mengunjungi beberapa lembaga negara; Bank Indonesia (Bank Sentral Republik Indonesia), BNI Syariah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Wakaf Indonesia (BWI), dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas).

Diskusi di Kementrian Koperasi & UKM
Diskusi di Kementrian Koperasi & UKM

Selama kunjungan di Kemenkop dan UKM, menjelaskan peran dan kontribusinya terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Dengan upaya dan program strategis, Kemenkop dan UKM dapat menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di Indonesia sebesar 7,5% selama 10 tahun terakhir. Dalam kunjungan lainnya, Kemendag memahamkan kepada mahasisiwi mengenai perdagangan internasional, bahwa kunci kemajuan Ekonomi Indonesia adalah Ekspor dan Investasi. Sementara di Kemenko Perekonomian lebih membahas mengenai analisis perkembangan ekonomi terkini secara global maupun domestik.

di Gedung Pertemuan Bank Indonesia Institute
di Gedung Pertemuan Bank Indonesia Institute

BI menjadi tujuan utama studi akademik kali ini, karena Bank Sentral Republik Indonesia memegang peranan penting dalam perkembangan dan sirkulasi keuangan di Indonesia. Lain halnya BI, BNI Syariah mensosialisasikan “Ekonomi Syariah Ekonomi Keabadian” dengan penjelasan tentang perbedaan ekonomi konvensional dan syariah. Dalam kunjungan ke KPK, Bapak Rommy Iman Sulaiman selaku pemateri mengajak para mahasisiwi untuk dapat menanamkan nilai-nilai penolakan tindakan korupsi dan penanaman sikap jujur terutama di dunia pendidikan. Sedangkan di BWI, mahasiswi belajar bagaimana menganalisis potensi besar wakaf dalam mewujudkan kesejahteraan di berbagai bidang.

Kota Tua Tempat Bersejarah di Jakarta
Kota Tua Salah Satu Tempat Bersejarah di Jakarta

Tidak cukup ke instansi pemerintahan, mahasisiwi juga mengunjungi beberapa tempat bersejarah di Jakarta. Museum BI yang menyajikan informasi sejarah terbentuknya BI dan kebijakannya dengan penyajian yang dikemas sedemikian rupa dengan memanfaatkan teknologi modern dan multimedia. Tempat bersejarah lainnya adalah Kota Tua yang dulunya merupakan kawasan yang dibangun kolonial Belanda sebagai pusat perdagangan di Asia. Kegiatan berakhir dengan kunjungan ke Sekolah Tinggi Ekonomi Islam TAZKIA di Bogor. Para mahasiswi saling bertukar pengalaman, berdiskusi, dan berbagi ide tentang perkembangan Ekonomi Islam maupun keorganisasian mahasiswi. Salsabila

LPJ OPPM-Mencetak Kader Umat Berjiwa Pemimpin

0

Gontor Putri Kampus 2- Laporan Pertanggungjawaban dan pergantian pengurus merupakan wujud tanggungjawab dan pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor. Kegiatan yang bertujuan untuk mencetak kader-kader pemimpin yang bertanggungjawab ini senada dengan salah satu falsafah Pondok Modern Darussalam Gontor yakni, Mau di pimpin dan siap di pimpin.

Laporan Pertanggungjawaban Ketua OPPM
Laporan Pertanggungjawaban Ketua OPPM

       
Selasa(8/1)-Kamis(10/1) Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2 membacakan Laporan Pertanggungjawaban atas amanah yang telah di emban selama satu periode di hadapan seluruh santriwati serta asatidz dan juga ustadzat, yang di lanjutkan dengan serah terima amanat dari OPPM lama ke OPPM baru dan pelantikan anggota OPPM baru.

Dengan di saksikan seluruh santriwati serta asatidz dan juga ustadzat, Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 2 Al-Ustadz Umar Said Wijaya, M.Pd resmi melantik anggota OPPM baru periode 1440-1441 / 2019-2020. Dengan ketua Ichlasul Amalia/5B Konsulat Surabaya dan Azizah Qurrota A’yun/5B Konsulat Bandung.hasnab

Sambutan Bapak Wakil Direktur KMI Al-Ustadz Muhammad Fathan Aziz, Lc
Sambutan Bapak Wakil Direktur KMI Al-Ustadz Muhammad Fathan Aziz, Lc

Final PSC Kelas 5 Berjalan Lancar

0

GONTOR–Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) kembali adakan Final Arabic & English Public Speaking Contest (PSC) Siswa Kelas 5 KMI. Acara yang digelar pada Ahad malam (30/12) ini dibuka oleh Al-Ustadz Suraji Badi’, S.Ag., dan dihadiri oleh K.H. Hasan Abdullah Sahal.
Sebanyak 6 orang peserta tampil meramaikan Final PSC Kelas 5 2018, mereka adalah Wowo Wiarto (5-D, Arab); M. Guntur Fathurrohman Husen (5-B, Inggris); Rifky Maulani (5-E, Arab); Tri Prasetyo Wicaksono (5-D, Inggris); Lidzikri Ahmad Syahru Robbani (5-B, Inggris); Fadel Imam Muttaqin (5-B, Arab); semua dari peserta menyampaikan pidatonya dengan maksimal di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM).
Rapat
Data Pemenang:

Bahasa Arab:
Rifky Maulani (5-E)
Wowo Wiarto (5-D)

Bahasa Inggris:
Lidzikri Ahmad Syahru Robbani (5-B)
M. Guntur Fathurrohman Husen (5-B)

LPJ OPPM dan KGP Latih Tanggungjawab dalam Keorganisasian

0

DARUSSALAM–Seiring dengan semakin dekatnya ujian akhir bagi siswa kelas 6 Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) pada akhir Januari mendatang, sebagian siswa kelas 6  yang terlibat dalam kepengurusan Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) dan Koordinator Gerakan Pramuka (KGP) Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) harus segera memusatkan pikiran untuk menghadapi ujian akhir tersebut. Oleh karena itu, tongkat estafet kepengurusan OPPM dan KGP sudah saatnya diserahkan kepada adik-adik kelas mereka, siswa kelas 5.

 

Sebelum pengurus lama OPPM dan KGP secara resmi menyerahkan estafet amanat tersebut ke pengurus baru, mereka melaporkan hasil usaha dari program kerja yang pernah mereka susun pada bulan Ramadhan lalu sekaligus memberikan evaluasi.

 

Bertempat di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), pengurus lama OPPM membacakan laporan pertanggungjawabannya pada Selasa (8/1) hingga Rabu (9/1) malam di depan segenap santri PMDG, dihadiri oleh Pimpinan PMDG, Direktur KMI beserta wakilnya, dan Ketua-ketua lembaga PMDG. Pada Ahad malam itu juga, diadakan acara pelantikan pengurus baru OPPM yang diketuai oleh Rahardyan Abdul Fatah, 5D, daerah Depok dan Muhammad Iqbal Baihaqi Robbani, kelas 5H, daerah Banyumas sebagai wakilnya. Selanjutnya dilangsungkan serah terima amanat dari pengurus lama ke pengurus baru. Acara pelantikan dipimpin langsung oleh Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal, dengan disaksikan oleh seluruh santri se-Darussalam.

 

 

KH. Hasan Abdullah Sahal memberikan nasehat pada LPJ Koordinator Gerakan Pramuka (KGP), Kamis lalu.(10/1)
KH. Hasan Abdullah Sahal memberikan nasehat pada LPJ Koordinator Gerakan Pramuka (KGP), Kamis lalu.(10/1)

Sementara laporan pertanggungjawaban KGP dilaksanakan esok harinya, Kamis (10/1) pagi hingga malam. Setelah dilantik Pimpinan PMDG, pengurus lama KGP menyerahkan amanat kepengurusan kepada pengurus baru di bawah kepemimpinan Iqbal Ramadhan, 5F, Banjar Jaya Timur dan wakilnya adalah Mufid Nabil Muntasyir, 5K, Tuban.

 

“Tujuan diadakan Laporan Pertanggungjawaban adalah agar masyarakat Darussalam tahu ketua organisasi dan pengurus organisasinya benar-benar sudah bekerja.” tutur K.H. Hasan Abdullah Sahal pada acara Serah Terima Amanat lalu. Reyzin

CLI Gontor Sukses Gelar B-FLASH

0

GONTOR—Bagian Penggerak Bahasa Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) sukses menggelar Bilingual Fantastic Language Show (B-FLASH) di depan Gedung Rabithah, Pondok Modern Darussalam Gontor, pada hari Jum’at (4/1).

Difa Aabidul Fata, Penanggungjawab Kegiatan Bahasa mengatakan, acara ini merupakan salah satu kegiatan bahasa mingguan rutin Central Language Improvement (CLI) yang digelar setiap hari Jum’at pagi bersama ribuan santri Gontor. Namun terdapat perbedaan dalam acara B-FLASH, ini merupakan persembahan terakhir CLI OPPM LIII Guardian Generation untuk seluruh santri PMDG sebelum menyerahkan amanat ke pengurus OPPM yang baru pada Rabu malam (9/1).

Dengan bekerjasama dengan bagian lain, B-FLASH mampu menyuguhkan berbagai penampilan menarik, seperti; Istirqo’ Performance 1000 Dreams, Collossal Choir by Al-Qoeda, Armada Performance “Guardian Mission Plane”, CLI Band, dan CLI Rap “from zero to hero”. “Disini kita membuat “Language is very fun” agar dapat mengasah kreatifitas santri dalam berbahasa, sehingga tidak ada kata bosan untuk menggunakan bahasa, Language is so fun. So, dont make it hard”, tambah Difa.

Tidak hanya itu, Languange Advisory Council (LAC) atau pembimbing bagian bahasa memberikan berbagai penghargaan kepada santri dan asrama yang berprestasi dalam kegiatan bahasa. Diantaranya: Ketua penggerak bahasa rayon terbaik, Maulana Ahmad Fawwaz 5-C/Saudi 1 Lt. 3, Pengurus rayon terbaik, Yusuf Arman 5-G/Aligarh Lt. 2, Pengurus rayon kelas 4 terbaik, Rayza Fadillah 4-D/Aligarh Lt. 2, asrama terbaik dalam Language League, Rayon Aligarh Lt. 2, dan yang terakhir Juara Umum diraih oleh Rayon Aligarh Lt. 2. RakafadelB FLASH (2)