Home Blog Page 314

Kiai Hasan Bernyanyi, Meriahkan Mahadasa Tahun Ini

0

Gontor—Pimpinan Pondok K.H. Hasan Abdullah Sahal ikut bernyanyi dalam acara Mahadasa Gontor Got Talent (MGGT) 2018 di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Jum’at (10/8) lalu. Dalam kesempatan ini Kiai Hasan menyanyikan lagu ciptaannya “Selamat Datang” sekaligus bermain gitar di hadapan seluruh penonton.

Ketua Panitia MGGT 2018, Al-Ustadz Masau Dito Pendi menyampaikan, Ia sangat bersyukur dengan hasil yang telah diraih oleh panitia, semua individu mampu mengerjakan seluruh planning dengan baik. Rasa syukurnya semakin bertambah ketika Kiai Hasan membuka acara MGGT 2018 ini, “Kiai Hasan nyanyi saya udah seneng, apalagi seluruh penonton ikut nyanyi dan terhibur dengan Mahadasa, itu udah cukup” tambah Dito.

MGGT 2018 merupakan salah satu rentetan Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy di PMDG. Sebanyak 20 acara ikut memeriahkan perhelatan tahunan ini, termasuk penampilan dari The Legend dan Guru Senior yang membuat acara MGGT 2018 semakin meriah dan memukau para penonton.  Tidak hanya itu, MGGT 2018 juga memberikan beberapa penghargaan kepada mahasiswa guru yang berprestasi, diantara mahasiswa terbaik yang dipilih adalah; “The Most Active Student of The Year, The Most favourite Member of OSPEK 2018 dan Dema of The Year”. Rakafadel

 

Gontor Adakan Upacara Kemerdekaan RI ke-73

0

Gontor–Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengadakan upacara kemerdekaan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) pada hari Jum’at (17/8). Acara ini dipimpin langsung oleh K.H. Hasan Abdullah Sahal selaku Inspektur Upacara.

Upacara kemerdekaan dimulai tepat pada pukul 07.00 WIB ditandai dengan pengibaran Bendera Pusaka Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera (PASKIBRA) yang berjumlah 9 orang dari siswa KMI, dengan diiringi oleh lantunan lagu Indonesia Raya.

Dalam pidatonya, Kiai Hasan menyampaikan bahwa kemerdekaan adalah sesuatu yang paling berharga dalam kehidupan manusia baik lahir maupun batin, kemerdekaan adalah hadiah dari Allah SWT, dan kita wajib bersyukur atas nikmat kemerdekaan ini. “Negara ini milik bangsa Indonesia, kita semuanya harus mensyukuri nikmat kemerdekaan yang telah dibayar oleh semua pendahulu kita.” Ujar Kiai Hasan.

“Anak-anakku sejarah jangan sampai dilupakan, jangan mudah terkecoh oleh sejarah yang dipalsukan dan digelapkan oleh pihak lain. Negara ini adalah negara kita semuanya yang diproklamirkan oleh dua orang itu (Soekarno dan Hatta), tetapi perjuangannya melalui para ulama’, para auliya’, para pendahulu kita, yang mana mereka adalah santri-santri, dan alumni-alumni pesantren.” Tambah Kiai Hasan.

Upacara kemerdekaan ini setidaknya dihadiri lebih dari 4.500 orang dari santri, guru, dan wali santri yang tengah berada di pondok. Acara ini berlangsung lancar dan khidmat. Setelah upacara berakhir, para santri kembali melaksanakan aktivitas harian seperti biasanya. Rakafadel

 

Tulisan terkait:

Galeri Upacara Kemerdekaan RI ke-74 di PMDG

Puisi Kemerdekaan Karya Santri Gontor: Merah Putih Suci

Puisi Kemerdekaan: Di bawah Kibaran Merah Putih

Memupuk Semangat Berorganisasi Dengan Pelantikan Staf OPPM

0

DSC_2517Segala hal yang dilihat, didengar, dirasakan, dan dilakukan oleh seluruh santri Pondok Modern Darussalam Gontor harus mengandung nilai-nilai pendidikan. Tidak terkecuali dari anggota-anggota baru sampai para santriwati senior sekalipun. Kelas 4 dan 3 intensif merupakan sebuah proses awal transisi. Mereka adalah anggota paling tua di antara adik-adiknya di rayon. Oleh karenanya, persiapan untuk berorganisasi mulai ditanamkan sejak saat itu.

Pelantikan staf Organisasi Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2(17/8) dibuka secara resmi oleh Al-Ustadz K.H. Umar Sa’id Wijaya, S.Ag. selaku wakil pengasuh. Setelah beberapa arahan disampaikan, pelantikan dilaksanakan secara serentak dan dilanjutkan dengan perkumpulan-perkumpulan bersama para pembimbing bagian.

Para staf dilatih untuk memahami kinerja bagian-bagian OPPM sebagai persiapan kelak. Dan tentu saja untuk membantu terlaksananya program-program kerja dari bagian itu sendiri. Tidak semua anggota ditunjuk sebagai staf OPPM bukan berarti mereka melepas begitu saja tanggung jawab untuk belajar. Bahkan berkesempatan lebih untuk mencari pengetahuan yang seluas-luasnya. Karena Gontor akan selalu memberikan kail, bukan ikan. NISAHABIBA

Upacara Peringatan Kemerdekaan Indonesia ke-73 : Gontor Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

0

2Mantingan-Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 1 KH. Ahmad Suharto, M.Pd.I memimpin upacara peringatan Kemerdekaan Indonesia ke-73. Upacara dilaksanakan di Lapangan Hijau Gontor Putri Kampus 1. Acara dimulai pukul 07.30 WIB, Jum’at(17/8/2018) yang diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera) dengan diiringi lagu Indonesia Raya. Upacara berlangsung dengan khidmat yang diikuti oleh seluruh santriwati dan guru-guru Gontor Putri Kampus 1.

73 tahun Indonesia merdeka. Kemerdekaan tidak diberikan begitu saja, kemerdekaan tersebut penuh dengan perjuangan dan pengorbanan bondo bahu pikir bahkan nyawa sekalipun. Arti kemerdekaan itu sendiri adalah bentuk realisasi terhadap cita-cita nasional bangsa Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Merealisasikan cita-cita nasional bangsa Indonesia tidak cukup sampai 73 tahun, karena perjuangan merealisasikan cita-cita nasional bangsa Indonesia adalah perjuangan yang tidak pernah berhenti sepanjang masa.

Diantara cita-cita bangsa Indonesia adalah Mencerdaskan Kehidupan Bangsa. Gontor memilih ranah dan lahan perjuangannya dalam pendidikan karena Gontor sadar bahwa amanat cita-cita pendidikan nasional masih sangat jauh. Gontor akan senantiasa konsisten dan fokus untuk berjuang dalam dunia pendidikan.

Dalam pidatonya, KH. Ahmad Suharto menyampaikan “Jadilah anak-anak yang cerdas lahir batin. Jadilah anak-anak yang berbudi tinggi, mempunyai karakter yang kuat, mempunyai karakter yang luhur, mempunyai akhlaq yang mulia, jadilah anak-anakku mempunyai fisik kesehatan badan, jadilah anak-anakku mempunyai wawasan pengetahuan dan pengalaman yang luas, karena kalian akan menjadi mundzirul qoum, kalian akan menjadi pendidik bangsa, mencerdaskan bangsa. Lewat pendidikanlah kita bisa merdeka dengan sebenarnya, tapi tanpa pendidikan bangsa ini akan tetap bodoh, dibodohi, dan terus hanya dijadikan sasaran oleh bangsa-bangsa asing”.

Dengan diadakannya upacara peringatan Kemerdekaan Indonesia, diharapkan santriwati dapat menjunjung tinggi nilai-nilai nasionalisme dan tidak melupakan perjuangan para pahlawan serta mempunyai kesadaran bahwa ditangan kitalah masa depan bangsa Indonesia.Salsabila

Gontor Mengeksplorasi Kreatifitas Santriwati Melalui Drama Arena 52019

0

Mantingan- Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 terus memberikan kreatifitas dan inovasinya melalui Pagelaran Seni Drama Arena 52019 yang diselenggarakan pada hari Ahad (12/8) mulai pukul 19.45-24.00 WIB bertempat di lapangan Auditorium Gontor Putri Kampus 1 dan dibuka secara langsung oleh Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 1, KH. Ahmad Suharto, M.Pd.I.

Kelas 5 adalah puncak keorganisasaian, kepemimpinan, kemasyarakatan . Acara ini adalah internal Pondok untuk mengeksplorasi bakat dan minat mereka. Gontor mendidik melalui acara ini sebagai pendidikan kepanitiaan, perencanaan, pelatihan dan kesenian, yang mana ini menunjukan bahwa Gontor adalah lembaga pendidikan yang komprehensif, pendidikan yang menyeluruh dan sempurna sebagaimana kita tahu bahwa isi pendidikan Gontor itu ada 3 yaitu keislaman, keilmuan dan kemasyarakatan” Ujar Al-Ustadz KH. Ahmad Suharto M.Pd.I dalam pembukaan Drama Arena.

Dengan bertemakan “Dengan variasi nada  berpacu menjadi satu melodi yang harmonis melantunkan inovasi bagi muslimah Darussalam” mereka mampu menyuguhkan acara yang meriah, menarik dan spektakuler namun tetap bernuansa pendidikan dan islami. Diawali dengan Nasyid dan dilanjutkan dengan MC Resmi, Tilawah Al-Qur’an, Choir, Drama, Tari Daerah, Tari Mesir, Puisi, Fashion Show, Pantomim, Modern Dance, Cabaret, Pencak Silat dan pop singer. Alhamdulillah, hingga akhir penghujung, acara ini berlangsung dengan meriah, sukses dan lancar. Fina K.

Pergantian Anggota DEMA Sebagai Wujud Estafet Tongkat Keorganisasian

0

Patah tumbuh hilang berganti.  Mau dipimpin dan siap dipimpin, begitulah motto yang sering digaungkan di bumi darussalam. Organisasi Dewan Mahasiswa cabang Gontor Putri Kampus 2 telah menjalankan tugasnya selama satu tahun penuh, maka tiba saatnya untuk mengestafetkan tongkat perjuangan kepada anggota Dewan Mahasiswa yang baru agar kegiatan kemahasiswaan tetap dapat berjalan dan menjadi lebih baik lagi.

Kamis (16/8), Farida Syarifah, S.H dan Umi Nur Vianta, S.H selaku ketua DEMA 2018 menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada seluruh mahasiswi dan asatidz Gontor Putri Kampus 2 di Aula UNIDA Putri. Laporan pertanggungjawaban berjalan dengan khidmat dan  dilanjutkan dengan pelantikan anggota DEMA yang baru oleh Bapak Wakil Pengasuh Al-Ustdz K.H Umar Sa’id Wijaya, S.Ag secara langsung.

DSC_1809
Penghargaan bagi mahasiswi berprestasi di selang acara

“Semoga kami dapat melajutkan tongkat estafet yang telah diamanahkan kepada kami, kami memohon do’a dan dukungan agar kegiatan kemahasiswaan yang sudah berjalan bisa semakin baik “ ungkap Mega Arina Manasikana selaku ketua DEMA 2019. Dalam sambutannya, Al-Ustdz K.H Umar Sa’id Wijaya, S.Ag berpesan agar apa yang sudah terjalankan perlu dipertahankan dan ditingkatkan, kalau perlu ditambah lagi agar kegiatan kemahasiswaan lebih semarak lagi.

Unggun Gembira Meriahkan Penutupan LP3 XXX

0

Gontor – Acara Unggun Gembira menandakan selesainya acara LP3 yang pada tahun ini dimenangkan oleh kontingen KOSTRADAMA (Kontingen PMDG kampus 3) dengan status juara umum: juara satu di kategori penggalang dan juara dua dikategori penegak. Adapun juara favorit diraih oleh 15089-01.

UNGGUNKegiatan Lomba Perkemahan Penggalang dan Penegak (LP3) merupakan salah satu dari rentetan acara Khutbatu-l-Arsy di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Pada pelaksanaannya yang ke-30 ini, LP3 mengambil moto “Scout Raises The Nation’s To Uphold Islamic Civilization”. Kegiatan perkemahan tersebut diselenggarkan untuk seluruh pondok alumni se-Indonesia yang diikuti oleh lebih dari 1000 adika pramuka baik penggalang maupun penegak, dimulai pada hari Rabu (1/8) sampai hari Senin (6/8).

Unggun gembira kali ini dibuka oleh Al-Ustadz H. Ismail Abdullah Budi Prasetyo, S.Ag. yang bertempat di halaman gedung Rabithah, Acara malam hari ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Satya Dharma Pramuka, setelah itu setiap pondok menampilkan performa masing-masing yang telah diseleksi oleh panitia. Berikut beberapa acara yang ditampilkan oleh para peserta LP3:

  1. Drama Kabaret 15089-01
  2. Musik Dawu Al-Amien Madura
  3. Sajodel Darul Muttaqien Bogor
  4. Amazing Shadow Darel Qolam
  5. Topeng Ireng Gontor Kampus 6
  6. Tobelo Gontor Kampus 13
  7. Step Up Revolution Al-Istiqomah

Acara ini ditutup oleh renungan yang dipimpin oleh panitia LP3.AbuFariz

Seminar “al-Multaqa as-Tsaqafy fi al-Lughati al-‘Arabiyah wa al-Injiliziyah” Tingkatkan Kualitas Bahasa Kelas 5

0

Mantingan-Language is our crown, istilah ini sudah tidak asing lagi di Gontor. Ibarat mahkota, bahasa menjadi simbol kehormatan dan kebanggaan Gontor, karena kegiatan di pondok penuh dengan unsur pendidikan linguistik (bahasa). Ia akan menjadi kunci utama untuk memperdalam ilmu pengetahuan, baik selama di pondok atau di luar pondok nantinya.

Dalam rangka peningkatan bahasa Arab dan Inggris di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1, Bagian Pembimbing Bahasa atau Language Advisory Council (LAC) mengadakan Seminar “al-Multaqa as-Tsaqafy fi al-Lughati al-‘Arabiyah wa al-Injiliziyah” pada Jum’at (10/08) kemarin. Acara berlangsung di Auditorium dan dibuka oleh Bapak Wakil Direktur KMI Gontor Putri Kampus 1, Al-Ustadz Dr. Fairuz Subakir Ahmad, M.A.

Seminar diadakan dalam 2 sesi dan 3 pemateri. Sesi yang pertama Jum’at pagi oleh Al-Ustadz Yoke Suryadarma, M.Pd.I membawakan materi dengan tema “Ahammiyatu al-Lughoh al-‘Arabiyah”, dilanjutkan oleh Al-Ustadz Dr. Hafidz Zaid, M.A dengan tema “Lughotu al-Ahbar wa al-Id’ah”. Sesi selanjutnya siang hari oleh Al-Ustadz M. Taufiq Affandi, M.Sc dengan tema “Debate in Bilingual Language”.

Seminar ini diikuti oleh seluruh santriwati kelas 5 KMI sebagai pengurus rayon. Kelas 5 sebagai mudhabbiroh yang berperan penting dalam menegakkan disiplin bahasa terutama di rayon. Selain untuk meningkatkan kualitas bahasa, tujuan lain adalah agar para pengurus rayon memperbaiki niat dan keseriusan dalam mengajarkan bahasa pada seluruh santriwati Darussalam. Seminar ini juga merupakan wujud perhatian pondok terhadap pentingnya menjaga dua mahkota pondok, yaitu bahasa Arab dan bahasa Inggris.Salsabila

 

LPJ PBS: Agar Kelak Santriwati Tidak Segan dan Canggung Bermasyarakat

0

Masih dalam rentetan acara PKA (Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy) seperti Haflah Wuddiyah, Pekan Olahraga dan Seni Darussalam (POD), Apel LPJ PBS GP1Tahunan, dsb. Langsung setelah beberapa babak kuliah umum PKA, dilanjutkan dengan acara keorganisasian, yaitu Laporan Pertanggungjawaban Panitia Bulan Syawal (LPJ PBS) dan Serah Terima Amanat dari PBS ke Pengurus OPPM (Organisasi Pelajar Pondok Modern) dan Koordinator Gugus Depan Gerakan Pramuka.

Acara ini penting karena merupakan wadah atau sarana dalam mendidik santriwati, khususnya dalam bidang keorganisasian. Pendidikan tentang keorganisasian dan kepemimpinan di Pondok Modern Darussalam Gontor dinilai sangat penting, karena kedua hal tersebut akan ditemui di masyarakat nanti, sehingga hal tersebut dirasa perlu untuk diajarkan kepada para santriwati sejak dini agar kelak mereka tidak canggung bermasyarakat termasuk berorganisasi. Seperti yang disampaikan oleh KH. Ahmad Suharto, M.Pd. bahwa semua yang akan ditemui santriwati di masyarakat (organisasi) tentu akan diajarkan di pondok. Beliau juga menambahkan bahwa isi pondok ada tiga; yang pertama keislaman, yang kedua keilmuan dan yang ketiga kemasyarakatan.

Acara ini diadakan pada hari Selasa (07/09) malam sampai Rabu (08/09) di Auditorium Gontor Putri Kampus 1, dihadiri oleh segenap santriwati dan guru Gontor Putri Kampus 1. Adapun laporan pertanggungjawaban setiap bagian dari OPPM dan Koordinator Gugus Depan Gerakan Pramuka, dibacakan secara bertahap dan simak oleh seluruh santriwati dan guru-guru, juga diberikan beberapa komentar oleh ayah tercinta; Al-Ustadz KH. Ahmad Suharto, M.Pd. dan Al-Ustadz KH. Fairuz Subakir Ahmad, M.A., sebagai wujud kritik, saran dan juga motivasi agar menjadi lebih baik.LPJ PBS GP1

Sebenarnya pendidikan keorganisasian dan kepemimpinan tidak hanya ada pada acara ini, bahkan jauh sebelum acara ini, santriwati telah diajari bagaimana mengonsep, membuat program kerja, menyusun anggaran, melakasanakan program dan akhirnya mempertanggungjawabkan hasil dari program-program yang telah dilaksanakan tersebut. Begitulah Gontor mendidik santri dengan kegiatan, kegiatan yang edukatif, sarat akan nilai pendidikan, untuk mencetak generasi yang akan mengawal nilai-nilai pesantren bagi kejayaan umat dan bangsa.pearl.