Home Blog Page 185

Pembukaan Belajar Malam Keliling : Menambah Efektifitas Santri dalam Belajar

0

Darul Ma’rifat – (28/09/20) Selepas Sholat Isya’ para Guru dan Santri berduyun-duyun pergi menuju lapangan depan Gedung Syiria guna mengikut ceremoni pembukaan Belajar Keliling Malam, pada malam hari kemarin. Pembawa acara memulai salam sebagai tanda telah dimulainya acara ini kemudian dilanjutkan dengan nasehat oleh Al Ustadz H. Heru Wahyudi, S.Ag. Pada awal pidatonya Bapak Wakil Pengasuh mengingatkan para guru dan santri agar selalu bersyukur meskipun kita dalam situasi dan kondisi pandemik pada saat ini.

Di tengah-tengah pidatonya bapak Wakil Pengasuh mengingatkan agar kita selalu mengikuti protokol kesehatan denga penuh disiplin, bahkan dalam ceremoni ini para santri diatu agar selalu mejaga jarak hingga barisan mereka memenuhi lapangan depan Gedung Suria dari Masjid hingga Gedung Saudi. Sebelum mengakhiri pidatonya bapak Wakil Pengasuh menyampaikan bahwasanya Belajar Keliling Malam ini diadakan guna menambah efektifitas anak-anak dalam belajar.

Setelah itu acara belajar keliling ini dibuka secara resmi oleh wakil Direktur, Al Ustadz Aris Hilmi Hulaimi, M.Ud dan dilanjutkan dengan pengabsenan semua santri pada zona-zona yang telah ditentukan.AriaKamal

Gontor Berdiri di Atas dan Untuk Semua Golongan

0

“Pondok Modern berdiri di atas dan untuk semua golongan. Andaikata murid-murid dan guru-guru semuanya Muhammadiyah. Pondok Modern tidak boleh di-Muhammadiyah-kan. Andaikata murid-murid dan guru-guru semuanya NU. Pondok Modern tidak boleh dijadikan NU. (K.H. Ahamad Sahal)

 

Pendidikan yang diterapkan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) selalu berpegang teguh kepada pendirian bahwa Gontor berdiri di atas dan untuk semua golongan, bukan di bawah atau dinaungi oleh sebuah golongan sepihak. Gontor tidak dibawahi oleh instansi mana pun karena Gontor merupakan pondok yang diwaqafkan untuk umat Islam di seluruh dunia, bukan untuk kepentingan golongan tertentu.

PMDG tidak berpihak, bergantung bahkan sampai meminta pertolongan kepada sebuah ormas atau pihak lain. Apabila seorang pemimpin bergantung kepada sebuah ormas maka pemimpin itu atau yang ia pimpin itu tidak bisa bergerak dengan bebas untuk menjalankan program-program yang sudah direncanakan. Bergantung kepada yang lain berarti kita tidak memegang kendali penuh atas kebijakan-kebijakan yang diperlukan, karena harus menunggu keputusan atau instruksi dari pihak yang mengatasi pondok. Sehingga jika Gontor berpihak kepada golongan tertentu, pondok ini akan hancur karena selalu bergantung kepadanya ataupun harus menunggu perintah darinya. Na’udzubillah.

Jika pondok terlepas dari pihak lain juga akan membuat pondok tetap fokus dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga pendidikan, tanpa harus terganggu ataupun terhambat. Program-program yang ada akan tetap terkendali tanpa harus menunggu perintah ataupun kebijakan dari pihak lain. Tetapi prinsip ini tidak menghalangi bagi siapapun yang ingin membantu pondok. Pondok tetap tidak melarang bagi siapapun yang dengan ikhlas ingin membantu pondok, sebab pondok adalah milik umat Islam di seluruh dunia.

Seperti dikutip dalam buku berjudul “Senarai Kearifan Gontory” oleh Al-Ustadz Ahmad Suharto, salah satu Dosen UNIDA Gontor, “Gontor tidak berafiliasi ke partai, organisasi dan golongan tertentu, agar bisa menjadi perekat umat, bebas dari tarik menarik kepentingan, dan bertekun dalam aktivitas pendidikan. Tentunya golongan yang dimaksud adalah golongan umat Islam yang mu’tabar, yang perbedaan satu dengan lainnya hanya dalam strategi perjuangan dan ijtihadiyah furu’iyah bukan golongan yang menyimpang secara prinsip dan aqidah.

Menarik- narik Gontor ke arah golongan tertentu adalah pengkhianatan. Secara pribadi guru dan murid tidak dilarang menjadi simpatisan organisasi massa Islam yang ada, tetapi secara kelembagaan haram Gontor dibawa-bawa ke ormas ataupun orpol tertentu.”

Membawa Gontor ke sebuah golongan adalah menghina dan menjelekkan pondok, Gontor tetap akan netral dan tidak berpartai karena pondok sudah diwaqafkan oleh Trimurti untuk memperjuangkan agama Islam dan bukan untuk berada di bawah naungan sebuah golongan.

Pelatihan Pustakawan Bekali Santri Tentang Kepustakaan

0

DARUSSALAM– Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) sebagai lembaga pendidikan berskala nasional memiliki banyak perpustakaan yang menjadi sumber khazanah keilmuannya. Di antara perpustakaan yang ada adalah perpustakaan Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM), perpustakaan Koordinator Gerakan Pramuka (KGP) Gugus Depan 15.089, perpustakaan Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI), dan perpustakaan Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor. Besarnya perpustakaan-perpustakaan tersebut serta banyaknya buku-buku yang ada di dalamnya, tentu memerlukan manajemen kepustakaan yang rapih, sistematis dan terstruktur. Untuk itulah diadakan kegiatan pelatihan pustakawan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan hal-hal yang penting seputar keperpustakaan kepada para staf perpustakaan bagian-bagian yang ada di PMDG.” jelas Al-Ustadz Muhammad Miftah Kharmain, S.Ag. selaku staf KMI sekaligus penanggung jawab kegiatan. Acara pelatihan pustakawan tersebut diadakan selama dua hari, dimulai dari Kamis (17/09) hingga Jum’at (18/09). Peserta dari kegiatan tersebut diambil dari seluruh staf sekaligus asisten perpustakaan dari bagian-bagian tersebut, dengan total seluruhnya adalah 100 peserta.

Dengan jumlah pertemuan sebanyak 4 kali, acara tersebut bertempat di aula Afghanistan gedung Saudi 6 dan diisi oleh beberapa narasumber. Di antaranya adalah Al-Ustadz H. Imam Iskarom, Lc., Al-Ustadz H. Muhammad Nur, Lc.,M.H., serta staf Perpustakaan UNIDA Gontor. Adapun materi-materi yang disampaikan adalah terkait klasifikasi buku, keperpustakaan, aplikasi perpustakaan, serta sirkulasi buku.

Sesi terakhir dilaksanakan pada Jum’at (18/09) siang, bersama Ustadz Muhammad Nur yang menyampaikan materi sekaligus menutup kegiatan. Dalam kesempatan tersebut, beliau berbagi cerita tentang bagaimana pengalaman beliau dulu ketika masih menjalani masa studi di Mesir, mulai dari bagaimana beliau mengajukan diri sebagai staf perpustakaan di sana hingga bertemu dengan teman sebangku kuliahnya yang sangat menghargai buku. “Perpustakaan harus menjadi partner kita untuk menatap masa depan. Yang akan membantu kita mewujudkan masa depan, adalah perpustakaan.” Terang beliau dalam penjelasannya. Beliau juga menyinggung bahwa kepemilikan buku memang penting, namun yang lebih penting dari itu adalah bagaimana cara kita untuk bisa lebih dekat dengan buku; membacanya, menyerap ilmunya, dan memanfaatkannya.

Related Articles:

Perpustakaan OPPM Gelar Orientasi

Perpustakaan ISID Beralih ke Robithah

PERGANTIAN DEWAN MAHASISWI; Mengestafetkan Perjuangan dari Generasi ke Generasi

0

Mantingan-Tepat pada (28/8) kemarin, DEMA (Dewan Mahasisiwi) Wilayah Mantingan tahun 1431-1432 resmi berganti. Dema ialah salah satu organisasi yang dibina oleh mahasiswi UNIDA dalam merealisasikan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan terutama dalam bidang keilmuan. Seperti organisasi lainnya, Organisasi ini selalu berganti setiap tahunya sebagai sarana pengestafetan dari generasi ke generasi selanjutnya, sehingga dinamika pondok tetap berjalan dengan dinamis dan lancar.

Seperti salah satu falsafah pondok, “Patah tumbuh hilang berganti, sebelum patah sudah tumbuh, sebelum hilang sudah berganti”. Falsafah ini telah lama ditanamkan oleh para Trimurti pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor. Nilai-nilai pondok tersebut selalu diestafetkan dari generasi ke generasi, agar pondok tidak mati dan senantiasa hidup meskipun telah ditinggal oleh para pendirinya. Nilai inilah salah satu nilai yang masih dipegang teguh oleh pondok dan diterapkan di bidang keorganisasian dalam mengestafetkan dari generasi ke generasi. 

Pergantian Amanah.

Sebelum diadakannya pergantian kepengurusan DEMA, diadakannya terlebih dahulu orientasi atau pengenalan visi dan misi dari para calon ketua DEMA. Agar para mahasiswi UNIDA mengetahui visi-misi kedepannya dari tiap calon ketua dan dapat menilai calon ketua dari visi-misi yang mereka bawakan. Setelah itu, diadakannya pemungutan suara dari para asatidz dan mahasiswi UNIDA. Setiap orang berhak untuk memilih 2 suara dari calon ketua. Adapun calon ketua dipilih dari mahasiswi semester 7 dari setiap prodi (Programstudi) yang mewakili menjadi calon ketua DEMA, mereka ialah:

  1. Nabilia Alifia Aura (PAI)
  2. Liiza Latna Sari (PBA)
  3. Ninda Anjani (SAA)
  4. Riyyul Hanannie (AFI)
  5. Baiq Ikhlasul (IQT)
  6. Lamya Nurul (HES)
  7. Safirah Maisaroh Ariibah (EI)
    Sambutan Oleh Al-Ustadz K.H Ahmad Suharto, M.Pd.I

Kegiatan ini dibuka oleh Al-Ustadz K.H Ahmad Suharto, M.Pd.I, dalam sambutanya beliau berharap agar DEMA tahun ini dapat menjalankan kewajibannya dengan sebaik-baiknya selaku pengurus, dapat menjadi lebih baik dari DEMA sebelumnya dan lebih mengutamakan sisi keilmuan dari sisi yang lain. Karena tadabbur dan tafakkur itulah dimensi yang utama dan harus diutamakan, tetapi bukan berarti menafikkan kegiatan lainya.

Adapun ketua DEMA tahun ini ialah; Liiza Latna Sari (PBA) dan Baiq Ikhlasul (IQT) dengan beranggotakan 68 orang yang terdiri dari 15 bagian. Selain itu, yang bertugas sebagai panitia dalam acara ini ialah mahasiswi UNIDA Gontor Mantingan Semester 5. Alhamdulillah acara ini berjalan dengan lancar seperti yang diharapkan.

Begitulah organisasi di Gontor, selalu mengestafetkan dari generasi ke generasi selanjutnya, sehingga dinamika pondok tetap berjalan dengan dinamis dan lancar.

Andi Ghariza

Ketahuliah! Setiap dari kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinanmu

-Rasulullah Sallalahu Alaihi Wasallam-

Mendekati Masa Ujian, Kegiatan Kepramukaan di PMDG Resmi Ditutup.

0

Darussalam – “Scout is Jolly Game” adalah sebuah susunan kata yang mempunyai makna bahwa Pramuka adalah permainan yang mengasyikkan dan semboyan ini juga  merupakan motivasi bagi santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) dalam berpramuka. Kegiatan Kepramukaan di PMDG merupakan kegiatan ekstrakurikuler, yang telah berjalan selama kurang lebih setengah semester.

Pada hari Kamis (24/9) kegiatan Pramuka di PMDG resmi ditutup sampai batas waktu yang ditentukan, karena semakin dekatnya masa ujian di PMDG. Kegiatan ini ditutup oleh Al-Ustadz Mahbub Al-Aziz, S.Ag. di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) Gontor yang diikuti oleh seluruh santri se-Darussalam dari kelas 1 sampai kelas 5 Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) dan dibantu oleh Kakak-Kakak Koordinator Gerakan Pramuka (KGP) dari kelas 6, Majelis Pembimbing Koordinator Harian (Mabikori), dan Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus).

Sebelum kegiatan ini selesai, diumumkanlah juara umum dan juara favorit dari 12 Gugus Depan (Gudep) yang ada. Dengan total nilai sebagai berikut:

Gugus Depan Jumlah Nilai
15.089-01 1.239
15.089-03 665
15.089-05 1.008
15.089-07 782
15.089-09 721
15.089-11 864
15.089-13 828
15.089-15 932
15.089-17 800
15.089-19 829
15.089-21 596
15.089-23 566

Dari total keseluruhan nilai di atas maka keluarlah Gudep 15.089-01 sebagai juara umum dan Gudep 15.089-05 sebagai juara favorit dalam kegiatan kepramukaan di Awal Tahun ajaran ini. hafidhrafi

Asyiknya Pramuka Dengan Scout Party

0

Gontor Putri Kampus 3 – Menjelang dihentikannya kegiatan kepramukaan karna akan diadakan Ujian Semester 1, Gontor Putri Kampus 3 mengadakan kegiatan Scout Party, yaitu perlombaan dalam Bidang Pramukaan. Scout Party diadakan pada hari Kamis (17/9/20), di depan Gedung Al-Azhar dan disekitar Masjid Khadijah. Scout Party diikuti oleh peserta yang merupakan perwakilan dari setiap Gudep. Ada banyak hal dilombakan dalam acara Scout Party, mulai dari membuat Pionering, Yelling, dan berbagai perlombaan kepramukaan menarik lainnya.

Meski siang hari matahari begitu terik dan panas, namun tidak mematahkan semangat santriwati dalam mengikuti perlombaan. Santriwati yang belum berkesempatan mengikuti lomba pun tidak kalah semangat memberi dukungan pada anggota gudepnya yang sedang mengikuti lomba. Pioeering buatan santriwati pun cukup unik, dengan warna-warna dan bentuk yang berbeda setiap gudep, serta pernak-pernik yang menghiasi membuat pionering tampak begitu menarik.

Alhamdulillah, acara berlangsung dengan meriah dan sebagaimana mestinya. Acara selesai pada pukul 4 sore dan ditutup dengan pengarahan dari Ustadzah Majelis Bimbingan Koordinator. ChilmaAsmaa

Perayaan Tahun Baru Hijriyah Dengan Bazzar La Tansa Gontor Departemen Store

0

GONTOR – Bulan Muharram merupakan bulan baru dalam agama Islam. Perayaan Tahun Baru Islam, khususnya di Gontor, tidak dirayakan dengan pesta kembang api, melainkan dengan mengadakan kegiatan yang bermanfaat serta berguna bagi santri dan guru Kulliyatul Muallimin Al-Islamiyyah (KMI). Salah satunya adalah kegiatan “Bazzar Muharram” yang diselenggarakan oleh La Tansa Gontor Department Store (LGDS), salah satu unit usaha Gontor di kota Ponorogo.

La Tansa Gontor Departemen Store (LGDS) merupakan unit usaha Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang dikelola oleh para Asatidz dibawah pengawasan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Gontor, dengan menggunakan sistem manajerial yang dibantu oleh beberapa karyawan dalam pengoptimalan sistem yang ada.

LGDS menyediakan beraneka-ragam barang yang siap dijual. Mulai dari buku, peralatan olahraga, pakaian, obat-obatan sampai makanan dan minuman. Ini semua, merupakan sistem pengelolaan ekonomi proteksi, yang sudah menjadi ciri khas PMDG, dengan harapan semua jenis transaksi yang ada bisa rapi dan mendidik para pelaku transaksi itu.

Seperti pesan dari pimpinan PMDG K.H Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A. dalam transaksi jual beli di PMDG, “Anda belanja anda beramal”. Pesan ini yang menjadi slogan PMDG dalam kegiatan jual beli. Dari santri untuk santri dan akan kembali lagi kepada santri, begitulah peroses ekonomi yang diterapkan dalam pondok ini.

Jumat pagi, pukul 08.00 WIB (12/9) bazzar LGDS ini diadakan di depan Gedung Aligarh PMDG. Untuk pelaksanaannya tahun ini sangat berbeda dari tahun sebelumnya, yang biasanya dilaksanakan di LGDS Ponorogo dan hanya beberapa santri saja yang bisa melihat dan mengunjungi. Namun, karena adanya pandemi seperti saat ini, bazzar kali ini dilaksanakan di dalam Pondok guna memudahkan santri dalam berkunjung.

Bazzar tahun ini, alhamdulillah dapat berjalan dengan lancar dan tertib. Serta dengan memperhatikan protokol kesehatan yang harus ditaati ketika pandemi seperti saat ini, dan kegiatan ini merupakan pendidikan bagi santri dan Asatidz yang berkecimpung di dalamnya. Agar menjadikan setiap penduduk PMDG terdidik dan tidak ketinggalan zaman  seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi.Mika

Kaderisasi Pemimpin, dimulai dengan Pelantikan staf OPPM dan Koordinator.

0

Mantingan– Dalam Proses Kaderisasi, Pondok Modern Darussalam Gontor Putri dengan pengalamannya telah memiliki metode tersendiri untuk mencetak para kadernya dengan berbagai macam cara. Salah satunya dengan berorganisasi, karena dalam organisasi santriwati mendapatkan pengarahan, penugasan dan pelatihan hidup sehingga bisa lebih terampil dalam bersikap dan menyikapi kehidupan. Hal ini dimulai dengan organisasi yang paling kecil, yaitu staf OPPM dan Koordinator.

Pelantika staf Koordinator baru

Bentuk kaderisasi pemimpin dalam berorganisasi tersebut, terbukti dengan adanya kegiatan pelantikan staf Koordinator yang baru dan penyerahan amanat dari staf Koordinator yang lama pada hari Ahad (28/06) silam.  Hal ini bertempatkan di Aula Kulliyyatu-l-Banaat, dengan disaksikan oleh beberapa  guru senior dan ustadzah. Hal tersebut, disusul juga dengan adanya pelantikan staf OPPM baru (30/06), yang bertujuan agar adanya sistem pengkaderisasian amanah dan tanggungjawab yang telah ditetapkan dan dititipkan oleh para pengurus lama, dapat diteruskan dan diemban dengan baik oleh kepengurusan yang baru.

Pelantikan staf OPPM

Setelah dilantiknya anggota staf yang baru, dimulailah masa pengenalan diantara mereka, yang dikenal dengan sebutan orientasi. Orientasi staf OPPM dan Koordinator diadakan di dalam pondok pada sabtu (08/08) dan berlangsung selama 2 hari, berikut adalah rincian dari para peserta orientasi:

  • Staf Koordinator Gugusdepan Gerakan Pramuka (KGGP): Dewan Kerja Koordinator (DKK), Tim Sukses, Bulan Sabit Remaja, Filateli, dan Gemar Membaca;
  • Staf Bag. Diskusi Ilmiah dan Penerbitan: Majalah Lintas Darussalam (MALDA);
  • Staf Bag. Perpustakaan: Gudang Ilmu Darussalam (GILDA);
  • Staf Bag. Pengajaran: Jum’iyyatu-l-Khatibah(JMK), Jum’iyyatu-l-Qira’ah (JMQ);
  • Staf Bag. Koperasi Warung Pelajar;
  • Staf Bag. Koperasi Toko Pelajar;
  • Staf Bag. Kesehatan;
  • Staf Bag. Fotografi;
  • Staf Bag. Penerimaan Tamu;
  • Staf Bag. Keputrian;
  • Staf Bag. Kesenian: Korsada;
  • Staf Bag. Pertamanan.

Pada masa orientasi ini para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan stafnya masing-masing, para peserta juga harus mengunjungi beberapa pos yang telah disediakan. Pada tiap-tiap pos tersedia beberapa pertanyaan yang berkenaan tentang pondok atau tentang bagiannya, ada juga beberapa tantangan yang berkenaan dengan kekompakan dan kerjasama tim.

Kegiatan ini diadakan dengan tujuan, agar para peserta dapat mengenal satu sama lain, menambah kekompakan anggota,  dan dapat mengetahui tugas-tugas yang akan diembannya nanti. Dengan adanya acara ini, diharapkan para anggota staf yang baru dapat memahami, dan faham bagaimana cara bekerja dengan maksimal di bagiannya dan dapat membantu para bagian di OPPM dan Koodinator.

-Ama

Senam Bersama Warga Gontor 3 : Mencegah lebih Baik daripada Mengobati!

0

Darul Ma’rifat –  (25/09/20) Al-Wiqayah khairun mina-l-‘Ilaj, sebagai jorgan yang dipakai oleh Pondok Gontor dalam menghadapi situasi seperti sekarang ini. Jorgan yang berarti “Mencegah lebih baik daripada Mengobati” menunjukkan makna bahwa kesehatan merupakan nikmat terbesar dalam hidup kita apalagi dalam situasi seperti ini. Beberapa upaya pencegahan telah dilakukan oleh bapak Wakil Pengasuh, Al Ustadz H. Heru Wahyudi, S.Ag dengan bantuan koordinasi oleh Staf Pengasuhan Santri, Dewan Mahasiswa (DEMA), dan juga tim SATGAS COVID-19, adapun upaya-upaya mereka diantaranya, mendirikan Pos Jaga di Gapura Pondok, membatasi serta mengurangi kontak dengan selain orang di dalam pondok, mengadakan lockdown, dan masih banyak lagi.

Tak lupa juga beberapa upaya yang dilakukan juga bersifat internal seperti acara senam masal seluruh warga pondok Gontor 3 pada jum’at pagi hari kemarin, secara serentak seluruh warga pondok berkumpul di zona masing-masing guna melaksanakan senam masal ini, acara yang dimulai pada jam 06.00 WIB ini merupakan upaya agar seluruh warga pondok dapat melakukan olahraga secara serentak juga agar mereka terkena sinar matahari pagi yang kaya akan vitamin D sekaligus untuk meningkatkan imunitas mereka masing-masing.

Setelah acara senam selesai mereka dihimbau agar selalu memakai masker dan selalu patuh akan protokol yang sudah ditetapkan, dan segera dilanjutkan dengan sarapan bersama yang tak lupa juga diberi asupan tambahan berupa vitamin dan madu untuk menjaga stamina dan stabilitas tubuh mereka dalam menghadapi wabah saat ini. Setelah itu mereka membersihkan lingkungan pondok secara menyeluruh untuk memutus rantai-rantai penyakit maupun virus di pondok ini, semoga Allah selalu melindungi kita semua dari berbagai macam penyakit yang terlihat maupun tidak… Aammiiiinnnnn…AriaKamal

Kekuatan Doa dan Mujahadah Trimurti Pendiri Pondok Modern Gontor

0

Sejak tahun 1926, Gontor telah memantapkan langkahnya untuk menjadi lembaga pendidikan yang mendidik kader-kader umat pemimpin masa depan, mencerdaskan bangsa dan menjadi mundzirul qaum yang selalu berdakwah kepada kebenaran dan memerangi kebathilan. Bila melihat kondisi pada saat itu, tentu tidak mudah bagi Gontor untuk bisa mempertahankan misi sebesar itu. Namun pada faktanya, hingga saat ini Gontor telah genap berusia 95 tahun dan masih eksis mengemban amanat tersebut. Belasan kampus cabang bahkan puluhan pondok alumni telah berdiri di berbagai daerah yang tersebar di seluruh Indonesia. Alumni-alumninya pun banyak yang sudah berkiprah dan menunjukkan kontribusi nyatanya untuk umat Islam, baik di dalam negara maupun mancanegara. Semua itu tidak lepas dari usaha para Trimurti berikut seluruh keluarga besar PMDG yang terlibat, serta tidak lupa pula kekuatan doa dan mujahadah yang menjadi tirakat para Trimurti.

Berkenaan dengan doa dan mujahadah Trimurti saat mendidik para santrinya dan mendirikan pondok, ada kisah menarik yang bisa kita jadikan pelajaran berharga.

Awal mulanya ketika salah satu Trimurti, K.H. Ahmad Sahal, di usianya yang masih 26 tahun ikut pergi ke Surabaya untuk menghadiri sebuah perkumpulan. Di sana akan dipilih utusan untuk mengikuti Muktamar Alam Islami yang diselenggarakan di Mekkah, kala itu pada kisaran bulan Juni tahun 1926. Namun keikutsertaan itu memiliki syarat, yaitu harus bisa berbahasa Arab dan Inggris sekaligus. Akhirnya, yang berangkat untuk mewakili Indonesia adalah K.H. Mas Mansur dan H. Oemar Said Tjokroaminoto.

Tahu karena memiliki kekurangan dalam berbahasa, K.H. Ahmad Sahal pun akhirnya tidak menjadi yang terpilih untuk mewakili Indonesia. Tapi itu tidak membuatnya putus asa. Seketika beliau beranjak dari sana, beliau pun bertekad, “Saya akan pulang ke kampung halaman saya, akan saya didik anak-anak saya untuk bisa menjadi seperti Cokroaminoto dan KH Mas Mansur”.

Setibanya di sana, beliau mengumpulkan anak-anak kampung sekitar di sebuah masjid yang saat ini kita kenal dengan nama “Masjid Pusaka”. Anak-anak yang terbiasa tidak pakai sandal, tidak pakai baju (melepas kaos) ketika biasanya bermain di luar rumah, beliau kumpulkan untuk kemudian diajarkan mandi dan berpakaian rapih untuk shalat.

Pada mulanya mereka sulit dikumpulkan. Namun beliau tidak kehabisan akal. Beliau belikan untuk mereka mercon yang sering mereka gunakan untuk bermain, lalu kemudian beliau bermain silat, menunjukkan kebolehan beliau di depan mereka, bahkan memanjat naik ke atas pohon kelapa. Anak-anak pun senang, hingga akhirnya nyaman bersama beliau.

Setelah itu, barulah beliau ajarkan bahasa Arab dan Inggris. “haadzaa kitaabun, haadzihi kurroosatun…!” “this is book, that is pen, I am a student” dan masih banyak yang lainnya. Namun tidak berhenti hanya di situ. Selain ber-mujahadah, beliau pun membarengi itu dengan doanya, “Mudah-mudahan menjadi Mas Mansur, mudah-mudahan menjadi Cokroaminoto, mudah-mudahan menjadi tokoh-tokoh Internasional”.

Ternyata tidak perlu menunggu lama, tidak sampai 30 tahun kemudian sudah ada salah satu alumninya yang memimpin Muktamar Internasional Asia-Afrika. Dalam satu waktu, di samping menjadi pemimpin Muktamar dan higher committee, beliau juga menyandang nama “PM Gontor” yang menjadi langkah awalnya untuk bisa memulai kiprah tersebut. Dan semua diawali dari doa dan mujahadah dari seorang biasa yang bertekad untuk mencerdaskan anak-anak bangsa dan mendidik calon pemimpin umat.

Begitulah bukti Kebesaran dan Kekuasaan Allah SWT. Walaupun hanya dimulai dari seorang tokoh yang tidak terkenal dari sebuah kampung di kota kecil, namun karena kekuatan doa dan mujahadah yang dilakukan dengan sungguh-sungguh menjadikan Allah malu untuk tidak mewujudkan keinginan tersebut. Akhirnya lahirlah alumni-alumni Gontor yang telah berkiprah di masyarakat dan menjadi tokoh baik nasional maupun internasional, dengan tetap menjaga modal utamanya semenjak menjadi santri. Sebagaimana yang beliau ucapkan pula dalam doanya, “Semoga menjadi ahli bahasa, mufassir, muhaddits, da’i, menjadi ‘aalim ‘ulamaa”. Tidak hanya menjadi intelek yang tahu agama, tapi harus menjadi ulama yang intelek.

Dikutip dari tausiyah yang disampaikan oleh Al-Ustadz Dr.H. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A. dalam kesempatan Tau’iyah Diniyyah bersama siswa akhir KMI 2020 Prominent Generation.

Video Terkait Doa Pendiri Gontor untuk Santrinya:

 

Related Articles:

Keikhlasan Trimurti Dalam Mengajar

Peringati Kesyukuran 90 Tahun Gontor, PMDG Gelar Napak Tilas Perjalanan Trimurti ke Sooko

Telusuri Silsilah Trimurti, Gontor Menapaktilasi Sejarah Nenek Moyang ke Keraton Kasepuhan Cirebon