Pernyataan Resmi Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 2 Terkait Kasus Covid-19
Kelas Santri Baru Kelas 1 Dan 1 Intensif Kampus Putri
Gontor – Berikut adalah daftar kelas santri baru kelas 1 dan 1 intensif Kampus Putri di Pondok Modern Darussalam Gontor, untuk memudahkan Walisantri dalam pengiriman Paket dan juga Wesel santri dengan menggunakan Virtual Account.
[table id=2 /]
Menyikapi Rapor Akademis, Jangan Sombong dan Rendah Diri
RIMBO PANJANG – Tahun ajaran 1440-1441 telah berlalu dengan segala suka dukanya. Banyak perkembangan yang telah dicapai, dan ada pula kesempatan yang luput. Guna menilai hasil capaian tahun lalu, khususnya aspek akademis, KMI bekerja sama dengan Panitia Ujian dan para wali kelas membagikan rapor akademis.
Sabtu (27/6), seluruh santriwati berkumpul di mushola. Arahan dan nasihat dari Bapak Wakil Pengasuh, Al-Ustadz M. Ma’ruf Chumaidi disimak oleh mereka dengan seksama. Al-Ustadz Ma’ruf menjelaskan bagaimana menyikapi rapor yang merupakan gambaran hasil belajar mereka tahun lalu. “Bagi yang mendapatkan nilai baik, janganlah sombong. Sombong merupakan awal bencana. Maka berhati-hatilah. Jadilah santriwati yang tawadhu. Demikian pula, bagi mereka yang nilai masih kurang baik, janganlah rendah diri sehingga putus asa. Putus asa adalah umpan lezat yang baisa digunakan syaithan untuk menggoda manusia. Kemampuan kalian masih sangat bisa ditingkatkan!”, pungkas beliau.
Sebagai upaya menambah motivasi belajar, pada momen tersebut, Bapak Wakil Direktur KMI memberikan hadiah kepada 20 santriwati berprestasi. Dari tiap angkatan, terpilih 2 hingga 3 santriwati yang dinilai oleh banyak pihak memiliki segudang prestasi.
Usai berkumpul di mushala, para santriwati menuju kelas yang telah ditentukan panitia untuk menerima rapor akademis. Saat di kelas pun, para wali kelas tak lupa untuk terus mengawal mereka dengan memberi nasihat. Farouq



Membentuk Karakter Kepemimpinan Santriwati Kelas 5 dengan KMD
Kursus Mahir Tingkat Dasar atau yang lebih kita kenal dengan sebutan KMD merupakan kegiatan tahunan yang wajib diikuti oleh santriwati Kelas 5 Kulliyatu-l-Mu’allimat Al-Islamiyah. Sebagaimana yang kita ketahui KMD merupakan sarana untuk membentukan karakter kepemimpinan santriwati khususnya santriwati Kelas 5 yang akan menjadi pembina kegiatan pramuka di pondok ini. Oleh karena itu, KMD menjadi bekal yang utama bagi para pembina pramuka untuk mematangkan ilmunya yang kemudia akan disalurkan kepada anak didiknya.
KMD tahun ini sangatlah berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Dikarenakan pandemi covid-19. KMD tahun ini diadakan secara online. Walaupun begitu santriwati kelas 5 tetap semangat dan antusias dalam mengikuti season.
Kegiatan yang berlangsung selama satu minggu ini, dimulai pada Sabtu, 27 Juni 2020 sampai dengan Kamis, 2 Juli 2020. Santriwati kelas 5 yang kurang lebih berjumlah 306 dibagi menjadi 8 unit. Setiap unit memiliki ibu among dengan dibantu 2 orang panitia dari kelas 6 untuk menyiapkan segala peralatan yang dibutuhkan untuk season secara online.
Selama KMD berlangsung para peserta mendapatkan penilaian dari panitia dan para pembimbing sebagai ukuran kualitas dalam skill kepramukaan. Kegiatan ditutup secara resmi dengan pembacaan laporan oleh panitia dan pelepasan tanda peserta. Diakhir acara Bapak Wakil Pengasuh Al-Ustadz Umar Said Wijaya, M.Pd berpesan agar santriwati kelas 5 dapat mengamalkan ilmu yang telah didapat. Karena seorang pembina pramuka juga merupakan guru yang mentransfer nilai-nilai kepramukaan, nilai-nilai mentalitas dan nilai-nilai keagamaan. Dan agar terus selalu meningkatkan diri. Jangan puas dengan yang sudah ada.hasnanabila
Update 8 Juli: Kelas Santri Baru Kelas 1 Dan 1 Intensif
Gontor – Berikut adalah daftar kelas santri baru kelas 1 dan 1 intensif di Pondok Modern Darussalam Gontor, untuk memudahkan Walisantri dalam pengiriman Paket dan juga Wesel santri dengan menggunakan Virtual Account.
[table id=3 /]
Pemilihan Ketua Dewan Mahasiswa Unida Gontor, Estafetkan Kader Pemimpin Umat
Gontor–Menjadi mundzirul qoum merupakan cita cita yang sudah lama diharapkan pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor, dengan moto, “patah tumbuh hilang berganti, sebelum patah sudah tumbuh, sebelum hilang sudah berganti“. Ini merupakan sistem kaderisasi yang paling ampuh, yang sudah ditempuh kurang lebih 95 tahun PMDG atau sejak berdirinya pondok. Sebelum selesainya masa kepemimpinan ketua sebelumnya, Dewan Mahasiswa (Dema) Unida Gontor kembali mengadakan pemilihan ketua baru, guna mengestafetkan nilai- nilai kaderisasi pondok.
Acara pemilihan ini dilaksanakan pada hari Senin (6/7), bertempat di Aula Kampus Robitoh yang diikuti oleh semua mahasiswa unida mulai dari semester 1-7 dari regional Kampus Gontor, dipanitiai oleh mahasiswa semester 3 dari semua fakultas yang berjumlah 79 orang. Dan yang akan menjadi kandidat kepengurusan Dema selanjutnya berjumlah 5 orang, mereka adalah:
- Ali Asghor Al-Husein
- Abi Nur Ubaydillah
- Ahmad Sayyid Furqoni
- Faiq Hakim
- Mauludi Isya Rafsanjani
Mereka merupakan mahasiswa Unida Kampus Gontor semester 7, yang terdiri dari berbagai macam fakultas.
Semua mahasiswa yang menghadiri acara ini, memiliki hak penuh untuk menentukan siapa yang dianggap layak dalam mengemban amanat di organisasi ini. Maka dari itu, setiap orang berhak memilih 2 orang dari kandidat yang ada, dengan cara mencoblos foto yang sudah disediakan oleh panitia.
Setelah menjalani pemilihan secara demokrasi, terpilihlah 2 orang yang akan menjadi ketua Dema untuk masa jabatan 1 tahun penuh. Keputusan ini diputuskan dari hasil voting suara terbanyak. Maka, terpilihlah saudara Abi Nur Ubaydillah dan Ali Asghor Al-Husain untuk menjadi ketua Dema yang baru, untuk akan menggantikan saudara Ahmad Nawirul Huda dan Miftahul Falah.
Dema merupakan organisasi mahasiswa yang dikomandoi langsung oleh Unida Gontor yang mengurus semua aktivitas mahasiswa mulai dari kegiatan rohani, perkuliahan, dan kegiatan lainnya.
Begitulah pelatihan sistem kepemimpinan yang ada di bumi Darussalam ini, dengan segala kegiatan yang ada, pengestafetan nilai kepemimpinan terus dilaksanakan dengan harapan banyak menghadirkan inovasi dan kreativitas baru dalam masa kepemimpinannya nanti.Mika
Melahirkan Generasi yang Ikhlas, Cerdas, dan Tuntas (OSPEK AZZAM 2020)
Universitas Darussalam Gontor atau sering disingkat dengan UNIDA Gontor merupakan universitas unik dibandingkan universitas semacamnya ditanah air. Unik karena menerapkan sistem asrama yang didesain untuk pembelajaran yang efektif dan efisien di dalam sistem asrama.
Untuk menciptakan generasi yang intelektual, UNIDA Gontor telah mengadakan orientasi studi pengenalan kampus kepada seluruh calon mahasiswi UNIDA Gontor khususnya mahasiswi guru pada tanggal 22 Juli 2020/30 Syawwal 1441 H sampai tanggal 27 Juli 2020/05 Dzulqo’dah 1441 H, acara ini berlangsung selama 7 hari.
Acara ini dibuka oleh Al-Ustadz Dr. Nur Hadi Ikhsan yang bertempat di Auditorium Gontor Putri Kampus 1 yang diikuti oleh seluruh calon mahasiswi guru UNIDA Gontor Putri 1, 2, dan 3 dengan jumlah 313 dan seluruh panitia dengan jumlah 191. Dan ditutup oleh Al-Ustadz Dr. Nur Hadi Ikhsan pada tanggal 27 Juli 2020/05 Dzulqo’dah 1441 H yang bertempat di Gedung Terpadu UNIDA Gontor Putri. Dan dilanjutkan pengumuman program studi yang telah seluruh mahasiswi baru UNIDA Gontor pada tanggal 28 Juli 2020/06 Dzulqo’dah 1441 H.

Seluruh calon mahasiswi guru dibekali dengan beberapa materi yang sudah disiapkan dengan maksud untuk meningkatkan kualitas mahasiswi UNIDA serta dapat menjadi seorang mahasiswi guru yang multi talent dalam segala bidang, baik keilmuan, kesenian, maupun olahraga.
Orientasi Pengenalan Kampus 2020 mengambil tema “ AZZAM ” yang berarti ketetapan hati, kebulatan tekad, tekun, dan tabah dalam menggapai cita-cita serta tujuannya. Mempunyai target serta rasa kemauan yang kuat terhadap tujuan UNIDA Gontor sebagai elite mahasiswa yang berilmu dan beraqidah serta ikhlas dam perbuatan dan perkataan.

Dengan bermottokan “ Ikhlas, Cerdas, Tuntas ” serta memiliki misi yaitu “mempersiapkan calon mahasiswa dan mahasiswi agar memiliki kesadaran moral, kemampuan berfikir, kekuatan bekerja, dan kreatifitas yang tinggi. Dan juga siap untuk berprestasi dalam segala bidang dilingkungan Universitas Darussalam Gontor serta siap menjadi pemimpin masa depan”.
Semoga dengan terselenggarakannya acara ini dapat menciptakan generasi yang sitti-l-kull toyyibah, ikhlas dalam berbuat, cerdas dalam berfikir dan tuntas dalam bekerja. Aamiin Zaqila_92
Serah Terima Amanat PBS ke OPPM Berjalan Dengan Khidmat
GONTOR– Organisasi merupakan salah satu sarana untuk mencapai keberhasilan. Pengalaman dan wawasan merupakan prasarat untuk menuju terbentuknya sebuah organisasi yang baik. Santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) sebagai calon pemimpin diharapkan memiliki kemampuan, pengalaman, dan wawasan agar mampu mengatur seluruh program untuk mencapai tujuan.
Senin malam (6/7) ketua Panitia Bulan Syawwal (PBS) menyampaikan pesan dan kesan selama beberapa bulan memangku amanat kepengurusannya serta menyerahkan kembali kepengurusan kepada Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) ditandai dengan pembacaan mandat di Aula Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM). Kemudian acara dilanjutkan dengan serah terima amanat untuk meneruskan estafet perjuangan.
Serah terima amanat merupakan salah satu cara Gontor mengajarkan santrinya berorganisasi dan menjadi generasi yang siap memimpin dan siap dipimpin. Acara ini berjalan khidmat, seluruh santri mengikutinya dengan serius dan memperhatikan dengan seksama semua rentetan acara. Turut hadir dalam pertemuan Ketua Badan Wakaf Al-Ustadz Drs. KH. Akrim Mariyat, Dipl. A. Ed., Pimpinan Pusat IKPM Al-Ustadz H. Ismail Abdullah Budi Prasetyo, S.Ag., Pembimbing Pengasuhan Santri, Al-Ustadz H. Yoyok Suyoto Arief, M.S.I. dan Al-Ustadz H. Rahmatullah Furqon, M.Pd. serta Wakil Direktur KMI Al-Ustadz H. Sutrisno Ahmad, Dipl.A.Ed. yang mewakili Pimpinan Pondok dan Direktur KMI.AbuFariz
Pembacaan Hasil Musyawarah Kerja OPPM dan Koordinator Gerakan Pramuka Latih Keorganisasian Santri
GONTOR-“Al-ma’hadu laa yanaamu abadan.” Semboyan ini sering terdengar oleh para santri Pondok Modern Darussalam Gontor, seakan menggambarkan bahwa pondok terkesan dinamis karena kegiatannya yang tidak pernah berhenti. Musyawarah Kerja (Muker) Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) dan Koordinator Gerakan Pramuka (KGP) Gugus Depan 15089 yang diadakan pada 1-5 Ramadhan 1441 lalu, pada hari Senin pagi (06/07), dibacakanlah hasil musyawarah kerja tersebut di Balai Pertemuan Pondok Modern Darussalam Gontor.
Adapun yang dibacakan adalah hasil dari musyawarah yang telah disepakati bersama oleh seluruh santri kelas lima pada Sidang Muker pada bulan Ramadhan lalu, yang mana akan menjadi tolak ukur dan acuan bagi para pengurus OPPM dan Koordinator dalam menegakkan disiplin santri selama setahun kedepan.
Acara ini dihadiri oleh Ketua Pimpinan Pusat IKPM Al-Ustadz H. Ismail Abdullah Budi Prasetyo, S.Ag., Pembimbing Pengasuhan Santri, Al-Ustadz H. Yoyok Suyoto Arief, M.S.I. dan Al-Ustadz H. Rahmatullah Furqon, M.Pd. dan Wakil Direktur KMI Al-Ustadz H. Sutrisno Ahmad, Dipl.A.Ed. yang mewakili Pimpinan Pondok dan Direktur KMI.
Acara Pembacaan Hasil Muker tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Perbedaanya adalah, pada tahun-tahun sebelumnya, acara ini diadakan 2 pertemuan; pagi untuk OPPM dan malam untuk KGP. Dan setelah acara ini, diadakan 2 pertemuan untuk Laporan Pertanggungjawaban Panitia Bulan Syawwal. Karena dampak pandemi, acara ini diringkas menjadi 1 hari.
Al-Ustadz H. Rahmatullah Furqon, M.Pd. menegaskan, “acara ini tidak ada spekulasi, ini semua adalah pendidikan. Kembalinya ke salah satu orientasi pondok, yaitu kemasyarakatan, dan kemasyarakatan ada di Organisasi.” Reyzin
Pembacaan Ketetapan Hasil Musyawarah Kerja OPPM dan Koordinator
Darul Ma’rifat – Organisasi Pelajar Pondok Modern atau yang kita kenal dengan OPPM dan juga Koordinator Gerakan Pramuka membacakan hasil ketetapan Musyawarah Kerja mereka pada pagi hari ini di Aula BPPM Gontor Kampus 3, pada kesempatan ini pembacaan Hasil Musyawarah hanya diwakilkan oleh beberapa pengurus saja mengingat keterlambatan dalam permulaan tahun ajaran baru, tapi tidak mengurangi keefektifan mereka dalam hal berorganisasi.
“Jika kalian tidak mau mengajukan ide dan gagasan maka akan menjadi orang yang tidak mau berkreasi dalam berpikir,” disampaikan oleh Bapak Wakil Pengasuh, Al Ustadz H. Heru Wahyudi, S.Ag sebelum dimulainya pembacaan ketetapan hasil musyawarah, yang mana secara tidak langsung pembacaan hasil musyawarah ini menjadi tolak ukur kreatifitas para pengurus dalam hal memikirkan kemajuan bagian mereka masing-masing ketika musyawarah diadakan.
“di pondok ini kalian tidak hanya diajarkan untuk berpikir kritis,tapi juga berpikir kreatif”, ujar Bapak Wakil Pengasuh, karena kekreatifan kita juga termasuk dalam kepedulian kita terhadap pondok ini melalui bagian-bagian yang diamanati kepada mereka. Dan kepedulian mereka juga menjadi penunjang untuk kemajuan pondok serta para santrinya, bondho bahu pikir lek perlu sek nyawane pisan. Kamal