Home Blog Page 363

Santri, Guru dan Masyarakat Ikuti Shalat Idul Adha di PM. Gontor

0

GONTOR – Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PM. Gontor) menetapkan bahwa pelaksanaan Shalat Idul Adha dan Ibadah Qurban di Gontor dilaksanakan pada Jum’at, 10 Dzulhijjah 1438/01 September 2017. Keputusan ini diambil berdasarkan keputusan Pemerintah Saudi Arabia terkait tanggal pelaksanaan Shalat Idul Adha dan Wukuf Arafah, pelaksanaannya juga akan diikuti oleh seluruh Kampus PM. Gontor, baik dalam maupun luar Jawa, Kampus Putra maupun Putri. Shalat Idul Adha diikuti seluruh santri, guru, dan masyarakat sekitar desa Gontor.

K.H Hasan Abdullah Sahal sebagai imam Shalat Idul Adha
K.H Hasan Abdullah Sahal sebagai imam Shalat Idul Adha

Tahun ini, bertugas K.H. Hasan Abdullah Sahal sebagai imam, dan H. Ismail Abdullah Budi Prastyo, S.Ag., sebagai khatib. Kegiatan yang merupakan rutinitas wajib tahunan ini diselenggarakan di depan Masjid Jami’ PM. Gontor tepatnya pukul 06.30 WIB, dimulai dengan Shalat Idul Adha secara berjama’ah kemudian dilanjutkan dengan khutbah, kekhusyukan menyelimuti segenap jama’ah Shalat Idul Adha.

Dalam khutbahnya, Al-Ustadz H. Ismail Abdullah Budi Prasetyo, S.Ag. menjelaskan bahwa hari Idul Adha merupakan peristiwa besar antara Nabi Allah, Ibrahim A.S., dalam menemukan konsep ketauhidan dalam berketuhanan dan juga seorang Nabi yang mendapat ujian dari Allah berupa perintah untuk menyembelih Ismail yaitu putranya sendiri, dimana kemudian Allah menggantikannya dengan seekor domba. Dalam khutbahnya beliau juga menyampaikan doa untuk seluruh umat islam yang terjajah, terutama di Palestina dan Myanmar.

Setelah shalat, kegiatan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan qurban oleh panitia dari santri dan guru KMI secara massal di depan gedung Yaqdzoh. Selain itu, juga terdapat acara yang tidak kalah pentingnya yaitu Lomba Vokal Grup antarkelas yang dilaksakana di Balai Pertemuan.muis

Shalat ‘Idul Adha di Pondok Modern Darussalam Gontor

0

Gontor – Gema takbir menyelimuti Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mulai kemarin malam kamis (30/8) dilanjutkan acara malam takbiran yang ada di Balai Pertemuan Pondok Modern Darussalam Gontor dan diikuti oleh semua santri dan guru-guru. Pagi harinya Jum’at lantunan takbir kembali bergema dengan langgam yang sangat khas Gontor dikumandangkan oleh beberapa anggota Jum’iyyatul Qurra’. Jum’iyatul Qurra’ adalah kelompok khusus para santri PMDG yang memiliki kemampuan baca Al-Qur’an yang baik dan secara langsung dibina oleh KH. Hasan Abdullah Sahal.

Para santri, guru dan tamu yang sedang mengunjungi putra-putranya mulai pukul 05.45 WIB terlihat memenuhi lokasi shalat ‘id yang bertempat di depan Masjid Jami’ membentang mulai dari barat hingga timur (sebelah selatan gedung madrasah). Bapak Pimpinan serta guru-guru senior juga telah tampak menduduki barisan shaf paling depan sembari bertakbir bersama mengikuti lantunan takbir yang menggema saat itu.

Kemeriahan Malam Takbiran Idul Adha di PMDG Kampus Pusat

0

DARUSSALAM-Kamis (31/8) Malam, Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo mengadakan acara rutinitas tahunannya yaitu Malam Takbiran Idul Adha 1438  yang bertepatan pada  malam 10 Dzulhijjah 1438 H. Tepatnya acara ini dimulai pada pukul 20.15 di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM). Lantunan takbir oleh anggota Jam’iyyatul Qurra’ (JMQ) bergema menyambut kedatangan para santri dan dewan guru, khususnya Bapak Pimpinan PMDG. Tidak luput dari pantauan kami, para santri yang berangkat dari asramanya masing-masing juga turut mengumandangkan takbir menyambut malam Hari Raya ini.

Pada Malam Takbiran kali ini, Bapak Pimpinan PMDG mengutus Al-Ustadz Kurnia Rahman Abadi, M.M. untuk menyampaikan ceramahnya tentang hari Idul Adha. “Hari Idul Adha disebut juga Hari Raya Haji, Hari Raya Qurban dan Hari Raya Nahr. Pada Hari ini manusia yang mengerjakan ibadah haji merasakan persamaan perasaan, bersama dalam 1 pakaian yang sama, bersama dengan ibadah yang sama, tidak ada yang membedakan antara si miskin dan si kaya, antara si hitam dan si putih….” berikut potongan pidato beliau pada malam takbiran kali ini. Dilanjutkan beliau bercerita tentang kisah Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih Nabi Ismail AS, dll.

Pada Idul Adha 1438 H kali ini, data jumlah hewan qurban yang sudah masuk hingga malam hari ini, Kamis (31/8), di PMDG Kampus Pusat khususnya terdapat 24 ekor sapi, 64 ekor kambing, dan 5 ekor domba yang kesemuanya berjumlah 93 hewan qurban. Sedangkan jumlah keseluruhan hewan qurban di seluruh kampus PMDG adalah 232 ekor sapi, 450 ekor kambing, dan 6 ekor domba, yang kesemuanya berjumlah 688 hewan qurban. Reyzin.

Samakan Langkah, Pengasuhan Santri Adakan Kumpul Koordinasi bagi Koordinator Sektor-sektor yang ada di PM. Gontor

0

DARUSSALAM–Untuk kali pertama Pondok Modern Darussalam Gontor (PM. Gontor) melalui Lembaga Pengasuhan Santri mengadakan acara Pembekalan Intensif bagi Koordinator sektor-sektor yang ada di PM. Gontor.

Acara ini diselenggarakan pada hari Rabu, 30 Agustus 2017 di Aula Saudi dan diiukti kurang lebih 120 orang peserta. Dimulai dari pukul 07.00 sampai pukul 15.00. Diawali dengan Pesan dan Nasihat dari Bapak Pimpinan PM. Gontor, Kiai Hasan Abdullah Sahal dan dilanjutkan dengan babak-babak materi selanjutnya sampai dengan babak akhir yaitu Problem Solving. Turut mengisi acara ini Ust. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A., Ust. Noor Syahid, S.Ag. Ust. Dihyatun Masqon, M.A.

Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk menyamakan langkah seluruh koordinator sektor yang ada di PM. Gontor dalam menerima dan menghadapi masalah yang ada. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk memberikan motivasi bagi koordinator sektor-sektor agar menjadi lebih semangat dalam membina junior-junior yang ada dan dapat meningkatkan etos kerjanya dalam membantu pondok guna kemajuan pondok untuk masa yang akan datang. ikami86

KMD Gontor: Sarana Penanaman Jiwa Leadership Santri

0

MADUSARI-Kursus Mahir Tingkat Dasar (KMD) di Pondok Modern Darussalam Gontor merupakan sarana penanaman jiwa leadership santri, khusunya santri kelas 5 KMI yang notabene sebagai pembina pramuka di pondok ini. dilaksanakannya acara KMD ini juga untuk mematangkan santri kelas 5 dalam mengajar anak didik saat kegiatan kepramukaan. Tentunya, kursus ini menjadi bekal utama bagi pembina pramuka dalam mengimplementasikan ilmunya kepada anak didik.

Suasana peserta KMD saat materi berlangsung.
Suasana peserta KMD saat materi berlangsung.

Acara yang berlokasi di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 2 ini dilaksanakan selama 7 hari. Dimulai dari hari Senin (22/8) s.d Ahad (28/8) dengan pelaksanaan efektif selama 72 jam pelajaran. Ada beberapa metode yang digunakan dalam kursus ini yaitu: Ceramah, Diskusi, Curah Gagasan, Problem Solving, Penugasan dan kerja kelompok, Studi Kasus, Berganti pangkalan, Peragaan, Widya Wisata, Pengabdian Masyarakat, dll. Semua materi tersebut dikemas secara efektif dan efisien, sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pembina yang bermutu.

KMD tahun ini diikuti kurang lebih 685 santri kelas 5 KMI dan terdiri dari 12 unit, setiap unit dipimpin oleh seorang pimpinan kursus (dari pelatih) dan dibantu oleh beberapa orang staf Koordinator Gerakan Pramuka. Pelatih dalam kursus ini yaitu: Lulusan Kursus Pelatih Tingkat Lanjutan (KPL), Kwarcab Ponorogo, Lulusan Kursus Pelatih Dasar (KPD) Kwarcab Ponorogo, Asisten pelatih yaitu: para Pembina lulusan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan (KML) Kwarcab Ponorogo.

Di akhir kegiatan ini, para peserta KMD juga akan mendapatkan penilaian dari dewan pelatih dan pembimbing sebagai ukuran kualitas mereka dalam skill kepramukaan. Berikut kriteria penilaian peserta: Ibadah, Moral dan sikap pribadi, Kepemimpinan dan keteladanan, Hubungan (Relationship), Penguasaan dan cara melaksanakan materi, Usaha meningkatkan kemahiran, Disiplin, dan Hasil dari Free Test, Midle Test dan Post Test.*Aff

Pelepasan Peserta Bakti Sosial Mahasiswa UNIDA Gontor 2017

0

GONTOR — Hari Raya Kurban sudah semakin dekat. Sudah menjadi tradisi, bahwa dalam hari-hari ini para mahasiswa UNIDA Gontor semester 1 mengadakan Bakti Sosial di masyarakat sekitar Kabupaten Ponorogo. Pada tahun ini, Desa Lekong, Kec. Sukorejo, Ponorogo menjadi destinasi lokasi diadakannya kegiatan Bakti Sosial. Hari ini, tepat pada hari Rabu (30/8), Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), K.H. Syamsul Hadi Abdan melepas para peserta Bakti Sosial di depan gedung Asia. Upacara pelepasan yang diikuti oleh seluruh mahasiswa semester 1 dilaksanakan pada pukul 14.00 WIB. Walau di bawah sengatan terik matahari, para mahasiswa tetap bersemangat dan khidmat dalam mendengarkan pesan dan nasehat Bapak Pimpinan PMDG untuk kegiatan Bakti Sosial ini. Dalam kegiatan ini, para mahasiswa semester 5 diberi amanat untuk menjadi panitia penyelenggara.

Dalam pidatonya, K.H. Syamsul Hadi Abdan berpesan kepada seluruh peserta agar tetap menjaga sikap dan perilaku dimanapun mereka berada, khususnya ketika masa-masa kegiatan Bakti Sosial. Beliau berharap, para mahasiswa mampu memberikan pengaruh dan dampak positif kepada masyarakat meskipun dalam waktu yang relatif singkat. Beliau juga menghimbau supaya dalam bersosialisasi dengan masyarakat, hendaknya para mahasiswa berhati-hati dalam berucap maupun bertindak. “Kalian akan menemui masyarakat yang mungkin memiliki kebiasaan dan pemikiran yang berbeda dengan kalian, maka hendaknya kalian selalu behati-hati. Jangan sampai kehadiran kalian menimbulkan sesuatu yang tidak diinginkan di tengah masyarakat,” tegas beliau.

Di akhir pidatonya beliau berdoa semoga acara Bakti Sosial pada tahun ini diberi kelancaran oleh Allah Subhanahu wata’ala, juga para seluruh peserta dapat kembali dari lokasi kegiatan dengan sehat dan selamat, sehingga dapat meneruskan pengabdiannya menjadi guru dengan lebih bersemangat dan lebih baik lagi.brada

 

UNIDA Mantingan : Gelar Orientasi Fakultas Tarbiyah

0

     Orientasi Fakultas Tarbiyah bersama Al-Ustadz Safiruddin Al-Baqi, M.A UNIDA MantinganMahasiswi Fakultas Tarbiyah semeseter 3 gelar Orientasi Fakultas yang bertemakan “Menyiapkan Sumber Daya Manusia Berpendidikan dan Berdedikasi Guna Terbentuknya Pendidik Yang Cakap, Unggul dan Dinamis” Kamis(24/8), Acara Orientasi ini berlangsung selama dua hari yang diikuti oleh seluruh  Mahasiswi Fakultas Tarbiyah dari semester 1,3,7 dan Wisudawati, sedangkan mahasiswi semester 5 telah mengadakan orientasi terlebih dahulu, dikarenakan waktu Orientasi Fakultas bersamaan dengan kegiatan SPL ke Malaysia.

      Acara ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Tarbiyah, KA Prodi PAI dan PBA, Sekertaris Fakultas, dan Bagian  Kemahasiswaan. Dalam pembukaanya Al-Ustadz Drs. K.H Imam Bahroni, M.A,M.L.Sc menyampaikan  tentang sejarah berdirinya Universitas Darussalam Gontor yang bersamaan dengan berdirinya Fakultas Tarbiyah, karena Fakultas Tarbiyah  adalah Fakultas tertua di UNIDA,  beliau juga menjelaskan tentang Profil,Visi, Misi serta Tujuan dari Fakultas Tarbiyah  secara detail dan  menyeluruh, sehingga para mahasiswi baru dapat  memahami secara integral apa saja yang berkaitan dengan Fakultas Tarbiyah. Dan diharapkan agar seluruh  mahasiswi dapat menjadi ahli pendidikan yang cakap dan unggul, serta menjadi sumber daya  manusia yang baik dan siap mencerdaskan kehidupan umat.

    Orientasi Fakultas Tarbiyah bersama Al-Ustadz Taufik Rizki Sista, M.Pd.I  Dalam  sesi kemahasiswaan yang berjulul ” Menjadi Mahasiswi Plus” yang disampaikan oleh Al-Ustadz Safiruddin Al-Baqi,M.A , mahasiswi diajak untuk sharing atas problematika yang terjadi dikalangan  mahasiswi, dan  seluruh  pesertapun sangat antusias dalam sesi pertanyaan. Orientasi Fakultas bukan  hanya sekedar ajang perkenalan melainkan untuk mempererat tali persaudaraan  antara sesama mahasiswi dan  para dosen. Seusai acara berlangsung diadakanya sesi perfotoan seluruh mahasiswi Fakultas Tarbiyah dan para dosen.  Tata_90

Himne Oh Pondokku, Nyanyian Merdu nan Syahdu

0

DARUSSALAM — Pada hari Ahad, 23 Juli 2017 lalu, seluruh santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) memiliki agenda rutin yang diadakan setiap tahunnya sebelum memulai rentetan acara Khutbatu-l-‘Arsy lebih khususnya sebelum memulai perkumpulan yang diadakan di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) yaitu Menyanyikan lagu “Oh, pondokku” serentak di depan BPPM.

Dimulai dengan berlatih menyanyikan lagu ini di dalam kelas khusus anak baru (Kelas 1 dan 1 Intensif) pada jam ke 5-6 selama 1 minggu; hari Sabtu sampai Kamis tanggal 15-20 Juli 2017. Dilanjutkan dengan berlatih bernyanyi bersama seluruh santri PMDG pada hari Ahad – Senin tanggal 21-22 Juli 2017 di pagi hari.

Hal ini sangat penting mengingat persamaan persepsi dalam nada lagu yang belum dikuasai oleh santri baru tentunya; dan menjadi pengingat bagi santri lama setelah liburan akhir tahun. Dipandu oleh staf pengasuhan santri, musikus dari guru dan santri membuat kegiatan ini berjalan khidmat dan syahdu. reyzin

“Haqqul Yaqin”, Jiwa Wajib Seorang Guru dalam Mengajar

0

Walaupun di dalam mahfudzot dikatakan “al-Insaanu maha-l-khoto’ wa an-nisyaan” tetapi guru itu tidak boleh salah. Guru dalam bahasa jawa artinya adalah digugu dan ditiru. Kenapa dikatakan demikian karena masih banyak guru yang salah dalam mengajar, khususnya dalam pelajaran tafsir, makhfudzot, dan hadist.

Seorang guru harus memiliki persiapan yang sempurna dan matang sebelum ia mengajar. Jangan hanya yakin, tapi harus haqqul yakin, karena itu adalah wujud kesungguhan dalam mengajar. Tentunya hal tersebut untuk menghindarkannya dari kesalahan. Seorang guru, khususnya guru yang mengajar pelajaran hafalan. Maka guru tersebut harus mengecek tulisan muridnya, apabila ia menemukan kesalahan dalam tulisan tersebut, maka ia harus langsung membenarkannya dengan pena yang berbeda warnanya dengan murid. Hal ini dilakukan agar santri dapat mengetahui kesalahannya.  Ketika guru mengoreksi tulisan dan jawaban santri, sebenarnya guru itu telah menambah ilmunya sendiri, khususnya ilmu dalam menghukumi jawaban santri.

 

Majalah Gontor Adakan Seminar dan Pelatihan Jurnalistik

0

Darussalam – Majalah Gontor selenggarakan Seminar dan Pelatihan Jurnalistik serta Evaluasi Pendataan di Aula Robitoh Gontor, Ahad (27/8) pagi. Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang diwakili oleh Al Ustadz Taufiq Affandi M.Sc menyebut penyelenggaraan acara ini benar-benar dibutuhkan oleh para santri, karena dengan ini mereka dapat meningkatkan kualitas menulis mereka masing-masing.

Sejumlah 89 peserta yang terdiri dari para guru dan santri ikut hadir dalam acara seminar ini. Tidak hanya PMDG pusat, namun berbagai kampus cabang ikut mengirim delegasi untuk mengikuti acara Seminar dan Pelatihan Jurnalistik.

Acara ini berlangsung dari pukul 08.00 – 10.30 WIB, pada sesi pertama wakil pimpinan redaksi Majalah Gontor, Al Ustadz Rusdiono Mukri memaparkan berbagai materi dasar dalam jurnalistik, dimulai dari teknik dasar reportase bagi seorang wartawan, sumber berita, teknik wawancara, dsb.

Dalam pemaparannya Ustadz Rusdiono menyebutkan, berita itu berasal dari 3 sumber. Yang pertama adalah dari kejadian yang tidak terencana, seperti bencana alam,musibah, dsb, yang kedua berasal dari kegiatan yang terencana, contohnya sidang, konferensi pers, sidang dsb, yang ketiga adalah dari inisiatif wartawan itu sendiri.

Seminar dan Pelatihan Jurnalistik serta Evaluasi Pendataan ini diselenggarakan selama 2 hari penuh, Para peserta yang hadir sangat antusias dalam mengikuti acara ini, terlihat dari banyaknya jumlah peserta yang hendak bertanya ketika sesi pertanyaan dibuka.

Selain meningkatkan kemampuan tulis menulis, para peserta dapat memperluas wawasan tentang dunia jurnalistik dan menangkal berita berita hoax yang tengah marak di Indonesia. “kita harus berani menyatakan kebenaran, bukan hanya membenarkan kenyataan” kutipan KH Hasan Abdullah Sahal yang disampaikan oleh Ustadz Taufiq Affandi pada sesi pertama (27/8) pagi. [Rafa]