Sesi ke-12 Pembekalan Intensif Siswa Kelas Akhir Kuliyatul Mualimin Al-Islamiyah (KMI) 2026 berlangsung pada Sabtu (21/2). Bertempat di Gedung Olahraga Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Pada kesempatan tersebut, hadir sebagai narasumber Al-Ustadz Bachtiar Nasir, Lc., M.M.. Beliau merupakan Da’i juga tokoh Muslim Indonesia yang dikenal luas melalui aktivitas dakwah dan pendidikan. Kehadiran beliau menjadi momen penting bagi para santri untuk menyerap pengalaman akademik, spiritual, dan profesional yang luas.

Di hadapan ratusan siswa kelas akhir KMI, beliau menguraikan bahwa tantangan umat ke depan menuntut generasi muda yang tidak hanya kuat secara akademik. Kematangan secara mental untuk menghadapi kondisi-kondisi yang kita tidak dapat prediksi.
Peperangan dalam teknologi sedang terjadi, berapa banyak orang yang tumbang akibat sebuah mesin. Ungkapan yang beliau tekankan. Menurutnya, kecerdasan buatan telah bertransformasi menjadi infrastruktur kehidupan. Karena itu, generasi muda tidak boleh larut sebagai konsumen pasif. “Jangan menjadi korban AI. Kalianlah yang harus memperalat AI,” tuturnya. Beliau mengaitkan tantangan teknologi dengan problem kesehatan mental generasi muda, serta pentingnya bisa mengendalikan diri kita yang salah satunya ditempa melalui ibadah puasa.

Mengutip QS.Al-Anfal : 60 tentang pentingnya mempersiapkan kekuatan (quwwah), Bachtiar merumuskan empat pilar kekuatan 2026. Kedaulatan teknologi, infrastruktur data, penguasaan narasi, dan ketahanan ekonomi. Belajar coding dan sains data katanya bukan semata jalur karier melainkan ikhtiar menjaga agama islam.
Beliau juga menyoroti pergeseran ekonomi menuju sistem berbasis blockchain. Tanpa pondasi akhlak, tegasnya, teknologi hanya melahirkan sesuatu tanpa arah.
Di penghujung sesi, beliau mengingatkan para santri agar tak terjebak juga berlebihan ketika kembali ke masyarakat. Tantangan terbesar, katanya, adalah menaklukkan diri sendiri. Sebab di tengah gelombang algoritma dan big data, karakter tetap menjadi kompas utama.
Kehadiran Al-Ustadz Bachtiar Nasir memberikan motivasi agar para santri mampu melangkah dengan visi yang jelas, kesiapan mental, dan totalitas pengabdian yang kuat.
Kontributor: Faza, Kholis, Afgan Editor: Winka, Alif, Ghazi




















