Home Blog Page 61

Eduversal Mathematic Competition Cetak Sosok Ulama yang Intelek

0

Salah satu cita-cita Trimurti PMDG adalah mewujudkan ulama yang intelek, bukan hanya intelek yang tahu agama. Sebagai ikhtiyar mewujudkan cita-cita tersebut, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) kembali mengutus santri-santrinya untuk mengikuti olimpiade matematika nasional yang bernama Eduversal Mathematic Competition (EMC).

Olimpiade ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Edukasi Universal (Eduversal) Indonesia sebagai lembaga konsultan pendidikan terkemuka di Indonesia. Para peserta utusan PMDG adalah santri yang memiliki minat lebih terhadap bidang sains khususnya Matematika.

Suasana belajar bersama di luar ruangan lomba.

Melalui proses seleksi internal pada tanggal 16 Oktober 2023, terpilih 25 santri kelas 1 sampai 4 sebagai perwakilan PMDG untuk mengikuti penyisihan tingkat nasional olimpiade matematika tersebut.

Setelah melalui tahap seleksi nasional, sebanyak 22 santri terpilih melanjutkan perjuangan ke tingkat nasional yang diadakan di Test Center SMA Al-Hikmah Boarding School, Batu pada tanggal 4 Jumadal Ula 1445/18 November 2023.

Diharapkan dengan mengikuti kompetisi berskala nasional ini, para santri mendapatkan pengalaman berharga serta membuktikan bahwa mereka juga mampu menguasai ilmu Sains.

(Berita: Alif, Foto: Hikam, Review: Taufiq Affandi).

Related Articles:

PMDG Adakan Olimpiade Sains Antar Kampus

Dengan Ilmu Al-Qur’an dan Ilmu Sains, Santri Saintis Siap Membangun Peradaban Islam

Gontor Kampus Pusat Sabet Juara 1 Cerdas Cermat Olimpiade Sains

Menengok Sekilas Kegiatan Ubudiyyah Santri Gontor

0

Suasana masih gelap, kunang-kunang berkedap-kedip beterbangan di kampung damai. Di tengah kesunyian malam, jiwa-jiwa yang mengharap ridho Ilahi telah beranjak dari tidur,  menengadahkan tangan dan menghadap kepada-Nya. Bintang dan bulan tak pernah bosan menyaksikan ketaatan hamba pada Tuhannya, sehingga langit sepertiga malam di bumi Darussalam selalu berikan ketenangan pada tiap insan yang menyaksikannya.

Setiap harinya, para santri bangun sekitar 30 menit sebelum adzan shubuh sehingga mempunyai waktu untuk qiyamul lail dan juga membaca Al-Quran. Sebagian dari mereka ada juga yang duduk khusyu’ di atas sajadah, berdzikir mengagungkan nama Allah lalu menerbangkan harapan ke langit doa.

Jikalau waktu shalat tiba, maka setiap kamar akan mengumandangkan adzan yang memenuhi tiap sudut  Pondok Moder Darussalam Gontor (PMDG). Bagi santri kelas 1-4 KMI, lima waktu shalat selain maghrib didirikan di asrama masing-masing dengan imam dari teman sebaya mereka secara bergantian sesuai jadwal dengan pengawalan dan bimbingan pengurus asrama. Hal ini bertujuan supaya mereka terbiasa dan siap menjadi imam ketika berkiprah di masyarakat kelak.

Sedangkan untuk santri kelas 6 dan kelas 5 non pengurus rayon, mereka mendirikan shalat lima waktu di masjid jami’ diimami oleh kelas 6 yang mendapatkan jadwal imam. Karena kelas 6 adalah calon alumni dan akan segera mengabdi, maka mereka dibiasakan mengimami di masjid jami’ supaya mentalnya terbentuk dan juga siap apabila diminta mengimami di masjid-masjid besar setelah lulus dari KMI nanti.

Selain itu, setelah shalat subuh, ashar dan maghrib para santri juga dibiasakan untuk membaca Al-Quran sebelum melanjutkan aktivitas mereka seperti berolahraga, berpramuka ataupun kegiatan ekstakulikuler lainnya. Dengan demikian, spiritual mereka terus ditempa dan diasah. Walaupun memiliki kemampuan dan bakat yang beranekaragam tetapi mereka tetap berjiwa santri.

Begitupun dengan sore hari, pukul 17.00 WIB seluruh santri dari kelas 1-6 KMI harus sudah berada di masjid menunggu waktu shalat dengan tilawah Al-Quran. Bahkan ada beberapa kelas yang mengaji bersama dengan wali kelasnya untuk menyetorkan hafalan Juz Amma’.

Selain itu, para santri juga memiliki waktu lain untuk menyetorkan hafalan kepada wali kelas sesuai dengan waktu yang mereka sepakati. Adapun bagi santri yang hafizh Al-Qur’an, mereka bisa bergabung dengan Jamiyyatul Huffazh (JMH) supaya bisa memuroja’ah secara intensif dan menyetorkannya hafalannya ke pengurus JMH.

Itulah sekelumit kegiatan ubudiyyah santri Gontor, dari mulai terbukanya mata hingga terpejam kembali. Tentu selain bentuk ubudiyyah yang kita bahas secara sekilas dalam tulisan ini, masih banyak lagi bentuk lainnya yang belum kita bahas, seperti puasa Senin Kamis, shalat Dhuha, serta berbagai bentuk kegiatan ubudiyyah yang sifatnya swakarsa ataupun dengan arahan wali kelas, mudabbir, ataupun organisasi lainnya.

Lebih dari itu, segenap aktivitas belajar di dalam maupun luar kelas, akademis maupun non-akademis, selalu diniatkan sebagai ibadah lillahi ta’ala. Semoga Allah selalu memudahkan langkah hambaNya untuk beribadah mendekatkan diri padaNya dan berusaha menggapai ridhaNya.

(Berita: Ridzky, Foto: Chauza, Reviewer: Taufiq Affandi.)

Related Articles:

Pentingnya Pengetahuan Ibadah Haji Bagi Santri, PMDG Adakan Praktik Manasik Haji

Memaksimalkan Ibadah di Bulan Suci Ramadhan

Mudaarasatu-l-Quran; Bagian dari Ibadah

Dalam Rangka 100 Tahun Gontor, HTQ Digelar Serentak di Berbagai Kampus

0

GONTOR- Haflatu Tilawati-l-Qur’an (HTQ) disambut hangat oleh para santri. Acara tahunan tersebut berlangsung selama kurang lebih satu pekan, dengan acara puncaknya diadakan pada Kamis (9/11) malam di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM). Untuk babak Final HTQ sendiri berlangsung sebanyak 2 kali yaitu pada hari Ahad (5/11) dan juga Kamis (9/11).


Acara HTQ bukan hanya diadakan di PMDG kampus pusat saja, namun diadakan secara serentak di kampus-kampus cabang PMDG. Dengan demikian, seluruh kampus bersama-sama menyatukan persepsi dalam menjalankan dinamika pendidikan di PMDG, terutama menjelang usia yang ke-100 tahun mendatang.

Al-Ustadz Saidil Yusron menghadiri acara HTQ 2023.

Bapak wakil direktur KMI, H.Farid Sulistyo turut menghadiri serta membuka secara seremonial puncak acara tersebut. “Kita berinteraksi dengan Al-Qur’an, membaca,memahami, menghafal hingga ke puncak tertinggi yaitu mengamalkannya. Apabila santri kurang dalam membaca al qur’an, maka di pertanyakan kesantriannya.” ujar beliau tatkala menyampaikan sambutan di Gedung Aula robithoh, Ahad lalu (5/11).

Tidak hanya dihadiri santri, Pimpinan Pondok dan juga bapak guru KMI lainnya turut menghadiri acara tersebut. Salah satunya Al-Ustadz Sayyidul Yusron yang mengaku sangat antusias sepanjang acara berlangsung. “Ketika para santri kembali kekampung halaman, hal pertama yang dipertanyakan pastilah bacaan Al-Qur’an. Sudah lancer atau belum? Maka patutlah bagi kita bersyukur karena berada disini.” beliau menambahkan.

HTQ yang digelar di PMDG Kampus 5, Magelang.

HTQ sendiri terdiri dari 7 perlombaan yang diiikutsertai oleh 22 asrama di PMDG. Perlombaan tersebut adalah Mujawwadah, Murottalah, Hifdzil Qur’an, Syarhil Qur’an, Fahmil Qur’an, Adzan, serta Khat atau kaligrafi.
Selain perlombaan yang berjalan dengan serius, terdapat pula macam-macam penampilan yang diselingi di tengah-tengah perlombaan. Mulai dari paduan suara, nasyid, sampai dengan drama kolosal yang mengambil tema perjuangan para Mujahid di Palestina.

Di penghujung acara, dewan juri membacakan nilai komulatif yang diraih oleh tiap-tiap rayon yang berpartisipasi dalam perlombaan. Alhasil, rayon Aligarh lantai satu keluar sebagai juara umum dengan total perolehan nilai terbesar, yakni 710 poin.

Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal menyerahkan piala kepada para pemenang lomba.

Semoga dengan diselenggarakannya HTQ dengan berbagai rentetannya dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap Al-Qur’an di dalam pribadi masing-masing santri. Sehingga Gontor dapat senantiasa melahirkan generasi Qur’ani yang berpedoman kepada Al-Qur’an dalam menjalani kehidupan.

(Berita: Ghulam, Abrar, Foto: Irfan, Editor: Mahadi, Review: Riza Ashari).

Related Articles:

Kesyukuran Menuju Usia 100 Tahun, Santri dan Alumni PMDG Adakan Khatmu-l-Qur’an Serentak

Nuzulu-l-Qur’an Tingkatkan Iman dan Taqwa

Dengan Ilmu Al-Qur’an dan Ilmu Sains, Santri Saintis Siap Membangun Peradaban Islam

Khazanah Pendidikan dalam Gontor Olympiad

0

Gontor Oympiad (GO) merupakan agenda rutin tahunan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Dibuka pada Jum’at (3/11), GO kali ini mengangkat tema ‘one soul, one goal’.

Selain sebuah kegiatan wajib, GO menjadi wadah para santri untuk berkarya dan menyalurkan kreativitasnya. Terutama dalam bidang olah raga, olah rasa, olah fikir, dan kepramukaan. Menurut al-ustadz Hanif Hafiz, acara ini adalah etalase khazanah pendidikan Gontor. “Apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan adalah pendidikan.” ujar beliau ketika menyampaikan amanat inspektur upacara ketika pembukaan GO.

GO juga merupakan ajang implementasi al-muhafadzhoh ala-l-qiyam wa-t-taghyiiru ila-l-kamal, dimana nilai-nilai dari prinsip yang ada dijaga, sedangkan hal-hal yang sudah usang diubah dan diperbaharui.

Dalam kompetisi ini, kemampuan dan kebersamaan para santri dituntut maksimal. Meskipun demikian, kemenangan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan, tapi juga nasib dan keberuntungan. Beliau menekankan kepada semua peserta yang akan berlomba untuk tidak curang dan bertanding dengan jujur. “Menang dengan jantan, kalah dengan terpuji.” ucap salah satu guru senior PMDG tersebut.

GO menjadi bukti akan keseriusan Gontor dengan mottonya, ‘berbadan sehat’. Santri tidak hanya digembleng untuk unggul dalam segi akademik, tetapi juga dibentuk menjadi manusia utuh dengan kemampuan mumpuni dalam berbagai bidang, termasuk olahraga. Menurut beliau, santri adalah bibit pohon yang disinari oleh nasehat dan cahaya ilmu. Agenda ini juga wujud dari kehidupan pondok yang dinamis. “Dinamika tidak hanya di kelas saja.”

Olahraga mempersatukan dan menyatukan segala status. Hal ini belaku dalam Gontor Olympiad. Anggota dan mudabbir (pengurus rayon) sama-sama memperjuangkan rayon atau asrama mereka agar mendapat hasil yang terbaik. Di akhir pidatonya, beliau juga mengimbau kepada seluruh santri untuk berkarya sepuas-puasnya. “Berkaryalah sepuasnya wahai santri-santriku, karena harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, dan manusia mati meninggalkan karya yang bemanfaat.”

(Berita: Ghazi, Foto: Chauza, Editor: Ridzky, Review: Riza Ashari).

Related Articles:

Bugarkan Jasmani dalam Pekan Olahraga dan Seni

Tingkatkan Sportivitas Santri Dengan Gontor Olympiad

Sehat Jasmani Berasas Gontori

Tingkatkan Sportivitas Santri Dengan Gontor Olympiad

0

GONTOR– Pembukaan Gontor Olympiad (GO) pada hari Jum’at (3/11) berjalan dengan khidmat. Acara dibuka pada pukul 06:00 WIB oleh pembawa acara. Para santri telah berdiri rapih di lapangan hijau Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) setengah jam sebelum acara dimulai. Mereka berdiri sesuai dengan rayon masing-masing, mulai dari rayon anak baru, santri shigor, kibar, sampai siswa akhir sekalipun. Di samping itu, para bapak guru Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) juga mengikuti pembukaan GO di tempat yang tersedia.

Al-Ustadz Hanif Hafidz selaku pembina upacara menyampaikan amanat nya kepada seluruh santri.

Dimulainya acara ditandai dengan pengibaran bendera olimpiade, bersandingan dengan bendera Gontor di tiang yang menjulang tinggi. Dilanjutkan dengan amanat inspektur upacara yang dibawakan oleh Al Ustadz Hanif Hafiz. “Dengan kegiatan ini saya menghimbau pada anak-anak bahwa acara ini sebagai media untuk mengolah raga kita, mengolah akal kita, mengolah rasa kita. Maka bermainlah dengan baik, bermainlah dengan tertib dalam mendukung kelompok-kelompok kalian.” Ujar beliau. Selain itu, beliau juga mneyampaikan tentang kelebihan pendidikan yang terdapat di PMDG, salah satunya adalah GO.

Pimpinan Pondok, K.H. Akrim Mariyat membuka secara simbolis kegiatan Gontor Olympiad 2023.

Setelah Pembacaan doa, acara dilanjutkan dengan penampilan – penampilan. Penampilan pertama dari Marching Band Gema Nada Darussalam (MBGND) dengan konsep perjuangan hebatnya persahabatan yang membawakan 4 lagu yaitu Meter, Tuning, Hebatnya Pershabatan, dan Rungkad. Dengan anggota sebanyak 77 orang yang terbagi menjadi 8 alat yaitu trompet 9 orang, mellophone 11 orang, tuba 14 orang, bass drum 5 orang, senar 3 orang, quint tom 2 orang, colour guard 13 orang dan hand cymbal 11 orang. Beda dengan Marching Band yang lain, MBGND tampilkan drum guna menambah variasi dalam penampilannya. Dengan variasi tersebut MBGND dapat pecahkan suasana di pagi hari itu.

Pembacaan janji wasit, sebagai bukti pengaplikasian fair play dalam setiap perlombaan

Sebelum menuju penampilan selanjutnya, Ustadz Akrim Mariyat, selaku pimpinan PMDG, resmi membuka acara ini dengan menekan tombol sirine yang secara langsung membakar obor, simbol yang biasa digunakan dalam setiap olimpiade. Dengan aba-aba tersebut, peserta Grand Opening masuk ke lapangan dengan menggunakan baju sesuai divisi perlombaan yang terdapat dalam GO. Grand Opening ini tidak hanya menampilkan penampilan yang baik, tapi menghibur hati penonton. Anggota yang membentuk koreo, ditambah bendera-bendera, serta tidak kalah juga menghadirkan beberapa anggota rayon untuk fashion show sebagai perwakilan rayonnya, ditambah puzzle yang bertuliskan “One Soul, One Goal” penonton, dilanjutkan dengan tablo dan ditutup dengan penampilan OST. Gontor Olympiad.

Ost. Gontor Olympiad yang ditampilkan pada acara Grand Opening.

Acara tersebut juga mendapatkan apresiasi dari para santri, “ GO ini sangat menantang dan bergengsi karena didalamnya terdapat banyak perlombaan yang bisa diikuti oleh santri,” ulas Akhdan Widad, salah satu santri di PMDG.

“One Soul, One Goal”  merupakan motto  yang memiliki arti Satu Jiwa, Satu Tujuan untuk membentuk jiwa santri yang satu dan utuh dalam rangka menghadirkan nilai- nilai islam dan membangun peradaban utama.

(Berita: Rio, Haqqi, Foto: Chauza, Ibad, Editor: Ridzky, Review: Riza Ashari).

Related Articles:

Gontor Olympiad Kompetisi Santri Yang Menjunjung Tinggi Nilai-Nilai Islami

Gontor Olympiad Ajang Peningkatan Kreativitas Untuk Menuju 1 Abad Gontor yang Berkualitas

Simultan, Gontor Olympiad dan Sumpah Pemuda Bernada Padan

Fathul Kutub Bekali Santri untuk Hadapi Permasalahan Kontemporer

0

DARUSSALAM- Di era yang semakin modern, umat Islam membutuhkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan hukum-hukum syari’at. Banyaknya perubahan dibawa oleh perkembangan zaman menimbulkan permasalahan baru yang belum akrab di kalangan masyarakat awam.

Untuk itu, Kulliyyatu-l-Muallimin Al-Islamiyyah (KMI) menggelar kegiatan bedah buku tahunan atau lebih dikenal dengan Fathul Kutub. Agenda tersebut wajib diikuti oleh seluruh siswa KMI yang tengah duduk di bangku kelas 5. Tidak sendiri, para santri juga akan dibimbing langsung oleh para bapak guru KMI yang mengawasi berjalannya kegiatan tersebut.

BPPM dipenuhi dengan siswa kelas 5 KMI pada acara Fathul Kutub.

Fathul Kutub untuk siswa kelas 5 KMI berlangsung selama kurang lebih 6 hari, mulai dari Sabtu (28/10) sampai dengan hari Kamis (2/11). Selama 6 hari itu pula para peserta Fathul Kutub akan beramai-ramai memadati Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) setiap pagi dan malam hari.

Bapak guru pembimbing yang membimbing dan mengawasi lancarnya agenda Fathul Kutub.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa akan dihadapkan dengan beberapa permasalahan yang umumnya sering terjadi di masyarakat, mulai dari permasalahan Fiqh Syari’ah, Tauhid, sampai dengan penafsiran dari ayat-ayat Al-Qur’an. Nantinya, mereka akan membedah kitab-kitab yang membahas permasalahan tersebut untuk dicari kesimpulannya.

Selain itu, mereka tidak sekedar membaca kitab saja, namun juga menyampaikan hasil pemahaman dari kitab yang telah mereka perdalami. Siswa lain juga berhak menanyakan hal yang kurang dipahami, serta mendiskusikan pendapat yang menurut mereka kurang tepat. Asalkan, pendapat mereka disertai dengan bukti atau dalil yang otentik.

Antusias siswa kelas 5 yang ikut serta dalam kegiatan Fathul Kutub.

Dengan diadakan kegiatan semacam Fathul Kutub ini, para santri khususnya yang akan segera menjadi alumni diharapkan punya bekal yang cukup serta wawasan yang mumpuni agar mampu menjawab pertanyaan dari masyarakat yang membuthkan penjelasan dan pengetahuan tentang hukum-hukum syair’at Islam kontemporer yang sering dijumpai belakangan waktu. 

(Berita: Mahadi, Foto: Ibad, Review: Riza Ashari).

Related Articles:

Fathul Kutub-Membaca, Memahami, dan Menjelaskan pembahasan dari Kutubu-t-Turats

Fathu-l-Kutub Usai, Siswi Kelas 5 Lanjutkan Agenda Selanjutnya

Fathu-l-Kutub, Perdalam Khizanah Keilmuwan Siswi

Gontor Menempa Mental Santri Dengan Public Speaking Contest

0

GONTOR-Pondok Modern Darussalam Gontor memiliki peran penting dalam masyarakat untuk mencetak kader-kader pemimpin umat. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki seorang pemimpin adalah memiliki mental dan kemampuan berpidato yang baik. Pada Kamis (19/10) dan Ahad (22/10) yang lalu, PMDG menyelenggarakan Public Speaking Contest di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) sebagai wadah pendidikan.

Perlombaan Public Speaking Contest ini menggunakan 3 bahasa (Indonesi, Arab dan Inggris) sebagai pendidikan supaya santri berani dan mampu berpidato dengan Bahasa asing di depan khalayak umum. Bukan hanya itu, para penonton pun akan terdorong dan mendapatkan motivasi untuk belajar bahasa Arab dan Inggris. Peserta terdidik mental berbicaranya, dan penonton terdidik untuk mendengarkan pembicara.

Public Speaking Contest melatih kepiawaian santri dalam hal berorasi di depan umum.jpeg

Penyeleksian para peserta Public Speaking Contest ini telah dimulai sejak semester 1 dan telah melalui proses yang sangat panjang. Dengan demikian, mental para peserta akan tertempa dan juga akan memotivasi teman-teman lainnya.

“Dengan adanya kegiatan ini, santri akan terlatih mentalnya sehingga terbiasa dan mampu untuk berpidato menggunakan bahasa asing.” terang Ustadz Anugerah, salah satu juri Public Speaking Contest.

Pemenang kontes tengah mengambil gambar dengan para Juri.jpeg

Ustadz Anugerah juga berharap lomba Public Speaking Contest ini dapat memotivasi santri supaya lebih bersungguh-sunggu lagi dalam latihan wajib berpidato yang diadakan 3 kali dalam seminggu. Dengan demikian, para santri bisa memaksimalkan kemampuan mereka dari segi mental dan juga Bahasa.

(Berita: Ridzky, Foto: Chauza, Kurnia, Review: Riza Ashari).

Related Articles:

Awali Pembentukan Mental dan Karakter Pendidik dalam Pengarahan Pengajar dan Pembimbing Latihan Pidato

Perlombaan Pidato Akbar Kelas 5; Membuktikan Keberanian dan Kemahiran Kelas 5 dalam hal kecakapan

Gontor Tingkatkan Kualitas Pidato Santriyah melalui Speech Camp

Kunjungan Wakil Kedutaan Besar Republik Indonesia ke Gontor

0

GONTOR- Wakil Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo, Mesir M. Aji Surya dan wakil kedutaan di Riyadh, Arab Saudi Arief Hidayat berkunjung ke Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) pada Sabtu, 28 Oktober 2023. Beliau tiba pukul 15.40 WIB dan langsung menuju kantor pimpinan bertemu Bapak Pimpinan PMDG

Kedatangan beliau ke Gontor dalam rangka silaturahim dengan Bapak Pimpinan dan juga akan mengisi kuliah praktisi di UNIDA Gontor. Sebelum ke PMDG, beliau telah berkunjung ke UNIDA Gontor terlebih dahulu dan bersilaturahim dengan dosen-dosen Departemen Hubungan Internasional.

Suasana silaturrahim Pimpinan Pondok dengan Wakil KBRI di Kantor Pimpinan.

“Saya senang Universitas Darussalam Gontor menjadi universitas unggulan. Dan saya kira dari ribuan universitas di Indonesia, hanya sedikit yang terakreditasi Unggul, dan salah satunya adalah UNIDA Gontor,” ungkap Arief Hidayat ketika bertemu dengan K.H. Akrim Mariyat.

K.H. Akrim Mariyat menjelaskan bahwasannya UNIDA Gontor adalah cita-cita yang dicanangkan Trimurti sejak tahun 1958 ketika penyerahan Piagam Wakaf. Pada tahun 1963 Trimurti telah mulai mendirikan perguruan tinggi, namun baru menjadi Universitas pada tahun 2014.

“Apapun yg kita lakukan di PMDG ini berdasarkan kepada Piagam wakaf itu, tidak boleh bertentangan,” terang K.H. Akrim Mariyat.

Penyerahan kenang-kenangan oleh Pimpinan Pondok.

M. Arief hidayat pun mengagumi pemikiran dan cita-cita Trimurti yang sangat maju pada saat mendirikan Gontor tahun 1926. Beliau juga mengungkapkan bahwa keberadaan pesantren dan umat islam di Indonesia memberikan dampak baik dan menjadi modal untuk diplomasi luar negeri Indonesia.

“Wow, berarti pemikiran Trimurti sudah sangat modern pada saati itu,” komentar Bapak M. Arief Hidayat.

Sebelum kembali ke UNIDA Gontor untuk mengisi kuliah praktisi, beliau sempat menyaksikan suasana Gontor dan sekitarnya dari puncak menara Gontor.

(Berita: Ridzky, Reviewer: Riza Ashari).

Related Articles:

Pimpinan Gontor Berkunjung Ke Grand Syaikh Al-Azhar Mesir

Kunjungan Mrs. Hadeel Alsabti dari Kuwait ke PMDG

Pakar Ekonomi Islam Al-Azhar, Prof. Dr. Mustofa Dasuki Kasbah Adakan Kunjungan ke PMDG

Vocal Group Among Hostel Eratkan Kebersamaan Santri

0

GONTOR- Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menyelenggarakan perlombaan Vocal Group Among Hostel pada Jumat, 27 Oktober 2023. Kemeriahan memenuhi aula Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) sepanjang hari dari pagi hingga sore. Lagu karya K.H. Hasan Abdullah Sahal yang berjudul “Syafaat-Mu” menjadi lagu wajib dalam Vocal Group kali ini.

“Tujuan dari lomba Vocal Group adalah melatih kebersamaan anggota dan pengurus rayon sekaligus menjadi wadah untuk menampung kreatifitas mereka,” ungap Ustadz Dimas Bagus selaku staf pengasuhan santri pembimbing panitia Vocal Group Among Hostel.

Vocal group yang diikuti oleh 26 rayon di PMDG.

Ustadz Dimas juga menyampaikan bahwasannya dalam mempersiapkan perlombaan ini, pengurus rayon dan anggota harus saling bekerjasama supaya mampu memberikan penampilan terbaiknya dalam ajang ini.

“Pengurus rayon dan anggota harus bisa memaksimalkan kemampuan mereka bersama dan saling bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama,” terang Ustadz Dimas.

Salah satu penampilan dalam vocal group antar rayon.

Bukan hanya berisi nyanyian dan juga alunan musik, nilai-nilai pendidikan pun terkandung di dalam perlombaan ini. Panitia mendapatkan pendidikaan kepanitiaan, peserta mendapatkan pengalaman dan juga nilai kebersamaan dengan teman satu rayonnya dan pengurus rayon terdidik untuk mengatur dan membimbing anggotanya.

Pemenang untuk kategori kibar diraih oleh rayon Sholihin Lantai 1 (juara 1), Nin-Xa (juara 2) dan Syanggit (juara 3). Sedangkan kategori sighor diraih oleh rayon Aligarh Lantai 2 (juara 1), Indonesia 1 (juara 2) dan Darul Hijroh (juara 3). Dan akhirnya, nilai tertinggi dari seluruh peserta atau juara umum diraih oleh rayon Aligarh Lantai 2.

Rayon yang menjadi pemenang tengah mengambil gambar dengan para juri.

Salah satu dewan juri, Ustadz Najmul Muluk berharap dengan adanya perlombaan ini, para santri dapat memahami bahwasannya penampilan yang baik membutuhkan kerja keras dan kerja sama antara satu dengan yang lain.

“Yang terpenting bukanlah kemenangan, tetapi nilai kebersamaan dan usaha maksimal yang lahir dari proses yang telah mereka lalui,” terang Ustadz Najmul.

(Berita: Ridzky, Foto: Chauza, Editor: Riza Ashari).

Related Articles:

Vocal Group, mendidik Mental Santri

Untuk Pertama Kalinya, Gontor Putri Kampus 1 Adakan Vocal Group Antarrayon

Tingkatkan Kreativitas dan Pupuk Kebersamaan Santri dalam Vocal Group Antar Rayon

Terbaru! Produk Susu Kurma Gontor Putri Jadi Hidangan Peringatan Hari  Kesaktian Pancasila Surabaya

0

Mantingan – Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 1 mengirim 400 botol Susu Kurma ke Kantor Gubernur Surabaya pada Sabtu (30/9/2023). Susu Kurma Gontor Putri 1 ini menjadi hidangan acara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada keesokan harinya di Kantor Gubernur Surabaya.

Wah, cocok ini, Ibu pasti suka. Apa boleh saya bawa pulang?” tutur Mas Rega selaku Asisten Pribadi Gubernur Jawa Timur, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawangsa, M.Si. setelah meminum susu kurma di acara Sujud Syukur Peringatan 100 Tahun Gontor di Gontor Putri Kampus 1, Mantingan.

Produk Susu Kurma Gontor Putri Pada Peringatan Hari Pancasila di Surabaya.

“Apa bisa saya pesan sekitar 100-200 botol untuk esok hari?” tambah Mas Rega. Asisten Kerumahtanggaan Bu Khofifah itu memesan sejumlah 400 botol susu kurma kepada Staf Annisa Beverage Gontor Putri Kampus 1. Pesanan tersebut kemudian diantarkan ke Kantor Gubernur Surabaya secara langsung.

Susu Kurma merupakan salah satu produk Gontor Putri Kampus 1 yang dikelola oleh staf Annisa Beverage. Ini juga merupakan salah satu produk dari ekonomi protektif, metode yang berlaku di PMDG sejak dahulu hingga kini. Penerapan metode tersebut tak lain termasuk bagian dari pendidikan.

Dengan ini membuktikan bahwa Gontor terus maju dan berkembang. Menjadi harapan bahwa mutu dan kualitas produk Gontor dapat terus meningkat sehingga dapat bermanfaat baik bagi internal pondok maupun masyarakat luas.

(Berita: Lisha, Editor: Aya).

Related Articles:

Wujud Pengaplikasian Kemandirian Ekonomi, Gontor Resmikan La Tansa Resto

Perayaan Tahun Baru Hijriyah Dengan Bazzar La Tansa Gontor Departemen Store

Toko Bangunan La Tansa Mantingan Ngawi