Home Blog Page 449

Kapolres Ponorogo: Amar Ma’ruf bil Ma’ruf, Nahi Munkar bil Ma’ruf

0

GONTOR–Mengawali dinas debutnya periode ini, Kepala Polisi Resort (Kapolres) Ponorogo, AKBP Ricky Purnama, S.I.K. bersilaturahim ke Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Bersama rekannya, Kepala Satuan (Kasat) Intel Polres Ponorogo, Bapak Moelyono, kunjungan rohani tersebut berlangsung pada Sabtu (25/4) tepat setelah Shalat Maghrib di Kantor Pimpinan PMDG.

“Gontor ini sudah berkelas nasional, bahkan internasional”, ungkap pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres di Kota Pasuruhan itu saat bertemu Pimpinan PMDG.

Selain Bapak Pimpinan PMDG, K.H. Syamsul Hadi Abdan, turut hadir dalam penyambutan tamu tersebut Direktur KMI, K.H. Masyhudi Subari, Ketua Yayasan, H. Imam Shobari, dan Ketua Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) H. Ismail Abdullah Budi Prasetyo.

Walau potensi kriminal di Kota Ponorogo sangat kecil, namun beliau menekankan betapa pentingnya kerja sama dan gotong-royong antara Pondok Pesantren dengan pihak Kepolisian.

“Memang, potensi kriminal di daerah ini sangat kecil, tapi kami tetap mohon do’a dan dukungan, untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Ponorogo” selanya saat asyik berbincang dengan para sesepuh PMDG.

Satu hal yang begitu ditekankan oleh polisi bersuku padang namun lancar berbahasa Jawa itu, tentang pembasmian kriminal yang telah mengakar di Indonesia ini dengan cara yang baik, dan itulah metode yang diterapkan pada periode saat ia masih menjabat Kapolres di Kota Pasuruhan.

“Bagi saya, cara tepat menanggulangi kejahatan adalah dengan Amar Ma’ruf bil Ma’ruf, Nahi Munkar bil Ma’ruf”, tegasnya sambil diiringi canda tawa. Yang berarti bahwa, kejahatan tidak harus dihadapi dengan kejahatan, namun di sana terdapat jalan lain untuk membasminya, yaitu kebaikan.

Usai bersilaturahim, rombongan yang berjumlah sekitar 10 orang tersebut menyempatkan diri untuk berfoto bersama di depan Kantor Pimpinan, sebelum akhirnya berangkat melanjutkan perjalanannya. B. Dasasta

Sebesar Keinsyafanmu, Sebesar Itulah Keuntunganmu

0

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Anak-anakku sekalian,
Alhamdulillah, kegiatan belajar mengajar dan kegiatan pendidikan di pondok kita, baik di kampus pusat maupun di kampus-kampus lainnya berjalan relatif lancar. Walaupun banyak kekurangan, tapi kekurangan itu tidak membuat kita diam dan tidak bergerak. Kita akan terus bergerak dan berjuang semaksimal mungkin.
Selama kurang lebih lima puluh dua tahun saya mengikuti perjalanan kehidupan pondok dengan segala dinamika kegiatan pengajaran dan pendidikannya, tidak ada yang berubah dari sistemnya, nilainya, dan jiwanya, bahkan tidak akan pernah berubah.
Setiap kali kita akan memulai satu kegiatan, pasti akan diarahkan. Guna dari pengarahan adalah agar kita tidak salah niat, agar kita tidak salah pengertian sehingga nantinya kita tidak menyesal, tidak kecewa dan mengecewakan, tidak rugi dan merugikan. Sebesar keinsyafanmu, sebesar itulah keuntunganmu. Di dalam arahan, tidak ada yang tidak penting, semua yang diarahkan adalah hal-hal yang sangat penting. Materi-materi yang akan disampaikan pada setiap pengarahan sudah dipikirkan, sudah dibicarakan, dan sudah dipertimbangkan dengan sematang-matangnya.

Anak-anakku sekalian,
Kenapa Pak Zar mendirikan Pondok Modern Darussalam Gontor dengan kurikulum Kulliyatul Mu’allimin al-Islamiyah? Kenapa beliau tidak mendirikan Pondok Modern Darussalam Gontor dengan kurikulum pengajaran Madrasah ‘Aliyah ataupun Madrasah Tsanawiyah? Ketika Indonesia masih di bawah penjajahan Belanda, beliau merasa tidak puas dengan kinerja para guru pada waktu itu yang hanya berorientasi kepada pekerjaan dan materi duniawi. Oleh karena itulah, Pak Zar mendirikan Kulliyatul Mu’allimin al-Islamiyah. Beliau berharap, KMI bisa menelurkan guru-guru yang berkualitas ilman, adaban, wa ibadatan.
Pondok Modern Darussalam Gontor adalah tempat untuk menyemai bibit-bibit unggul seorang guru. Guru-guru yang siap untuk ditanam dan tumbuh berkembang di berbagai tempat. Guru-guru yang siap berjuang di berbagai medan untuk membela dan memperjuangkan Islam. Walaupun ditanam di tempat yang kurang subur, bibit unggul tersebut masih bisa tumbuh dan berkembang. Apalagi kalau tanah medan perjuangannya adalah tanah yang subur, dia akan tumbuh besar dan bisa memberi manfaat kepada masyarakat. Insya Allah.
Salah satu metode yang Pondok Modern Darussalam Gontor gunakan untuk menyemai bibit-bibit unggul tadi adalah At-tarbiyah al-‘amaliyah atau ujian praktek mengajar. At-tarbiyah al-‘amaliyah merupakan warisan nilai, jiwa dan sistem dari Trimurti. Harus terus dilestarikan, diteruskan, dan diperjuangkan. Anak-anak alumni Gontor sudah mampu mengajar materi yang diajarkan pada tingkat tsanawiyah bahkan ‘aliyah, dan itu sudah terbukti. Lulusan KMI yang setingkat ‘aliyah sudah mampu mengajar balaghah ma’ani, badi’ dan bayan, sudah mampu mengajar fiqh menggunakan buku bulughul maram, dan bidayatul mujtahid.

Anak-anakku sekalian,
Alangkah beruntungnya anak-anak yang bisa mendapatkan dan merasakan pendidikan di Gontor.

o Seminggu di Gontor kemudian keluar,
Mereka akan tahu bahwa segala kegiatan di PMDG diatur. Dari cara tidur, cara mandi, cara makan, cara belajar, cara berpakaian, cara berbicara, dan sebagainya. Segalanya diatur, diarahkan, dan dibimbing.

o Hidup sebulan,
Mereka akan mengikuti kegiatan Khutbatul Arsy. Kehidupan yang akan mereka jalani selama setahun ke depan akan diperlihatkan dan diperkenalkan melalui beberapa kegiatan-kegiatan, kemudian diterangkan secara menyeluruh oleh Pimpinan Pondok. Dengan demikian, mereka akan mengetahui kemana arah jalan pondok ini, sehingga faham betul bagaimana harus bersikap. Bila arah tujuan pondok tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan, maka mereka bisa langsung angkat kaki dan keluar dari pondok ini. Namun, bila arah tujuan pondok sesuai dengan yang mereka harapkan, mereka bisa langsung bersiap, memperbaharui niat, memantapkan tekad, dan segera menyesuaikan diri dengan segala aktivitas yang ada.

o Menjadi santri KMI kelas satu,
Setelah Khutbatul Arsy, mereka akan dibaiat oleh Pimpinan untuk menjadi santri, “Siapkah anak-anakku untuk mengikuti perahu ini? kalau siap, naiklah! kalau tidak siap, silahkan pulang!”. Mereka yang menjawab siap berarti telah resmi menjadi santri Pondok Modern Darussalam Gontor.
Di kelas ini, akan diajarkan pelajaran dasar lagi, akan ditanamkan semua pelajaran-pelajaran dasar itu dengan sangat kuat. Dengan begitu, santri kelas satu sudah mampu menjadi Kyai. Karena mereka sudah mengerti tata cara shalat jenazah, tayamum, khutbah Jum’at, berpidato, manasik haji, dan berbahasa Arab.

o Menjadi santri KMI kelas dua,
Materi yang diajarkan hampir sama dengan kelas satu, hanya saja disampaikan dengan bahasa Arab. Berfungsi untuk latihan praktek berbahasa dasar dan juga memperkuat dasar pelajaran yang pernah diajarkan di kelas satu. Ibarat bangunan, inilah pondasinya.

o Menjadi santri KMI kelas tiga,
Di kelas ini banyak materi yang tidak diajarkan di kelas satu dan kelas dua. Mereka sudah mulai diperkenalkan dengan masalah-masalah khilafiyah dan akan diarahkan oleh guru pengajarnya bagaimana menyikapinya. Seperti Ushul Fiqh, tarbiyah, faraidh. Santri kelas tiga layaknya bangunan yang pondasinya telah dibangun kuat, yang siap dibangun di atasnya tiang-tiang penyangga.

o Menjadi santri KMI kelas empat,
Mereka sudah memasuki masa-masa dewasa. Kerusakan pemuda sering terjadi di masa ini, karena pengaruh buruk lingkungan yang luar biasa. Pendidikan dari kelas tiga yang setingkat tsanawiyah tidak boleh diberhentikan. Pendidikan dari tingkat tsanawiyah masih sangat mengkhawatirkan, masih kurang kuat, maka harus diteruskan ke tingkat ‘aliyah. Santri kelas empat sudah mulai dipersiapkan untuk meneruskan jenjang pendidikan ke tingkat perguruan tinggi. Mereka akan diajari materi tata negara, balaghah, tarikh hadlarah. Pengajaran materi fiqh, ushul fiqh, dan tarbiyah, diajarkan dengan materi yang lebih luas dan mendetail.

o Menjadi santri KMI kelas lima,
Di kelas, dengan buku bidayatul mujtahid, mereka mulai diajarkan tentang ajaran-ajaran beberapa madzhab. Ditambah dengan kegiatan fathul kutub, mereka akan diperkenalkan dengan kitab-kitab turats. Mereka membacanya, memahaminya, mengambil intisarinya, dan mempresentasikannya.
Tingkat kedewasaan santri kelas lima sudah bisa diatur dan diarahkan. Ditambah dengan tanggung jawab dan amanat menjadi pengurus rayon. Mereka akan berlatih untuk membuat keputusan sebijak mungkin, berlatih mengontrol diri, berlatih untuk memimpin, berlatih untuk membagi dan mengatur keuangan, waktu, tenaga, fikiran, dan perasaan antara tugas di rayon, di kelas, di club, di konsulat, kebutuhan pribadi, dan belajar.

o Menjadi Siswa Akhir KMI,
Kegiatan-kegiatan Siswa Akhir KMI sangat jauh berbeda dengan kegiatan-kegiatan adik kelasnya. Ibarat memanjat pohon, si pemanjat sudah berada di ujung pohon tempat buah-buah menggantung. Namun, di atas sana banyak terdapat rintangan, godaan, dan gangguan. Kesabaran, ketaatan, kekuatan badany dan ‘aqly benar-benar diuji di masa ini. Daya kepemimpinan mereka akan dipertajam dengan berlatih menjadi imam shalat di Masjid Jami’, menjadi khatib shalat Jum’at, bertugas di OPPM dan KGP, mengikuti fathul kutub, menjadi pengawas latihan pidato, mengajar pelajaran sore, menguji ujian lisan, dan mengawas ujian tulis, dan tarbiyah amaliyah. Setelah amaliyah, mereka akan menghadapi ujian lisan dan ujian tulisan. Dalam ujian ini, seluruh materi yang pernah diajarkan dari kelas satu hingga kelas enam akan diujikan. Dengan bimbingan yang intensif dan do’a, Insya Allah mereka bisa menghadapi ujian ini.
Kemudian Rihlah Tarbawiyah dan Pembekalan Intensif, kegiatan ini merupakan kewajiban pondok kepada santrinya untuk diberi bekal sebanyak mungkin sebelum mereka keluar dan berjuang di masyarakat. Mereka akan diberi pengarahan dan bimbingan tentang kondisi lingkungan di luar pondok. Diharapkan, mereka tidak lagi canggung bagaimana harus bergerak, mereka akan mengetahui kapan harus bergerak dan kapan harus menghindar, tahu kapan harus maju dan kapan harus berhenti, dan mampu menjaga diri dari miliu yang negatif.

o Menjadi guru Pondok Modern Darussalam Gontor,
Mengabdi di Pondok Modern Darussalam Gontor dengan mengajar, kuliah, dan bertugas di pos-pos tertentu selama satu, dua, tiga, empat, lima, enam tahun, tentunya keuntungan yang didapat sangatlah luar biasa. Semakin lama mengajar dan mengabdi, semakin banyak keuntungan yang didapat.
Dengan begitu, sempurnalah pendidikan yang diberikan PMDG kepada santrinya.

Anak-anakku sekalian,
Selama dua puluh empat jam, santri dan guru bertemu, hidup bersama dalam satu komplek pondok, bertatap muka, bercengkrama, bekerja, dan belajar bersama. Selama itu pula santri diawasi, diarahkan, dibimbing, dievaluasi, dan dinasihati. Begitulah pendidikan di PMDG ini berjalan setiap detiknya.
Santri menghormati gurunya dan guru menyanyangi santrinya, santri ikhlas diajar dan guru ikhlas mengajar, santri mendoakan gurunya dan guru mendoakan santrinya. Suasana ini begitu indah. Beruntunglah bagi kalian yang merasakan pendidikan seperti ini. Sebesar keinsyafanmu, sebesar itulah keuntunganmu. Semoga suasana indah seperti ini bisa tetap abadi hingga akhir zaman. Amin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Disampaikan oleh K.H. Syamsul Hadi Abdan pada Pengarahan Amaliyah Tadris Siswa Akhir KMI 2015
BPPM, Senin, 23 Maret 2015
farouq

 

AG: Acara Sukses Jika Peserta Bergembira

0

DARUSSALAM-Suasana Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang padat dengan manusia berseragam cokelat setiap hari Kamis itu menjadi bukti nyata akan realisasi orientasi kemasyarakatan yang selama ini didengungkan, karena kegiatan kepramukaan menyimpan ribuan konsep kebersamaan sebagai bekal hidup di masa depan.

Walau interaksi pendidikan dan pengajaran tidak hanya terjadi pada hari Kamis saja, namun hari tersebut menjadi sakral dengan banyaknya kegiatan yang diselenggarakan pada hari tersebut. Selain itu, kegembiraan dan keceriaan santri PMDG yang tidak dapat semerta-merta dilampiaskan, dapat dengan leluasa diluapkan dengan beberapa kegiatan pada hari itu; bernyanyi, menyusun tongkat pioneering, membuat hasta karya, berkemah, berlatih pidato, dsb.

Pada Kamis kali ini (23/4), Pesta Ambalan Gembira (AG) yang khusus diadakan untuk Siswa Kelas 3 Intensif dan Kelas 4 berlangsung dengan lancar. Kegiatan yang mengusung tema “89 Nadi Kebersamaan di Langit Madani” ini dibuka secara resmi oleh Ustad Aris Hilmi Hulaimi, S.Th.I., guru senior PMDG. Selain rasa syukur, beliau juga menegaskan akan pentingnya jiwa gembira dan ceria dalam acara yang diselenggarakan di Area Lapangan Windu itu.

“Ini adalah acara Ambalan Gembira, namanya saja Gembira, maka tiap orang harus bergembira, jika tidak, maka acara ini tidak sukses” tegas beliau yang disambut meriah oleh tepuk tangan para peserta. B. Dasasta

Perfotoan Kelas 2015

0
1B
Kelas 1 B
Kelas 1C
Kelas 1 C
Kelas 1D
Kelas 1 D
Kelas 1E
Kelas 1 E
Kelas 1F
Kelas 1 F
Kelas 1G
Kelas 1 G
Kelas 1H
Kelas 1 H
Kelas 1I
Kelas 1 I
Kelas 1 Int. B
Kelas 1 Int. B
Kelas 1 Int. C
Kelas 1 Int. C
Kelas 1 Int. D
Kelas 1 Int. D
Kelas 1 Int. E
Kelas 1 Int. E
Kelas 2B
Kelas 2 B
Kelas 2C
Kelas 2 C
Kelas 2D
Kelas 2 D
Kelas 2E
Kelas 2 E
Kelas 2F
Kelas 2 F
Kelas 2G
Kelas 2 G
Kelas 2H
Kelas 2 H
Kelas 2I
Kelas 2 I
Kelas 2 J
Kelas 2 J
Kelas 3 B
Kelas 3 B
Kelas 3 C
Kelas 3 C
Kelas 3 Int. B
Kelas 3 Int. B
Kelas 3 Int. C
Kelas 3 Int. C
Kelas 3 Int. D
Kelas 3 Int. D
Kelas 3 Int. E
Kelas 3 Int. E
Kelas 4 B
Kelas 4 B
Kelas 5 B
Kelas 5 B
Kelas 5 C
Kelas 5 C

 

 

 

Mugus: Kader Elegan ala Gontor

0

DARUSSALAM-Sebagai Lembaga Pendidikan yang berbasis pesantren, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) selalu menanamkan jiwa berdisiplin untuk segenap santrinya sebagai kader elegan di masa depan. Salah satu upaya Pesantren, yang kini berusia 90 tahun tersebut adalah kegiatan kepramukaan, yang diwajibkan untuk seluruh santri, baik baru maupun lama, baik dalam maupun luar negeri.

Layaknya para pejabat Indonesia, PMDG menggelar acara Musyawarah Gugus Depan (Mugus) yang dikhususkan untuk Siswa Kelas 3 Intensif dan Kelas 4. Dimulai dengan Sidang Pleno, yang membacakan seluruh draf bahan musyawarah pada Kamis (16/4) di Gedung Olah Raga PMDG, dilanjutkan dengan Sidang Komisi yang terbagi menjadi 6 fokus; Komisi Ketua Koordinator, Komisi Kesekretariatan, Komisi Kebendaharaan, Komisi Pelatihan, Komisi Perlengkapan, dan Komisi Pembina Gugus Depan, di kelas-kelas pada Jum’at (17/4). Adapun Sidang Paripurna, digelar sebagai pelengkap kegiatan yang bertajuk “Pramuka Muslim Ciptakan Generasi Pejuang Qur’ani” ini dengan pembacaan seluruh draf hasil Sidang Komisi yang diiringi dengan aksi “ketok palu” pada setiap keputusannya.

“Walau belum mengerti seutuhnya, kami selalu berusaha dan mencoba menjalankan kepanitiaan ini dengan baik, karena kami sadar, di dalamnya terdapat pendidikan yang secara tidak langsung akan melatih kami” ucap Andi Amar Ma’ruf, putra ke-3 Menteri Pertanian Republik Indonesia yang kini telah mengenyam pendidikan di Gontor selama 2 tahun, malam hari usai mempersiapkan acara tersebut.

Bapak Wakil Direktur Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI), H. Sutrisno Ahmad, Dipl.A.Ed. yang saat itu juga turut hadir untuk membuka acara itu, menyampaikan bahwa, setiap peserta sidang yang berjumlah 734 orang siswa ini harus bersungguh-sungguh dalam mengikuti rentetan agenda sebagai bekal kehidupan di Masyarakat kelak. Selain itu, seluruh Wali Kelas, Kelas 3 Intensif dan Kelas 4 yang berjumlah 21 orang guru, serta para pembimbing Gugus Depan 15089 juga ikut mensukseskan kegiatan tahunan ini. B. Dasasta

“724 Siswa Akhir Jalani Ujian Tulis, Peperangan Dimulai!”

0

724 Siswa Akhir Jalani Ujian, Pertempuran dimulai BARuUjian Tulis Siswa Akhir KMI dilaksanakan selama 14 hari, 23 April–9 Mei 2015/4–20 Rajab yang dilaksanakan di 2 tempat, yakni Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) dan Gedung Olahraga (GOR). Ujian dilaksanakan dalam 28 materi, meliputi pelajaran di KMI sejak kelas 1–6, oleh karenanya, acap kali disebut sebagai Ujian Komprehensif. Sebelumnya, Ujian Tulis gelombang pertama bermaterikan 13 mata pelajaran berlangsung pada Sabtu–Rabu, (3–7/1/2015).

Ujian diikuti 724 orang Siswa Akhir KMI yang terbagi 18 kelas, 5 kelas di BPPM dan 13 kelas di GOR. Selain di PMDG Kampus Pusat, Ujian Tulis gelombang kedua ini juga serentak dilaksanakan di seluruh Kampus Cabang, yaitu di Gontor Kampus 3, 5, 6, 7 dan Gontor 9 untuk pondok putra, serta Gontor Putri Kampus 1,3 dan 5. Meski berbeda tempat, namun materi, soal, jadwal dan waktu sengaja diatur untuk sama. Bahkan di Gontor 7 (Kendari), ujian dilaksanakan pada jam 08.00 WITA. Hal ini dilakukan guna menyamakan waktu mulai ujian pada seluruh Pondok Gontor yang terletak pada waktu Indonesia bagian Barat.

724 Siswa Akhir Jalani Ujian, Pertempuran dimulai 2Meski ada beberapa soal kiriman dari pondok cabang pada beberapa materi tertentu, namun seluruh soal dibuat dan ditashih di PMDG Pusat. Hal ini ditujukan guna menyeragamkan bentuk soal yang kemudian akan dibagikan kepada seluruh Kampus Cabang beberapa hari sebelum ujian tulis dilaksanakan.

Paginya, sebelumnya ujian berlangsung, Direktur KMI, K.H. Masyhudi Subari, M.A. membuka secara resmi, Bapak Pimpinan PMDG pun, K.H. Hasan Abdullah Sahal sempat memberikan wejangan kepada santri-santri senior ini, “Masa depan kalian adalah hari ini (mustaqbalukum, yaumukum). Gantungkan masa depan kalian dengan berprestasi hari ini”. Tegas beliau dengan lantang.

Nampaknya, pidato/wejangan Kyai Hasan dapat disejajarkan dengan Sultan Muhammad Al-Fatih kala masa penaklukan benteng Konstantinopel, 6 abad lalu. Bagaimana tidak, sambutan beliau ini menandai mulainya puncak dari Ujian Akhir siswa kelas 6, satu peristiwa yang hampir sama dengan apa yang dirasakan oleh pasukan Al-Fatih akan memulai puncak peperangan menaklukan Konstantinopel. Waktu, tempat, jumlah pendengar dan isi pidato mungkin berbeda, namun makna pesan, semangat, nilai, jiwa serta motivasi yang disampaikan, hampir sama, yaitu tentang perjuangan dan masa depan Islam. elfah

Kolej Darul Hikmah Malaysia, Gelar Silaturahmi ke PMDG

0

DARUSSALAM–Kolej Darul Hikmah Malaysia, menggelar silaturrahmi ke PMDG pada hari Senin – Selasa (6-7/4) yang lalu. Kedatangan mereka bermaksud untuk bersilaturahmi dengan Pimpinan PMDG sekaligus melihat aktivitas santri dan juga mengetahui sistem pendidikan di PMDG.

Adapun jumlah peserta dalam kunjungan ini 11 orang, yang dikoordinasi oleh Hj. MD. Fuad Bahari.  Mereka menilai bahwa PMDG mempunyai lembaga pendidikan yang dapat membentuk mental dan karakter. Dan mereka juga berharap ada semacam pondok pesantren seperti Gontor yang perlu dikembangkan di Malaysia.

Selepas itu mereka melanjutkan kunjunganya ke Universitas Darussalam ( Unida ). Dan melihat aktivitas Mahasiswa Unida.fuadfahmi

Kyai Syukri Zarkasyi: Gontor, Lembaga Pendidikan Swakelola

0

Karakteristik umum sistem pendidikan pesantren, antara lain pesantren adalah lembaga pendidikan yang berasal  dari, dikelola oleh, dan berkiprah untuk masyarakat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pesantren adalah model lembaga pendidikan yang murni swakelola. Dalam arti, kemandirian yang ditunjukkan oleh pesantren bersifat menyeluruh, mencakup kemandirian kurikulum, pendanaan. SDM, sarana prasarana, dan sebagainya.

Swakelola dalam konteks PMDG lebih jauh berarti bahwa proses pendidikan melibatkan para santri sebagai subjek bukan objek dari pendidikan. Mereka mendidik diri mereka sendiri melalui berbagai aktifitas, kreatifitas, dan interaksi sosial yang sangat penting artinya bagi pembinaan jiwa dan karakter mereka. Proses yang sedemikian ini sengaja ditempuh karena pendidikan pesantren berorientasi kemasyaraktan, dimana dengan lingkungan pendidikan yang demikian para santri dipersiapkan untuk menjadi anggpta masyarakat yang memiliki jiwa mandiri. Ketika mereka terjun dalam ranah kehidupan masyarakat, mereka tidak akan canggung bekerja dan bahkan berjuang untuk kemaslahatan sosial.

Seorang bisa menjadi terdidik, bukan hanya dari membaca buku, melainkan dari pelbagai hal yang menjadi aktifitas kehidupan manusia. Termasuk di dalam aktifitas itu adalah kegiatan ibadah yang menanamkan ketakwaan dengan segala dimensinya, yaitu, takwa dengan hati, dengan lisan, dengan akal, dan dengan seluruh anggota tubuh. Bila proses pendidikan yang demikian dijalani sepenuh hati, maka ilmu yang diproleh akan mendapat berkah dari Allah, sehingga dengan ilmu itu seseorang menjadi cerdas dalam melihat sekligus menajalani kehidupan yang fana ini.

Setiap manusia berpotensi mengaktualisasikan dirinya di tengah-tengah masyarakat. Hal ini dimungkinkan karena manusia memiliki beberapa potensi yang terwujud dalam kekuatan ragawi, akaliah, dan kejiwaanya. Dengan mengoptimalkan ptensi ragawinya, manusia dapat merekayasa perkembangan lingkungan. Dengan kemampuan akalnya, manusia dapat menghitung dan menganalisis gejala diri dan alam sekitarnya. Dengan potensi jiwanya, ia dapat menembus relung-relung jagat fisik ini, menggapai realitas nonfisik yang ada di luar dirinya, bahkan dapat mendekatkan diri kepada zat yang menciptakan semua realitas ini. Dan karena berbagai kemampuan seperti inilah, manusia dianugerahi predikat makhluk paling mulia.

K.H. Hasan Abdullah Sahal: Meraih Kesempurnaan Hidup

0

Manusia dalam sejarahnya pernah benar dan salah. Sementara Allah selalu Maha Benar. Banyak rambu-rambu kehidupan , kurang ditaati manusia, hingga seakan-akan tak diperlukan lagi. Iblis pun menjadi ringan tugasnya, karena banyak manusia menjelma menjadi iblis yang nyata.

Menuju kesempurnaan hidup, haruslah dengan bersih, suci, dan menjalankan kehidupan juga harus dengan kesucian hati, pikiran, fisik, hingga pakaian. Jabatan dan harta kekayaan harus bersih dan selalu dibersihkan. Sebab, yang suci/bersih akan bersih, dan yang kotor pasti akan kotor. Padahal Allah hanya menyukai hal-hal yang bersih.

Sebagai syarat keberhasilan, keteladanan umam Islam menjadi kewajiban utama. Tanpanya akan sulit tuntunan/ajaran Islam masuk ke dalam hati umat manusia. Cinta bias masuk meski pintu tertutup karena jendela-jendela hidayah diterima, diterobos oleh hati-hati yang bercinta. Hanya hidayah dari Allah yang berperan menentukan cinta dan mengarahkannya pada Yang Maha Suci.

Hasil kurang maksimal yang digapai oleh kaum tua dalam mendidik generasi muda harus menyadarkan semua pihak. Mental-mental colonial, watak ketergantungan yang sudah kumal dan kuno, sudah saatnya dihilangkan. Apalagi ketergantungan umat kepada selain Allah dan ajaran-Nya.

Butuh keteguhan, kesungguhan, dan kesadaran hidup agar upaya ini menjadi nyata. Ujian dan musibah jangan menjadi halangan. Karena khusus orang-orang pilihan, harus mengalami langsung ujian dan musibah.

Terlebih kemurnian syahadat, kekhusyukan shalat, keikhlasan zakat, kesucian puasa, kesempurnaan haji, kejujuran usaha, keadilan dalam menghukumi, keteladanan mendidik, dan lain-lain, pasti diuji oleh seribu satu godaan.

Kebendaan, kebebasan, kemaksiatan terbuka luas, janganlah ia menjadi alasan untuk menghancurkan jati diri, harga diri, kesehatan, dan masa depan diri sendiri, keluarga, maupun Negara.

Jangan karena krisis iman digadaikan, bangsa diperjualbelikan kepada pihak yang tak suka umat beriman, atau hati nurani diserahkan kepada setan/iblis hanya untuk kelezatan sekejap. “Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri, meskipun ia mengemukakan alasan-alasannya.”  (QS al-Qiyamah/75: 14 dan 15)

Banyak kalangan ingin menyelesaikan masalah, tapi justru mendatangkan masalah baru. Membersihkan malah dengan kotoran, memperbaiki justru dengan keburukan.

Ada pula yang merasa paling suci, paling benar tak mau menerima pendapat atau kehadiran orang lain, sehingga ia kembali ke pojok-pojok kecil dalam dunia dan tak punya peran di tengah luasnya kemajuan masyarakat. Ia hanya menjadi makanan umpuk bagi para petualang, bunglon, dan tikus-tikus berjenggot bermain voli, getol bersilat lidah berebut gengsi.

Yang paling bahagia hanyalah umat yang selalu sadar sejak awal hingga akhir. Karena di sanalah Allah bersama malaikatnya menyertai. Bumi yang luas ini menjadi sempit karena watak kebinatangan itu. Orang congkak tak mau dikalahkan, tak mau diungguli, apalagi tak mau diajar. Sementara orang kecil malah minder, tak punya pegangan, hidup terus bergantung kemana saja. Manusia sering membuat aturan atau undang-undang untuk menjaga keselamatan pribadi, bukan untuk nilai bagi masyarakat luas.

Islam itu ringan, simple, dan mudah. Hanya saja, manusia dengan ketergantungannya pada situasi malah sering mempersulitnya. Maka umat harus meninggalkan itu, karena acapkali menjadi setan. Jangan sampai kita dijajah oleh situasi maupun rutinitas ciptaan manusia. Ada keharusan mengkondisikan diri dalam perubahan situasi apapun. Agar SDM berkembang tanpa meninggalkan syariat, nilai, dan moral spiritual kemanusiaan yang sempurna.

Umur tak bisa ditawar. Maka istighfar dan tobat harus terus dilakukan. Bukan musim-musiman, harian, mingguan, bulanan, apalagi tahunan. Setelah ini, insyaallah tak ada lagi alasan untuk tidak giat dalam proses peningkatan keimanan dan ketakwaan, agar ibadah kita lebih mantap dan kuat. Serta dapat mengisi sisa umur dengan amal shalih dan perbuatan nan bermanfaat sesuai ajaran agama.

Bukan waktunya lagi malu atau takut menyatakan dan melakukan tuntunan keislaman. Ya Allah, tunjukanlah kami, keluarga kami, jamaah kami, bangsa kami, umat kami, bahwa benar itu benar dan yang batil itu batil. Dan berilah kami kekuatan lahir dan batin menjalankan, memperjuangkan, menghindari dan menentangnya. irba

Pendalaman Al-Qur’an dan Hadist dengan Perlombaan “Hifdzu Nushush”

0

MANTINGAN–Menyusul dengan diadakannya perlombaan KMI Prima, diadakanlah perlombaan yang serupa namun dengan materi berbeda. Bila soal KMI Prima menyangkut hampir semua materi ulangan umum, maka untuk optimalisasi hasil belajar, diadakanlah lomba Hifdzu Nushush yang materinya berupa Tafsir, Hadist dan Mahfudzot. Lomba ini selain bertujuan untuk menambah pengetahuan santriwati juga menambah persatuan santriwati antarangkatan dan menambah minat santriwati untuk mengikuti segala kegiatan di Pondok.

Perlombaan ini diadakan dengan dua tahap, tahap pertama yang diadakan antar kelas pada tanggal 3 April 2015 dan seleksi kedua atau final diadakan secara bergilir pada tanggal 6-8 April 2015 di tempat-tempat yang telah ditentukan oleh Panitia.  Perlombaan ini diikuti oleh seluruh santriwati Darussalam Gontor Putri 1 mulai dari kelas 1 sampai kelas 5. Setiap angkatan dibagi menjadi dua kelompok, yang masing-masing kelompok memiliki juara.

Dimulai dari kelas satu, keluar sebagai juara adalah kelas 1B, dari kelas dua adalah kelas 2L dan 2C, dari kelas tiga adalah kelas 3F dan 3C, dari kelas empat adalah kelas 4B, dari kelas satu intensif adalah kelas 1 intensif B, dari kelas tiga intensif adalah kelas 3 intensif B dan terakhir dari kelas lima, keluar sebagai juara adalah kelas 5B dan 5O.pusdatgp1