Home Blog Page 307

Membentuk Ummahat Sitti-l-Kull Melalui Pelatihan Memasak Bersama Chef Furqon

0
Chef Furqon sedang mempraktikkan di depan para peserta
Chef Furqon sedang mempraktikkan di depan para peserta

Gontor Putri Kampus 1Gontor selalu mempersiapkan para santrinya untuk menjadi mujahid-mujahidah umat yang membawa perubahan, terkhusus bagi para santriwati yang berada didalamnya. Karena melalui tangan-tangan inilah, nasib suatu umat ditentukan apakah baik ataupun tidak. Dalam usaha pembentukan inilah, Gontor Putri Kampus 1 mengadakan pelatihan memasak yang ditutori oleh chef yang handal dan terpercaya.

Pelatihan ini merupakan salah satu rangkaian acara dalam peningkatan kualitas keputrian di Gontor Putri Kampus 1. Acara ini diadakan sejak hari Jum’at, 31 Agustus 2018 sampai dengan Senin, 3 September 2018. Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan ini adalah 80 orang, yang terdiri atas 40 orang ustadzah baik dari Gontor Putri Kampus 1, 2, dan 3, serta 30 orang madamat Gontor Putri Kampus 1 dan 2. Para peserta dibagi dalam 3 kelompok memasak, yang mana berlatih dalam sesi-sesi yang telah dibagikan oleh panitia. Acara ini dipusatkan di bangunan Nadi-l-Qubaits, yang merupakan sentral pengembangan keputrian dalam bidang masak-memasak.

Peserta sedang mempresentasikan hasil masakan di depan tutor dan para peserta
Peserta sedang mempresentasikan hasil masakan di depan tutor dan para peserta

Tutor yang melatih dalam acara ini adalah Chef Furqon, yang memiliki nama lengkap Ahmad Furqon Nur. Beliau merupakan alumnus Gontor yang kini telah berdomisili di Denmark sebagai chef. Sebelum menjadi tutor dalam acara ini, beliau sering berkunjung ke Gontor Putri Kampus 7 untuk memberi pelatihan yang serupa kepada para santriwati disana. Dalam pelatihan ini, beliau mengajarkan teknik memasak makanan dan minuman, baik dalam kategori berat, sedang, maupun ringan , kepada seluruh peserta yang ada. Besar harapan dari acara ini agar tujuan yang diinginkan dapat terwujud, yaitu munculnya ummahat sitti-l-kull yang membawa umat dalam kejayaannya. Fayra

Kiai Hasan Hadiri Sidang Pleno Wantim MUI ke-30

0

Jakarta-K.H. Hasan Abdullah Sahal hadiri Sidang Pleno Wantim MUI ke-30. Rabu (29/8) siang bertempat di Kantor MUI Pusat, Jakarta. Sidang ini akan membahas masalah-masalah strategis keorganisasian, keumatan, dan kebangsaan. Salah satu poin pembahasannya adalah posisi ketum yang menjadi cawapres.

Sidang yang dipimpin oleh Din Syamsuddin ini dihadiri oleh kurang lebih 30 utusan dari berbagai ormas dan lembaga Islam. Acara dimulai pukul 13.30 WIB dan selesai sekitar pukul 15.30 WIB. Sidang berlangsung lancar dan hangat.

Sidang kali ini dinyatakan tertutup untuk wartawan. Selesai Sidang, Wantim MUI adakan Press release, mereka memberikan pandangan bahwa berdasarkan ketentuan keorganisasian MUI, khususnya Pedoman Rumah Tangga Pasal 1 ayat 6 butir f, Ketum MUI harus melepaskan jabatan sebagai ketum apabila terpilih menjadi Wakil Presiden RI.

“Namun, demi menegakkan marwah organisasi dan peran MUI sebagai khadimul ummah wa shadiqul hukumah yakni berada di atas dan untuk semua elemen umat Islam dan bangsa Indonesia maka seyogyanya organisasi MUI dan posisi-posisi di MUI tidak digunakan untuk kepentingan politik kekuasaan yang dapat memecah belah umat Islam dan bangsa Indonesia” Jelas Ketua Wantim MUI, Prof Didin. AaRum

Gala Dinner Bapak Wakil Pengasuh Gontor Kampus 2 Bersama Peserta Diklat Kementrian Agama RI

0

KAMPUS 2 – Diklat Teknis Substantif Perkoperasian Pondok Pesantren merupakan acara tahunan dari Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Kementrian Agama RI. Tahun ini Kemenag memilih Pondok Modern Darussalam Gontor sebagai salah satu tempat pelaksanaan diklat tersebut. Rombongan diklat pun telah tiba hari sabtu (01/09) pukul 04.00 Subuh perjalanan darat dari Jakarta. Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari hingga hari ahad (04/09).

Gala Dinner
Gala Dinner

Pada pagi hari, pemberian materi diklat dilakukan di Gedung Latansa Gontor Department Store. Peserta sangat antusias mendengarkan penjelasan dari Direktur Latansa Store. Bahkan beberapa peserta tertarik ingin membuka cabang Latansa Gontor Department Store di pesantren masing-masing, salah satunya keinginan dari Bapak Yuli Saiful Bahri dari Pondok Pesantren Bali Bina Insani.

Materi selanjutnya dilaksanakan di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 2. Peserta disambut dengan hangat dan ramah oleh guru-guru Gontor Kampus 2. Materi diklat tentang “Jaringan Kemitraan Koperasi Pondok Pesantren” disampaikan oleh Ust. H. Muhammad Hudaya, Lc., M.Ag. selaku wakil pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor 2.

“Awalnya Gontor itu tidak memiliki upaya untuk mensejahterakan guru, maka bapak kyai atau pimpinan pondok berusaha untuk berupaya meningkatkan kesejahteraan guru, supaya dapat berkonsentrasi dalam memperjuangkan segala perjuangan di pondok. Di antara upayanya adalah dengan mendirikan unit usaha ekonomi, yang pertama adalah UKK (Usaha Kesejahteraan Keluarga) yang bergerak dalam bidang kebutuhan sehari-hari dalam rumah tangga. Meskipun diperuntukkan kesejahteraan guru, namun hasil yang digunakan untuk kesejahteraan guru hanya kira-kira 40% saja. Selebihnya, diperuntukkan kepentingan santri dan pondok.”, imbuhnya.

Usai penyambutan dan presentasi, rombongan peserta diklat Kemenag dibawa menuju unit-unit usaha di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 2. “Unit usaha di Gontor bukan berbasis bisnis, tetapi pendidikan”, Ust. Hudaya menegaskan hal tersebut saat sesi keliling ke Gorda Café, Koperasi Pelajar, Café Harmony, Gorda Transport, dan Pabrik Sandal. Setelah sholat Maghrib, peserta disambut dengan Gala Dinner bersama wakil pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 2.

Kegiatan ini ditutup oleh Ust. H. Khoirul Umam, M.Ec. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Semoga selama 4 hari ini, pengalaman dan ilmu yang didapatkan dari diklat ini dapat diaplikasikan di pondok pesantren masing-masing serta nilai-nilai perjuangan pondok pesantren dapat ditularkan ke seluruh pondok pesantren di Indonesia.

 

Doa Dalam Sujud Syukur Pondok Pesantren Baitul Hidayah

0

Bandung (15/7), adalah momentum berharga bagi keluarga besar Pondok Pesantren Baitul Hidayah, yang menjadi puncak rangkaian acara sewindu (8 tahun) Pondok Pesantren Baitul Hidayah. Yang lebih istimewanya lagi, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH. Hasan Abdullah Sahal berkenan hadir dan mengimami para santri serta guru pada saat sujud syukur.

Dalam acara ini, Ust. Erik Setiawan M.I.Kom selaku ketua panitia menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, pemateri, serta pihak sponsor seperti Dago Wisata Travel Haji dan Umrah, Shafira Busana Muslim, dan lainnya. Selain itu, KH. Iwan Shofyan Andi, M.Si selaku Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Hidayah juga menyampaikan, bahwa puncak kegiatan sewindu ini dilaksanakan bukan sebagai momentum formalitas semata, bahkan lebih dari pada itu, bahwa momentum puncak sewindu ini dapat dijadikan motor penggerak untuk seluruh yang ada dan memiliki andil di PP. Baitul Hidayah, untuk bisa lebih bekerja keras lagi dalam mengemban amanah umat, termasuk amanah pewakif tanah Pesantren, Alm. Bpk. Martono beserta keluarga yang telah mendahului.

Tausyiah K.H. Hasan Abdullah Sahal saat acara Sujud Syukur
Tausyiah K.H. Hasan Abdullah Sahal saat acara Sujud Syukur

K.H. Hasan Abdullah Sahal yang hadir saat itu pun menyampaikan sambutan serta pesan dan nasehat dalam acara tersebut. Dalam tausyiahnya, beliau menyampaikan, “Penyakit pondok pesantren itu ingin cepat besar, maka jangan sampai kamu berkeinginan untuk membuat pondokmu cepat besar, semuanya butuh proses. Orang besar itu semakin besar, belum tentu semakin besar jiwanya, belum tentu semakin besar hatinya. Fisiknya besar, tapi belum tentu semakin besar kerjanya.”

Di akhir tausyiah, beliau mengingatkan semua yang hadir dalam acara itu untuk kembali merenungi makna dari surat Ibrahim mengenai hakikat bersyukur. Semakin kita bersyukur, maka Allah akan berikan sesuatu yang lebih, namun jika kita kufur maka adzab Allah lah yang menanti.

Penandatanganan Akta Wakaf Tanah PP. Pesantren Baitul Hidayah
Penandatanganan Akta Wakaf Tanah PP. Pesantren Baitul Hidayah

Selain memberikan tausyiah dan nasehat, KH. Hasan Abdullah Sahal pun ikut menjadi saksi penandatangan akta wakaf tanah Pondok Pesantren Baitul Hidayah yang diberikan oleh Alm. Bpk. Martono. Dengan demikian, total tanah yang telah diwakafkan ke Pondok Pesantren Baitul Hidayah adalah sejumlah 5,1 Ha3.

Acara ditutup dengan do’a bersama seluruh santri, guru PP. Baitul Hidayah dan hadirin yang datang. Seusai doa, Bapak Pimpinan segera kembali ke hotel dan bersiap untuk melanjutkan perjalanan di keesokan harinya. rukh

Gontor Adakan Ulangan Umum Semester Pertama

0

GONTOR—Setelah  sekian lama Pondok  Modern Darussalam Gontor (PMDG) disibukkan dengan berbagai rentetan acara Khutbatul ‘Arsy, akhirnya rutinitas kembali berjalan seperti semula. Begitupun kegiatan belajar mengajar di Kuliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI). Pada minggu ini KMI mengadakan Ulangan Umum Semester Pertama.

Ulangan Umum ini dimulai pada hari Sabtu (1/9) hingga Rabu (5/9). Sebagaimana kegiatan pondok yang lainnya, Ujian ini juga diawali dengan pengarahan yang disampaikan oleh Bapak Direktur KMI K.H. Masyhudi Subari, M.A. seusai shalat maghrib di Masjid Jami’ (31/8). Dalam pidatonya, Kiai Masyhudi menyampaikan agar para santri senantiasa menjaga kesehatan demi kelancaran tiap individu dalam menghadapi Muraja’ah ini.

Para santri harus bisa mengatur waktu mereka sendiri, seperti; waktu belajar, waktu istirahat, waktu makan, dan yang lainnya. Untuk santri baru diharapkan dapat langsung beradaptasi dengan miliu ujian di Gontor ini. Selama masa ujian, para santri tidak diperbolehkan untuk berolahraga di pagi hari demi mewujudkan miliu belajar dan menfokuskan diri untuk belajar dalam kurun waktu lima hari ini.

Setelah ulangan ini berakhir, para santri dapat mengukur sejauh mana kemampuan mereka di seluruh mata pelajaran, sehingga mereka dapat meningkatkan potensi diri masing-masing dalam menghadapi Ujian Pertengan Tahun mendatang. Apabila nilai mereka di Ulangan ini memuaskan, itu berarti sudah setengah persiapan menuju Ujian Pertengan Tahun. Akan tetapi, jika nilai mereka ternyata kurang baik, berarti mereka harus berusaha lebih keras lagi. Faruq

 

30 Provinsi Perwakilan Pimpinan Pondok Pesantren se-Indonesia Kunjungi Unit Usaha Gontor  

0

SIMAN-Guna meningkatkan perkembangan perkoperasian pondok pesantren, Kementrian Agama RI memberikan pelatihan kepada seluruh perwakilan pondok pesantren di Indonesia. 30 peserta dari 30 provinsi perwakilan pimpinan pondok pesantren se-Indonesia mengunjungi unit-unit usaha yang dikelola oleh Pondok Modern Darussalam Gontor pada Ahad (02/09).

Meninjau Unit Usaha Konverksi Gontor.
Meninjau Unit Usaha Konveksi Gontor.

Tim yang diketuai oleh Ustadz Ismail Kadir dari Pondok Pesantren Ummushabri Kendari Sulawesi Tenggara hendak belajar dari keberhasilan Gontor dalam mengelola unit-unit usaha, bisnis pondok serta kopontren, sehingga memiliki kemandirian dalam hal pendanaan. Tim Diklat melihat secara langsung beberapa unit usaha Gontor seperti percetakan Darussalam Press, pabrik air kemasan “Amidas”, pusat penggilingan padi (Selep) Gontor dan BMT (Baitul Maal wat Tamwil) Gontor.

Semua peserta antusias dalam mendengarkan pemaparan dari Ustadz Drs. H. Imam Mukhtar di unit usaha Amidas dan Selep Gontor. “Unit usaha ini menunjukkan bahwa Pondok Modern Darussalam Gontor bisa hidup mandiri dalam mengembangkan pondok. Itu baru mampu memenuhi kebutuhan di dalam, kita belum sempat menerima order dari luar pondok” imbuhnya.

Al-Ustadz Drs. H. Y. Suyoto Arief, M.S.I. saat menyampaikan materi tentang pelayanan prima anggota kopontren pada kegiatan Diklat Teknis Substantif Perkoperasian Pondok Pesantren di Hall Hotel Unida Inn, Universitas Darussalam Gontor.
Al-Ustadz Drs. H. Y. Suyoto Arief, M.S.I. saat menyampaikan materi tentang pelayanan prima anggota kopontren pada kegiatan Diklat Teknis Substantif Perkoperasian Pondok Pesantren di Hall Unida Inn.

Sejatinya unit usaha yang dimiliki Pondok Pesantren itu dijadikan sarana untuk membentuk kemandirian dan pengelolaan, organisasi serta menjadi media bagi pondok untuk melakukan praktik berwirausaha, sehingga terdapat keseimbangan pada pendidikan agama dan pendidikan kewirausahaan. Hal tersebut disampaikan oleh Ustadz Drs. H. Y. Suyoto Arief, M.S.I. saat materi tentang pelayanan prima anggota kopontren pada kegiatan Diklat Teknis Substantif Perkoperasian Pondok Pesantren di Hall Unida Inn, Universitas Darussalam Gontor.

 

 

Saat ini, Gontor sudah memiliki 32 unit usaha, Ada unit usaha yang diluar koperasi yaitu perseroan. Beberapa pengembangan kopontren Gontor antara lain SPBU yang dikelola oleh Pondok Modern Gontor di Wonosobo.

Kunjungan di hari ketiga adalah unit usaha Latansa Gontor, yang terletak di jalan Sultan Agung No.21, Kec. Ponorogo, Kabupaten Ponorogo. Unit usaha ini dialokasikan dalam satu gedung yang terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama terdiri dari tiga unit usaha, diantaranya Latansa Toko Peralatan Olah Raga dan Latansa Apotik. Lantai kedua terdapat Latansa Book Store, dan lantai ketiga merupakan ruangan untuk staf dan karyawan.*Atika R. Masrifah

Diskusi Umum Siswa Kelas 6 KMI Usung Tema “Peran Pesantren Dalam Pendidikan Sosial Budaya”

0

GONTOR–Pada hari Rabu (29/8) Siswa Akhir Kulliyatul Muallimin Al Islamiyyah (KMI)  kembali disibukkan dengan kegiatan yang positif yaitu Diskusi Umum. Acara yang mengusung tema “Peran Pesantren Dalam Pendidikan Sosial Budaya”  ini dipaparkan oleh salah satu Siswa AKhir KMI yaitu Alif Rifdan Syah kelas 6 B dari Madura, selain menjadi pemakalah, Alif juga merupakan Ketua Angkatan Siswa Akhir KMI yang mendapatkan tugas untuk menjadi pemakalah diskusi ini. Acara ini merupakan acara tahunan di Gontor yang diorganisir oleh Siswa Akhir KMI guna meningkatkan mutu keilmuwan siswa dan jiwa intelektualitas dalam menghadapai problematika zaman. Diskusi semacam ini juga menjadi pembelajaran dan pengalaman bagi mereka untuk memantapkan bekal yang akan mereka amalkan di masyarakat kelak.

“Antum harus tahu tata cara dan pelaksanaan diskusi ini, maka semuanya harus serius dan menyimak dengan seksama atas apa yang akan dipaparkan oleh pemakalah malam ini” tutur Al-Ustadz Sujiat Zubaidi, M.A. dalam pembukaan acara diskusi ini. Beliau juga berharap bahwa seluruh siswa harus merekam dengan baik tentang kegiatan ini. Judul makalah malam ini sangat menarik karena berkaitan dengan pesantren dan budaya, “tegas  Ustadz Sujiat. Diskusi ini dilaksanakan di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) serta diikuti oleh 751 siswa akhir dan 20 Asatidz. *aff

Kiai Syamsul Hadiri Pernikahan Kader Pondok, Al-Ustadz Prayitno dan Al-Ustadzah Aisyah Al-Mukarramah

0

BUNGKAL-Di sela-sela padatnya rutinitas pondok, Kiai Syamsul Hadi Abdan Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor menyempatkan hadir pada acara pernikahan kader pondok yaitu Al-Ustadz Prayinto dan Al-Ustadzah Aisyah Al-Mukarramah yang bertempat di Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo, Ahad (2/9). Acara kali ini bertempat di kediaman mempelai putra, acara yang bertempat di kediaman putri sudah dilaksanakan pada hari Rabu yang lalu (29/8) di Ngawi. Selain Kiai Syamsul, Bapak Direktur Kulliyatul Muallimin Al-Islamiyyah (KMI), K.H. Masyhudi Subari, M.A. juga turut hadir bersama istri.

“Kader Pondok adalah kekuatan inti Pondok Modern Darussalam Gontor, maka jangan sampai setelah menikah ini kamu menduakan istrimu yang pertama dengan lebih mementingkan istrimu yang kedua. Siapakah istrimu yang pertama? Istrimu yang pertama adalah Pondok. Sebagai istri kader pondok, haruslah selalu mendukung dan ikut berjuang memajukan Pondok ini”. Tegas Kiai Syamsul saat  menyampaikan Khutbah pada acara Walimatu-l-‘Ursy.

Beginilah cara Gontor membentuk kader dan generasi penerus, bahkan sampai urusan nikah pun juga sangat diperhatikan serta dibina agar menjadi generasi pejuang nilai dan sistem Gontor.*aff

Regenerasi dan Kaderisasi, Ciri Khas Pondok Modern Darussalam Gontor

0

Pondok Modern Darussalam Gontor, adalah sebuah lembaga pendidikan yang sistemnya komprehensif, integratif, dan mandiri. Disebut sebagai Pondok Modern, karena di Gontor selalu terjalin disiplin dan organisasi, sehingga terorganisir segala kegiatannya. Maka sebagai evaluasi untuk menjadi lebih baik, tepat pada tanggal 27 Agustus 2018 di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 telah diselenggarakan sebuah acara yaitu Reformasi pengurus Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) dan Koordinator Gugusdepan Gerakan Pramuka (KGGP). Acara ini dihadiri oleh seluruh santriwati kelas 5 dan 6, Asatidz dan Ustadzat beserta Bapak Pengasuh, bertempat di auditorium Gontor Putri Kampus 1.

Pembacaan Ikrar Kepengurusan Baru Setelah Reformasi
Pembacaan Ikrar Pengurus Baru Setelah              Reformasi

Bapak Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1, KH. Ahmad Suharto, M.Pd.I berpesan dalam pidatonya “Perubahan-perubahan itu juga ijtihadiyah dari musyawarah, dari pengamatan kita semuanya. Tapi intinya, insyaallah untuk kebaikan sehingga anak-anakku jangan merasa dihinakan, jangan merasa direndahkan, jangan merasa dimuliakan, tapi ini semua sebagai cobaan dan ujian serta pendidikan bagi kita semua. Ini bagian dari soliditas, bagian dari bagaimana pondok ini lebih kompak.

Ini juga adalah proses regenerasi dan kaderisasi. Regenerasi diperlukan untuk memperbaharui segala kekurangan sebelumnya. Maka terdapat beberapa pengurus OPPM dan Koordinator –setelah dirundingkan oleh para pembimbing— diganti, dinaikkan dan diturunkan jabatannya. Faktor lainnya adalah pemerataan bagi santriwati kelas 6 tahun ini yang berjumlah 713 orang, agar seluruh santriwati dapat merasakan dan ikut andil dalam organisasi. Serta terdapat beberapa santriwati kelas 5 yang dilantik menjadi pengurus OPPM dengan tujuan pengkaderan. Pengkaderan agar dapat lebih memahami seluk-beluk OPPM dalam meneruskan estafet kepengurusan selanjutnya. Khairan

OSPEK GONTOR PUTRI “LANAA MAZAYA SITTIL KUL THOYYIBAH”

0

OSPEK (Orientasi Studi Pengenalan Kampus) tepat pada tanggal 14 Syawwal 1439 H, bertepatan pada tanggal 28 Juni 2018 diadakan Pembukaan Orientasi Studi Pengenalan Kampus Unida Mantingan. Al-Ustadz Dr. Nur Hadi Ihsan, MIRKH, selaku pembuka acara Pembukaan Ospek UNIDA, yang diselenggarakan di Auditorium GP 2, UNIDA Mantingan. Dan dibuka kembali acara Pembukaan OSPEK oleh Al-Ustadz Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi MA. Pada acara OSPEK kali ini, diikuti oleh para mujahidah-mujahidah calon mahasiswi fii sabiilillah dengan jumlah sebagai berikut :

  1. Gontor Putri Kampus 1 : 121 Mahasiswi
  2. Gontor Putri Kmapus 2 : 75 Mahasiswi
  3. Gontor Putri Kampus 3 : 70 Mahasiswi

Kegiatan OSPEK tahun ini bertemakan “MAZAYA” yang bermottokan “Mencetak Mahasiswi Multitalenta, Mengislamkan Pengetahuan, dan Membangun Peradaban Islam”. Dengan tujuan, “Agar Mahasiswi UNIDA dapat memiliki segala kelebihan dalam bidang apapun, dituntut untuk selalu bisa dalam segala hal apapun, memiliki kualitas dan multitalenta dalam segala hal dan bidang apapun untuk mengislamkan pengetahuan dan membangun peradaban Islam” ujar Al-Ustadzah Fadilah Ayu dan Al-Ustadzah Yazida Salsabiila , selaku Ketua OSPEK 2018.

Dengan berjalannya kegiatan OSPEK selama seminggu ini, Alhamdulillah acara pra maupun non pra OSPEK telah berjalan lancar, dengan kesungguhan perjuangan para panitia-panita serta anggota calon mahasiswi baru. Memang benar nyatanya “PROSES TIDAK AKAN PERNAH MEMBOHONGI HASIL”. Dengan menunjukkan IDENTITAS yang sebenarnya kepada seluruh dunia, bumi dan seisinya, bahwa generasi ini akan mampu bertahan dengan segala apa yang terjadi dan mampu menjadi “Mundzirul Qoum” serta mampu menjadi generasi yang menginspirasi umat dan bangsa. Azheema90