Gontor–Pergedungan dan Sarana Pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) adalah salah satu dari Panca Jangka yang selalu menaungi pondok dalam menerapkan pendidikannya. Saat ini, di era 90 tahun Gontor, ada beberapa proyek pembangunan dan tambal sulam yang sedang berjalan di pondok ini, salah satunya adalah Proyek Perluasan Rumah Sakit Islam Darussalam (RSID) yang sebelumnya disebut dengan istilah Balai Kesehatan Santri dan Masyarakat (BKSM).
Pada umumnya, rumah sakit adalah sebuah institusi perawatan kesehatan profesional yang pelayanannya disediakan oleh dokter, perawat, dan tenaga ahli kesehatan lainnya. Dengan adanya rumah sakit ini, penanganan terhadap santri juga masyarakat yang sakit akan lebih intensif dan efektif.
Proyek pembangunan RSID sudah mulai dilakukan sejak 4 Agustus 2017 oleh 90 pekerja yang dikontrol langsung oleh Al-Ustadz Faridh Izda Iskandar, Al-Ustadz Muhammad Hamsar selaku staf Pembangunan Pondok dan pak Soni sebagai mandornya. “Bangunan seluas 3.500 m ini terdiri dari 3 lantai, lantai 1 akan digunakan untuk Ruang UGD, Laboratorium, Radiologi dan Poli-poli sebagai tempat pertolongan pertama dan pengecekan pasien yang datang ke rumah sakit. Sedangkan lantai 2 dan 3 akan digunakan untuk kamar-kamar rawat inap pasien.” ujar Al-Ustadz Hamsar selaku penanggungjawab proyek pembangunan RSID.
Kamis (12/10), pondasi dan pengecoran bangunan lantai 1 telah selesai, dengan biaya pengeluaran sebesar 2 Miliyar, kemudian akan dilanjutkan dengan pemasangan bambu-bambu (pranca) untuk pengecoran lantai 2. Adapun masa proyek ini diperkirakan akan selesai dalam waktu 2 tahun. rukh
KAMPUS 2 – Perayaan tahun baru Hijriah di Pondok Modern Darusalam Gontor belum berakhir. Setelah sebelumnya dimeriahkan dengan Drama Kontest Bahasa Arab dan EXPO Muharram yang diikuti oleh para santri. Makan pada minggu ini adalah giliran Asatidz atau Mahasiswa Guru yang memeriahkan perayaan Tahun Baru Hijriah 1439.
Sepak Takraw, salah satu cabang lomba yang diperlombakan.
Adalah Muharram Cup yang berlangsung pada hari Kamis (5/10) hingga Jum’at (6/10). Acara yang diusung oleh Dewan Mahasiswa Universitas Darussalam Gontor ini merupakan ajang kompetisi yang tidak hanya diikuti oleh Mahasiswa Guru dari Gontor Dua saja. Melainkan dari seluruh Kampus Gontor yang ada didalam Jawa kecuali Gontor Kampus 5, mengingat disana tidak ada kegiatan perkuliahan UNIDA.
Seluruh kontingen lomba berkumpul di kampus dua sejak kamis siang karena perlombaan dimulai sejak sore hari. Sedang ketika malam hari di fokuskan untuk perlombaan yang sifatnya Performance. Seperti lomba Sing a Song, Puisi dan Pantomim. Menariknya, Muharram yang digelar Kampus 2 ini tidak hanya disaksikan oleh Mahasiswa Guru melainkan semua santri Gontor Kampus 2 juga ikut menyaksikan jalannya lomba. Itu semua tidak terlepas dari inovasi panitia yang sengaja menggunakan panggung dan Regging serta ditempatkan di lapangan Sintesa.
Diharapkan dengan Muharram Cup tahun ini, tali Silaturrahmi antar Mahasiswa Guru dari seluruh bisa tetap terjalin damai dan erat. “Tidak hanya rivalitas yang dicari melainkan Integritas dan Ukhuwah Isalmiyah antar Mahasiswa Guru seluruh Kampus”, ungkap salah satu peserta Muharram Cup. Selain itu juga bisa menjadi percontohan bagi semua santri akan hakikat dari perlombaan yang ada di Gontor. Karena di Gontor, kita tidak mencari hanya hasil akhir melainkan proses dan hikmah dari setiap perlombaan.
Di penghujung acara kontingen asal Gontor Kampus Pusat sukses meraih Juara Umum dan diikuti oleh Kampus Dua yaang meraih Juara Favorit pada Muharram Cup kali ini.EmhaDit
KEDIRI-Pembukaan fathul kutub kelas 6 berjalan dengan lancar. Dengan dihadiri oleh Bapak Pimpinan PMDG, K.H. Syamsul Hadi Abdan, S.Ag, acara besar bagi santri kelas 6 resmi dibuka. Kegiatan yang berdurasi selama satu minggu (Ahad-Sabtu, 8-14/10) itu, diadakan secara rutin tahunan, yakni selepas Ujian Fathul Mu’jam, di Aula PMDG Kampus 3. Adapun jumlah siswa kelas 6 yang mengikuti acara ini mencapai 230 orang dan terbagi dalam beberapa kelompok. Pembagian ini mempermudah jalannya acara secara kondusif.
Tujuan dari diadakannya acara ini guna meningkatnya wawasan keilmuan siswa akhir KMI tentang Kutub at-Turats. Sehingga saat menghadapi problematika furu’iyah dalam kehidupan sehari-hari nantinya tidak fanatik terhadap satu madzhab aliran, namun mampu menjadi seorang mujtahid yang meneliti keabsahan madzhab sesuai dengan petunjuk dalam Qur’an dan Hadits. Serta untuk menguji kemampuan Bahasa Arab yang telah dikuasai oleh para siswa kelas 6.
Setelah membuka acara Fathul Kutub, Kiai Syamsul juga menyempatkan diri untuk meninjau pembangunan stadion yang masih dalam tahap pembangunan. Selain itu juga beliau bersilaturahim dan memberikan beberapa nasehat kepada guru-guru senior di PMDG Kampus 3. Ahsy
GONTOR-“Sekarang ini secara keseluruhan perkembangan menara pembangunanya sudah mencapai 60 persen ditinjau dari segi strukturnya saja, belum ME (Mechanical Engineering), dan juga Arsitekturnya” kata Iwan Susanto, Konsultan Manajemen Konstruksi di sela-sela waktu kerjanya di menara Gontor, Rabu (10/10).
Tim Pembangunan PMDG Al-Ustadz Ahmad Abdul Qoyyum mengungkapkan bahwa perkembangan pembangunan Menara Masjid Jami’ Gontor sudah mengalami peningkatan. Sebelumnya pada bulan Oktober 2016, dimulai proses perombakan menara lama dari bagian teratas hingga bagian terbawah, dan tepat pada Jum’at (5/5) lalu, proses selanjutnya dimulai dengan pemasangan tiang pancang atau pemancangan yang berlangsung selama 10 hari. Saat ini, Tiang pemancang untuk menara berukuran 20 m, lalu ditancapkan pada 110 titik untuk dasar menara.
Sementara perkembangan menara secara khusus seperti gedung bagian dasar yang digunakan untuk Museum, Perpustakaan, serta Studio juga sudah ada perkembangan. Qoyyum memastikan untuk ruangan dasar ini sudah mencapai 60 persen dari segi struktur.
Proses pengecoran ruangan dasar masjid dimulai sejak bulan Agustus lalu,. Ruangan setinggi 13 meter yang terdiri dari lantai dasar, lantai satu, dan lantai dua akhirnya rampung. Dan hingga saat ini menara masjid jami’ Gontor sudah mencapai ketinggian 35 m.
PT L&M Systems Indonesia merupakan perusahaan konstruksi yang menangani pembangunan menara masjid jami’ Gontor, dalam pengerjaannya PT L&M ini menggunakan sistem Slip form.
Dengan penggunaan sistem Slip form, para pekerja bekerja 24 jam non stop, dan perkembangan konstruksi bangunan mampu mencapai 4 meter setiap hari. “ In Shaa Allah jika tidak ada hambatan, pembangunan menara masjid jami’ akan segera rampung bulan Mei 2018 mendatang” Ujar Iwan.
Pekerja yang menangani proyek Menara Masjid Jami’ Gontor ini berjumlah 60 orang. Setiap diantara mereka memilki tugas masing-masing yaitu; penanggung jawab Slip form, tukang besi, bagian pengecoran, dan bagian finishing.
Dalam pembagian kerja, para pekerja dibagi menjadi 2 sif, pertama; dari pukul 08.00-20.00 WIB. Kedua; dari pukul 20.00-08.00 WIB, “Setiap hari mereka bekerja tanpa berhenti sampai elevasi yang ditentukan” ujar Sutirno saat diwawancari di Kantor Proyek Pembangunan Menara (Gedung Madani). Rafa
Fathul Khutub– Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 3 Kediri mengadakan acara ‘ Fathu-l-Khutub bertempat di Aula Bppm Gontor 3
dan acara ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 6 KMI. Dan pada tahun ini acara kegiatan Fathu-l-Khutub di buka oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor K.H. Syamsul Hadi Abdan, S.Ag. Salah satu tujuan kegiatan
Suasana pembukaan Fathu-l-Khutub Siswa Kelas 6 KMI di Aula Bppm Gontor 3
ini untuk meningkatan kemandirian santri seperti yang pernah diajarakan dalam Mahfudzot kelas satu KMI ” Al-I’timaadu ‘Alannafsi Asaasunnajaahi”.Day
Alhamdulillah– Universitas Darussalam Gontor (UNIDA) pada tahun 2017 telah mewisudakan mahasiswai UNIDA Kampus 4 Kediri yang berjumlah 28 Orang. Dengan berbagai usaha yang telah mereka lalui seperti hanya mengajukan Judul Skripsi, SPS, Revisi dan Sidang Skripsi, maka akhirnya tercapailah harapan yang mereka nanti-nantikan. Rasa syukur selalu terucap dalam lisan mereka dengan segenap kegembiraan dalam lubuk hati.
Foto Wisudawan Angkatan ke-28 Fakultas Ushuludin Jurusan Studi Agama-agama bersama Wakil Pengasuh dan Wakil Direktur KMI Gontor 3
Mereka bertambah semangat dalam menjalankan tugas-tugasnya. Dan rasa tanggungjawab lebih terasa lagi setelah melewati awal kesuksesan mereka (S1). maka dengan kesabaran dan ketabahan hati insya allah para Pejuang Wisudawan Angakatan ke-28 akan lebih menggandrungi serta mampu melewati amanat yang diembannya.Day
Darussalam – Dengan adanya penerapan kembali integrasi pelajaran pagi dengan pelajaran sore, maka Ujian Pelajaran Sore ditiadakan. Karena semua materi yang diajarkan di pelajaran sore sudah masuk ke dalam soal ujian pelajaran pagi. ALAC (Afternoon Lesson Advisory Council) mengambil inisiatif untuk mengadakan Ulangan Umum. Ulangan Umum ini bertujuan untuk mempersiapkan santri dalam menghadapi ujian semester pertama, khususnya dalam materi yang diambil dari pelajaran sore.
Dimulai dari hari Sabtu–Rabu (7–11/10) dengan jadwal sama seperti hari-hari biasa, yaitu diambil dari jadwal pelajaran sore harian. Hanya ada kelas 1 dan 1 Int yang berbeda karena mereka mendapat materi Muthola’ah 2 kali dalam seminggu. Dan ulangan diadakan di pertemuan pertama pada materi tersebut.
Seluruh kepengurusan Ulangan ini ditangani oleh ALAC dan bagian Pengajaran, tanpa dibentuk sebuah kepanitiaan khusus. Seluruh santri diberi waktu 60 menit untuk menjawab soal ulangan dan kemudian kertas jawaban diberikan kepada guru pengajarnya untuk dikoreksi. pasca ulangan nilai setiap santri akan ditempel di depan kantor KMI sebagai bentuk evaluasi dan pembelajaran. AaRum
KANDANGAN–Gontor selalu berupaya untuk meningkatkan intelektualitas para santrinya, salah satunya dengan diadakannya Fathul Kutub. Gontor merupakan sebuah pondok modern, namun Gontor tidak melupakan unsur-unsur salafiyah. Gontor juga mengajarkan para santrinya untuk mandiri, tidak hanya dalam kehidupan sehari-hari saja, melainkan dalam hal belajar juga.
Fathul Kutub sendiri mulai diselenggarakan pada hari Sabtu (7/10) di PMDG Putri Kampus 5 yang dibuka langsung oleh Bapak Wakil Pengasuh PMDG Putri Kampus 5, Al-Ustadz Drs. Hamim Syuhada’, M.Ud. dan dilanjutkan dengan pengarahan tiap-tiap materi yang disampaikan oleh para guru senior, seperti Tafsir, Hadist, Tauhid dan Fiqh.
Kegiatan yang diselenggarakan ini merupakan cara bagaimana santriwati dapat mempelajari sendiri buku-buku turats. Mereka mencari permasalahan atau judul yang mereka dapatkan dari buku-buku yang sudah disediakan di satu tempat, sehingga mereka harus berebut dengan santriwati yang lainnya.
Fathul Kutub kali ini terbagi atas 12 kelompok yang terdiri dari 4 kelompok di dalamnya. Hal ini dilakukan agar setiap santriwati dapat mempresentasikan hasil pencarian mereka sendiri. Dengan diadakannya acara ini, diharapkan para santri dapat meningkatkan kemampuan berbahasa serta menambah wawasan mereka tentang permasalahan dalam agama Islam, seperti hukum-hukum, dsb.
Di pengujung kegiatan ini, panitia Fathul Kutub akan mengadakan diskusi umum. Dimana para pesertanya adalah dari santriwati yang memiliki kelebihan dalam segi pemahaman, kebahasaan, dan kesemangatan yang dipilih oleh panitia.
Meraih mimpi adalah mutlak menjadi fitrah seluruh manusia. Keinginan untuk mempunyai cita-cita yang tinggi dan besar tentu telah dibibitkan dalam diri setiap individu, bahkan ketika perlakuan dan pikiran seseorang masih begitu hijau. Dengan mimpi seseorang akan lebih terpacu untuk menatap masa depan dan menerawang apa yang ingin diciptakan, sehingga bersinyalir untuk memberikan pengaruh baik bagi kesehariannya dan hal-hal yang berhubungan dengan apapun sebelum ia bertindak.
Al-Ustadz Ibrahim Malik dalam life planning dan leadership sharing
Adalah Seminar Motivasi dengan judul besar Course of Sholarship—yang berarti Kursus Kebeasiswaan. Diadakan oleh Dewan Mahasiswi (DEMA) Universitas Darussalam Devisi Mantingan Gontor Putri Kampus 2 berletak di Aula Gedung Beirut dan diikuti oleh seluruh mahasiswi-guru Gontor Putri Kampus 2. Acara yang bertajuk pada hal leadership dan life planning ini mengundang Al-Ustadz Ibrahim Malik sebagai pembicara.
“Masa-masa hidup di Gontor adalah masa-masa yang membutuhkan keputusan kuat yang akan menghasilkan perubahan besar untuk kehidupan kedepan” begitu yang diucapkan oleh Al-Ustadz Ibrahim dalam seminarnya Sabtu (7/10) lalu.
Peraih beasiswa Australian Awards Scholarship ini mengujar bahwa segala hal musti ditata sebaik mungkin, “Di Gontor segala hal sudar auto-pilot, artinya semua sudah ada yang mengingatkan dan sudah ada yang mengarahkan. Tinggal bagaiaman kita sebagai santriwati mengerjakannya” ujarnya. Gontor telah memfasilitasi seluruh santri dan santriwatinya untuk berjalan di jalan yang benar, tinggal bagaimana seseorang berjalan baik di jalan yang sudah disediakan tersebut. Hal itu pula yang menjadi kaca perbandingan atas penerapan time table dan to-do-list kehidupan. Bila di Gontor seseorang sudah terbiasa dengan kesehariannya yang sudah tertata rapih—sehingga tidak menyiakan sedetik pun waktunya maka sebagai gontorian kita harus menerapkan ketertiban tersebut—seperti apa yang sudah dijalani di Gontor.
“Sebagai manusia, jangan pernah underestimate dengan kemampuan seseorang” begitu katanya. Artinya, sebagai manusia harus diterapkan sikap rendah hati. Jangan sampai kebesaran itu membuat manusia merasa besar. Lalu bagaimana seseorang dapat memenangkan dunia yang besar ini?
4 hal yang utama untuk menjadikan seseorang dapat mengalahkan dunia yang besar adalah Communication, Multidisciplinary knowledge, Network, dan Consistancy. Komunikasi yang kuat sangat penting bagi mereka yang ingin menggenggam dunia. Berkomunikasi dengan siapapun akan menambah wawasan seseorang untuk lebih mengenal dunia. Yang kedua adalah Pendidikan dan Penerapan yang Disiplin, artinya dalam pencarian ilmu maka membutuhkan kedisiplinan. Penerapannyapun membutuhkan kedisiplinan, “Apalagi kita lulusan Gontor. Kan sayang kalo begitu keluar, kita melepaskan kedisiplinan belajar yang sudah melekat dalam keseharian kita” ujar Al-Ustadz Ibahim Malik renyah. Yang ketiga adalah Network, artinya jaringan sosial—baik dunia nyata ataupun dunia maya. “Hal tersebut juga kita butuhkan untuk menanbah wawasan kita. Wawasan dalam arti yang sesungguhnya. Bukan wawasan yang lain” ujarnya lagi. Yang terakhir dan yang terpenting yakni Konsistensi. Seseorang harus konsisten dalam melakukan segala sesuatu, apalagi dalam urusan menggapai mimpi. Tanpa mendirikan konsistensi dalam diri maka tidak aka nada hasil yang dapat diraih.
Foto bersama seluruh mahasiswi guru selepas Seminar
Alumni yang pernah menginjakkan kakinya di 5 benua dalam 1 tahun ini menegaskan, bahwa kemauan menjadi hal utama. Sebagai seorang gontorian, kemampuan bisa jadi sudah tercapai. Tinggal kemauan seseorang untuk menjalani. Tinggal mau-tidaknya seseorang untuk bergerak. “Saya paling senang dengan mahfudzat kelas 4; inni ro’aitu wuquufa-l-maa’I yufsiduhu. In saala tooba wa in lam yajri lam yatib. Aku melihat air yang diam merusak. Jika ia mengalir maka akan baik, dan bila tidak maka akan rusak berkarak” begitu ujarnya. Begitulah pendidikan yang ditanamkan Gontor untuk seluruh santri dan santriwatinya. Pendidikan untuk terus bergerak dan menggerakkan, bukan diam dan merusak. Inna fii-l-harokati barakah. Karena dalam gerakan, akan ada berkah yang mengikutinya.
Berkah itulah yang akan menyongsong seseorang menuju kesuksesan. Karena segala hal yang terjadi di dunia ini bukanlah suatu kebetulan, tapi hasil dari gerakan tersebut. Dalam sharing kisah yang membawa Al-Ustadz Ibrahim Malik dapat terbang ke negri jiran, Mesir, Tokyo, Amsterdam, hingga Makkah Al-Mukarramah, ia menegaskan “Semua itu hanya masalah waktu. Kamu mau mengetahui hal pahit atau tidak, itu masalah waktu. Pada akhirnya semua orang akan merasakan hal pahit masing-masing, yang membuat berbeda adalah bagaiamana Allah menyampaiakannya kepada kita. Kapan dan dimana. Hanya itu yang membuat hal seakan berbeda”
GONTOR— Pada Selasa (3/10) hingga Jum’at (6/10) Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) disibukkan dengan satu kegiatan ekstrakurikuler rutin yaitu acara Gladian Pinsa (Pimpinan Saga) dan Pinru (Pimpinan Regu). Dalam pelaksanaannya, staf Mabikori dibantu oleh staf Koordinator Gerakan Pramuka PMDG serta panitia yang terdiri dari siswa kelas 5 KMI. Adapun materi yang disampaikan dalam kesempatan ini, meliputi skill dasar kepramukaan seperti: Upacara, Dinamika Kelompok, Baris-berbaris, Morse, Semaphore, Perkemahan, dan P3K.
Tujuan diadakannya acara ini adalah mengembangkan kecakapan dan keterampilan dalam kepramukaan, dan ini merupakan salah satu latihan praktik secara praktis kepada para Pemimpin Regu dan Sangga serta penanaman kesadaran akan tugas dan kewajiban sebagai pemimpin regu, dan juga melatih kepemimpinan untuk memberikan, menganyomi dan memimpin serta membina kerja sama yang baik di dalam pasukan dan sangganya masing-masing.
Di hari Kamis, tibalah saatnya mereka mengamalkan apa yang mereka dapat dari pelatihan ini. Setiap peserta menjadi pemimpin di POT-nya masing-masing. Upacara pembukaan dan penutupan kepramukaan merekalah yang memulai dari hari itu sampai seterusnya.
Acara yang diakhiri dengan kegiatan Out Bond dan Wisata Alam ini diikuti oleh seluruh santri yang menjabat sebagai Pimpinan Sangga (Pinsa) dan Pimpinan Regu (Pinru) dari setiap Gugus Depan. Pada tahun ini, panitia mengambil lokasi yang cukup berbeda, tepatnya di Tawangmangu, Karanganyar, di sanalah para Pinsa dan Pinru dikenalkan dengan berbagai macam Out Bond dan permainan yang dapat meningkatkan skill mereka, sekaligus bekal untuk menjadi Pinsa dan Pinru.Muis