Home Blog Page 59

Dua Guru Gontor Raih Juara pada Lomba Kaligrafi Internasional di Irak

0

Bagi para khattath, akhir tahun 2023 lalu tentu sangatlah berkesan karena ditutup dengan salah satu kompetisi kaligrafi Internasional tahunan di Irak, yang lebih dikenal dengan Musabaqah As Safir Ad Dauliyah ke-13. Musabaqah As Safir kali ini melombakan enam kategori khat, yaitu: kufi muwarraq, tsuluts, naskhi, riq’ah, diwani dan nastaliq.

KMI PMDG melalui bagian karir guru yang membawahi Markaz Khat, selalu mendorong para guru dan santri untuk meningkatkan kualitas tulisan dengan berbagai macam kegiatan. Salah satunya melalui partisipasi lomba-lomba, baik lomba internal antar guru dan santri, lomba tingkat nasional maupun internasional.

Karya khat Al-Ustadz Yusuf Elang Samudra, mahasiswa UNIDA Gontor Fakultas Ushuluddin Program Studi Akidah dan Filsafat Islam semester 2.

Pada perlombaan Musabaqah As Safir Ad Dauliyah kali ini, Markaz Khat Gontor ikut berpartisipasi dengan mengirimkan 11 lauhah (karya) dalam khat riq’ah dan diwani yang merupakan hasil karya dari 7 santri, 4 guru KMI, dan juga mahasiswa UNIDA Gontor.

Setelah melalui proses penilaian, maka pada Senin (8/1) lalu, hasil perlombaan Kaligrafi As Safir Ad Dauliyah ke-13 resmi diumumkan. Alhamdulillah, berkat motivasi serta doa dari guru-guru dan para santri, dua guru KMI Gontor berhasil mengukir prestasi dengan menduduki posisi juara dua dan juara motivasi pada kategori khat riq’ah.

Al Ustadz Yusuf Elang Samudra, guru tahun pertama asal Bekasi berhasil memperoleh juara 2. Sedangkan Al Ustadz Dandy Prayogo Firmansyah, guru tahun ketiga asal Malang, berhasil meraih posisi juara motivasi. Al Ustadz Yusuf saat ini tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ushuluddin Program Studi Akidah dan Filsafat Islam semester 2 UNIDA Gontor. Adapun Al Ustadz Dandy Prayogo Firmansyah adalah salah satu calon penerima beasiswa dari Universitas Al Azhar Kairo. Saat ini, keduanya menjadi staf Markaz Khat, sekaligus terlibat dalam kepanitiaan penulisan Mushaf Gontor.

Karya Khat Al-Ustadz Dandy Prayogo Firmansyah, salah satu calon penerima beasiswa dari Universitas Al Azhar, Kairo.

Al Ustadz Yusuf Elang menyatakan bahwa untuk bisa menyelesaikan karyanya, ia membutuhkan ketelitian dan ketekunan serta kesabaran. Agar mendapatkan hasil maksimal, ia hanya bisa menulis 12 huruf setiap harinya.

Alhamdulillah, akhirnya usahanya terbayarkan. Ketika proses penulisan memang butuh ketelitian dan ketekunan yang dibalut kesabaran, tiap hari hanya bisa menulis 12 huruf saja agar maksimal,” ungkap Al Ustadz Yusuf Elang.

Semoga prestasi kedua guru KMI tadi memberikan manfaat bagi PMDG, UNIDA Gontor, serta menjadi motivasi bagi guru dan santri yang saat ini mendalami dan belajar seni kaligrafi. Sehingga prestasi serupa akan terulang dan meningkat pada kesempatan mendatang.

(Berita: M. Nur, Ridzky, Foto: Markaz Khat, Reviewer: Dr. Riza Ashari, Winka Ghozi)

Berita terkait:

Tumbuhkan Potensi Santriyah dari Media Seni Kaligrafi dan Khat Al-Arabi

Dua Guru Gontor Peroleh Juara Kaligrafi di Kanada

Markaz Khot Show : Menabur Bibit Seni Kaligrafi

Kandungan Tri Satya Sebagai Pedoman Menjadi Pramuka Sejati

0

Salah satu kode etik dalam Gerakan Pramuka adalah Tri Satya. Tri Satya Pramuka merupakan gabungan dari 3 janji yang wajib ditaati dan ditepati oleh setiap anggota Pramuka. Janji tersebut sekaligus menjadi pedoman yang mendasari seorang Pramuka dalam menjalani kehidupannya. Berikut bunyi dari Tri Satya:

“Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh:

Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan mengamalkan Pancasila. Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat. Menepati Dasa Darma.”

Lantas apa saja kandungan yang terdapat dari ketiga janji tersebut?

Secara garis besar terdapat 6 kewajiban yang terkandung dalam Tri Satya, dan harus dilaksanakan oleh seorang Pramuka:

Kewajiban kepada Tuhan.

    Menjadi seorang Pramuka tak lantas membuat seseorang meninggalkan kewajibannya sebagai hamba kepada tuhannya. Bahkan, Pramuka selalu mengedepankan urusan Agama di atas kepentingan lainnya. Seorang Pramuka harus menjadi hamba yang patuh dan taat kepada syari’at agama, serta meninggalkan hal-hal yang dilarang. Menjadi anggota Pramuka bukan berarti seseorang malah meninggalkan kewajibannya pada Tuhan, tapi sebaliknya harus menjadi lebih dekat pada Sang Pencipta.

    Pramuka sejati sangat menjunjung tinggi ketuhanan.
    • Kewajiban kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    Selain itu, seorang Pramuka juga harus mengabdikan dirinya untuk membela dan mempertahankan keutuhan NKRI. Dengan menjaga persatuan serta kesatuan, serta mematuhi segala peraturan yang berlaku, berarti seorang Pramuka telah ikut serta dalam mempertahankan NKRI.

    • Kewajiban terhadap Pancasila.

    Pancasila merupakan dasar negara yang menjadi filosofi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai anggota Pramuka memiliki kewajiban untuk mengamalkan nilai-nilai yang terkandung pada Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

    Membangun generasi yang bermartabat melalui Pramuka.
    • Kewajiban terhadap sesama makhluk hidup.

    Pramuka harus bisa menghargai semua makhluk hidup. Tidak hanya terbatas kepada sesama manusia, namun juga kepada tumbuhan dan hewan. Seluruh makhluk hidup tersebut memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kehidupan yang layak. Menjaga lingkungan hidup, dan tidak merusak ekosistem adalah salah satu langkah yang baik dalam melaksanakan kewajiban tersebut.

    • Kewajiban terhadap masyarakat.

    Sebagai anggota Pramuka harus menjadi seorang pribadi yang bersikap baik. Selain itu, seorang Pramuka juga harus berperan lebih dalam membantu kepentingan masyarakat di sekitarnya. Contohnya dengan mengadakan kegiatan bakti sosial, ataupun kegiatan lainnya yang dapat memberikan manfaat untuk kehidupan bermasyarakat.

    Pramuka dididik mampu bersosialisasi untuk terjun ke tengah masyarakat.
    • Kewajiban Mematuhi Dasa Dharma.

    Terakhir, seorang anggota pramuka juga berkewajiban untuk mengamalkan dan menerapkan Dasa Dharma Pramuka. Sepuluh sifat seorang Pramuka tersebut bukan hanya dihafalkan saja, akan tetapi perlu diaplikasikan dalam kehidupan. Alhasil, seorang Pramuka yang sudah mengamalkan kesepuluh sifat tersebut akan mampu menjadi pribadi yang jauh lebih baik, layaknya seorang Pramuka sejati.

    Keenam hal di atas adalah kewajiban yang terkandung di dalam Tri Satya Pramuka. Memahami Tri Satya Pramuka merupakan hal yang wajib dilakukan oleh setiap anggota Pramuka agar bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

    Sehingga, Pramuka menjadi pelopor dalam melahirkan generasi-generasi yang lebih baik di masa mendatang. Generasi yang akan memperjuangkan negara serta agamanya. Seorang Pramuka yang Nasionalis, tapi juga tidak menghilangkan identitasnya sebagai seorang muslim.

    (Artikel: Mahadi; Foto: Chauza; Reviewer: Taufiq Affandi).

    Related Articles:

    Ciptakan Pemimpin dalam Pramuka dengan Gladian Pinsa & Pinru

    Pramuka Bakti 2023; Bina Bakti Staf Koordinator

    Pergantian Pengurus Gugus Depan dan Asisten Koordinator, Kesempatan Adika Pramuka Belajar Organisasi

    Misi Besar Ambalan Sukseskan Kepanitiaan ACE & MUGUS

    0

    DARUSSALAM- Mendekati acara Ambalan Creativitas Event (ACE) dan Musyawarah Gugus Depan (MUGUS), Majelis Pembimbing Koordinator Harian (MABIKORI) segera membentuk panitia pelaksana. Struktur kepanitiaan tersebut diumukan di Masjid Jami’ PMDG, dengan disaksikan seluruh Ambalan.

    Pemilihan panitia sendiri merupakan hasil dari musyawarah para wali wali kelas, serta staf mabikori yang bertanggungjawab penuh atas acara tersebut. Panitia ACE sendiri berjumlahkan 120 orang, sedangkan panitia MUGUS hanya 110 orang. Masing-masing kepanitiaan diketuai oleh 3 orang Ambalan, yang akan mengkoordinir segala hal berkaitan dengan acara.

    Berbagai macam persiapan sudah mulai dikerjakan, mulai dari kebutuhan surat-menyurat, properti, sampai kebutuhan konsumsi pun tidak luput dari job list panitia. Tidak ada seorang pun Ambalan yang tidak disibukkan dengan kegiatan ini. Di samping itu mereka juga punya kewajiban melaksanakan Praktik Pengayaan Lapangan (PPL), yang merupakan salah satu Syarat Kecakapan Umum bagi seorang Ambalan.

    Selain ACE & Mugus, Ambalan juga menjalankan kewajibannya melaksanakan PPL.

    Rentetan kegiatan ini benar-benar melatih para Ambalan untuk bertindak lebih dewasa. Apalagi, mereka akan segera menjadi seorang Pembina Pramuka yang memang membutuhkan inisiatif dan inovasi lebih.                 “Kegiatan ini juga merupakan persiapan untuk menjadi seorang Pembina, karena Pembina itu harus inovatif dan juga kreatif,” ungkap Ka’ Fuad Khoirul Aziz, selaku salah satu Staf Mabikori.

    MUGUS akan diselenggarakan beberapa hari mendatang, atau lebih tepatnya hari Kamis (11/1). Sedangkan untuk ACE sendiri akan diadakan berselang satu pekan setelahnya, yaitu Kamis (18/1). Mudah-mudahan seluruh panitia dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik, sehingga segala sesuatu dipersiapkan dengan matang, demi kelancaran berjalannya acara MUGUS dan ACE mendatang.

    (Berita: Garim, Foto: Chauza, Editor: Mahadi, Review: Taufiq Affandi).

    Related Articles:

    PPL Ajang Tumbuhkan Kreativitas Ambalan

    Ambalan Creativity Event Warnai Penghujung Kegiatan Penegak Ambalan

    Musyawarah Gugus Depan Ajarkan Ambalan Cara Berorganisasi

    Siswa Akhir KMI 2024 Hadapi Ujian Tulis Dengan Percaya Diri

    0

    GONTOR- Hasil belajar selama menjadi santri akan diuji dengan ujian tulis siswa akhir KMI yang dimulai pada Selasa, 9 Januari 2024. Selama dua pekan yang akan datang, Siswa Akhir KMI 2024 akan menghadapi 28 mata Pelajaran dengan buku sebanyak 81 eksemplar yang pernah mereka pelajari sejak kelas 1 sampai 6 KMI.

    Ujian Siswa Akhir KMI diselenggarakan di dua tempat, yaitu Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) dan Gedung Olahraga. Ujian diawasi langsung oleh guru tahun ke-6 hingga guru senior sehingga suasana ujian sangat kondusif.

    Sebelum memasuki ruang ujian di hari pertama, Bapak Direktur KMI K.H. Masyhudi Subari, M.A. membuka ujian ini secara resmi dan memberikan nasehat kepada seluruh Siswa Akhir KMI di depan BPPM. Beliau menyampaikan bahwasannya Siswa Akhir KMI harus percaya diri dalam menjawab soal-soal ujian, karena mereka telah belajar maksimal.

    Pembukaan ujian Siswa Akhir KMI 2024 di depan Balai Pertemuan Pondok Modern oleh K.H. Masyhudi Subari, M.A.

    “Di dalam ruangan ujian nanti kalian harus percaya diri karena selama ini kalian telah belajar semampu kalian. Apapun hasilnya nanti adalah kehendak Allah, yang bisa kalian lakukan sekarang adalah menjawab soal ujian dengan maksimal,” ujar K.H. Masyhudi

    Dalam menghadapi ujian ini tak cukup hanya dengan belajar, tetapi kesehatan jasmani dan Rohani juga harus diperhatikan. Tak sedikit dari santri yang meningkatkan persiapan mereka dengan cara lebih mendekatkan diri kepada Allah dan juga meminum madu setiap pagi. Ini merupakan bentuk kegighan mereka dalam menghadapi ujian.

    Beberapa santri belajar bersama sambil berangkat menuju ruang ujian.

    “Disamping dari pada belajar, saya juga coba untuk berpuasa senin kamis, minum madu untuk menjaga Kesehatan. Karena setiap hari pasti belajar sampe dini hari bahkan bisa sampai menjelang subuh. Tidurnya siang setelah Dzuhur sampai sebelum Ashar,” ungkap salah satu Siswa Akhir KMI 2024 Syarif Taufiqurraohman kelas 6-B asal Sleman.

    Ujian tulis Siswa Akhir KMI ini merupakan gelombang kedua, sedangkan gelombang pertama dengan 14 mata Pelajaran telah dilaksanakan ketika seluruh santri liburan di awal tahun. Dengan demikian, total mata pelajaran pada ujian tulis Siswa Akhir KMI adalah 42.

    Suasana ujian Siswa Akhir KMI 2024 di dalam Balai Pertemuan Pondok Modern.

    Maka dengan itu, kami momohon do’a dari semua pihak supaya ujian tulis Siswa Akhir KMI 2024 Integrated Generation berjalan dengan lancar dan dipenuhi keberkahan sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan, Aamiin.

    (Berita: Ridzky, Foto: Nahid, Reviewer: Taufiq Affandi)

    Ujian Tulis untuk Perkuat Mental dan Jiwa Spiritual Santriwati

    Pembukaan Ujian Tulis, Santri PMDG Hadir Tepat Waktu

    Ujian Tulis, Komunikasi Murid dan Guru Lewat Tulisan

    Prof. Dr. K.H. Din Syamsuddin, M.A. Bersilaturahim dengan Keluarga Besar PMDG Kampus 3 Darul Ma’rifat, Kediri

    0

    Kediri—Salah satu Anggota Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Prof. Dr. K.H. Din Syamsuddin, M.A. melakukan kunjungan dalam rangka silaturahim dengan keluarga besar PMDG Kampus 3, Kediri, Darul Ma’rifat.

    Kunjungan yang dilaksanakan pada Selasa, (19/12) ini merupakan kali pertama bagi Prof. Din ke Pondok Darul Ma’rifat. Beliau disambut dengan hangat oleh Al-Ustadz H. Heru Wahyudi, S.Ag., selaku bapak wakil pengasuh Gontor Kampus 3 dan para santri serta asatidz.

    Sesampainya di pondok, beliau dipersilahkan untuk memasuki Guest House (GH) pondok. Di GH, beliau bertemu dengan beberapa guru senior yang ada di PMDG Kampus 3 oleh Ust. Heru dan berbincang ringan mengenai keadaan pondok.

    Prof. Dr. K.H. Din Syamsuddin, M.A. bersama beberapa guru senior di Guest House PMDG Kampus 3.

    Selepas dari GH, beliau berkenan untuk bertemu dengan para santri dan asatidz di Masjid Jami’. Acara dimulai pada pukul 09.30 WIB diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan sambutan oleh bapak wakil pengasuh.

    Prof. Din memberikan nasehat dan motivasi dan kepada seluruh hadirin. Beliau menyampaikan bahwa mereka harus bersyukur bisa belajar di Gontor. Karena di kampus manapun para santri dan asatidz ditempatkan mereka tetap mempunyai kesempatan yang sama untuk tetap maju dan berprestasi.

    “Bersyukurlah antum semuanya berada di tempat ini. Dan juga kepada anak-anakku dimanapun kalian berada, kesempatan untuk maju dan berprestasi itu selalu ada. Maka teruslah belajar dan gapai impian-impianmu,” ujar beliau dihadapan seluruh santri dan asatidz.

    Salah satu santri bertanya mengenai cara untuk menjadi pemimpin di masa yang akan datang kepada Prof. Dr. K.H. Din Syamsuddin, M.A.

    Dalam acara pertemuan ini, beliau memberikan kesempatan kepada para hadirin untuk berdialog dengannya. Salah satu santri bertanya mengenai bagaimana cara menjadi pemimpin di masa mendatang untuk mengestafetkan perjuangan. Beliau menjawab,“Keaktifan dalam berorganisasi bisa mengantarkan kita pada posisi puncak dalam berorganisasi dan kemudian dengan itu mendapat kepercayaan masyarakat, kita menjadi tokoh masyarakat”.

    Setelah acara pertemuan dengan para hadirin, Prof. Din diperkenankan untuk berfoto bersama dengan para asatidz, kemudian dilanjutkan dengan inspeksi seluruh Gedung PMDG Kampus 3, termasuk gedung baru Klinik Darus Syifa’ didampingi langsung oleh Al-Ustadz Heru.

    (Berita: Sekretaris Pimpinan, Foto: Tim Multimedia, Reviewer: Taufiq Affandi)

    KMI Bekali Santri dengan Manasik Haji

    0

    DARUSSALAM- Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) baru saja mengadakan praktik Manasik Haji. Hal tersebut merupakan agenda tahunan yang wajib diikuti oleh seluruh santri baru KMI. Sebanyak 14 orang bapak guru turut disertakan untuk membimbing jalannya kegiatan tersebut. Mereka merupakan para bapak guru KMI yang menjadi pengajar mata pelajaran Fiqh di kelas 1, 1 Intensif dan kelas 2 akselerasi.

    Kegiatan Manasik Haji dilaksanakan selama 4 hari, terhitung dari Senin (8/1) sampai dengan Kamis (11/1). Setiap kelas akan melaksanakan praktik secara bergantian sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Sebagian kelas mendapat jadwal pada jam pelajaran ke 1 dan 2, serta ada pula yang diadakan pada jam ke 3 dan 4.

    Persiapan dari kegiatan tersebut juga bisa dibilang sangat matang. Staf KMI selaku panitia telah menyediakan miniatur bangunan Ka’bah yang digunakan untuk mempraktikkan ibadah Thawaf. Tak hanya itu, panitia juga telah menempelkan penanda untuk tempat-tempat tertentu. Misalnya bukit Shofa, Marwah, Muzdalifah, sampai tempat melempar Jumrah pun tidak luput dari perhatian panitia.

    Sehingga, para peserta Manasik benar-benar merasa seperti tengah melaksanakan ibadah Haji di tanah suci. Bahkan, mereka juga diwajibkan memakai pakaian Ihram selama berlangsungnya kegiatan manasik.

    Metode learning by doing atau belajar sambil melakukan benar-benar efektif dalam pelaksanaan Manasik Haji ini. Sehingga pemahaman santri akan pelajaran tidak terbatas dengan membayangkan saja, namun diikuti dengan mencoba mempraktikkannya di kehidupan nyata.

    Salah satu bapak guru pengajar Fiqh, Al-Ustadz Nashrul Haq turut memberikan komentarnya terhadap kegiatan Manasik Haji ini. Menurutnya, praktik Manasik Haji sangat memudahkan para santri memahami tata cara pelaksanaan Ibadah haji dengan benar. Pasalnya para santri dapat langsung turun ke lapangan untuk mempraktikkan apa yang telah mereka baca dan pelajari di dalam kelas.

    (Berita: Mahadi, Foto: Chauza, Reviewer: Taufiq Affandi).

    Related Articles:

    Manasik Haji : Perdalam Pelajaran dengan Praktik

    Pentingnya Pengetahuan Ibadah Haji Bagi Santri, PMDG Adakan Praktik Manasik Haji

    Perdalam Materi Haji, KMI Adakan Praktik Manasik

    Queen of Queens, Ajang Unjuk Talenta Santriwati PMDG Putri Kampus 4

    0

    KANDANGANQueen of Queens merupakan agenda tahunan yang perdana diselenggarakan di PMDG Putri Kampus 4. Agenda ini termasuk rentetan kegiatan pondok yang menyongsong tema 100 Tahun PMDG. Acara ini dilaksanakan pada pagi hari Jum’at (5/1) bertempat di aula pertemuan PMDG Putri Kampus 4.

    “Setiap kegiatan ataupun perlombaan yang anak-anakku lihat di sini menjadi bagian pendidikan atau tarbiyah bagi kehidupan,” kata Al-Ustadz Heri Achmadi, S.Th.I., Wakil Direktur Kulliyatu-l-Mu’allimaat Al-Islamiyyah PMDG Putri Kampus 4, sekaligus pembuka acara Queen of Queens.

    Al-Ustadz Heri Ahmadi, S.Th.I, Wakil Direktur KMI PMDG Putri Kampus 4 membuka acara Queen of Queen.

    Lebih lanjut Ustadz Heri menjelaskan bahwa meski acara ini berakhir, bukan berarti santriwati terputus dalam berkegiatan baik akademik ataupun non-akademik.

    “Meski acara ini sudah selesai, tidak boleh berhenti di dalam kegiatan akademik ataupun non akademik,” ujar beliau seraya menyemangati para santriwati.

    Queen of Queens menjadi persiapan para santriwati yang nantinya akan menjadi sittil kul di masyarakat. Para santriwati diharap bisa berupaya mengembangkan kreatifitasnya dalam segi apapun.

    Suasana Queen of Queens sangatlah menegangkan bagi para peserta dan penonton. Pasalnya pemenang dari acara ini merupakan santriwati yang awalnya belum mengetahui banyak hal, namun dituntut untuk bisa menjadi pribadi yang multitalent.

    Tidak hanya itu, acara ini juga dimeriahkan oleh antusias santriwati serta ustadzah yang menyaksikan acara tersebut. Turut hadir pula 4 orang dewan juri dari ustadzah yang menilai setiap peserta.

    Peserta sendiri berasal dari siswi kelas 3 dan 4 yang telah mengikuti tahap penyisihan sebelumnya selama seminggu. Selain itu, para peserta juga merupakan pemenang dari lomba-lomba yang diadakan sebelumnya. Sebut saja seperti Miss Khatulistiwa, Queen of Language,dan masih banyak lainnya. Terdapat 8 anak yang lolos hingga berhasil naik ke atas panggung untuk babak penentuan. Berikut nama-nama finalis Queen of Queens 2024 :

    Sida Zakia4B
    Nailah Salsabila4B
    Aqela Minhatul Maula4H
    Violina Oktaviani4H
    Hayyuna Salikha3B
    Nafiq Nur Azizah3B
    Hayfa Dzikra Bilbina Yuwono3B
    Nor Gadiza3G
    Pemenang lomba, Hayfa Dzikra Bilbina siswi kelas 3-B diberikan apresiasi berupa piala.

    Adapun yang memenangkan acara ini adalah Hayfa Dzikra Bilbina Yuwono kelas 3B yang dulunya merupakan pemenang dalam acara I’m a Queen.

    Diadakannya acara yang mengambil tema Negeri Kincir Angin ini bertujuan agar santriwati PMDG Putri Kampus 4 berusaha untuk lebih mengembangkan dan mengasah kreatifitas dalam segala bidang, tidak terpaku pada satu hal saja.

    (Berita: Nabysa, Vika Putri; Foto: Athifah, Hilmy; Editor: Mahadi; Reviewer: Taufiq Affandi).

    Related Articles:

    Lima Santriyah Terpilih untuk Menjadi Qudwah dalam Tarbiyyah ‘Amaliyah Perdana di Gontor Putri 1

    Hadiri Peresmian Masjid Gontor Putri 1, Gubernur Jatim Sebut Gontor Berkontribusi Besar Bagi Umat & Bangsa

    Kontingen Pramuka Gontor Putri 7 Siap Berlomba

    Kegigihan Mewarnai Ujian Lisan Siswa Akhir KMI di PMDG

    0

    Setelah Tarbiyah Amaliyah, atmosfer kegigihan kembali meliputi Ujian Lisan Siswa Akhir Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) di pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Ujian diselenggarakan mulai 26 Desember 2023-7 Januari 2024.

    Tak dapat dihindari, salah satu hal yang menarik perhatian dalam ujian lisan siswa akhir KMI adalah fakta bahwa tiap peserta akan diuji dengan teman sekelasnya. Baik berada di bawah atau di atas dalam nomor absen sehingga menambah intensitas untuk saling berlomba-lomba dalam belajar.

    Salah Guru KMI sedang menanyakan soal-soal kepada peserta ujian.

    Dalam ujian ini, peserta memasuki ruangan ujian berdua dengan temannya dan mereka harus menjawab soal-soal yang diberikan langsung oleh penguji. Dalam momen kritis, jika satu peserta tidak mampu menjawab, pertanyaan akan dilempar ke peserta lainnya sehingga akan terlihat kesiapan peserta secara umum.

    Persiapan yang matang dalam pemahaman, hafalan materi, dan kesiapan mental menjadi kunci utama untuk sukses dalam menghadapi ujian ini. Selama 11 hari, setiap peserta diharuskan untuk menghadapi ujian sebanyak 7 kali dengan materi yang berbeda-beda. Hal ini menciptakan tantangan tersendiri yang memerlukan fokus dan konsistensi tinggi dari setiap peserta.

    Suasana ruangan ujian lisan Siswa Akhir KMI 2024.

    Salah satu Siswa Akhir KMI 2024 Muhammad Fahri Aplaha kelas 6-E asal Bandung mengatakan bahwa setiap malam ia bisa belajar lebih dari pukul 24.00 WIB. Ia belajar dengan sungguh-sungguh karena banyak materi yang diujikan dan hampir setiap hari masuk ruang ujian.

    “Setiap hari minimal tidur jam 24.00 WIB soalnya pelajarannya banyak. Ditambah lagi ujian lisan Siswa Akhir beda sama anggota yang sendiri-sendiri dan cuma tiga kali dalam dua minggu, sedangkan ujian kali ini kita masuk tujuh kali dalam sebelas hari,” ujar Fahri.

    Suasana ujian siswa akhir KMI di PMDG menciptakan pengalaman belajar yang unik. Kegelisahan dan semangat persaingan menggambarkan betapa seriusnya setiap peserta menghadapi ujian akhir mereka.

    (Berita: Ridzky, Foto: Ibad, Reviewer: Taufiq Affandi)

    Ujian Lisan Bantu Belajar Dan Pemahaman Siswi

    UJIAN LISAN AKHIR TAHUN : Berproses Maksimal atau Minimal?

    Milad ke-40 Pondok Pesantren Tidar Magelang, Pimpinan PMDG Sampaikan Pesan Berharga

    0

    MAGELANG – Pondok Pesantren Tidar, Magelang memperingati Milad yang ke-40 pada hari Selasa (12/12). Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Drs. K.H. M. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed. dan beberapa tokoh daerah setempat turut hadir dalam acara tersebut. Pimpinan PMDG yang diundang sebagai pembicara utama menyampaikan pesan yang sangat berharga terkait perkembangan dan perjuangan pesantren di Indonesia.

    Salah satu pesan berharga yang disampaikan adalah, “Tugas dari pesantren yaitu menyebarkan ajaran Islam melalui sistem pendidikan. Setelah ajaran tersebut disebarkan, maka harus dijaga dari segala hal yang kotor, sehingga pesantren mampu melahirkan ulama yang intelek bukan sekadar intelek yang tahu agama”. Beliau juga berpesan agar Pondok Pesantren Tidar ini tetap istiqomah untuk menjalankan sistem pendidikan pesantren ini, karena insyaAllah sudah di jalan yang benar, yaitu jalan yang mendidik kehidupan umat.

    Pondok Pesantren yang berdiri sejak tahun 1983 ini telah melalui sejarah panjang perjuangan. Pendiri dan Pimpinan Pondok yang berganti seiring berjalannya waktu tidak membuat semangat yang ada pada diri para kader penerus hilang dan patah. Justru, semangat perjuangan itu terus berkobar walaupun harus melalui masa-masa yang sulit sekalipun.

    Acara ini diwarnai dengan suasana yang khidmat dan haru karena mengenang perjuangan para pendahulu. Harapannya, dengan adanya acara ini Pondok Pesantren Tidar bisa memperbarui niat sehingga mampun untuk terus berkiprah dalam dunia pendidikan Islam.

    (Berita: Ro’id, Foto: PP. Tidar, Reviewer: Taufiq Affandi)

    Kesyukuran Milad Ke-14 PP Darussalam Tasikmalaya

    Kiai Hasan Hadiri Milad 25 Tahun PP. Darul Istiqomah, Bondowoso

    Kiai Hasan Isi Tausiyah dalam Apel Milad Dar El-Qolam

    Minat Baca Kurang, Seminar Literasi Hadir Melalui Akses Sumberdaya Perpustakaan

    0

    Mantingan – Staf Perpustakaan Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 menyelenggarakan Seminar Literasi Pengenalan dan Akses Sumberdaya Perpustakaan UNIDA pada Jum’at (1/12/2023) pagi di aula Aisyah. Seminar yang diikuti oleh seluruh guru tahun pertama diisi oleh Al-Ustadz H. Syamsul Hadi Untung, M.A., M.Ls dan Al-Ustadz Muhammad Taufiq Riza, S.Kom.

    Pondok Modern Darussalam Gontor mendidik guru yang juga mendidik para santriyah. Setiap komponen dalam pondok bergerak secara terpadu dan integral. Maka dari itu, pendidikan bagi para guru begitu diperhatikan, sehingga ilmu didalam maupun diluar kelas dapat tersampaikan hingga diterapkan dalam pola kehidupan.

    Pelaksanaan seminar bagi guru ditujukan untuk memenuhi kebutuhan intelektual melalui berbagai informasi serta materi yang tersedia didalam perpustakaan. Begitu pula, pengenalan literasi digital untuk menambah pengetahuan mengenai kegunaan teknologi digital.

    Pada kesempatan kali ini, seluruh guru melihat praktek pemakaian aplikasi perpustakaan online UNIDA yang memuat informasi buku perpustakaan, web kepenulisan, beserta jurnal yang memenuhi kebutuhan perkuliahan. Acara ditutup dengan adanya motivasi dari Al-Ustadz H. Syamsul Hadi Untung, M.A., M.Ls yang berpesan kepada seluruh guru untuk selalu melek (membuka mata) mengenai informasi dan pengetahuan. Karena, seorang muslimah adalah kunci dari bangsa.

    الأُمُّ مَدْرَسَةٌ إِنْ أَعْدَدْتَهَا أَعْدَدْتَ شَعْبًا طَيِّبَ الْأَعْرَاقِ

    “Ibu adalah sebuah madrasah, jika kamu siapkan, maka kamu telah menyiapkan sebuah bangsa yang luhur”

    (Berita: Ikhfina, Foto: Multimedia Staff, Reviewer: Taufiq Affandi, Halilah)

    Seminar Motivasi Membangun Jiwa Positif Pengurus

    Seminar Kesehatan Reproduksi dan Gizi bersama Tim Rumah Sakit Yasfin