GONTOR–Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mencetak pendidik dengan kebaikan. Kebaikan yang tidak hanya memberi manfaat untuk diri sendiri, melainkan juga untuk orang lain.
Sebagaimana yang disampaikan oleh Bapak Pimpinan, K.H. Hasan Abdullah Sahal dalam seminar Program Kaderisasi Ulama (PKU) dengan materi Kepondokmodernan. “Gontor mendidik seluruh santrinya agar menjadi pendidik yang membawa kebaikan bagi dirinya sendiri dan orang lain”.
Dalam seminar yang diselenggarakan di kampus Unida Gontor pada Rabu malam (13/1) tersebut, para peserta PKU mendapat kesempatan untuk mendalami kepondokmodernan secara langsung dari pakarnya. Selain menjelaskan tentang kepondokmodernan, beliau juga memaparkan beberapa hal yang terjadi di luar pondok, seperti munculnya kelompok-kelompok negatif yang mulai berdiri dan memperluas jaringannya, serta beberapa faham-faham sesat yang tersebar dewasa ini. Beliau juga dengan tegas mengingatkan seluruh peserta agar selalu waspada terhadap isu-isu kontemporer yang kerap terjadi.
Pembekalan intensif ini sangat bermanfaat bagi segenap peserta PKU Unida Gontor. Diharapkan, semua peserta PKU dapat lebih memahami nilai-nilai kepondokmodernan, serta mampu mempertahankan dan melestarikannya. sand88
GONTOR–Tepat pada hari Ahad (31/1), Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengadakan acara Pemilihan Utusan Konsulat. Mengingat betapa pentingnya acara ini, hingga proses belajar mengajar pada hari itupun ditiadakan, melainkan hanya dua jam pertama saja. Selanjutnya, pada jam ketiga hingga akhir digunakan untuk pengarahan sekaligus pemilihan utusan konsulat di tempat-tempat yang telah ditentukan. Hari itu, pada pukul 09.00 WIB, seluruh santri berkumpul di Masjid Jami’ guna mendengarkan pengarahan dan nasehat dari Bapak Pimpinan PMDG dengan penuh khidmat.
Berbeda halnya dengan penerapan sistem demokrasi di luar pesantren. Di Gontor, demokrasi memiliki identitas yang sangat unik. Karena, memang seluruh santri memiliki hak suara, tapi pada akhirnya Kiailah yang menentukan.
“Seandainya kamu ditanya, apakah di Gontor ada demokrasi ? Ya, Jawabannya adalah pasti ada, tapi demokrasi pondok, demokrasi ala pesantren, demokrasi kiai. Semua dari kita mempunyai suara, namun sekali lagi yang menentukan adalah Kiai, itulah konsep demokrasi ala pesantren. Maka jangan salah berucap, jangan salah menilai. ” ujar K.H. Hasan Abdullah Sahal dalam pengarahannya.
Perlu diketahui bahwa pemilihan utusan konsulat ini ditujukan untuk menyaring dan mendaftarkan beberapa nama santri kelas 5 yang akan diajukan menjadi calon Ketua Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM). Setiap konsulat akan mengutus beberapa nama santri kelas 5 yang terpilih untuk lanjut ke tahap berikutnya. Sehingga, sebelum menuju tahap akhir akan ada 10 orang yang tersisa. Selanjutnya, dari kesepuluh orang tersebut akan dipilih langsung oleh Pimpinan Pondok untuk menjadi ketua OPPM. biibmufassir
Gajah, Maskot GO, menari bersama penyanyi OST Gontor Olimpiad
GONTOR-Acara demi acara bergulir silih berganti di PMDG, baik yang intrakulikuler, co-kulikuler, maupun yang ektrakulikuler, termasuk acara Gontor Olympiad. Dengan motto “dengan Sportifitas, wujudkan Ummat Islam yang beridentitas” diharapkan acara akbar ini bisa mengubah pandangan tentang lomba buta yang hanya mengincar kemenangan. Acara ini memberikan motivasi tersendiri bagi peserta, mereka berlomba-lomba menjadi yang terbaik di bidangnya tanpa menyampingkan sportifitas.
GO (Gontor Olympiad), biasa santri-santri menyebutnya, diperuntukkan kepada semua pengikut klub olahraga seluruh cabang yang ada di bumi Darussalam. dibuka dengan upacara meriah ala santri pada Jum’at(15/2) oleh Al-Ustadz Imam Shobari, S.Ag. dihadiri oleh seluruh santri dan guru se-Darussalam. Pembukaan ini mejadi sangat meriah saat K.H. Hasan Abdullah Sahal menendang bola sebagai tanda acara GO ini dimulai. Gambar beliau sempat menggegerkan media sosial, karena dibuat meme yang disandingkan dengan megabintang sepak bola Cristiano Ronaldo atau yang biasa dikenal CR7.
GO ini meliputi 5 divisi besar: divisi Olahraga, divisi kepramukaan, divisi kesenian dan keterampilan, divisi keilmuan, dan divisi bahasa. Juga meliputi lomba antarklub olahraga, antarPOT, dan antarrayon. Semua bergerak dinamis di sana-sini, tidak ada yang terlihat melamun, semua memiliki kesibukan masing-masing, bahkan tidak sedikit yang mengikuti lomba tumpang tindih karena kekurangan personil.
Untuk cabang olahraga yang paling diminati, yaitu sepak bola. Darussalam merebut juara umum dengan menjuarai peringkat 1 bagian A dan juara 2 bagian B. Untuk cabang futsal, Atomic keluar sebagai juara umum. Nominasi yang lain yang diumumkan ketika penutupan(22/2) yaitu best player diraih oleh Aga kelas 2 dari klub Darma Jaya, dan top score masih disandang dari tahun sebelumnya oleh Koncar kelas 3 dari klub Darma Jaya. AaRum
GONTOR–Sebagai ‘mundziru al-qaum’, santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) dilatih untuk dapat memiliki mental kuat dan jiwa besar. Oleh karena itu, berbagai kegiatan dicanangkan secara rutin untuk mendidik santri demi tercapainya harapan mulia sebagaimana yang diajarkan dalam agama. Salah satunya adalah kegiatan latihan pidato yang diwajibkan untuk seluruh santri, baik yang suka ataupun yang tidak suka dengan kegiatan pidato.
Di samping pelaksanaannya dalam bentuk latihan, Gontor juga menyajikannya dalam bentuk lomba. Lomba tahunan yang bertujuan untuk menemukan juara dalam berpidato. Pidato dengan Bahasa Arab ataupun Inggris, yang dibagi menjadi dua gelombang, pertama untuk anggota (kelas 1-4 KMI), dan kedua untuk pengurus (siswa kelas 5 KMI).
Pada hari Ahad (24/1), lomba pidato dua bahasa yang diperuntukkan bagi siswa kelas 5 digelar di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM). Panitia yang mulai sibuk sejak satu minggu sebelumnya telah mendata seluruh kontestan yang berjumlah delapan orang. Delapan orang tersebut adalah mereka yang telah lolos seleksi per-kelas pada empat bulan yang lalu.
Bukan hanya itu, panitia juga berhasil menyulap aula menjadi sebuah istana yang megah. Istana yang mampu memanjakan setiap mata penonton dengan bermacam-macam hiasan yang tertempel di dinding aula. Ditambah dengan lampu hias yang tampak kontras di setiap sudut, yang membuat orang terkesima tatkala melihatnya.
Acara berlangsung dengan penuh gairah mulai pukul 20.15 hingga pukul 22.00 WIB. Adapun pemenangnya, untuk juara pertama kategori Bahasa Arab diraih oleh Andri Ramanda siswa kelas 5F, disusul oleh Khalifaturrahman siswa kelas 5B sebagai juara kedua. Sedangkan untuk kategori Bahasa Inggris, Muhammad Xavier siswa kelas 5K berhasil menduduki peringkat pertama, dan El-Azizi Dandi Muhammad siswa kelas 5B peringkat kedua. B. Dasasta
GONTOR – Duta Besar Mesir untuk Indonesia, HE. Baha El Deen Bahgat Ibrahim Dessouki, Senin (1/2) siang, berkunjung ke Pondok Modern Darussalam Gontor. Selain untuk bersilaturahim, kunjungan ini juga merupakan bagian dari persiapan Kedutaan Besar Mesir dan Gontor dalam penyambutan Grand Syaikh Al-Azhar, Dr. Ahmad Thoyyib, yang dijadwalkan akan berkunjung ke Indonesia, 21-26 Februari 2016 mendatang.
Dubes Baha El Deen tiba di Gontor pada pukul 10.00 WIB usai penerbangan Jakarta-Solo. Kedatangan beliau disambut dengan gegap gempita oleh para santri. Ratusan santri berjajar rapi dari gerbang pondok menuju Masjid Jami’ dengan berseragam putih dan membawa bendera kecil negara Indonesia dan negara Mesir. Selain itu, rombongan mobil Dubes juga diiringi dengan Marching Band Gema Nada Darussalam.
Acara diawali dengan pertemuan tertutup di Kantor Pimpinan PM Darussalam Gontor. Dalam pertemuan tersebut, Dubes terlibat perbincangan hangat dengan K.H. Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan PM Darussalam Gontor. Selang beberapa menit, rombongan segera menuju ke dalam Balai Pertemuan Pondok Modern guna melakukan pertemuan dengan santri dan guru Gontor.
Dubes Mesir untuk Indonesia, HE. Baha El Deen Bahgat Ibrahim Dessouki bersama Pimpinan dan Guru-guru PM. Darussalam Gontor.
Pertemuan dengan seluruh santri berlangsung tertib dan lancar. Kiai Hasan membuka sambutan dengan sedikit bersyair tentang kemuliaan Mesir bagi Indonesia, khususnya bagi Gontor. “Mesirmu, Mesirku, Mesir umat muslim di seluruh dunia. Sejak zaman Presiden Gamal Abdel Nasser hingga Anwar Sadat serta Syaikh Mahmud Syaltut, Syaikh Ali Jad al-Haq, Syaikh Muhammad Sayyid Thontowi, dan Syaikh Ahmad Thayyib, hubungan Gontor dengan Mesir telah terbina dengan baik,” tutur beliau di sela-sela sambutan. Dengan Bahasa Arab yang apik, Kiai Hasan juga menjelaskan secara singkat sejarah, sistem, dan kurikulum pendidikan di Gontor.
Usai sambutan Kiai Hasan, Dubes Baha El Deen melanjutkan acara dengan memberikan sambutan di depan hadirin. Dengan Bahasa Arab ciri khas Mesir, beliau berbicara banyak hal terkait hubungan erat Mesir dengan Indonesia sejak zaman Soekarno hingga saat ini.
Uniknya, dalam pertemuan tersebut, dinyanyikan dua lagu kebangsaan, yaitu lagu Indonesia Raya dan lagu Biladi, Biladi, Biladi. Meski bukan lagu kebangsaan sendiri, seluruh santri serta guru-guru Gontor, tampak tidak menemui kesulitan dalam menyanyikan lagu Biladi, Biladi, Biladi.
Kunjungan diakhiri dengan shalat Dzuhur berjamaah di Masjid Jami’ serta jamuan makan siang di Aula Aligarh. Sebelum kembali terbang dari Solo menuju Jakarta, dalam perjalanan, rombongan Dubes juga mengunjungi Kampus Unida Gontor, serta melakukan pertemuan dengan santriwati Gontor Putri di Mantingan.binhadjid
GONTOR–Duta Besar Indonesia untuk Mesir, Komjen Pol Nurfaizi Suwandi, Ahad (17/1) lalu, melawat ke Pondok Modern Darussalam Gontor. Selain silaturahim, lawatan tersebut dilakukan dalam rangka pematangan konsep dan prosedur tetap (Protap) kunjungan Grand Syeikh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Thoyyib ke Gontor yang direncanakan akan dilaksanakan pada Kamis, 25 Februari 2016.
Setelah berbincang hangat di Kantor Pimpinan, Komjen Nurfaizi juga menyempatkan diri untuk berbicara dan memberi motivasi kepada segenap santri Gontor. Beliau menyampaikan nasihat tersebut kepada seluruh santri usai berjamaah shalat maghrib di Masjid Jami’. “Saya harap, dari Gontor ini akan lahir pemimpin-pemimpin umat di masa depan,” tutur Komjen Nurfaizi di sela-sela nasihat.
Lawatan Komjen Nurfaizi diakhiri dengan ramah tamah di Aula Aligarh dan dilanjutkan dengan perjalanan ke Solo guna penerbangan ke Jakarta.
Kunjungan Syaikh Ahmad Thoyyib sendiri rencana akan dilakukan mulai tanggal 21 Februari 2016 mendatang. Menurut agenda dari Kemenag RI, Syaikh Ahmad Thoyyib akan menggelar Courtesy Call dengan Presiden RI Joko Widodo, melakukan pertemuan dengan MUI, Majelis Hukama Muslimin, Ikatan Alumni Al-Azhar di Jakarta, kemudian menerima Gelar Doktor Honoris Causa dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, berkunjung ke PM Darussalam Gontor dan Unida, serta wawancara Mata Najwa di Metro TV. Beliau akan kembali ke Kairo pada Jumat, 26 Februari 2016.binhadjid
GONTOR – Guna kelancaran pelaksanaan Kunjungan Duta Besar Mesir, HE. Bahaa El Deen Bahgat Ibrahim Dessouki, pada Senin (1/2) mendatang, Panitia Peringatan 90 Tahun beserta sebagian santri menggelar Gladi Bersih Kunjungan Dubes Mesir ke PM Darussalam Gontor. Gladi bersih tersebut dilakukan pada Sabtu (30/1) siang, pukul 14.00 WIB di jalan seputaran dan dalam Balai Pertemuan Pondok Modern.
Gladi ini ditujukan guna mematangkan persiapan panitia dalam penyambutan. Selain itu juga agar para santri tahu apa yang harus mereka lakukan saat kunjungan mendatang. Gladi diawali dengan pembentukan ‘pagar betis’ oleh siswa Kelas 5 KMI di sepanjang jalan gerbang Pondok menuju masjid. Kemudian saat tamu datang, rombongan mobil diiringi dengan Marching Band menuju ke depan Kantor Pimpinan. Panitia pun juga menggladi seluruh rentetan acara, termasuk pertemuan dengan Dubes di aula.
Menurut rencana, Dubes Mesir nantinya juga akan mengunjungi Kampus Unida Siman dan Gontor Putri. Seluruh kunjungan tersebut dilakukan pada Senin (1/2) esok.binhadjid
GONTOR–Guna mempererat tali silaturahim dan membahas persiapan pengamanan Peringatan 90 Tahun, Kapolres Ponorogo, AKBP Ricky Purnama, S.IK, MH, beserta rombongan Polres Ponorogo bersilaturahim ke PM Darussalam Gontor, Sabtu (30/1/2016) pagi.
Kapolres dan rombongan diterima langsung oleh Pimpinan Pondok, K.H. Hasan Abdullah Sahal dan K.H. Syamsul Hadi Abdan, di Kantor Pimpinan PMDG. Rombongan yang berjumlah sekitar 10 orang tersebut datang ke Gontor pada pukul 10.00 WIB.
Selain bersilaturahim, AKBP Ricky juga mengutarakan keinginan untuk menggandeng Pondok Gontor dalam menghadapi gerakan-gerakan terorisme yang dewasa ini terjadi, termasuk di dalamnya Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Usaha dalam menghilangkan ideologi terorisme di Ponorogo ini dilakukan oleh Polres dengan berbagai macam usaha, karena menggandeng Gontor, maka yang dikhususkan adalah bidang pendidikan.
Di akhir pembicaraan, kedua belah pihak turut membahas persiapan Pondok dalam menghadapi Peringatan 90 Tahun. Termasuk di dalamnya adalah pengamanan Pondok dan sekitarnya, karena dalam kalender panitia, banyak sekali tokoh-tokoh nasional dan internasional yang akah dihadirkan dalam peringatan tersebut.binhadjid
GONTOR–Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) telah memberikan “kunci” untuk segenap santrinya guna meraih kesuksesan. Untuk itu, setiap santri harus bergerak aktif dalam mengembangkan bakatnya. Salah satu media Gontor untuk mengeksplorasi bakat santri adalah dengan menggelar acara pameran seni dan ketrampilan. Bukan hanya pameran, melainkan di dalamnya juga terdapat pendaftaran bagi santri yang belum mempunyai kegiatan ekstakulikuler. Pendaftaran untuk masuk suatu klub atau kursus sesuai dengan animo masing-masing.
Jum’at (8/1), Gontor kembali menggelar acara yang biasa disebut dengan Art and Handy-Craft Show. Acara tahunan tersebut digelar di halaman Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) untuk klub-klub olahraga, dan di dalam balai untuk kursus-kursus ketrampilan dan kesenian.
Selain untuk mengisi kekosongan santri, acara yang dibuka oleh Ustadz Muhammad Sabar, M.A tersebut juga bertujuan untuk menggali potensi santri. Karena ini semua akan menjadi bekal mereka kelak ketika kembali ke masyarakat. sahir88
GONTOR–Kegiatan kepramukaan di Gontor kembali aktif seperti sebelumnya. Pembukaan tersebut dilaksanakan dalam bentuk upacara resmi pada hari Kamis, 7 Januari 2015 oleh Ustadz Saeful Anwar. Acara berlangsung khidmat di bawah teriknya matahari, walau demikian, seluruh adika tetap semangat untuk berbaris tertib di halaman Balai Pertemuan. Acara dilanjutkan dengan pembacaan absen disiplin kepramukaan di setiap gugus depan oleh masing-masing kakak pembina.
Pada semester kedua ini, kegiatan kepramukaan akan lebih padat dari semester pertama, mengingat banyaknya kegiatan tahunan yang telah terjadwal pada semester kedua. Seperti pergantian pengurus Koordinator Gerakan Pramuka, Perkemahan Kamis-Jum’at, Kursus Mahir Tingkat Lanjutan (KML), Saka Bhayangkara, Musyawarah Gugus Depan (Mugus), Ambalan Gembira, dan kegiatan ekstrakurikuler lainnya.
Diharapkan dari aktifnya kembali kegiatan kepramukaan ini, seluruh adika dapat memperbaharui niat dalam belajar di pesantren ini. Sand88