Home Blog Page 198

Khidmat Melaksanakan Sholat Idul Adha di Pondok

0

Karangbanyu (31/07) – Jum’at pagi tepat pada pukul 06.30 WIB di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 3 dilaksanakannya Sholat Sunnah Idul Adha berjamaah di Masjid Khodijah yang dihadiri oleh seluruh santriwati Gontor Putri 3 dan Dewan Guru Kulliyatul Mu’allimat Al-Islamiyyah. Seluruh warga Darussalam, para santriwati dan Dewan Gurupun dengan khidmat beramai-ramai mendatangi masjid sambil melantunkan kalimat takbir sepanjang perjalanan menuju Masjid Khodijah. Sholat tersebut dipimpin oleh Al-Ustadz Suwarno TM., S.Ag selaku Bapak Wakil Pengasuh dan diakhiri dengan khutbah oleh Al-Ustadz Amir Mahmud, S.Th.I.

            Dalam khutbah tersebut beliau menceritakan mengenai kejadian yang terjadi pada zaman Nabi Ibrahim a.s , yaitu sejarah mengenai perintah Allah kepada hamba-Nya untuk melaksanakan kurban serta menjelaskan mengenai kegiatan yang dilakukan para jamaah haji ketika melakukan ibadah haji di Arab sana, hal tersebut disampaikan sebagai peringatan untuk umat Islam seluruhnya dalam memahami makna Sholat Sunnah di Hari Raya Idul Adha tersebut dan mengetahui sejarah akan perintah untuk berkurban.

            Dengan dilakasanakannya Sholat Sunnah Idul Adha 1441 H, selain sebagai wujud ketaatan seorang hamba terhadap Allah SWT, juga sebagai wujud suka cita karena telah dipertemukan kembali dengan Hari Raya Idul Adha tersebut.

Sambut Hari Raya Idul Adha Dengan Malam Peringatan dan Takbiran

0

DARUSSALAMAjang takbiran di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) bukan dengan mengadakan pesta atau menyalakan kembang api yang hanya mengahabiskan uang dan tidak memberikan manfaat, tapi diisi dengan wejangan dari Bapak Pimpinan pada Kamis (30/07) malam di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) berupa kajian Islami, sejarah nabi, dan peringatan hari raya Idul Adha.

Peringatan hari raya Idul Adha dimulai pada pukul 20.00 WIB dengan pembukaan dari pembawa acara dan pembacaan ayat suci Al-Quran, lalu dilanjutkan dengan sambutan dari Al-Ustadz H. Muhammad Nur, Lc., M.A. selaku yang menjadi perwakilan dari guru senior untuk menyampaikan tentang hikmah Idul Adha, dan Al-Ustadz KH. Masyhudi Subari, M.A. selaku yang mewakili Pimpinan Pondok dalam meberikan pengarahan tentang hari raya Idul Adha.

Ustadz Muhammad Nur menjelaskan tentang kegiatan berhaji dari mulai berangkat ke Mina pada tanggal 8 Dzulqo’dah sampai perjalanan kembali orang yang berhaji ke rumah mereka masing-masing pada tanggal 13 Dzulqo’dah. Beliau juga menjelaskan tentang berqurban dengan cara menyampaikan beberapa cerita tentang peristiwa nabi Ibrahim AS, Qabil dan Habil dan peristiwa Nabi Muhammad SAW.

“Hari raya Idul Adha pada tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Yang biasanya hari raya Idul Adha identik dengan banyaknya orang yang berangkat menunaikan ibadah haji, tapi pada tahun ini hanya beberapa orang saja yang dapat melaksanakan haji. Dan orang Indonesia tidak dapat melaksanakan haji tahun ini. Bahkan orang yang tinggal di Arab Saudi sekalipun tidak semuanya bisa melaksanakan haji.” Ujar beliau dalam pidatonya.

Kemudian Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Al-Ustadz KH. Masyhudi Subari, M.A. selaku yang mewakili Pimpinan Pondok. Beliau menjelaskan kepada seluruh santri dan dewan guru agar selalu mengikuti kegiatan yang ada di pondok karena semua kegiatan yang ada di dalam pondok mengandung barokah dan hikmah karena terdapat pendidikan di dalamnya. Beliau juga menyampaikan agar para santri dan dewan guru percaya sepenuhnya kepada pondok modern dengan semua disiplin dan kegiatan yang ada di pondok, agar mendapatkan ilmu dan menjadi orang yang baik nantinya.

“Percaya sepenuhnya kepada pondok modern dengan semua disiplin, In Syaa Allah kalian akan mendapatkan ilmu dan kalian akan menjadi orang yang bermutu di masyarakat nantinya. Apapun bentuk kegiatan yang ada di pondok modern ini harus percaya dan ikut serta didalamnya. Maka berlombalah kalian dalam melakukan kebaikan.” tegas beliau dalam sambutannya. Setelah itu, acara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Al-Ustadz KH. Masyhudi Subari, M.A. dan penutupan acara dari pembawa acara. Dinulcahya

MALAM TAKBIRAN HARI RAYA IDUL ADHA 1441 H

0

Karangbanyu – Tepat pada hari Kamis ( 30/07) diadakannya Malam Takbiran yang bertempatan di Auditorium Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 3. Acara ini dihadiri oleh seluruh santriwati Darussalam serta seluruh  Asatidz dan Ustadzah. Malam Takbiran di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 3 diawali dengan kalimat Takbir oleh siswi kelas 6 KMI yaitu Intan Suhana 6E, Nur Syahidah 6D, Faridah Nur 6I, Meilinda Herdiana 6L, Maulidia Mahmudah 6D. Dan dilanjutkan dengan kalimat Takbir yang dilafadzkan oleh Ustadzah Rahma Amalia, Al-Ustadzah Tunjung Larasati, Al-Ustadzah Mizan Zul. Diadakannya Malam Takbiran guna melafadzkan kalimat takbir bersama seluruh Asatidz dan Ustdazah serta seluruh santriwati Darussalam.

            Pada malam takbiran ini Bapak Wakil Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 3 Al-Ustadz H. Suwarno TM, S.Ag menyampaikan mengenai puasa Tarawwa yang artinya merenung, berfikir karena pada saat itu nabi Ibrahim merenungkan putranya nabi Ismail  yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk disembelih, karena itu perintah Allah maka Nabi Ismail siap untuk dijadikan qurban pada tanggal 8 Dzulhijjah, maka disinilah disunnahkan bagi ummat Islam untuk menjalankan puasa sunnah tersebut. Begitupun dengan puasa sunnah Arafah yang memiliki keutamaan menghapus segala dosa 1 tahun lalu dan dosa 1 tahun yang akan datang. Total keseluruhan 738 ekor hewan qurban di seluruh Pondok Modern Darussalam Gontor.

            Pada Malam Takbiran ini Bapak Wakil Pengasuh mengumumkan pemenang lomba takbiran antar rayon pada malam hari ini yaitu dengan nilai 790 diraih oleh rayon Syiria 1B sebagai juara favorite,  Juara 2 dengan perolehan nilai 1030 diraih oleh rayon Hijaz, Juara 1 dengan perolehan nilai 1735 diraih oleh rayon Andalusia A. Waf-Azz

Pemerintah Riau Beri Bantuan Masker dan Handwash Soap

0

RIMBO PANJANG – Selasa (28/7), menindaklanjuti arahan Gubernur Riau beberapa waktu silam saat berkunjung ke Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 7, Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Riau, Bapak Zulkifli Syukur, S.Ag, M.A., M.Si. didampingi oleh Kepala Biro Umum, H. Irwan Kurniawan, S.Sos, M.M. menyerahkan bantuan berupa 750-an masker dan 23 jeriken handwash soap.

Dengan didampingi beberapa jajaran guru, Bapak Wakil Direktur KMI, Al-Ustadz M. Jamaluddin, M.Pd.I. menyambut kedatangan para rombongan. Al-Ustadz Jamaluddin secara langsung menerima bantuan tersebut di kantor satgas penanganan Covid-19 PMDG Putri Kampus 7.

Bapak Zulkifli berharap bantuan yang diberikan oleh pemerintah Prov. Riau dapat memberikan manfaat berupa pencegahan penyebaran Covid-19, khususnya di kawasan pesantren. “Ini merupakan ikhtiar kita bersama untuk menjaga para santriwati dan guru, selebihnya kita hanya bisa bertawakkal kepada Allah”, tutur beliau.

Dalam kesempatan itu pula, Al-Ustadz Jamaluddin mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Prov. Riau. Beliau menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan barang yang saat ini benar-benar dibutuhkan. Dengan demikian, penggunaannya bisa tepat sasaran dan tepat guna. Farouq

Dialog 5 Besar Kandidat Ketua DEMA Gontor Putri Kampus 2

0

Patah tumbuh hilang berganti merupakan salah satu falsafah andalan Pondok Modern Darussalam Gontor yang masih terpatri hingga saat ini. Satu tahun sudah Dewan Mahasiswi UNIDA Kampus Mantingan Gontor Putri 2 mengemban amanahnya. Kini waktunya tongkat estafet kepemimpinan dilanjutkan.

Jum’at (24/7)-Dialog 5 besar dan pemilihan ketua DEMA periode 2020/2021 dilaksanakan.  Dengan 5 kandidat yang berasal dari Mahasiswi UNIDA Semester 7 setiap fakultasnya, yaitu Al-Ustadzah Silvi Anggraeni Fakultas Tarbiyah, Al-Ustadzah Choirotunnisa’ Fakultas Tarbiyah, Al-Ustadzah Hibah Nur Aisyah Fakultas Syariah, Al-Ustadzah Mulya Fantika Fakultas Ekonomi Islam, dan Al- Ustadzah Fitriyani Fakultas Ushuluddin.

Bukan hanya sekedar dialog dan orasi biasa, setiap kandidat mengemukakan visi misinya untuk menjadi ketua DEMA yang kemudian dilanjutkan dengan menjawab pertanyaan yang telah disediakan oleh panitia tentang ide dan program kerja yang akan dilakukan nantinya. Usai dialog acara dilanjutkan dengan pemilihan ketua DEMA dengan cara mencoblos dua foto kandidat ketua DEMA, seluruh asatidz dan mahasiswi UNIDA semester 1-7 hingga wisudawatipun ikut berpartisipasi dalam acara ini.

DEMA merupakan organisasi yang bertanggungjawab atas seluruh kegiatan kemahasiswaan yang ada, baik secara akademis maupun non akademis. Oleh karena itu diperlukannya regenerasi agar DEMA menjadi lebih baik setiap tahunnya.hasnanabila

Khutbatu-l-Arsy, Masa Orientasi yang Edukatif dan Menghibur

0

Khutbatu-l-Arsy atau yang dikenal dengan pekan perkenalan adalah cara Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) memperkenalkan diri kepada santri-santri baru, kegiatan tahunan ini serupa dengan Masa Orientasi Siswa (MOS) di lembaga pendidikan lain, namun Khutbatu-l-Arsy tidak berupa tindakan semena-mena senior sekolah kepada siswa baru sebagaimana yang terlintas di benak kita selama ini. Pekan perkenalan di PMDG berisi rentetan acara-acara yang mendidik dan tentunya memberi wawasan kepada santri-santri baru khususnya dan umumnya kepada seluruh santri dan guru PMDG tentang apa itu Pondok Modern Darussalam Gontor.

Khutbatu-l-Arsy untuk tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya ditengah pandemi yang melandah dunia, gontor tetap eksis menjalan semua kegiatannya dengan lancar berdasarkan prokotol kesehatan, mulai dari Porseni, Floksong, Poetry Reading, Aneka Ria Nusantara dan Sidasa Band.

Khutbatu-l-Arsy secara bahasa berarti Pidato diatas singgahsana, dinamakan demikian karena pada masa orientasi tersebut bapak pimpinan PMDG memberikan wejangan-wejangan berupa kuliah umum yang diadakan sebanyak 4 babak selama 2 hari ditambah satu hari pembacaan diktat pekan perkenalan oleh bapak guru Kuliyyatul Muallimin Al-Islamiyyah (KMI) dan Wali Kelas. Wejangan-wejangan tersebut menggambarkan apa saja yang akan dihadapi para santri setahun kedepan, adapun pokok isinya ada tiga,yaitu: Perkenalan,perpeloncoan,dan Jangka-jangka atau program-program pondok.

Selain pidato, khutbatu-l-Arsy sebagaimana yang telah saya singgung sebelumnya juga berisi rentetan acara yang edukatif dan menghibur.Para santri mengadakan sendiri acara-acara tersebut, mulai dari perencanaan, latihan, properti, dan lain sebagainya.

Rentetan acara dalam Khutbatu-l-Arsy antara lain ada Pesta Olahraga dan Seni (POSRSENI), Anekaria Kesenian Nusantara, Demonstrasi Bahasa Daerah, Perlombaan Vokal Grup Antar Asrama, Pagelaran Seni Drama Arena, dan Pagelaran Seni Panggung Gembira. Dengan memegang prinsip al-ma’hadu la yanaamu abadan atau yang berarti pondok tidak pernah tidur, dalam satu bulan, seluruh santri dari kelas satu (setara kelas satu Madrasah Tsanawiyah) sampai kelas enam (kelas tiga Madrasah ‘Aliyah) larut dalam rentetan acara yang bersambung dari satu acara ke acara lain.

Siswa kelas satu yang notabene nya baru saja merasakan hidup di pondok pun ikut dilibatkan dalam acara-acara tersebut, hanya seminggu setelah resmi menjadi santri mereka langsung mengikuti kompetisi olahraga melawan kakak kelasnya. Mereka terlihat sangat antusias mengikuti kompetisi di beberapa cabang olahraga tertentu, tak kalah dengan senior-seniornya. Mereka juga mengikuti perlombaan vokal grup antar asrama, dan sudah menjadi tradisi setiap tahunnya justru asrama santri baru lah yang keluar menjadi pemenang dalam lomba yang memupuk kekompakan anggota asrama tersebut.

Selain memperkenalkan tentang isi pondok, di masa khutbatu-l-Arsy santri-santri juga diperkenalkan kesenian dari berbagai daerah di nusantara, santri PMDG yang berasal dari berbagai macam kebudayaan berbeda seperti batak, betawi, jawa, minang, dayak, dan lain sebagainya diberi kesempatan memperkenalkan kesenian daerahnya masing-masing dalam acara Anekaria Kesenian Nusantara dan Demonstrasi Bahasa Daerah. Bahkan santri yang berasal dari luar negeri pun ikut ambil bagian menunjukkan kesenian daerahnya.

Rentetan agenda Khutbatu-l-Arsy ditutup dengan pagelaran seni Drama Arena dan Panggung Gembira. Di kedua acara ini para santri menunjukkan kreativitasnya dalam berbagai bidang, baik tari-tarian tradisional, tari-tarian modern, olah vokal, drama, puisi, dan masih bayak lagi. Drama Arena diikuti hanya oleh santri kelas 5 (Kelas 2 Madrasah Aliyah) adapun Panggung Gembira diikuti oleh santri mulai dari kelas satu hingga enam kecuali kelas lima.

Masa Orientasi memang penting adanya tak hanya kepada siswa baru, namun siswa lama bahkan guru pun harus mengikutinya agar tak buruk sangka terhadap pondok, maka Khutbatu-l-Arsy ini menjadi solusi terbaik karena selain edukatif, pekan perkenalan Khutbatu-l-Arsy ini juga menghibur santri agar tidak rindu kampung halaman selepas liburan.

Khutbatu-l-Arsy atau yang dikenal dengan pekan perkenalan adalah cara Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) memperkenalkan diri kepada santri-santri baru, kegiatan tahunan ini serupa dengan Masa Orientasi Siswa (MOS) di lembaga pendidikan lain, namun Khutbatu-l-Arsy tidak berupa tindakan semena-mena senior sekolah kepada siswa baru sebagaimana yang terlintas di benak kita selama ini. Pekan perkenalan di PMDG berisi rentetan acara-acara yang mendidik dan tentunya memberi wawasan kepada santri-santri baru khususnya dan umumnya kepada seluruh santri dan guru PMDG tentang apa itu Pondok Modern Darussalam Gontor.

Khutbatu-l-Arsy untuk tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya ditengah pandemi yang melandah dunia, gontor tetap eksis menjalan semua kegiatannya dengan lancar berdasarkan prokotol kesehatan, mulai dari Porseni, Floksong, Poetry Reading, Aneka Ria Nusantara dan Sidasa Band.

Khutbatu-l-Arsy secara bahasa berarti Pidato diatas singgahsana, dinamakan demikian karena pada masa orientasi tersebut bapak pimpinan PMDG memberikan wejangan-wejangan berupa kuliah umum yang diadakan sebanyak 4 babak selama 2 hari ditambah satu hari pembacaan diktat pekan perkenalan oleh bapak guru Kuliyyatul Muallimin Al-Islamiyyah (KMI) dan Wali Kelas. Wejangan-wejangan tersebut menggambarkan apa saja yang akan dihadapi para santri setahun kedepan, adapun pokok isinya ada tiga,yaitu: Perkenalan,perpeloncoan,dan Jangka-jangka atau program-program pondok.

Selain pidato, khutbatu-l-Arsy sebagaimana yang telah saya singgung sebelumnya juga berisi rentetan acara yang edukatif dan menghibur.Para santri mengadakan sendiri acara-acara tersebut, mulai dari perencanaan, latihan, properti, dan lain sebagainya.

Rentetan acara dalam Khutbatu-l-Arsy antara lain ada Pesta Olahraga dan Seni (POSRSENI), Anekaria Kesenian Nusantara, Demonstrasi Bahasa Daerah, Perlombaan Vokal Grup Antar Asrama, Pagelaran Seni Drama Arena, dan Pagelaran Seni Panggung Gembira. Dengan memegang prinsip al-ma’hadu la yanaamu abadan atau yang berarti pondok tidak pernah tidur, dalam satu bulan, seluruh santri dari kelas satu (setara kelas satu Madrasah Tsanawiyah) sampai kelas enam (kelas tiga Madrasah ‘Aliyah) larut dalam rentetan acara yang bersambung dari satu acara ke acara lain.

Siswa kelas satu yang notabene nya baru saja merasakan hidup di pondok pun ikut dilibatkan dalam acara-acara tersebut, hanya seminggu setelah resmi menjadi santri mereka langsung mengikuti kompetisi olahraga melawan kakak kelasnya. Mereka terlihat sangat antusias mengikuti kompetisi di beberapa cabang olahraga tertentu, tak kalah dengan senior-seniornya. Mereka juga mengikuti perlombaan vokal grup antar asrama, dan sudah menjadi tradisi setiap tahunnya justru asrama santri baru lah yang keluar menjadi pemenang dalam lomba yang memupuk kekompakan anggota asrama tersebut.

Selain memperkenalkan tentang isi pondok, di masa khutbatu-l-Arsy santri-santri juga diperkenalkan kesenian dari berbagai daerah di nusantara, santri PMDG yang berasal dari berbagai macam kebudayaan berbeda seperti batak, betawi, jawa, minang, dayak, dan lain sebagainya diberi kesempatan memperkenalkan kesenian daerahnya masing-masing dalam acara Anekaria Kesenian Nusantara dan Demonstrasi Bahasa Daerah. Bahkan santri yang berasal dari luar negeri pun ikut ambil bagian menunjukkan kesenian daerahnya.

Rentetan agenda Khutbatu-l-Arsy ditutup dengan pagelaran seni Drama Arena dan Panggung Gembira. Di kedua acara ini para santri menunjukkan kreativitasnya dalam berbagai bidang, baik tari-tarian tradisional, tari-tarian modern, olah vokal, drama, puisi, dan masih bayak lagi. Drama Arena diikuti hanya oleh santri kelas 5 (Kelas 2 Madrasah Aliyah) adapun Panggung Gembira diikuti oleh santri mulai dari kelas satu hingga enam kecuali kelas lima.

Masa Orientasi memang penting adanya tak hanya kepada siswa baru, namun siswa lama bahkan guru pun harus mengikutinya agar tak buruk sangka terhadap pondok, maka Khutbatu-l-Arsy ini menjadi solusi terbaik karena selain edukatif, pekan perkenalan Khutbatu-l-Arsy ini juga menghibur santri agar tidak rindu kampung halaman selepas liburan.

Mengasah Kreatifitas Andika Darussalam dengan Miss Ambassador dan Carnaval of Universe

0

Karangbanyu – Selasa malam (21/07) berlangsungnya acara Miss Ambassador dan Carnaval of Universe  yang bertempatan di Auditorium Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 3, acara tersebut  salah satu rentetan kegiatan Lomba Perkemahan Penggalang Penegak (LP3) antar gugus depan. Acara tersebut diikuti oleh perwakilan dari setiap gugus depan. Pada lomba tersebut peserta akan diberi pertanyaan mengenai permasalah-permasalahan yang marak terjadi di zaman sekarang ini, pertanyaan-pertanyaan tersebut dilontarkan oleh para juri dengan menggunakan bahasa resmi Pondok Modern Darussalam Gontor (Bahasa Arab dan Bahasa Inggris) yang akan meningkatkan andika dalam berbahasa dan  mengasah kemampuan mereka  dalam memberikan opini, juga dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi zaman sekarang ini.

Tidak lepas dari point Dasa Dharma Pramuka yang ke-6, yaitu Rajin, Terampil dan Gembira, maka keterampilan andikapun dilatih pada acara Carnaval of Universe tersebut, yang mana  para gugus depan diwajibkan untuk membuat kostum karnaval dengan menggunakan barang bekas.

 Dan acarapun diakhiri dengan diumumkannya juara umum pada lomba Miss Ambassador dan Carnaval of Universe, yaitu dengan juara umum Miss Ambassador yang dimenangkan  oleh Adzkiya Mizan Adla dari gugus depan 08-136, dan juara umum Carnaval of Universe yang dimenangkan oleh Anida Mghfirah dari gugus depan 08-136. Sopiana07

Aktif Menjadi Utusan Kegiatan Lomba Perkemahan Penggalang Penegak (LP3) antar Gugus Depan

0

Gontor Putri Kampus 3 – Senin (20/07) tepat pukul 06.15 pagi di depan Gedung Al-Azhar dilaksanakannya pelepasan peserta Lomba Perkemahan Penggalang Penegak (LP3). Pelepasan tersebut dihadiri oleh Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 3, Al-Ustadz Suwarno TM., S.Ag dengan memberikan nasehat juga pengarahan atas berjalannya acara LP3 tersebut. Kegiatan kepramukaan ini dilaksanakan dengan mengutus beberapa andika dari setiap gugus depan yang bertujuan untuk menumbuhkan sifat keaktifan andika disetiap kegiatan kepramukaannya juga dalam mengamalkan nilai-nilai Dasa Dharma dengan mengikuti acara demi acara, perlombaan demi perlombaan antara gugus depan yang berlangsung selama 5 hari di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 3. 

Pendidikan di Gontor tidak hanya didapatkan didalam kelas saja, melainkan diluar kelas sekalipun. Jadi, meskipun para santriwati yang mengikuti kegiatan LP3 tersebut tidak mengikuti kegiatan belajar dikelas, tapi mereka akan mendapatkan pendidikan yang tidak akan bisa didapatkan didalam kelas.

Lomba Perkemahan Penggalang Penegak antar Gugus Depan hanya bagi andika rakit hingga bantara sedangkan andika ramu belum diperkenankan untuk mengikuti perlombaan perkemahan  penggalang penegak antar gugus depan melainkan para andika diharapkan untuk melihat dan mengenal terlebih dahulu apa itu perkemahan penggalang penegak dan semua yang berhubungan dengan kepramukaan di Pondok Modern Darussalam Gontor yaitu dengan diadakannya anjangsana untuk andika ramu dan amsus atau kelas 1 dan 1 INT bertujuan untuk memperkenalkan kegiatan kepramukaan di Gontor Putri Kampus 3 khusunya dalam Lomba Perkemahan Penggalang Penegak ini . Pia

Pengarahan Sebelum Menjadi Pengajar dan Pengawas Penting Dilakukan untuk Pendidikan yang Terbaik

0

MANTINGAN-(3/7/20)‘Dimanapun kalian berada, jangan lupa mengajar’ adalah salah satu nasehat yang sudah tidak asing lagi terutama di kalangan para guru di Gontor, karena sejatinya :

ليس العلم ما علم، بل العلم ما نفع

            Karena ilmu yang bermanfaat akan menjadi bekal bagi setiap manusia ketika ia telah tiada nanti, salah satu amal jariyah yang tidak akan terputus sampai kapanpun setelah do’a anak yang sholeh dan shodaqoh jariyah.

            Selain guru, acara ini juga dihadiri oleh santriwati kelas 6 yang nanti juga akan menjadi pengajar jam ke-7 dan pengawas pidato. Mereka dididik untuk menjadi pengajar sekaligus agar berlatih dalam mempersiapkan ujian tarbiyah amaliyah di akhir tahun nanti. ‘Meskipun hanya jam ke-7, pelajaran ini  juz’un laa yatajaza’ dengan pelajaran pagi karena pelajaran pada jam ke-7 juga akan diuji pada ujian akhir semester nanti itulah pesan yang disampaikan oleh Al-Ustadz Muhammad Fathan Aziz, Lc, M.A dalam pidatonya malam itu.

            Sebenarnya, bisa saja pembagian tugas ini hanya dilakukan dengan cara menempelkan nama beserta tugasnya di tempat tertentu, tetapi Gontor mempunyai cara mengajar, mendidik yang baik yaitu diadakannya pengarahan sebelum melakukan hal apapun.Aliefia

Laporan Pertanggungjawaban Panitia Bulan Syawwal

0

أعهد بحسن النية على تأدية الأمانة لله عزّ وجلّ

Kalimat yang diikrarkan saat pengangkatan panitia bulan Syawwal ini membuat seluruh hati dan jiwa ikut bergetar seakan amanah ini begitu mulia dan sangat harus dipertanggungjawabkan. Syawwal telah berlalu dan kepanitian bulan Syawwal pun akan berakhir. Namun mengakhiri masa jabatan tersebut tidaklah semudah memutar balikkan telapak tangan. Kepanitiaan ini membutuhkan perjuangan keras dan jiwa yang teguh dalam menjalankan dan menyukseskan tiap-tiap bagian di panitia tersebut.

Karena janji harus ditepati dan ikrar harus dilaksanakan, maka diadakanlah laporan pertanggungjawaban panitia bulan Syawwal yang akan menolak ukur seberapa besar rasa tanggungjawab sang pengurus terhadap bagiannya yang telah diamanahkan. Panitia yang berasal dari siswi akhir KMI ini menyampaikan laporan pertanggungjawabannya di hadapan seluruh santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2 dan juga seluruh asatidz dan ustadzaat.

Dilaksanakan pada hari Selasa-Rabu, 21-22 Juli 2020 yang bertepatan dengan 29 Dzulqo’dah-1 Dzulhijjah 1441. Acara ini dapat melatih dan menumbuhkan rasa tanggung jawab santriwati atas amanah yang telah diberikan. Sann