Home Blog Page 356

Sebelum Jalani Academic Journey ke London, Kiai Hasan Hadiri Rapat Dewan Nadzir di Darunnajah

0

JAKARTA – Sebelum menjalani Academic Journey ke London bersama Rektor Universitas Darussalam Gontor, Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi dan rombongan, K.H. Hasan Abdullah Sahal menghadiri rapat Dewan Nazir di Pondok Pesantren Darunnajah Ulujami Jakarta Selatan, Sabtu pagi (30/9/2017). Setibanya beliau di Darunnajah disambut hangat oleh K.H. Shofwan Manaf selaku Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah. Rapat saat ini merupakan Rapat Dewan Nazir yang ke-41 di pondok tersebut dan diikuti oleh beberapa anggota dewan nazir yang notabene sebagai Pimpinan Pondok Pesantren di tanah air.

Rapat yang bertempat di Gedung Bayt, Al-Nadwah Pondok Pesantren Darunnajah Ulujami Jakarta ini tersusun dalam beberapa acara sebagai berikut;

  1. Laporan Ketua Umum Yayasan Darunnajah (Periode Januari – Desember 2017)
  2. Pengesahan dana pangkal dan iuran bulanan tahun pelajaran 2018-2019

Usai acara, Kiai Hasan meneruskan perjalanan ke rumah Gontor di daerah Tebet guna istirahat dan persiapan Academic Journey ke London.*Aff

Wakaf Sebagai Penyangga Kemandirian

0

Secara etimologi (Bahasa), kata ‘wakaf’ berasal dari kata waqf (Bahasa Arab), yaitu masdar dari kata kerja waqafa sinonim dengan kata habasa artinya menahan, mencegah atau menghentikan. Dalam istilah syara’ (hukum) wakaf berarti menahan harta dan membelanjakan atau mengalirkan hasilnya di jalan Allah SWT. Ini berarti bahwa harta yang telah diwakafkan itu tidak boleh dijual, dihibahkan, dan diwariskan, dan hasilnya hendaklah digunakan sesuai dengan ketentuan pewakafan itu sendiri. Instrumen wakaf ini memang terbilang unik. Ketika wakaf diserahkan, kepemilikan pribadi berubah menjadi kepemilikan umum untuk keperluan orang banyak, yang hasilnya juga bisa dinikmati secara berkelanjutan. Dengan demikian, menurut Islam, bahwa harta wakaf harta adalah harta keagamaan yang bersifat abadi, yang harus dikelola dan dikembangkan untuk kesejahteraan umat, menurut syarat-syarat yang telah ditentukan.

Dalam perjalanan sejarah umat Islam wakaf telah berperan sebagai sarana dan modal yang secara nyata telah memberikan sumbangan besar bagi kemajuan dan kesejateraan umat. Umat Islam di beberapa negara, terutama negara-negara di kawasan Timur Tengah telah merasakan manfaat yang besar dari wakaf. Sebagai contoh, wakaf yang dimiliki oleh Al-Azhar di Mesir telah berperan besar dalam menyejahterakan kehidupan umat Islam di negeri ini baik lahir maupun batin. Dalam bidang pendidikan, wakaf Al-Azhar telah mampu membuat Universitas Al-Azhar tetap eksis dan survive selama tidak kurang dari 1000 tahun dan memberikan beasiswa kepada ribuan mahasiswanya. Di bidang dakwah, Al-Azhar telah membangun rumah-rumah ibadah dan mendirikan berbagai lembaga dakwah, infrastruktur pendidikan, serta mengirimkan para dai atau dosen ke berbagai belahan dunia. Tak hanya itu untuk mendukung keberlangsungan institusinya, dengan wakaf Al-Azhar mampu mengembangkan kemandirian lembaganya dengan memanfaatkan peluang bisnis, seperti perkebunan, pertanian, pabrik apartemen dan lain-lain. Pendek kata, wakaf di Al-Azhar telah berperan dalam menciptakan lingkungan kelembagaan seperti tiga poin di atas. Jika kelembagaannya masih bersifat individualistic-kharismatik pada gilirannya akan menggantungkan hidup pada individu yang berwenang tersebut.

Manajemen kelembagaan yang berbasiskan komunitas adalah sebuah keniscayaan bila menghendaki keberlangsungan lembaga. Pasalnya dasar pijakan model ini adalah komitmen pada akuntabilitas lembaga bukan individu. Akuntabilitas lembaga lembaga banyak ditentukan oleh kehandalan individu-individu yang bertanggungjawab dalam artian siap membantu membela dan memperjuangkan institusi. Komitmen seperti ini juga berlaku bagi para keluarga yang memiliki garis keturunan dai para pendiri Pondok. Jika mereka tidak siap bebuat untuk Pondok, tidak memiliki kemampuan, atau memiliki karakter yang zhalim, maka dalam “kamus PMDG”, suksesi kepemimpinan bukanlah di tangan mereka. Sebaliknya jika para keluarga tersebut memenuhi kualifikasi di atas, maka mereka termasuk orang yang diperhitungkan untuk kepemimpinan yang sudah dirintis oleh para leluhurnya itu. Hal ini selaras dengan cara pandang Al-Qur’an: “Dan ketika Ibrahim diuji oleh Tuhannya berupa melengkapi sebuah kalimat, bahwa sesungguhnya Aku menjadikan kamu sebagai pemimpin manusia, lalu siapa yang akan menggantikanmu? Ibrahim menjawab, adalah para keturunanku kemudian Allah memberikan pengecualian, bahwa tidak akan menjadi pemimpin, orang-orang yang zalim, walaupun dari para keturunanmu” (QS AL-Baqarah: 124).

Diambil dari buku “Manajemen Pesantren” hal. 97

Badan Wakaf Gontor Adakan Academic Journey ke Inggris

0

JAKARTA- Selama kurang lebih 12 hari Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor beserta beberapa fungsionaris Universtas Darussalam mengadakan tur akademik ke Negara Inggris, tur tersebut bertujuan untuk meninjau dan membentuk kerjasama (MoU) dengan beberapa universitas terkemuka di negara tersebut seperti Muslim College London, University of Birmingham, The Markfield Institute of Higher Education Leicestershire, dan University of Cambridge. Selain itu, rombongan juga akan bertemu dengan mahasiswa dan masyarakat Indonesia yang tinggal dan belajar di sana, Dr. Hamid pula akan menyampaikan kuliah singkat di beberapa lembaga terkait. Kunjungan tersebut akan berlangsung dari Ahad-Kamis, 1-12 Oktober 2017, adapun rombongan adalah sebagai berikut:

  1. H. Hasan Abdullah Sahal
  2. Ibu Siti Abidah Mufarichah
  3. K.H. M. Akrim Mariyat, Dipl.A.
  4. Ibu Dewi Aminah
  5. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi
  6. Ibu Izzah
  7. Hamid Fahmy Zarkasyi
  8. Heikal Yanuarshah Ibadillah, M.Sc.
  9. Roghiebah Jadwa Faradisi, M.Sc.
  10. Ahmad Zakky Mubarak

Selama di Inggris rombongan memiliki rentetan agenda sebagai berikut:

Selasa, 3 Oktober 2017

Kunjungan ke Muslim College London dan SOAS

Rabu, 4 Oktober 2017

Kunjungan ke “The University of Edinburgh”

Kamis, 5 Oktober 2017

Kunjungan ke Durham University

Jum’at, 6 Oktober 2017

Kunjungan ke “The University of Manchester”

Sabtu, 7 Oktober 2017

Kunjungan ke Etihad Stadium atau Old Trafford Stadium

Ahad, 8 Oktober 2017

Pertemuan dengan Masyarakat Muslim Indonesia di London

Senin, 9 Oktober 2017

Kunjungan ke Birmingham University

Selasa, 10 Oktober 2017

Kunjungan ke Cambridge Muslim College

Rabu, 11 Oktober 2017

Kunjungan ke Oxford University dan King’s College

Kamis, 12 Oktober 2017

Perjalanan kembali ke Indonesia

 

Diharapkan dari tur akademik tersebut, Gontor mampu memperkuat hubungan kerjasama dengan berbagai universitas di Inggris, serta terbukanya peluang yang besar bagi para pelajar yang hendak berstudi di negara tersebut. Sand88

 

Pembukaan Fathul Kutub Siswi Akhir KMI Gontor Putri Kampus 1, Mantingan oleh KH. Syamsul Hadi Abdan, S.Ag.

0

Mantingan–Sudah menjadi keharusan bagi seorang santri pondok untuk mengetahui buku-buku Islam yang dikarang oleh ulama-ulama terdahulu, tidak hanya tahu siapa pengarangnya, melainkan tahu isi yang terkandung dalam buku-buku tersebut dengan membaca dan mempelajarinya. Dengan itu, wawasan dan keilmuan santri tentang agama akan semakin luas dan bertambah. Membaca kitab (kitab kuning) ini telah menjadi rutinitas harian bagi para santri pondok-pondok salaf yang telah diterapkan sejak puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu. Kegiatan ini juga telah diterapkan gontor dengan cara yang berbeda, yaitu dengan mengadakannya secara ringkas pada satu waktu, yang disebut dengan istilah “Fathul Kutub”.

Terlihat Para Santriwati Hikmat Menyimak Pidato KH. Syamsul Hadi Abdan, S.Ag saat Pembukaan Fathul Kutub.
Terlihat Para Santriwati Hikmat Menyimak Pidato KH. Syamsul Hadi Abdan, S.Ag saat Pembukaan Fathul Kutub.

Sabtu pagi (30/9), tepat pukul 07.00, KH. Syamsul Hadi Abdan, S.Ag dengan resmi membuka acara Fathul Kutub Siswi Akhir KMI PMDG Putri Kampus 1, Mantingan yang diselenggarakan di Auditorium Gontor Putri 1. Dalam pidatonya, kiai Syamsul menyampaikan banyak hal tentang sejarah dan tujuan diadakannya acara ini, beliau berkata, “Dahulu fathul kutub hanya diadakan untuk siswa kelas 6 saja pada bulan Ramadhan, karena terlihat kurang efektif, maka acara ini diadakan sebanyak 2 kali dalam setahun, yaitu untuk siswa kelas 5 sebagai pengenalan dan kelas 6 untuk menyempurnakannya. Ingat ! Yang dimaksud membaca kitab menurut gontor adalah tau A, I, U nya dan mengerti apa yang dibacanya serta bisa mengajarkan kepada lainnya, berbeda dengan pemahaman arti membaca menurut orang-orang luar.”

Seusai acara, Al-Ustadz Fairuz Subakir selaku Wakil Direktur KMI Gontor Putri 1 bersama kiai Syamsul melakukan inspeksi bangunan pondok Gontor Putri 1 dan 2 yang sedang berjalan sekaligus melihat suasana lingkungan pondok. Acara yang diadakan selama 5 hari mulai Sabtu (30/9) – Rabu (4/10) ini diikuti oleh 636 santriwati dan 125 musyrif/musyrifah yang senantiasa membimbing mereka selama aktivitas ini berjalan. rukh

 

Gontor : Perkemahan Kamis Jumat Perdana untuk Anggota Regu dan Sangga

0

Gontor–Kamis-Jum’at (28-29 September 2017), untuk pertama kalinya pada tahun ajaran 1439/2017, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menyelenggarakan Perkemahan Kamis Jum’at untuk santri kelas 2, 3, 3 intensif dan 4, yang sering kita sebut dengan istilah “PERKAJUM”. Ini adalah salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh santri pecinta pramuka, karena disini mereka bisa bebas bersenang-senang, riang gembira menghilangkan semua kejenuhan yang mereka rasakan. Dari sini pula, jiwa  kemandirian, kemasyarakatan, cinta alam dan peduli terhadap sesama akan tumbuh pada diri tiap individual dari mereka, sehingga dikemudian hari, mereka dapat hidup mandiri dan menjadi orang yang selalu memberikan manfaat juga pengaruh positif terhadap masyarakat dimanapun mereka berada.

Canda Tawa Peserta Perkajum saat Acara Hiking.
Canda Tawa Peserta Perkajum saat Acara Hiking.

Kamis siang (28/9), acara dimulai dengan Upacara Pelepasan Kontingen Perkajum yang diadakan di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) tepat pukul 14.00 WIB oleh Al-Ustadz Sunarto. Peserta perkajum perdana ini terdiri dari 2 kelompok regu dan 1 sangga pada tiap-tiap POT, yang jumlahnya kurang lebih sebanyak 30 peserta. Setelah upacara, satu demi satu kontingen berjalan rapi menuju bumi perkemahan (buper) yang bertempat di desa Tugu, dengan diiringi yel-yel andalan dari tiap-tiap POT, suasana panas pada siang hari itu berubah menjadi sejuk dan rindang. Setibanya di buper, seluruh peserta segera mendirikan tenda untuk tempat beristirahat pada malam harinya. Pukul 19.30, para peserta melakukan karnaval dengan mengelilingi desa Tugu tempat diselenggarakannya acara, lalu dilanjutkan dengan Penampilan Pentas Seni pada acara Malam Unggun Gembira oleh santri-santri gontor, antara lain : Marawis, Nasyid kelas 2, Perbeda, Persada, LMN Tricks, 4J Kecak Kocak, 4H Tari Sintoposo, Puisi dan Jabawokes Armada. Acara malam itu ditutup dengan renungan api unggun yang dibawakan oleh kakak Mabikori.

Jum’at pagi (29/9), seluruh peserta perkajum mengadakan senam bersama di lapangan buper, dilanjutkan dengan sarapan pagi dan hiking untuk menguji kekompakan tiap-tiap kelompok POT. Seusai shalat Jum’at, para peserta segera melakukan pembersihan total tempat pentas seni juga buper, lalu kembali menuju pondok dan mengikuti kegiatan pondok sebagaimana biasa. rukh

Usai Hadiri Festival Kaligrafi ASEAN di Jombang, Syeikh Belaid Hamidi Kunjungi Gontor

0

DARUSSALAM – Usai menghadiri Festival Kaligrafi Asean di Jombang, Syeikh Belaid Hamidi al-Khattat berkunjung ke Pondok Modern Darussalam Gontor, Jum’at (22/9). Saat ini, beliau sudah ketiga kalinya berkunjung ke Gontor dengan membawa anak didik beliau dari Cina, Wang Qifei. Kedatangan Syeikh Khattat Maroko tersebut guna untuk bersilaturrahmi dengan Bapak Pimpinan serta memberikan Ijazah kepada santri dan Asatidz yang sudah mahir di Bidang Penulisan Khat.

Syukur Alhamdulillah, tahun ini Syeikh Belaid Hamidi memberikan ijazah kepada 67 orang santri dan asatidz dengan beberapa kriteria, yaitu: Khat Riq’ah 55 orang, Khat Diwani 5 orang, Khat Diwani Jali 7 orang, dan Khat Magribi 1 orang. Hal ini bisa tercapai karena di PMDG juga memiliki salah satu kegiatan ekstrakulikuler, yaitu AQLAM. Kegiatan ini merupakan wadah pelatihan para santri untuk meningkatkan skill mereka di Bidang Khat.

Al-Ustadz Belaid Hamidi al-Khathath lahir di ‘Ain Lauh, Kerajaan Maroko, 59 tahun silam. Beliau memiliki kemampuan dan prestasi yang sangat baik di bidang pendidikan. Oleh karenanya, Kerajaan Maroko memanggil beliau dan diminta untuk mengajar di Madrasah Maulawiyah yang berlokasi di lingkungan istana. Namun, setelah sekian tahun mengajar di Madrasah Maulawiyah, al-Ustadz Belaid Hamidi al-Khathath mengajukan surat pengunduran dirinya dari tugas mengajar di madrasah tersebut. Karena ingin menyebarkan ilmu yang beliau miliki. Saat ini, beliau menetap di Mesir dan menjadi pembimbing sekaligus pengajar Khat di Markaz Halqah al-Khairiyyah. Dengan kemampuan beliau di bidang khat, beliau telah menulis mushaf yaitu:

Mushaf Pertama
Dengan rahmat Allah swt. Mushaf pertama ditulis pada Jum’at Pertama tahun 1999 bertepatan dengan 15 Ramadhan 1420 H. Dan selesai pada Hari Jum’at Terkhir pada tahun tersebut. Dicetak di Percetakan al-Ma’arif di Rabat.Mushaf ini dicetak setelah melalui tashih berkali-kali. Hingga terakhir, ditashih oleh pentashih Muhammad Naji Muhammad al-Bahlawi. Foto bersama pentashih seperti di bawah ini.
Keterangan bahwa mushaf sudah melewati tashih dan layak cetak

Mushaf Kedua
Mushaf ini selesai ditulis pada hari Jum’at, 13 Sya’ban 1424 H/ 2003.

Mushaf Ketiga
Selesai ditulis pada hari Jum’at 8 Ramadhan 1425 H / 2004.
Mushaf tersebut dihias zahrafah oleh Hamid Hamidi, muzahrif (ahli ornament) yang juga adik kandung beliau paling kecil.

Mushaf Keempat
Selesai ditulis pada Hari Jum’at, tanggal 12 Jumadal Ula 1427 H/ 2006.
Mushaf ini dicetak atas biaya Percetakan al-Fadhilah di Rabat. Dan dijadikan wakaf dengan dibagi-bagikan di masjid-masjid setiap bulan Ramadhan. Mushaf ke-empat ini dipoles dengan Ornament corak Andalusia karya Muzahrif Maroko ‘Abdullah al-Wazza’i.
Syaikh Belaid memberi kenang-kenangan mushaf-nya yang ke-empat kepada Mufti Mesir, Ali Jum’ah.

Mushaf Kelima
Selesai ditulis pada hari Jum’at, 6 Muharram 1428 H/ 2007.
Mushaf kali ini ditulis dengan bentuk melebar, seperti corak Mushaf Usmani dulu ditulis.
Mushaf ini dianggap sebagai mushaf terbesar yang pernah ditulis dengan Khat Magribi Mabsuth.

Mushaf Keenam.
Mushaf ini mulai ditulis pada Hari Jum’at, tanggal 28 Safar 1428. Saat ini sudah sampai ditulis sampai surat al-Hajj. Mulai ditulis di Maroko, satu juz diselesaikan di Perancis, dan beliau berharap bisa selesai dan khatam ditulis di Mesir. Mushaf ini ditulis dalam bentuk makhthuth.

Selama 5 hari berkunjung ke PMDG, Jumat (22/9) hingga Selasa (26/9), beliau gunakan semaksimal mungkin untuk menularkan ilmu beliau kepada para santri dan asatidz terutama di bidang kaligrafi. Selain berkunjung ke Gontor Pusat beliau juga menyempatkan diri untuk berkunjung ke Universitas Darussalam, PMDG Kampus 2 Madusari, PMDG Putri Kampus 1 Mantingan, dan PMDG Putri Kampus 3 Widodaren. Kehadiran beliau di Gontor menjadi motivasi bagi seluruh santri dan asatidz agar bisa memiliki skill kaligrafi seperti beliau.*Aff

KMI Adakan Kegiatan Fathu al-Mu’jamaini bagi Siswa Akhir KMI 2018

0

DARUSSALAMFathu al-Mu’jamaini merupakan acara yang digelar oleh Kulliyatu al-Mu’allimin al-Islamiyah (KMI) guna menguji kemampuan Siswa Akhir KMI dalam pencarian arti kosakata bahasa Arab yang belum diketahui dengan menggunakan Kamus Munjid, dan juga pencarian kata atau kalimat serta ayat dalam Al-Quran menggunakan al-Mu’jam al-Mufahros.

Ujian kedua materi ini diadakan pada hari Senin Malam (2/10), dan Selasa malam (3/10). Dimulai setelah Isya dan berakhir pukul 22.00 WIB. Acara mengambil waktu belajar malam siswa akhir dalam pelaksanaaanya, dan diselenggarakan di Gedung Yaqdzoh. Acara dibimbing oleh para wali kelas dan beberapa pengawas tambahan dari guru angkatan tahun keenam dan tahun pertama tiap kelasnya.

Beberapa hari sebelumnya, tepatnya hari Sabtu, (30/9) pengarahan untuk acara ini telah dilakukan oleh para Wali Kelas dengan mengambil waktu belajar pada jam ke- 5 dan ke- 6. Pengarahan berisi tentang cara penggunaan kamus Munjid dan al-Mu’jam al-Mufahros, sistem pencarian kata di dalamnya, daftar isi dalam kamus, dan cara menjawab soal dalam ujian Fathu al-Mu’jamaini. Ujian ini akan menjadi latihan tambahan bagi siswa kelas enam tentunya, mengingat materi fathu al-Munjid ini  akan diujikan dalam Ujian Siswa Akhir KMI Gelombang Pertama. Semoga dengan ujian ini, nilai siswa akhir dalam Ujian Gelombang Pertama dapat meningkat dan memberi motivasi serta inspirasi bagi generasi setelahnya agar lebih giat dalam mencapai akhir yang baik. ikami86

Pakar Sejarah Islam Universitas Ummul Qura Makkah Kunjungi Gontor

0

Gontor –Untuk kesekian kalinya, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) kembali dikunjungi oleh tamu bertaraf internasional. Tepat pada Senin (2/10), Prof. Dr. Muhammad As-Sallumy Pakar Sejarah Islam Universitas Ummul Qura Makkah didampingi oleh alumi Gontor Al-Ustadz Wildan, disambut hangat oleh Pimpinan PMDG, K.H. Syamsul Hadi Abdan yang didampingi oleh Wakil Direktur Kulliyatu-l Mu’allimin al-Islamiyah (KMI), H. Farid Sulistiyo, dan Ketua YPPWPM, Al-Ustadz Imam Shobari dan Al-Ustadz Ismail Abdullah Budi Prasetyo di Kantor Pimpinan.

Datangnya Prof. Dr. Muhammad As-Sallumy ke PMDG adalah untuk mengetahui lebih dalam tentang PMDG, dari displin, bahasa dan suasana di PMDG, yang namanya tidak asing lagi di kaca internasional.

Prof. Dr. Muhammad As-Sallumy
Prof. Dr. Muhammad As-Sallumy

Selain bersilaturrahmi ke Pimpinan PMDG, tamu ini juga menyapa seluruh santri PMDG di masjid Jami’, memberikan sedikit ilmu dan pesan serta kesannya kepda seluruh santri, “Senjata umat Islam adalah ilmu, pengetahuan, dan iman” uajar Prof. Dr. Muhammad As-Sallumy, dan pesan beliau kepada seluruh santri adalah agar selalu belajar dengan giat, “menuntut ilmu itu adalah kewajiban bagi kita semua” adalah kata penutup dari beliau.

Selepas shalat berjamaah dan menyapa santri, beliau melanjutkan perjalanan menuju PMDG Kampus 2, beliau juga ingin melihat suasana dan keadaan kampus 2 yang bertempat di desa Madusari yang tidak jauh dari Gontor.Muis

Pentas Seni Darussalam didesain sebagai Media Pendidikan

0

Mantingan,  Jum’at (29/9),  Gebyar  Seni Darussalam adalah salah satu kegiatan yang selalu diadakan  setiap tahunnya , GSD(Gebyar Seni Darussalam) Acara yang merupakan ajang pertandingan persahabatan antar angkatan kelas 4 dan 3 Intensif. Untuk tahun ini berbeda dengan GSD tahun-tahun sebelumnya disini angkatan kelas 4 dan 3 Intensif  bukan bersaing untuk  menjadi yang terbaik tetapi mereka bersatu untuk menyajikan pentas seni drama yang baik di Pentas Seni Darussalam (PSD). Mereka mengusung tema Rusia Untuk Pentas Seni Darussalam  tahun ini dengan judul  drama “The Moon That Embrace The Sun” mereka menampilkan seni drama dengan menggunakan dialog Bahasa Arab dan Bahasa Inggris yang baik, acara ini dinilai langsung oleh para juri dari segala aspek, drama, kostum, dekorasi, bahasa, kinerja panitia,  ketepatan waktu dan lain sebagainya. Para Juri merupakan  guru-guru KMI  yang yang sangat ahli dalam bidang tersebut. Sehingga sistem penilaian sangat rinci dan detail.

Salah Satu Adegan Drama PSD
Salah Satu Adegan Drama PSD

“Pentas Seni  Darussalam sebagai media persiapan untuk menghadapi Drama Arena di tahun yang akan datang dan semuanya di design sebagai media pendidikan”, Ujar Al Ustadz Drs. Muhammad Fauzi M.Ud  Wakil Direktur KMI Gontor Putri Kampus 2 Ketika membuka acara Pentas Seni Darussalam Jum’at lalu.

Sambutan Bapak Wakil Direktur KMI GP kampus2
Sambutan Bapak Wakil Direktur KMI Gontor Putri kampus2

 

Setelah selesai acara juri mengumumkan nilai dan beberapa evaluasi dari acara ini. Dan dengan segala evalusi yang diberikan oleh juri sebagai pembelajaran bagi angkatan kelas 4 dan 3 Intensif untuk menuju Drama Arena ditahun yang akan Datang. Dan The Best Actress Dalam Pentas Seni Darussalam pada Tahun ini adalah Nayla Ilma Kauna(4B) dan Hida Wahida(4D).virni

 

Duta Gudep 2018 : Lahirkan Tunas Muda Berkarya

0

Look wide, and even when you think you are looking wide, look wider still.

Memandanglah sesuatu secara luas. Dan bila kau pikir cara pandangmu sudah luas, maka luaskanlah cara pandangmu lagi.

Begitulah kalimat yang dikutip oleh Lord Baden Powell sang Bapak Pramuka Dunia. Pramuka menjadi salah satu gerakan yang memiliki misi untuk menjadi solusi atas segala permasalahan dan problematika kaum manusia di dunia. Menjadi seorang pramuka adalah suatu keharusan yang baik adanya. Tidak merugikan pun tidak menyesatkan.

Gontor, sebuah lembaga pendidikan berbasis Islam pun mengakui bahkan menjunjung tinggi keberadaan pramuka. Dengan pedoman Kami Pramuka tapi Kami Muslim/Muslimah, Gontor dengan segala upayanya telah berhasil menggerakkan islamisasi pramuka di dalam ranah negeri dengan menara besarnya itu.

Duta Gudep 2017
Peserta Duta Gudep dalam Babak Final merangkai kreasi parcel pada sesi Talent Show

Duta Gudep salah satunya. Menjadi agenda tahunan Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2, Duta Gudep termasuk salah satu yang bergengsi di kalangan santriwati. Adalah acara yang diadakan untuk menguji wawasan santriwati mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kepramukaan, pun juga hal-hal yang membahas tentang wawasan umum serta bahasa dan pelajaran akademis santriwati. Acara ini diadakan dengan 3 babak di dalamnya. Babak pertama yang didakan serempak oleh seluruh gugusdepan Darussalam Gontor Putri Kampus 2 yakni Gugusdepan 09.196, 09.198, 09.200, dan 09.202. Dari babak pertama diambil 5 orang dari tiap satuan penggalang dan satuan penegak, selanjutnya nilai tertinggi dimajukan menuju BabaK Final. Di Babak Final yang bertepatan pada Kamis (28/9) lalu, peserta diuji melalui 3 ronde yakni soal untuk masing-masing individu, soal rebutan, dan sesi Talent Show. Pada periode yang diprakarsai oleh Andalan Koordinator dan Gugusdepan Gerakan Pramuka 1438/1439 ini, Talent Show yang diperwajibkan untuk seluruh peserta adalah menjahit bendera.

 

Di tahun yang penuh keberkahan ini, Duta Gudep kembali menumbuhkan tunasnya—Evi Nur Maulidiana (3B) dari Satuan Penggalang dan Bening Nur Cahya (4B) dari Satuan Penegak. Pemberian simbolis diberikan langsung oleh Duta Gudep periode 2016 lalu, Salma Nur Sa’diyah (5B) dari penegak dan Azizah Qurrota (4B) dari penggalang.

 

Duta Gudep Satuan Penggalang 2016 memberikan simbol dan mahkota kepada Duta Gudep Satuan Penggalang 2017
Duta Gudep Satuan Penggalang 2016 memberikan simbol berupa mahkota kepada Duta Gudep Satuan Penggalang 2017

Gontor mengislamkan pramuka dan menelurkan Pramuka Muslimah Sejati. Begitu kesan yang dapat dipetik dari acara Duta Gudep. Menjadi muslimah yang sitti-l-kull adalah apa yang menjadi tujuan Gontor Putri untuk seluruh santriwatinya. Dari pramuka, Gontor dapat menyeruakkan misinya. Karena dari pramuka, Gontor melahirkan tunas muda berkarya.   

 

NOORAJAVI