Untuk mempersiapkan para pejuang pondok modern Gontor maka diadakan penataran Guru baru, dimulai dari hari Sabtu (01/07) hingga Selasa (04/07), penataran serta ini tertata rapi dan apik untuk memberikan pembekalan yang cukup guna diterapkan dan ditanamkan untuk kedapannya perjuangan para guru tersebut. Program ini bertempatkan di Auditorium Gontor Kampus Putri 3 dengan peserta penataran dialokasikan di gedung Syiria.
para Guru yang berdiri sebagai tutor di PGB 2017
Penataran guru tahun ini juga mendatangkan beberapa tutor dari guru senior seperti Al-Ustadz Hidayatullah Zarkasyi, M.A, Al-Ustadz. Suharto, Al-Ustadz Fairuz Subakir.
Guru baru pengabdian Gontor Putri 1 hingga 7 berkisar sebanyak 453 guru, pengabdian putri 1 sebanyak 111 guru, pengabdian putri 2 sebanyak 68 guru, pengabdian putri 3 sebanyak 75 guru, pengabdian putri 4 sebanyak 44 guru, pengabdian putri 5 sebanyak 59 guru, pengabdian putri 6 sebanyak 26 guru, pengabdian putri 7 sebanyak 70 guru. TadzkiratulAulia14
Pergedungan adalah salah satu unsur Panca Jangka Pondok Modern Darussalam Gontor (Pendidikan dan Pengajaran, Sumber Pembiayaan, Pergedungan, Kaderisasi, dan Kesejahteraan Keluarga). Karena itu, dalam rangka pengembangan pondok, hal itu harus selalu dipikirkan.
Seperti hanya Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 3 Darul Ma’rifat Kediri pada saat ini sedang membangun Stadiun Gontor Tiga. Dimulainya pembangunan Stadiun tersebut sejak 03 Maret 2017 setelah mendapat izin dari Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo. Pembangunan ini juga dibantu oleh para pekerja pondok yang berjumlah 40 orang pekerja yang di mandori oleh Al Ustadz Imam Kalimi, S.Ag dan dari Staf Pembangunan adalah Al Ustadz Alif Purnawan serta Al Ustadz Reza Pahlevi.
Tampak Stadion Gontor Tiga dari kejauhan
Adapun ukuran Gedung Stadion Gontor Tiga 60 meter x 4,5 meter dan ukuran lapangan sepak bola 110 meter x 60 meter.
“ Sampai saat ini sabtu, 14 Oktober 2017 Stadion Gontor Tiga sampai pada tahan Finishing pembentukan lapangan (menguruk) dengan biaya pengeluaran sebesar 1,4 Milyar. Dan insya allah awal januari 2018 sudah selesei “, ujar salah satu staf pembangunan gontor tiga Al Ustadz Reza Pahlevi.Amir90
GONTOR –Jum’at pagi (20/10), Persatuan Olahraga Mahasiswa Darussalam (PORMADA) mengadakan perfotoan bersama Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal dan K.H. Syamsul Hadi Abdan di Darussalam Gontor Stadium (DGS), jumlah PORMADA kurang lebih 30 orang, terdiri dari guru-guru senior dan junior.
KANDANGAN – Sesuai dengan salah satu motto Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) “Berpengetahuan Luas”, para santriwati pun dituntut untuk selalu belajar dengan giat dan sungguh-sungguh. Maka dari itu, guna meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran, PMDG Putri Kampus 5 terus menjalankan poros keduanya sesuai dengan standar operasional pelaksanaan dan selalu disesuaikan dengan kurikulum yang ada, diantaranya adalah dengan mengadakan ujian pelajaran sore di setiap semesternya.
Pada hakikatnya, terdapat satu keterkaitan yang sangat antara pelajaran yang diajarkan pagi hari dengan yang diajarkan sore harinya. Merujuk pada komposisi pelajaran yang diajarkan pada saat waktu pelajaran sore berlangsung, maka dapat dilihat betapa pentingnya ujian pelajaran sore ini diadakan. Dengan sebab itulah, disamping adanya ujian pelajaran pagi, PMDG Putri Kampus 5 juga mengadakan ujian pelajaran sore yang tidak lain bertujuan untuk terus mengasah dan meningkatkan kemampuan seluruh santriwati dalam bidang akademis.
Adapun pelaksanaan ujiannya dimulai dari tanggal 21-25 Oktober 2017/1-5 Shafar 1439, diadakan pada siang hari sama seperti waktu pelajaran sore berlangsung, dengan diikuti oleh seluruh santriwati kelas 1 sampai kelas 5. Adapun materi-materi yang diujikan adalah Sosiologi, Reading : Stories For You, Muthola’ah, Tamrin Lughah, Nahwu, Sharf, Sejarah, Munjid, Mu’jamu-‘l Al-Mufahros dan Oxford.
Suasana Belajar Santriwati Sebelum Memasuki Ruangan Ujian Pelajaran Sore
Ujian ini diharapkan dapat membantu santriwati untuk mempersiapkan mental dan memberi gambaran suasana ujian sebelum menghadapi ujian pelajaran pagi mendatang, selain itu kejujuran juga sangat dibutuhkan dalam pengerjaannya, dengan demikian kita dapat mengukur pemahaman yang dimiliki oleh santriwati untuk kaca perbandingan sekaligus peningkatan kualitas akademis. Sehingga nanti seluruh santriwati dapat menjadi generasi penerus yang selalu semangat dalam menuntut ilmu. dataGP5
GONTOR-Pada Jum’at (20/10) santri Pondok Modern Darussalam Gontor yang berasal dari luar negeri mengadakan perfotoan konsulat dengan Bapak Wakil Direktur KMI, Al-Ustadz Farid Sulistyo, Lc. dan Al-Ustadz Sutrisno Ahmad, Dipl. A. di depan Masjid Jami’ dan Gedung Saudi 6. Saat ini jumlah santri yang berasal dari foreign ada 116 orang.*Aff
GONTOR- Sabtu malam (22/10), Pimpinan Pondok K.H. Syamsul Hadi Abdan membuka “kegiatan belajar malam keliling” di depan Aula BPPM Gontor bersama seluruh Guru KMI. Berbeda dengan rutinitas harian pondok biasanya, Sabtu malam lalu seluruh santri belajar di berbagai tempat disekitar pondok, dimulai dari Masjid Jami’, Aula BPPM, Masjid Pusaka, Asrama, dsb.
Belajar malam merupakan salah satu bagian penting dari sistem pendidikan dan pengajaran di Gontor. Bertumpu pada sistem totalitas pendidikan yang dianut sejak berdirinya pada 91 tahun silam, Pondok Modern Darussalam Gontor tidak hanya mengutamakan proses pendidikan dan pengajaran di dalam ruang kelas. Akan tetapi, sistem pendidikan ini berjalan selama 24 jam bagi seluruh santri. Sehingga, apapun yang mereka lihat dan saksikan, yang mereka dengar, yang mereka rasakan, dan yang mereka kerjakan dari bangun tidur hingga waktu malam tiba untuk kembali beristirahat, tidak terlepas dari nilai-nilai pendidikan.
Dalam kegiatan belajar malam keliling, walaupun para santri belajar di berbagai tempat, mereka tetap mendapatkan pengawalan dan bimbingan dari para asatidz pembimbing. Sebagian diantara mereka bertanya akan pelajaran yang belum dimengerti, sebagian yang lain menyetorkan hafalan yang telah mereka hafalkan.
Suasana dan miliu terasa lebih nyaman dibandingkan dengan waktu belajar di kelas, karena para santri akan menikmati cara belajar masing-masing dengan waktu yang cukup panjang. Tidak hanya itu, aktivitas belajar malam ini dapat membangun kebersamaan di antara satu sama lain. Dengan ini, mereka akan belajar lebih giat untuk meraih nilai terbaik. Rakafadel
Sambutan Wakil Pengasuh Gontor 3 yang diwakili oleh Al Ustadz Muhammad Alang Wicaksono, S.Th.I dalam acara Pembukaan Bagor Cup 2017
Men sana in corpore sano– Dalam rangka meningkatkan kualistas santri, Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 3 Darul Ma’rifat Kediri menyelenggarakan ajang kompetisi BAGOR CUP 2017. Kompetisi tersebut terdiri dari divisi Futsal, Basket, Voli dan Badminton.
Dan Kompetisi ini merupakan perlombaan dari Bagian Olahraga yang selalu diadakan setiap setahun sekali selama satu minggu. Dimulai sejak Jumat, 13 Oktober 2017 sampai juma’t, 20 Oktober 2017 dan acara tersebut berjalan dengan lancar.
Antusias dari para pemain sangatlah bergairah dengan bukti sebelum acara ini dimulai para pembimbing dari Asatidz as pelatih dan juga para pemain berlatih dengan penuh semangat juang. Demi meraih juara, para pelatih memberikan motivasi dan arahan Serta berbagai tiki- taka kepada pemain-pemainnya agar dapat menduduki pucak klasemen setiap divisi.
Salah satu pembimbing memberikan Piala Juara kepada Pemain bola Voli (Pervoma VBC)
Akan tetapi niat yang sesungguhnya dan tujuan diadakannya acara ini adalah agar para santri dapat meningkatkan kualitas diri, menumbuhkan jiwa-jiwa pemenang, jiwa sportivitas, dan ruh jihad.
Pada penutupan dan pembagian hadiah bagor cup 2017, pesan dari sambutan Wakil Pengasuh Gontor Kampus 3 kediri yang diwakili oleh Al Ustadz M. Alang Wicaksono, “ Disetiap kompetisi apapun pasti ada yang menang dan kalah. Bagi yang pemenang jangan berbangga diri Na’adzubillah sampai sombong dan juga bagi yang kalah atau yang belum diberi kesempatan untuk menang jangan berkecil hati, semuanya saja harus tetap miningkatkan kualitasnya masing-masing.” Ujarnya didepan seluruh santri depan Gedung Syiria.Day
Berikut ini hasil dari ajang kompetisi BAGOR CUP 2017
YOGYAKARTA – Dalam rangka memperkaya wawasan tentang pendidikan, mahasiswa fakultas Tarbiyah Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor kampus Rabithah mengadakan Studi Pengayaan Lapangan (SPL) atau disebut Studi Kependidikan Fakultas Tarbiyah. Kegiatan yang diselenggarakan selama 4 hari, dari hari Rabu (11/10) hingga hari Sabtu (14/10) ini dilaksanakan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Peserta berjumlah 16 mahasiswa, 11 mahasiswa program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan 5 mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab (PBA), serta dibimbing oleh seorang dosen, yakni al-Ustadz Nurul Salis Al Amin, M.Pd. Para mahasiswa yang juga berstatus sebagai guru Kulliyyatu-l-Mu’allimin al-Islamiyyah (KMI) ini sengaja memilih provinsi DIY sebagai destinasi pengayaan dan pembelajaran. Selain jaraknya yang dekat, DIY dianggap memiliki banyak lembaga pendidikan baik formal maupun non-formal yang unik dan berkualitas.
Terdapat 7 tempat yang menjadi sasaran pembelajaran selama 4 hari. Pada hari pertama, para mahasiswa mengunjungi Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Negeri 1 Yogyakarta. Disana mereka melihat proses pendidikan luar biasa bagi para tuna grahita, bahkan para peserta SPL berinteraksi secara langsung dengan anak-anak istimewa dan para gurunya di ruang pembelajaran. Para siswa dan siswa juga sempat menunjukkan kebolehannya dalam beragam kesenian; mulai dari seni suara, tari, dan pantomim. Para mahasiswa terlihat sangat antusias sekaligus terkagum-kagum dengan kesabaran para guru yang senantiasa ada di samping para siswanya yang berkebutuhan khusus tersebut. Setelah dari sekolah tersebut, rombongan segera menuju ke Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Disana para mahasiswa diterangkan tentang program-program yang dimiliki oleh Dinas Pendidikan dalam rangka meningkatkan kualitas sekolah, baik murid maupun guru, hingga Kota Yogyakarta mampu menjadi peraih nilai Ujian Nasional tertinggi se-Indonesia.
Hari selanjutnya para mahasiswa mengunjungi Yayasan Girlan Nusantara, suatu rumah singgah yang menampung para anak jalanan. Bersama om Yono, sebagai pendiri yayasan, para mahasiswa saling berbagi pengalaman dengan anak-anak yang berada disana, sekaligus mengambil hikmah dan pelajaran dari berbagai cerita yang disampaikan oleh om Yono dkk. Setelah itu, rombongan langsung menuju ke LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan) DIY. Disana, para mahasiswa menyimak penjelasan panjang lebar tentang proses dan sistem penjaminan mutu pendidikan, khususnya di daerah Yogyakarta. Selanjutnya, berturut-turut para mahasiswa mengunjungi Sekolah Alam, Masjid Jogokarian, dan Universitas Islam Indonesia.brada
DARUSSALAM–Salah satu dari Panca Jangka Pondok Modern Darussalam Gontor (PM. Gontor) adalah Pergedungan. Sampai saat ini, PM. Gontor selalu berusaha menambah dan merenovasi sarana pergedungan yang ada. Salah satu proyek bangunan yang saat ini berjalan di PM. Gontor selain Pembangunan Menara Masjid Jamik dan Rumah Sakit Islam Darussalam adalah Renovasi Gedung Satelit.
Gedung Satelit adalah merupakan bangunan yang bersejarah bagi PM. Gontor dan bagi seluruh alumninya. Hal ini dikarenakan, gedung ini adalah tempat mereka berlatih guna menyuguhkan penampilan yang menarik saat Pagelaran Seni Drama Arena dan juga menjadi tempat belajar terbimbing bagi mereka saat duduk di bangku Kelas 5 KMI.
Kini, renovasi gedung ini telah dimulai, tepat pada tanggal 4 Mei 2017 lalu telah dilakukan penggalian tanah di sebelah Gedung Satelit. Saat ini, pembangunan bangunan kamar dan kantin di samping Gedung Satelit telah mencapai 50% dan menuju tahapan selanjutnya, yaitu pemasangan bekisting dan penaikan besi untuk persiapan cor lantai serta pemasangan keramik dinding dan proses stamper untuk perataan tanah guna persiapan pemasangan keramik lantai kantin. Adapun untuk renovasi Gedung Satelit menjadi empat lantai akan dimulai saat bangunan di sebelah gedung ini selesai.
Sesuai dengan apa yang sering disampaikan oleh Pimpinan PM. Gontor, Kiai Hasan Abdullah Sahal bahwa kelak Gedung Satelit akan menjadi wajah baru PM. Gontor, hal ini disebabkan karena tempat penerimaan tamu yang sebelumnya berada di Gedung Al-Azhar akan dipindahkan ke gedung ini. Reyzin
Magelang–“Kullu nafsin dzaiqotul maut”, setiap manusia pasti akan menjumpai kematian. Dan sebaik-baiknya bekal sebelum menghadapinya adalah Taqwa. 1 tahun yang lalu (28/10), Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) sempat berduka atas kepergian salah seorang guru besar, pimpinan Pondok At-Tauhid Al-Islamy, Magelang, selaku anggota Badan Wakaf PMDG yang telah mengurus keorganisasian pondok ini sejak tahun 2010.
Selasa pagi (17/10), Keluarga KH. Abdul Aziz Asyhuri mengadakan Haul atas wafatnya almarhum yang bertempat di Magelang. Setelah resmi mengadakan pengukuhan anggota wakaf baru di kantor pimpinan (Senin malam, 16/10), KH. Hasan langsung berangkat menuju tempat acara berlangsung. Sebelum itu, beliau sempat singgah di PMDG Kampus 6 pada pagi harinya untuk meninjau langsung proyek pembangunan yang sedang berjalan disana, antara lain Rumah Dosen, Lapangan Hijau, Auditorium dll.
Perbincangan Hangat KH. Hasan Abdullah Sahal bersama KH. Ahmad Mustofa bisri.
Pukul 10.30 acara haul dimulai, KH. Hasan Abdullah Sahal segera menaiki podium dan berpidato memberikan tausyiahnya tentang hidup dan mati kepada hadirin yang ada kala itu. Selepas berpidato, KH. Hasan Abdullah Sahal berjumpa dengan KH. Ahmad Mustofa Bisri selaku Pimpinan Pondok Tebu Ireng, lalu berbincang hangat tentang sejarah pondok dan keadaan yang terjadi saat ini.
Acara ini dihadiri oleh seluruh keluarga almarhum, santri Pondok Pesantren At- Tauhid Al-Islamy dan alumninya, beserta masyarakat sekitar. Adapun acara haul ini diadakan adalah sebagai peringatan atas wafatnya almarhum, sekaligus mendoakan agar beliau diberikan tempat yang terbaik disisi-Nya. rukh