Home Blog Page 284

MISS CAMPUS 2019 ( SURVIVAL GENERATION)

0

Mantingan(rabu,02/01/18) bendera fakultas mengiringi para Delegasi miss campus 2019 dengan senyum dan gerak yang elok delegasi  memasuki panggung yang meriah dengan warna putih, orange dan ungu mengkombinasi dekorasi malam itu. Delegasi diambil dari setiap prodi fakultas. Acara Dibuka oleh Al-Ustadz Umar Said Wijaya,M.Pd.I dilanjutkan dengan Do’a oleh Al-Ustadz Muhammmad Fathan Aziz,Lc, acara ini juga mengumumkan IPK tertinggi yaitu Mega Erina Manasikana, Nur Rohmatul Mufidah, Anugrah Mustika, Friska Rindra.

wseeeeee

Antusiasme penonton pun mulai meramaikan Aula Pertemuan Gontor Putri Kampus 2 yang kala itu menjadi saksi bisu atas kompetisi bergengsi itu . Perlombaan dibagi menjadi 3 bagian , 1. Delegasi antar prodi mengambil amplop yang berisi nomor urut untuk menjawab pertanyaan, 2. Babak  rebutan untuk menjawab soal dan 3 delegasi menunjukkan kemampuan masing masing yang ditentukan oleh juri. Kompetensi dimulai sebelum acara diatas panggung seperti catur, tenis meja, membuat poster iklan , membuat cerpen, memasak dengan makanan yang ditentukan oleh juri yaitu pempek dan sayur daun pepaya.

Takhta Miss campus dengan Samir merah menyala tanda simbolisasi Miss campus  itu disematkan  kepada Choirotun Nisak prodi pendidikan agama islam, dilanjutkan dengan juara 2 Sumayyah Alifatun Qonita prodi pendidikan bahasa arab juara 3. Nabila Rohmatillah prodi aqidah filsafat islam ,juara 4. Dwi Kurnia Nurunisa prodi hukum ekonomi syariah ,juara 5. Meydina Rizka Anggraini prodi studi agam-agama, juara 6. Siti Nur Aini prodi ilmu qur’an dan tafsir , juara 7. siti nasriah prodi perbandingan madzhab , jauara 8. Mulya Fantika prodi ekonomi islam. The best make up miss campus 2019 adalah Siti Nur A’ini dirias oleh ilafi weharima dan the best poster fakultas ekonomi islam oleh nur addiena.

Acara dimeriahkan dengan penampilan  marawis dari angkatan ke 1 ,Dan  penampilan beat box dari angkatan ke 2 dan dilanjutkan foto antar Fakultas dan panitia miss campus 2019. Diharapakan dengan diadakan acara ini menyongsong mahasiswi lebih sitti-l-kul dan mengembangkan bakat yang dipunya.

FANI

 

 

 

 

 

 

 

Mengingat Kembali Segment Gontor Disetiap Kunjungan; “Mencerdaskan Kehidupan Ummat”

0

Gontor berdiri diatas dan untuk semua golongan”. Gontor tidak condong pada sesuatu, tidak fanatik dalam sesuatu, dan tidak memihak diantara sesuatu. Karenanya, semua boleh berkunjung, asal mau menuruti kedisiplinan dan peraturan yang berlaku. Dengan hal ini pula yang menjadikan Gontor tetap eksis dan berkembang. Semua terbukti dengan wujud adanya kunjungan dari berbagai lembaga pendidikan secara silih-berganti. Para pengunjung memilki tujuan dan niat yang sama, yakni ingin mengetahui eksistensi dan kemajuan Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 dalam sudut pandang keilmuan, skill, kedisiplinan, unit usaha dan lain sebagainya.

Adapun kunjungan tersebut berkisar 2-5 hari, dengan jumlah setiap rombongannya mencapai 20-30 santriwati/ mahasiswi dan setaranya. Mereka diarahkan oleh beberapa pembimbing dari ustadzah maupun kelas 6 yang menjelaskan nilai-nilai kehidupan Gontory dan memberikan beberapa informasi seputar kepondokmodern-an. Para pengunjung terlihat sangat antusias dan bersemangat untuk berkeliling siang maupun malam demi memperhatikan seksama berbagai macam kegiatan yang berlangsung di area Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1. Tak hanya berkeliling dan mengamati, mereka turut berpartisipasi dalam sejumlah acara yang berbau skill, olahraga dan juga sistem belajar-mengajar. Mereka juga mengunjungi berbagai unit usaha yang berdiri didalam Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1. Adanya unit usaha didalam Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1 ini, tidak hanya semata karena ekonomi produktif, melainkan adanya pelatihan kecakapan-kecakapan bagi para mahasiswi guru untuk memberikan bekal bagi mereka di masa yang akan datang. Para pengunjung sangat tertarik dan termotivasi atas pembangunan unit-unit usaha tersebut.

Para pengunjung yang telah berkunjung ke Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 di akhir tahun ini mencapai 15 pengunjung, dintaranya:

1 10 December 2018 PP MUALLIMAT YOGYAKARTA
2 11 December 2018 YAYASAN AISYIAH, CEPU
3 13 December 2018 AL-MUQODASS, CIREBON
4 13-14 Desember 2018 AL – GHAZALI, BOGOR
5 14 December 2018 SMP MUHAMMADIYAH DAARUL ARQOM, KARANGANYAR
6 16 December 2018 GRIYA MANTAB AL-QUR’AN. LAMPUNG
7 19-21 Desember 2018 AL-AMANAH GONTORY, TANGERANG
8 20-21 Desember 2018 DAARUL QUR’AN
9 22 December 2018 NURUL HAROMAIN
10 26 December 2018 AZ- ZIKRA
11 27 December 2018 PP BANI TAMIM,TANGERANG
12 27 December 2018 BIMAGO, BOGOR
12 29-30 Desember 2018 BIMAGO, SEMARANG
13 29 December 2018 PRIMAGO, JAKARTA
14 29 December 2018 TARBIYATUL MU’ALLIMIN

AL-ISLAMIYAH AN-NAJIYAH

15 1-3 Januari 2019 AN-NUQTHAH, TANGERANG

Semua hal yang ada di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1, mereka serap, mereka pelajari, dan mereka terapkan. Dan inilah yang dimaksud oleh Gontor dengan prinsip sekmennya, “Mencerdaskan Kehidupan Ummat”. Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan para pengunjung dapat termotivasi dan terinspirasi atas berbagai kegiatannya. Gontor bukanlah sebuah lembaga ekonomi, bukan juga sebagai lembaga politik, melainkan sebuah lembaga pendidikan yang kehadirannya dibentuk untuk mencerdaskan kehidupan ummat.

Silaturahim Dengan Kiai, Ifan Seventeen: Sempat Bercita-cita Belajar di Gontor

0

GONTOR—Rabu pagi (2/1), Reifian Fajarsyah atau biasa disapa Ifan, vokalis grup band Seventeen kunjungi Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Ifan adalah satu-satunya personil Band Seventeen yang selamat pasca bencana tsunami yang melanda Pantai Carita, Anyer, Banten pada hari Sabtu (22/12). Pada saat itu mereka sedang tampil mengibur penonton di atas panggung yang tepat membelakangi bibir pantai. Selain ketiga sahabatnya, Ifan juga kehilangan istrinya, Dylan Sahara yang berasal dari Ponorogo.

Didampingi oleh sang mertua, Bapak Supriyanto, ayah dari alm. Dylan Sahara, Ifan bersilaturahim dengan KH. Hasan Abdullah Sahal dan KH. Syamsul Hadi Abdan di kantor pimpinan PMDG. Selain untuk bersilaturahim dengan Kiai Gontor, kunjungan Ifan juga dilatarbelakangi oleh keinginannya bertemu dengan salah seorang teman dekat istri tercintanya saat duduk di SMPN 1 Ponorogo, yakni Alfi Radhia Lilla atau akrab disapa Dila, yang merupakan putri ke-5 Kiai Hasan.

Pada kesempatan itu, Mbak Dila sempat menunjukkan kepada Ifan dan keluarga Dylan album foto semasa mereka SMP dulu. Mata Ifan terlihat berkaca-kaca melihat foto sang Istri semasa remaja. Sambil tersenyum memandangi isi album, ia mendokumentasikan kenangan tersebut dengan mengambil gambar beberapa foto menggunakan gadget-nya.

“Dylan dulu pernah cerita juga kalau punya teman namanya Dila, jadi hampir mirip, Dylan dan Dila,” ungkap Ifan. Ia juga mengatakan bahwa salah satu sifat yang ia kenang adalah kecerewetan Dylan. “Dylan anaknya cerewet kan mbak?” tanya Ifan bernada canda. “hehe, iya,” balas Mbak Dila.

IMG20190102091828Di tengah pembicaraannya, Ifan mengungkapkan bahwa dahulu ia sempat bercita-cita untuk belajar di Gontor, tetapi belum kesampaian. Ia bercerita bahwa pamannya juga merupakan alumni Gontor tahun 80/90-an. Walaupun begitu, ia sangat bersyukur dapat bersilaturahim dengan para Pimpinan PMDG hari ini atas takdir Allah kepadanya.

Setelah berbincang kurang lebih satu setengah jam, Ifan beserta rombongan pamit untuk pulang. Kiai Hasan bepesan agar Ifan dan keluarga senantiasa sabar, tawakkal, ikhlas, dan ridho terhadap segala ketentuan Allah Subhanahu wata’ala, serta dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari semua peristiwa yang menimpanya.

Sebelum pulang, Kiai Hasan menghadiahkan sebuah buku karyanya, ‘allamatni-l-hayat jilid 1 kepada Ifan, lengkap dengan Warta Dunia Pondok Modern beserta kaset Panggung Gembira. Semoga Ifan dan keluarga diberi kekuatan oleh Allah menghadapi musibah ini, sehingga dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari takdir yang telah ditetapkan oleh Allah Subhanahu wata’ala.brada

 

 

 

Kiai Syamsul: Fathul Kutub adalah Wadah untuk Membangun Miniatur Ulama Intelektual

0

GONTOR – Pada hari Rabu (26/12), K.H. Syamsul Hadi Abdan hadir dalam penutupan acara Fathul Kutub Siswa Kelas 5, yang juga pada minggu sebelumnya beliau yang membuka secara resmi kegiatan tersebut. Beliau hadir bersama Direktur KMI, K.H. Masyhudi Subari, M.A. dan salah satu wakilnya, Al-Ustadz H. Farid Sulistyo, Lc. bersama para asatidz pembimbing kegiatan Fathul Kutub.

Acara penutupan ini dibagi menjadi dua sesi: sesi penulisan kesan-kesan (al-Inthiba‘at) selama mengikuti kegiatan tersebut dan sesi penutupan secara resmi kegiatan Fathul Kutub oleh Bapak Pimpinan Pondok. Pada sesi yang pertama, seluruh siswa diwajibkan untuk menuliskan kesan mereka menggunakan bahasa Arab dengan harakat sempurna. Kemudian setelah jam istirahat pertama sebelum beranjak pada sesi selanjutnya, Bapak Direktur menguji beberapa siswa untuk maju dan membacakan kesan-kesannya. Beberapa mendapat pujian dan beberapa juga langsung mendapat perbaikan, namun secara keseluruhan beliau bangga dengan kemampuan tata bahasa Arab yang dimiliki siswa Kelas 5 tahun ini.

Sesi kedua dimulai tepat pada pukul 09.30 WIB, dengan agenda pesan dan nasehat yang disampaikan oleh Pimpinan Pondok sekaligus menutup secara resmi seluruh rentetan kegiatan Fathul Kutub kelas 5 tahun ini. “Jangan sampai terlewat dan agar selalu kalian ingat! Bahwa tujuan diadakannya kegiatan ini adalah sangat mulia, agar kamu dapat membaca dan memahami ilmu yang tertulis dalam kitab yang berbahasa Arab gundul tanpa harakat (Kitab Kuning), kemudian agar kamu dapat mengetahui inilah warisan ilmu pengetahuan yang ditinggalkan oleh para Ulama terdahulu sebagai suatu hal yang tak ternilai harga nya, dan yang terakhir ini adalah merupakan wadah untuk mempraktekkan sudah sampai dimana kemampuan berbahasa kalian, maka beruntunglah bagi siswa yang mengikuti kegiatan ini dengan khidmat dan sungguh-sungguh, karena Fathul Kutub inilah yang merupakan sebuah wadah untuk membangun miniatur Ulama intelektual” jelas Kiai Syamsul dalam nasihatnya.

Perlu diketahui, bahwa kegiatan Fathul Kutub kali ini diselenggarakan sejak hari Rabu (19/12) sampai dengan hari Rabu (26/12) berikutnya, dengan melibatkan seluruh siswa kelas 5 yang berjumlah 623 siswa dari kelas 5 B sampai dengan kelas 5 R, dan terbagi dalam 41 kelompok diskusi. habibur_hmz

Dialog 5 besar ketua OPPM : Leadership Is Not A Position or A Title, It Is Action and Example

0

DSC_8443

Patah tumbuh hilang berganti, saatnya kepemimpinan di Gontor Putri Kampus 2 bermetamorfosis. Mau tidak mau, harus mau. Berani memimpin dan siap dipimpin. Selasa (31-12-18), kala malam gemerlap bintang menemani generasi muda, generasi penerus, demi melanjutkan roda kepemimpinan. Semburat awan malam dengan hembusan angin, tak kalah memeriahkan acara ini. Untuk kali ini, bukanlah layak tidak layaknya, pun pantas atau tidaknya seseorang tersebut dalam mengemban amanat nan sakral ini. Namun ini mengenai amanat, amanat yang harus di jalani dengan ikhlas. Yang mana seluruh apa yang telah diamanatkan akan dipertanggung jawabkan di akhirat nantinya.

Dengan 5 besar calon ketua OPPM tahun ini  adalah Ichlasul Amalia/5B, Azizah Qurrota/5B, Helmaliyana Putri/5B, Fazzati Afida El-Aqwami/5B, Risma Nada Askia/5D. Apapun ketetapan akhir nanti haruslah di terima dengan lapang dada. Namun, bukan berarti pejuang laskar kelas 5 lainnya kandas begitu saja. Satu sama lain haruslah tetap menguatkan yang lainnya. Karena hakikat dari sebuah kepemimpinan adalah karakter orang dengan karakter yang hebat, berkembang secara alami seiring dengan berjalannya waktu.

DSC_8431

Komunikasi, solidaritas tetaplah harus terjalin, bak air yang mengalir tenang. Berharap dapat lebih baik dari kepengurusan sebelumnya. Juga, dapat memberikan energi positif untuk kedepannya. Dengan menjalani seluruh prinsip yang tergigit. Menjalankan amanat sebaik mungkin, dengan tidak memikirkan atas apa yang seharusnya tidak harus dipikir pun memikirkan moralitas pekerjaan orang lain. Dengan menjalankan amanat sebaik mungkin agar profesionalitas tidak terdistorsi. Karena sebaiknya-baiknya pemimpin adalah bukan tentang ataupun tinggi rendahnya suatu amanat, namun tentang seberapa besar pengaruh baik yang mampu tersebarluaskan. Dan tugas kepemimpinan adalah membuat pertanyaaan yang memberdayakan dan mendorong agar orang disekitar mencari jawabannya. Pemimpin hebat itu melejitkan kinerja institusi yang ia pimpin dengan cara mengembangkan orang-orang didalamnya. Dan jangan pernah beranggapan bahwa hanya dirinyalah yang mempunyai keistimewaan, namun yang dapat memahami juga bahwa pada  setiap diri seluruh anggotanya tersimpan sesuatu yang istimewa, yang mana mampu mensukseskan organisasi pondok tahun ini untuk kedepannya.

NuriwandaAzizahNugraheni

 

Perkuat Estafet Kepemimpinan, Gontor Adakan Seleksi Calon Ketua OPPM dan Koordinator Gerakan Pramuka

0

DARUSSALAM-Guna memperkuat estafet kepimpinan, Gontor mengadakan acara seleksi Calon Ketua Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) dan Koordinator Gerakan Pramuka. Untuk Seleksi calon ketua OPPM melibatkan santri masing-masing konsulat, sedangkan Calon Ketua Koordinator melibatkan santri masing-masing gugus depan. acara ini juga diadakan guna persiapan pergantian pengurus OPPM dan Koordinator dari santri kelas 6 kepada santri kelas 5 KMI.

Sebelum diadakan pemilihan utusan konsulat dan gugus depan, seluruh santri Pondok Modern Darussalam Gontor mengikuti pertemuan di masjid jami’ pada senin pagi (31/12). Mereka mendengarkan pesan dan nasihat dari Bapak Pimpinan. Saat itu yang hadir adalah K.H. Hasan Abdullah Sahal, K.H. Syamsul Hadi Abdan, dan Bapak Diretur dan Wakil Direktur KMI.

“Seandainya kamu ditanya, apakah di Gontor ada demokrasi? Ya, Jawabannya adalah pasti ada, tapi demokrasi pondok, demokrasi ala pesantren, Demokrasi kiai. Semua dari kita mempunyai suara, namun sekali lagi yang menentukan adalah Kiai, itulah konsep Demokrasi ala Pesantren. Maka jangan salah berucap, jangan salah menilai. ” ujar K.H. Hasan Abdullah Sahal dalam Sambutannya.

Setelah pemilihan tiap konsulat usai, selanjutnya akan masuk pada tahap akhir dan akan tersisa 10 orang. Kemudian dari jumlah 10 tersebut akan dipilih 2 orang  oleh Pimpinan Pondok untuk menjadi Ketua OPPM dan Koordinator Gerakan Pramuka.*aff

Wajah Baru Suara Gontor FM

0

GONTOR—Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) selalu berupaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan bagi para santri, segala aspek  penunjang akademik dan non akademik selalu diutamakan dalam mewujudkan hal tersebut. Dimulai dari peningkatan sistem belajar, hingga sarana dan prasarana pondok, salah satunya adalah peningkatan kualitas salah satu media dakwah PMDG, yaitu Stasiun Radio Suara Gontor (Suargo) FM, yang kini telah berpindah tempat dari Saudi 6 lantai 2 menuju Menara Masjid Jami’ lantai 3.

 

Al-Ustadz Nida Husna Abdul Malik, penyiar Suargo mengatakan, perpindahan Suargo dari Gedung Saudi 6 menuju Menara sangat jauh sekali perbedaannya, sedikitnya ada 3 perubahan yang sangat terlihat peningkatannya, dimulai dari segi teknisi, tata ruang, dan program acara di Suargo FM.

 

“Dari segi tata penataan pemancar, di Saudi memang bagus, karena kami mampu menyimpan Tower pemancar Suargo di Gd. Saudi 3 lt. 4 namun setelah dipindah ke menara, lebih strategis, karena dia mempunyai daya tarik yang langsung dari menara lantai 15 langsung menuju pemancar utama di Gajah” tutur Nida.

 

Tidak hanya itu, dekorasi dan tata ruang Suargo kini terlihat lebih indah dan lebih nyaman, ketika masuk ke menara lantai 3, para pengunjung mampu melihat tiga ruangan khusus yang dimiliki oleh semua stasiun radio; kantor, ruang produksi, dan ruang siaran. “Khusus untuk ruangan siaran, kami membeli berbagai perlengkapan baru, seperti perdam Hpl, kaca pembatas dengan diameter 8 mm, Ac ceiling, dll.” tambah Nida.

 

Selain peningkatan teknisi dan tata ruang, Suargo FM mengadakan pengoptimalan serta inovasi dalam siaran, salah satunya dalam waktu-waktu prime time, “kami biasanya berduet antara penyiar dalam acara-acara prime time diantaranya: Shabahal Khoir, Ummi, Sakinah, Memori, Coffee Break, dengan harapan acara yang disajikan mampu lebih hidup dan menarik.”

Penyiar yang disapa Akhi Malik ini mengatakan, harapan Suargo FM dalam memperluas jangkauan semoga segera direalisasikan, begitupun dalam segi acara, mudah-mudahan mampu diterima oleh masyarakat Indonesia khususnya, dan juga dunia umumnya. “Karena keinginan kami bukan hanya menyapa Indonesia tapi juga menyapa dunia, sesuai jargon yang kita milki, Suargo FM jaya di udara, abadi di hati, dari Gontor menyapa Indonesia, bahkan Dunia.” Tambah Akhi Malik. Rakafadel

Final Pidato Akbar, Haflah Tilawah & Hifdzu-l-Qur’an 2018

0

Umat Islam harus bersiap untuk menyongsong masa depan. Para pemuda muslim sekiranya mempersiapkan diri untuk mewujudkan cita-cita sebagai pembawa misi Islam dalam menyinari dunia, yakni menjadi mundziru-l-qaum. Bukan mustahil untuk melatih jiwa yang besar itu sejak dini. Gontor menanamkan nilai-nilai pembentuk kepribadian santri dengan berbagai macam kegiatan. Kali ini, hal itu terwujud dengan perlombaan Pidato Akbar, Haflah Tilawah & Hifdzu-l-Qur’an.

Setelah melewati beberapa babak penyisihan, para peserta pun tampil di final pada tanggal 18-19 Desember 2018 yang terbagi menjadi dua kategori; kelas 1, 2, 1 intensif dalam kategori sighor, dan kelas 3, 4, 3 intensif, 5, dan 6 dalam kategori kibar. Pidato Akbar juga terbagi dalam kategori Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris. Para penonton begitu antusias memberi dukungan bagi teman-teman mereka yang maju sebagai finalis dalam perlombaan tersebut.DSC_1493

Dekorasi yang begitu meriah menciptakan suasana ceria di hati para santriwati. Kalimat demi kalimat petuah disampaikan oleh para finalis pidato. Ayat-ayat suci Al-Qur’an dilantunkan dengan indah, dihafalkan dengan khidmat oleh finalis Haflah Tilawah & Hifdzu-l-Qur’an. Juri-juri perlombaan ini menilai dan memberikan skor dengan adil. Apresiasi diberikan pada seluruh pemenang dan finalis di akhir acara. Menyaksikannya membuat hati para penonton tergugah bahwa sesungguhnya kita mampu menjadikan umat muslim ini tangguh dan kuat dengan para pemuda yang saat ini sedang terdidik oleh nilai-nilai Islami. Para santriwati inilah yang akan berdiri di garda depan perjuangan Islam sebagai para pejuang, mundziru-l-qaum. NisahabibaDSC_1304

ART SHOW 2019 (GUARDIAN GENERATION)

0

Gontor (jum’at 27/12/18) Aula pertemuan gontor putri kampus 2 sudah ramai oleh santriwati yang ingin menyaksikan perhelatan terakhir dari siswi akhir KMI (guardian generation), sebelum mereka berjuang diranah yang lain, dikemas dalam acara Art Show dengan 252 anggotanya. Art Show tahun ini menyongsong tema Galaxy dengan penuh warna biru dan putih yang mengkombinasinya. Acara ini tak luput oleh orang yang menggerakkannya yaitu Annisa Nur Amatallah 6B, Athaya Alfira 6F, Aprilia Nur Alifah 6D ketua dalam acara art show tahun , dan segenap wali kelas dan asisten yang mendukung penuh dalam menuangkan ide dan kreatifitas siswi akhir KMI dalam perhelatan art show.
Dengan berbagai acara yang dipersembahkan seperti marawis, dollcontrol, tari india, tari daerah,kabaret,pantomim,fashion show casual dan gaun dan persembahan dari walikelas dan asisten menyanyikan lagu, diakhiri dengan flasmop yang berjalan sesuai rayon yang pernah mereka huni, teriakkan para santriwati tumpah ruah diacara tersebut serta sangat menikmati dan antusias dengan acara didalamnya. Acara ini juga dibarengi dengan masak antar konsulat yang menyajikan minuman dan makanan khas konsulat masing-masing dijuarai oleh konsulat sumatera.
Acara yang berdurasikan 3 jam ini bertujuan meningkatkan dan mengembangkan kreatifitas dan inovasi siswi akhir kmi dalam kesenian. Dengan motto angkatan tahun ini :
, نبذّل القوّة و نوحّد الخطوة لتحقيق الغابة في غرس القيام المعهد ية والتعاليم الاٍسلاميّة بعون الله نقوّى الهمّة
Here we are guardian generation with strong ambition and great preparation we reach the real destination. Allahu Akbar. FaniDSC_7530

Wujud Nyata Bakti Sosial dan Alam; Perkemahan Bhakti

0

Darussalam-Perkemahan Bakti (Perti) ialah kegiatan Bakti masyarakat yang dilakukan dengan berkemah, hal ini dilakukan karena obyek kegiatan cukup kompleks dan bervariasi.

Perkemahan Bakti merupakan salah satu kegiatan pramuka yang tidak hanya menunjukkan sikap Satya Dharma, namun kegiatan yang mengabdikan bakti kepada pondok dengan seluruh kemampuan dan berusaha untuk terus menjadi lebih baik memajukan Darussalam dengan inovasi serta kreasi yang berpadu-padan bersama sunnah pondok.

Kali ini, Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2 mengadakan suatu kegiatan bakti masyarakat melalui kegiatan Perkemahan Bakti yang diadakan pada hari Kamis, 27 Desember 2018 s/d Jum’at, 28 Desember 2018 di lapangan hijau Gontor Putri Kampus 2.

Kegiatan ini diikuti oleh para staf Koordinator Gugus Depan Gerakan Pramuka tahun ini; Bulan Sabit Remaja, Gemar Membaca, Filateli, Dewan Kerja Koordinator, dan Tim Solid. Yang seluruh pesertanya berjumlah 50 orang.

DSC_7006

Para peserta melakukan kegiatan bakti berupa menanam bibit tanaman di depan gedung Kairo bersama kakak kakak Andalan Koordinator Gugus Depan Gerakan Pramuka.

Pada Kamis malam, para peserta, kakak kakak Koordinator, Mabikoor, dan Mabikori melakukan api unggun bersama dan menyaksikan apresiasi seni yang ditampilkan oleh para staf Koordinator, serta apresiasi film yang ditayangkan di lapangan basket baru.

Para peserta terlihat sangat menikmati kegembiraan dan kebersamaan dalam kegiatan kali ini. Dengan kegiatan ini, diharap dapat menumbuhkan kecintaan para adik adik kepada alam sekitar dan bersikap andil dalam masyarakat.

Koordinator Gerakan Pramuka 2019