Alhamdulillah– Universitas Darussalam Gontor (UNIDA) pada tahun 2017 telah mewisudakan mahasiswai UNIDA Kampus 4 Kediri yang berjumlah 28 Orang. Dengan berbagai usaha yang telah mereka lalui seperti hanya mengajukan Judul Skripsi, SPS, Revisi dan Sidang Skripsi, maka akhirnya tercapailah harapan yang mereka nanti-nantikan. Rasa syukur selalu terucap dalam lisan mereka dengan segenap kegembiraan dalam lubuk hati.
Foto Wisudawan Angkatan ke-28 Fakultas Ushuludin Jurusan Studi Agama-agama bersama Wakil Pengasuh dan Wakil Direktur KMI Gontor 3
Mereka bertambah semangat dalam menjalankan tugas-tugasnya. Dan rasa tanggungjawab lebih terasa lagi setelah melewati awal kesuksesan mereka (S1). maka dengan kesabaran dan ketabahan hati insya allah para Pejuang Wisudawan Angakatan ke-28 akan lebih menggandrungi serta mampu melewati amanat yang diembannya.Day
Darussalam – Dengan adanya penerapan kembali integrasi pelajaran pagi dengan pelajaran sore, maka Ujian Pelajaran Sore ditiadakan. Karena semua materi yang diajarkan di pelajaran sore sudah masuk ke dalam soal ujian pelajaran pagi. ALAC (Afternoon Lesson Advisory Council) mengambil inisiatif untuk mengadakan Ulangan Umum. Ulangan Umum ini bertujuan untuk mempersiapkan santri dalam menghadapi ujian semester pertama, khususnya dalam materi yang diambil dari pelajaran sore.
Dimulai dari hari Sabtu–Rabu (7–11/10) dengan jadwal sama seperti hari-hari biasa, yaitu diambil dari jadwal pelajaran sore harian. Hanya ada kelas 1 dan 1 Int yang berbeda karena mereka mendapat materi Muthola’ah 2 kali dalam seminggu. Dan ulangan diadakan di pertemuan pertama pada materi tersebut.
Seluruh kepengurusan Ulangan ini ditangani oleh ALAC dan bagian Pengajaran, tanpa dibentuk sebuah kepanitiaan khusus. Seluruh santri diberi waktu 60 menit untuk menjawab soal ulangan dan kemudian kertas jawaban diberikan kepada guru pengajarnya untuk dikoreksi. pasca ulangan nilai setiap santri akan ditempel di depan kantor KMI sebagai bentuk evaluasi dan pembelajaran. AaRum
KANDANGAN–Gontor selalu berupaya untuk meningkatkan intelektualitas para santrinya, salah satunya dengan diadakannya Fathul Kutub. Gontor merupakan sebuah pondok modern, namun Gontor tidak melupakan unsur-unsur salafiyah. Gontor juga mengajarkan para santrinya untuk mandiri, tidak hanya dalam kehidupan sehari-hari saja, melainkan dalam hal belajar juga.
Fathul Kutub sendiri mulai diselenggarakan pada hari Sabtu (7/10) di PMDG Putri Kampus 5 yang dibuka langsung oleh Bapak Wakil Pengasuh PMDG Putri Kampus 5, Al-Ustadz Drs. Hamim Syuhada’, M.Ud. dan dilanjutkan dengan pengarahan tiap-tiap materi yang disampaikan oleh para guru senior, seperti Tafsir, Hadist, Tauhid dan Fiqh.
Kegiatan yang diselenggarakan ini merupakan cara bagaimana santriwati dapat mempelajari sendiri buku-buku turats. Mereka mencari permasalahan atau judul yang mereka dapatkan dari buku-buku yang sudah disediakan di satu tempat, sehingga mereka harus berebut dengan santriwati yang lainnya.
Fathul Kutub kali ini terbagi atas 12 kelompok yang terdiri dari 4 kelompok di dalamnya. Hal ini dilakukan agar setiap santriwati dapat mempresentasikan hasil pencarian mereka sendiri. Dengan diadakannya acara ini, diharapkan para santri dapat meningkatkan kemampuan berbahasa serta menambah wawasan mereka tentang permasalahan dalam agama Islam, seperti hukum-hukum, dsb.
Di pengujung kegiatan ini, panitia Fathul Kutub akan mengadakan diskusi umum. Dimana para pesertanya adalah dari santriwati yang memiliki kelebihan dalam segi pemahaman, kebahasaan, dan kesemangatan yang dipilih oleh panitia.
Meraih mimpi adalah mutlak menjadi fitrah seluruh manusia. Keinginan untuk mempunyai cita-cita yang tinggi dan besar tentu telah dibibitkan dalam diri setiap individu, bahkan ketika perlakuan dan pikiran seseorang masih begitu hijau. Dengan mimpi seseorang akan lebih terpacu untuk menatap masa depan dan menerawang apa yang ingin diciptakan, sehingga bersinyalir untuk memberikan pengaruh baik bagi kesehariannya dan hal-hal yang berhubungan dengan apapun sebelum ia bertindak.
Al-Ustadz Ibrahim Malik dalam life planning dan leadership sharing
Adalah Seminar Motivasi dengan judul besar Course of Sholarship—yang berarti Kursus Kebeasiswaan. Diadakan oleh Dewan Mahasiswi (DEMA) Universitas Darussalam Devisi Mantingan Gontor Putri Kampus 2 berletak di Aula Gedung Beirut dan diikuti oleh seluruh mahasiswi-guru Gontor Putri Kampus 2. Acara yang bertajuk pada hal leadership dan life planning ini mengundang Al-Ustadz Ibrahim Malik sebagai pembicara.
“Masa-masa hidup di Gontor adalah masa-masa yang membutuhkan keputusan kuat yang akan menghasilkan perubahan besar untuk kehidupan kedepan” begitu yang diucapkan oleh Al-Ustadz Ibrahim dalam seminarnya Sabtu (7/10) lalu.
Peraih beasiswa Australian Awards Scholarship ini mengujar bahwa segala hal musti ditata sebaik mungkin, “Di Gontor segala hal sudar auto-pilot, artinya semua sudah ada yang mengingatkan dan sudah ada yang mengarahkan. Tinggal bagaiaman kita sebagai santriwati mengerjakannya” ujarnya. Gontor telah memfasilitasi seluruh santri dan santriwatinya untuk berjalan di jalan yang benar, tinggal bagaimana seseorang berjalan baik di jalan yang sudah disediakan tersebut. Hal itu pula yang menjadi kaca perbandingan atas penerapan time table dan to-do-list kehidupan. Bila di Gontor seseorang sudah terbiasa dengan kesehariannya yang sudah tertata rapih—sehingga tidak menyiakan sedetik pun waktunya maka sebagai gontorian kita harus menerapkan ketertiban tersebut—seperti apa yang sudah dijalani di Gontor.
“Sebagai manusia, jangan pernah underestimate dengan kemampuan seseorang” begitu katanya. Artinya, sebagai manusia harus diterapkan sikap rendah hati. Jangan sampai kebesaran itu membuat manusia merasa besar. Lalu bagaimana seseorang dapat memenangkan dunia yang besar ini?
4 hal yang utama untuk menjadikan seseorang dapat mengalahkan dunia yang besar adalah Communication, Multidisciplinary knowledge, Network, dan Consistancy. Komunikasi yang kuat sangat penting bagi mereka yang ingin menggenggam dunia. Berkomunikasi dengan siapapun akan menambah wawasan seseorang untuk lebih mengenal dunia. Yang kedua adalah Pendidikan dan Penerapan yang Disiplin, artinya dalam pencarian ilmu maka membutuhkan kedisiplinan. Penerapannyapun membutuhkan kedisiplinan, “Apalagi kita lulusan Gontor. Kan sayang kalo begitu keluar, kita melepaskan kedisiplinan belajar yang sudah melekat dalam keseharian kita” ujar Al-Ustadz Ibahim Malik renyah. Yang ketiga adalah Network, artinya jaringan sosial—baik dunia nyata ataupun dunia maya. “Hal tersebut juga kita butuhkan untuk menanbah wawasan kita. Wawasan dalam arti yang sesungguhnya. Bukan wawasan yang lain” ujarnya lagi. Yang terakhir dan yang terpenting yakni Konsistensi. Seseorang harus konsisten dalam melakukan segala sesuatu, apalagi dalam urusan menggapai mimpi. Tanpa mendirikan konsistensi dalam diri maka tidak aka nada hasil yang dapat diraih.
Foto bersama seluruh mahasiswi guru selepas Seminar
Alumni yang pernah menginjakkan kakinya di 5 benua dalam 1 tahun ini menegaskan, bahwa kemauan menjadi hal utama. Sebagai seorang gontorian, kemampuan bisa jadi sudah tercapai. Tinggal kemauan seseorang untuk menjalani. Tinggal mau-tidaknya seseorang untuk bergerak. “Saya paling senang dengan mahfudzat kelas 4; inni ro’aitu wuquufa-l-maa’I yufsiduhu. In saala tooba wa in lam yajri lam yatib. Aku melihat air yang diam merusak. Jika ia mengalir maka akan baik, dan bila tidak maka akan rusak berkarak” begitu ujarnya. Begitulah pendidikan yang ditanamkan Gontor untuk seluruh santri dan santriwatinya. Pendidikan untuk terus bergerak dan menggerakkan, bukan diam dan merusak. Inna fii-l-harokati barakah. Karena dalam gerakan, akan ada berkah yang mengikutinya.
Berkah itulah yang akan menyongsong seseorang menuju kesuksesan. Karena segala hal yang terjadi di dunia ini bukanlah suatu kebetulan, tapi hasil dari gerakan tersebut. Dalam sharing kisah yang membawa Al-Ustadz Ibrahim Malik dapat terbang ke negri jiran, Mesir, Tokyo, Amsterdam, hingga Makkah Al-Mukarramah, ia menegaskan “Semua itu hanya masalah waktu. Kamu mau mengetahui hal pahit atau tidak, itu masalah waktu. Pada akhirnya semua orang akan merasakan hal pahit masing-masing, yang membuat berbeda adalah bagaiamana Allah menyampaiakannya kepada kita. Kapan dan dimana. Hanya itu yang membuat hal seakan berbeda”
GONTOR— Pada Selasa (3/10) hingga Jum’at (6/10) Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) disibukkan dengan satu kegiatan ekstrakurikuler rutin yaitu acara Gladian Pinsa (Pimpinan Saga) dan Pinru (Pimpinan Regu). Dalam pelaksanaannya, staf Mabikori dibantu oleh staf Koordinator Gerakan Pramuka PMDG serta panitia yang terdiri dari siswa kelas 5 KMI. Adapun materi yang disampaikan dalam kesempatan ini, meliputi skill dasar kepramukaan seperti: Upacara, Dinamika Kelompok, Baris-berbaris, Morse, Semaphore, Perkemahan, dan P3K.
Tujuan diadakannya acara ini adalah mengembangkan kecakapan dan keterampilan dalam kepramukaan, dan ini merupakan salah satu latihan praktik secara praktis kepada para Pemimpin Regu dan Sangga serta penanaman kesadaran akan tugas dan kewajiban sebagai pemimpin regu, dan juga melatih kepemimpinan untuk memberikan, menganyomi dan memimpin serta membina kerja sama yang baik di dalam pasukan dan sangganya masing-masing.
Di hari Kamis, tibalah saatnya mereka mengamalkan apa yang mereka dapat dari pelatihan ini. Setiap peserta menjadi pemimpin di POT-nya masing-masing. Upacara pembukaan dan penutupan kepramukaan merekalah yang memulai dari hari itu sampai seterusnya.
Acara yang diakhiri dengan kegiatan Out Bond dan Wisata Alam ini diikuti oleh seluruh santri yang menjabat sebagai Pimpinan Sangga (Pinsa) dan Pimpinan Regu (Pinru) dari setiap Gugus Depan. Pada tahun ini, panitia mengambil lokasi yang cukup berbeda, tepatnya di Tawangmangu, Karanganyar, di sanalah para Pinsa dan Pinru dikenalkan dengan berbagai macam Out Bond dan permainan yang dapat meningkatkan skill mereka, sekaligus bekal untuk menjadi Pinsa dan Pinru.Muis
SIMAN – Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus Pusat kembali meraih juara umum pada kompetisi antarguru KMI kampus dalam Jawa, yakni Muharram Cup. Kegiatan yang digelar tahunan ini diselenggarakan di PMDG Kampus 2 Madusari, Siman, Ponorogo. Perlombaan dilaksanakan selama 2 hari, dimulai pada hari Kamis (5/10) sampai dengan Jum’at (6/10). Peserta yang merupakan para guru KMI dari PMDG Kampus Pusat, Kampus 2, Kampus 3, dan Kampus 6 mulai berdatangan di Gontor kampus 2 pada hari Kamis sore. Namun, belum banyak pertandingan/perlombaan yang diselenggarakan pada sore hari, dikarenakan beberapa peserta khususnya dari kampus 3 Kediri dan kampus 6 Magelang masih dalam perjalanan.
Muharram Cup merupakan ajang bagi para asatidz Gontor untuk mengeksplorasi potensi yang dimilikinya dengan cara berkompetisi dalam berbagai bidang. Persaingan yang sehat menciptakan suasana perlombaan yang tak hanya menimbulkan keramaian dalam pertandingan, tetapi juga menunjukkan sportifitas dan kebersamaan di antara para peserta. Kegiatan ini memperlombakan 5 divisi; yakni olahraga, olah fikir, olah dzikir, olah rasa, dan kepramukaan. Setiap divisi terdiri dari berbagai macam pertandingan dan perlombaan yang penuh dengan nilai pendidikan.
Team Basket Gontor Pusat setelah berhasil mengalahkan Gontor Kampus 3 dalam pertandingan terakhir sekaligus memastikan gelar juara
Setiap tahunnya, Muharram Cup ini diadakan di kampus Gontor yang berbeda, sesuai dengan gilirinnya. Setelah pada tahun lalu diselenggarkan di PMDG Kampus Pusat, tahun ini dilaksanakan di PMDG Kampus 2. Maka, tahun depan akan diselenggarakan di PMDG Kampus 3 Kediri. Selain untuk uji kebolehan, para asatidz juga berkesempatan untuk mengunjungi kampus-kampus Gontor yang mendapat giliran menjadi tuan rumah. Hal ini semakin mempererat kebersamaan dan persatuan korps Guru KMI PMDG.
Penutupan sekalian pembagian hadiah Muharram Cup diadakan pada Jum’at malam. Acara diawali dengan sambutan dan nasehat dari Bapak Wakil Pengasuh PMDG Kampus 2, Al-Ustadz H. Muhammad Hudaya, Lc., M.Ag. Dalam pidatonya beliau menyampaikan kepada para peserta agar tidak memandang kegiatan ini dari segi menang dan kalah saja, tetapi lebih dari itu, Muharram Cup merupakan sarana untuk benar-benar mengolah jiwa dan raga, serta memupuk kebersamaan antarguru KMI, khususnya di Gontor kampus dalam Jawa. Setelah itu, segera diumumkan hasil dari berbagai macam perlombaan yang telah diselenggarakan. Dari seluruh divisi perlombaan, maka panitia menetapkan PMDG Kampus Pusat menjadi Juara Umum pada Muharram Cup 1439 ini. Semoga harapan seluruh elemen yang ada di Pondok ini betul-betul terwujud, khususnya dalam rangka mengolah jiwa raga, mengeksplorasi potensi, meraih prestasi dan mempererat ukhuwwahislamiyyah di antara penghuni kampung damai ini.brada
Dilansir dari kampusgontorsite.wordpress.com berikut adalah hasil kejuaraan yang diperoleh oleh kontingen Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus Pusat sehingga menjadikannya Juara Umum.
HASIL MUHARRAM CUP 1439 ——— GONTOR PUSAT ———
🏆🏅🏆🏅🏆🏅🏆🏅🏆🏆🏅🏆🏅🏆
Berikut kami paparkan perolehan delegasi Gontor Pusat pada ajang Muharram Cup 1439 ⬇
⚽ Divisi Olahraga
1. Sepak bola = Juara 1
2. Futsal = Juara 1
3. Basket = Juara 1
4. Volley = Juara 1
5. Badminton Tunggal = Juara 1
6. Badminton Ganda = Juara 1
7. Tenis Meja Tunggal = Juara 1
8. Tenis Meja Ganda = Juara 2
💡 Divisi Olahfikir
1. Debat Bhs Arab = Juara 1
2. Debat Bhs Indonesia = Juara 1
3. Debat Bhs Inggris = Juara 1
4. Faroidh = Juara 1
5. LKTI = Juara 1
6. Cerdas Cermat = Juara 2
7. Cerpen = Juara 2
🎨 Divisi Olahrasa
1. Melukis = Juara 1
2. Pantomim = Juara 1
3. Poster = Juara 1
4. Nasyid = Juara 1
5. Kaligrafi = Juara 1
6. Beladiri kls C = Juara 2
7. Beladiri kls E = Juara 2
8. Festival Music = Juara 2
9. Perspektif = Juara 2
10. Puisi = Juara 2
11. Dangdut = Juara 2
12. Short Movie = Juara 2
13. Khot Diwani = Juara 2
14. Kasykul = Juara 1
15. Khot Riq’ah = Juara 1
👳🏻 Divisi Olahdzikir
1. Qiraah Mujawadah = Juara 1
2. Adzan = Juara 1
3. Qiraah Murotalah = Juara 2
⚜ Divisi Kepramukaan
1. Pioneering = Juara 1
2. Morse = Juara 2
🕴 Kategori Individu
1. Best Player of Basketball = Bramantya Dananjaya
2. Top Score in Futsal = Irfan Zidni
3. Best Player of Futsal = Ahmad Syarifuddin
4. Top Score in Football = Anggo Triyono
5. Best Player of Football = Alif Maulidani
🎖 KATEGORI UMUM🎖
🏆 Juara Umum Per Divisi
1⃣ Olahraga = Gontor Pusat
2⃣ Olahfikir = Gontor Pusat
3⃣ Olahrasa = Gontor Pusat
4⃣ Olahdzikir = Gontor 2
5⃣ Kepramukaan = Gontor 3
GONTOR – Jum’at (29/9) pagi lalu telah dibuka salah satu pesta olahraga terbesar di Pondok Modern Gontor, yang sering disebut dengan Comas Cup. Bagian Olahraga (Bagor) Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) dibawah bimbingan staf Pengasuhan Santri menjadi panitia tunggal dalam hal mengadakan dan menyelenggarakan event tahunan ini.
Event olahraga yang diselenggarakan setiap setahun sekali ini mempertandingkan empat cabang olahraga, diantaranya sepak bola, futsal, basket, dan bulu tangkis. Yang kesemuanya merupakan jenis ekstrakulikuler yang paling banyak diminati di Pondok Modern Gontor.
Comas Cup merupakan turnamen olahraga tahunan yang diadakan untuk meningkatkan potensi dan bakat santri dalam bidang olahraga, menanamkan jiwa olahragawan, serta membentuk persaingan sehat antarklub olahraga di Pondok Modern Gontor.
Kali ini Comas Cup diselenggarakan selama seminggu penuh, sejak waktu dibukanya pada hari Jum’at (29/9) lalu sampai ditutupnya pada Jum’at berikutnya (6/10) kemarin dengan pembagian hadiah dan piala kepada masing-masing pemenang di setiap cabang olahraga yang dipertandingkan.biibmufassir
Berikut hasil akhir dari pesta olahraga Comas Cup pada tahun ini :
Gontor – Sesuai dengan panca jangka Pondok Modern Darussalam Gontor yaitu “Pergedungan”, Pondok selaku salah satu Lembaga pendidikan Islam yang masih eksis di Indonesia, tak henti-hentinya membangun sarana dan prasarana bagi para santri-santrinya sejak berdirinya pada tahun 1926.
Salah satu proyek yang sedang dikerjakan oleh Pondok sekarang ini adalah proyek Menara Gontor yang dimulai pengerjaannya sejak 19 September 2016 dan diresmikan langsung oleh Bapak Presiden Ir. H. Joko Widodo pada perayaan milad Pondok yang ke-90.
Hingga saat ini, proses pengecoran Shear wall Menara Gontor sudah mencapai ketinggian 18m dan menggunakan metode pengerjaan slipform. Semoga proyek ini tetap istiqomah dan senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.
WIDODAREN-Rentetan kegiatan Fathul Kutub Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 3 resmi dibuka (4/10). Kegiatan akademik tersebut dibuka secara langsung oleh Pimpinan Pondok, K.H. Syamsul Hadi Abdan pagi hari pukul 07.45 WIB. Dengan jumlah peserta sebanyak 200 siswi akhir KMI, kegiatan tersebut akan berlangsung selama kurang lebih 5 hari.
Dalam sambutannya Kiai Syamsul menjelaskan secara singkat tentang sejarah pelaksanaan kegiatan Fathul Kutub, beliau menjelaskan bahwa kegiatan ini dulu dibimbing langsung oleh K.H. Imam Zarkasyi. Beliau juga menegaskan bahwa media pembelajaran kitab kuning di Gontor adalah melalui Fathul Kutub, ini juga merupakan jawaban dikarenakan banyak yang berpendapat bahwa Gontor tidak mengajarkan santrinya membuka kitab kuning.
Santriwati akan diajarkan keterampilan dasar dalam mempelajari buku-buku islami klasik di dalam Fahtul Kutub, mulanya santriwati akan dibagi menjadi sekian kelompok yang terdiri dari 9 hingga 10 orang, setiap orang akan mendapat giliran untuk menyelesaikan sebuah pembahasan solusi dari pokok masalah yang sudah ditentukan, kemudian untuk mencari solusi dari masalah tersebut, santriwati dituntut untuk membuka, membaca, dan memahami beberapa buku klasik yang sudah tersedia, serta mengambil kesimpulan penyelesaian masalah tersebut daripadanya, kemudian hasil penyelesaian tersebut dipresentasikan di depan kelompoknya, dengan cara demikian, santriwati mampu menjelajahi ilmu pengetahuan secara dalam dari buku-buku islami klasik.
Selain membuka Fathul Kutub, Kiai Syamsul juga meninjau calon lokasi pembangunan jalan akses baru menuju Kampus Putri 3, di sana bersama segenap guru senior, beliau juga menyempatkan diri untuk memanjatkan do’a demi kelancaran proyek tersebut. sand88
Gontor – Markaz Darussalam Lil Khattil ‘Araby merupakan sebuah wadah baru bagi guru dan santri Pondok Modern Darussalam Gontor untuk para pegiat kaligrafi yang ingin memulai atau bahkan mendalami seni kaligrafi. Markaz Khat ini sendiri saat ini digawangi oleh Ust. Muhammad Nur, Lc., MHI dan telah memulai aktifitasnya secara resmi sejak 2015 yang lalu.
Kamis ini, markaz khot yang menempati kamar 4 gedung Aligarh sejak berdirinya mengadakan buka bersama para anggotanya dengan mengundang Bapak Direktur KMI, bertempat di Aula BPPM.
Pada acara yang dihadiri tidak kurang dari 100 anggota markaz dari guru dan santri ini, al-Ustadz H. Farid Sulistyo, Lc selaku bapak wakil direktur mengungkapkan kebanggan dan harapannya kepada para pegiat kaligrafi yang tergabung dalam markaz khot ini. Terlebih pada 23 September yang lalu, sebanyak 57 guru dan santri berhasil mendapatkan ijazah pada beberapa jenis khot seperti riq’ah, diwani dan diwani jaly. Tentu saja hal ini cukup membanggakan mengingat adanya guru dan santri yang mendapatkan ijazah tadi membawa dampak baik yang cukup signifikan bagi perkembangan khot di Gontor. Acara buka puasa yang juga merupakan bentuk ungkapan kesyukuran markaz khot secara umum ini ditutup dengan doa dan dilanjutkan dengan menyantap menu buka puasa.
Perlu diketahui juga bahwa pembelajaran kaligrafi di markaz ini menggunakan metode klasik dengan sistem ijazah, dimana belajar khot di markaz ini dimulai dengan satu jenis khot yaitu khot riq’ah, sebelum kemudian mendalami jenis khot lainnya. Tidak mengherankan jika kemudian banyak santri bahkan para guru KMI yang tertarik mendalami seni ini bahkan kemudian berhasil mendapatkan ijazah pada jenis khot tertentu.
Di antara pegiat markaz khat yang saat ini aktif dan masih sedang mendalami seni kaligrafi adalah Ust. Prayitno, Ust. Zaky Mubarak, S.Pd.I, Ust.Hifni Hasif, Ust. Akmal Firdaus, Ust. Afif Hamidi serta Ust. Syafi’i yang beberapa minggu yang lalu memperoleh juara 1 pada lomba kaligrafi tingkat Asean yang diselenggarakan oleh Sekolah Kaligrafi Alquran (SAKAL) pondok pesantren Mambaul Maarif, Denanyar Jombang Jawa Timur.