Home Blog Page 285

Tumbuhkan Bakat Berpidato-Gontor Putri Kampus 2 Adakan Lomba Pidato Akbar Kelas 5

0

Untuk menumbuhkan motivasi dan bakat santriwati dalam berpidato, Bagian Pengajaran Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) Gontor Putri Kampus 2 megadakan lomba pidato dalam 3 bahasa (arab, inggris dan indonesia) untuk santriwati kelas 5 Kulliyatul Mu’allimat Al-Islamiyah (KMI). Kegiatan tahunan ini dikenal dengan Pidato Akbar.

Berbeda dengan Pidato Akbar untuk anggota, Pidato Akbar kelas 5 di seleksi dari setiap kelas. Mereka yang berminat untuk mengikuti harus menyiapkan teks pidato sesuai dengan kreativitas masing-masing dan mengajukannya ke pembimbing angkatan.

Kegiatan yang di adakan di pelataran Rayon Damaskus ini di mulai pada pukul 20.00 WIB. Dengan peserta sebagai berikut, Talitha Qishti/5B, Zakia Ainun/5C, Afni Zulfa Nihaya/5C, Salma Aulia/5D,  Nazra Emira/5D, Tiara Eki/5E, Hida Wahida/5E, Fina Veronica/5F dan Nabila Rahmani/5F.

Adapun Rekapitulasi kejuaraan Pidato Akbar Kelas 5 adalah sebagai berikut, Bahasa Arab di raih oleh Tiara Eki/5E, Bahasa Inggris di raih oleh Talitha Qisthi/5B, dan Bahasa Indonesia di raih oleh Fina Veronica/5F.hasnab

KML 2018: Mencetak Kader-Kader Pemimpin Pramuka

0

Darussalam-Hari itu, Sabtu (22/12) jalan menuju Bumi Perkemahan PMDG Kampus 2 penuh dengan warna coklat Pramuka. Ya, di sana terdapat 365 adika peserta KML 2018 yang berkelompok sedang berjalan menyusuri rute sembari melewati rintangan di pos-pos Pembimbing KML. Mereka terbagi dalam 6 cluster, dan setiap kluster terdiri dari 6-7 laskar, setiap laskar beranggotakan 8-10 adika.

Acara KML ini dibuka secara resmi pada hari Jum’at siang (21/12) bertempat di Gedung Olahraga (GOR). Dalam sambutannya, Pusdiklatcab Ponorogo memberikan arahan tentang tujuan dan kenapa penting mengikuti KML. Salah satunya adalah untuk menjadi pembina mahir dan pemimpin gudep Pramuka wajib memiliki kualifikasi lulusan KML.

Di Pondok Gontor diberikan kemudahan dalam mengikuti KML ini. Karena di luar Pondok, KML diperuntukkan kepada adika yang sudah lebih dari 25 tahun. Namun karena di Gontor santri-santrinya datang dari pelbagai daerah–menjadi kader untuk daerahnya dalam memajukan Pramuka–maka diperbolehkan. Acara ini berlangsung selama seminggu penuh, mulai dari Jum’at (21/12) sampai penutupan di hari Kamis (27/12).

Ditutup dengan upacara di lapangan PMDG Kampus 2, upacara tersebut terdiri dari penyematan pita mahir oleh pelatih dan dilanjutkan dengan Api Unggun serta penampilan dari peserta. AaRum

SEMINAR PERTAMANAN ( MEMPERINDAH SEKITAR DENGAN TANAMAN HIAS DALAM KACA)

0

Mantingan, (selas,25-12-2018) Bagian pertamanan OPPM mengadakan seminar pertamanan Bersama Al-Ustadzah Alfu Laila, SP,M.Sc Dosen Universitas Darussalam Gontor dan tim Argotekteknologi. Seminar dibuka oleh Al-Ustadz Umar Said Wijaya, M.Pd dilanjutkan dengan doa.

Sesi pertama oleh Al-Ustadzah Alfu Laila, SP, M.Sc menyampaikan materi dengan tema “Tanaman hias dalam kaca” menjelaskan bagaimana tanaman bisa tumbuh dan bertahan dalam sebuah toples kaca. “tanaman bernapas pada malam hari jika pada siang hari fotosintesis”tuturnya. Serta menjelaskan  sejarah, jenis jenis dan alat bahan pembuatan terrarium tentang bagaimana diadakannya tanaman dalam kaca.  Bukan hanya itu pembicara juga menjelaskan jenis tanaman yang bisa tumbuh dalam toples kaca dan perawatannya  Terrarium adalah tanaman yang ditumbuhkan dalam wadah transparan.

DSC_6188

Sesi kedua oleh Al-Ustadzah Mahmudah hamawi  menyampaikan materi dengan tema “mini garden” menjelaskan manfaat, jenis-jenis tumbuhan yang bertahan dalam toples kaca  dan apa tujuan pembuatan mini garden tersebut “dengan mini garden memperindah ruangan,mengharumkan ruangan dan menghemat tempat dan bahan” tuturnya.

Sesi ketiga oleh Al-Ustadz harris setyaningrum Mempratekkan dan menjelaskan  bagaimana cara pembuatan mini garden dan hidrogel serta  membagi peserta seminar menjadi beberapa kelompok. Para peserta sangat antusias dalam acara praktek ini karena peserta membuat sendiri tanaman hias dalam kaca dan mini garden tersebut.

Disela-sela penjelasan para pembicara, sesi tanya jawab dibuka dengan 3 orang dari santriwati diplih untuk mengajukan pertanyaan tentang apa yang sudah didapat dalam seminar pertamanan tersebut. Ditutup dengan pemberian cinderamata oleh panitia, dengan diadakan acara seminar pertamanan diharapkan potensi danm inovatif peserta lebih dalam masalah pertamanan dan bisa melestarikan tumbuhan dimuka bumi ini.FANI

 

Tunjang Non Akademis Santri Gontor Putri Adakan Workshop Majalah Lintas Darussalam

0

Gontor Putri 1– “Pondok itu berjiwa modern”. Modern di sini, di antaranya berarti berpikir integral, berpikiran maju, tidak dikotomis, adil dan menghargai efisiensi waktu. Berpikiran integral, berarti tidak parsial ataupun sekular. Tidak selalu duniawi ataupun hanya akhiratnya saja, melainkan keduanya.

Di Gontor, kurikulum dan pola hidup dibentuk secara integral. Ada pelajaran agama dan pelajaran umum. Ada pembentukan karakter (tarbiyah) dan gerakan belajar mengajar (ta’lim). Pengembangan sumber daya manusia dimaksimalkan, untuk totalitas pendidikan. Kegiatan ekstakulikuler sebagai pelengkap pendidikan terus dikembangkan, Termasuk dengan adanya acara Workshop Majalah Lintas Darussalam (MALDA)

MALDA adalah salah satu staff organisasi OPPM (Organisasi  Pelajar Pondok Modern) yang dibimbing oleh Bagian Diskusi Ilmiah dan Penerbitan yang bertanggung jawab atas aspek intelektual santriwati di Darussalam. Dengan mewadahi santriwati dalam mengembangkan keintelektualitasannya, MALDA biasanya menerbitkan beberapa Majalah Dinding setiap minggunya yang selalu dinanti anggota Darussalam.

Tidak hanya Majalah Dinding, sastra yang lain seperti; cerpen, cerbung, puisi, sajak, pantun dan hal-hal yang berkaitan dengan kekreatifitasan handmade seperti; hasta karya, Manga, Komik hingga design graphic-pun menjadi hal yang selalu digeluti MALDA.

Workshop ini diadakan guna menunjang kemampuan non-akademis santriwati dalam bidang komputerisasi, editing, dan jurnalistik. Menimbang banyaknya santriwati yang tertarik dan memiliki kemampuan dalam bidang jurnalistik, maka Pondok mewadahinya dengan mengadakan acara ini, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas santriwati khususnya dalam aspek non-akademis karena Pondok selalu memperhatikan santriwatinya dalam berbagai aspek. Di Gontor, apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan adalah pendidikan. Alya

 

Mahasiswa Unida Gontor Hes Semester 6 Adakan SPL Di Negri Jiran

0

Pada tahun ini, mahasiswa semester 6 Program Studi Hukum Ekonomi Syari’ah (HES) Fakultas Syari’ah Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor mengadakan kegiatan International Academic Study Tour atau bisa disebut dengan Studi Pengayaan Lapangan (SPL), kegiatan ini diadakan di Malaysia selama 10 hari, dimulai dari hari Senin, (3/12) hingga Rabu, (12/12). Acara ini diikuti oleh 18 mahasiswa Unida Gontor kampus pusat dan Rabithah dengan 2 orang pembimbing: Al-Ustadz Iman Nur Hidayat, M.A. dan Al-Ustadz Annas Syams Rizal, S.E.I, M.E.I.

Adapun kegiatan yang meliputi SPL adalah melakukan kunjungan ke objek-objek atau instansi terkait dengan Hukum dan Ekonomi, dan mengadakan diskusi di Universitas yang dikunjungi. Adapun kegiatan dan objek yang dikunjungi sebagai berikut:

  1. Kolej Universiti Islam Antarabangsa, Selangor (KUIS)
  2. Fakultas Pengurusan Muamalah KUIS
  3. Pusat Pungutan Zakat (PPZ)
  4. Asian International Arbitration Centre (AIAC)
  5. Suruhan Jaya Pencegahan Raswah Malaysia (SPRM)
  6. International Islamic University Malaysia (IIUM)

SPL adalah suatu kegiatan mahasiswa guna mengembangkan dan menjadikan tolak ukur sejauh mana pemahaman dalam pembelajaran teori di Universitas Darussalam Gontor yang sesuai dengan beberapa instansi yang searah dengan Fakultas yang ditempu. Dengan melakukan studi pengayaan lapangan, mahasiswa dapat menambah wawasan dan mengembangkan ilmu serta menerapkannya.

Adapun tujuan dari SPL adalah meningkatkan wawasan mahasiswa dalam wacana pendidikan tinggi dalam bidang Hukum Ekonomi Syariah, menumbuhkan rasa percaya, inisiatif dan inovatif bagi mahasiswa dalam menghadapi dan memecahkan permasalahan di mana ditempatkan yang berkaitan dengan Hukum Ekonomi Syariah serta memberikan pengalaman, pembelajaran baru serta pertukaran informasi dari tempat kunjungan, dan juga agar mahasiswa mampu mengetahui medan yang menjadi tujuan dan pandangan untuk ke depannya. Muis

Seminar Fotografi; Jawaban atas Tantangan

0

Gontor Putri Kampus 1 merupakan salah cabang dari Pondok Modern Darussalam Gontor yang pertama kali dibangun khusus untuk putri. Nikmat sekaligus tantangan, bahwa sekarang pondok ini –Alhamdulillah— mengalami peningkatan kuantitas, dan tentu saja karena kepercayaan masyarakat yang bertambah pula. Atas kepercayaan ini pula seluruh elemen pondok berupaya meningkatkan kualitas, agar yang berkembang bukan hanya kuantitas tetapi juga kualitas, baik dalam kegiatan belajar mengajar di KMI maupun kegiatan di luar kelas.
Peningkatan dalam hal ke-KMI-an; pondok berusaha meningkatkan kualitas mengajar guru dan juga memberikan berbagai alternatif untuk memotivasi dan menambah minat belajar santriwati; seperti pengadaan ta’hilaat untuk guru maupun santriwati, mengadaan buku hafalan, pengoreksian tamrinaat dan matan pelajaran hafalan, tasyji’ul lughoh, dll. Sedangkan untuk kegiatan luar kelas, pondok ini tertantang untuk mengadakan kegiatan yang lebih beragam sebagai media untuk menambah wawasan dan mengembangkan bakat dalam rangka pengembangan diri santriwati, bukan hanya kegiatan tetapi juga melengkapi fasilitas yang memadai seperti lapangan olahraga, sanggar kesenian, ruang musik dan rekaman, penerangan yang baik, dll.
Salah satu tujuan pendirian pondok ini juga adalah mencetak generasi sholehah yang sitti-l-kull atau sayyidatu kulli syain (wanita yang serba bisa). Untuk sampai pada tujuan tersebut, tentu pondok terus berusaha untuk mengadakan berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan potensi semua santriwati, tanpa terkecuali. Maka tidak jarang, pada satu waktu terdapat dua atau lebih kegiatan. Menurut Bapak Pengasuh PMDGP kampus 1, Al-Ustadz KH. Ahmad Suharto, M.Pd.I., hal tersebut merupakan konsekuensi bagi pondok sehingga bukan masalah jika kegiatan padat bahkan dalam satu waktu terdapat dua acara atau lebih yang diadakan, asalkan pengadaannya tetap dengan koordinasi dan pengelolaan yang baik.

Sfotografi.GP1(1)
Kagiatan yang setiap tahun selalu menarik minat santriwati dalam berkarya adalah fotografi. Dan baru-baru telah diadakan workshop fotografi oleh Bagian Fotografi OPPM. Kegiatan ini diadakan pada Selasa-Rabu, 25-26 Desember 2018 di Aula Kulliyatu-l-Banat, dengan Achmad Aly Efendy, S.E sebagai tutor. Kegiatan ini tidak tidak hanya memberikan materi-materi seputar fotografi, tetapi juga memberikan kesempatan pada setiap peserta untuk langsung mencoba mempraktekkan materi sehingga kemampuan yang selama ini mereka miliki bertambah. Untuk menambah antusias dan mengapresiasi karya peserta yang berjumlah lebih dari 200 orang, panitia mengumumkan 3 peserta dengan hasil foto terbaik (best capture). Ketika kegiatan ini berlangsung, Saka Bhayangkara juga diadakan, seperti yang diungkapkan sebelumnya, bukan masalah, kulla yaumin nahnu fii sya’nin.

SFotografi.GP1(2)Sesuai dengan motto pendidikan Gontor; semua yang dilihat, didengar dan dirasakan harus mengandung nilai-nilai pendidikan. Nilai pendidikan dalam workshop ini, tidak hanya ditujukan untuk peserta tetapi lebih dari itu, penitia yang kali ini adalah bagian Fotografi OPPM dan  pembimbing (musyrifah) pun terdidik oleh kegiatan ini. Adanya kegiatan ini meningkatkan kepekaan, kreativitas, ketanggapan dan tanggung jawab mereka, ini juga merupakan pengalaman dan kepernahan dalam kepanitiaan bagi mereka, sebagaimana yang kita ketahui pengalaman adalah guru terbaik (Experience is the best teacher).  Begitulah kegiatan di Gontor, khususnya Gontor Putri Kampus 1. Semoga selalu istiqomah dalam upaya peningkatan dalam berbagai aspek. pearl.

Rayon GBK Raih Juara Umum Lomba Vokal Grup Antarrayon 1440 H

0

DARUSSALAM – Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) telah mengadakan Lomba Vokal Grup antarrayon, yang diikuti oleh 21 rayon se-darussalam, bertempat di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), pada hari Jum’at (28/12), lalu.

Taufiqqurahman selaku ketua panitia mengatakan, “Lomba ini adalah acara rutin tahunan yang diadakan di BPPM, dimana setiap rayon diuji kekompakannnya dengan menampilkan kelompok paduan suara yang ditampilkan sekreatif mungkin. “ Kata Taufiq, sapaan Taufiqurrahman.

Acara ini diselenggarakan oleh panitia berjumlah 128 santri dari kelas 3 intensif dan 4 . Untuk menyiapkan segala perlengkapan acara tersebut, seperti; kesekretariatan, panggung, background, penampilan, dll. dibutuhkan waktu sekitar 2 minggu untuk menyiapkan acara tersebut.

Penampilan-penampilan yang ditampilkan sebagai hiburan dalam acara tersebut  adalah tari kombinasi, drama kabaret “Wiro Sableng”, dan lagu dari Darussalam Musician (DAMS), yang telah disiapkan jauh-jauh hari guna ikut memeriahkan acara tahunan tersebut.

Lomba ini dinilai oleh juri yang berjumlah sebanyak 6 orang yang berasal dari guru tahun pertama sampai tahun keenam, terbukti sukses dengan terpilihnya beberapa rayon yang mendapatkan predikat terbaik, diantarannya:

Kategori Shigor; Juara 1 diraih oleh Gedung Baru Shigor (GBS) dengan jumlah 788 poin; Juara 2 diraih oleh Syiria lantai 2 dengan jumlah 725 poin; Juara 3 diraih oleh Indonesia 1 lantai 2 dengan jumlah 697 poin; Dan untuk Kategori Kibar; Juara 1 diraih oleh Gedung Baru Kibar (GBK); Juara 2 diraih oleh Saudi 1 lantai 3 dengan jumlah poin 769 poin; Juara 3 diraih oleh Wisma Hadi dengan jumlah poin 752 poin. Dan yang terpilih menjadi juara umum lomba Vokal Grup Antar Rayon pada tahun ini diraih oleh GBK. Reyzin

Selamat Jalan Al-Ustadz Nashrulloh

0

Cukuplah rangkaian alphabet itu menjadi saksi

Safar panjang seorang pengembara

Melaut dengan penanya

Tenanglah di ufuk ke haribaan-Nya

Pujangga kami, Ust Nashrulloh

Duka mendalam mewarnai senja Pondok Modern Darussalam Gontor, Jum’at, 28 Desember 2018. Adalah Drs. H. Nashrulloh Zainul Muttaqien, guru kami, putra pendiri Gontor, telah kembali ke haribaan Allah SWT di usia 57 tahun. Beliau wafat di Rumah Sakit Darmo Surabaya pada pukul 16.50 WIB.

Sejak Rabu, 26 Desember 2018, beliau merasakan sesak nafas dan sakit di bagian perut, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Darmo. Pada Jumat pagi, tekanan darah beliau menurun hingga angka 40, setelah diberi penanganan oleh dokter, tekanan darah beliau justru meningkat sampai angka 100. Usai Shalat Jum’at, kondisi beliau semakin kritis, hingga sore harinya beliau kembali kepada Allah SWT.

Ustadz Nashrulloh, kami lebih akrab dengan panggilan “Pak Atul” memang sudah memiliki riwayat penyakit ginjal selama kurang lebih 15 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, beliau harus pulang pergi rumah sakit untuk melakukan cuci darah. Meski demikian, beliau amat sangat aktif dalam pelbagai kegiatan Pondok Pesantren.

Di setiap detail kegiatan Pondok, Ustadz Nashrulloh selalu ada untuk membimbing.

Usai menyelesaikan Sarjana di Universitas Gajah Mada tahun 1988, beliau kembali ke Gontor, tidak lain adalah untuk mengabdikan ilmunya di ladang amal yang telah didirikan ayahnya, K.H. Imam Zarkasyi. Tercatat sejak tahun 1986, beliau sudah aktif mengajar di Institut Studi Islam Darussalam, kemudian pada tahun 1989, beliau juga mengajar di Kulliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah.

Selain mengajar, wawasan dan keilmuan Ustadz Nashrulloh diabdikan di Gontor dalam berbagai bidang kepanitiaan. Beliau sangat aktif dalam berbagai kepanitiaan dan penyambutan tamu besar.

Ustadz Nashrulloh sangat rajin menyapa para panitia di lapangan, kemudian mengevaluasi jika ada kekurangan, kadang “mengangkat suara” jika ada hal yang tak beres. Namun itulah Pak Atul, dengan segala ketegasan dan keberaniannya, mengayomi para junior dengan penuh rasa cinta. Tak bisa dilupakan, bahwa Ust Nashrulloh seringkali memeriksa rambut para calon wisudawan saat gladi dilaksanakan, jika ada rambut terlalu panjang, beliau akan segera memotong di tempat.

Adalah Jurnal Tahunan Warta Dunia Pondok Modern Darussalam Gontor ladang amal beliau yang sangat terasa pengaruhnya. Sejak tahun 1996, Ustadz Nashrulloh aktif menjadi Redaktur Bahasa Indonesia. Hingga 22 tahun sesudahnya, 2018, beliau masih saja menyempatkan hadir di Kantor Penerbitan Wardun untuk sekedar memperbaiki huruf, kalimat, dan tanda baca dalam setiap rubrik berita.  Buku-buku bahasa Indonesia yang digunakan oleh para santri kini juga merupakan hasil olahan ide dari Ustadz Nashrulloh.

Selain Wardun, Majalah Dinding Darussalam Pos dan Majalah Santri Itqan juga melangsungkan penerbitan di bawah arahan Ust Nashrulloh. Hingga usia senjanya, Ustadz Nashrulloh masih aktif mendatangi kantor-kantor penerbitan para santri untuk membimbing dan memotivasi.

Beliau juga menjadi rujukan utama dunia seni di Gontor. Para guru pembimbing Kelas 5 dan 6 selalu meminta nasihat, arahan, dan motivasi dalam urusan konsep mendasar Drama Arena dan Panggung Gembira. Maka tak ayal, jika kesehatan mendukung, beliau pasti menjadi dewan juri dalam dua pentas tersebut. Ustadz Nashrulloh juga mahir dalam mengarang lagu, salah satunya adalah lagu “Ode Untuk Pimpinan” yang dipentaskan dalam Panggung Gembira tahun 2014. Setelahnya, lagu itu seringkali ditampilkan di berbagai panggung.

Kini guru kami telah kembali kepada sang pencipta. Saatnya generasi penerus melanjutkan tongkat estafet. Meski Ust Nashrulloh telah wafat, namun beliau akan tetap hidup dalam memori kami. Tulisan dan petuah beliau akan tetap ada hingga masa tak tentu akhirnya.binhadjid

Gontor Olympiad, diakhiri dengan Meriah

0

Damaskus- Tepuk tangan meriah dari setiap jiwa yang menyambut kebahagiaan. Berjajar tropi penghargaan siap berpindah tangan. Medali sudah siap mengalung. Usai sudah acara besar, Gontor Olympiad telah resmi ditutup yang akan menunggu acara berikutnya. “Ar-rahatu fii tabaadu-l-a’mal”-istirahat adalah pergantian dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya, begitulah gontor dalam bergerak selalu dinamis. Perjuangan yang tak terkira dalam ukurnya telah mendidik memberi pelajaran untuk seluruh oknum yang berjalan. Berbagai perlombaan yang berlangsung dibagi menjadi 4 macam, perlombaan antar rayon, angkatan, konsulat, dan individu.

Perlombaan Volk song "nanana" yang di tampilkan oleh angkatan kelas tiga intensif
Perlombaan Volk song “nanana” yang di tampilkan oleh angkatan kelas tiga intensif dalam lomba divisi kesenian

Gontor Olympiade berjalan dengan lancar selama 1 minggu sesuai harapan panitia, yang dibuka pada hari jum’at(14/12) dan penutupan yang diadakan pada juma’at malam(21/12) yang di hadiri oleh seluruh santriwati darussalalam. Adapaun kejuaraan umum, untuk perlombaan rayon diraih oleh Santiniketan Down dengan ketua rayon Nur’ain Novianty/5C dan Fazati Afida/5B, perlombaan antar angkatan dimenangkan oleh angkatan kelas 4 dengan ketua angkatan Rahmania Rizky/4B dan Rista Ayuna/4C, dan juga konsulat Sumatra menjadi juara umum untuk perlombaan antar konsulat yang diketuai oleh Helmaliyana Putri/5B.

Penampilan dance yang di tampilkan oleh angkatan kelas 2 sebagai juara pada perlombaan "Any Body Can dance"
Penampilan dance yang di tampilkan oleh angkatan kelas 2 sebagai juara pada perlombaan “Any Body Can dance”

Pelajaran non-akademis tak pernah luput dari pembelajaran gontor, selalu seimbang dengan pelajaran akademis yang mengajarkan setiap santriwati belajar tentang pengembangan mental agar berani tampil dan tidak berhenti berkarya yang selalu bertanggung jawab karena otak mereka selalu di pacu untuk berfikir maju kedepan dengan berbagai lomba yang bersangkutan seperti keilmuan, kesenian, olahraga, kepramukaan, dan bahasa. Tak luput dari semua perlombaan, ilmu yang disalurkan sampai kepada empunya karena kreatifitas, dan inovasi sudah terusahakan menjadi benar adanya sebagai olimpiade gontor dan datang sebagai guru terbaik, menjadi sebuah pengalaman. Experience is the best teacher Semoga selalu bermanfaat. hieb

 

Mencetak muslimah yang Sitti-l-kull melalui Duta Nisaiyyah

0

Mantingan- Jum’at (14/12) Gontor Putri Kampus 1  Duta Nisaiyyah kembali dimeriahkan oleh acara “The Election of Skill Delegation”. Acara ini adalah salah satu kegiatan yang menjadi wadah untuk mengekspresikan bakat dan potensi yang dimiliki oleh setiap santriwati, khususnya pada bidang keputrian dengan tujuan mencetak muslimah yang sitti-l-kull yang memiliki jiwa berkompetensi, bermental juara dan berakhlaq mulia. Pondok Modern Darussalam Gontor adalah lembaga pendidikan yang memiliki sistem pendidikan yang komprehensif, komplit dan integratif tetapi sesuai dengan fitrah, dan di Gontor tidak ada pendidikan yang bertolak belakang dengan fitrah, salah satuya adalah kegiatan’Pemilihan Duta Nisaiyah’.

Acara ini merupakan acara Gontor Putri Kampus 1yang sangat penting bagi pendidikan santriwati karena dengan acara ini santriwati dapat menambah wawasan khususnya seputar keputrian serta sebagai modal masa depan untuk menjadi muslimah yang sitti-l-kull. Seperti yang disampaikan  oleh bapak pengasuh Al-Ustadz Ahmad Suharto, M.Pd.I dalam pidatonya: Duta Nisaiyyah adalah Acara yang mana seluruh santriwati harus bisa menjadi duta nisaiyyah, tidak boleh menjadi langganan anak-anak tertentu saja. Pelajaran Nisaiyyah mencakup seluruh kegiatan yang ada di pondok ini, tidak terbatas hanya pelajaran di kelas saja, di setiap tempat dan waktu terdapat pelajaran  Nisaiyyah, dan yang terpenting pelajaran nisaiyyah harus selalu ada di hati, jiwa, fikiran dan benakmu, yang mana, ini berarti bahwa kalian sadar bahwa fitrah kalian sebagai perempuan”.

Kepanitiaan dalam acara ini adalah kelas 6 (bag. keputrian dan kesenian) dan dari kelas 4 dan 3 Intensive, dengan bertemakan “Gontor mengawal sistem dan nilai-nilai demi terbentuknya muslimah yang sitti-l-kull”, yang diikuti oleh santriwati kelas satu sampai dengan empat, setelah melewati beberapa tes yang diujikan, terpilihlah 20 santriwati yang menuju Grand Final dan dibagi menjadi 2 kategori; sighor (Junior) dan kibar (Senior). Finalis sighor terdiri dari kelas 1, 2 dan 3 sedangkan finalis kibar, terdiri dari kelas 1 intensive, 3 intensive dan 4. Untuk kategori kibar, perlombaan ini dijuarai oleh; 1. Fikra Laudita (4B), 2. Azzahra Raihatul (3 Int B), 3. Lulu Afifah (4B), sedangkan untuk kategori sighor, dijuarai oleh; 1. Mudia Dara Aini (3C), 2. Alya Kasim (3B), 3. Nur Izzatul (3B).

Untuk lebih memeriahkGontor Putri Kampus 1an acara ini, panitia mengadakan perlombaan antar rayon, dengan merancang gaun dan hantaran yang bertemakan “adat”.  Yang  menjadi juara dalam merancang gaun dijuarai oleh rayon “Indonesia 4” dan rayon “Oman” menjadi juara terfavorit, sedangkan untuk juara merancang Hantaran dijuarai oleh rayon “Real Maghrib Bawah”. Seluruh santriwati sangat antusias dalam menyambut acara ini meskipun bersamaan dengan Perkemahan Kamis-Jum’at, hal ini terbukti dengan kesemangatan para santriwati dari babak pertama hingga babak terakhir ini. Finkar