Home Blog Page 502

Pengasuhan Santri Lantik 480 Orang Pengurus Rayon

0

GONTOR – Rabu (3/8/2014) malam, Pengasuhan Santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) melantik 480 orang Siswa Kelas 5 Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah menjadi Pengurus Rayon periode 1435-1436/2014-2015. Pelantikan yang dilaksanakan di Masjid Jami’ lantai 2 ini diikuti oleh seluruh Siswa Kelas 5 KMI yang tahun ini berjumlah 684 orang.

Para Pengurus Rayon dalam proses pelantikan menjadi pengurus baru
Para Pengurus Rayon dalam proses pelantikan menjadi pengurus baru

Pengurus Rayon yang dilantik tersebut dibagi ke 22 rayon/asrama. Sebagian menjadi pengurus santri baru di 5 rayon, yaitu Aligarh lantai 1, Aligarh lantai 2, Darul Hijroh, Wisma Hadi dan Indonesia 3. Sisanya, para pengurus tersebut akan dibagi ke 17 rayon anak lama yang tersebar di Gedung Indonesia, Syria, Saudi dan Sholihin.

Pengangkatan Pengurus Rayon memang merupakan bagian dari pendidikan di PMDG. Dengan menjadi pengurus rayon, para siswa kelas 5 KMI dapat belajar bertanggung jawab, belajar menjadi seorang pengayom, pengasuh dan pembimbing. Selain mereka mendidik para anggota, mereka juga sekaligus mendidik diri mereka sendiri. binhadjid

Upacara Peringatan Kemerdekaan Indonesia di Gontor 2 Berlangsung Khidmat

0
Suasana Upacara Peringatan Kemerdekaan Indonesia di Gontor 2
Suasana Upacara Peringatan Kemerdekaan Indonesia di Gontor 2

Gontor 2- Ahad (17/8) pagi, tepatnya pukul 07.00 WIB seluruh santri dan dewan guru mengikuti upacara peringatan kemerdekaan Indonesia yang ke-69 di lapangan Sintesa Gontor 2 selama kurang lebih 45 menit.  Ditandai dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh pasukan pengibar bendera (PASKIBRA) yang telah dilatih sebelumnya oleh pengurus Koordinator Pramuka dan MABIKORI. Hilmi Abdullah, Siswa Kelas 6 KMI mendapatkan kesempatan menjadi pemimpin upacara.

Bertindak selaku inspektur upacara, Ust. H. Muhammad Hudaya, Lc. M.Ag. dalam amanatnya, beliau menyampaikan bahwasannya tujuan kita memperingati kemerdekaan Indonesia ini adalah supaya kita tahu sejarah bangsa kita dan sejarah pejuang-pejuang kita. Beliau menambahkan bahwasannya penjajahan juga berarti kekufuran, karena tidak ada penjajah yang mu’min ataupun muslim, semua penjajah adalah orang yang melawan ajaran agama.

Ust. H. Muhammad Hudaya, Lc. M.Ag Memimpin Doa di Akhir Penyampaian Amanat Inspektur Upacara
Ust. H. Muhammad Hudaya, Lc. M.Ag Memimpin Doa Usai Menyampaikan Amanat Inspektur Upacara

Di akhir amanat yang disampaikan,  beliau berpesan supaya kita berupaya jaga kemerdekaan republik kita ini, merdeka bukan hanya secara lahiriah, merdeka secara hukum, mendeka secara daulat. Tapi harus secara menyeluruh, baik dari segi ekonomi, politik, pendidikan, dan lain sebaginya. Mengisi kemerdekaan tidak hanya dengan peringatan, tidak hanya dengan hura-hura, tapi kita mengisi kemerdekaan dengan kegiatan-kegiatan yang mendidik untuk masa depan bangsa.

Usai melaksanakan upacara peringatan kemerdekaan Indonesia, para santri dan dewan guru melaksanakan kegiatan belajar mengajar seperti biasanya.

Rayon Makkah Juara Cerdas Cermat Antar Rayon 2014

0
Ust.  Yusuf Ali Dzikri Selaku Pembawa Acara CC Antar Rayon
Ust. Yusuf Ali Dzikri Selaku Pembawa Acara CC Antar Rayon

Kampung Damai- Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan semangat santri dalam belajar, KMI Pondok Modern Darussalam Gontor 2 mengadakan perlombaan cerdas- cermat antar rayon. Diawali dengan babak penyisihan pada hari Rabu (13/8) siang. Dari 10 rayon yang ada, tersisa 3 rayon yang tampil sebagai finalis cerdas-cermat tersebut.

Final lomba cerdas-cermat tersebut dilaksanakan pada hari Rabu (18/8) malam di lapangan Sintesa dan dibuka oleh Ust. Taufiq Affandi, S.H.I. dan Bertindak sebagai juri, yaitu Ust. Adya Nugraha, Ust. Ainul Haq, dan Ust. Farid Muhajir.

Adapun para finalis dari tiap rayon adalah sebagai berikut:

  1. Rayon Makkah: Firkri Zufa (2B), Fathurrahman (2B), dan Nur Cholis (3B)
  2. Rayon Syiria: Faizin Haris (3 Int. B), M. Abdurrahman Awangga (3 Int. B), dan Naufal Laudza (4B)
  3. Rayon Syanggit Lt. 1: Bayu Galih (3C), Utomo Rachman (3B), Wildan Ali Fikri (3B)
Para Finalis CC Antar Rayon Berfoto Bersama Ust. Taufiq  Affandi, S.H.I dan Dewan Juri
Para Finalis CC Antar Rayon Berfoto Bersama Ust. Taufiq Affandi, S.H.I dan Dewan Juri

Perlombaan tersebut dibagi menjadi 3 Babak, babak pertama adalah babak soal wajib, di mana setiap kelompok mendapatkan 8 soal. Babak kedua adalah babak soal pilihan, yaitu setiap kelompok memilih 4 soal dari 20 soal yang telah disediakan oleh dewan juri. Dan yang terakhir adalah babak soal rebutan, di mana seluruh kelompok saling adu kecepatan dan ketepatan dalam menjawab soal tersebut. Adapun soal-soal cerdas cermat kali ini beragam, mulai dari pelajaran exact, kebahasaan, pengetahuan umum, dan kepondokmodernan.

Di akhir perlombaan rayon Makkah berhasil menyabet juara pertama, disusul oleh rayon Syiria, dan rayon Syanggit Lt. 1.

Senandung Mars HTQ Berkumandang di Gontor 2

0
Salah Seorang Peserta Lomba Hafalan Juz Amma Menjawab Pertanyaan Dewan Juri
Salah Seorang Peserta Lomba Hafalan Juz ‘Amma Menjawab Pertanyaan Dewan Juri

Peace Country-  Mengawali rentetan acara Pekan Perkenalan Khutbtu-l-‘Arsy, Gontor 2 melaksanakan kegiatan Haflatu Tilawatil Qur’an (HTQ) pada hari Sabtu (16/8) malam. Perlombaan tersebut dibagi menjadi 5 cabang, yaitu lomba adzan, murottalah, mujawwadah, hafalan Juz Amma, dan Syarhi-l-Qur’an. Adapun juri dalam lomba tersebut adalah Ust. Roby Syuhada, Ust. Mukhlas Firmansyah, dan Ust. Ihsan Mukhlis Munandar.

Acara tersebut diawali dengan penampilan hadrah dari grup SAHARA Gontor 2. Usai dibuka oleh Ust. H. Muhammad Hudaya, Lc. M.Ag, dilanjutkan dengan lantunan Mars HTQ dan drama singkat yang mengisahkan seorang ayah yang ingin anaknya mampu membaca Qur’an dengan baik dan kemudian disekolahkan di pesantren.

Di penghujung acara, tampil sebagai juara lomba HTQ 2014, mereka adalah:

  1. Adzan:
    1. Najib Fahruddin (Rayon Palestina)
    2. Muhammad Fajriyan (Rayon Makkah)
    3. Irga (Rayon Syanggit Lt. 1)
  2. Mujawwadah:
    1. Azhar (Rayon Makkah)
    2. Ahsin (Rayon Syanggit Lt.2)
    3. Hidayat Nur Wahid (Rayon Palestina)
  3. Hifdzul Juz Amma:
    1. Fikri Zufa (Rayon Makkah)
    2. Ja’far (Rayon Sudan)
    3. M. Reynaldi (Rayon Al-Azhar Lt. 1)
  4. Murottalah:
    1. Fariz Haris (Rayon Palestina)
    2. Fairuz (Rayon Al-Azhar Lt. 1)
    3. Rayyan (Rayon Makkah)
  5. Syarhil Qur’an
    1. Rayon Palestina
    2. Rayon Syanggit Lt. 1
    3. Rayon Aligarh

Diharapkan dengan adanya kegiatan tersebut, dapat memotivasi para santri untuk gemar membaca Al-Qur’an dan memahaminya, sehingga mampu melahirkan generasi-generasi Qur’ani di masa mendatang.

Peserta Lomba HTQ Berpose Bersama dengan Ust. H. Muhammad Hudaya, Lc. M.Ag dan Dewan Juri
Peserta Lomba HTQ Berpose Bersama dengan Ust. H. Muhammad Hudaya, Lc. M.Ag dan Dewan Juri

Kegiatan Ekstrakulikuler Kembali Aktif

0

Kegiatan Ekstrakulikuler Kembali Aktif

Peace Country-  “Apa yang dilihat, apa yang di dengar, apa yang dirasakan, dan apa yang kerjakan di pondok ini adalah bagian dari pendidikan”, begitulah bunyi salah satu semboyan Pondok Modern Darussalam Gontor dalam mendidik santri-santrinya. Guna menciptakan kondisi tersebut, satu minggu setelah kembalinya para santri dari liburan akhir tahun, berbagai macam kegiatan ekstrakulikuler di Gontor 2 mulai diaktifkan kembali.

Ust. H. Zaini Hasan Membuka Kegiatan Bahasa
Ust. H. Zaini Hasan Membuka Kegiatan Bahasa

Diawali dengan pembukaan kegiatan pramuka sekaligus  gladian Pinsa dan Pinru yang dilaksanakan pada hari kamis (18/8). Usai pengibaran bendera latihan pramuka, Ust. H. Muhammad Hudaya, Lc. M.Ag selaku inspektur upacara menyampaikan bahwasannya gerakan pramuka di Gontor merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh santri, bahkan para dewan guru dilibatkan secara langsung. Pramuka dipentingkan karena merupakan sarana untuk membangun karakter dan pribadi-pribadi kita. Belajar bermasyarakat, berdisiplin, saling menolong, dan lain sebagainya. Acara tersebut  dimeriahkan dengan beberapa penampilan seperti tari semaphore dan color guard oleh para asisten Koordinator Pramuka.

Keesokan harinya, Jum’at (19/8) pagi usai shalat Subuh, para santri mengikuti pembukaan kegiatan bahasa di lapangan Sintesa Gontor 2.  Dibuka secara resmi oleh Ust. H. Zaini Hasan, beliau menyampaikan betapa pentingnya belajar B. Arab dan Inggis. Selain itu beliau juga memberi beberapa tips dalam belajar bahasa.

Minggu ini kegiatan pelajaran sore juga mulai diaktifkan kembali. Diawali dengan pengarahan bagi para pengajar pelajaran sore, yang tidak lain adalah siswa akhir KMI dan beberapa dewan guru Gontor 2.

Upacara kemerdekaan di Gontor 3

0

Upacara berlangsung penuh semangat, ceria dan berjalan hikmat.

Sekitar 1747 peserta upacara yang terdiri dari Siswa KMI kelas satu sampai enam, Bapak Pengasuh Pomdok Modern Gontor 3, Direktur KMI Gontor 3, dan para Asatidz mengikuti dengan saksama rangkaian upacara. Bertindak selaku pembina upacara Bapak Pengasuh Pondok Modern Darul Ma’rifat Bapak Drs. H. Hariyanto Abdul Jalal.

Upacara yang diawali dengan pengibaran bendera merah putih oleh tim paskibra, dilanjutkan dengan pembacaan teks proklamasi kemerdekaan 1945, Amanat Pembina Upacara,dan di tutup dengan pembacaan doa.
Dalam sambutannya, Bapak pengasuh pondok modern Darul Ma’rifat Gontor 3 Kediri mengajak para peserta upacara untuk menjadi para pejuang bangsa di masa yang akan datang dengan berpegang teguh pada ajaran agama Islam dan siap berkorban, berkorban pikiran, tenaga, harta, bahkan perasaan.MR21

PMDG Selenggarakan Pemilihan Ketua Konsulat

0
PMDG Selenggarakan Pemilihan Ketua Konsulat Baru
Suasana Pemilihan Ketua Konsulat

DARUSSALAM–Pemilihan ketua konsulat merupakan salah satu acara dari rentetan Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy. Acara ini dilaksanakan pada Kamis (14/8), di tempat-tempat yang telah ditentukan panitia, diantaranya, Gedung Sudan, Gedung Yaqdzoh, Gedung Satelit, masjid, BPPM dan GOR.

Sistem pemilihan yang dilakukan adalah dengan pemungutan suara dari masing-masing anggota konsulat dari siswa kelas 1–6 KMI, dengan dipimpin oleh para pembimbing konsulat serta seorang guru dari konsulat lain yang ditunjuk oleh panitia, guna mengawasi acara pemilihan tersebut. Adapun santri yang berhak dipilih dalam kegiatan tersebut adalah mereka yang duduk di kelas 5 KMI.

“Acara ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada siswa Kelas 5 KMI untuk belajar berorganisasi dan belajar memimpin.” Ujar, Wawan Susetyo Nurrohman, seorang staf Pengasuhan Santri. ikami86

Al Ustadz Ahmad Suharto: Indonesia Dimerdekakan dengan Pekikan ‘Allahu Akbar’

0

MANTINGAN – Ahad (17/8/2014) pagi, Pondok Modern Gontor Putri 1 mengadakan upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-69. Upacara ini dilaksanakan di Lapangan Auditorium Gontor Putri 1 dan diikuti oleh seluruh santriwati serta guru-guru di Gontor Putri 1.

Tepat pukul 07.15 WIB, semua telah berkumpul dan berbaris rapi seraya ikut memperingati dan mengenang Hari Kemerdekaan Indonesia. Mereka berbaris berdasarkan barisan antar rayon, yang dibawahi  oleh 8 komandan pleton dari siswi kelas 4 dan 3 Intensif. Upacara dipimpin oleh Siti Fatimah (Bandung), siswi kelas 6 KMI. Serta wakil pengasuh, Al-Ustadz K.H. Ahmad Suharto, M.Pd.I, berlaku sebagai Inspektur upacara.

Penyerahan Bendera Merah Putih kepada Regu Pengibar Bendera.
Penyerahan Bendera Merah Putih kepada Regu Pengibar Bendera.

Setelah pengibaran Sang Saka merah putih, dilanjutkan dengan pembacaan naskah proklamasi oleh Fitrah Maliha, siswi kelas 6 KMI. Dan pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia oleh Selvia Pertiwi, yang juga siswi kelas 6 KMI. Dengan ini, maka seluruh peserta upacara lebih mengerti dan memaknai besarnya perjuangan para pahlawan dan syuhada Indonesia yang berprinsip “hidup mulia atau mati syahid” dalam memperjuangkan tanah air tercinta.

Amanat yang disampaikan oleh Wakil Pengasuh sengaja ditanamkan jiwa nasionalis yang islami pada seluruh peserta upacara, “Karena Indonesia dimerdekakan dengan pekik Allahu Akbar!” tegas Al-Ustadz K.H. Ahmad Suharto, M.Pd.I dalam pidatonya. Beliau terus menyuarakan cita-cita agama dan negara serta pentingnya peran kita dalam mewujudkannya. Dan hal itu dimulai dengan apa yang kita lakukan sekarang. Karena apapun yang santriwati pelajari di pondok ini akan menjadi bekal masa depan yang sangat berpengaruh bagi santriwati sebagai kader umat islam Indonesia dan dunia.

Para santriwati pun sangat antusias dalam menyimak pesan dan nasehat beliau dalam memaknai peristiwa kemerdekaan pada Ahad pagi itu. Semangat mereka berkobar seiring berkibarnya bendera  Merah Putih di udara. Dan itu terlihat jelas saat seluruh santriwati  terus tegak berdiri dengan raut wajah berseri ditengah terik matahari. Amanat diakhiri dengan doa oleh seluruh peserta upacara yang juga dipimpin oleh Inspektur upacara. Suasana yang hikmat penuh pengharapan bagi agama Islam dan khususnya Negara Indonesia yang lebih baik di masa mendatang.

Pengibaran Bendera Merah Putih di Gontor Putri 1, Ngawi.
Pengibaran Bendera Merah Putih di Gontor Putri 1, Ngawi.

Usai upacara, para santriwati dan guru tetap melanjutkan kegiatan belajar mengajar di kelas masing-masing. Suasana belajar berjalan lancar layaknya rutinitas pondok yang terus berlangsung setiap harinya. Sesuai dengan amanat wakil pengasuh, yang mana diwajibkan tetap berjuang untuk agama Islam serta bangsa Indonesia dengan terus belajar menuntut ilmu sebanyak mungkin dan tidak melakukan hal-hal yang membuang waktu serta hal yang kurang bermanfaat.  Karena masa depan Indonesia bergantung oleh apa yang diusahakan mulai darisekarang, bukan hanya di masa mendatang.datagp1

K.H. Syamsul Hadi Abdan Pimpin Upacara Peringatan Kemerdekaan di Gontor

0
Suasana Upacara Peringatan Kemerdekaan RI (17/8) yang berlangsung khidmat
Suasana Upacara Peringatan Kemerdekaan RI (17/8) yang berlangsung khidmat

DARUSSALAM–K.H. Syamsul Hadi Abdan menjadi Inspektur Upacara pada Peringatan Kemerdekaan Indonesia di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) kampus Pondok Modern Darussalam Gontor, Ahad (17/8) pagi. Di tengah hiruk-pikuk dan banyaknya kegiatan di Pondok Modern, Gontor tetap mengadakan Upacara Peringatan Kemerdekaan RI sebelum kegiatan mengajar dimulai pada jam kedua.

Upacara peringatan kemerdekaan dimulai tepat pada pukul 07.00 WIB ditandai dengan pengibaran bendera pusaka Merah Putih oleh pasukan pengibar bendera yang berjumlah 12 orang dari siswa KMI dengan diiringi oleh lantunan lagu Indonesia Raya.

Terpilih sebagai komandan upacara dalam upacara pengibaran bendera pada 17 Agustus 2014 Rosyid Ridho siswa akhir KMI.

Dalam pidatonya, K.H. Syamsul Hadi Abdan menyampaikan bahwa bentuk perjuangan yang dapat kita tunjukkan saat ini yaitu dengan belajar sebaik-baiknya agar dapat menjadi generasi penerus bangsa yang lebih baik dan berakhlak mulia. Upacara peringatan Kemerdekaan Indonesia turut dihadiri oleh seluruh santri kelas 1 hingga 6, segenap dewan guru, serta seluruh keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor.

Dengan diadakannya acara peringatan seperti ini, para santri diharapkan juga dapat menjunjung tinggi nilai-nilai nasionalisme dan tidak melupakan perjuangan orang-orang terdahulu dalam meraih kemerdekaan, dengan tetap berlandaskan al-akhlaqu-l-karimah. Anda bisa menyaksikan videonya di tautan ini. Fei

K.H. Syamsul Hadi Abdan Pimpin Upacara Peringatan Kemerdekaan di Gontor

0
Suasana Upacara Peringatan Kemerdekaan RI (17/8) yang berlangsung khidmat
Suasana Upacara Peringatan Kemerdekaan RI (17/8) yang berlangsung khidmat

DARUSSALAM–K.H. Syamsul Hadi Abdan menjadi Inspektur Upacara pada Peringatan Kemerdekaan Indonesia di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) kampus Pondok Modern Darussalam Gontor, Ahad (17/8) pagi. Di tengah hiruk-pikuk dan banyaknya kegiatan di Pondok Modern, Gontor tetap mengadakan Upacara Peringatan Kemerdekaan RI sebelum kegiatan mengajar dimulai pada jam kedua.

Upacara peringatan kemerdekaan dimulai tepat pada pukul 07.00 WIB ditandai dengan pengibaran bendera pusaka Merah Putih oleh pasukan pengibar bendera yang berjumlah 12 orang dari siswa KMI dengan diiringi oleh lantunan lagu Indonesia Raya.

Terpilih sebagai komandan upacara dalam upacara pengibaran bendera pada 17 Agustus 2014 Rosyid Ridho siswa akhir KMI.

Dalam pidatonya, K.H. Syamsul Hadi Abdan menyampaikan bahwa bentuk perjuangan yang dapat kita tunjukkan saat ini yaitu dengan belajar sebaik-baiknya agar dapat menjadi generasi penerus bangsa yang lebih baik dan berakhlak mulia. Upacara peringatan Kemerdekaan Indonesia turut dihadiri oleh seluruh santri kelas 1 hingga 6, segenap dewan guru, serta seluruh keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor.

Dengan diadakannya acara peringatan seperti ini, para santri diharapkan juga dapat menjunjung tinggi nilai-nilai nasionalisme dan tidak melupakan perjuangan orang-orang terdahulu dalam meraih kemerdekaan, dengan tetap berlandaskan al-akhlaqu-l-karimah. Fei