MANTINGAN-(04/07/20)Dibukanya belajar malam terbimbing di Pondok Modern Gontor Putri 2 tepatnya di sahatu ta’asi sekitar pukul 20.00 WIB. Dimulai dengan pengarahan dari Bapak Wakil Pengasuh Al-Ustadz Umar Sa’id Wijaya, M.Pd. dan dilanjutkan oleh Bapak Wakil Direktur KMI Al-Ustadz Muhammad Fathan Aziz,Lc , M.A.
Sudah menjadi rutinitas santriwati saat malam hari yaitu belajar malam, mengulang pelajaran yang disampaikan oleh para guru pada pagi harinya dan juga bisa dimanfaatkan untuk menghafal pelajaran. Di tahun ajaran baru ini belajar malam akan dilaksanakan lebih terbimbing oleh para guru, yaitu dengan guru berkeliling hanya di area belajar angkatan yang dibimbingnya.
Untuk menyukseskan program ini, dilantik beberapa guru sebagai jenderal belajar malam di setiap angkatan dengan ketua jenderal Al-Ustadzah Ayu Era Wardhani,S.Pd, Al-Ustadzah Nabila,S.Pd, dan Al-Ustadzah Diva Rafifah. Diharapkan dengan sistem ini dapat meningkatkan kualitas belajar santriwati serta meningkatkan nilai ujian umum di akhir nanti.Aliefia
DARUSSALAM–Memiliki badan yang sehat dan berpengetahuan luas merupakan keinginan setiap orang, dan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menempatkan berbadan yang sehat sebagai moto pondok, guna terus menanamkan kepada semua santri agar tetap sehat jasmani dan rohaninya, dengan landasan “Al-aqlu as-salimu fi–l-jismi as-salimi”. Inilah jargon yang menjadikan santri semangat untuk terus menjaga kesehatan, karena akal dan jiwa yang kuat itu terdapat pada badan yang sehat.
Untuk mengasah ketangkasan santri dalam berolahraga, maka diselenggarakanlah Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) yang bermotokan “Menjunjung tinggi al-Akhlaqal-Karimah, Mewujudkan Khoiru Ummah”. Porseni merupakan ajang atau event tahunan yang berisi berbagai macam kompetisi olahraga dan seni yang diselenggarakan selama 1 minggu penuh. Perlombaan ini diikuti oleh semua anggota rayon yang ada di Darussalam, yang terdiri dari 21 rayon mencakup rayon santri baru dan santri lama. Perlombaannya terdiri dari 3 divisi, yaitu divisi olahraga, seni, dan wide game.
Jum’at pagi (3/7) pukul 06.00 WIB, semua santri dan guru mengikuti upacara pembukaan Porseni ini yang dilaksanakan di lapangan hijau PMDG. Seluruh hadirin yang hadir diwajibkan mengikuti acara dengan memakai masker. Setelah resmi dibuka, berbagai macam perlombaan yang sudah disiapkan oleh panitia langsung dimulai, dengan menyesuaikan jadwal yang ada.
Kegiatan seperti ini merupakan salah satu cara Gontor untuk mengenalkan nilai-nilai pondok kepada santri baru, agar dapat memahami kepondokmodernan dengan baik. Juga, untuk mengingatkan kepada santri lama agar lebih memahami pondok secara menyeluruh. Selain mengenalkan kegiatan-kegiatan pondok, perlombaan ini juga ditujukkan untuk melatih fisik para santri agar selalu sehat, mengingat kegiatan yang ada sangatlah padat. Maka dari itu, seluruh santri harus menyiapkan kesehatan fisik dan mental agar mampu mengikuti seluruh kegiatan dan menyerap semua nilai yang ada dengan baik.Mika
Darussalam – Harapan Trimurti untuk para santrinya agar dapat menjadi guru dimanapun ia berada, menjadi ulama yang intelek, pandai dalam berbahasa Arab dan Inggris, Karena itu pondok memberikan kesempatan kepada santrinya kelas 6 Kulliyyatu–l–Mu’alimin Al-Islamiyyah (KMI) untuk menjadi guru ketika pelajaran sore. Pada hari Kamis (1/7) malam jam 20.15 WIB diadakan pengarahan dan pembagian jadwal mengajar pelajarn sore dan pengawas latihan pidato, yang dihadiri oleh selruh guru, kelas 6KMI, dan guru senior yang membuka acara tersebut yaitu Al-Ustadz Hakam Arrosayada, M.Pd. dan Al-Ustadz Sabar, S.Ag. yang merupakan penanggung jawab pelajaran sore dan latihan pidato.
Acara dimulai dengan sambutan dari Al-Ustadz Hakam Rosyada, beliau menerangkan bahwa pelajaran sore merupakan bagian dari pelajaran pagi yang tidak dapat dipisahkan, karena itu sering diistilahkan bahwa pelajaran sore merupakan jam pelajaran ke tujuh. Beliau juga menerangkan bahwa hakikat dari belajar adalah mengajarkan kepada orang lain.
“Sesungguhnya Allah akan menolong hambanya selama hambanya mau menolong saudaranya, seorang guru juga harus mempersiapkan segala sesuatu dengan matang karena seorang guru yang memiliki persiapan yan baik bagaikan senapan yang siap menembak.” ujar beliau dalam pidatonya.
Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan dari Al-Ustadz Sabar, S.Ag. Dalam sambutannya beliau menyampaikan beberapa disiplin tentang membimbing latihan pidato; mulai dari disiplin berpakaian, kedatangan, dan tentang mengajari santri berpidato yang baik dan benar. Beliau juga berpesan bahwa latihan pidato merupakan kegiatan yang sangat penting agar para santri kelak bisa menjadi singa podium dalam mengajak masyarakat.
“Latihan pidato bertujuan agar semua santri mempunyai pengalaman dan gagasan dalam berpidato di atas podium, dapat berbicara dengan mudah ketika berada di masyarakat nantinya,” itulah poin-poin yang disampaikan Al-Ustadz Sabar, S.Ag. dalam sambutannya.
Acara kemudian ditutup dengan doa, dan dilanjutkan dengan pembacaan jadwal mengajar untuk santri kelas 6 KMI serta pengambilan buku i’daduntuk persiapan dalam mengajar pelajaran sore.Dinul
Darussalam – Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) tidak berhenti dari segala aktivitas kegiatan untuk mendidik para santrinya agar tercipta kepribadian mereka dari segi kedisplinan, kepemimpinan dan menjadi telandan bagi yang lain, salah satunya dari acara Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI). Acara ini dibuka dengan upacara pada hari Jumat (3/7) pagi di lapangan hijau PMDG yang dihadiri oleh semua santri serta seluruh dewan guru Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI).
Upacara pembukaan PORSENI dimulai pada jam 06.00 WIB dari persiapan barisan dan laporan inspektur upacara kepada pemimpin upacara, pengibaran bendera PORSENI dilanjutkan dengan amanat dari Al-Ustadz Drs.H. Rif’at Husnul Maafi, M.A. yang mewakili Pimpinan Pondok sekaligus membuka kegiatan PORSENI. Beliau menyampaikan kepada seluruh santri agar selalu bersyukur karena rentetan acara pondok dapat berjalan dengan lancar; dari sejak perpulangan ketika liburan akhir tahun, penerimaan santri baru, dan program pondok yang lainnya hingga acara PORSENI yang bertujuan untuk mengenalkan santri baru tentang kepondokmodernan.
“Kenapa harus ada PORSENI? dengan adanya porseni PMDG mulai mengenalkan kepada santri baru apa itu pondok berikut programnya selama satu tahun ke depan, dan sebagai penyegaran kepada santri lama. Ini juga sebagai sarana pendidikan untuk mendidik para santri menjadi mundzirul-qoum, memperdalam agama, menjadi ulama yang intelek pandai dalam berbahasa Arab dan Inggris,” ujar Al-Ustadz Drs.H. Rif’at Husnul Ma’afi, M.A. dalam pidatonya.
Kegiatan porseni dibuka oleh Al-Ustadz Drs.H. Rif’at Husnul Ma’afi, M.A. dengan menendang bola ke dalam gawang dan dilanjutkan dengan membaca doa bersama sebagai penutup dari apel pagi. Setelah itu acara disambung dengan Grand Opening PORSENI yang dihiasi oleh berbagai macam hiasan acara, kemudian setelahnya dilanjutkan dengan penampilan dari Persatuan Bela Diri Darussalam (PERBEDA) yang menampilkan berbagai macam jurus, keahlian bersenjata dan pecah belah, dan ditutup oleh penampilan terakhir dari Tabloit Olahraga (TABLO) yang menunjukan kehebatan dari berbagai cabang olahraga seperti sepak bola, basket, takraw dan voli. Selain itu TABLO juga menampilkan tentang pentingnya menjaga kesehatan di tengah pandemi COVID-19 seperti sekarang ini.Dinul
GONTOR – Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) dengan kurikulum Kulliyyatu-l Mu’allimiin Al-Islamiyyah (KMI) nya telah menghasilkan para alumni yang berkualitas. Sesuai dengan nama kurikulumnya yaitu KMI yang berarti Persemaian Guru-guru Islam, PMDG menyiapkan alumni yang mampu menjadi guru yang baik dalam mengajar dan mendidik, untuk itu setiap tahun selalu diadakan Penataran Guru Baru untuk para alumninya.
Di tahun ini Penataran Guru Baru dilaksanakan pada tanggal 26-29 Syawwal 1441/18-21 Juni 2020, kali ini acara tersebut tergolong singkat karena menyesuaikan dengan agenda Pondok yang berubah di masa pandemi Covid-19. Penataran Guru Baru sebelumnya bertempat di PMDG Kampus 2, Madusari, namun dimulai sejak tahun 2019 lalu sesuai arahan Bapak Pimpinan PMDG bahwa tempat berlangsungnya acara tersebut dipindahkan ke PMDG Kampus Pusat.
Jumlah keseluruhan peserta Penataran Guru Baru Tahun 2020 berjumlah 698 peserta, yang terdiri dari seluruh guru baru alumni tahun 2020 mulai pengabdian di PMDG Kampus Pusat hingga Kampus 12, Siak, MI Al-Busyro, Kendari dan Yayasan Kelapa Sawit, Jambi.
Rentetan kegiatan dalam acara ini diantaranya adalah orientasi beberapa materi yang mencakup hal-hal berikut, yaitu materi Kepondokmodernan yang diisi oleh Pimpinan Pondok, Al-Ustadz K.H. Hasan Abdullah Sahal, Orientasi Umum KMI oleh Direktur KMI Al-Ustadz K.H. Masyhudi Subari, M.A, materi Keguruan disampaikan oleh Al-Ustadz H. Farid Sulistyo, Lc., dan materi Strategi Belajar Mengajar oleh Al-Ustadz H. Sutrisno Ahmad, Dipl.A.Ed, juga ada kegiatan lain seperti tahsin qiro’ah, senam pagi, dsb.
“Semoga guru-guru pengabdian tahun pertama ini bisa benar-benar menjadi guru yang hakiki, sholih untuk dirinya sendiri dan orang lain, ‘anfa’uhum linnaas, dan mengabdi kepada Pondok Modern dengan penuh Ikhlas.” Ucap Al-Ustadz Alifiu Arsyad selaku penanggungjawab utama Penataran Guru Baru Tahun 2020.Reza
Darul Ma’rifat – “Al ‘Aqlus Saliimu Fiil Jismis Saliimi, Akal yang sehat terdapat di Badan yang sehat”, sebuah kutipan pidato pada pembukaan Pekan Olahrga dan Seni yang dibawakan oleh Al Ustadz Witoto, S.Pd.I di saat banyak sekolah bingung untuk memulai kegiatan belajarnya, Gontor Kampus 3 terus berjalan pada dinamikanya hingga tiba pada hari ini Open Ceremonial pekan yang penuh dengan perlombaan dari berbagai divisi perlombaan,seperti Divisi Olahraga, divisi Bahasa, divisi Keilmuan, divisi Kepramukaan, dan divisi Keterampilan dan Kesenian.
Pada pagi ini stadion gontor kampus 3 ramai dipenuhi ribuan santri yang mengikuti kegiatan ceremonial ini, setelah pidato dari inspektur Upacara langsung dilanjutkan dengan pembukaan perlombaan-perlombaan yang di buka dengan penendangan bola dan pelepasan anak panah ke target oleh Bapak Wakil Pengasuh, Al Ustadz H. Heru Wahyudi, S.Ag. tak lupa juga dengan adanya PORSENI ini guna untuk mengenalkan pada anak-anak baru tentang bagaimana kehidupan di Pondok Gontor 3, agar mereka tidak berpikiran bahwasanya pondok hanya mengajarkan mengaji dan mengkaji kitab saja, tetapi juga mengajarkan keolahragaan dan juga keterampilan mereka diasah dalam kesempatan ini. Untuk itulah kegiatan PORSENI ini termasuk dalam rentetan acara Khutbatu-l-Arsy atau yang biasa kita sebut sebagai pekan perkenalan
“Untuk para peserta dan dewan juri perlombaan agar selalu menjaga Sportivitas, Kebersamaan dan kejujuran, serta Ukhuwwah Islamiyyah”, begitulah yang disampaikan oleh Al Ustadz Witoto di bagian akhir pidatonya. Meskipun kita dalam berbagai macam perlombaan dalam sepekan kedepan tak lupa juga untuk tetap menjaga nilai-nilai keislaman, Men Sana in Corpore Sano. Kamal
DARUSSALAM – Pengumuman hasil kelulusan calon pelajar Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang berjumlah 3590 orang dilaksanakan pada hari Sabtu (27/6) lalu. Dari hasil pengumuman tersebut jumlah calon pelajar yang lulus di PMDG kampus pusat adalah sebanyak 1000 santri, dengan rincian santri sighor sebanyak 680 santri dan santri kibar sebanyak 320 santri. Adapun selain ditempatkan di PMDG kampus pusat, calon pelajar yang lulus juga ditempatkan di sebagian besar kampus cabang; seperti di PMDG kampus 2 yang juga berlokasi di Ponorogo, PMDG kampus 3 Kediri, PMDG kampus 4 Banyuwangi, PMDG kampus 5 Magelang, PMDG kampus 6 Kendari, PMDG kampus 8 Aceh, dan PMDG kampus 9 Sulit Air Padang.
pembukaan tahun ajaran baru
Setelah usai pengumuman kelulusan, para santri baru kemudian segera diberangkatkan ke kampusnya masing-masing. Bagi yang lulus di PMDG kampus pusat, setelah mereka tiba di lokasi kampus pada sore harinya kemudian langsung diarahkan menuju kamar mereka yang sudah dibagi sebelumnya. Arahan tersebut sekaligus agar mereka mengondisikan barang-barang bawaan mereka untuk dirapihkan sesuai kamar masing-masing, sebelum kemudian istirahat dan persiapan shalat Maghrib. Sedangkan untuk malam harinya, para santri baru dipersilahkan untuk beristirahat setelah satu hari yang padat tersebut. Di samping itu mereka juga difasilitasi dengan pelayanan komunikasi berupa telepon, agar bagi mereka yang menghajatkan untuk berkomunikasi dengan orang tua/ walinya dapat segera menghubunginya.
pemilihan ketua rayon
Keesokan paginya, pada hari Ahad (28/6), kegiatan santri baru adalah pembacaan peraturan disiplin dari bagian Pengasuhan Santri; untuk santri sighor bersama Al-Ustadz Tajuddin Nur Islami, dan untuk santri kibar oleh Al-Ustadz Rizki Wilujeng dan Al-Ustadz Wildan Rosyidi yang diadakan di Masjid Jami’. Setelah usai pembacaan peraturan disiplin, kegiatan mereka dilanjut dengan sedikit materi tentang berbahasa yang disampaikan oleh siswa kelas 6 Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) yang diamanatkan di bagian penggerak bahasa, sebelum kemudian disambung dengan pengangkatan dan penertiban kotak masing-masing. Lalu pada siang harinya mereka memiliki agenda pembagian kelas yang diadakan di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), serta untuk malam harinya para santri baru sesuai rayonnya masing-masing mengikuti kegiatan pemilihan ketua rayon. Adapun rayon-rayon yang dihuni oleh para santri baru adalah 5 rayon; Gedung Baru Sighor (GBS), Gedung Baru Kibar (GBK), Darul Hijroh (DH), Wisma Hadi (WH), dan Syanggit.
pembagian kelas
Setelah dua hari berlalu semenjak pengumuman kelulusan, para santri baru dijadwalkan untuk mulai aktif mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di KMI pada hari Senin (29/6) pagi. Namun sebelum itu, pada pagi harinya mereka terlebih dahulu mengikuti kegiatan pembacaan peraturan disiplin KMI yang diadakan di BPPM, dan dibacakan oleh Al-Ustadz Achmad Hikmatiyar, S.Ag. selaku salah satu staf KMI.
Kegiatan santri baru sejak kelulusannya sangat padat dan penuh. Selain untuk mengejar ketertinggalan kegiatan karena terpotong liburan selama 70 hari, hal ini juga bisa membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan pondok. “Keuntungan dari padatnya kegiatan santri baru adalah bahwa ini menjadi latihan bagi mereka dalam membiasakan diri dengan kegiatan pondok,” begitulah ujar Al-Ustadz Tajuddin selaku salah satu staf Pengasuhan Santri. Selain itu, padatnya kegiatan juga dapat mengalihkan perhatian mereka agar tidak terlalu mengkhawatirkan orang tua dan kampung halaman mereka, agar mereka bisa segera merasa nyaman dan betah tinggal di pondok.
GONTOR-Pemilihan Ketua Konsulat di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) merupakan salah satu dari banyaknya rentetan kegiatan di masa Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy. Kegiatan ini juga merupakan wadah bagi seluruh santri untuk belajar berorganisasi. Didalamnya berisikan nilai untuk mendidik santri jiwa kepemimpinan, keberanian, serta penuh tanggungjawab. Acara ini dilaksanakan pada Selasa (30/6) siang, di beberapa tempat yang telah ditentukan oleh panitia, diantaranya, gedung Sudan, Yaqdzoh, Rabithah, Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), dan Gedung Olah Raga (GOR).
Sebelum proses pemilihan, acara dimulai dengan diadakannya penyampaian visi dan misi oleh para kandidat. Setelah usai pemaparan visi dan misi, barulah dimulai pemilihan ketua Konsulat melalui jalur pemungutan suara.
Sistem pemilihannya adalah dengan cara pemungutan suara dari masing-masing seluruh anggota Konsulat. Dipimpin oleh para pembimbing Konsulat serta seorang guru yang ditunjuk dan ditugaskan sebagai steering committee oleh panitia, guna mengawasi jalan dan proses dari acara pemilihan tersebut. Sehingga segala bentuk tindakan kelalaian dan kecurangan dapat dihindarkan.
Yang termasuk menjadi kandidat ketua Konsulat adalah santri Kuliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) kelas 5 dan seluruh santri kelas 5 berhak dipilih, maka keseluruhan dari mereka berhak dan berkesempatan untuk menjiwai kepemimpinan, keberanian, dan tanggungjawab yang terkandung dalam amanah tersebut. Nantinya dari setiap Konsulat, akan tersaring menjadi 3 ketua terpilih.
Organisasi Konsulat di PMDG merupakan tempat berkumpulnya para santri yang berasal dari satu daerah atau kawasan tertentu. Didalamnya terdapat pembimbing, pengurus, dan anggota Konsulat yang nantinya akan digerakkan dan dibimbing dalam berbagai macam kegiatan yang melibatkan Konsulat. Juga lain daripada itu, organisasi ini khususnya mengurus hal-hal yang berkaitan dengan perpulangan santri saat tibanya masa liburan, baik ketika akan ke kampung halaman, maupun saat akan kembalinya para santri ke Pondok. biibmufassir
Libur panjang santriwati Pondok Modern Darussalam telah usai. Dengan resmi dibukanya Tahun Ajaran Baru 1441/ 1442 H lalu, maka seluruh kegiatan pondok pun turut dibuka. Salah satu kegiatan yang menjadi komponen penting Pondok Modern Darussalam Gontor adalah kegiatan bahasa.
Oleh karena itu, Jum’at (26/6) usai shalat subuh tepat seluruh santriwati Gontor Putri Kampus 2 berkumpul di depan Gedung Saudi guna mengikuti pembukaan bahasa yang resmi dibuka langsung oleh Bapak Wakil Pengasuh Al-Ustadz K.H Umar Said Wijaya, M.Pd.Hasnanabila
Selasa (23/6) – Merupakan awal langkah bagi para mujahidah tolabul ilmi di ranah Pesantren. Sebanyak 608 santriwati setelah dinyatakan lulus dan diterima di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2 berkumpul di basement Masjid Baitul Abbas Thalib guna mendengarkan pesan dan nasehat Bapak Wakil Pengasuh serta Bapak Wakil Direktur KMI yang kemudian dilanjutkan dengan pembagian kelas.
Para santriwati baru duduk rapi di pelataran masjid yang kemudian dipanggil satu persatu sesuai dengan urutan kelas. Kelas 1 reguler untuk lulusan SD atau sederajat dengan program pendidikan akademis dalam jangka waktu minimal 6 tahun terbagi menjadi 10 kelas, yang terbagi dari kelas 1B hingga kelas 1K. Sedangkan kelas 1 Intensif lulusan SMP sederajat dengan program akademis dalam jangka waktu minimal 4 tahun terbagi menjadi 6 kelas, yaitu kelas 1 Intensif B hingga 1 Intensif G. Hasnanabila