Home Blog Page 408

Demi Kemajuan Pendidikan Nasional, Pimpinan Pesantren dan Kepala Lembaga Pendidikan Se-Indonesia Bersilaturahim di Gontor

0

WhatsApp Image 2016-09-01 at 8.49.44 AMGONTOR–Pondok Modern Darussalam Gontor tidak pernah menutup mata terhadap segala problematika Pendidikan Nasional yang terjadi dewasa ini. Perubahan kurikulum atau sistem pendidikan di negeri ini seringkali terjadi, hingga guru-guru dan para siswa harus dibingungkan dengan buku-buku pegangan belajar dan mengajar yang ikut berubah-ubah. Belum lagi, adanya permasalahan terkait kompetensi guru yang masih sering dipertanyakan, dan juga sistem ujian yang terus mengundang polemik. Hal ini ditambah dengan makin rendahnya moral anak-anak didik sampai lenyapnya sopan santun dan rasa hormat terhadap guru.

Oleh karena itu, pada momentum Peringatan 90 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor ini diadakanlah acara “Silaturahim dan Seminar Nasional Pimpinan Pesantren Alumni Gontor dan Kepala Lembaga Pendidikan Non-Pesantren Alumni Gontor”. Acara digelar hari ini, Kamis (1/9), bertempat di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM).

Di hadapan seluruh Pimpinan Pesantren dan Kepala Lembaga Pendidikan yang hadir dari berbagai pelosok Nusantara, K.H. Hasyim Muzadi memberikan Kuliah Umum tentang Pendidikan Pesantren dan Sistem Kulliyatu-l-Mu‘allimin Al-Islamiyah (KMI) di Indonesia. Ia menjelaskan bagaimana pesantren mendidik anak-anak hingga berhasil, tidak hanya secara akademis, tapi juga secara mental dan spiritual, hingga tumbuh menjadi generasi yang berilmu dan berakhlak mulia. Beliau juga menjelaskan keunggulan sistem KMI yang dipegang teguh Pondok Modern Darussalam Gontor sejak dahulu kala hingga kini.

Acara seminar berskala nasional ini memiliki tujuan utama memperkenalkan secara detail sistem mu‘allimin yang diterapkan Gontor. Harapannya, sistem pendidikan yang telah terbukti kesuksesannya ini bisa diaplikasikan secara nasional, terutama oleh pesantren-pesantren yang dikelola para alumni Pondok Modern Darussalam Gontor. Lebih dari itu, Gontor berharap sistem ini juga bisa dikembangkan lembaga-lembaga pendidikan selain pesantren alumni. Dengan demikian, problematika Pendidikan Nasional di Indonesia ini bisa segera diatasi dengan tuntas dan bisa melahirkan generasi tumpuan bangsa yang berkualitas. shah wa

Peringatan 90 Tahun Gontor Hadirkan Pameran Produk Alumni

0

WhatsApp Image 2016-08-31 at 9.03.16 AMGONTOR–Selama lima hari ke depan, Rabu–Ahad, 31 Agustus–4 September 2016, Pondok Modern Darussalam Gontor memfasilitasi para alumninya yang bergerak di bidang entrepreneurship untuk menggelar pameran. Pameran produk alumni Gontor ini dibuka oleh Pimpinan Pondok K.H. Syamsul Hadi Abdan, Rabu (31/8) pagi, bertempat di depan Gedung Rabithah Pondok Modern Darussalam Gontor.

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian agenda Peringatan 90 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, yang akan disertai dengan acara Silaturahim dan Seminar Nasional Pimpinan Pesantren Alumni Gontor dan Kepala Lembaga Pendidikan Non-Pesantren Alumni Gontor, Lokakarya Nasional “Peran Alumni Gontor dalam Menghadapi AFTA dan MEA”, dan Bedah Buku Karya Alumni Gontor.

Acara “Silaturahim dan Seminar Nasional Pimpinan Pesantren Alumni Gontor dan Kepala Lembaga Pendidikan Non-Pesantren Alumni Gontor” digelar hari ini, Kamis (1/9), bertempat di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM). Sedangkan acara Bedah Buku akan dilaksanakan esok hari, Jum‘at (2/9) di tempat yang sama, dan acara Lokakarya Nasional akan dilangsungkan di Aula Rabithah pada hari itu juga. shah wa

Gontor Kampus Pusat Sabet Juara 1 Cerdas Cermat Olimpiade Sains

0

DARUSSALAM ­– Rentetan acara peringatan 90 tahun gontor tetap berjalan secara dinamis, sehingga menambah semaraknya kegiatan-kegiatan yang telah terjadwal. Salah satu kegiatanya adalah Lomba Cerdas Cermat pada Olimpiade Sains. Acara ini diikuti oleh 11 kontingen, yaitu; PMDG Kampus Pusat, PMDG Kampus 2, PMDG Kampus 3 Darul Ma’rifat, PMDG Kampus 5 Darul Muttaqin, PMDG Kampus 6 Darul Qiyam, Daruttaqwa Bogor, Darussalam Tasik, Darussalam Garut, Raudlatul Ulum, dan Darul Amanah Kendal. Dalam lomba ini Gontor Kampus Pusat dapat menyabet juara 1 setelah berhasil mengalahkan 2 kontingen (PMDG Kampus 2 dan Kampus 3) di babak final yang bertempat di aula Balai Pertemuan Pondok Modern Darussalam Gontor pada Selasa  (23/8).

Usai perlombaan seluruh  kontingen yang berada di babak final mengadakan foto bersama  dengan dewan juri di depan gedung Aligarh PMDG.fahmi

 

K.H. Syamsul Hadi Abdan Tutup Porseni 90 Tahun Gontor Secara Resmi

0

DARUSSALAM – Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) dan Olimpiade Sains dalam rangka peringatan 90 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) berakhir sudah. Hajatan besar ini resmi ditutup oleh K.H. Syamsul Hadi Abdan, selaku pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor pada hari Ahad pagi, (28/8) bertempat di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM). Upacara sekaligus pembagian medali kejuaraan ini diikuti oleh 37 kontingen dengan jumlah peserta mencapai 2000 orang. Dengan memakai kostum kontingen masing-masing, para peserta khidmat mengikuti upacara penutupan yang mereka nantikan setelah mereka berjuang selama seminggu untuk meraih kemenangan dalam berbagai cabang perlombaan.

Suasana penutupan Porseni di depan Balai Pertemuan Pondok Modern Darussalam Gontor.
Suasana penutupan Porseni di depan Balai Pertemuan Pondok Modern Darussalam Gontor.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.Ap seminggu yang lalu (21/8) ini, merupakan ajang bagi para santri untuk menunjukkan kebolehannya dalam berbagai bidang, baik olahraga, kesenian beladiri, maupun sains. Peserta yang berasal dari 37 Pondok Pesantren baik Pondok Modern Darussalam Gontor kampus dalam Jawa dan luar Jawa maupun Pondok Pesantren Alumni yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, menjadikan suasana PORSENI dan Olimpiade Sains ini ramai dan meriah. Selain persaingan yang sehat antarkontingen, silaturahmi yang terjalin antarpeserta membuat kegiatan ini sangat kental akan nilai persaudaraan, mencerminkan salah satu Panca Jiwa Pondok Modern, yakni Ukhuwwah Islamiyyah.

Setelah melalui perhitungan dari panitia penyelenggara, Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus Pusat sebagai tuan rumah, yang juga mengirimkan peserta dengan jumlah terbanyak, berhasil meraih Juara Umum dalam perhelatan akbar sepuluhtahunan ini. Dengan rincian sebagai berikut:

TABEL JUARA PORSENI 90 TAHUN GONTOR
NO CABANG JUARA 1 JUARA 2 JUARA 3
1 Sepak Bola PMDG Kampus Pusat Ponorogo PP. Walisongo Ngabar, Ponorogo PP. Al-Amien Prenduan, Sumenep
2 Futsal PMDG Kampus Pusat Ponorogo PMDG Kampus 2 Siman, Ponorogo PP. Riyadhul ‘Ulum Tasimalaya
3 Basket PP. Raudhatul ‘Ulum Palembang PMDG Kampus 2 Siman, Ponorogo PMDG Kampus 3 Kediri
4 Sepak Takraw PP. Al-Amien Prenduan, Sumenep PP. Daar El Qolam Banten PMDG Kampus 2 Siman, Ponorogo
5 Bola Voli PP. Al-Amien Prenduan, Sumenep PP. Riyadhul ‘Ulum Tasimalaya PP. Walisongo Ngabar, Ponorogo
6 Tenis Meja PP. Daar El Azhar Banten PMDG Kampus 2 Siman, Ponorogo PP. Darussalam Garut
7 Bulutangkis Tunggal PP. La Tansa Banten PMDG Kampus Pusat Ponorogo PP. Al Ihsan Bandung
8 Bulutangkis Ganda PP. Al Ihsan Bandung PP. Raudhatul ‘Ulum Palembang PP. Darussalam Garut
9 Senam Lantai PMDG Kampus 6 Magelang PMDG Kampus Pusat Ponorogo PMDG Kampus 3 Kediri
10 Senam Jasmani PMDG Kampus Pusat Ponorogo A PMDG Kampus Pusat Ponorogo B PMDG Kampus 5 Banyuwangi

Selain menjadi Juara Umum, Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus Pusat juga menjadi Juara Favorit dalam Kejurnas Persatuan Beladiri Darussalam(PERBEDA). Dengan motto “Olahraga dan Seni, Ciptakan Mental Juara para Santri”, Porseni 90 tahun Gontor ini bertujuan untuk menumbuhkan mental juara pada diri para santri. Dalam perspektif Gontor, makna dari juara tidak sekedar masalah menang ataupun kalah, tapi lebih dari itu, juara adalah mereka yang tidak sombong ketika menang, dan tidak kecil hati atau minder ketika kalah. Sebagaimana sering dipesankan oleh K.H. Hasan Abdullah Sahal “إنّما الرياضة  لتهذيب النفوس ليست لجمع الكؤوس” , Olahraga adalah sarana mengolah jiwa dan raga, bukan untuk mengumpulkan piala.brada

Terjun Payung “Free Fall” Warnai Pembukaan Jamrana Nasional 90 Tahun Gontor

0

WhatsApp Image 2016-08-29 at 2.50.04 PMGONTOR–Jambore dan Raimuna (Jamrana) Tingkat Nasional dalam rangka Peringatan 90 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor telah dimulai. Senin (29/8) siang, Upacara Pembukaan Jamrana yang diikuti Pondok Pesantren se-Indonesia ini digelar di Lapangan Hijau Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 2, Madusari, Siman, Ponorogo. Acara dihadiri H. Mardhani Zuhri, S.Pd., M.A. selaku Andalan Nasional Gerakan Pramuka Bina Anggota Muda mewakili Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas).

Sebelum upacara dilaksanakan, Panitia Pelaksana Jamrana menyuguhkan tontonan menarik di angkasa raya, yaitu demonstrasi terjun payung free fall dari ketinggian 5.000 kaki dari permukaan tanah. Penerjunan dilakukan oleh tiga orang prajurit dari Batalion Komando 463 Paskhas Lanud Iswahyudi, menggunakan helikopter Colibri yang terbang dari Lanud Iswahyudi.

Dalam aksinya, ketiga penerjun membawa tiga jenis bendera berbeda. Serka Siswadi, penerjun pertama, membawa Bendera Pondok Modern Darussalam Gontor. Sementara penerjun kedua, Serda Supriyadi, terjun dengan membawa Bendera Jamrana 90 Tahun Gontor. Sedangkan Kopda Yuli Sudarsono, penerjun terakhir, membentangkan Bendera Merah Putih. Mereka bertiga mendarat di tengah arena upacara dengan sempurna.

Saat memberi sambutan, Mardhani Zuhri, mengatasnamakan Kwarnas, sangat mengapresiasi kegigihan Pondok Modern Darussalam Gontor dalam menyiapkan kader-kader pemimpin bangsa. Salah satunya dengan cara menggiatkan aktivitas kepramukaan di pondok.

“Kwarnas Gerakan Pramuka mengapresiasi Pondok Modern Darussalam Gontor yang gigih berkiprah menyiapkan kader pemimpin bangsa. Antara lain dengan mengadakan latihan kepramukaan yang mengukir prestasi aktif, baik di kancah nasional maupun internasional. Salah satunya keikutsertakan Gugus Depan Pondok Modern Darussalam Gontor pada Jambore Nasional (Jamnas) X 2016 di Cibubur Jakarta. Selain itu, pada tahun lalu, Gontor juga mengikuti Jambore Dunia (Jamdun) di Jepang dengan menampilkan kedisiplinan yang mantap dan warna Islami yang terjaga,” tutur Mardhani.

Karena itulah, lanjutnya, Gerakan Pramuka Pondok Modern Darussalam Gontor sangat pantas dan patut menerima berbagai penghargaan di bidang kepramukaan. Salah satu penghargaan yang didapat Gontor berupa Lencana Dharma Bakti dari Kwarnas pada tahun 2009 silam, yang diterima langsung oleh Pimpinan Pondok Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A. di Sumedang, Jabar. Selain itu, Gontor juga telah menerima penghargaan berupa Lencana Semangat Rimba Perak dari Malaysia pada tahun 2010, yang juga diterima langsung oleh Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A. Baru-baru ini, Gontor kembali mendapatkan penghargaan yang diterima K.H. Hasan Abdullah Sahal berupa Lencana Melati, yaitu penghargaan tertinggi dalam Pramuka. Penghargaan terakhir ini disematkan Ketua Kwarnas Dr. H. Adhyaksa Dault, S.H., M.Si. kepada Ustadz Hasan pada Upacara Dirgahayu RI ke-71 di hadapan 25.000 peserta Jamnas X di Cibubur.

“Pada kesempatan ini, kami atas nama Kwarnas mengucapkan terima kasih kepada Pondok Modern Darussalam Gontor atas sumbangsihnya di bidang kepramukaan. Terbukti, pada periode kepengurusan kami saat ini di Kwarnas Gerakan Pramuka Masa Bakti 2013–2018 terdapat delapan orang alumni Gontor yang menjadi Andalan Nasional dan memiliki andil besar dalam mewarnai kepramukaan di bumi Nusantara tercinta ini,” ujar Mardhani menutup sambutannya.

Tidak ketinggalan, bertindak sebagai Pembina Upacara pada siang itu, K.H. Hasan Abdullah Sahal membenarkan pernyataan Mardhani Zuhri, bahwa Gontor tidak pernah meninggalkan aktivitas kepramukaan dan selalu berperan di dalamnya.

“Sejak berdirinya, Pondok Modern Darussalam Gontor selalu mengikuti, melakukan, dan senantiasa mengembangkan kepramukaan,” ungkap Ustadz Hasan.

Beliau juga sempat berpesan agar santri-santri tumbuh menjadi orang-orang yang bertanggung jawab. “Sebagai calon pemimpin yang akan membina umat, anak-anak kita ini harus tumbuh menjadi orang-orang yang bertanggung jawab. Jangan sampai masa muda, kekosongan, dan gaya hidup mewah membuat mereka tidak punya daya untuk membina jati diri dan memiliki harga diri. Akhirnya, mereka hanya akan menjadi manusia murahan dan rendahan,” kata beliau.

Ustadz Hasan mengakhiri pesannya dengan meminta para peserta Jamrana untuk memahami dengan baik latar belakang dan tujuan pelaksanaan pesta akbar Gerakan Pramuka se-Indonesia tersebut.

Acara Jamrana kali ini bertemakan “Menggali Kreativitas, Membentuk Pramuka Islami”, berlangsung selama satu pekan, dimulai pada Sabtu ini, 29 Agustus 2016, hingga Sabtu yang akan datang, 5 September 2016. Pelaksanaannya meliputi tiga lokasi, yaitu Kampus Pusat Pondok Modern Darussalam Gontor, Bumi Perkemahan Mojosemi Sarangan Plaosan, dan Bumi Perkemahan Sekipan Tawangmangu Karanganyar. Bentuk kegiatannya mencakup wisata pendidikan, petualangan, menggali wawasan dan kreativitas, permainan tradisional dan modern, perlombaan, serta permainan menguji ketahanan hidup atau survival game.

Untuk kesuksesan acara, Panitia Pelaksana dibantu 67 orang juri, 116 siswa kelas 6 Kulliyatu-l-Mu‘allimin Al-Islamiyah (KMI), dan 53 orang siswa kelas 5 KMI. Panitia juga mendapat dukungan dari 19 prajurit dari Paskhas 463, 28 anggota TNI AU dari Lanud Iswahyudi, dua orang pelatih dari Jakarta, 10 orang outbond provider, tiga orang anggota PMI, beberapa anggota Polres, serta sejumlah anggota Aklam, Gastrada, dan Laboratorium Gontor.

Adapun total jumlah peserta mencapai 1.774 orang. Mereka berasal 77 kontingen dari berbagai pondok pesantren di Nusantara, termasuk kontingen tuan rumah (Pondok Modern Darussalam Gontor) dan kampus-kampusnya. shah wa

Pramuka Semarakkan 90 Tahun Gontor Melalui Jambore Nasional

0

Setelah pelepasan kontingen Edelweiss Gontor Putri kampus 1 dan kontingen sebelas gudep perwakilan pondok pada hari Ahad (28/8) oleh Wakil Pengasuh yang disaksikan oleh seluruh santriwati Darussalam di depan masjid, kini Jambore dan Raimuna Nasional Santriwati (JAMRANA) resmi dibuka pada Senin (29/8) di lapangan hijau Gontor Putri kampus 1. Acara yang diadakan secara meriah ini dimulai pukul setengah delapan pagi dan dihadiri oleh pimpinan pondok (Ustadz KH. Hasan Abdullah Sahal), ketua panitia peringatan sembilan puluh tahun Gontor (Ustadz Ismail Budi), ketua panitia peringatan seperempat abad Gontor Putri (Ustadz KH. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi), perwakilan KWARNAS (Ka Mardhani Zuhri), perwakilan bupati Ngawi dan komandan KOREM 081-DSJ (Kolonel Infantri Piek Budyakto) yang bertindak sebagai inspektur upacara.

IMG_2568Acara pembukaan yang dipimpin oleh Wanda Alifa ini dimulai dengan upacara pengibaran bendera dan pembukaan secara resmi oleh inspektur upacara berikut tanda sibolis dengan menerbangkan balon udara JAMRANA. Dalam laporannya, Ustadz Umar Said Wijaya, ketua panitia JAMRANA, mengatakan bahwa acara yang diadakan dalam memperingati sembilan puluh tahun Gontor dan seperempat abad Gontor Putri ini diikuti oleh 62 kontingen dengan 1322 peserta dan 162 Bindamping.

Ka Mardhani Zuhri mengatakan bahwa KWARNAS sangat mengapresiasi Gontor yang menyiapkan kader pemimpin bangsa dengan variabel kepramukaan. Dengan disiplin yang mantap namun tetap bernuansa Islami, pada periode ini terdapat 8 orang alumni yang menjadi andalan nasional termasuk beliau sendiri.

Ustadz Hasan kemudian menjelaskan pada sambutannya mengenai sejarah kepramukaan. Sejak bernama kepanduan, kepanduan kepramukaan hingga menjadi pramuka.

IMG_2783Beliau pun mengatakan, “Dalam pramuka diajarkan pula kedisiplinan, kepanduan, kemandirian, cinta alam, kemanusiaan dan lain-lain. Sehingga Gontor pun menerima dan mendukung pramuka. Karena dalam pramuka terdapat persatuan dan kebersamaan.”

Di akhir sambutannya, Ustadz Hasan menekankan bahwa meskipin bukan hadits, namun para pimpinan pondok yang lain beserta beliau sendiri pun memegang teguh kata ‘tamutu ghadan’. “Kami estafetkan nilai-nilai perjuangan untuk kemuliaan umat dan bangsa sehingga jangan sampai ada distorsi.”

IMG_2900Hadir kembali dalam acara ini tim atraksi pramuka dan tari massal Gontor Putri kampus 1 dan 2. Beberapa perbedaan untuk acara ini adalah atraksi pramuka yang menampilkan permainan semaphore cepat dan tari massal yang menarikan empat tarian daerah. Acara kemudian diakhiri dengan parade barisan 62 kontingen peserta Jambore dan Raimuna Nasional.IMG_3370

Jambore dan Raimuna Nasional Santriwati akan berlangsung sepekan dari tangggal 29 Agustus – 5 September 2016. Para peserta secara bergilir akan diajak berwisata selama empat hari di empat tempat yang berbeda di tempat-tempat wisata edukasi sekitar Madiun, Ngawi dan Solo. (dee)

Walau Padat, Kegiatan Rutin Tetap Berjalan

0
Suasana Kelas 6 ketika Pengarahan
Suasana Kelas 6 ketika Pengarahan

Gontor-Walaupun sibuk dengan rentetan kegiatan peringatan 90 tahun Gontor kegiatan rutin seperti Pelajaran Sore dan Muhadharah tetap berjalan. Mengawali kegiatan rutin ini ALAC (Afternoon Lesson Advisory Council) dan PUSDAC (Public Speaking and Discussion Advisory Council) mengadakan pengarahan bagi pengajar pelajaran sore dan pengawas latihan pidato. Bertempat di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) Rabu, (17/8) kelas 6 dan seluruh asatidz pengajar pelajaran sore hadir pada acara tersebut.

Kelas-kelas di Gontor sebagian besar dipakai untuk tempat tinggal kontingen Porseni antarpondok dan olimpiade sains, maka untuk sementara waktu pelajaran sore memakai tempat outdoor. Namun itu tidak menyurutkan semangat santri-santri untuk belajar.

K.H. Syamsul Hadi Abdan, S.Ag. Pimpinan PMDG hadir dalam pengarahan tersebut. “Semakin banyak mengajar di Gontor semakin beruntung,” nasehat beliau dalam sambutan, “Mengajar tidak hanya menyalurkan ilmu dari buku ke murid, tapi bagaimana membuat santri bisa mengajarkan ilmu yang diajarkan kepada orang lain.” Tegas beliau.

Begitupun latihan pidato, semua santri yang tidak terlibat dalam acara peringatan 90 tahun wajib mengikuti kegiatan ini. Dengan demikian semua santri tidak ada yang bertopangdagu karena tidak memiliki kegiatan. AaRum

MPR RI Bersama Gontor Akan Menggelar Dialog Kebangsaan dalam Bingkai Peringatan 90 Tahun PMDG

0

WhatsApp Image 2016-08-30 at 4.34.22 AMGONTOR–Selain rangkaian acara berbentuk perlombaan-perlombaan berskala nasional dan berbagai hiburan untuk santri dan masyarakat, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) juga mengadakan beragam seminar untuk memperingati sembilan dekade usianya. Salah satunya adalah acara “Dialog Kebangsaan” yang dijadwalkan berlangsung pada hari Jum‘at, 2 September 2016 mendatang.

Untuk penyelenggaraan Dialog Kebangsaan yang bertempat di Kampus Pusat Universitas Darussalam Gontor tersebut, Gontor menggandeng Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI). Tentu saja, MPR RI sangat mendukung acara yang digalang Gontor pada hari Jum‘at nanti karena ini merupakan kesempatan yang baik untuk menyosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan yang dimiliki Indonesia.

Penyelenggaraan acara ini menunjukkan betapa besarnya perhatian dunia pesantren yang diwakili Gontor terhadap pelaksanaan Empat Pilar Kebangsaan RI. Hal ini sudah disampaikan Pimpinan Pondok, K.H. Hasan Abdullah Sahal, dalam sambutannya pada acara Sujud Syukur dan Pembukaan Peringatan 90 Tahun Gontor yang dihadiri Wakil Presiden RI, Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, pada tanggal 20 Agustus 2016 lalu.

“Dalam menjaga dan menjalankan pilar-pilar kebangsaan, pesantren berada paling depan. Untuk Pancasila, kami paling depan. Untuk UUD 1945, kami paling depan. Untuk Bhinneka Tunggal Ika, kami juga paling depan. Untuk keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kami pun paling depan,” kata Ustadz Hasan waktu itu.

Dengan tujuan mengungkap peran pesantren inilah, acara Dialog Kebangsaan kali ini mengangkat tema “Peran Sejarah Pondok Pesantren dan Umat Islam terhadap Bangsa dan Negara”. Menurut informasi yang didapat dari Panitia Pelaksana, pembicaranya antara lain Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid, M.A. (Wakil Ketua MPR RI), Prof. Dr. H. Muhammad Chirzin, M.Ag. (cendekiawan Muslim), dan Dr. Yudi Latief (penulis buku “Negara Paripurna: Historitas, Rasionalitas, Aktualitas Pancasila”). shah wa

 

 

Telusuri Silsilah Trimurti, Gontor Menapaktilasi Sejarah Nenek Moyang ke Keraton Kasepuhan Cirebon

0

Silsilah TrimurtiCIREBON–Pondok Modern Darussalam Gontor yang kini hampir berusia satu abad memiliki latar belakang sejarah luar biasa. Pendiri pondok yang berlokasi di Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, tersebut biasa dikenal dengan sebutan Trimurti, terdiri dari tiga bersaudara, yaitu K.H. Ahmad Sahal, K.H. Zainuddin Fannanie, dan K.H. Imam Zarkasyi. Ternyata, ketiga bersaudara ini terikat silsilah keturunan dengan Kesultanan Kasepuhan Cirebon, bahkan hingga Sunan Gunung Djati.

Karena itulah, untuk menelusuri jejak sejarah nenek moyang Trimurti, sekaligus dalam rangka memperingati 90 tahun usia pondok, diadakanlah acara Napak Tilas dan Silaturahim ke Keraton Kasepuhan di Cirebon, Jawa Barat, selama dua hari, Senin–Selasa, 22–23 Agustus 2016.

Rombongan napak tilas ini terdiri dari Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal dan K.H. Syamsul Hadi Abdan, ditemani sejumlah anggota Badan Wakaf dan ketua-ketua lembaga di Pondok Modern Darussalam Gontor, serta beberapa guru senior. Mereka adalah K.H. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed, K.H. Hidayat Nur Wahid, K.H. Masyhudi Subari, M.A. (Direktur Kulliyatu-l-Mu‘allimin Al-Islamiyah), H. Ismail Abdullah Budi Prasetyo, S.Ag. (Ketua Ikatan Keluarga Pondok Modern), H. Imam Shobari, S.Ag. (Ketua Yayasan Pemeliharaan dan Pengembangan Wakaf Pondok Modern), H. Muhammad Adib Fuadi Nuriz, M.A., M.Phil., dan Firdaus Ilham Satria, S.Th.I.

Kedatangan rombongan Gontor disambut dengan sukacita oleh Raja Keraton Kasepuhan, Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat, Senin (22/8) malam. Silaturahim antara kedua belah pihak berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan. Di sela-sela acara ramah tamah, Pangeran Arief menjelaskan silsilah keturunan Keraton Kasepuhan sampai kepada Sunan Gunung Djati, termasuk tentang Raden Muhammad Hadikusumo Sulaiman Djamaluddin, Pendiri Pondok Gontor Lama, kakek buyut Trimurti Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor (Pondok Gontor Baru-red).   

“Pendiri Gontor Lama, Sulaiman Djamaluddin, punya silsilah langsung dengan Sunan Gunung Djati,” demikian tutur Pangeran Arief.

Sulaiman Djamaluddin merupakan keturunan ke-4 dari Keraton Cirebon pada pertengahan abad ke-19. Ia merupakan seorang santri di Pondok Tegal Sari yang kemudian dijadikan menantu oleh Kiai Kholifah Hasan Besari. Dengan demikian, di dalam diri Trimurti mengalir pula darah Tegal Sari, sebuah pondok terkenal di zaman bahari dengan ribuan santri yang berdatangan dari berbagai pelosok Nusantara. Letaknya kira-kira 10 kilometer dari Kota Ponorogo menuju arah Pacitan ataupun Trenggalek, sampai di Jetis menyimpang ke timur.

Demi meneruskan perjuangan Tegal Sari, Sulaiman Djamaluddin mendirikan pondok di Desa Gontor (Pondok Gontor lama) dan berdiam di sana sampai akhir hayatnya. Beliau merupakan putra dari Pangeran Hadiraja, dan Pangeran Hadiraja adalah putra dari Sultan Kasepuhan Cirebon. Sulaiman Djamaluddin sendiri mempunyai putra bernama Kiai Arham Anom Besari yang kemudian dijadikan menantu oleh cucu Kanjeng Nglarangan. Waktu itu, Kanjeng Nglarangan memiliki kedudukan tinggi sebagai Bupati Polorejo (Ponorogo lama).

Kiai Arham Anom Besari lalu memiliki seorang putra bernama Raden Santoso Anom Besari, yang menikah dengan seorang putri keturunan Kanjeng Bupati Suryodiningrat. Raden Santoso Anom Besari inilah yang menurunkan Trimurti, pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor. (Sumber: Boekoe Peringatan 15 Tahoen Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo)

Pada kepemimpinan Raden Santoso Anom Besari, Pondok Gontor Lama mulai surut. Ia pun meninggal di usia lanjut. Saudara-saudaranya tak sanggup menggantikan dan mempertahankan keberadaan Pondok Gontor Lama. Nyai Santoso, bekerja keras mendidik putra-putrinya agar dapat meneruskan perjuangan menghidupkan kembali Pondok Gontor Lama yang telah mati. Akhirnya, dengan didikan sang ibu dan keteguhan hati, tiga orang putranya yang kemudian dikenal dengan Trimurti mampu mewujudkan cita-cita, membangun kembali Pondok Gontor Baru, yang kini dikenal dengan Pondok Modern Darussalam Gontor.

Demikianlah sekilas jejak sejarah dan silsilah para pendiri Gontor sebagaimana dituturkan Pangeran Arief dan dilengkapi rombongan dari Gontor. Jadi, Pondok Modern Darussalam Gontor dengan Kesultanan Kasepuhan Cirebon memiliki hubungan kekeluargaan yang sangat erat.

Sebelum kembali ke Gontor, rombongan bersama perwakilan Keraton Kasepuhan berziarah terlebih dahulu ke makam Sunan Gunung Djati di Kabupaten Cirebon, Selasa (23/8) pagi. Sorenya, rombongan menyempatkan diri bersilaturahim dengan para alumni Gontor yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Cabang Cirebon. shah wa

Direktur Darussalam Press, Mesir, Berikan Bantuan Buku Ke Pondok Gontor

0
FIXC
Suasana Pertemuan Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor dengan Dr. Abdul Qodir Bakkar dan Dr. Musthafa Dasuki di dalam Kantor Pimpinan

DARUSSALAM–Untuk kesekian kalinya, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) kedatangan tamu dari luar negeri. Hari ini, Senin, (29/8) PMDG kedatangan tamu dari Direktur Darussalam Press, Mesir, Dr. Abdul Qodir Bakkar dan Dr. Musthafa Dasuki dari Pusat Studi Kamil Shahih Mesir. Kunjungan kali ini bertujuan untuk memberikan bantuan kepada Pondok Gontor berupa buku-buku, dengan harapan buku-buku tersebut dapat digunakan di kemudian hari. Selain itu, Dr. Abdul Qodir Bakkar dan Dr. Musthafa Dasuki juga akan menghadiri acara diskusi dengan pihak Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor tentang pola penerbitan disertasi dan tesis mahsiswa UNIDA Gontor di Darussalam Press, Mesir yang bertempat di Kampus UNIDA Gontor.

Turut mendampingi Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor dalam menyambut kedatangan tamu dari Mesir ini, Anggota Badan Wakaf PMDG. K.H. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed., Ketua Yayasan Pemeliharaan dan Pengembangan Wakaf Pondok Modern (YPPWPM), H. Imam Shobari, S.Ag., Wakil Rektor III UNIDA Gontor, Dr. H. Dihyatun Masqon, M.A., Dekan Fakultas Humaniora UNIDA Gontor, Dr. H. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A, dan beberapa orang dosen dari UNIDA Gontor.

“Buku-buku yang diberikan akan kami tempatkan di Perpustakaan Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor.” Ujar Dr. H. Dihyatun Masqon, M.A., Wakil Rektor III UNIDA Gontor, saat ditanya tentang penempatan buku-buku tersebut. ikami86