Home Blog Page 231

Kenalkan Ekstrakulikuler Pondok Lewat Art Sport And Handicraft Show

0

 

DARUSSALAM – Art, Sport and Handicraft Show resmi dibuka pada Jumat pagi (29/11) oleh Al Ustadz Anwar Boyaman, S.Ag. di depan Aula Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM). Acara pembukaan yang dihadiri oleh santri baru ini dimulai pada jam 07.00 WIB. Acara diresmikan dengan sambutan oleh Al-Ustadz Anwar Boyaman, S.Ag serta pemotongan tali pita yang ada di gerbang masuk stan – stan klub olahraga depan Aula BPPM.

 

Dalam sambutannya, beliau mengingatkan bahwa kita hidup dengan seni maka hidup kita akan lebih berasa. Namun, bila kita hidup tanpa seni maka rasanya akan hambar. Maka, lanjut beliau, kita harus mengikuti segala kesibukan yang ada agar kita menjadi orang yang bermakna.

 

“Dengan ilmu kita akan pintar, dengan seni kita akan cakap dan dengan olahraga kita akan sehat dan kuat” ujar Al-Ustadz Anwar Boyaman, S.Ag.

 

Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk memperkenalkan kepada seluruh santri PMDG tentang semua ekstrakulikuler yang terdiri dari beberapa klub olahraga, kursus kesenian, bahasa, juga keilmuan. Contohnya dengan memperlihatkan  keterampilan dalam bermain musik yang dibawakan oleh anggota dari DAMS (salah satu kursus musik PMDG).

 

Tak hanya memperkenalkan saja, tetapi acara ini juga sebagai ajang bagi seluruh santri untuk mendaftarkan dirinya di club-club ataupun instansi yang ada. Sehingga para santri bisa meningkatkan diri dan menambah wawasan dalam berolahraga maupun dalam hal kesenian.Mahrus

Kenalkan Ekstrakulikuler Pondok Lewat Art Sport And Handicraft Show

0

Kenalkan Ekstrakulikuler Pondok Lewat Art Sport And Handicraft Show

 

DARUSSALAM – Art, Sport and Handicraft Show resmi dibuka pada Jumat pagi (29/11) oleh Al Ustadz Anwar Boyaman, S.Ag. di depan Aula Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM). Acara pembukaan yang dihadiri oleh santri baru ini dimulai pada jam 07.00 WIB. Acara diresmikan dengan sambutan oleh Al-Ustadz Anwar Boyaman, S.Ag serta pemotongan tali pita yang ada di gerbang masuk stan – stan klub olahraga depan Aula BPPM.

 

Dalam sambutannya, beliau mengingatkan bahwa kita hidup dengan seni maka hidup kita akan lebih berasa. Namun, bila kita hidup tanpa seni maka rasanya akan hambar. Maka, lanjut beliau, kita harus mengikuti segala kesibukan yang ada agar kita menjadi orang yang bermakna.

 

“Dengan ilmu kita akan pintar, dengan seni kita akan cakap dan dengan olahraga kita akan sehat dan kuat” ujar Al-Ustadz Anwar Boyaman, S.Ag.

 

Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk memperkenalkan kepada seluruh santri PMDG tentang semua ekstrakulikuler yang terdiri dari beberapa klub olahraga, kursus kesenian, bahasa, juga keilmuan. Contohnya dengan memperlihatkan  keterampilan dalam bermain musik yang dibawakan oleh anggota dari DAMS (salah satu kursus musik PMDG).

 

Tak hanya memperkenalkan saja, tetapi acara ini juga sebagai ajang bagi seluruh santri untuk mendaftarkan dirinya di club-club ataupun instansi yang ada. Sehingga para santri bisa meningkatkan diri dan menambah wawasan dalam berolahraga maupun dalam hal kesenian. mahrus

GONTOR CUP: Wadah Meningkatkan Integritas Diri, Jiwa Kompetitif, dan Wawasan

0

MANTINGAN – Pondok Modern Darussalam Gontor  memang selalu padat dengan kegiatannya. Tak menunggu waktu yang panjang pasca liburan pertengahan tahun, berentet acara telah diselenggarakan, khusunya di Gontor Putri Kampus 1. Salah satunya adalah Pembukaan Gontor Cup. Gontor Cup merupakan agenda wajib setelah liburan pertengahan tahun.  Terpilihnya acara ini sebagai awal rentetan kegiatan selepas liburan dimaksudkan agar semua anggota Darussalam dapat kembali memasuki pondok serta memperbaiki niat secara keseluruhan.

Pembukaan Gontor Cup diawali dengan sambutan dari Bapak Wakil Pengasuh Pondok Modern Gontor Putri Kampus 1, Al-Ustadz KH. Ahmad Suharto M.Pd.I.  Acara ini juga dimeriahkan dengan Grand Opening yang menampilkan Jimbaz (senam kresi), Tari Daerah, Pencak Silat, serta Tim Orkestra yang dikoloborasikan dalam suatu drama. Tidak hanya itu, para asatidz juga diminta menunjukkan kebolehannya dalam berolahraga, seperti memanah, bersepeda, dan menendang bola.

Acara ini berlangsung seminggu, terhitung mulai Jum’at, 22 November 2019 hingga Jum’at, 29 November 2019. Acara ini tidak hanya bertujuan untuk mengasah sportifitas santriwati dalam berolahraga, seperti  memanah, basket, voli, bulutangkis, kasti, dan beragam lainnya. Tetapi juga meningkatkan kemampuan bidang seni seperti rebana, grup musik, dan lain sebagainya.

Acara yang diselenggarakan di lapangan hijau depan auditorium Gontor Putri Kampus 1 ini, Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 1 Al-Ustadz KH. Ahmad Suharto M.Pd.I,  dalam sambutannya menekankan tentang pentingnya sportifitas yang akan mengasah moralitas santriwati agar memiliki mental juara.  Beliau juga menjelaskan tentang beberapa kunci dalam mendidik anak agar dapat memegang masa depan, yaitu :

1. Mempunyai integritas diri dan moral yang berkaitan dengan kinerja. Yaitu berbudi tinggi juga menjadi pribadi yang produktif, prostatif, dan mempunyai inisiatif.

2. Mempunyai jiwa kompetitif, yaitu memiliki kecakapan, ketrampilan , dan kemamupan, yang mana akan terwujud melalui berbagai macam kegiatan.  Dalam membentuk jiwa yang kompetensif, dibutuhkan juga pemikiran yang kritis, kreatifitas, komunikasi, serta kebersamaan (kolaborasi).

3. Memperluas literasi (referensi), yang dapat melalui banyak aspek, seperti buku, internet, pengalaman, wawasan, budaya, dan lain sebagainya.

Pondok Modern Darussalam Gontor merupakan ladang pendidikan. Jadi, segala aspek kegiatannya pun tak luput dari nilai-nilai pendidikan. Gontor Cup yang dikemas sedemikan rupa juga tentu tak luput dari nilai-nilai pendidikan. ”Padatnya kegiatan di pondok juga merupakan proses pendidikan, tentang bagaimana santriwati bisa menghargai dan dihargai oleh waktu. Itu yang membuat anak-anak Gontor haroki, senantiasa bergerak dan mempergerakkan, berjuang dan memperjuangkan agar dapat menjadi pemikir sekaligus penggerak umat” demikian yang beliau sampaikan dalam sambutan beliau. ShabriyaB

Rapot Cerminan Perbaikan di Masa Yang Akan Datang

0

Gontor 7_ A’ti Kulla Dzi Haqqin Haqqohu” adalah salah satu pedoman dan prinsip yang diajarkan oleh para pendiri pondok modern Darussalam Gontor dalam memberikan nilai dalam ujian.

Dalam memberikan nilai harus sesuai dengan apa yang telah di capai oleh para santri, bila haknya mendapatkan nilai kecil, maka diberikan nilai kecil, begitupun sebaliknya, bila haknya mendapatkan nilai besar, maka diberikan nilai besar

“Nilai Gontor tidak mahal dan tidak murah akan tetapi nilai di Gontor apa adanya.” Nasehat Bapak Wakil Direktur KMI menjelang pesan dan nasehat sebelum pembagian rapot.

Setelah ijtihad yang telah dilakukan oleh para guru untuk mengoreksi jawaban santri dimasa liburan awal tahun berlangsung, hari ini Rabu (27/11), telah dilaksanakannya pembagian rapot di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 7.

“Rapot yang telah diberikan adalah cerminan kalian di masa yang akan datang.” Kutipan nasehat bapak wakil direktur KMI.

maksud dari kutipan di atas ialah, hasil apapun yang telah di dapat dan dicapai semua itu gambaran atau cerminan untuk masa yang akan datang, tergantung bagaimana kita bisa mendesainya.

Adapun yang mengikuti acara tersebut ialah seluruh guru dan santri berjumlah 323 orang dengan rincian 242 santri dan 81 dewan guru.

Perkumpulan ini, ditutup dengan acara pemberian penghargaan bagi siswa berprestasi yang mendapatkan nilai terbesar per angkatan. Pemberian penghargaan ini tidak hanya dilihat dari nilai akademis saja, namun akhlak dan disiplinnya juga dinilai.

Adapun penghargaan yang di berikan berupa beberapa buku dan pulpen sebagai hadiah, yang diberikan langsung oleh Al-Ustadz Bambang Nur Kholis, S.H.I., salah satu guru senior PMDG 7, juga undangan bapak Wakil Pengasuh, langsung kepada siswa yang berprestasi untuk menghadiri ramah tamah atas keberhasilan yang telah mereka capai yang bertempat di Guest House

Nama-nama santri berprestasi dalam ujian semester pertama Th: 2019-2020

 

Nilai Raport Semester Ganjil Santri Gontor Naik

0

DARUSSALAM – Seluruh santri Pondok Modern Darussalam Gontor dari kelas 1 – 6 berkumpul di Masjid Jami’ Gontor guna mendengarkan pesan dan nasehat Bapak Pimpinan berkaitan dengan pembagian raport hasil ujian semester pertama pada Selasa (26/11) pagi. Sudah jadi sebuah tradisi bahwa sebelum dibagikan raport, maka akan diadakan acara pesan dan nasehat dari Bapak Pimpinan guna mengingatkan kembali nilai – nilai pondok yang ada pada acara pembagian raport.

Dalam acara yang berlangsung dari pukul 09.00 itu, KH Hasan Abdullah Sahal mengingatkan bahwa bagaimanapun hasilnya nanti, maka santri harus selalu bersyukur. Bila pun nilainya kurang baik, maka harus diperbaiki. Selain itu, santri juga harus bergerak, dinamis, dan selalu mawas diri.

“Bukan hanya santri yang memiliki raport. Bahkan pondok pun memiliki raport, yang apabila itu baik maka patut disyukuri. Dan jika raport tersebut kurang baik maka perlu diperbaiki. Para santri harus dinamis, bergerak, dan mutaharrik, tidak boleh jamid. Harus selalu memperbaiki diri karena Gontor mendidik santri-santrinya menjadi generasi khoiru ummah.” kata Kiai Hasan.

Dalam kesempatan itu pula, Direktur Kulliyatu-l-Muallimin Al Islamiyah, KH Masyhudi Subari, MA, mengumumkan nama – nama santri yang mendapat penghargaan dari pondok berupa beasiswa studi karena prestasi akademik mereka yang baik. Mereka adalah :

Munif Al Walid 3B Bekasi

Zidan Zaky Priambada 3B Malang

Ahmad Fahmi Haris 3 Int B Pacitan

Muhammad Thoriq 3 Int B Samarinda

Arif Bintang Himawan 4B Gresik

Fariz Al Ghozali 4B Palembang

Farabi S. Abhasy 5B Blitar

Akhyar Rasyid 5C Sukoharjo

Muhammad Ziyad A. 5B Bekasi

Manshur Hidayat 6B Malaysia

Muhammad Guntur F 6B Cianjur

Rizqon Lil ‘Ibad 6B Tasikmalaya

Kiai Hasan Memberikan Penghargaan Kepada Santri Berprestasi di Bidang Akademik
Kiai Hasan Memberikan Penghargaan Berupa Beasiswa Studi kepada Santri Berprestasi di Bidang Akademik

Usai acara pesan dan nasehat, seluruh santri kembali ke kelas masing – masing guna bertemu dengan wali kelas mereka. Sebanyak 3709 lembar raport dibagikan kepada santri dari kelas 1 – 5.

Adapun perbandingan perolehan nilai siswa kelas 1-5 KMI dapat dijabarkan sebagai berikut :

No Kelas Nilai Pada Tahun 2018 Nilai Pada Tahun 2019 Keterangan
1 1 6,32 6,35 Naik
2 1 Intensif 6,82 7,05 Naik
3 2 6,06 6,30 Naik
4 3 6,20 6,16 Turun
5 3 Intensif 6,15 6,28 Naik
6 4 6,39 6,33 Turun
7 5 5,61 5,67 Naik

Jika diakumulasikan, jumlah rata-rata nilai kelas 1-5 KMI pada tahun 2018 adalah 6,22. Sedangkan pada tahun 2019 naik sebesar 0,08 menjadi 6.30.

Harapan dan doa selalu untuk para santri agar lebih baik lagi sehingga dapat tercapai cita – cita menjadi santri yang khairu ummah. Musthofa

Menjelang Panggung Gembira Kelas 6 Gontor 2

0

Siman – Seolah tanpa lelah wajah-wajah kelas 6 Prominent Generation menyiapkan acara pentas seni kebanggaan mereka. Panas seolah bukan halangan berarti untuk mengerahkan segala kemampuan mereka untuk mempersiapkan segala keperluan panggung untuk Gebyar Seni Panggung Gembira yang akan dilaksanakan malam hari ini (Sabtu 13/07/2019). Mulai menyusun dekorasi panggung berupa triplek sepanjang 20 meter dan lebar 12 meter area yang cukup lebar untuk penampilan akbar selevel anak Sekolah Menengah Atas (SMA) diluar.

Dekorasi panggung inibkurang lebih dikerjakan selama 2 bulan, para dekoratorpun harus bekerja keras pagi, siang dan malam tak bisa dipungkiri juga mereka harus meninggalkan kelas di pagi hari untuk merampungkan settingan dekorasi panggung yang sangat menguras tenaga

Penyerahan Kenang-Kenangan

. Selain panggung mereka juga harus menyiapkan tatanan sound system yang akan digunakan pula, mulai dari sisi utara dan selatan panggung, depan panggung dan juga sound agak sedikit memanjang ke sisi timur (depan panggung) lokasi para penonton berada. Belum lagi persiapan ligthting diatas panggung yang digunakan untuk pencahayaan setiap penampilan mereka agar dapat membuat kesan artistik. Selain itu pula terlihat santri-santri bagian pertamanan yang biasa disebut Basatino (Perkebunan) terlihat antusias dalam menata hiasan aneka ragan bunga dan juga bebatuan hias di area depan panggung agar memunculkan kesan asri dan indah.

Asah Keahlian dalam bidang olahraga bersama Tamu dari Pondok Pesantren As salam Solo

0

Pada Hari Kamis, 21 November 2019, Kami kedatangan Tamu yang berasal dari Pondok Pesantren As Salam Solo, adapun maksud kedatangan mereka ke Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 2 adalah untuk melaksanakan Silaturahim dan juga untuk melakukan Study Banding. Sebelumnya, Bapak Wakil Pengasuh Al- Ustadz K.H. Umar Said Wijaya, M.Pd telah menyampaikan kata kata sambutan dan juga beliau menjelaskan asal muasal berdirinya Pondok Modern Gontor hingga adanya Cabang Putri.

Pertandingan Bola Basket antara Pondok Pesantren Gontor Putri Kampus 2 dan Pondok Pesantren As Salam Solo

Selain itu, Para Santriwati dari Pondok Modern As Salam juga diajak berkeliling untuk mengetahui Kegiatan Kegiatan yang kami lakukan dalam keseharian kami. Dan juga berkeliling Pondok untuk melihat keadaan pondok dan juga kegiatan kegiatan yang dilakukan oleh Pengurus Organisasi Pelajar Pondok Modern. Dan pada hari ke-2 kami mengajak para santriwati untuk mengasah keahlian dalam berolahraga, dan olahraga yang kami lakukan adalah Basket. Dalam pertandingan Basket tersebut dimenangkan oleh Santriwati Gontor Putri Kampus 2. Akan tetapi kami tidak mementingkan siapa kah yang menang dalam pertandingan ini, yang terpenting adalah Terjalannya hubungan Silaturahmi antara Pondok Modern Gontor Putri Kampus 2 dan juga Pondok Pesantren As Salam Solo. suciyaqiluh

UAS: Bukan Guru di Tengah Murid, Namun Hanya Murid yang Diberi Sedikit Kemuliaan

0

Kunjungan seorang muballigh tersohor di nusantara, Al-Ustadz H. Abdul Somad, Lc., M.A. ke Gontor pada hari Sabtu hingga Ahad tanggal 23-24 November 2019 kemarin merupakan kunjungan yang memberikan banyak sekali kesan bagi keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Baik itu Bapak Pimpinan Pondok, para asatidz, bahkan hingga para santri mendapatkan banyak sekali nutrisi ilmu dan pengalaman baru yang dapat dijadikan bekal tambahan untuk pembelajaran berharga. Berikut adalah sedikit ulasan dari beberapa tausiyah beliau selama berkunjung ke PMDG di kampus pusat.

Yang pertama, adalah tentang bagaimana adab menuntut ilmu. Meskipun itu tidak beliau ungkapkan secara transparan dalam tausiyahnya, namun ciri-cirinya tampak jelas dari beberapa pesan yang beliau sampaikan serta dari bagaimana beliau bersikap. Gerak-gerik beliau yang selalu takzim kepada kiai menggambarkan betapa semakin berilmu seseorang, semakin rendah hatilah ia dan semakin hormat kepada gurunya. “Duduk dengan orang alim sesaat sama dengan membaca buku seluruh maktabah. Diamnya adalah hikmah, dan bicaranya pun juga hikmah” begitulah yang beliau sampaikan saat bertausiyah di depan para guru dan santri PMDG pada Sabtu malam.

Kunjungan beliau bukanlah karena tujuan kepentingan golongan tertentu, bahkan disebutkan bukan pula karena tujuan politik atau yang lainnya, namun lebih kepada bersilaturahim dengan guru-guru dan kiai, meminta doa dari para kiai atau beliau sebut dengan barakatul masyayikh, dan tentunya untuk mengambil ilmu dan pelajaran. Bahkan beliau mengatakan bahwa salah satu yang dapat menyelamatkan kita di hari kiamat nanti adalah cinta kepada kiai.

Selain menceritakan tentang berbagai hal yang harus dijaga oleh seorang penuntut ilmu, tausiyah beliau pada Sabtu malam tersebut banyak pula menceritakan tentang kisah perjuangan beliau ketika masih santri dulu, walaupun belum diberi kesempatan untuk nyantri langsung di PMDG. “Ketika mendekati pintu masjid, saya tidak melihat anak-anak Gontor, tapi saya melihat diri saya 26 tahun yang lalu” ujar beliau. Bagaimana suasana latihan pidato yang selalu diawasi oleh mudabbir kelas lima, juga tentang disiplin berbahasa, dan masih banyak lainnya yang terlintas kembali di benak beliau. Karena itulah beliau mengungkapkan bahwa beliau merasa tidak sedang menyampaikan tausiyah seperti biasanya, namun lebih ke berbagi pengalaman dengan para hadirin di sana sebagai sesama santri. “Saya tidak merasa seperti seorang guru di tengah murid, tapi seorang murid yang sama seperti murid-murid lainnya, hanya saja diberi sedikit kemuliaan untuk berbicara di depan sini” kata beliau di depan Bapak Pimpinan dan seluruh keluarga besar PMDG.

Yang kedua, adalah tentang bagaimana peran dan posisi santri sebagai Khairu Ummah. Sesuai dengan tema Tabligh Akbar yang dilaksanakan pada hari Ahad setelah shalat shubuh berjamaah di depan Masjid Jami’ PMDG, beliau menekankan tentang betapa besarnya peran dan pengaruh santri sebagai generasi Khairu Ummah yang dirumuskan dalam tiga aspek; ta’muruuna bil ma’ruuf, tanhauna ‘anil munkar, dan tu’minuuna billaah. Beliau pun pada pembukaannya turut menjelaskan tentang santri itu sendiri. Nama ‘santri’ tidak hanya sesuai untuk menggambarkan para pelajar di pondok-pondok pesantren yang ada di Indonesia saja, namun santri bahkan sudah ada sejak zaman Rasulullaah SAW dulu. “Substansi makna santri tidak hanya ada di Indonesia saja, tapi juga ada pada shahabah. Bahkan Rasulullaah SAW dulu adalah pesantrennya. Ada kiainya, ada santrinya (para shahabah), ada kitabnya (wahyun yuuhaa), ada tempatnya, ada pula sistemnya” jelas beliau.

Dalam ta’muruuna bil ma’ruf, beliau menyampaikan bahwa ada alasan tertentu kenapa kebaikan tidak digambarkan dengan kata jayyid atau khair, namun menggunakan kata ma’ruf. “Ma’ruf itu Al-iimaanu billaahi wa birasuulihi wal ‘amal bisyaraai’ihi”ujar beliau. Kebaikan dalam Islam ukurannya adalah aqidah, dan bicara aqidah tidak ada tawar-menawar. Karena itulah beliau tekankan bahwa perintah dalam Al-Qur’an bukanlah ta’muru bil jayyid ataupun ta’muru bil khair, sebab berbuat baik saja tidak cukup untuk menjadi Khairu Ummah. Harus kebaikan yang berdasarkan atas aqidah, berlandaskan iman, dan diwujudkan dengan perbuatan yang nyata. Dan santri, sahut beliau, dengan multitalenta dan kesungguhannya mampu mewujudkan kebaikan untuk ta’muru bil ma’ruf tidak hanya melalui ceramah di belakang mimbar saja, tapi juga melalui berdakwah dengan kebaikan apapun. Contohnya melalui profesi dokter bagi masyarakat yang sangat membutuhkan penanganan kesehatan, ataupun masih banyak lagi jalan berdakwah kebaikan lainnya.

Sedangkan untuk tanhauna ‘anil munkar, beliau menyampaikan bahwa setiap kali kita menemukan kesalahan atau kemungkaran, kita tidak boleh membiarkannya bahkan harus menyuarakan kebenaran dengan berani. Dan semangat itu, jelas beliau, terdapat pula pada para santri karena pendidikan sejak di pesantren mengharuskan mereka untuk demikian. “Santri tidak boleh diam melihat kemungkaran, melihat kesalahan. Harus diluruskan” tukas beliau. Dan cara mencegah kemungkaran ala santri tidak seperti preman, tapi konstitusional, melalui parlemen, sesuai prosedur dan taat peraturan.

Kemudian yang terakhir yaitu tu’minuuna billaah, kata beliau, memiliki keistimewaan tersendiri bahwa ia ditempatkan terakhir. “Meskipun iman dan aqidah harus nomor satu dalam setiap perbuatan kita, namun kenapa dalam ayat ini ditempatkan di akhir adalah untuk menekankan bahwa iman kita harus selalu dijaga bahkan sampai akhir kehidupan kita. Alladziina qaaluu rabbunallaahu tsummastaqaamuu tatanazzalu ‘alaihimul malaaikatu allaa takhaafuu walaa tahzanuu,” begitulah yang beliau sampaikan. Ketika iman kita mampu kita istiqamahkan, atau beliau sebut dengan iman yang nyata, maka ejekan cacian tidak akan membuat kita tumbang, dan pujian pun tidak membuat kita takabbur. Bahkan keimanan tersebut mampu mengusir cemas dan sedih kita, sebagaimana disebutkan dalam ayat Al-Qur’an. Dan pada akhirnya, keimanan itu pulalah yang dapat membawa kita menuju husnul khaatimahzahrul

PELATIHAN DA’I KAMTIBMAS POLDA SULTRA DI PMDG KAMPUS 7

0

Bapak Wakil Pengasuh Gontor 7, Al Ustadz Aripuddin S.A.P sedang berbincang dengan Kapolda Sulawesi Tenggara. Bapak Brigadir Jenderal Merdisyam.

Riyadhatul Mujahidin – Pada hari Senin 25 November 2019, santri-santri dan Bapak Guru menyambut Kapolda Sulawesi Tenggara yang datang ke Pondok Gontor 7. Kedatangan Bapak Brigadir Jenderal Polisi Merdisyam bertepatan dengan acara pembukaan pelatihan Da’i untuk personil yang bertugas sebagai keamanan dan ketertiban masyarakat (KAMTIBMAS). Pembukaan acara tersebut bertempat di Balai Pertemuan Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 7 Riyadhatul Mujahidin, Pudahoa, Mowila, Sulawesi Tenggara.

Bapak Kapolda Sulawesi Tenggara berpose dengan santri setelam membuka pelatihan KAMTIBMAS.

Pelatihan Da’i ini diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari seluruh polres dari Polda Sulawesi Tenggara. Pelatihan ini merupakan pelatihan yang ke-10 di PMDG Kampus 7. Pelatihan ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran anggota KAMTIBMAS di dalam nilai-nilai keislaman. Pelatihan ini dilakukan selama tiga hari. Materi-materi yang disampaikan adalah materi-materi dasar untuk menjadi Da’i seperti, Aqidah, Pemikiran Islam, Tahsin Qiro’ah dalam Al Qur’an, Fiqh, kiat-kiat Dakwah, Dll. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan para peserta dapat melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar dan dapat berdakwah di tengah tugasnya sebagai pengaman dan pengayom masyarakat.

Para peserta pelatihan Da’i Kamtibmas berpose bersama jajaran Polda dan Guru Senior PMDG Kampus 7.

Penunjukan Pondok Modern Darussalam Gontor sebagai tuan rumah pelatihan Da’i KAMTIBMAS langsung dilakukan oleh Bapak Kapolda. Hal tersebut dikarenakan Bapak Kapolda memberikan kepercayaan yang lebih pada pondok Gontor ditinjau dari disiplin dan nilai-nilai yang terdapat di Pondok Gontor. Pelatihan ini merupakan program dari Polda Sultra untuk meningkatkan kualitas keislaman para anggota KAMTIBMAS. Dengan harapan setelah selesainya acara para peserta dapat mengaplikasikannya di tengah-tengah masyarakat.

Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

0

Mantingan – tepat pada tanggal (25/11) di Gontor Putri Kampus2, telah terlaksana pemeriksaan TBC demi mencegah tertularnya virus berbahaya dan pengobatan yang lebih intensif bagi yang terserang virus. TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus berbahaya, yang mana virus itu menyerang bagi orang yang kekebalan tubuhnya menurun.

Pemeriksaan ini berlangsung pada siang dan sore hari bertempat di gedung yerussalem, dinas kesehatan yang bertugas dapat menyimpulkan hasilnya dengan pengisian formulir, mengukur berat badan dan lain sebagainya. Pemeriksaan TBC berlaku untuk seluruh santri dan guru di gontor putri kampus 2 demi menciptakan pondok pesantren yang sehat jasmani maupun rohani.

Bagi para pengidap TBC ataupun bagi orang yang terkena gejala akan segera ditindak lanjuti dengan melakukan pemeriksaan mendalam melalui rontgen sinar X, didalam portable car yang disediakan petugas dari dinas kesehatan.

“Kita harus selalu bersyukur, masih diberi kesehatan, karena kesehatan itu mahal” dikutip dari salah satu pidato Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 2, Al-Ustadz KH. Umar Said Wijaya, M.Pd, dan kalimat itu benar adanya.vina