Home Blog Page 413

Multaqo Ulama Se-Asia Tenggara di Gontor Hasilkan 6 Rekomendasi Penting untuk Kemajuan Umat Islam

0

WhatsApp Image 2016-08-16 at 2.28.14 PMGONTOR–Berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu, 16–17 Agustus 2016, acara “Multaqo Ulama Se-Asia Tenggara dalam Pelatihan Imam dan Dai, dan Reuni Alumni PKU” menghasilkan enam butir rekomendasi untuk menanggulangi permasalahan umat Islam yang berkembang saat ini. Keenam rekomendasi tersebut ditetapkan bersama setelah akar permasalahannya berhasil ditemukan, yaitu kemiskinan ilmu, rendahnya akhlak, dan kurangnya komitmen terhadap pembangunan dan persatuan umat.

“Problematika umat Islam pada saat ini berakar pada kemiskinan ilmu, rendahnya akhlak, dan kurangnya komitmen terhadap pembangunan dan persatuan umat,” ungkap Ketua Panitia, Ustadz Khoirul Umam, M.Ec., pada acara penutupan yang digelar Rabu (17/8) sore di Hall CIOS.

Selanjutnya, Ustadz Khoirul Umam membacakan keenam rekomendasi tersebut di hadapan seluruh peserta acara bertaraf internasional ini, yaitu:

  1. Meningkatkan kualitas, peran, dan fungsi serta wibawa ulama dalam masyarakat.
  2. Memperkuat Program Kaderisasi Ulama (PKU) dalam bidang-bidang yang lebih luas seperti bidang pemikiran, bidang akidah, bidang fiqih, bidang sosial, bidang dakwah masyarakat minoritas, bidang kristologi, dan lain sebagainya.
  3. Mengefektifkan mekanisme hubungan antara ulama di perguruan tinggi, dan di perkotaan dengan para dai di pedesaan.
  4. Meningkatkan atau menambah Program Kaderisasi Ulama dengan Program Imamah dan Manajemen Masjid.
  5. Perlunya meningkatkan kemampuan ulama mengikuti perkembangan situasi sosial dan politik umat Islam, agar dapat meningkatkan kepedulian ulama terhadap maslahat umat.
  6. Perlunya peningkatan model dakwah dalam bentuk kerja sosial (lisanul hal), khususnya untuk masyarakat bawah.

Acara yang berlangsung di Kampus Pusat Universitas Darussalam Gontor ini diadakan dalam rangka memperingati milad Pondok Modern Darussalam Gontor yang ke-90 tahun. Peserta yang hadir terdiri dari para imam dan dai utusan Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Cabang se-Indonesia, serta alumni PKU dari angkatan pertama hingga kesembilan, yang bereuni untuk berbagi pengalaman di tempat perjuangannya masing-masing, sekaligus merumuskan program-program PKU ke depan dengan didukung Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF).

Ulama yang hadir sebagai narasumber berasal dari Thailand dan Timor Leste, yaitu Ustadz Wan Abdullah Tuankaji dan Ustadz Khulaeli Abi Chumaedi. Selain itu, Panitia juga menghadirkan K.H. Abdurrahman Navis (MUI Pusat), Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.Ed., M.Phil. (Ketua MIUMI), K.H. Ainul Yaqin (MUI Jatim), Gus Dr. K.H. Abdul Ghofur Maimun, M.A. (Pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar 3 Sarang Rembang), Bachtiar Nasir, Lc. dan Ridwan Hamidi (MIUMI), serta Ir. Abdul Kadir Baraja (YDSF).

Harapan besar dari penyelenggaraan acara ini, para alumni PKU bisa merapatkan barisan bersama para imam dan dai di masyarakat untuk berjuang dan melaksanakan keenam rekomendasi yang telah ditetapkan. Sehingga, cita-cita kebangkitan dan kejayaan Islam bisa segera diwujudkan. shah wa

K.H. Syamsul Hadi Abdan: HUT Kemerdekaan RI ke-71 Tahun Ini Bertepatan Dengan Peringatan 90 Tahun Gontor

0

DARUSSALAM – “ Hari ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 tahun ini bertepatan dengan Peringatan 90 tahun Gontor ”, tutur K.H. Syamsul Hadi Abdan dalam sambutanya pada upacara tadi pagi di lapangan hijau. Dengan diikuti oleh seluruh guru dan santri Pondok Modern Darussalam Gontor upacara HUT Kemerdekaan RI berlangsung dengan khidmat. Upacara diselenggarakan pada hari Rabu (17/8) tepat pada pukul 09.00 WIB. Sebelum itu, para santri sempat untuk masuk kelas selama 2 jam pelajaran.

Disela-sela sambutan, K.H. Syamsul Hadi Abdan juga menuturkan bahwa “ semakin bertambahnya umur bangsa Indonesia, maka harus ada perkembangan dan menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya, begitu juga umur Gontor yang sudah 90 tahun, juga harus selalu tumbuh dan berkembang sesuai dengan nilai-nilai gontor”.

Usai sambutan, beliau langsung melanjutkan dengan doa guna mengakhiri upacara HUT RI. fuadfahmi

Mulai Latihan, DASS 90 Tahun Gontor Akan Tampil Spektakuler

0
Pembukaan Latihan DASS oleh Ketua Panitia Peringatan 90 Tahun Gontor, H. Ismail Abdullah Budi Prasetyo, S.Ag.
Pembukaan Latihan DASS oleh Ketua Panitia Peringatan 90 Tahun Gontor, H. Ismail Abdullah Budi Prasetyo, S.Ag.

GONTOR–Hanya berselang sehari setelah gebyar acara puncak Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy dalam bentuk Pagelaran Seni Panggung Gembira (PG) pada Sabtu (13/8) malam lalu, Panitia Peringatan 90 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor Divisi Kegiatan Santri langsung bersiap menggelar latihan untuk acara pagelaran seni yang lebih spektakuler. Senin (15/8) malam, sehabis Isya’, bertempat di depan Gedung Rabithah, diadakan pembukaan latihan untuk pagelaran seni santri dan guru bertajuk Darussalam All Stars Show (DASS) 90 Tahun Gontor.

“Acara yang penuh dengan kreativitas seni ini, bisa dikatakan, berada setingkat di atas Panggung Gembira, walaupun keduanya memiliki konsep yang hampir sama. Memang, konsep acaranya berpatokan pada penyelenggaraan Panggung Gembira. Akan tetapi, keterampilan seni yang akan dipertunjukkan diupayakan lebih menghibur, inovatif, dan memukau,” ujar Ustadz Ardhika Wahyu Kuncoro, selaku Penanggung Jawab Acara dari Panitia Pelaksana DASS 90 Tahun Gontor, Selasa (16/8) siang.

Wajar saja jika DASS berada setingkat di atas PG, karena acaranya didukung mahasiswa dan guru-guru, baik guru junior maupun senior, tidak hanya mengandalkan kreativitas santri. “Berbeda dengan PG, guru-guru dan mahasiswa yang memiliki bakat terbaik di bidang seni akan berkolaborasi dengan santri-santri pilihan dari kelas 1–6 Kulliyatu-l-Mu‘allimin Al-Islamiyah (KMI) untuk menampilkan penampilan terbaik mereka pada acara DASS 90 Tahun Gontor nanti,” kata Ustadz Ardhika, menjelaskan perbedaan PG dengan DASS.

Selain itu, lanjut Ustadz Ardhika, acara DASS sengaja dikonsep lebih spektakuler sesuai namanya, karena latar belakang dan tujuan penyelenggaraannya berbeda dengan PG yang secara rutin dilaksanakan setiap tahun oleh siswa kelas 6 KMI. Panggung Gembira merupakan acara puncak acara Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy. Sedangkan DASS diadakan secara khusus dalam rangka memperingati milad Gontor yang ke-90.

“Idenya muncul pertama kali sepuluh tahun silam, tahun 2006, yaitu pada Peringatan 80 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Pada tahun itulah, Gontor menggelar DASS untuk pertama kalinya. Maka, DASS yang akan dilaksanakan pada Kamis malam, tanggal 8 September 2016, mendatang ini merupakan yang kedua sepanjang sejarah Pondok Modern Darussalam Gontor,” ungkap Ustadz Ardhika.

Lebih dari itu, Ustadz Ardhika menambahkan, DASS ini akan digelar di tempat terbuka yang lebih luas, yaitu bertempat di Lapangan Hijau Pondok Modern Darussalam Gontor. Acara ini tidak sama dengan PG yang hanya–sebenarnya–diperuntukkan bagi santri-santri dan guru-guru seperti biasa di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM). Sebagai salah satu acara dalam agenda besar Peringatan 90 Tahun Gontor, DASS bertujuan menghibur sekaligus mendidik masyarakat luas, tidak hanya keluarga pondok.

Bertempat di lapangan terbuka, panggung untuk DASS tentu lebih besar dibandingkan panggung yang dipasang untuk PG. Menurut Ustadz Ardhika, panggung yang disiapkan untuk DASS berukuran 20 x 10 meter persegi. Panggung untuk PG lebih kecil, hanya berukuran 18 x 6 meter persegi. Sedangkan background-nya didesain ulang, tidak menggunakan background PG seperti halnya DASS pada Peringatan 80 Tahun Gontor. Kata Ustadz Ardhika, background DASS tahun ini lain dari yang lain, bentuknya tidak simetri lipat seperti biasanya. Hingga saat ini, pengerjaannya sudah mencapai 20%, dikerjakan tim dekorasi di bawah komando Ustadz Hasan Muttaqin, Ustadz Rozaq Wijaya Aziz, dan Ustadz Rizki Nawari. “Lihat saja nanti, Anda pasti akan melihat background yang tidak biasa,” ujar Ustadz Ardhika saat ditanya tentang desain background DASS 90 Tahun Gontor.

Kepanitiaan DASS kali ini diketuai oleh tiga orang guru yang sangat berpengalaman dalam penyelenggaran acara pentas seni. Mereka adalah Ustadz Andika Putra Rianda, Ustadz Badrut Tamam, dan Ustadz M. Abdullah. Ketiganya bekerja sama dengan guru-guru yang terlibat di kepanitiaan Peringatan 90 Tahun Gontor Divisi Kegiatan Santri, dibantu sejumlah santri kelas 5 dan 6 KMI untuk mengonsep dan menyelenggarakan acara. Dari data panitia, santri dan guru yang dilibatkan untuk tampil memeriahkan DASS 90 Tahun Gontor ini mencapai 1.000-an lebih.

Penyelenggaraan DASS di usia Gontor yang ke-90 tahun ini mengangkat tema tentang estafet nilai, bermottokan “Gontor Mengestafetkan Nilai Perjuangan untuk Kemuliaan Umat dan Bangsa”. Terkait tema tersebut, menurut penjelasan Ardhika, untuk saat ini, konsep acara tentatif sudah tersusun oleh panitia. “Rangkaian acara DASS disusun berdasarkan lima nilai utama yang dimiliki Pondok Modern Darussalam Gontor, yaitu terangkum dalam Panca Jiwa. Maka, terdapat lima acara inti di dalam rangkaian acara DASS 90 Tahun Gontor di samping acara lainnya. Kelima acara tersebut diformat secara khusus menggambarkan Panca Jiwa Pondok Modern Darussalam Gontor: Drama Tragedi Musikal (Keikhlasan), Puisi Monolog (Kesederhanaan), Fabel (Berdikari), United Dance (Ukhuwah Islamiyah), dan Drama Komedi “Pokemon Go” (Kebebasan),” terang Ustadz Ardhika.

“Konsep acara masih ada kemungkinan mengalami perubahan berdasarkan evaluasi yang akan kami lakukan nanti. Sangat mungkin sekali karena ide-ide baru bisa saja bermunculan di saat-saat latihan. Kami masih mempunyai waktu latihan 20 harian menjelang hari H, ” kata Ustadz Ardhika.

Dalam rentang waktu menjelang penampilan pada tanggal 8 September 2016 nanti, akan diadakan serangkaian geladi. Hal ini tidak terlepas dari tradisi Gontor yang selalu berupaya menyelenggarakan acara sesempurna mungkin, memuaskan dan tanpa cacat. Tidak tanggung-tanggung, acara geladi dijadwalkan lima kali. Geladi Kotor Pertama dijadwalkan pada hari Senin, 22 Agustus 2016, disusul Geladi Kotor Kedua (27 Agustus 2016), Geladi Bersih Pertama (1 September 2016), Geladi Suci (4 September 2016), dan Geladi Panggung (7 September 2016). shah wa

Pemilihan Ketua Konsulat Mendidik Jiwa Kepemimpinan

0

GONTOR-Pendidikan kepemimpinan sudah tidak bisa dipisahkan lagi dari totalitas pendidikan di Gontor. Di semua sisi kehidupan santri selalu ada organisasi, dan di setiap organisasi  dipimpin oleh ketua. Begitu pula di Konsulat. Jum’at (22/7) semua konsulat di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengadakan pemilihan konsulat serentak. Setiap konsulat menempati tempat pemilihan yang ditentukan langsung oleh staf Pengasuhan Santri.

Yang menjadi calon ketua konsulat adalah santri KMI kelas 5 dan semua santri kelas 5 berhak dipilih sehingga tidak ada yang tidak punya kesempatan untuk memimpin konsulat. “Jumlah konsulat di Gontor sekarang sudah sampai 27 konsulat. Dan dari setiap konsulat tersebut akan ada 3 ketua.” Jelas Ustadz Aldi, staf Pengasuhan Santri.

Kepemimpinan di konsulat berbeda dengan organisasi lain di Gontor, selain yang dipimpin sangat variatif, ada dari kelas 1 sampai kelas 5, mereka juga tidak hanya membuat program kerja di dalam pondok, tapi juga sampai acara di kampung halaman.

Panitia PKA mengundang beberapa asatidz untuk menjadi pengawas di konsulat yang bukan konsulat asalnya. Agar pemilihan berjalan lancar dan tidak ada kecurangan. Pemilihan ini tidak seperti pemilihan umum biasanya, karena belum tentu orang yang mendapatkan suara terbanyak bisa langsung menjadi ketua. Harus melewati musyawarah pembimbing konsulat dan staf Pengasuhan Santri. Aa Rum

Pimpinan PMDG Lepas 6 Kontingen ke Jakarta

0

GONTOR-Pimpinan PMDG melepas 6 kontingen ke Jambore Nasional (Jamnas) X di Cibubur, Jakarta. Selasa (8/9) bertempat di Aula Aligarh, kontingen dari Gontor dan beberapa Staf MABIKORI bersilaturahim  dengan Pimpinan PMDG. Mereka minta do’a dan nasehat menjelang Jambore ini sekaligus pelepasan oleh Pimpinan. 6 Kontingen ini terdiri dari 2 kontingen santri dan 4 kontingen santriwati. Untuk kontingen santri berjumlah 18 orang dan 4 asatidz. Sedangkan kontingen santriwati berjumlah 32 orang.

“Kalian ini ibarat kapal, sebesar apapun tidak boleh kebocoran, tidak boleh retak, sampai sekecil apapun harus diperhatikan, karena retak yang kecil bisa menengge

Kontingen Santriwati berpose di depan Gedung Saudi
Kontingen Santriwati berpose di depan Gedung Saudi 6

lamkan kapal yang besar.” nasihat K.H. Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan PMDG. “yang diperlukan adalah jiwa yang besar, bukan kepala besar ataupun mulut besar.” lanjut beliau. Kepanduan atau kepramukaan sudah menjadi satu dengan pendidikan di Gontor dengan segala aktifitasnya. dan beliau menaruh perhatian besar pada kepramukaan.

Kegiatan Jambore kali ini meliputi: Upacara Hari Pramuka, Pengenalan Saka, Tanggap Bencana, Teknologi dan Industri, Petualangan, GDV, Karnaval BTI, Festival Nusantara, Festival Hari Pramuka, lalu diakhiri dengan jumpa tokoh. Majelis Pembimbing Koordinator Harian (MABIKORI) Gontor sudah mempersiapkan kontingen ini dengan serius, bahkan menjelang hari keberangkatan peserta Jamnas ini sempat diberikan pembinaan intensif di gedung 17 Agustus. Rombongan dijadwalkan berangkat ke Jakarta pada hari Rabu (10/8) dari Kampus PMDG Pusat, dan kembali ke Gontor pada hari Rabu (24/8) yang akan datang. Aa Rum

Gambaran Budaya Indonesia Ada di Gontor

0
MC Aneka Ria menggunakan pakaian adat

Gontor-Panitia Aneka Ria Nusantara sukses menyajikan kumpulan Budaya seluruh Indonesia dalam pegeralan seni di Gontor. Santri Gontor yang datang dari seluruh penjuru Indonesia bersaing agar budaya mereka ditampilkan. Sebelum penampilan, mereka bersedia menjalani 2 kali gladi untuk evaluasi dan memperbaiki penampilan mereka. Selain itu juga untuk memprediksi estimasi acara dan perbaikan konten acara yang ditampilkan.

Setelah seleksi diadakan, tepat pada hari Selasa (2/8) bertempat di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) beberapa konsulat menampilkan Budaya-budayanya masing-masing secara apik dan menarik dalam perhelatan seni Aneka Ria Nusantara. Panitia yang terdiri dari siswa kelas 3 Intensif dan kelas 4 ini menyajikan pula drama di dalamnya, yang diberi tema “Drama 4 Sintesa”. Untuk acara Aneka Ria ini panitia memilih tema Al-Azhar sebagai sintesa yang pertama. Hal ini senada dengan motto KA tahun ini yaitu “Gontor mengestafetkan nilai-nilai untuk kejayaan islam dan bangsa”.

Budaya asli Indonesia sudah banyak ditinggalkan, terutama budaya yang jarang dikenal oleh masyarakat. Sehingga acara Aneka Ria ini salah satu solusi untuk memperbaikinya. Seperti Konsulat Bogor, mereka menampilkan wayang golek khas orang sunda. Anak-anak Sunda sekarang pada umumnya lebih memilih bermain game dari pada bermain wayang. Konsulat Jakarta yang menampilkan lenong, dengan pantun-pantun khas betawinya. Ada juga konsulat Sumalia dengan tari Malulonya dan masih banyak lagi.

Acara Aneka Ria ini termasuk dalam rentetan acara pekan Perkenalan Khutbatul Arsy (KA). Bertujuan untuk memperkenalkan kepada santri-santri baru bahwa Gontor tidak hanya mengajarkan ngaji, tapi juga mengajarkan berkreasi dalam seni dan peduli budaya asli Indonesia. Aa Rum

Pekan Perkenalan Khutbatu-l-`Arsy Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 dan 2 Berlangsung Khidmat

0

MANTINGAN – Pekan Perkenalan Khutbatu-l-`Arsy merupakan Khutbatul-Iftitah atau Khutbah Perpeloncoan yang mana menjadi sebuah media pendidikan dan pengajaran Gontor untuk mengenalkan Pondok Modern Darussalam Gontor secara menyeluruh tentang kegiatan-kegiatan yang ada di pondok selama satu tahun yang akan datang. Acara ini juga menjadi tolak ukur untuk memulai awal yang baik dan menjadi acuan langkah ke depan pondok dalam rangka seperempat abad Gontor Putri.

Pimpinan PMDG saat menyampaikan pidato Pekan Perkenalan Khutbatu-l-'Arsy di PMDG Putri Kampus 1 dan 2.
Pimpinan PMDG saat menyampaikan pidato Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy di PMDG Putri Kampus 1 dan 2.

Dengan tema “Gontor Mengestafetkan Nilai-Nilai Perjuangan Untuk Kemuliaan Umat dan Bangsa.” Kami mulai langkah ini untuk menyemarakkan seperempat abad Gontor Putri.

Acara ini berlangsung pada hari Ahad (7/8) di lapangan Auditorium Gontor Putri 1 yang dihadiri oleh Bapak Pimpinan Pondok Modern Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal, Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A., para wakil pengasuh Pondok Modern Gontor cabang, para dosen Universitas Darussalam dan segenap keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor.

Walaupun suasana langit saat ini tidak secerah biasanya, acara tetap berlangsung dengan khidmat. Diantaranya Pengibaran Bendera Merah Putih, Atraksi Koord, Senam Kreasi, Tari Massal dan penampilan dari Marching Band Gema Nada Darussalam yang tetap meramaikan bumi Darussalam.

Kegiatan ini sangatlah tepat untuk ajang mengambil tauladan yaitu sarana bagi santri untuk saling mengenal satu sama lain dan ajang untuk mengenal dan memahami pondok. Juga berfungsi untuk menyamakan barisan, persepsi, tujuan dan orientasi juga pemahaman dalam menyatukan langkah dan niat santriwati.

Dan disusul dengan berbagai acara besar memperingati seperempat abad Gontor Putri. Seperti, Festival Multitalenta Santriwati, Jambore Raimuna dan Pekan Olahraga Darussalam.datagp1

DEMA Tegakkan Nilai Kaderisasi Mahasiswa Darussalam 

0

DARUSSALAM-Laporan Pertanggungjawaban dan pergantian pengurus adalah wujud pertanggung jawaban sebuah organisasi atas amanat yang telah diemban dalam suatu periode, juga pengestafetan nilai-nilai keorganisasian kepada pengurus baru. Acara ini tidak lain bertujuan untuk menumbuhkan jiwa tanggung jawab serta jiwa kepemimpinan dalam segala hal terutama dalam hal keorganisasian. Filsafat Gontor mengatakan, “Patah tumbuh hilang berganti, sebelum patah sudah tumbuh, sebelum hilang sudah berganti”.

Ahad (24/7), Pengurus Dewan Mahasiswa (DEMA) membacakan laporan pertanggungjawabannya di hadapan seluruh mahasiswa UNIDA Kampus Robithoh. Dan keesokan harinya, senin (25/7), DEMA langsung mengadakan pemilihan Ketua DEMA wilayah Kampus Robithoh dengan mencalonkan 5 kandidat, mereka adalah Ahmad Syarifuddin, M. Hanif Fauzi, Zied Ikhwan Pengabdi, Rudi Herianto, dan M. Nauval Izzaturrahman. Yang terpilih menjadi ketua DEMA wilayah Kampus Robithoh adalah Ahmad Syarifuddin dan M. Hanif Fauzi.

Di hari yang sama, tepatnya di Balai Pertemuan Pondok Modern Darussalam diadakan Laporan Pertanggungjawaban Panitia Bulan Syawwal Organisasi Pelajar Pondok Modern Darussalam Gontor yang dihadiri langsung oleh Bapak Pimpinan K.H. Syamsul Hadi Abdan. Dalam pidatonya, beliau mengatakan, “Al-ma’hadu la yanamu abadan, kegiatan Pondok tetap harus berjalan meskipun ada acara Apel Tahunan Kampus Luar Jawa dan Laporan Pertanggungjawaban DEMA di Aula Robithoh sana.”rosikh_dream