Home Blog Page 184

Renovasi dan Pembagunan Gedung Tunisia Sebagai Prasarana kelas Penunjang

0

Mantingan-Sebagai Pondok dengan pendidikan terbaik di Indonesia, Pondok Modern Darussalam  Gontor Putri 1 akan terus berkembang. Jumlah santrinya pun sekarang telah mencapai + 4000 santriwati. Dengan jumlah santriwati yang sekian banyak, pondok telah menyediakan asrama yang berjumlah 30 asrama demi kenyamanan mereka. Disamping menyediakan asrama untuk mereka tempati, tentunya pondok juga memberikan fasilitas dan prasarana kelas yang tak kalah baik dan nyaman untuk kelancaran belajar-mengajar mereka. Hal tersebut juga dibutuhkan dengan keseimbangan jumlah santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 yang ada.

Setalah selesai dan sukses dengan pembangunan gedung Indonesia 4 yang berkomposisi 2 lantai, disamping meneruskan pembangunan klinik yang berpusat pada gedung Ninxia, kini Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 meneruskan pembangunan gedung baru lagi yaitu pembangunan dan renovasi gedung Tunisia untuk dijadikan prasarana kelas tambahan.

Sebelumnya, Pondok Modern Gontor Putri Kampus 1 memanfaatkan beberapa prasarana gedung atau aula yang luas untuk dijadikan sebagai kelas. Namun, seiring bertambahnya santriwati yang sedemikian banyaknya ditambah jugan dengan adanya perkembangan pondok yang semakin berkembang pesat, maka Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 memutuskan untuk merenovasi dan membangun kembali gedung Tunisia. Gedung tersebut, sebelumnya merupakan prasarana kelas dengan 7 jumlah ruangan. Namun, kini akan diperbanyakdan dijadikannya sebuah gedung yang bertingkat 3 dan akan dijadikan kelas semuanya. Sehingga, adanya tujuan rebuild daripada gedung Tunisia ini, adalah untuk menambah kenyamanan santriwati dalam proses belajar mengajar berlangsung.

Pembangunan gedung tersebut dimandori oleh Pak Edi. Mulai dirubuhkannya gedung Tunisia tersebut, yakni pada Hari Rabu (19/09) silam. Sejauh ini, pembangunan dari gedung Tunisia tersebut belum dimulai. Karena, masih dalam tahap perataan tanah dan mulai disusul dengan penggalian untuk peletakkan fondasi pertama untuk gedung tersebut. Maka dari itu, kami semua berharap agar semuanya diberi kelancaran dalam pembangunan gedung Tunisia di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 ini. Sehingga, para santriwati bisa dengan cepat memanfaatkan prasarana kelas yang baru. Amin.

-Rosemawardani

Renovasi Gedung Tunisia

Perkajum; Scout Is Jolly Game

0

Mantingan“Sometimes you must know, the happy is scouting and wanna say scout is jolly game”. Semarak riuh para Mujahidah baru tahun ini, yang berasal dari kelas 1 dan 1 Intensinve menggema di seluruh penjuru bumi Darussalam kamis lalu. Adapun tujuan diadakannya acara ini ialah untuk saling menyebarkan rasa kebahagiaan, kegembiraan, juga membentuk Mujahidah tangguh, yang siap dipimpin dan memimpin, siap dipandu dan juga siap untuk memandu.

Acara Cross Campus saat ‘Perkajum’

Hal Ini adalah acara tahunan yang terkenal dengan sebutan ‘perkemahan kamis-jum’at (perkajum)’ yang secara teknis, lebih berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Karena, adanya acara pondok yang semakin padat, kondisi yang kurang memungkinkan, serta adanya juga faktor waktu, menjadikan perkemahan kamis-jum’at ini hanya diperuntukkan bagi para Santriwati baru yakni yang menduduki bangku kelas 1 dan kelas 1 Intensive. Adapun halnya, mereka ditemani oleh beberapa orang kelas 5 ‘mudaribat’ dari gugus depan masing-masing sebagai panitia pelakasana dan para Ustadzah perwakilan dari Gugus Depan yang berperan sebagai Majlis Pembina Gugus Depan atau “Mabigus”. Semua yang terlibat dalam acara meriah ini masih dalam satu naungan walitev dan pemantauan, serta bimbingan dari para ustdzah pelaksana prmuka. Yakni, Ustadzah bagian ‘Mabikori’ atau Majlis Pembimbing Koordinator Harian.

Acara ini dibagi menjadi dua gelombang. Pada gelombang pertama Kamis (03/09),  diikuti oleh 6 Gugus Depan, yang terdiri dari Gugus Depan 17-16, 17-18, 17-20, 17-22, 17-32 dan Gugus Depan 17-64,dengan menggunakan 55 tenda sebagai tempat berlindung dari teriknya sinar matahari, juga dinginnya malam, dan mencapai jumlah peserta sebanyak 450 orang dan 350 orang pembina.

Lalu di gelombang kedua (10/09), diikuti oleh 5 Gugus Depan. Yaitu Gugus Depan 17-62, 17-68, 17-70, 17-72, dan Gugus Depan 17-74. Menggunakan 46 tenda, peserta sebanyak 375 perserta dan 270 Pembina.

Walaupun ditengah pandemi seperti sekarang, dan acara yang padat, tetapi adat pondok harus tetap dilaksanakan dan dijaga kesakralannya sesuai sistem yang berjalan saling mengiringi.Seperti apa yang telah disampaikan oleh Bapak Wakil Pengasuh  Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 dalam petuahnya.

“Jangan sampai kita merubah sistem yang telah ada di Pondok Modern, karna itu mencerminkan kita sebagai generasi yang kurang siap dalam menghadapi segala bentuk tantangan dan situasi yang ada.”.

Ujar Al-Ustadz KH. Ahmad Suharto, M.Pd.I

-Nasyweng-

Fokuskan Santri Hadapi Ujian, Gontor Nonaktifkan Kegiatan Ekstrakurikuler

0

GONTOR – Mendekati masa ujian semester pertama, Tahun Ajaran 1441-1442/2020-2021 Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menonaktifkan beberapa kegiatan Ekstrakurikuler seperti kepramukaan, latihan pidato, dan yang tak kalah penting adalah kegiatan bahasa.

 

Untuk penutupan kegiatan Kepramukaan dilaksanakan pada Kamis (23/09) siang di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), sekaligus diadakan Pengumuman Gugus Depan Pramuka Terbaik di PMDG. Gugus Depan 15089-01 keluar sebagai juara umum dalam kegiatan pertengahan tahun ini. Sebelum acara berlangsung diadakan ujian tulis bagi seluruh adika. Ujian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana keaktifan dan keseriusan mereka dalam mengikuti kegiatan mingguan ini.

Kemudian pada Jum’at (24/11) Kegiatan bahasa pada semester pertama resmi ditutup sementara oleh Al-Ustadz Dr. H. Azmi Syukri Zarkasyi, M.A. dan Al-Ustadz M. Kurnia Rahman Abadi, MM. Penutupan kegiatan bahasa ini dihadiri oleh seluruh santri PMDG dan beberapa guru senior pembimbing bahasa, bertempat di depan BPPM, Dalam satu minggu ada beberapa kegiatan bahasa yang harus diikuti oleh semua santri di antaranya: pemberian kosakata setiap pagi, mahkamah bahasa pada malam hari, Language Encouragement setiap Jum‘at pagi, dan pembuatan majalah bahasa rutin setiap minggu. Serta pada hari tersebut juga merupakan hari terakhir kegiatan seluruh kursus dan club yang ada di PMDG.

 

Sedangkan pada hari ahad (26/09) di Masjid Jami’ Gontor Pusat, dibacakan surat keputusan menandakan ditutupnya kegiatan Latihan Pidato dan Pelajaran Sore pada pertengahan semester kali ini.

Penutupan seluruh kegiatan Ekstrakurikuler tersebut bukan berarti memberi kekosongan bagi segenap santri, namun itu merupakan sarana atau strategi pondok untuk memfokuskan para santrinya mempersiapkan diri menghadapi ujian semester pertama ini.AbuFariz

Lomba Tingkat (LT) Mengasah Skil Kepramukaan Santri

0

DARUSSALAM–Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mendidik santri-santrinya untuk selalu aktif dalam barbagai kegiatan, dari mulai kegiatan akademis hingga non akademis. Salah satu program yang wajib diikuti oleh seluruh santria adalah Pramuka.

Kegiatan kepramukaan di Gontor sangatlah beragam dan banyak diminati oleh santri. Dengan slogannya, “Scout is jolly game” membuat para santri sangat menikmati kegiatan yang ada di dalamnya. Salah satu kegiatannya yaitu Lomba Tingkat.

Dalam kegiatan ini siswa kelas 5 Kulliyatu-l Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) menjadi panita, dibantu oleh bagian Koordinator Gerakan Pramuka dari siswa kelas 6 KMI, juga asatidz Majelis Pembimbing Koordinator Harian (Mabikori). Lomba ini melibatkan Pasus (Pasukan Khusus) dari setiap Gugus Depan (Gudep) di Darussalam yang berjumlah 12, dan anggota asisten koordinator sebagai peserta kompetisi tersebut.

Lomba Tingkat untuk pasukan khusus dilaksanakan pada hari Sabtu-Selasa, 5-8 September 2020 sedangkan Lomba Tingkat asisten koordinator dilaksanakan pada hari Sabtu-Senin, 12-14 September 2020. Dalam Lomba Tingkat ini, ada 3 divisi perlombaan yaitu Skil yang meliputi di dalamnya lomba morse dan pioneering, Mental yang meliputi lomba pidato dan step, dan Hasta Karya.

Lomba ini berjalan dengan lancar tanpa ada kendala yang berarti, para peserta pun mengikuti perlombaan dengan semangat dan sportif.  Adapun hasil dari Lomba Tingkat pasukan khusus yaitu :

  • Juara Lomba Tingkat Pasus Penggalang : Gudep 1
  • Juara Lomba Tingkat Pasus Penegak : Gudep 1
  • juara Lomba Tingkat asisten koordinator : Ankstak (Asisten Koordinator Urusan Perpustakaan).Rezza

 

AL-MUWAJJAH AL-LAILIYYAH; Manfaatkan Waktu Malam untuk Belajar

0

MANTINGAN- Malam hari (ba’da Isya) di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 tidak pernah sepi, bahkan pondok terasa sangat hidup walaupun pada malam hari. Itu karena seluruh santriwati memanfaatkan waktu malam untuk belajar, menghafal dan berdiskusi (muwajjah al-lailiyyah).

Belajar malam adalah kegiatan yang sudah terjadwal pada kalender akademik pondok. Kegiatan harian dimana santri mendatangi tempat-tempat belajar mereka selepas shalat Isya’ hingga pukul 21.30 malam (setengah sepuluh malam), untuk mengulang kembali materi pelajaran pagi, dan mempelajari materi-materi yang belum dikuasai santri termasuk menghafalnya, karena belajar ketika pagi saja tidak cukup. Pada malam ini para Asatidz dan Ustadzah pun berkeliling (daur muwajjah al-lailiyyah) serta mendatangi zona belajar santri untuk mendampingi dan mengajari mereka.

Belajar malam diadakan tidak lain adalah untuk menambah kesemangatan santri dalam belajar, mendalamkan pemahaman santri terhadap materi pelajaran yang belum dikuasai, serta untuk memanfaatkan waktu malam atas kegiatan yang positif. Dengan adanya belajar malam, santri lebih paham dan menguasai pelajaran, serta menjadi lebih dekat dengan teman seangkatannya karena tempat belajar malam terbagi sesuai teman-teman angkatan. Juga menjadi lebih dekat dengan Wali dan Asisten kelas yang tidak dapat mereka temui setiap pagi.

Suasana malam di pondok menjadi sangat berwarna, karena banyaknya santri yang membaca buku, menghafal sambil berjalan, belajar bersama dengan teman-temannya serta berkumpul dan berdiskusi dengan Ustadzah.

Jelang Ujian, Belajar Malam Keliling Tingkatkan Miliu Belajar Santri

0

DARUSSALAM– Mendekati masa ujian semester pertama untuk seluruh siswa Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) dari kelas 1 hingga kelas 5, para santri difokuskan untuk belajar. Seluruh kegiatan ekstrakurikuler santri baik itu latihan pidato, kepramukaan, serta kegiatan klub dan kursus telah dinonaktifkan untuk sementara. Lingkungan pondok pun dipenuhi dengan berbagai macam dekorasi yang dapat membangun miliu belajar santri. Dan untuk menyukseskan program tersebut, para santri setiap malamnya memiliki belajar malam keliling dengan bimbingan para guru-guru.

 

Belajar malam keliling tersebut diawali dengan apel pembukaan yang diadakan pada hari Senin (08/09) malam, bertempat di depan Balai Pertemuan Pondok Modern. Dimulai pukul 20.15 WIB, acara tersebut dihadiri oleh seluruh dewan guru KMI baik junior maupun senior. Dan bapak Wakil Direktur KMI, Al-Ustadz H. Farid Sulistyo, Lc., berkesempatan untuk menyampaikan sambutannya sekaligus membuka kegiatan tersebut.

 

“Membimbing para santri dalam belajar mereka adalah tanggung jawab kita bersama. Kegiatan ini mungkin akan menyita waktu, tenaga dan pikiran kita. Maka mari sama-sama mengorbankan sedikit dari semua itu demi anak-anak kita.” Begitulah salah satu kutipan dari poin yang beliau sampaikan dalam sambutannya. Selain itu, beliau juga menjelaskan bahwa masa menjelang ujian adalah masa yang tepat untuk menempa belajar para santri, sebab mereka yang sedang semangat untuk belajar menghadapi ujian ini layaknya besi yang sedang panas-panasnya. “Tempalah besi ketika sedang panas-panasnya. Bila kita istilahkan semangat para santri dalam belajar sebagai besi yang masih panas, maka tempaan besi tersebut adalah dengan kelilingnya kita membimbing dan mengawal belajar mereka.” Tukas beliau.

 

Belajar malam keliling ini akan berjalan selama masa ujian berlangsung, dari sejak sebelum ujian lisan hingga akhir ujian tulis nanti. Dan dalam rangka meningkatkan efektivitas pengawalan, para guru dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai zona belajar masing-masing; mulai dari zona gedung Yaqdzoh, zona gedung Saudi, zona gedung Syria, zona gedung Indonesia, serta zona BPPM. Zona-zona tersebut terkategori ke dalam 4 klasifikasi materi; yaitu materi bahasa Arab, bahasa Inggris, materi hafalan, serta materi exact.

 

Related Articles:

Mendekati Masa Ujian, Kegiatan Kepramukaan di PMDG Resmi Ditutup.

Fokuskan Kegiatan Belajar Dengan Berhentinya Kegiatan Bahasa

Perobohan Gedung Syanggit dan Santiniketan : Menunaikan Salah Satu Panca Jangka Pondok

0

Darul Ma’rifat – Setelah diadakan perbaikan beberapa Gedung seperti Gedung Al Azhar, Aligarh, dan Gedung Yaman, pada saat ini Tim Pembangunan mulai merobohkan Gedung Syanggit dan Santiniketan yang mana nantinya akan dibangun Gedung local 2 lantai yang dimanfaatkan sebagai asrama santri nantinya. Seperti renovasi Gedung-gedung sebelumnya para santri ikut andil dalam perobohan kedua Gedung ini, yang mana pada tahap perobohan Gedung Syanggit para santri dari kelas 5 dan 6 bergotong royong dalam penurunan genteng-genteng dari Gedung tersebut yang mana hanya memakan +/- 14 hari lamanya.

Setelah selesai menurunkan semua genteng dan melepas kerangka atapnya pondok mendatangkan Ekskavator sebagai alat berat yang membantun dalam perobohannya, Al Ustadz Zhaahir Zafri, salah satu staf Pembangunan menjelaskan bahwanya untuk mempersingkat waktu perobohan kedua Gedung ini mereka menyewa alat berat, dan setelah itu dibangunlah pondasi yang dalam nan kokoh karena Gedung yang akan dibangun di atasnya adalah Gedung 2 lantai sehingga membutuhkan pondasi yang lebih kuat dari sebelumnya.

Di tengah pandemic pada saat ini pondok Gontor Kampus 3 terus melanjutkan pembangunannya sebagai upaya pelaksanaan salah satu dari Panca Jangka Pondok Modern Darussalam Gontor yaitu, Pergedungan yang digunakan sebagai fasilitas dan sarana tempat tinggal santri sekaligus tempat Pendidikan mereka.AriaKamal

Fokuskan Kegiatan Belajar Dengan Berhentinya Kegiatan Bahasa

0

DARUSSALAM – Menjelang ujian semester pertama, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) fokuskan kegiatan belajar para santri dengan meniadakan kegiatan ekstrakurikuler, demi menciptakan suasana ujian yang terfokuskan dan khidmat. Salah satunya dengan penutupan kegiatan bahasa, yang upacaranya diadakan pada hari Jumat (25/09) pagi di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM). Acara tersebut dihadiri oleh Al-Ustadz Azmi Syukri Zarkasyi, Lc., Al-Ustadz Kurnia Rahman Abadi, S.E., M.M., Al-Ustadz H. Farid Sulistyo, Lc., dewan guru dan seluruh santri PMDG.

Upacara penutupan kegiatan bahasa ini dimulai pada jam 05.10 WIB dengan pembukaan dari pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Al-Ustadz Azmi Syukri Zarkasyi. Beliau menyampaikan tentang kunci keberhasilan dalam menguasai bahasa yaitu dengan memperbanyak mendengar, memperbanyak membaca, membiasakan diri berbicara sehari-hari dengan bahasa Arab dan yang paling penting adalah istiqomah. Beliau juga menyampaikan tentang kurikulum pendidikan bahasa di Gontor dan keutamaan bahasa Arab. “Bahasa Arab adalah Bahasa Al-Qur’an. Maka jika ingin memahami agama Islam, pelajarilah bahasa Arab karena bahasa Arab merupakan kunci dari pemahamannya.” ujar Al-Ustadz Azmi Syukri Zarkasyi.

Setelah itu sambutan berganti dengan Al-Ustadz Kurnia Rahman Abadi, dengan bahasa Inggris. Beliau dalam sambutannya menyampaikan tentang trik menguasai bahasa Inggris, yaitu dengan banyak membaca artikel bahasa inggris dan menuliskan vocabs yang ada ke dalam buku tulis. “Perbanyaklah mendengar percakapan bahasa Inggris dan jangan pernah menyerah.” ujar Al-Ustadz Kurnia Rahman Abadi.

Selanjutnya Al-Ustadz Farid Sulistyo menekankan beberapa peraturan berbahasa, bahwa peraturan bahasa berjalan seperti aktivitas kegiatan bahasa sepertinya. Berhentinya kegiatan bahasa bukan berarti peraturan berbahasa juga berhenti. “Kegiatan bahasa memang dinonaktifkan, untuk kita fokuskan kegiatan belajar. Namun kita tetap harus berdisiplin untuk berbahasa resmi dalam percakapan keseharian kita” jelas beliau. Setelah itu acara beralih ke pembacaan surat keputusan penutupan kegiatan bahasa dalam bahasa Arab serta Inggris, dan dilanjutkan dengan doa lalu penutup. Dinulcahya

Related articles:

Musyawarah Kerja Antarrayon Wadah Santri Belajar Berorganisasi

Belajar Kitab Kuning dengan Kegiatan Fathu Kutub Turast Al-Islami

MUWAJJAH KELILING INTENSIFKAN BELAJAR SANTRI

Tasyji’ul lughoh; Sarana Santriwati untuk mengembangkan bahasa Arab dan Inggris.

0

Mantingan “Language is our Crown”. Pondok Modern Darussalam Gontor adalah suatu lembaga pendidikan dengan berbagai ciri khas didalamnya. Sehigga, menjadikan banyak anak ingin belajar dan menempuh kehidupan di pondok ini. Salah satu sebabnya, yaitu dengan adanya prinsip berbahasa Arab dan Inggris yang selalu diterapkan oleh para santri dalam segala kegiatan di pondok. Dimanapun santri berada, mereka selalu menggunakan bahasa Arab dan Inggris untuk berkomunikasi dengan sesama.

Pondok Modern Darussalam Gontor Putri kampus 1 memiliki berbagai program bahasa dan menyelenggarakan banyak acara untuk meningkatakan kualitas bahasa santriwati di pondok, salah satunya adalah bentuk usaha tersebut ialah Tasyji’ul-Lughoh. Kegiatan ini diadakan di setiap hari selasa pagi yang diikuti oleh santriwati disetiap angkatannya, dengan cara bergilir. Kegiatan ini membahas pembenaran bahasa yang salah, dari berbagai segi seperti Nahwu dan shorof, Peribahasa, Uslub-Uslub, Grammar, dan Idiom,dan masih banyak lagi pelajaran-pelajaran yang disampaikan untuk meningkatkan bahasa santriwati.

Tepat pada hari Selasa (30/06) Pondok Modern Darussalam Gontor mengadakan pembukaan kegiatan Tasyji’ul-Lughoh, yang diadakan di Kulliyatul-Banat oleh santri-santri baru kelas satu KMI. Dengan perkenalan intensif bagi santriwati baru mengenai bahasa Arab dan Inggris. Kegiatan ini, dibuka oleh Al-Ustadz Dr. KH. Fairuz Subakir Ahmad, MA selaku Bapak Wakil Direktur KMI Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1.

Dengan kegiatan-kegiatan seperti inilah santriwatidapat meningkatkan bahasa yang mereka gunakan.Sehingga, dapat terbiasa untuk membentuk suatu percakapan dengan bahasa resmi (Arab dan Inggris), dan inilah cara santri untuk memahami pelajaran yang ada di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1, yang mana semua pelajaran di Pondok Modern Darussalam Gontor ini menggunakan bahasa Arab dan Inggris, sehingga dapat melaksanakan kegiatan belajar-mengajar dengan baik.

Mannar.

Queen and Princess of Language; Sarana Pengembangan Bahasa Arab dan Inggris Secara Konsisten

0

Mantinganal-lughatu taaju-l-ma’hadi. Ibarat mahkota, bahasa menjadi simbol kehormatan dan kebanggaan Pondok Modern Darussalam Gontor. Dalam istilah lain, language is our crown atau “Bahasa adalah mahkota pondok”. demikian kata-kata yang sering disampaikan Bapak Pengasuh akan pentingnya berbahasa. Maklum, Gontor memang dikenal sebagai pondok yang mengembangkan bahasa Arab dan bahasa Inggris secara konsisten. Maka dari itu, Gontor tidak pernah berhenti dalam mengembangkan dan memperluas bahasa santriwati dengan mengadakan kegiatan tiap tahunnya yang berkaitan dengan kebahasaan, seperti Queen and Princess Language.

Queen and Princess Language adalah kegiataan rutinitas tahunan yang merupakan ajang kompetisi dalam hal kebahasaan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santriwati dari kelas 1-4 dan  terpilihlah 20 orang santriwati yang berhasil lolos ke babak final. Penyisihan para finalis ini melewati lima babak. Para peserta terdiri dari 2 golongan, yaitu: golongan junior dan senior. Golongan junior  yang mana terdiri dari kelas 1, 2 dan 1 INT. Sedangkan dari golongan Senior terdiri dari kelas 3, 4 dan 3 INT.

Kegiatan ini biasanya diadakan di akhir tahun, namun dikarenakan dimasa pandemi ini yang mengharuskan beberapa kegiatan awal tahun yang diadakan di akhir tahun, begitupun sebaliknya. Dan untuk tahun ini diadakan di awal tahun bersamaan dengan kegiatan perkajum (Perkemahan kamis-jum’at). Kegiatan ini diadakan pada Jum’at (4/9) kemarin, dan dibuka oleh Bapak Pengasuh Gontor Putri 1 Al-Ustadz K.H Ahmad Suharto, M.Pd.I. yang bertempat di Aula Auditorium Gontor Putri 1.  Dalam sambutannya, beliau mengingatkan kembali akan pentingnya berbahasa Arab dan Inggris secara konsisten karena bahasa merupakan mahkota pondok dan dari berbahasa kunci untuk mendapatkan kesuksesan di masa depan nantinya.

Adapun peserta final Queen Language tahun ini ialah sebagai berikut;

No Nama Kelas
1 Rindianisya binti Sarwoedy 4B
2 Maria Chantika Djauhari 3B
3 Nabiila Chasanatul Fi’al Isna binti Nanang Rakhmat Basuki 4B
4 Arini Najwa 4B
5 Hilya Neswa Aszari binti M. Adib Fuadi Nuriz 4B
6 Najla Sayyidah Attirmidzi binti Tarmizi 4B
7 Salwa Ikhsani Kamila binti Ismail Hendaryamin 4B
8 Faza Fakhrunnisa Putri Maliki binti Imam Maliki 4B
9 Rizna Amalia 3 INT B
10 Rifdah Nisrina binti Luluk Winarko 3 INT C

Adapun peserta final Princess Language tahun ini ialah sebagai berikut;

No Nama Kelas
1 Atira Azharina binti Nahrowi 2B
2 Felik Cika Radien 1 INT B
3 Tiara Puspita Dewi binti Mohammad Ziyad Zainuri 2B
4 Fadia Nasywa Umnia binti Setiawan Bin Lahuri 2B
5 Baiq Athina Neila Velika binti Lalu Rustamaji 2B
6 Najwa Dina Hanifa 1 INT C
7 Salwa Ikhsani Kamila binti Ismail Hendaryamin 4B
8 Febriani Aqila Nugroho binti Agus Setyo Nugroho 2C
9 Taqiya Fairuzzaky 1 INT B
10 Rangkayo Admirel Rasikhah Fahrita binti Zulfahmi Nu’an. CH 2B

Demikianlah pentingnya bahasa di Gontor, laksana mahkota bagi seorang raja. Ia akan menjadi kunci utama untuk memperdalam ilmu pengetahuan, baik selama di pondok ini maupun setelah berada di tempat lain.

AndiGhariza