Berikut daftar lembaga pendidikan yang menerima guru pengabdian PMDG Putri Alumni Tahun 2026:
Related Articles:
Maklumat Permohonan Guru Pengabdian Pondok Modern Darussalam Gontor Tahun Ajaran 1447-1448/2026-2027
Berikut daftar lembaga pendidikan yang menerima guru pengabdian PMDG Putri Alumni Tahun 2026:
Related Articles:
Maklumat Permohonan Guru Pengabdian Pondok Modern Darussalam Gontor Tahun Ajaran 1447-1448/2026-2027
Disampaikan oleh guru Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Al-Ustadz Masykur Hasan, S.H.I., M.Pd., di Masjid Jami’ PMDG pada Rabu, 8 Ramadhan 1447 H/ 25 Februari 2026.
Notulen: Hilmi
Related Articles:
Kuliah Shubuh 5 Ramadhan 1447 H, Al Ustadz Assoc. Prof. Dr. Y. Suyoto Arief, M.S.I.
Kuliah Shubuh 6 Ramadhan 1447 H, Al-Ustadz H. Ismail Abdullah Budi Prasetyo, S.Ag.
Kuliah Shubuh 7 Ramadhan 1447 H, Al-Ustadz H. Suwarno TM, S.Ag.
Sesi ke-16 Pembekalan Intensif Siswa Kelas Akhir Kuliyatul Mualimin Al-Islamiyah (KMI) 2026 berlangsung pada Senin malam (23/2). Bertempat di Gedung Olahraga Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Pada kesempatan tersebut, hadir sebagai narasumber Bapak Eko Listiyanto, MSE. Selaku Ekonom dan Direktur pengambangan Big Data Instituate For Development of Economic and Finance (INDEF). Kehadiran beliau menjadi sebuah momentum penting bagi Siswa Kelas Akhir KMI 2026 akan pentingnya literasi keuangan bagi kemajuan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Bapak Eko menekankan pentingnya manajemen keuangan pribadi yang sehat, khususnya di kalangan generasi muda. Beliau menyoroti fenomena maraknya praktik judi online dan pinjaman daring (online lending) yang tidak bertanggung jawab. Kejadian ini kerap menjerat anak muda dalam permasalahan finansial. Menurutnya, perilaku tersebut tidak hanya membahayakan stabilitas keuangan individu. Juga berpotensi menghambat pembangunan ekonomi bangsa secara keseluruhan.

“Generasi muda adalah aset terbesar bangsa. Oleh karena itu, pemahaman terhadap literasi keuangan menjadi salah satu langkah penting dalam membangun dan memajukan negara,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Bapak Eko tidak hanya mengulas risiko serta dampak negatif pinjaman online dan judi daring. Juga menyampaikan strategi praktis dalam mengelola keuangan secara bijak. Beliau turut menjelaskan pentingnya kesadaran finansial sejak dini agar generasi muda mampu mengambil keputusan yang tepat serta terhindar dari permasalahan ekonomi di masa mendatang.

Siswa Kelas Akhir 2026 diajak memahami risiko dan sistem bunga dalam pinjaman online agar tidak terjebak dalam beban utang yang merugikan. beliau turut mendorong kebiasaan menabung dan berinvestasi secara aman serta terencana sebagai upaya membangun stabilitas finansial.
Melalui peningkatan literasi keuangan, generasi muda diharapkan mampu merencanakan masa depan secara lebih terarah serta mendukung pencapaian tujuan pendidikan dan karier dengan penuh tanggung jawab.
Kontributor: Faza, Fayadh, Omar, Edsel, Abhiraj
Editor: Winka, Alif, Ghazi
Sesi terakhir Pembekalan Intensif Siswa Kelas Akhir Kuliyatul Mualimin Al-Islamiyah (KMI) 2026, The Brilliant Generation. Dilaksanakan di Gedung Olahraga Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) pada Selasa malam (24/2). Sesi puncak ini diisi dengan pesan dan nasehat dari Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal dan Drs. K.H. M. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed.
Mengusung tema “Kepondokmodernan”, sesi ini menjadi momentum penting bagi Siswa Kelas Akhir KMI 2026 untuk memperdalam pemahaman mengenai hakikat dan nilai-nilai Pondok Modern. Materi yang disampaikan tidak hanya mengulas aspek historis.

Drs. K.H. M. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed., pada sesi kala itu menekankan pentingnya memahami secara mendalam motto dan Panca Jiwa PMDG. Menurut beliau, pembekalan ini merupakan salah satu bentuk “imunisasi” bagi Siswa Kelas Akhir 2026 sebelum terjun ke medan pengabdian. Zaman yang dihadapi merupakan zaman yang penuh tantangan dan kezaliman, di mana tidak sedikit orang menghalalkan segala cara demi kepentingan dan ego pribadi.
Beliau juga menegaskan bahwa segala aspek kehidupan harus senantiasa berjalan selaras dengan nilai-nilai agama, termasuk dalam bidang politik. Tanpa landasan agama, kehidupan bermasyarakat dan bernegara dapat kehilangan arah.

“Setelah keluar dari Gontor, Panca Jiwa itu harus kamu hayati dan maknai dengan benar. Zaman sekarang adalah zaman yang zalim. Jika politik tidak dilandasi Islam dan nilai agama, maka ia akan berjalan tanpa arah dan tidak karuan,” ujar beliau.

Dalam kesempatan lain, K.H. Hasan Abdullah Sahal selalu mengingatkan pentingnya memahami identitas kita sebagai santri PMDG. Sebagai santri, kita harus mampu memahami dan membedakan batasan-batasan syariat Islam. Tidak hanya itu, kita juga dituntut untuk dapat menarik garis pemisah yang jelas antara kebaikan dan keburukan.
“Jangan lupa identitas kita sebagai santri PMDG dan kita harus pandai untuk menaruh garis dermakasi guna bisa membedakan antara hal yang baik dan buruk” ujarnya.
Kontributor: Faza, Fayadh, Omar, Edsel, Abhiraj
Editor: Winka, Alif, Ghazi
The Brilliant Generation melanjutkan pembekalan intensif dengan tema “Ikhlas dalam Mengabdi” dan “Orientasi Pengabdian”. Berlangsung di Gedung Olahraga Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB dan dihadiri oleh Al-Ustadz H. Saepul Anwar, M.Pd, beserta jajaran Staf Sekretaris Pimpinan PMDG.

Dalam sesi pertama, Al-Ustadz Saepul Anwar menekankan pentingnya pengabdian sebagai penyempurna ilmu yang diperoleh selama masa studi di PMDG. Beliau menjelaskan bahwa kurikulum pondok dirancang untuk mencetak santri menjadi guru sekaligus pemimpin, dengan pendidikan yang bersifat menyeluruh. Mulai dari bangun tidur hingga kembali ke tempat tidur, merupakan bagian dari kurikulum yang sengaja disusun untuk membentuk karakter kepemimpinan, tanggung jawab, dan disiplin.
Sesi berikutnya dipandu oleh beberapa staf pimpinan pondok, yaitu Al-Ustadz Furqon Habiburrahman, Al-Ustadz Richo Fahriza, dan Al-Ustadz Adha Nur Lintang. Membahas lebih rinci tentang orientasi pengabdian. Materi ini menjadi landasan penting bagi para alumni dalam menghadapi tugas dan penugasan yang diberikan pondok. Sekaligus mempersiapkan mereka untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Pembekalan diakhiri dengan diskusi interaktif antara narasumber dan Siswa Kelas Akhir KMI 2026. Beragam pertanyaan yang diajukan mencerminkan keseriusan dan antusiasme para calon alumni. Dalam menghadapi tantangan pasca-kelulusan, terutama terkait pengabdian dan tanggung jawab sosial.
Meski kegiatan berlangsung lebih dari lima jam, semangat para santri tidak surut. Mereka tetap aktif menyimak, berdiskusi, dan berpartisipasi, menunjukkan komitmen tinggi untuk menerapkan nilai-nilai yang telah ditanamkan selama masa studi.

Kegiatan ini menegaskan komitmen PMDG dalam mencetak generasi yang berilmu, bertanggung jawab, dan siap mengabdi, sehingga nilai-nilai kepemimpinan dan pengabdian dapat diaplikasikan secara nyata demi kemajuan masyarakat dan bangsa.
Kontributor: Faza, Fayadh, Omar, Edsel Editor: Winka, Alif, Ghazi
Disampaikan oleh guru Pondok Modern Darussalam Gontor, Al-Ustadz H. Suwarno TM, S.Ag., di Masjid Jami’ PMDG pada Selasa, 7 Ramadhan 1447 H/24 Februari 2026 M.
Notulen: Hilmi
Related Articles:
Kuliah Shubuh 4 Ramadhan 1447 H, Al-Ustadz Assoc. Prof. Dr. Mulyono Jamal, M.A.
Kuliah Shubuh 5 Ramadhan 1447 H, Al Ustadz Assoc. Prof. Dr. Y. Suyoto Arief, M.S.I.
Kuliah Shubuh 6 Ramadhan 1447 H, Al-Ustadz H. Ismail Abdullah Budi Prasetyo, S.Ag.
Sesi ke-12 Pembekalan Intensif Siswa Kelas Akhir Kuliyatul Mualimin Al-Islamiyah (KMI) 2026 berlangsung pada Sabtu (21/2). Bertempat di Gedung Olahraga Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Pada kesempatan tersebut, hadir sebagai narasumber Al-Ustadz Bachtiar Nasir, Lc., M.M.. Beliau merupakan Da’i juga tokoh Muslim Indonesia yang dikenal luas melalui aktivitas dakwah dan pendidikan. Kehadiran beliau menjadi momen penting bagi para santri untuk menyerap pengalaman akademik, spiritual, dan profesional yang luas.

Di hadapan ratusan siswa kelas akhir KMI, beliau menguraikan bahwa tantangan umat ke depan menuntut generasi muda yang tidak hanya kuat secara akademik. Kematangan secara mental untuk menghadapi kondisi-kondisi yang kita tidak dapat prediksi.
Peperangan dalam teknologi sedang terjadi, berapa banyak orang yang tumbang akibat sebuah mesin. Ungkapan yang beliau tekankan. Menurutnya, kecerdasan buatan telah bertransformasi menjadi infrastruktur kehidupan. Karena itu, generasi muda tidak boleh larut sebagai konsumen pasif. “Jangan menjadi korban AI. Kalianlah yang harus memperalat AI,” tuturnya. Beliau mengaitkan tantangan teknologi dengan problem kesehatan mental generasi muda, serta pentingnya bisa mengendalikan diri kita yang salah satunya ditempa melalui ibadah puasa.

Mengutip QS.Al-Anfal : 60 tentang pentingnya mempersiapkan kekuatan (quwwah), Bachtiar merumuskan empat pilar kekuatan 2026. Kedaulatan teknologi, infrastruktur data, penguasaan narasi, dan ketahanan ekonomi. Belajar coding dan sains data katanya bukan semata jalur karier melainkan ikhtiar menjaga agama islam.
Beliau juga menyoroti pergeseran ekonomi menuju sistem berbasis blockchain. Tanpa pondasi akhlak, tegasnya, teknologi hanya melahirkan sesuatu tanpa arah.
Di penghujung sesi, beliau mengingatkan para santri agar tak terjebak juga berlebihan ketika kembali ke masyarakat. Tantangan terbesar, katanya, adalah menaklukkan diri sendiri. Sebab di tengah gelombang algoritma dan big data, karakter tetap menjadi kompas utama.
Kehadiran Al-Ustadz Bachtiar Nasir memberikan motivasi agar para santri mampu melangkah dengan visi yang jelas, kesiapan mental, dan totalitas pengabdian yang kuat.
Kontributor: Faza, Kholis, Afgan Editor: Winka, Alif, Ghazi
Sesi ke-13 Pembekalan Intensif Siswa Kelas Akhir Kuliyatul Mualimin Al-Islamiyah (KMI) 2026 dilanjutkan pada Ahad (22/2). Bertempat di Gedung Olahraga Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Kegiatan ini merupakan dari rangkaian pembekalan strategis bagi para Siswa Kelas Akhir KMI 2026 sebelum terjun ke medan pengabdian.
Pada sesi tersebut menghadirkan Al-Ustadz Khairul Fata, Lc., M.Pd., Dosen Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, sebagai narasumber. Di hadapan Siswa Kelas Akhir KMI 2026, beliau menyampaikan materi yang menekankan pentingnya memahami silsilah dan perjalanan historis Pondok Modern Darussalam Gontor sebagai fondasi identitas dan arah perjuangan.

Menurut Al-Ustadz Khairul Fata, berdirinya PMDG bukanlah proses yang singkat dan instan. Pondok ini lahir melalui rentang sejarah panjang, melewati berbagai fase perkembangan, tantangan, serta transformasi nilai.
Beliau menjelaskan tentang silsilah dan perjalanan PMDG mulai bagaimana trimurti pada masa kecil hingga kiprah dakwah para trimurti pendiri. Dalam suasana yang khidmat, para Santri diajak menelusuri jejak perjuangan pendiri dan nilai-nilai yang diwariskanya. Mulai dari kemandirian, kesederhanaan, hingga semangat pengabdian. Materi tersebut diharapkan memperkuat kesadaran bahwa setiap lulusan adalah mata rantai dari perjalanan panjang pondok.

Melalui pembekalan ini diharap para siswa kelas akhir tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman historis dan loyalitas nilai. Sebab, menjaga kesinambungan perjuangan, menurut Khairul Fata, adalah bagian dari tanggung jawab alumni Gontor di setiap zaman.
Forum pembekalan ini dirancang sebagai ruang refleksi sekaligus penguatan visi bagi siswa kelas akhir 2026. Melalui dialog interaktif dan pemaparan materi, para santri diharapkan mampu memetakan langkah pengabdian secara lebih sistematis dan bertanggung jawab.

Rangkaian kegiatan pembekalan KMI 2026 akan terus berlanjut dengan menghadirkan sejumlah tokoh dan akademisi. Pondok berharap, para lulusan tidak hanya siap melanjutkan studi atau mengabdi di masyarakat, tetapi juga tampil sebagai pribadi yang berintegritas dan membawa nilai-nilai pesantren dalam setiap peran yang dijalankan.
Kontributor: Faza, Fayadh, Omar, Edsel Editor: Winka, Alif, Ghazi
Sesi ke-14 Pembekalan Intensif Siswa Kelas Akhir Kuliyatul Mualimin Al-Islamiyah (KMI) 2026 berlangsung pada Ahad Malam (22/2). Bertempat di Gedung Olahraga Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Pada kesempatan tersebut, hadir sebagai narasumber Al-Ustadz H. Luqmanulhakim. S.E.I, M.A,.

Perjalanan beliau dimulai pada tahun 2012, setelah kepulangannya dari Malaysia. Dalam kisahnya beliau menjelaskan bahwasanya pada awal beliau merintis hidupnya, beliau hanya bermodalkan Rp.75.000,00. Prinsip keras untuk selalu memberi dan memberi tanpa takut untuk menjadi kurang, menjadikanya tegar selalu menghadapi kehidupan.
Al-Ustadz Luqmanulhakim mengingatkan bahwasanya orang tidak akan pernah melihat bagaimana proses kita. Jika kita salah maka orang akan memandang kita salah kecuali bagaimana perlakuan kita setelahnya. “Orang tidak akan pernah melihat kita masa lalu dan dimasa kini akan tetapi tentang bagaimana kita berbuat baik setelah berbuat salah” Ujarnya.

Berpuluh-puluh kali beliau jatuh hingga pada tahun 2022 titik puncak kebehasilan cita-cita beliau untuk bisa berbagi ke seluruh indonesia dan menjadi konstributor dana donatur untuk orang yang lebih membutuhkan. Komunitas Kapal Munzalan adalah salah satu komunitas yang beliau gerakkan. Lebih dari 1000 orang anak yatim, piatu dan dhuafa beliau kumpulkan untuk disedehkan. Lebih dari 10 Miliar setiap bulan beliau kumpulkan guna didonaturkan kepada yang berhak.

Tidak hanya kisah perjalan yang inspiratif saja yang beliau paparkan, bagaimana cara kita untuk mencari ilmu pun menjadi materi penting. Masa studinya di KMI mengajarinya bahwa keberkahan dan keridhoan kyai lebih penting dari ilmu itu sendiri. “Ilmu itu tidak hanya sekedar hafal tapi yang lebih penting itu keberkahan dari ilmu itu sendiri” ujarnya. 2 hal yang harus di gapai seorang santri katanya : yaitu Ridho orang tua dan ridhonya para kyai.

Kehadiran Al-Ustadz Luqmanulhakim memberikan motivasi agar para santri selalu berbagi tanpa takut untuk merasa kekurangan. Bahwasanya Allah selalu ada di antara kita.
Kontributor: Faza, Fayadh, Omar, Edsel Editor: Winka, Alif, Ghazi
Disampaikan oleh guru Pondok Modern Darussalam Gontor, Al-Ustadz H. Ismail Abdullah Budi Prasetyo, S.Ag., di Masjid Jami’ pada Senin, 6 Ramadhan 1447 H/23 Februari 2026 M.
Notulen: Hilmi
Related Articles:
Kuliah Shubuh 3 Ramadhan 1447 H, Ust. Assoc. Prof. Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A.
Kuliah Shubuh 4 Ramadhan 1447 H, Al-Ustadz Assoc. Prof. Dr. Mulyono Jamal, M.A.
Kuliah Shubuh 5 Ramadhan 1447 H, Al Ustadz Assoc. Prof. Dr. Y. Suyoto Arief, M.S.I.