Home Blog Page 573

Sosialisasi KKN XXI Awali Pembekalan Mahasiswa ISID

0

DARUSSALAM — Institut Studi Islam Darussalam (ISID) mengadakan Sosialisasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) XXI di Aula Afghanistan, Kamis (8/7) malam. Dalam acara ini, selaku Kepala Biro Pengabdian Masyarakat, Drs. H. Yoyok Suyoto Arief, MSI, menyampaikan berbagai hal berkenaan dengan pelaksanaan KKN XXI yang rencananya akan dimulai pada bulan Agustus mendatang. Beliau menyatakan bahwa KKN yang diselenggarakan ISID bertujuan membina masyarakat di samping sebagai gerakan dakwah islamiyah. Maka, hendaknya setiap peserta KKN mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk tujuan tersebut. Apalagi, waktu KKN bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Tentunya, inilah momen yang paling tepat untuk menyampaikan ajaran Islam dengan sebaik-baiknya.

Acara Sosialisasi KKN XXI dihadiri seluruh mahasiswa semester VI dari kampus Rabithah dan Kediri. Jumlahnya mencapai 116 orang. Mahasiswa yang terdaftar sebagai peserta KKN tahun ini di atas akan dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan pembagian tempat KKN. KKN XXI akan bertempat di Kecamatan Slahung, Ponorogo. Lokasinya tersebar di empat desa meliput Desa Janti, Desa Duri, Desa Kambeng dan Desa Gombang. Tempatnya berada di daerah pegunungan dengan suasana pedesaan yang mengasyikkan.

Seperti yang disampaikan Bapak Suyoto Arief, pembekalan KKN akan dilaksanakan setelah Ujian Akhir Semester ISID selesai, tepatnya selama dua hari berturut-turut, Kamis-Jum’at, 22-23 Juli 2010 mendatang. Pelaksanaan KKN XXI sendiri akan berlangsung selama sebulan penuh, 3 Agustus-3 September 2010 nanti. shah wa 2010

  

Format Pendidikan Pesantren

0

Bentuk pendidikan yang menjadi pilihan Pondok Gontor adalah pesantren, karena pesantren memiliki banyak keunggulan dibanding bentuk lembaga pendidikan lainnya.

Dalam pesantren tercipta tripusat pendidikan yang terpadu, yaitu pendidikan rumah tangga, sekolah, dan masyarakat. Pesantren bukan hanya menanamkan aspek kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotorik. Pesantren bukan hanya mengasah kecerdasan otak dan ketrampilan tangan, tetapi juga kekuatan mental dan kecerdasan spiritual.
Dengan bentuk pesantren inilah Pondok Gontor sangat konsisten menerapkan disiplin berasrama bagi para penghuninya. Asrama penuh dengan program pendidikan, bukan sekadar sebagai tempat tidur santri. Dengan sistem asrama, para santri bisa berinteraksi dengan para guru secara lebih efektif dan produktif. Selain itu, santri dapat sepenuhnya terwarnai oleh program-program pendidikan pondok sehingga steril dari pengaruh kultur masyarakat sekitar yang kurang edukatif dan islami. Sistem asrama dapat pula mendidik santri dalam hal kemandirian, leadership, ukhuwah, dan bersosialisasi dengan teman-temannya yang memiliki latar belakang budaya yang beraneka ragam.
Keistimewaan lain dari sistem asrama Pondok Gontor adalah mengutamakan metode keteladanan dengan menjadikan kiyai dan guru guru sebagai figur sentral. Asrama Pondok Gontor juga menciptakan lingkungan yang kondusif dengan masjid sebagai pusat yang menjiwai seluruh santri.

Capel Beramai-ramai Padati Gontor 2

0

MADUSARI — Liburan Akhir Semester sekolah-sekolah negeri dan swasta di luar hampir selesai. Siswa-siswa yang berhasil meraih predikat lulus dari sekolah mereka masing-masing beramai-ramai mendaftarkan diri ke sekolah favorit mereka. Beda dengan Gontor, yang membuka tahun ajarannya berdasarkan kalender Hijriah, masih menyelenggarakan Ujian Akhir Tahun. Bahkan, ujian akan berlangsung hingga akhir Juli mendatang. Namun, Gontor telah lama membuka pendaftaran calon pelajar (capel) putra di kampus Pondok Modern Darussalam Gontor 2 Putra, Madusari, Siman, Ponorogo, dan capel putri di Pondok Modern Gontor 2 Putri, Sambirejo, Mantingan, Ngawi. Selain itu, beberapa pondok cabang di luar Jawa juga mengadakan penerimaan capel seperti Gontor 7, Gontor 9, Gontor 10 dan Gontor 11.

Menurut informasi yang didapatkan Gontor Online dari Ustadz Dadang Prabowo, staf Bagian Data KMI Pondok Modern Darussalam Gontor, Kamis (8/7) kemarin, hingga berita ini diturunkan jumlah capel secara keseluruhan sudah mencapai 3.700 orang. Jumlah ini diperkirakan akan semakin bertambah hingga Ujian Masuk tiba pada akhir Juli mendatang. Ustadz Rozak Akbar, staf Pengasuhan Gontor 2, menuturkan, Ujian Masuk terdiri dari Ujian Syafahi dan Ujian Tahriri. Ujian Syafahi berlangsung selama lima hari, Senin-Sabtu, 26-31 Juli 2010. Sedangkan Ujian Tahriri digelar sehari, yakni pada tanggal 2 Agustus 2010 mendatang. shah wa 2010   

Pelihara Miliu Ujian, Dema Cup Akhir Tahun Batal

0

GONTOR— Akhir tahun ini, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor memutuskan untuk sementara meniadakan Dema Cup bagi mahasiswa Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Wilayah Rabithah. Hal ini mengingat miliu belajar santri di tengah-tengah Ujian Akhir Tahun harus terjaga dengan baik. Dengan ini, diharapkan para guru dapat memaksimalkan waktu yang ada untuk membantu Panitia Ujian Akhir Tahun dalam memperlancar pelaksanaan Ujian Akhir Tahun. Sementara itu, Ujian Akhir Tahun sendiri dimulai sejak Senin (5/7) lalu dengan Ujian Syafahi.

 

Dema Cup merupakan ajang kompetisi olahraga antar semester yang dihelat Dewan Mahasiswa (Dema) Wilayah setelah berakhirnya Ujian Tengah Semester (UTS) atau Ujian Akhir Semester (UAS) ISID. Cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi sepak bola, futsal, bola basket, tenis meja dan bulu tangkis. Pada pertandingan Dema Cup yang digelar pertengahan tahun lalu didominasi tim dari angkatan 2005 alias mahasiswa yang masih duduk di semester IX. Mereka berhasil menjadi juara umum untuk kesekian kalinya. Pada musim-musim sebelumnya, tim ini sudah beberapa kali merebut piala juara umum. Tadinya, mereka berniat mengulang kembali prestasi ini pada penampilan terakhir mereka musim ini. Namun, ternyata Dema Cup batal diselenggarakan di akhir tahun ini. shah wa 2010


IKPM Gelar Workshop Baitul Mal wa at-Tamwil

0

GONTOR — Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Pusat sebagai koordinator para alumni akan mengadakan acara Workshop Baitul Mal wa at-Tamwil dengan tema “Memberdayakan Potensi Ekonomi Alumni”. Acara yang bertempat di Aula Rabithah Pondok Modern Darussalam Gontor ini direncanakan berlangsung selama dua hari berturut-turut, Sabtu-Ahad, 10-11 Juli 2010 mendatang. Adapun para peserta yang direncanakan hadir merupakan perwakilan IKPM-IKPM Cabang di seluruh Indonesia yang berjumlah 83 cabang. Panitia juga mengundang praktisi, pemerhati ekonomi Islam dari para alumni Pondok Modern Darussalam Gontor baik putra maupun putri.

 

Rencananya, selaku nara sumber dalam acara ini adalah Dr. H. Syarifuddin Hasan, SE, MM, MBA, Menteri Koperasi dan UKM RI, H. Zulkifli Hasan, SE, MM, Menteri Kehutanan RI, H. Abdul Majid, General Manager BMT UGT Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, H. Nuruddin Umar, S.Ag., pendiri dan pelaksana KJKS Walaba Pare Kediri, pengurus BMT Beringharjo, Yogyakarta, dan pengurus BMT La Tansa Pondok Modern Darussalam Gontor. Tema yang akan dibahas menyangkut “Sistem dan Produk Lembaga Keuangan Syariah” oleh H. Abdul Majid, “Sistem dan Manajemen Pengelolaan BMT” oleh BMT Beringharjo, “Alumni dan Peluang Usaha Hutan Tanaman Rakyat (HTR)” oleh Menhut dan “Potensi Usaha Penanaman Jati Unggul Nasional (JUN)” yang disampaikan oleh pengurus Koperasi Wanabakti Nusantara Jakarta, Unit Bagi Hasil. Sebelum penutupan, acara akan dilanjutkan dengan penandatanganan MoU dengan Koperasi Wanabakti Nusantara Jakarta dalam Usaha Penanaman Jati Unggul Nusantara.” shah wa 2010


Pimpinan Pondok Membuka Tahun Ajaran Baru di Gontor 11

0

SULIT AIR — Rencananya, dengan dihadiri tamu undangan yang berjumlah sekitar 1.027 orang, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A. dan K.H. Syamsul Hadi Abdan, S.Ag. akan meresmikan Pondok Modern Darussalam Gontor 11 di Sulit Air, Solok, Sumatera Barat, dengan membuka Tahun Ajaran baru 2010-2011, Kamis (8/7) nanti. Acara akan diawali dengan Ucapan Selamat Datang dari H. Syaifulloh Sirin Datuk Raco Mangkuto. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Wali Nagari Sulit Air, Bapak Drs. Mustari Rahmat dan Bupati Solok, H. Gusmal Dt. Rajo Lelo, SE. MM., yang disambung dengan sambutan dari Pimpinan Pondok.

Selain terdiri dari bupati beserta jajarannya, para tamu undangan yang direncanakan hadir meliputi masyarakat Sulit Air Sepakat (SAS) Jakarta dan Bandung, Kandepag beserta jajarannya, Camat se-Kabupaten Solok, Danramil se-Kabupaten Solok, Kapolsek se-Kabupaten Solok, Wali Nagari se-Kabupaten Solok, Ketua BMN se-Kabupaten Solok, Ketua KAN se-Kabupaten Solok, Ketua MUI se-Kabupaten Solok, IKPM Sumatera Barat, para Kepala SD se-Kabupaten Solok, Ketua Jorong se-Sulit Air, Ta'mir Masjid se-Sulit Air dan masyarakat sekitar.


Roda Kehidupan yang Terus Berputar

0

Banyak santri yang beranggapan bahwa waktu serasa berjalan begitu cepat di Gontor. Sampai-sampai, mereka pun tidak merasa bahwa telah lama tinggal di pondok yang terus bergerak seiring pergerakan waktu itu sendiri. Seorang santri yang kini duduk di kelas 6 KMI tidak percaya kalau dirinya telah belajar selama enam tahun.

Cepat sekali, pikirnya. Ada pula yang tidak percaya bahwa ternyata kini ia telah menjadi alumni Pondok Modern Darussalam Gontor. Padahal, sewaktu pertama kali duduk di kelas 1 KMI, ia benar-benar tidak betah dan sungguh ingin pulang. Tapi, yang terjadi malah sebaliknya.

Mereka mencoba melakukan saran ustadz yang bijak, “Jika merasa tidak betah, cobalah untuk bertahan di Gontor selama seminggu. Jika masih tidak betah, cobalah sebulan. Jika masih tidak betah juga, cobalah untuk terus bertahan selama setahun. Kalau belum betah, cobalah dua tahun dan seterusnya hingga menjadi alumni. Kalau masih belum betah setelah menjadi alumni, barulah kamu boleh pulang.” Kedengarannya memang seperti lelucon, tapi inilah yang terjadi.

Berbagai aktivitas yang menjadi roda dinamika di Gontor membuat para santri melupakan ketidakbetahannya. Ia pun mulai merasa nyaman dengan segala kegiatan yang tiada hentinya dari pagi hingga malam. Apalagi di antara kegiatan yang ada sesuai dengan hasrat dan keinginannya. Lupalah ia, kalau tadi ingin pulang. Ternyata, ia menemukan sesuatu yang baru di Gontor, suatu hal yang dicari-carinya selama ini dan tidak ditemukan di sekolah-sekolah lain. shah wa

Kereta Api Kesabaran

0

Budaya antri merupakan kebiasaan orang-orang sukses yang bedisiplin tinggi. Dalam hal ini, Gontor tidak ketinggalan mendidik seluruh santri untuk terbiasa antri sesuai dengan gilirannya masing-masing. Budaya antri akan melatih kesabaran kita, sabar menanti gilirannya tiba, dan mengajari kita untuk menghormati orang lain, tidak mengambil hak orang lain. Sabar yang terlatih akan berbuah manis dan memberikan kita banyak keuntungan. Dengan sabar pula, kita dapat menyelesaikan tugas dan kewajiban dengan baik.

Antrian yang panjang bisa ditemukan di dapur umum pada saat jam makan tiba. Tidak ada seorang pun yang berani menyerobot, walaupun dia ingin cepat-cepat melakukan pekerjaan yang lain. Selain di dapur, antrian juga terlihat di depan kamar mandi. Walaupun tidak sepanjang antrian di dapur, para santri juga menikmatinya dengan bercengkerama mengenai banyak hal. Dari sinilah suasana keakraban di antara para santri dapat terbentuk. Namun demikian, antrian paling panjang adalah ketika kita harus mendapatkan kwitansi untuk syarat liburan. Demi liburan, mereka pun rela berbaris sepanjang jalan. Tapi, tenang saja, semuanya pasti mendapatkan giliran, tentunya dari depan ke belakang. Mereka menikmati kereta api kesabaran di pondok tercinta. shah wa

Rabu, 26 Rajab 1431

Saling Mengenal

0

Seorang santri yang pertama kali menginjakkan kakinya di bumi Gontor akan tertegun menyaksikan dinamika kehidupan yang ada di pondok ini. Kini, ketika ia sudah diterima menjadi santri setelah melalui ujian masuk bersama-sama ribuan santri lainnya, mulailah ia merasa berada di dunia baru yang tidak ia temukan di sekolah manapun di dunia ini. Dengan waktu liburan yang hanya disediakan pada akhir semester, kesempatan pulang ke rumah pun untuk terus bertemu orang tua tidak banyak. Inilah pintu gerbang menuntut ilmu yang sesungguhnya.

Saat tiba di Gontor, tak seorang pun yang kita kenal. Orang tua pun telah pulang ke rumah meninggalkan kita seorang diri di pondok yang mengajarkan kemandirian ini. Semenjak itulah, pada saat kita mulai melangkah di Gontor dan memasuki kamar yang telah ditentukan, terlihatlah wajah-wajah baru yang perasaannya tidak jauh berbeda dengan santri-santri lainnya. Kesamaan perasaan inilah yang memacu mereka untuk saling mengenal satu sama lain. Demikianlah, sejak awal Gontor telah mengajarkan kepada seluruh santrinya untuk percaya diri dan hidup mandiri dengan belajar saling membantu dan menjalin silaturrahim.

Dengan cepat, santri-santri Gontor telah menyadari bahwa tidak selamanya mereka akan bergantung kepada orang tua apalagi kepada orang lain. Namun, sebagai makhluk sosial, manusia haruslah pandai bergaul dan suka menolong orang lain. Bukankah Allah akan selalu menolong hamba-Nya selama ia menolong sesamanya? Selama hidup di Gontor, para santri tumbuh dengan jiwa suka menolong karena mereka saling membutuhkan satu sama lain. shah wa

Rabu, 7 Juli 2010

Keindahan Masa Ujian

0

Para santri menikmati ujian dengan penuh keceriaan. Kadangkala, bagi mereka hari-hari ujian merupakan saat-saat yang dinanti-nantikan karena mereka dapat belajar di alam bebas. Apalagi pada saat ujian lisan masih berlangsung. Selama hampir dua minggu ujian lisan, setiap siswa mendapatkan giliran tiga kali memasuki ruang ujian, yaitu untuk ujian lisan Alquran, bahasa Arab dan bahasa Inggris. Hanya tiga hari pada waktu yang telah ditentukan Panitia Ujian. Selain itu, mereka memanfaatkan waktu yang ada untuk belajar dengan caranya masing-masing. Mereka menikmatinya seperti menikmati hari-hari liburan. Pada saat inilah tercipta miliu belajar yang sangat kondusif di Gontor hingga memasuki ujian tulis.

Bukan hanya siang hari, malam hari pun lebih ramai daripada hari-hari biasa. Di sana-sini dipasang lampu-lampu yang terang-benderang untuk menerangi segala tempat di Gontor. Seluruh santri diharuskan keluar dari asrama mereka untuk belajar di ruang terbuka. Maka, ramailah Darussalam dengan santri-santri yang asyik menghapal pelajaran di sekeliling pondok. Ditambah lagi, mereka juga diawasi ustadz-ustadz yang juga ikut berkeliling dan siap ditanya kapan saja. Bisa dikatakan, keramaian yang mewarnai hari-hari ujian menyaingi keramaian pada bulan Syawwal, di saat para santri baru berdatangan dari rumah masing-masing. Begitulah asyiknya menjalani ujian di Gontor. shah wa

Rabu, 25 Rajab 1431