Home Blog Page 356

Muharram Cup 1439: Gontor Pusat Pertahankan Gelar Juara Umum

0

SIMAN – Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus Pusat kembali meraih juara umum pada kompetisi antarguru KMI kampus dalam Jawa, yakni Muharram Cup. Kegiatan yang digelar tahunan ini diselenggarakan di PMDG Kampus 2 Madusari, Siman, Ponorogo. Perlombaan dilaksanakan selama 2 hari, dimulai pada hari Kamis (5/10) sampai dengan Jum’at (6/10). Peserta yang merupakan para guru KMI dari PMDG Kampus Pusat, Kampus 2, Kampus 3, dan Kampus 6 mulai berdatangan di Gontor kampus 2 pada hari Kamis sore. Namun, belum banyak pertandingan/perlombaan yang diselenggarakan pada sore hari, dikarenakan beberapa peserta khususnya dari kampus 3 Kediri dan kampus 6 Magelang masih dalam perjalanan.

Muharram Cup merupakan ajang bagi para asatidz Gontor untuk mengeksplorasi potensi yang dimilikinya dengan cara berkompetisi dalam berbagai bidang. Persaingan yang sehat menciptakan suasana perlombaan yang tak hanya menimbulkan keramaian dalam pertandingan, tetapi juga menunjukkan sportifitas dan kebersamaan di antara para peserta. Kegiatan ini memperlombakan 5 divisi; yakni olahraga, olah fikir, olah dzikir, olah rasa, dan kepramukaan. Setiap divisi terdiri dari berbagai macam pertandingan dan perlombaan yang penuh dengan nilai pendidikan.

Team Basket Gontor Pusat setelah berhasil mengalahkan Gontor Kampus 3 dalam pertandingan terakhir sekaligus memastikan gelar juara
Team Basket Gontor Pusat setelah berhasil mengalahkan Gontor Kampus 3 dalam pertandingan terakhir sekaligus memastikan gelar juara

Setiap tahunnya, Muharram Cup ini diadakan di kampus Gontor yang berbeda, sesuai dengan gilirinnya. Setelah pada tahun lalu diselenggarkan di PMDG Kampus Pusat, tahun ini dilaksanakan di PMDG Kampus 2. Maka, tahun depan akan diselenggarakan di PMDG Kampus 3 Kediri. Selain untuk uji kebolehan, para asatidz juga berkesempatan untuk mengunjungi kampus-kampus Gontor yang mendapat giliran menjadi tuan rumah. Hal ini semakin mempererat kebersamaan dan persatuan korps Guru KMI PMDG.

Penutupan sekalian pembagian hadiah Muharram Cup diadakan pada Jum’at malam. Acara diawali dengan sambutan dan nasehat dari Bapak Wakil Pengasuh PMDG Kampus 2, Al-Ustadz H. Muhammad Hudaya, Lc., M.Ag. Dalam pidatonya beliau menyampaikan kepada para peserta agar tidak memandang kegiatan ini dari segi menang dan kalah saja, tetapi lebih dari itu, Muharram Cup merupakan sarana untuk benar-benar mengolah jiwa dan raga, serta memupuk kebersamaan antarguru KMI, khususnya di Gontor kampus dalam Jawa. Setelah itu, segera diumumkan hasil dari berbagai macam perlombaan yang telah diselenggarakan. Dari seluruh divisi perlombaan, maka panitia menetapkan PMDG Kampus Pusat menjadi Juara Umum pada Muharram Cup 1439 ini. Semoga harapan seluruh elemen yang ada di Pondok ini betul-betul terwujud, khususnya dalam rangka mengolah jiwa raga, mengeksplorasi potensi, meraih prestasi dan mempererat ukhuwwah islamiyyah di antara penghuni kampung damai ini.brada

Dilansir dari kampusgontorsite.wordpress.com berikut adalah hasil kejuaraan yang diperoleh oleh kontingen Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus Pusat sehingga menjadikannya Juara Umum.

HASIL MUHARRAM CUP 1439
——— GONTOR PUSAT ———
🏆🏅🏆🏅🏆🏅🏆🏅🏆🏆🏅🏆🏅🏆

Berikut kami paparkan perolehan delegasi Gontor Pusat pada ajang Muharram Cup 1439 ⬇

⚽ Divisi Olahraga
1. Sepak bola                  = Juara 1
2. Futsal                          = Juara 1
3. Basket                         = Juara 1
4. Volley                          = Juara 1
5. Badminton Tunggal = Juara 1
6. Badminton Ganda    = Juara 1
7. Tenis Meja Tunggal  = Juara 1
8. Tenis Meja Ganda     = Juara 2

💡 Divisi Olahfikir
1. Debat Bhs Arab            = Juara 1
2. Debat Bhs Indonesia  = Juara 1
3. Debat Bhs Inggris       = Juara 1
4. Faroidh                         = Juara 1
5. LKTI                              = Juara 1
6. Cerdas Cermat            = Juara 2
7. Cerpen                          = Juara 2

🎨 Divisi Olahrasa
1. Melukis              = Juara 1
2. Pantomim         = Juara 1
3. Poster                 = Juara 1
4. Nasyid                = Juara 1
5. Kaligrafi             = Juara 1
6. Beladiri kls C    = Juara 2
7. Beladiri kls E    = Juara 2
8. Festival Music  = Juara 2
9. Perspektif          = Juara 2
10. Puisi                 = Juara 2
11. Dangdut           = Juara 2
12. Short Movie    = Juara 2
13. Khot Diwani   = Juara 2
14. Kasykul            = Juara 1
15. Khot Riq’ah     = Juara 1

👳🏻 Divisi Olahdzikir
1. Qiraah Mujawadah = Juara 1
2. Adzan                        = Juara 1
3. Qiraah Murotalah   = Juara 2

⚜ Divisi Kepramukaan
1. Pioneering = Juara 1
2. Morse         = Juara 2

🕴 Kategori Individu
1. Best Player of Basketball   = Bramantya Dananjaya
2. Top Score in Futsal            = Irfan Zidni
3. Best Player of Futsal          = Ahmad Syarifuddin
4. Top Score in Football        = Anggo Triyono
5. Best Player of Football      = Alif Maulidani

🎖 KATEGORI UMUM🎖

🏆  Juara Umum Per Divisi
1⃣  Olahraga           = Gontor Pusat
2⃣  Olahfikir           = Gontor Pusat
3⃣  Olahrasa           = Gontor Pusat
4⃣  Olahdzikir        = Gontor 2
5⃣  Kepramukaan  = Gontor 3

🏆  JUARA FAVORIT MUHARRAM CUP 1439 = GONTOR 2

🏆  JUARA UMUM MUHARRAM CUP 1439      = GONTOR PUSAT 🏆

Hasil Akhir Pesta Olahraga Bertajuk Comas Cup di Pondok Modern Gontor

0

GONTOR – Jum’at (29/9) pagi lalu telah dibuka salah satu pesta olahraga terbesar di Pondok Modern Gontor, yang sering disebut dengan Comas Cup. Bagian Olahraga (Bagor) Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) dibawah bimbingan staf Pengasuhan Santri menjadi panitia tunggal dalam hal mengadakan dan menyelenggarakan event tahunan ini.

Comas Cup 2Event olahraga yang diselenggarakan setiap setahun sekali ini mempertandingkan empat cabang olahraga, diantaranya sepak bola, futsal, basket, dan bulu tangkis. Yang kesemuanya merupakan jenis ekstrakulikuler yang paling banyak diminati di Pondok Modern Gontor.

Comas Cup merupakan turnamen olahraga tahunan yang diadakan untuk meningkatkan potensi dan bakat santri dalam bidang olahraga, menanamkan jiwa olahragawan, serta membentuk persaingan sehat antarklub olahraga di Pondok Modern Gontor.

Kali ini Comas Cup diselenggarakan selama seminggu penuh, sejak waktu dibukanya pada hari Jum’at (29/9) lalu sampai ditutupnya pada Jum’at berikutnya (6/10) kemarin dengan pembagian hadiah dan piala kepada masing-masing pemenang di setiap cabang olahraga yang dipertandingkan.biibmufassir

Berikut hasil akhir dari pesta olahraga Comas Cup pada tahun ini :

Cabang Sepakbola :

  • Club A :
  1. Juara 1 = Nepura FC
  2. Juara 2 = Darma Jaya FC
  • Club B :
  1. Juara 1 = Meteor FC
  2. Juara 2 = Nepura FC

Cabang Futsal :

  • Club A :
  1. Juara 1 = Futsal Fans Club
  2. Juara 2 = Varius
  • Club B :
  1. Juara 1 = Atomic
  2. Juara 2 = Varius

Cabang Bola Basket :

  • Juara 1 = Hartop BBC
  • Juara 2 = Lakers BBC

Cabang Bulu Tangkis :

  • Kategori Single :
  1. Juara 1 = Yafri (Young Star)
  2. Juara 2 = Rayhan (D’King)
  • Kategori Double :
  1. Juara 1 = Yafri dan Fivief (Young Star)
  2. Juara 2 = Baqi dan Rouf (Young Star)

Pemain Terbaik :

  • Sepak Bola = Fawwaz Arsalam, kelas 3E (Nepura FC)
  • Futsal = Ragil, kelas 2K (Atomic)
  • Bola Basket = Bisyri (Hartop BBC)
  • Bulu Tangkis = Baqi, kelas 3 Int. D (Young Star)

Pembangunan Menara Masjid Jami’ (Update…)

0

Gontor – Sesuai dengan panca jangka Pondok Modern Darussalam Gontor yaitu “Pergedungan”, Pondok selaku salah satu Lembaga pendidikan Islam yang masih eksis di Indonesia, tak henti-hentinya membangun sarana dan prasarana bagi para santri-santrinya sejak berdirinya pada tahun 1926.

Salah satu proyek yang sedang dikerjakan oleh Pondok sekarang ini adalah proyek Menara Gontor yang dimulai pengerjaannya sejak 19 September 2016 dan diresmikan langsung oleh Bapak Presiden Ir. H. Joko Widodo pada perayaan milad Pondok yang ke-90.

Hingga saat ini, proses pengecoran Shear wall Menara Gontor sudah mencapai ketinggian 18m dan menggunakan metode pengerjaan slipform. Semoga proyek ini tetap istiqomah dan senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.

Kiai Syamsul Buka Fathul Kutub Gontor Putri Kampus 3 secara Resmi

0

WIDODAREN-Rentetan kegiatan Fathul Kutub Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 3 resmi dibuka (4/10). Kegiatan akademik tersebut dibuka secara langsung oleh Pimpinan Pondok, K.H. Syamsul Hadi Abdan pagi hari pukul 07.45 WIB. Dengan jumlah peserta sebanyak 200 siswi akhir KMI, kegiatan tersebut akan berlangsung selama kurang lebih 5 hari.

Dalam sambutannya Kiai Syamsul menjelaskan secara singkat tentang sejarah pelaksanaan kegiatan Fathul Kutub, beliau menjelaskan bahwa kegiatan ini dulu dibimbing langsung oleh K.H. Imam Zarkasyi. Beliau juga menegaskan bahwa media pembelajaran kitab kuning di Gontor adalah melalui Fathul Kutub, ini juga merupakan jawaban dikarenakan banyak yang berpendapat bahwa Gontor tidak mengajarkan santrinya membuka kitab kuning.

Santriwati akan diajarkan keterampilan dasar dalam mempelajari buku-buku islami klasik di dalam Fahtul Kutub, mulanya santriwati akan dibagi menjadi sekian kelompok yang terdiri dari 9 hingga 10 orang, setiap orang akan mendapat giliran untuk menyelesaikan sebuah pembahasan solusi dari pokok masalah yang sudah ditentukan, kemudian untuk mencari solusi dari masalah tersebut, santriwati dituntut untuk membuka, membaca, dan memahami beberapa buku klasik yang sudah tersedia, serta mengambil kesimpulan penyelesaian masalah tersebut daripadanya, kemudian hasil penyelesaian tersebut dipresentasikan di depan kelompoknya, dengan cara demikian, santriwati mampu menjelajahi ilmu pengetahuan secara dalam dari buku-buku islami klasik.

Selain membuka Fathul Kutub, Kiai Syamsul juga meninjau calon lokasi pembangunan jalan akses baru menuju Kampus Putri 3, di sana bersama segenap guru senior, beliau juga menyempatkan diri untuk memanjatkan do’a demi kelancaran proyek tersebut. sand88

Buka Bersama Pegiat Markaz Al-Khat Gontor Bersama Bapak Wakil Direktur KMI

0

Gontor – Markaz Darussalam Lil Khattil ‘Araby merupakan sebuah wadah baru bagi guru dan santri Pondok Modern Darussalam Gontor untuk para pegiat kaligrafi yang ingin memulai atau bahkan mendalami seni kaligrafi. Markaz Khat ini sendiri saat ini digawangi oleh Ust. Muhammad Nur, Lc., MHI dan telah memulai aktifitasnya secara resmi sejak 2015 yang lalu.

Kamis ini, markaz khot yang menempati kamar 4 gedung Aligarh sejak berdirinya mengadakan buka bersama para anggotanya dengan mengundang Bapak Direktur KMI, bertempat di Aula BPPM.

Pada acara yang dihadiri tidak kurang dari 100 anggota markaz dari guru dan santri ini, al-Ustadz H. Farid Sulistyo, Lc selaku bapak wakil direktur mengungkapkan kebanggan dan harapannya kepada para pegiat kaligrafi yang tergabung dalam markaz khot ini. Terlebih pada 23 September yang lalu, sebanyak 57 guru dan santri berhasil mendapatkan ijazah pada beberapa jenis khot seperti riq’ah, diwani dan diwani jaly. Tentu saja hal ini cukup membanggakan mengingat adanya guru dan santri yang mendapatkan ijazah tadi membawa dampak baik yang cukup signifikan bagi perkembangan khot di Gontor. Acara buka puasa yang juga merupakan bentuk ungkapan kesyukuran markaz khot secara umum ini ditutup dengan doa dan dilanjutkan dengan menyantap menu buka puasa.

Perlu diketahui juga bahwa pembelajaran kaligrafi di markaz ini menggunakan metode klasik dengan sistem ijazah, dimana belajar khot di markaz ini dimulai dengan satu jenis khot yaitu khot riq’ah, sebelum kemudian mendalami jenis khot lainnya. Tidak mengherankan jika kemudian banyak santri bahkan para guru KMI yang tertarik mendalami seni ini bahkan kemudian berhasil mendapatkan ijazah pada jenis khot tertentu.

Di antara pegiat markaz khat yang saat ini aktif dan masih sedang mendalami seni kaligrafi adalah Ust. Prayitno, Ust. Zaky Mubarak, S.Pd.I, Ust.Hifni Hasif, Ust. Akmal Firdaus, Ust. Afif Hamidi serta Ust. Syafi’i yang beberapa minggu yang lalu memperoleh juara 1 pada lomba kaligrafi tingkat Asean yang diselenggarakan oleh Sekolah Kaligrafi Alquran (SAKAL) pondok pesantren Mambaul Maarif, Denanyar Jombang Jawa Timur.

Sebelum Jalani Academic Journey ke London, Kiai Hasan Hadiri Rapat Dewan Nadzir di Darunnajah

0

JAKARTA – Sebelum menjalani Academic Journey ke London bersama Rektor Universitas Darussalam Gontor, Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi dan rombongan, K.H. Hasan Abdullah Sahal menghadiri rapat Dewan Nazir di Pondok Pesantren Darunnajah Ulujami Jakarta Selatan, Sabtu pagi (30/9/2017). Setibanya beliau di Darunnajah disambut hangat oleh K.H. Shofwan Manaf selaku Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah. Rapat saat ini merupakan Rapat Dewan Nazir yang ke-41 di pondok tersebut dan diikuti oleh beberapa anggota dewan nazir yang notabene sebagai Pimpinan Pondok Pesantren di tanah air.

Rapat yang bertempat di Gedung Bayt, Al-Nadwah Pondok Pesantren Darunnajah Ulujami Jakarta ini tersusun dalam beberapa acara sebagai berikut;

  1. Laporan Ketua Umum Yayasan Darunnajah (Periode Januari – Desember 2017)
  2. Pengesahan dana pangkal dan iuran bulanan tahun pelajaran 2018-2019

Usai acara, Kiai Hasan meneruskan perjalanan ke rumah Gontor di daerah Tebet guna istirahat dan persiapan Academic Journey ke London.*Aff

Wakaf Sebagai Penyangga Kemandirian

0

Secara etimologi (Bahasa), kata ‘wakaf’ berasal dari kata waqf (Bahasa Arab), yaitu masdar dari kata kerja waqafa sinonim dengan kata habasa artinya menahan, mencegah atau menghentikan. Dalam istilah syara’ (hukum) wakaf berarti menahan harta dan membelanjakan atau mengalirkan hasilnya di jalan Allah SWT. Ini berarti bahwa harta yang telah diwakafkan itu tidak boleh dijual, dihibahkan, dan diwariskan, dan hasilnya hendaklah digunakan sesuai dengan ketentuan pewakafan itu sendiri. Instrumen wakaf ini memang terbilang unik. Ketika wakaf diserahkan, kepemilikan pribadi berubah menjadi kepemilikan umum untuk keperluan orang banyak, yang hasilnya juga bisa dinikmati secara berkelanjutan. Dengan demikian, menurut Islam, bahwa harta wakaf harta adalah harta keagamaan yang bersifat abadi, yang harus dikelola dan dikembangkan untuk kesejahteraan umat, menurut syarat-syarat yang telah ditentukan.

Dalam perjalanan sejarah umat Islam wakaf telah berperan sebagai sarana dan modal yang secara nyata telah memberikan sumbangan besar bagi kemajuan dan kesejateraan umat. Umat Islam di beberapa negara, terutama negara-negara di kawasan Timur Tengah telah merasakan manfaat yang besar dari wakaf. Sebagai contoh, wakaf yang dimiliki oleh Al-Azhar di Mesir telah berperan besar dalam menyejahterakan kehidupan umat Islam di negeri ini baik lahir maupun batin. Dalam bidang pendidikan, wakaf Al-Azhar telah mampu membuat Universitas Al-Azhar tetap eksis dan survive selama tidak kurang dari 1000 tahun dan memberikan beasiswa kepada ribuan mahasiswanya. Di bidang dakwah, Al-Azhar telah membangun rumah-rumah ibadah dan mendirikan berbagai lembaga dakwah, infrastruktur pendidikan, serta mengirimkan para dai atau dosen ke berbagai belahan dunia. Tak hanya itu untuk mendukung keberlangsungan institusinya, dengan wakaf Al-Azhar mampu mengembangkan kemandirian lembaganya dengan memanfaatkan peluang bisnis, seperti perkebunan, pertanian, pabrik apartemen dan lain-lain. Pendek kata, wakaf di Al-Azhar telah berperan dalam menciptakan lingkungan kelembagaan seperti tiga poin di atas. Jika kelembagaannya masih bersifat individualistic-kharismatik pada gilirannya akan menggantungkan hidup pada individu yang berwenang tersebut.

Manajemen kelembagaan yang berbasiskan komunitas adalah sebuah keniscayaan bila menghendaki keberlangsungan lembaga. Pasalnya dasar pijakan model ini adalah komitmen pada akuntabilitas lembaga bukan individu. Akuntabilitas lembaga lembaga banyak ditentukan oleh kehandalan individu-individu yang bertanggungjawab dalam artian siap membantu membela dan memperjuangkan institusi. Komitmen seperti ini juga berlaku bagi para keluarga yang memiliki garis keturunan dai para pendiri Pondok. Jika mereka tidak siap bebuat untuk Pondok, tidak memiliki kemampuan, atau memiliki karakter yang zhalim, maka dalam “kamus PMDG”, suksesi kepemimpinan bukanlah di tangan mereka. Sebaliknya jika para keluarga tersebut memenuhi kualifikasi di atas, maka mereka termasuk orang yang diperhitungkan untuk kepemimpinan yang sudah dirintis oleh para leluhurnya itu. Hal ini selaras dengan cara pandang Al-Qur’an: “Dan ketika Ibrahim diuji oleh Tuhannya berupa melengkapi sebuah kalimat, bahwa sesungguhnya Aku menjadikan kamu sebagai pemimpin manusia, lalu siapa yang akan menggantikanmu? Ibrahim menjawab, adalah para keturunanku kemudian Allah memberikan pengecualian, bahwa tidak akan menjadi pemimpin, orang-orang yang zalim, walaupun dari para keturunanmu” (QS AL-Baqarah: 124).

Diambil dari buku “Manajemen Pesantren” hal. 97

Badan Wakaf Gontor Adakan Academic Journey ke Inggris

0

JAKARTA- Selama kurang lebih 12 hari Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor beserta beberapa fungsionaris Universtas Darussalam mengadakan tur akademik ke Negara Inggris, tur tersebut bertujuan untuk meninjau dan membentuk kerjasama (MoU) dengan beberapa universitas terkemuka di negara tersebut seperti Muslim College London, University of Birmingham, The Markfield Institute of Higher Education Leicestershire, dan University of Cambridge. Selain itu, rombongan juga akan bertemu dengan mahasiswa dan masyarakat Indonesia yang tinggal dan belajar di sana, Dr. Hamid pula akan menyampaikan kuliah singkat di beberapa lembaga terkait. Kunjungan tersebut akan berlangsung dari Ahad-Kamis, 1-12 Oktober 2017, adapun rombongan adalah sebagai berikut:

  1. H. Hasan Abdullah Sahal
  2. Ibu Siti Abidah Mufarichah
  3. K.H. M. Akrim Mariyat, Dipl.A.
  4. Ibu Dewi Aminah
  5. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi
  6. Ibu Izzah
  7. Hamid Fahmy Zarkasyi
  8. Heikal Yanuarshah Ibadillah, M.Sc.
  9. Roghiebah Jadwa Faradisi, M.Sc.
  10. Ahmad Zakky Mubarak

Selama di Inggris rombongan memiliki rentetan agenda sebagai berikut:

Selasa, 3 Oktober 2017

Kunjungan ke Muslim College London dan SOAS

Rabu, 4 Oktober 2017

Kunjungan ke “The University of Edinburgh”

Kamis, 5 Oktober 2017

Kunjungan ke Durham University

Jum’at, 6 Oktober 2017

Kunjungan ke “The University of Manchester”

Sabtu, 7 Oktober 2017

Kunjungan ke Etihad Stadium atau Old Trafford Stadium

Ahad, 8 Oktober 2017

Pertemuan dengan Masyarakat Muslim Indonesia di London

Senin, 9 Oktober 2017

Kunjungan ke Birmingham University

Selasa, 10 Oktober 2017

Kunjungan ke Cambridge Muslim College

Rabu, 11 Oktober 2017

Kunjungan ke Oxford University dan King’s College

Kamis, 12 Oktober 2017

Perjalanan kembali ke Indonesia

 

Diharapkan dari tur akademik tersebut, Gontor mampu memperkuat hubungan kerjasama dengan berbagai universitas di Inggris, serta terbukanya peluang yang besar bagi para pelajar yang hendak berstudi di negara tersebut. Sand88

 

Pembukaan Fathul Kutub Siswi Akhir KMI Gontor Putri Kampus 1, Mantingan oleh KH. Syamsul Hadi Abdan, S.Ag.

0

Mantingan–Sudah menjadi keharusan bagi seorang santri pondok untuk mengetahui buku-buku Islam yang dikarang oleh ulama-ulama terdahulu, tidak hanya tahu siapa pengarangnya, melainkan tahu isi yang terkandung dalam buku-buku tersebut dengan membaca dan mempelajarinya. Dengan itu, wawasan dan keilmuan santri tentang agama akan semakin luas dan bertambah. Membaca kitab (kitab kuning) ini telah menjadi rutinitas harian bagi para santri pondok-pondok salaf yang telah diterapkan sejak puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu. Kegiatan ini juga telah diterapkan gontor dengan cara yang berbeda, yaitu dengan mengadakannya secara ringkas pada satu waktu, yang disebut dengan istilah “Fathul Kutub”.

Terlihat Para Santriwati Hikmat Menyimak Pidato KH. Syamsul Hadi Abdan, S.Ag saat Pembukaan Fathul Kutub.
Terlihat Para Santriwati Hikmat Menyimak Pidato KH. Syamsul Hadi Abdan, S.Ag saat Pembukaan Fathul Kutub.

Sabtu pagi (30/9), tepat pukul 07.00, KH. Syamsul Hadi Abdan, S.Ag dengan resmi membuka acara Fathul Kutub Siswi Akhir KMI PMDG Putri Kampus 1, Mantingan yang diselenggarakan di Auditorium Gontor Putri 1. Dalam pidatonya, kiai Syamsul menyampaikan banyak hal tentang sejarah dan tujuan diadakannya acara ini, beliau berkata, “Dahulu fathul kutub hanya diadakan untuk siswa kelas 6 saja pada bulan Ramadhan, karena terlihat kurang efektif, maka acara ini diadakan sebanyak 2 kali dalam setahun, yaitu untuk siswa kelas 5 sebagai pengenalan dan kelas 6 untuk menyempurnakannya. Ingat ! Yang dimaksud membaca kitab menurut gontor adalah tau A, I, U nya dan mengerti apa yang dibacanya serta bisa mengajarkan kepada lainnya, berbeda dengan pemahaman arti membaca menurut orang-orang luar.”

Seusai acara, Al-Ustadz Fairuz Subakir selaku Wakil Direktur KMI Gontor Putri 1 bersama kiai Syamsul melakukan inspeksi bangunan pondok Gontor Putri 1 dan 2 yang sedang berjalan sekaligus melihat suasana lingkungan pondok. Acara yang diadakan selama 5 hari mulai Sabtu (30/9) – Rabu (4/10) ini diikuti oleh 636 santriwati dan 125 musyrif/musyrifah yang senantiasa membimbing mereka selama aktivitas ini berjalan. rukh

 

Gontor : Perkemahan Kamis Jumat Perdana untuk Anggota Regu dan Sangga

0

Gontor–Kamis-Jum’at (28-29 September 2017), untuk pertama kalinya pada tahun ajaran 1439/2017, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menyelenggarakan Perkemahan Kamis Jum’at untuk santri kelas 2, 3, 3 intensif dan 4, yang sering kita sebut dengan istilah “PERKAJUM”. Ini adalah salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh santri pecinta pramuka, karena disini mereka bisa bebas bersenang-senang, riang gembira menghilangkan semua kejenuhan yang mereka rasakan. Dari sini pula, jiwa  kemandirian, kemasyarakatan, cinta alam dan peduli terhadap sesama akan tumbuh pada diri tiap individual dari mereka, sehingga dikemudian hari, mereka dapat hidup mandiri dan menjadi orang yang selalu memberikan manfaat juga pengaruh positif terhadap masyarakat dimanapun mereka berada.

Canda Tawa Peserta Perkajum saat Acara Hiking.
Canda Tawa Peserta Perkajum saat Acara Hiking.

Kamis siang (28/9), acara dimulai dengan Upacara Pelepasan Kontingen Perkajum yang diadakan di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) tepat pukul 14.00 WIB oleh Al-Ustadz Sunarto. Peserta perkajum perdana ini terdiri dari 2 kelompok regu dan 1 sangga pada tiap-tiap POT, yang jumlahnya kurang lebih sebanyak 30 peserta. Setelah upacara, satu demi satu kontingen berjalan rapi menuju bumi perkemahan (buper) yang bertempat di desa Tugu, dengan diiringi yel-yel andalan dari tiap-tiap POT, suasana panas pada siang hari itu berubah menjadi sejuk dan rindang. Setibanya di buper, seluruh peserta segera mendirikan tenda untuk tempat beristirahat pada malam harinya. Pukul 19.30, para peserta melakukan karnaval dengan mengelilingi desa Tugu tempat diselenggarakannya acara, lalu dilanjutkan dengan Penampilan Pentas Seni pada acara Malam Unggun Gembira oleh santri-santri gontor, antara lain : Marawis, Nasyid kelas 2, Perbeda, Persada, LMN Tricks, 4J Kecak Kocak, 4H Tari Sintoposo, Puisi dan Jabawokes Armada. Acara malam itu ditutup dengan renungan api unggun yang dibawakan oleh kakak Mabikori.

Jum’at pagi (29/9), seluruh peserta perkajum mengadakan senam bersama di lapangan buper, dilanjutkan dengan sarapan pagi dan hiking untuk menguji kekompakan tiap-tiap kelompok POT. Seusai shalat Jum’at, para peserta segera melakukan pembersihan total tempat pentas seni juga buper, lalu kembali menuju pondok dan mengikuti kegiatan pondok sebagaimana biasa. rukh