Home Blog Page 427

Unit Usaha Latansa Gontor Resmi Beroperasi

0

GONTOR–Guna meningkatkan perkembangan ekonomi proteksi, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) K.H. Hasan Abdullah Sahal meresmikan unit usaha Latansa Gontor. Unit usaha yang terletak di jalan Sultan Agung No.21, Kec. Ponorogo, Kabupaten Ponorogo ini resmi dibuka pada hari Rabu (16/12).

Turut hadir dalam acara ini Pimpinan PMDG, Ketua-ketua Lembaga PMDG, Guru-guru senior. Bahkan juga mengundang Bapak Camat Ponorogo dan beserta segenap karyawan Latansa Gontor. Unit Usaha ini bukan hanya bertujuan memperoleh keuntungan, akan tetapi untuk sarana dakwah bahwasanya pondok pesantren bisa hidup mandiri,” ujar K.H. Hasan Abdullah Sahal, dalam sambutanya.

Unit usaha ini dialokasikan dalam satu gedung yang terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama; ada tiga unit usaha, diantaranya; Latansa Toko Peralatan Olah Raga (Sport Shop), dan Latansa Apotik. Lantai kedua; Latansa Buku, dan Lantai ketiga; Ruangan untuk staf dan karyawan.

Unit usaha ini menunjukkan bahwa Pondok Modern Darussalam Gontor bisa hidup mandiri dalam mengembangkan pondok. Dan ini juga merupakan salah satu wujud Panca Jiwa pondok yang telah ditanamkan oleh trimurti. aflah19

Kali Kedua, Syaikh Belaid Al-Khattath Kunjungi Gontor

0

GONTOR–Pada tahun ini, tepatnya (10–17/ 9), Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) kedatangan tamu yang spesial, yaitu Syaikh Belaid Hamidi Al-Khattath. Bersama istri, perjalanan syaikh asal Maroko tersebut diawali dengan silaturrahim kepada Pimpinan Pondok dan Rektor Universitas Darussalam (Unida) Gontor. Pada sore harinya, beliau menghadiri acara pemberian ijazah kepada 44 orang santri dan beberapa orang guru Gontor di Masjid Jami’. Selain itu, beliau juga mengisi Seminar tentang Kaligrafi untuk para mahasiswa di Unida Gontor.

Keesokan harinya, beliau berkunjung ke Gontor Putra Kampus 3 dan Putri Kampus 1, untuk melihat perkembangan santri dan santriwati dalam belajar khot. Kedatangan beliau ke Gontor memberi pengaruh yang sangat besar bagi motivasi santri dalam mendalami khot.

Dalam pembelajaran khot, dikenal sebuah istilah “silsilah”. Di mana setiap orang yang sudah mendapat ijazah bisa memberi ijazah kepada orang lain dalam bidang khot. Ustadz Muhammad Nur, Lc., salah satu guru senior PMDG, merupakan murid pertama yang kemudian mampu mengembangkan bakatnya di pondok ini. Tahun lalu, sebanyak 13 orang dari santri dan guru asuhan Ustadz Nur mampu mendapatkan ijazah. Pada tahun ini, jumlah tersebut meningkat hingga 44 orang guru dan santri, baik dari kampus pusat maupun cabang. Sand88

Jelang Peringatan 90 Tahun Gontor, Temu Tokoh Alumni Digelar di Jakarta

0

JAKARTA–Guna mempererat tali silaturahim antaralumni Gontor serta dalam rangka sosialisasi Peringatan 90 Tahun Gontor, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor mengadakan pertemuan tokoh-tokoh alumni Gontor. Pertemuan tersebut dilaksanakan pada Ahad (24/1) malam di Grand Cemara, Menteng Jakarta Pusat.

Selain Anggota Badan Wakaf Gontor, hadir diantara para tokoh alumni Gontor: Lukman Hakim Saifuddin (Menteri Agama RI), Abdurrahman Fakhir (Wakil Menteri Luar Negeri), Husnan Bey Fananie (Dubes RI untuk Azerbaijan), Musthofa Taufik Abdul Latif (Dubes RI untuk Oman), Maftuh Basyuni (Mantan Menteri Agama), Muzammil Basyuni (Mantan Dubes RI untuk Syria), Zulkifli Muhadli (Ketua Forum Pesantren Alumni Gontor), Suhaili Kalla (Pengusaha, saudara dari Jusuf Kalla), Dr. H. Satori Ismail (Ketua Ikatan Da’i Indonesia), H. Bahtiar Nasir (Sekjen MIUMI), H. Ihwanul Kiram (Kepala Pemberitaan Republika), Dr. H. Muh. Emnis Anwar (Ketum Al-Ittihadiyah), Dr. Yudi Latif (Ketua Reform Institute), dan H. Johnson (Dewan Koperasi Indonesia).

Masih ada belasan tokoh lain yang tidak dapat menghadiri pertemuan tokoh itu, dikarenakan padatnya kesibukan serta jauhnya jarak bagi yang berdomisili di luar Jakata.binhadjid

Sidang Badan Wakaf Ke-75 Digelar di Jakarta

0

JAKARTA – Menjelang Peringatan 90 Tahun yang akan tiba dalam hitungan bulan, Badan Wakaf PM Darussalam Gontor menggelar Sidang ke-75 di Kantor Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC), Menteng, Jakarta Pusat. CDCC sendiri merupakan organisasi bentukan Prof. Dr. KH. Dien Syamsuddin yang merupakan salah satu Anggota Badan Wakaf PM Darussalam Gontor.

Sidang kali ini sengaja dilaksanakan di Jakarta, karena berkaitan dengan pelaksanaan Silaturahim Nasional Forum Pesantren Alumni di Tangerang dan Temu Tokoh Alumni Gontor yang dilaksanakan di Grand Cemara, Menteng, Jakarta Pusat.

Menyesuaikan dengan jadwal masing-masing Anggota Badan Wakaf, maka Sidang kali ini dilaksanakan pada tiga sesi. Sesi pertama digelar pada Sabtu (24/1) pagi, dilanjutkan pada Sabtu malam, dan Ahad pagi. Guna kemudahan mobilitas, sebagian Anggota Badan Wakaf menginap di Grand Cemara yang berjarak +300 meter dari Kantor CDCC.binhadjid

Tiga Belas Anggota Badan Wakaf Hadiri Silatnas Forum Pesantren Alumni

0

TANGERANG – Sebanyak 13 orang Anggota Badan Wakaf, termasuk diantaranya Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, turut menghadiri Pembukaan Silaturahim Nasional Pimpinan Pesantren Alumni Gontor, Sabtu (23/1) malam, di Hotel Siti, Tangerang. Dalam kesempatan tersebut, hanya Prof. Dr. KH. Dien Syamsuddin dan KH. Rusydi Bey Fananie yang tidak hadir dari jajaran Anggota Badan Wakaf PM Darussalam Gontor.

Acara yang diselenggarakan oleh Forum Pesantren Alumni ini diikuti oleh 283 orang Pimpinan/Kiai Pesantren Alumni Gontor. Forum Pesantren Alumni tersebut kini diketuai oleh Dr. KH. Zulkifli Muhadli, adapun acara Silatnas tersebut diketuai oleh KH. Shofwan Manaf.

Pembukaan acara yang dimulai pada 20.00 WIB tersebut, diawali dengan sambutan Dr. KH. Zulkifli Muhadli selaku ketua FPA, dilanjutkan dengan sambutan dari KH. Yusuf Mansur, Gubernur Banten Rano Karno, serta diakhiri dengan doa dari KH. Syamsul Hadi Abdan. Adapun Kiai Hasan, pada kesempatan tersebut juga memberikan sambutan di tengah acara diskusi panel yang diselenggarakan usai pembukaan Silatnas.binhadjid

Bumikan Jurnalistik di PMDG, ITQAN Gelar Seminar Jurnalistik dan Bedah Buku Kemi 3

0

DARUSSALAM –  Demi memperkenalkan dan membumikan jurnalistik di kalangan santri santri PMDG Pusat, ITQAN Group, salah satu instansi penerbit majalah santri menyelenggarakan seminar jurnalistik dan bedah buku Kemi 3 yang bertempat di Balai Pertemuan Pondok Modern (PMDG). Seminar tersebut mendatangkan seorang novelis, Ma’mun Affany, yang mana salah satu novelnya sudah diangkat ke layar lebar; Kehormatan Di Balik Kerudung, kemudian seorang Public Speaker Nasional, Heppy Chandrayana, dan penulis serial novel Kemi, Dr. Adian Husaini.

Seminar dimulai pada Jum’at (22/1) pagi, dengan sesi pertamanya mengenai public speaking yang dibawakan oleh Ustadz Heppy Chandrayana. Sesi kedua dilangsungkan pada siangnya, yaitu tentang jurnalistik yang disampaikan oleh Ustadz Ma’mun Affany. Adapun sesi ketiga dilaksanakan pada Sabtu (23/1) siang dengan acara bedah buku novel Kemi 3 yang dipaparkan oleh penulisnya langsung, Dr. Adian Husaini. Semua narasumber yang diundang merupakan alumni dan anshar PMDG: Ustadz Heppy Chandrayana adalah alumni tahun 2001, Ustadz Ma’mun Affany adalah alumni 2005, dan Dr. Adian Husaini adalah dosen pasca sarjana di Universitas Darussalam (Unida) Gontor. irba

K.H. Hasan Abdullah Sahal, Resmikan Latansa Gontor

0

GONTOR – Guna meningkatkan perkembangan ekonomi proteksi, Pimpinan PMDG K.H. Hasan Abdullah Sahal meresmikan unit usaha Latansa Gontor. Unit usaha yang terletak di jalan Sultan Agung No.21, Kec. Ponorogo, Kabupaten Ponorogo resmi dibuka pada hari Rabu (16/12). Unit usaha ini baru selesai dalam tahap pembangunan gedung baru.

Turut hadir dalam acara ini Pimpinan PMDG, Ketua-ketua Lembaga PMDG, Guru-guru senior. Bahkan juga mengundang Bapak Camat Ponorogo dan beserta segenap karyawan Latansa Gontor. Unit Usaha ini bukan hanya bertujuan memperoleh keuntungan, akan tetapi untuk sarana dakwah bahwasanya pondok pesantren bisa hidup mandiri,” ujar K.H. Hasan Abdullah Sahal, dalam sambutanya.

Unit usaha ini dialokasikan dalam 1 gedung yang terdiri dari 3 lantai. Lantai 1; ada 3 unit usaha, diantaranya; Latansa Toko Peralatan Olah Raga (Sport Shop), dan Latansa Apotik. Lantai 2; Latansa Buku, dan Lantai 3; Ruangan untuk staf dan karyawan.

Unit usaha ini menunjukkan bahwa Pondok Modern Darussalam Gontor bisa hidup mandiri dalam mengembangkan pondok. Dan ini juga salah satu Panca Jiwa pondok yang telah ditanamkan oleh trimurti. Aflah19

Selamat Belajar, Anak-anakku!

0

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Disiplin, menurut bahasa berarti peraturan yang ditaati. Berdisiplin berarti menaati peraturan. Yang tidak menaati peraturan berarti tidak berdisiplin.
Manusia akan dihormati dan dihargai karena dia berdisiplin. Pondok ini berdisiplin, oleh karenanya, pondok kita ini dihargai dan dihormati. Disiplin pondok ini bukan hanya disiplin berlajar. Namun segala disiplin yang ada di pondok ini, tidak lain adalah untuk membentuk alumninya menjadi mundzirul qaum. Tidak hanya menjadi orang yang pintar, benar, dan baik, tapi juga menjadi orang yang berguna. Banyak orang yang tidak faham dengan beberapa disiplin pondok, karena dikiranya, pondok ini hanya untuk belajar.
Ingatlah anak-anakku sekalian! Kalian berada di pondok ini adalah untuk dididik menjadi pendidik. Bila kalian nanti menjadi seorang pedagang, jadilah pedagang yang tidak hanya sekedar kaya, tetapi pedagang yang baik, benar, dan berguna. Pedagang yang mampu mendidik pedagang-pedagang lainnya, sehingga mereka menjadi pedagang yang baik.
Bila kalian nanti, menjadi karyawan, maka jadilah karyawan yang mampu mendidik karyawan lainnya. Kalau kalian nanti menjadi wakil rakyat, maka jadilah wakil rakyat yang baik. Jadilah wakil rakyat yang bisa mendidik wakil rakyat lainnya. Rusaknya bangsa ini, karena banyak wakil rakyat yang tidak baik. Kalau nanti kamu menjadi presiden, naudzubillah kamu menjadi presiden yang tidak baik. Maka jadilah presiden yang baik! Jadilah presiden yang bisa mendidik rakyat! Jadilah presiden yang bisa mendidik presiden lainnya di dunia ini.
Jangan menjadi orang yang hanya bisa mengajar, tapi jadilah orang yang juga mampu mendidik!
Rindu kami kepada kalian begitu dalam. Begitupun seharusnya, rindu kalian terhadap kami dan pondok ini juga harus dalam. Kamu harus kangen dengan pondok. Kamu harus kangen dengan segala dinamika kegiatan yang ada di pondok. Kamu harus kangen dengan pendidikannya. Kamu harus kangen dengan pengajarannya. Kamu harus kangen dengan ruh keikhlasannya. Kamu harus kangen dengan jiwa perjuangannya. Kamu karus kangen dengan disiplinnya. Majunya pondok, salah satunya karena disiplin. Rusak dan hancurnya pondok karena rusak dan hancurnya disiplin, na’udzubillah. Maka beruntunglah kalian bisa merasakan pendidikan ini. Jangan pernah bosan menjadi seorang santri.
Segala disiplin yang ada di pondok ini, untuk siapa? Segala disiplin yang ada di pondok ini, tidak lain adalah untuk santri sendiri. Insya Allah semua disiplin ini, sudah kita pertimbangkan baik buruknya dengan musyawarah dan kebersamaan. Allah sangat cinta kepada hamba-Nya. Kewajiban shalat, puasa, zakat, dan lain sebagainya adalah wujud cinta Allah kepada umatnya. Semua perintah dan larangan yang ada di Qur’an, bukan untuk Allah, tapi lima yuhyikum. Sampai qisas pun, juga demi kelangsungan hidup manusia.
Wali kelas dan guru sering memanggil kalian. Diajari di depan kamar, dinasihati, diawasi, dievaluasi, dimotivasi, diajak bermain futsal, dan lain sebagainya. Ini adalah bentuk cinta kasih dan kepedulian wali kelas dan guru kepada kalian. Kita teruskan suasana indah seperti ini.
Biar dunia terbakar, kita!, Gontor!, tetap mendidik! Dunia sekarang ini memaksa kita untuk sibuk mencari hal-hal yang tidak penting. Keadaan dunia memaksa kita untuk menjadi orang yang tidak baik. Jangan sampai harga diri dan akhlak kita terjual dengan harga yang murah. Maka pondok ini memaksa kita untuk menjadi orang baik dengan segala kekuatan yang ada. Lebih baik berbuat, meskipun salah. Daripada tidak berbuat karena takut salah. Berbuatlah!, bergeraklah!, itu semua berbarakah!
Selamat anak-anakku sekalian, kalian telah menjadi santri yang berdisiplin. Selamat belajar anak-anakku, belajarlah dengan sepenuh hati. Kita perjuangkan pondok ini bersama-sama. Jadilah mundzirul qaum!

Disampaikan oleh K.H. Hasan Abdullah Sahal pada Pembukaan Tahun Ajaran Semester II. BPPM, Sabtu, 2 Januari 2016

Gontor Berpartisipasi dalam International Scout Camp di Minangkabau

0

TANAH DATARKembali lagi Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengirimkan dan mengikutsertakan beberapa perwakilannya untuk ikut berpatisipasi dalam even keparamukaan Internasional. Kegiatan yang bernama Minangkabau International Scout Camp (MISC) diikuti oleh negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Walaupun jauh di luar pulau Jawa, hal ini tidaklah menjadi penyebab turunnya semangat dan lemahnya santri-santri dalam mengikuti berbagai acara disana.

Kegiatan MISC ini berlangsung selama enam hari, 23–28 Desember 2015 yang dipenuhi dengan acara beraroma kepramukaan. Peserta berjumlah 1.773 orang, terdiri dari 1.423 orang peserta dalam negeri, 132 orang peserta dari luar negeri, dan 350 orang panitia.

Ikut hadir dalam penutupan acara tersebut ialah Pejabat Bupati Tanah Datar, Sumatera Barat, Bapak Sudirman Gani yang selanjutnya menutup secara resmi kegiatan ini.

“Jambore pramuka internasional ini selain sebagai ajang promosi wisata, juga untuk meningkatkan hubungan silaturahim sesama pelajar dari berbagai daerah di Indonesia dan negara tetangga,” ungkapnya saat menutup acara di Istana Basa Pagaruyung.

Ia menyebut, Minangkabau International Scout Camp ini digelar atas prakarsa alumni pesantren Gontor yang bekerjasama dengan Pemprov Sumbar dan Pemkab Tanah Datar.

Di samping itu, Ketua Kwarcab Pramuka Tanah Datar, Aulizul Syuib berharap kepada seluruh peserta perkemahan untuk senantiasa memiliki kepribadian iman yang kuat, bertaqwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, budaya disiplin, dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa.

“Karena itu, niatkan dalam diri masing-masing bahwa santri pondok pesantren anti narkoba, anti kekerasan, anti tawuran, dan anti perbuatan maksiat,” ingatnya.

Ia menambahkan, Kwarcab Tanah Datar bertekad untuk tetap konsen dalam membangun kepribadian generasi muda terutama melalui kegiatan perkemahan pramuka seperti ini. biibmufassir

Gedung Madani, Kantor Panitia Peringatan 90 Tahun Gontor

0

GONTOR–Rapat koordinasi sekretaris Panitia Peringatan 90 Tahun Gontor pada Rabu (6/1) menjadi kegiatan pertama yang dilaksanakan di kantor baru di Gedung Madani. Gedung yang terletak di sebelah utara Masjid Jami’ Gontor tersebut resmi difungsikan setelah instruksi Bapak Pimpinan kepada panitia untuk segera menempatinya.

Sebelumnya, gedung dua lantai tersebut adalah gudang yang dimanfaatkan oleh staf Pengasuhan Santri untuk menyimpan perlengkapan sound system. Hal ini menyebabkan terjadinya beberapa kerusakan pada bagian pintu, jendela, dan lantai. Namun, dalam kurun waktu satu bulan, panitia yang bekerja sama dengan Bagian Pembangunan telah berhasil merenovasi semuanya. Dan sekarang, gedung tersebut sudah menjadi sebuah kantor yang bagus dan indah.

Dalam pembagian kepanitiaannya, Gedung Madani dibagi menjadi dua. Pertama, adalah lantai atas, yang akan dioptimalkan untuk kantor panitia dari jajaran santri. Dan kedua, tiga ruangan di lantai bawah yang saat ini telah digunakan oleh panitia dari guru. Ruangan pertama, sebelah timur, berfungsi untuk ruang kerja. Di dalamnya terdapat lima komputer lengkap dengan segala perangkatnya, serta beberapa kebutuhan dasar untuk sebuah kepanitiaan.

Adapun ruangan tengah, digunakan untuk ruang tamu. Mengingat akan seringnya panitia dalam berurusan dengan tamu, tokoh, pejabat, dsb. Dan ruangan terakhir, terletak di pojok barat, berguna untuk ruang istirahat. Ruang istirahat yang sengaja disiapkan untuk panitia harian agar dapat fokus dalam bekerja dalam kepanitiaan ini. B. Dasasta