Home Blog Page 60

PPL Ajang Tumbuhkan Kreativitas Ambalan

0

DARUSSALAM – Salah satu acara kepramukaan yakni Praktek Pengayaan Lapangan (PPL) menjadi ajang untuk menumbuhkan kretivitas para santri. PPL Perdana dilaksanakan pada hari Kamis (21/12) kemarin.

PPL merupakan salah satu persyaratan dari SKU yang wajib diselesaikan oleh seorang Adika Penegak, khususnya Ambalan sebelum melangkah ke golongan selanjutnya. Mereka harus bisa membuat sebuah hasta karya, serta mempresentasikannya di hadapan adika lainnya.

Salah satu peserta PPL perdana sedang mempresentasikan materinya.

Menurut salah seorang peserta PPL Perdana, kegiatan ini umumnya bertujuan sebagai sarana santri mengembangkan kreativitasnya. Di sisi lain, ada pula tujuan-tujuan khusus lain yang dapat diusung oleh masing-masing peserta.

Contohnya, ada seorang Adika Ambalan yang membuat hasta karya berbahan dasar stik es krim bekas. Maknanya, di samping menyalurkan kreativitasnya mereka juga dapat memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak terpakai, sehingga lebih ramah lingkungan.

Kreativitas santri sangatlah bermacam macam, berdasarkan keahlian yang dia miliki masing-masing. Ada yang mengandalkan seni lukis, ada pula yang membuat miniatur 3 dimensi dari gedung-gedung terkenal, dan masih banyak karya-karya indah lainnya.

Suasana antusias adika pramuka dalam memperhatikan pemateri.

Untuk PPL perdana, hanya 36 orang adika saja yang dipilih, sedangkan sisanya akan dibagi menjadi 2 gelombang berikutnya. Setiap peserta PPL akan disebar ke Gugus Depan yang ada untuk mendemonstrasikan tata cara pembuatan hasta karya milik mereka.

Sehingga selain melatih kreativitas, para Ambalan juga terlatih untuk berbicara di hadapan umum. Sebagai bekal lebih bagi mereka yang akan segera menjadi Pembina Pramuka di waktu yang akan datang.

(Berita: Ghulam, Foto: Chauza, Reviewer: Taufiq Affandi)

Pejuang Literasi dalam Membangun Generasi

0

Mantingan- Setiap waktu Allah SWT selalu sibuk mengatur alam semesta dengan seluruh penghuninya. Kondisi inilah yang ditiru pondok, bagaimana pondok selalu mempunyai kesibukan setiap saat, terus memperbaiki sarana dan meningkatkan kualitas pendidikan. Begitupula, Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 meluangkan waktu santriyah dengan mengadakan kegiatan baru yaitu Lentera (literasi santriyah Darussalam) pada Sabtu-Rabu (9-13/12/2023) guna menarik dan mengenalkan santriyah pada suatu perlombaan literasi dalam perpustakaan.

Bapak Wakil Pengasuh PMDG Putri 1 membuka kegiatan Lentera di hadapan para santriwati.

Hadir dalam penutupan lomba ini Bapak Wakil Pengasuh Al-Ustadz Mujib Abdurrahman, Lc., M.Ag., ustadzat serta santriyah kampung nan damai pada Jum’at (15/12/2023) sore di Lapangan Sahatu-t-Ta’asyi. Dalam sambutannya, Bapak Wakil Pengasuh Al-Ustadz Mujib Abdurrahman, Lc., M.Ag., mengungkapkan:

“Makanan untuk pikiran kita adalah ilmu pengetahuan, maka silahkan datang ke perpustakaan. Disana banyak buku yang akan menjadi nutrisi bagi akal kita. Khairu jalisin fii dzamani kitabun”. Beliau juga menekankan pentingnya memiliki skill membaca, menulis dan presentasi. Membaca untuk memahami dan membaca untuk menghafal setelahnya menulis secara langsung dan menulis karya ilmiah dan itu semua membutuhkan latihan.

Penutupan sekaligus pemberian hadiah kepada pemenang lomba.

Acara ditutup dengan pembagian hadiah dan pertunjukan yang ditampilkan oleh para  pemenang lomba. Berikut macam-macam perlombaan literasi, yaitu: resensi, review book, reporter, cerpen, artikel, baca puisi, dan design poster.

Dari diselenggarakannya acara ini, diharapkan dapat memberikan inovasi para santriyah dalam hal pentingnya literasi di era ghazwatu-l-fikr (perang pemikiran) dan juga dapat membentuk pribadi yang kompetitif. Sehingga dapat membangun karakter seorang calon alimah yang intelek dengan mengaplikasikan tulisan mereka dalam kehidupan sehari-hari di pondok maupun di luar kelak.

(Berita: Halilah, Foto: Tim Multimedia, Review: Taufiq Affandi)

Related Articles:

Meningkatkan Wawasan Literasi Santriwati dalam Seminar Bedah Buku

Tingkatkan Literasi Santri, PMDG Adakan Kegiatan PELITA

Lokakarya Literasi; “Menulis, Mengolah Pemikiran, Membangun Peradaban”

Menilik Fakultas Baru Unida, Komisi X DPR RI Adakan Kunjungan ke Gontor

0

DARUSSALAM – Baru-baru ini Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor mengambil langkah besar di bidang pendidikan. UNIDA secara resmi mengesahkan Fakultas Kedokteran, yang akan dibuka pada tahun ajaran baru mendatang.

Rupanya langkah ini mengundang perhatian dari beberapa pihak, khususnya Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia. Alhasil mereka memutuskan untuk mengunjungi PMDG guna bersilaturrahim dengan Pimpinan pondok. Rombongan yang terdiri dari 6 orang, tiba di Gontor pada Senin (18/12) pukul 09.00 WIB, dengan disambut langsung oleh Pimpinan PMDG.

Kunjungan tersebut diadakan untuk berbincang lebih lanjut tentang arah dan tujuan dibukanya fakultas kedokteran di UNIDA Gontor. Pasalnya, semua hal yang berkaitan dengan pendidikan dinaungi oleh komisi X, termasuk kiprah sebuah univetsitas dan lembaga pendidikan.

Ketua Komisi X DPR RI, H. Muhammad Nur Purnamasidi mengaku terkesan dengan kunjungannya ke Gontor. “Saya masih tidak menyangka bisa sampai mengunjungi pondok Gontor ini. Kebetulan dari muda dulu belum kesampaian melihat Gontor. Maka ini adalah kesempatan yang luar biasa,” ujar beliau di hadapan bapak Pimpinan PMDG.

K.H. Akrim Mariyat memberi penjelasan tentang moto, panca jiwa, serta panca jangka yang selalu dijadikan dasar dalam menjalankan kehidupan di PMDG. Selain itu, beliau turut menuturkan cita-cita mulia Trimurti untuk menjadikan Gontor sebagai lembaga pendidikan yang bermutu dan berarti.

“Dari awal berdirinya, pondok ini murni untuk alasan pendidikan. Pendidikan yang sifatnya holistik, bukan yang praktis. Polanya adalah pengabdian, tapi tidak mengandalkan bisnis atau politik. Di Gontor tidak ada diajarkan supaya jadi A, B atau C, tapi kita mendidik nilai-nilai kehidupan. Supaya ketika terjun ke masyarakat, alumni kita  jangan sampai buta dan canggung,” ujar K.H. Hasan Abdullah Sahal menambahkan.

Kunjungan ditutup dengan do’a bersama agar dimudahkan berjalannya semua urusan, baik untuk Gontor maupun untuk Bapak Muhammad Nur beserta rombongan. Dengan adanya silaturrahim, diharap memperkuat hubungan baik antara Pondok dengan berbagai pihak, khususnya dengan Komisi X DPR RI.

Staf Hubungan Masyarakat.

Lima Santriyah Terpilih untuk Menjadi Qudwah dalam Tarbiyyah ‘Amaliyah Perdana di Gontor Putri 1

0

Kuliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) merupakan lembaga pendidikan Gontor yang bertujuan untuk menciptakan seorang Mu’allimin dan Mu’allimat (pengajar) yang berkualitas. Demi mewujudkannya, Gontor Putri 1 mengadakan Tarbiyyah ‘Amaliyah (Ujian Praktik Mengajar) Perdana pada Senin (11/12/2023) yang beralokasi di lima tempat; Aula Auditorium, Aula Kuliyyatu-l-Banat, Aula Turki, Burj Fath lantai 2 dan 3. Tarbiyyah ‘Amaliyah merupakan praktikum mengajar yang diujikan bagi seluruh siswi KMI sebelum menghadapi Ujian Akhir KMI.

Kelima santriyah yang pertama kali melaksanakan Tarbiyyah ‘Amaliyah menjadi role mode bagi santriyah lainnya saat menghadapi ujian praktik selanjutnya. Lima santriyah yang terpilih tersebut adalah:

  1. Suhailah binti Abdul Razaq (6-B) Malaysia
  2. Siti Kania Nur Salsabila (6-B) Jakarta
  3. Arini Najwa Sabella Hakim (6-C) Yogyakarta
  4. Felik Cika Radien (6-D) Palembang
  5. Intan Restu Putri Maharani (6-B) Sidoarjo
Salah satu santriwati yang terpilih untuk menjadi contoh bagi teman-temannya dalam Tarbiyah ‘Amaliyah perdana sedang menjelaskan materi di dalam kelas.

Saat Tarbiyyah ‘Amaliyah berlangsung, mudarrisah (pengajar dari kelas 6) harus mempraktikkan khutwaatu-t-tadris (tata cara mengajar) dengan benar dan tertib. Begitupun para santriyah kelas 6 yang bertugas sebagai muntaqidah (evaluator) juga harus bersikap disiplin dan khidmat. Apabila ditemukan kesalahan dalam mengajar, maka kesalahan tersebut akan di bahas bersama pada dars naqd (evaluasi).

Suasana kelas ketika Tarbiyah ‘Amaliyah perdana, terlihat para Asatidzah pembimbing dan siswi akhir lainnya berjejer di samping kelas memperhatikan salah satu peserta Tarbiyah ‘Amaliyah perdana.

Inilah Gontor, pendidikannya tidak pernah lekang dari nilai-nilai yang telah diajarkan Trimurti. Selalu mengharapkan pembenaran (in uriidu ila-l-ishlah) dari tiap pergerakannya. Tarbiyyah ‘Amaliyah juga menjadi washilah bagi para santriyah kelas 6 untuk menumbuhkan ruuhu-l-mudarrisah (jiwa seorang pengajar). Karena bagi Gontor, At-thariqatu ahammu mina-l-maddah wa ruuhu-l-mudarrisah ahammu min mudarrisah nafsaha (Metode pengajaran lebih penting dari dari materi dan jiwa seorang pengajar lebih penting dari wujud seorang pengajar itu sendiri).


(Berita: Ama, Foto: Tim Multimedia, Reviewer: Taufiq Affandi, Halillah)

Gontor Putri 1 Bekali Santriyah Kiat-Kiat Menjadi Mudarrisah Jayyidah dengan Orientasi Materi Tarbiyah ‘Amaliyah

Cetak Generasi Pengajar Amanah dan Terpercaya dengan At-Tarbiyah Al-Amaliyyah

At-Tarbiyah al-‘Amaliyah Pra-Perdana sebagai Gambaran bagi Siswi Akhir KMI Hadapi At-Tarbiyah al-‘Amaliyah

Gontor Putri 1 Bekali Santriyah Kiat-Kiat Menjadi Mudarrisah Jayyidah dengan Orientasi Materi Tarbiyah ‘Amaliyah

0

Mantingan – Sebagai lembaga pendidikan yang bertujuan untuk melahirkan seorang pengajar, Tarbiyah ‘Amaliyah merupakan hal yang sangat penting di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Sebelum itu, diadakan Orientasi Tarbiyah ‘Amaliyah pada Kamis (7/12/2023) di Kampus pusat dan seluruh cabang secara daring. Di Gontor Putri 1, acara berlangsung di Aula Auditorium yang dihadiri oleh segenap guru KMI dan siswi kelas 6.

Orientasi dibuka dengan sambutan Bapak Direktur KMI, Al-Ustadz Masyhudi Subari. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa seorang guru diharuskan untuk mampu menyampaikan risalah yang telah diamanahkan kepada orang lain (murid-murid). Hal tersebut beliau tuturkan sebagai salah satu dari segudang kewajiban seorang guru. Tak luput, beliau juga mengingatkan mengenai pentingnya Akhlaku-l-Kariimah bagi generasi muda. “Orang yang mampu menghadapi masa depan adalah orang-orang yang berakhlak,” pungkasnya.

Siswi akhir KMI 2024 sedang mendengarkan pengarahan dari Direktur KMI K.H Masyhudi Subari, M.A. mengenai Tarbiyah ‘Amaliyah yang akan mereka hadapi.

Selanjutnya, Bapak Wakil Pengasuh, Wakil Direktur, serta sejumlah guru senior berkesempatan menjadi pembicara untuk menyampaikan tata cara ‘Amaliyah mengenai materi tertentu. Di samping materi, beliau-beliau juga menerangkan tentang hal-hal yang tidak boleh dilewatkan ataupun dilakukan ketika sedang praktek menjadi Mudarrisah.

Suasana pengarahan dan orientasi Tarbiyah ‘Amaliyah di Gontor Putri 1.

Acara ini memiliki urgensi yang besar bagi seluruh siswi kelas 6 KMI agar tidak salah paham dan salah pengertian mengenai Tarbiyah ‘Amaliyah. Harapannya, para guru dan seluruh siswi akhir dapat mengambil poin penting dari orientasi guna menjadi bekal saat praktek Tarbiyah ‘Amaliyah.

(Berita: Ama, Foto: Tim Multimedia, Reviewer: Taufiq Affandi, Halillah)

CETAK GURU YANG UNGGUL DAN BERKUALITAS DENGAN TARBIYAH AMALIYAH

Bersiap Menjadi Guru, Siswi Akhir KMI Hadapi Ujian Tarbiyah Amaliyah

Tarbiyah Amaliyah Perdana-Menyemai Bibit Guru yang Unggul

Pasca Hadiri Silaturahim Alim Ulama Pimpinan/Pengasuh Pondok Pesantren Se-Kalimantan Selatan, Pimpinan PMDG Resmikan Masjid Nurul Anshar Darul Hijrah

0

MARTAPURA – Pada Sabtu (09/12) Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) resmikan Masjid Nurul Anshar di Pondok Pesantren Darul Hijrah (Ponpes DH) Cindai Alus, Martapura, Kalimantan Selatan (Kalsel). Peresmian Masjid dilaksanakan pasca terselenggaranya acara Silaturahim Alim Ulama Pimpinan/Pengasuh Pondok Pesantren Se-Kalsel dan pelepasan 160 peserta pendidikan intensif bagi 126 kader pesantren, lembaga pendidikan Islam, dan ormas Se-Kalsel di Asrama Haji, Embarkasi, Banjarmasin, Kalsel.

Kedatangan rombongan Pimpinan PMDG K.H. Hasan Abdullah Sahal dan Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A. dimeriahkan dengan penampilan Tari Sinoman Hadrah yang merupakan tari tradisional Kalsel dengan makna penyambutan bagi seseorang atau kelompok yang dihormati atau dimuliakan.

Ponpes DH yang sudah berusia 37 Tahun akan kembali mengukir sejarah perjalanan panjangnya dengan acara peresmian ini. Bahkan dihadiri oleh Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia Komjen Pol. (Purn) Syafruddin Kambo, M.Si. dan beberapa tokoh penting lainnya seperti jajaran pengurus Yayasan maupun Lazis ASFA, Kakanwil Kemenag Dr. H. Muhammad Tambrin, Ketua MUI dan Baznas Kalsel, Koordinator Tasarruf Kalsel H. Sudian, Ketua Persatuan Pesantren Se-Kalsel, Presiden Pengasuh Pondok Pesantren Indonesia Dr. K.H. Tata Taufiq, Pengasuh Ponpes Termas K.H. Abdillah Nawawi, Pengasuh Ponpes Al-Anwar Sarang K.H. Abdul Rouf Maemon, Pimpinan Pengurus FPAG, ulama, ketua-ketua ormas, dan tokoh masyarakat.

Penandatanganan prasasti peresmian Masjid Nurul Anshar oleh KH. Hasan Abdullah Sahal

Acara dimulai pukul 13.50 WITA. Secara simbolis dengan penandatanganan prasasti, penekanan tombol peresmian, serta sergahan takbir oleh Kiai Hasan yang dilanjut dengan dibukanya gorden nama Masjid Nurul Anshar. Selanjutnya K.H. Zarkasyi Hasbi Pimpinan Ponpes DH bersama Pimpinan PMDG dan Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia resmikan masjid Nurul Anshor dengan memotong pita peresmian sebelum melaksanakan sholat Dzuhur berjemaah.

Kiai Hasan menyampaikan bahwa pesantren harus selalu menjaga shibgah keislaman dan keimanan serta berusaha dengan maksimal, bukan sebisasnya.

“Kita sebagai komunitas pesantren harus selalu menjaga identitas dan shibgah keislaman dan keimanan, harus terus berusaha semaksimal mungkin bukan sebisa mungkin,” pesan Kyai Hasan dalam pidatonya.

Pemotongan pita peresmian Masjid Nurul Anshar oleh Pimpinan PMDG, Pimpinan pesantren Darul Hijrah dan wakil Dewan Ketua Masjid Indonesia

Rentetan peresmian ditutup dengan pengesahan nama jalan baru dengan nama Trimurti, Jl. K.H. Imam Zarkasyi, Jl. K.H. Ahmad Sahal, dan Jl. K.H. Zainuddin Fannanie yang berada di sekitar lokasi masjid.

Alhamdulillah acara berjalan dengan khidmat dan lancar, semoga dengan diresmikannya Masjid Nurul Anshar ini bisa bermanfaat dan menopang peningkatan kualitas Pendidikan dan Pengajaran bagi santri/santriah di Ponpes DH Cindai Alus ini.

(Berita: Habiburahman, Foto: Pihak PP. Darul Hijrah, Reviewer: Taufiq Affandi)

Hadiri Peresmian Masjid Gontor Putri 1, Gubernur Jatim Sebut Gontor Berkontribusi Besar Bagi Umat & Bangsa

Estafetkan Sanad Penulis Al-Qur’an dalam Peresmian Markaz Khat Gontor Putri Kampus 1

Kiai Hasan Hadiri Rapat Dewan Nadzir Darunnajah dan Peresmian Aula 1 Dasawarsa di PP. Annur Darunnajah 8 Cidokom

Mencetak Muslimah Sejati, Menegakkan Kalimat Ilahi Lewat Pidato Akbar Kelas 5

0

Mantingan- Sebagai ‘mundziratu-l-qaum’, santriyah Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 dilatih untuk dapat berorasi didepan publik, memiliki mental kuat dan jiwa besar. Oleh karena itu, berbagai kegiatan dipaparkan untuk mendidik santriyah demi tercapainya harapan mulia sebagaimana yang diajarkan dalam agama. Salah satunya adalah kegiatan Lomba Pidato Akbar Kelas 5 yang diadakan pada hari Rabu (13/12/2023) malam di Aula Kulliyatu-l-Banat yang diperuntukkan bagi santriyah kelas 5 tiap tahunnya.

Salah satu peserta Lomba Pidato Akbar kelas 5.

Hadir dalam kegiatan ini Bapak Wakil Pengasuh Al-Ustadz Mujib Abdurrahman, Lc., M.Ag., Bapak Wakil Direktur Al-Ustadz H. Arif Irfanuddin, Lc., asatidz, ustadzat beserta seluruh kelas 5.Dalam sambutannya, Bapak Wakil Pengasuh Al-Ustadz Mujib Abdurrahman, Lc., M.Ag., mengungkapkan:

“هذا البرنامج وسيلة من وسا ئل الدعوة، وهي الوسيلة القولية التي تكون هيالوسيلة الأولى للدعوة الإسلامية”

“Acara ini adalah perantara dari segala perantara sebuah dakwah yaitu perantara berbicara yang menjadi sebuah perantara pertama pada dakwah Islam”. Selain itu, beliau juga memberikan arahan untuk menjadi seorang pendakwah yang baik agar selalu berlatih dalam berbicara.

Al-Ustadz Mujib Abdurrahman, Lc., M.Ag., beserta Al-Ustadz H. Arif Irfanuddin, Lc. memberi sambutan sekaligus membuka acara pidato akbar kelas 5.

Panitia kegiatan tersebut mulai sibuk sejak satu minggu sebelumnya telah mendata seluruh kontestan yang berjumlah lima belas orang. Lima belas orang tersebut adalah mereka yang telah lolos seleksi per-kelas nya. Dengan rincian tiga bahasa, yaitu: Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Terdapat sistem baru pada acara ini yaitu dengan dibimbing para pelatih yang akan memberikan selempang pada acara Pidato Akbar tersebut.

Adapun rekapitulasi kejuaran, adalah sebagai berikut:

NOBAHASANAMAKET
1B.ARABMuthi’ah zahrahJuara 1
2Ilma Nur AzizahJuara 2
3Syafira AlifyahJuara 3
NOBAHASANAMAKET
1B.INGGRISAlyssa NajwaJuara 1
2Melinda RahilJuara 2
3Salma AdilaJuara 3
NOBAHASANAMAKET
1B.INDOAdinda PutriJuara 1
2Feryska AuliaJuara 2
3Salsabila AzzahraJuara 3
Para pemenang lomba berfoto bersama.

Pada perlombahan ini kelas 5 sangat antusias dalam mengutarakan isi pidatonya. Dengan semangat dari tiap pendukungnya, membuat suasana ramai dengan candaan yang mengandung unsur keislaman. Disela acara ini, kelas 5 memberikan penampilan yang menakjubkan macam tarian dan nyanyian yang selaras lagi kompak. Semoga dengan adanya perlombaan tersebut, menciptakan kader-kader pendakwah yang baik serta dapat menjadikan pendidik yang shalehah.

(Berita: Halilah, Foto: Tim Multimedia, Review: Taufiq Affandi)

Related Articles:

Awali Pembentukan Mental dan Karakter Pendidik dalam Pengarahan Pengajar dan Pembimbing Latihan Pidato

Pidato Akbar Latih Kecapakan Siswi

Perlombaan Pidato Akbar Kelas 5; Membuktikan Keberanian dan Kemahiran Kelas 5 dalam hal kecakapan

Orientasi dan Geladi Tangguh, Bekali Pengurus Baru KGP 15.089

0

GONTOR – Kegiatan Pramuka di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) tidak terlepas dari pengurus Koordinator Gerakan Pramuka (KGP) 15.089. Oleh karena itu, di awal masa pengurusan pengurus KGP 15.089 yang baru, diadakanlah Orientasi Pengurus Baru dan Geladi Tangguh. Acara diadakan untuk membekali pengurus Koordinator yang akan mengkoordinir kegiatan kepramukaan selama satu tahun ke depan serta mempererat ukhuwwah islamiyyah antarpengurus.

Dengan bimbingan dari Majelis Pembimbing Koordinator Harian (Mabikori), pengurus baru KGP 15.089 yang merupakan santri kelas 5 Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI). Sebanyak 46 orang menjalani orientasi ini selama 5 hari, sejak 27 November-1 Desember 2023. Orientasi ini dibuka oleh Al-Ustadz H. Suwarno T.M., S.Ag. bertempat di Aula Gedung Rabithah.

Di dalam orientasi ini pengurus baru diperkenalkan dengan beberapa materi, di antaranya: Pengetahuan Kepramukaan dan Kegiatan Kepramukaan, Administrasi dan Anggaran Dasar Gugus Depan, Leadership, Pengembangan Wawasan Kepramukaan, Pengembangan Keterampilan, serta Outbound sebagai pembentukan mental pola pikir dan pola kerja serta memupuk ukhuwah Islamiyah.

Salah satu pelatih orientasi Koordinator Gerakan Pramuka 15.089 Dr. Riza Ashari, M.Pd. menyampaikan materi kepada pengurus baru.

Ustadz Dr. Riza Ashari, M.Pd., salah satu pelatih manyampaikan bahwasannya persamaan persepsi sangatlah penting untuk sampai pada tujuan dari organisasi. Beliau juga berharap Geladi Tangguh ini dapat menyatukan dan meningkatkan potensi pengurus demi kemajuan Pramuka di PMDG.

“Persamaan persepsi penting dilakukan untuk mencapai sebuah tujuan organisasi. Maka dengan kegiatan orientasi ini, kita berharap dapat menyatukan potensi pengurus dan meningkatkannya,” ujar Ustadz Dr. Riza Ashari, M.Pd.

Di hari terakhir, kegiatan ini diisi dengan kegiatan yang lebih menarik, yakni Geladi Tangguh yang bertempat di kawasan Bendungan Bendo. Adapun kegiatannya meliputi: membaca peta buta, membuat peta pita, melatih kekompakan, meninjau tata cara pengadaan Perkemahan Kamis Jum’at (Perkajum), mengambil Tanda Kecakapan Khusus (TKK) berkemah, memasak, dan mendirikan tenda, serta mengajarkan kepada pengurus untuk memberi dan berinteraksi kepada masyarakat.

Perfotoan Koordinator Gerakan Pramuka 15.089 bersama staf Majelis Pembimbing Koordinator Harian (Mabikori) setelah penutupan orientasi di Bendungan Bendo.

Alhamdulillah, acara berjalan dengan lancar. Semoga dengan diadakannya acara ini, para pengurus baru KGP 15.089 dapat menjalankan amanat dengan baik, terutama di dalam memajukan Kepramukaan Gontor.

(Berita: hafidh, Foto: Thoriq, Reviewer: Dr. Riza Ashari, Taufiq Affandi)

Orientasi Staf OPPM Periode 2022-2023;

Orientasi OPPM Langkah Awal Menjadi Lebih Baik

Optimalkan Kegiatan Kepramukaan, MABIKORI Siap Orientasi 130 Binsat dan 26 Andulat selama Tiga hari.

Uji Coba Sebelum Praktik Mengajar, 36 Siswa Akhir Laksanakan Micro Teaching

0

DARUSSALAM- Praktik mengajar merupakan salah satu rentetan kegiatan ujian yang wajib diikuti oleh siswa akhir KMI. Nantinya mereka akan memasuki kelas-kelas untuk menyampaikan materi dengan metode yang benar di hadapan para santri.

Namun sebelum itu, terlebih dahulu diadakan review materi dan pelatihan singkat dari para guru pembimbing. Tak cuma itu, ada pula program Micro Teaching sebagai uji coba bagi para siswa akhir sebelum mereka benar-benar mengadakan praktik mengajar.

Terlihat ekspresi keseriusan santri dalam memperhatikan salah satu siswa akhir KMI dalam Micro Teaching.

Menurut Al-Ustadz Rifqi Fachriyan selaku salah satu panitia praktik mengajar, sebanyak 36 orang siswa akhir KMI dipilih untuk mengadakan program tersebut. Mereka terdiri dari 18 orang pengajar yang akan menyampaikan materi Muthola’ah, serta 18 sisanya akan menyampaikan materi Reading.

Adapun yang menjadi peserta didik pada kegiatan ini adalah siswa KMI dari kelas 2, 3, dan 1 Intensif. Siswa kelas 2 dan 1 Intensif akan mengikuti kegiatan Micro Teaching pada hari Senin (4/12) dengan materi Muthola’ah. Sedangkan Siswa kelas 3 akan menerima materi Reading satu hari setelahnya, atau lebih tepatnya hari Selasa (5/12).

Suasana salah satu kelas yang digunakan untuk Micro Teaching siswa akhir KMI.

Tak luput, para bapak guru pembimbing juga turut serta membersamai para siswa akhir selama berjalannya kegiatan tersebut. Sebanyak 157 orang bapak guru KMI disebar menuju ruang-ruang kelas guna mengawasi serta mencatat evaluasi yang terjadi selama Micro Teaching berlangsung.

Nantinya evaluasi tersebut akan menjadi pembelajaran tersendiri bagi para siswa akhir, baik yang menjadi pengajar maupun yang sekedar menjadi pengoreksi. Kesalahan yang sudah terjadi, akan diantisipasi sehingga kecil kemungkinan terulang kembali. Alhasil, para siswa akhir akan lebih matang dan lebih siap menghadapi ujian sebenarnya pada hari-H nanti.

(Berita: Mahadi, Foto: Nahid, Reviewer: Taufiq Affandi)

Praktik Mengajar Perdana : Ruh Guru Lebih Penting dari Guru Itu Sendiri!

Praktek Mengajar (‘Amaliyatu at-Tadris): Pahami Cara Mengajar Yang Baik

Pembuatan RPS: Permudah Kegiatan Belajar Mengajar

Regenerasi Pengurus OPPM & KGP, Wadah Untuk Belajar Organisasi

0

DARUSSALAM- Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mendidik santrinya lewat organisasi. Baru-baru ini, PMDG telah mengadakan Pergantian Pengurus OPPM dan Koordinator Gerakan Pramuka. Sejumlah siswa kelas 5 KMI dilantik menjadi pengurus baru untuk menggantikan para pengurus lama.

Sebelum dilantik, para calon pengurus telah melewati rentetan demi rentetan kegiatan mulai dari pengukuhan, serah terima amanat dan diakhiri dengan pelantikan. Pengurus baru OPPM dilantik tepat pada hari Senin (20/11). Sedangkan pengurus Koordinator dilantik berselang satu hari setelahnya, yaitu Selasa (21/11)

Pengukuhan bagian-bagian pengurus OPPM dan KGP.

Tidak hanya menyaksikan pelantikan pengurus baru, para santri juga mendengarkan laporan hasil usaha dari pengurus lama yang telah bekerja di bagiannya selama satu tahun menjabat. Selanjutnya, pengurus lama menyerahkan amanatnya kepada pengurus baru dengan disaksikan Pimpinan Pondok, dan seluruh warga OPPM.

Nantinya para pengurus barulah yang akan mengkoordinir jalannya kegiatan yang ada di PMDG selama satu tahun mendatang. Mereka akan menggantikan peran dari pengurus lama, yaitu siswa akhir KMI yang akan segera menghadapi ujian akhir beberapa bulan mendatang.

Pengurus OPPM lama dan baru memasuki ruang pertemuan.

Rentetan demi rentetan kegiatan tersebut secara tidak langsung melatih dan mendewasakan para santri. Mereka dituntut untuk mengerjakan tugas yang telah diamanati sebaik mungkin, serta melaporkan hasil usaha yang telah dikerjakan.

Pelantikan pengurus baru KGP.

Selain itu, para santri juga terlatih untuk rapi dalam mengurusi perihal keadministrasian. Segalanya dikerjakan dengan sistematis dan teratur untuk mencegah adanya kesalahan dalam kepengurusan. Sebab administrasi yang rapi hukumnya mutlak untuk menjaga kepercayaan.

Demikianlah cara PMDG mendidik santrinya melalui organisasi. Mereka tidak sekedar diberikan teori, namun juga diberikan wadah untuk mengaplikasikannya sebagai bekal menjadi pemimpin di masa yang akan datang.

(Berita: Mahadi, Foto: Chauza, Ibad, Reviewer: Taufiq Affandi).

Related Articles:

Demonstrasikan Miniatur Berorganisasi dalam Pemilihan Ketua Rayon

Perlunya Laporan Hasil Usaha dalam Sebuah Organisasi Untuk Meningkatkan Kepercayaan – Sidang Mingguan OPPM

Tes Kepahaman Berorganisasi Melalui Ujian AD/ART