Hingga saat ini, Pondok Modern Darussalam Gontor selalu berusaha menambah dan merenovasi sarana pergedungan yang ada bagi para santrinya, hal ini sesuai dengan salah satu panca jangka yakni pergedungan. Salah satu proyek bangunan yang sedang berjalan di Gontor Putri Kampus 2 adalah pembangunan masjid.
Melihat kebutuhan santriwati
akan masjid yang lebih layak, dikarenakan tak lagi cukup menampung jamaah yang
lebih banyak dengan bertambahnya santriwati baru. Gontor Putri Kampus 2
membangun masjid dengan ukuran 40m x 40m yang bertempat di lapangan hijau
berdekatan dengan mini hall. Dalam pembangunan masjid ini diawali dengan
pemberian patok dan penentuan arah kiblat oleh Bapak Kemenag Kabupaten Ngawi
Jum’at (30/8) lalu. Didampingi dengan para asatidz dan segenap ustadzah
pembangunan serta ustadzah pengasuhan kegiatan ini berjalan dengan lancar.hasnab
MADUSARI–Apel
Tahunan Pekan Perkenalan Khutbatu-l ‘Arsy di Pondok Modern Darussalam Gontor
(PMDG) Kampus 2, Madusari berlangsung lancar dan
meriah. Apel ini dilaksanakan pada Rabu (24/7) pagi. Acara ini diikuti oleh
seluruh santri dan guru PMDG Kampus 2, dan dihadiri oleh beberapa guru senior
PMDG, di antaranya; Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A. selaku
Inspektur Upacara mewakili Pimpinan Pondok, Al-Ustadz H. Noor Syahid, M.Pd.,
Al-Ustadz Mahbub Al-Aziz, S.Ag. serta beberapa asatidz dan ustadzah
perwakilan dari PMDG Kampus Putra dan Putri.
Dalam kesempatan ini,
para santri dan guru menampilkan beberapa penampilan untuk menghibur para
hadirin, di antara
penampilan tersebut adalah Penampilan “Bhineka Tunggal Ika” yang diisi dengan
berbagai kesenian daerah dan tarian-tarian nusantara. Di antaranya kesenian dan
tarian tersebut; Singa Deprok, Topeng Ireng, Campur Sari, Kentongan, Tari
Topeng, Tari Jaranan, Ondel-ondel, Tari Saman, Tari Dayak, Tari Barongan, Tari
Zapin, dan Tari Reog,
Para santri sangat
bersemangat dalam menampilkan acara di apel
kali ini, melihat
semangat para santri, para penonton yang hadir tak lepas selalu memberikan
tepuk tangan yang sangat meriah, karena merasa terhibur dan bentuk apresiasi
atas perjuagan mereka yang sudah mempersiapkan dan menampilkan acara dalam
Acara Apel Tahunan Khutbatu-l ‘Arsy tahun ini.
Setelah Apel, acara
dilanjutkan dengan Lomba Kekompakan Baris Berbaris (LKBB) yang mengitari daerah
sekitar pondok, dan dilanjutkan Kuliah Umum Babak I, yang diikuti oleh seluruh
santri dan guru, bertempat di depan teras Masjid Jami’ PMDG Kampus 2. Muis
Gontor–Sabtu (17/8), Universitas Darussalam Gontor Kampus Robithoh mengadakan Ujian Tengah Semester Ganjil. Kegiatan ini merupakan rutinitas tahunan yang wajib diikuti oleh mahasiswa guru aktif Gontor Pusat, Gontor 2, dan Pondok-pondok Alumni sekitar Gontor. Setelah mengikuti pembelajaran di bangku perkuliahan selama setengah semester, para mahasiswa harus menghadapi ujian kompetensi, guna mengetahui tingkat keilmuan yang sudah mereka dapatkan selama duduk di bangku perkuliahan pada semester tersebut. Yang menarik pada UTS kali ini adalah ujian diadakan pada hari-hari perayaan kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu dimulai pada hari Sabtu-Kamis, 17-22 Agustus 2019.
Tepat pukul 15.45 WIB, para peserta UTS berkumpul di Lapangan Gedung Robithoh guna mengikuti Upacara Pembukaan Ujian. Al Ustadz Dr. Setiawan bin Lahuri, M.A. selaku Wakil Rektor II UNIDA Gontor yang berkenan hadir kala itu langsung membuka acara dengan memberikan beberapa pesan dan nasehat. Dalam pidatonya, beliau sangat mengaharapkan kepada Mahasiwa UNIDA Gontor khususnya Kampus Robithoh agar bisa lebih aktif pada setiap kegiatan perkuliahan, baik dari segi kehadiran, tugas, maupun nilai akademisnya.
Meski dalam masa ujian, para mahasiswa guru tetap harus mengajar pada pagi harinya. Hal ini membuat suasana ujian semakin dirasakan oleh para mahasiswa. Tak hanya ujian akademis, tapi juga ujian mental dan kemampuan dalam mengatur waktu serta pikiran, demi menjalankan tugas yang telah diamanatkan dengan penuh bertanggungjawab. Ujian berlangsung pada 2 waktu, yaitu jam pertama pada sore hari (15.45-17.00) dan jam kedua pada malam hari (19.00-20.15). Sholih
PURWOKERTO–Ahad (25/8) siang, Pimpinan
Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), K.H. Hasan Abdullah Sahal dan K.H.
Syamsul Hadi Abdan menghadiri acara silaturrahim dengan pengurus IKPM cabang
Banyumas di Pondok Pesantren Azzahra, Gunung Tugel, Purwokerto, Jawa Tengah.
Turut
hadir dalam acara tersebut para alumni dari daerah karsidenan Banyumas, santriwan-santriwati serta wali santri Ponpes Az-Zahra. Acara tersebut bertepatan
dengan acara walimah kader pondok Al-Ustadz Zaky Mubarok, S.Ag. di Purbalingga.
Dalam
acara ini kiai Hasan menyampaikan beberapa hal, “Orang yang mendirikan ponpes
sekarang nasibnya sama seperti yang mendirikan pesantern 2-3 abad yang lalu,
sama-sama mempunyai banyak tantangan.”
“Kalau
tidak ada orang yang mendirikan pondok, tidak ada yang mengajar mengaji, tidak
ada yang mengisi surga” ujar kiai Hasan dalam pidatonya.
Acara silaturrahim ini
berjalan lancar, antusiasme para alumni yang hadir sangat tinggi. Rasa rindu
pondok yang mendalam, tumpah ruah pada siang itu. Banyak dari mereka yang lama
belum mengunjungi Pondok. Pada siang itu, seolah-olah pondoklah yang datang ke mereka.
Beberapa sambutan disampaikan dalam acara jni, ada H. Amir Ma’ruf selaku ketua IKPM Banyumas, Al-Ustadz Anwar Muttaqin selaku pimpinan pondok Az-Zahra dan Al-Ustadz Drs. H. Rif’at Husnul Ma’afi, M.Ag., selaku Wakil Ketua II PP IKPM pusat, serta K.H. Syamsul Hadi Abdan. “Berdirinya pondok pesantren adalah untuk mengusir Belanda, walaupun Belanda sudah tidak ada kita harus terus membina pondok, mengusir jiwa penjajahan dari negeri kita”, ujar Kiai Syamsul dalam pidatonya. Ghazna
Gontor Putri Kampus 1– Segala aktivitas di Pondok Modern Darussalam Gontor merupakan suatu pendidikan yang bertujuan meningkatkan wawasan dan mengembangkan pengetahuan para santriwati. Karena Gontor berlandaskan mengedepankan pendidikan dari sekedar pengajaran. Maka dari itu, Gontor tak pernah berhenti dalam beraktivitas. Karena segala aktivitas di Gontor merupakan pendidikan.
Suasana Ujian Umum di Kelas
Setelah disibukkan dengan berbagai macam kegiatan di Awal Tahun,
santriwati Gontor Putri Kampus 1 dihadapkan dengan Ujian Umum Awal Tahun, kegiatan
ini sudah menjadi kegiatan KMI tahunan sebagai program evaluasi pembelajaran
selama setengah semester. Meskipun tidak semua mata pelajaran diujikan dalam
Ulangan Umum, akan tetapi cukup sebagai acuan dan tolak ukur guna menghadapi
Ujian Akhir Semester nanti.
Kegiatan ini berlangsung selama 5 hari, yakni mulai dari hari sabtu
hingga hari Rabu yang bertepatan dari tanggal 24-28 Agustus 2019. Setiap harinya
santriwati dihadapkan dengan 3 mata pelajaran dan dengan jangka waktu 90 menit,
juga diawasi tiga hingga empat guru di kelas masing-masing. Kecuali Siswi Akhir
KMI atau kelas 6, setiap harinya dihadapi dengan 2 mata pelajaran dan pelajaran
yang dihadapi merupakan pelajaran yang akan diujikan di ujian Tulis Gelombang
Pertama nanti.
Keseriusan Santriwati dalam Menjawab Soal Ujian Umum
Dengan diadakanya Ujian Umum ini, santriwati dapat mengetahui
secara langsung nilai yang diperoleh dari pelajaran yang diujikan, sehingga
santriwati dapat termotivasi dan instropeksi diri dari nilai yang telah
diperoleh, agar mereka dapat mengobarkan kembali miliu belajar mereka di
kemudian hari. Tak hanya santriwati saja, guru-guru pengajar juga termotivasi
dalam meningkatkan diri serta menambah mutu dalam sistem pembelajarannya.
Kegiatan ini juga dapat melatih sportifitas santriwati untuk mendapatkan nilai yang memuaskan, sehingga tidak lepas dari nilai-nilai gontori yang selalu mengajarkan kejujuran dan juga sportifitas santrinya. Dari sinilah semoga akan melahirkan generasi islami yang jujur dan sportif dalam bersaing. Andi Ghariza
RIMBO PANJANG – Pagelaran Seni Maha Karya Akbar Panggung Gembira
(PG) Kelas 6 Kulliyyatu-l Mu’allimat al-Islamiyyah (KMI) sebagai puncak
dari rangkaiaan Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy telah diselenggarakan
dengan penuh khidmat bersama seluruh santri putri, dewan guru, dan tamu
undangan di Lapangan Utama, Sabtu (24/8) Malam.
Dengan moto, “Gontor menggelorakan Ghirah Islamiyyah mencerdaskan kehidupan bangsa,” nahkoda PG yang dipimpin oleh Risdaya 6B, Ulfi Nurafni 6B dan Tia Elwinda 6C, berhasil mengambil alih semua mata pada penampilan panggung yang mencerminkan nilai-nilai islami untuk kehidupan umat dan bangsa.
Sajian PG malam itu begitu meriah dan megah dengan tatanan lampu background
yang elegan, tetapi tetap memberikan sebuah tampilan berpendidikan sebagai
sarana belajar dan mengekplorasi diri dalam bidang seni panggung. Semua unsur pendidikan di PG tertuang dari
awal perjalan kepanitiaan hingga selesainya acara, dengan harapan dapat memberikan
kesempatan pengalaman bagi santri putri dan dewan guru.
Hasil kerja keras seluruh keluarga pondok, PG perdana tahun ini mendapatkan apresiasi nilai A+ yang di dalamnya dimeriahkan oleh Panam Bromo, unsur budaya Jawa – Tari Persembahan, tarian tradisional klasik Riau melayu yang dipentaskan untuk penyambutan tamu agung – bahkan juga disajikan dengan balas pantun, Pop Singer, Fashion Show, Combination Dance, Talk Show, dan Kabaret. Aulia
Gontor – Prof. Martin van Bruissen, Guru Besar dalam bidang Studi Kurdi di Universitas Utrecht Belanda, mengadakan kunjungan ke Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), beliau ditemani oleh Rektor Universitas Darussalam Gontor (UNIDA) K.H. Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A. dan Wakil Rektor I Al-Ustadz Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A. M.Phil. Jum’at (24/8), mereka tiba di kampus Gontor pukul 13.30 WIB dan langsung disambut oleh Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal, kemudian mengadakan pertemuan di kantor Pimpinan.
Kiai Hasan (kiri), Prof. Martin (tengah), dan Al-Ustadz Hamid (kanan) tengah melakukan diskusi ringan tentang Gontor
Prof. Martin menjelaskan bahwa kehadirannya
ke PMDG bertujuan untuk bertukar pendapat tentang pendidikan pesantren dan
kepondokmodernan bersama Kiai Hasan, perbincangan berjalan lancar, karena antropolog
dari Belanda ini mampu menguasai bahasa Indonesia dengan baik, hingga akhirnya
semua penjelasan mampu disampaikan secara sistematis, baik dari Kiai Hasan
maupun Prof. Martin.
Dalam perbincangan ini, Prof. Martin menyampaikan sejumlah pertanyaan kepada pihak PMDG, diantaranya pola pendidikan, kurikulum, kegiatan santri, serta kiprah para alumni Gontor di Indonesia. Kiai Hasan menjawab semua pertanyaan dengan lancar, disamping itu, Kiai Hasan juga menyampaikan pengalaman beliau ketika berada di Belanda, obrolan menjadi lebih menarik, hingga suasana pertemuan menjadi cair dan penuh canda tawa.
Disamping itu Prof. Martin juga
mengadakan kuliah umum di UNIDA Gontor dengan bertemakan: “Islam, Nationalism,
Transnationalism: Controversies Around Islam Nusantara and NKRI Bersyariah”.
Guru besar dalam kajian tentang
Kurdi yang juga fasih berbahasa Turki ini juga mengucapkan terimakasih kepada
Prof. Amal dan Dr. Hamid yang telah menyambutnya dengan baik.
Prof. Martin senang dapat berkunjung ke Gontor dan Unida. Sebelumnya dia telah banyak membaca tentang Gontor dan bertemu dengan alumniya. Dia menulis: “Setelah sudah banyak mendengar dan membaca tentang Gontor, dan berkenalan dengan banyak alumni Gontor. Akhirnya saya sempat mengunjungi pondok universitas hebat ini” tambahnya. Rakafadel
SIMAN–British Council dan Kedutaan
Besar Inggris Jakarta meluncurkan kemitraan “English for
Indonesia” dengan Gontor, sebuah program untuk meningkatkan kualitas sumber
daya manusia melalui pengembangan kapasitas keterampilan bahasa Inggris.
Program ini akan membantu mengembangkan strategi dan materi pembelajaran
digital yang interaktif untuk para guru Pondok Pesantren Modern Gontor dan
dosen Universitas Darussalam Gontor (UNIDA).
Materi
pembelajaran digital British Council ini telah dirancang untuk melengkapi
pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris untuk semua tingkat kemahiran
melalui empat situs web yaitu: LearnEnglish Kids untuk anak-anak dan orang tua,
LearnEnglish Teens untuk remaja, LearnEnglish untuk orang dewasa, profesional
maupun siswa dan TeachingEnglish untuk para guru yang mencari bahan pendukung
pengajaran dan sarana pengembangan pedagogis.
Kemitraan bersama Gontor mencakup program pengembangan kapasitas untuk guru dan dosen bahasa Inggris melalui program Training of Trainers tatap muka dengan Master Trainer dari British Council. Dalam pelatihan tersebut, guru akan terjun secara langsung untuk mempelajari dan mencoba menggunakan strategi dan materi pembelajaran bahasa Inggris yang kreatif, inovatif, cerdas dengan memanfaatkan teknologi digital.
Sebelum
sesi Training of Trainers, para guru juga akan mengukur kemahiran bahasa
Inggris mereka dengan Aptis, tes penilaian kemampuan bahasa Inggris yang dibuat
oleh British Council. Aptis sendiri telah dikembangkan sebagai metode yang
akurat dan fleksibel untuk menguji kemahiran bahasa Inggris yang mencakup
keempat keterampilan bahasa Inggris – mendengarkan, membaca, menulis dan
berbicara, dengan tes tata bahasa dan kosa kata sebagai komponen inti.
Paul
Smith, Direktur British Council Indonesia menyampaikan, “Sejak kami meluncurkan English
for Indonesia pada pertengahan 2018, program ini telah melatih 500 guru dari 16
kota di 11 provinsi di Indonesia dan membuka kesempatan bagi semua orang
Indonesia untuk menggunakan sumber belajar dan mengajar bahasa Inggris digital
secara gratis.
Lebih lanjut ia memaparkan, “Kami senang sekali English for Indonesia akhirnya bisa hadir di Gontor. Kami berbagi ambisi yang sama bersama UNIDA, Pesantren Modern Gontor dan jaringan sekolah Gontor untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan yang menegaskan reputasi mereka sebagai lembaga pendidikan terkemuka dan progresif”. Muis
Gontor – Guna
meningkatkan hubungan antara Indonesia dan Inggris dalam hal pendidikan dan
budaya, British Council selaku organisasi internasional yang bergerak di bidang
tersebut mengadakan kunjungan ke beberapa tempat. Beberapa sekolah,
universitas, dan instansi yang berkaitan dengan pendidikan dan budaya pernah
disambanginya.
Pada Ahad (25/8), Paul Smith, OBE, selaku direktur British Council
Indonesia mengadakan kunjungan ke Pondok Modern Darussalam Gontor. Setibanya di
Pondok Gontor, beliau disambut oleh siswa akhir KMI yang telah berkumpul di
depan aula BPPM. Hadir pula dalam kunjungan tersebut rektor Universitas
Darussalam Gontor, Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, MA, dan penulis buku
ternama sekaligus alumni Gontor, Ahmad Fuadi.
Dalam sambutannya, Paul Smith, OBE, mengatakan bahwa santri Gontor memiliki
potensi untuk menjadi ambassador of Islam atau duta agama Islam bagi
Indonesia dan dunia. Selain itu, beliau juga menjelaskan pentingnya belajar
bahasa Inggris. Beberapa motivasi tentang belajar bahasa Inggris juga beliau
ulas, sehingga menarik para santri yang hadir saat itu.
Di akhir sambutan, beliau membuka sesi tanya – jawab. Beberapa santri yang
hadir mencoba untuk bertanya menggunakan bahasa Inggris. Pertanyaan santripun
beragam. Ada yang bertanya tentang kondisi Islam di Inggris, cara belajar
bahasa Inggris, dan beasiswa untuk belajar di Inggris.
Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan santri Gontor dapat meningkatan mutu dan kualitas mereka dalam berbahasa asing, khususnya Inggris dan Arab. Hal itu sesuai dengan slogan Gontor dalam berbahasa, allughatu tajul ma’had atau bahasa adalah mahkota pondok. ghozinafi
RIMBO PANJANG – Drama arena (DA), Sabtu (17/8) malam, merupakan salah satu acara pertunjukan seni yang disiapkan sebagai sarana pendidikan untuk seluruh santriwati, khususnya santriwati kelas 5 Kuliyyatu-l Mu’aliminal Islamiyyah (KMI). DA menjadi media untuk meningkatkan daya kepemimpinan dan kreatifitas santriwati.
Pertunjukan seni DA, tetap dalam bimbingan Wakil Pengasuh PM Gontor Putri Kampus 7, Al-Ustadz Drs. H. Muhammad Ma’ruf Chumaidi beserta seluruh dewan guru. Agar semua unsur yang terkait di dalamnya tetap menjaga nilai-nilai pendidikan yang ditanamkan oleh Gontor; pengarahan, pelatihan, penugasan, pembiasaan, pengawalan, dan uswatun hasanah.
Seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar, dimulai pukul 21.00 dan berakhir pada pukul 01.00 WIB. Sebanyak 23 sajian seni dapat dinikmati bersama oleh para penonton dari santri, dewan guru, wali santri, dan beberapa tamu undangan.
Di akhir acara, Al-Ustadz Ma’ruf menyampaikan penilaian keseluruhan dari penataan panggung, tata rias, hingga pada acara-acara sebagai bahan evaluasi untuk tahun berikutnya. Hasilnya, penilaian secara umum jatuh pada titik nilai B+ untuk Seni Drama Arena 2019. Zahra