Home Blog Page 248

Prof. Martin van Bruissen, Guru Besar Utrecht University Kunjungi PMDG

0

Gontor – Prof. Martin van Bruissen, Guru Besar dalam bidang Studi Kurdi di Universitas Utrecht Belanda, mengadakan kunjungan ke Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), beliau ditemani oleh Rektor Universitas Darussalam Gontor (UNIDA) K.H. Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A. dan Wakil Rektor I Al-Ustadz Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A. M.Phil. Jum’at (24/8), mereka tiba di kampus Gontor pukul 13.30 WIB dan langsung disambut oleh Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal, kemudian mengadakan pertemuan di kantor Pimpinan.

Kiai Hasan (kiri), Prof. Martin (tengah), dan Al-Ustadz Hamid (kanan) tengah melakukan diskusi ringan tentang Gontor

Prof. Martin menjelaskan bahwa kehadirannya ke PMDG bertujuan untuk bertukar pendapat tentang pendidikan pesantren dan kepondokmodernan bersama Kiai Hasan, perbincangan berjalan lancar, karena antropolog dari Belanda ini mampu menguasai bahasa Indonesia dengan baik, hingga akhirnya semua penjelasan mampu disampaikan secara sistematis, baik dari Kiai Hasan maupun Prof. Martin.

Dalam perbincangan ini, Prof. Martin menyampaikan sejumlah pertanyaan kepada pihak PMDG, diantaranya pola pendidikan, kurikulum, kegiatan santri, serta kiprah para alumni Gontor di Indonesia. Kiai Hasan menjawab semua pertanyaan dengan lancar, disamping itu, Kiai Hasan juga menyampaikan pengalaman beliau ketika berada di Belanda, obrolan menjadi lebih menarik, hingga suasana pertemuan menjadi cair dan penuh canda tawa.

Disamping itu Prof. Martin juga mengadakan kuliah umum di UNIDA Gontor dengan bertemakan: “Islam, Nationalism, Transnationalism: Controversies Around Islam Nusantara and NKRI Bersyariah”. Guru besar dalam kajian tentang Kurdi yang juga fasih berbahasa Turki ini juga mengucapkan terimakasih kepada Prof. Amal dan Dr. Hamid yang telah menyambutnya dengan baik.

Lihat juga: Kesan Prof Martin terhadap PMDG dan UNIDA Gontor

Prof. Martin senang dapat berkunjung ke Gontor dan Unida. Sebelumnya dia telah banyak membaca tentang Gontor dan bertemu dengan alumniya. Dia menulis: “Setelah sudah banyak mendengar dan membaca tentang Gontor, dan berkenalan dengan banyak alumni Gontor. Akhirnya saya sempat mengunjungi pondok universitas hebat ini” tambahnya. Rakafadel

British Council Indonesia dan Kedutaan Besar Inggris Luncurkan Kemitraan English for Indonesia dengan Gontor

0

SIMANBritish Council dan Kedutaan Besar Inggris Jakarta meluncurkan kemitraan “English for Indonesia” dengan Gontor, sebuah program untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan kapasitas keterampilan bahasa Inggris. Program ini akan membantu mengembangkan strategi dan materi pembelajaran digital yang interaktif untuk para guru Pondok Pesantren Modern Gontor dan dosen Universitas Darussalam Gontor (UNIDA).

Materi pembelajaran digital British Council ini telah dirancang untuk melengkapi pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris untuk semua tingkat kemahiran melalui empat situs web yaitu: LearnEnglish Kids untuk anak-anak dan orang tua, LearnEnglish Teens untuk remaja, LearnEnglish untuk orang dewasa, profesional maupun siswa dan TeachingEnglish untuk para guru yang mencari bahan pendukung pengajaran dan sarana pengembangan pedagogis.

Kemitraan bersama Gontor mencakup program pengembangan kapasitas untuk guru dan dosen bahasa Inggris melalui program Training of Trainers tatap muka dengan Master Trainer dari British Council. Dalam pelatihan tersebut, guru akan terjun secara langsung untuk mempelajari dan mencoba menggunakan strategi dan materi pembelajaran bahasa Inggris yang kreatif, inovatif, cerdas dengan memanfaatkan teknologi digital.

Sebelum sesi Training of Trainers, para guru juga akan mengukur kemahiran bahasa Inggris mereka dengan Aptis, tes penilaian kemampuan bahasa Inggris yang dibuat oleh British Council. Aptis sendiri telah dikembangkan sebagai metode yang akurat dan fleksibel untuk menguji kemahiran bahasa Inggris yang mencakup keempat keterampilan bahasa Inggris – mendengarkan, membaca, menulis dan berbicara, dengan tes tata bahasa dan kosa kata sebagai komponen inti.

Paul Smith, Direktur British Council Indonesia menyampaikan, “Sejak kami meluncurkan English for Indonesia pada pertengahan 2018, program ini telah melatih 500 guru dari 16 kota di 11 provinsi di Indonesia dan membuka kesempatan bagi semua orang Indonesia untuk menggunakan sumber belajar dan mengajar bahasa Inggris digital secara gratis.

Lebih lanjut ia memaparkan, “Kami senang sekali English for Indonesia akhirnya bisa hadir di Gontor. Kami berbagi ambisi yang sama bersama UNIDA, Pesantren Modern Gontor dan jaringan sekolah Gontor untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan yang menegaskan reputasi mereka sebagai lembaga pendidikan terkemuka dan progresif”. Muis

Repost from: http://unida.gontor.ac.id/british-council-indonesia/

Direktur British Council Sambangi Pondok Modern Darussalam Gontor

0

Gontor – Guna meningkatkan hubungan antara Indonesia dan Inggris dalam hal pendidikan dan budaya, British Council selaku organisasi internasional yang bergerak di bidang tersebut mengadakan kunjungan ke beberapa tempat. Beberapa sekolah, universitas, dan instansi yang berkaitan dengan pendidikan dan budaya pernah disambanginya.

Pada Ahad (25/8), Paul Smith, OBE, selaku direktur British Council Indonesia mengadakan kunjungan ke Pondok Modern Darussalam Gontor. Setibanya di Pondok Gontor, beliau disambut oleh siswa akhir KMI yang telah berkumpul di depan aula BPPM. Hadir pula dalam kunjungan tersebut rektor Universitas Darussalam Gontor, Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, MA, dan penulis buku ternama sekaligus alumni Gontor, Ahmad Fuadi.

Dalam sambutannya, Paul Smith, OBE, mengatakan bahwa santri Gontor memiliki potensi untuk menjadi ambassador of Islam atau duta agama Islam bagi Indonesia dan dunia. Selain itu, beliau juga menjelaskan pentingnya belajar bahasa Inggris. Beberapa motivasi tentang belajar bahasa Inggris juga beliau ulas, sehingga menarik para santri yang hadir saat itu.

Di akhir sambutan, beliau membuka sesi tanya – jawab. Beberapa santri yang hadir mencoba untuk bertanya menggunakan bahasa Inggris. Pertanyaan santripun beragam. Ada yang bertanya tentang kondisi Islam di Inggris, cara belajar bahasa Inggris, dan beasiswa untuk belajar di Inggris.

Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan santri Gontor dapat meningkatan mutu dan kualitas mereka dalam berbahasa asing, khususnya Inggris dan Arab. Hal itu sesuai dengan slogan Gontor dalam berbahasa, allughatu tajul ma’had atau bahasa adalah mahkota pondok. ghozinafi

Santriwati Kelas 5 KMI, Sajikan Pergelaran Seni “Drama Arena”

0

RIMBO PANJANG – Drama arena (DA), Sabtu (17/8) malam, merupakan salah satu acara pertunjukan seni yang disiapkan sebagai sarana pendidikan untuk seluruh santriwati, khususnya santriwati kelas 5 Kuliyyatu-l Mu’aliminal Islamiyyah (KMI). DA menjadi media untuk meningkatkan daya kepemimpinan dan kreatifitas santriwati.

Pertunjukan seni DA, tetap dalam bimbingan Wakil Pengasuh PM Gontor Putri Kampus 7, Al-Ustadz Drs. H. Muhammad Ma’ruf Chumaidi beserta seluruh dewan guru. Agar semua unsur yang terkait di dalamnya tetap menjaga nilai-nilai pendidikan yang ditanamkan oleh Gontor; pengarahan, pelatihan, penugasan, pembiasaan, pengawalan, dan uswatun hasanah.

Seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar, dimulai pukul 21.00 dan berakhir pada pukul 01.00 WIB. Sebanyak 23 sajian seni dapat dinikmati bersama oleh para penonton dari santri, dewan guru, wali santri, dan beberapa tamu undangan.

Di akhir acara, Al-Ustadz Ma’ruf menyampaikan penilaian keseluruhan dari penataan panggung, tata rias, hingga pada acara-acara sebagai bahan evaluasi untuk tahun berikutnya. Hasilnya, penilaian secara umum jatuh pada titik nilai B+ untuk Seni Drama Arena 2019. Zahra

Corak Identitas Muslimah di HUT RI ke-74

0

RIMBO PANJANG – PM. Gontor Putri Kampus 7 Riau ikut memeriahkan suasana Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 dengan menyelenggarakan ucapara bendera bersama seluruh santriwati dan dewan guru di Lapangan Utama, Sabtu (17/8) Pagi.

Al-Ustadz Drs. H. Muhammad Ma’ruf Chumaidi, selaku inspektur upacara memimpin jalannya acara mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai. Acara kemerdekaan ini diawali dengan pengibaran bendera merah putih oleh 58 orang Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, pembacaan (Inspektur Upacara), pembacaan teks Pembukaan UUD 1945 (Petugas), dan amanat Inspektur Upacara.

Para petugas dari santriwati tetap memperlihatkan ketegasan dan keanggunan sebagai Ummul Madrasah. Meskipun para petugas mengenakan pakaian muslimah ber-rok panjang, tidak membuat mereka kesulitan bergerak bebas sebagai Paskibraka. Inilah identitas muslimah.

Setelah semua rangkaian upacara 17 Agustus selesai, seluruh santri putri dan dewan guru melanjutkan aktifitasnya sebagimana mestinya, kegiatan belajar mengajar, dan bertugas di sektor-sektor pondok. Meymey

Kiai Syukri: ”Niat yang Baik dan Mencoba Kemampuan Puncak”

0

GONTOR – Manusia itu lemah, namun manusia mempunyai kekuatan kebersamaan dan Allah lah yang menguatkan kita. Semua kekuatan datangnya dari Allah maka kita harus meminta pertolongan kepada-Nya, kekuatan lahir dan batin. Bila kita menghadapi bermacam-macam masalah besar baik pribadi atau kelompok, lembaga atau organisasi, apa yang kita harus kita kerjakan? Kerjakanlah, lakukanlah, dan selesaikanlah secara bersama-sama al-barokatu ma’a al-jamah. Seperti apakah cara atau langkah-langkah nya?

1. Mempunyai i’tikad yang aik

Sebelum kita melangkah pada suatu proses ataupun usaha hendaknya kita mempunyai i’tikad yang baik. Langkah yang baik, dan i’tikad yang baik adalah setengah perjalanan. Kita akan mengarungi perjalanan kehidupan yang lain. Rencana dan planning kamu yang akan datang secara pribadi sebagai guru, atau sebagai pembantu Pondok atau apapun profesi yang baik ketika sudah di masyarakat, maka harus dengan i’tikad dan niat yang baik. Untuk mencipkatan nawaitu yang baik.

2. Ikhlas

Belum tentu dengan niat yang baik itu akan ikhlas. Seperti kirim surat dialamatkan kepada yang terhormat Tuhan. Maka kita membutuhkan alamat yang benar maka kita bacakan asmaul husna, bila kita hanya meminta saja maka sulit akan sampai. Bila jelas Tuhan yang mana, maka akan sampai. Maka semua apa yang kita kerjakan itu juga menjadi lilllah.

3. Melihat dan menguasai permasalahan.

Maka itu saja tidak cukup, banyak orang yang mempunyai niat yang baik dan ikhlas lillah akan tetapi tidak mengetahui apa yang harus dikerjakan, maka kalian harus tahu medan dan pekerjaan yang kalian kerjakan, menjadi guru, menjadi mahasiswa menjadi pembantu pondok. Kenalilah pekerjaanmu dan perjuanganmu. Maka inilah banyak menyebabkan kalah dan patah, terjerumus. Seyogyanya agar dapat mengukur terlebih dahulu, kemampuan ini bisa dikerjakan atau tidak, lihat dulu.

4. Mengukur diri dengan cara disiplin.

Mempunyai kemampuan untuk bertahan dan penuh keistiqomahan, dengan disiplin. Kita sebagai seorang guru kenapa jadi petani.

Ali bin Abi Thalib mengatakan:

الحق بلا نظام يغلبه الباطل بالنظام

Hak atau suatu kebenaran tanpa disiplin maka akan dikalahkan oleh kejahatan yang berdisiplin.

5. Tawakal kepada Allah.

Bila kita sudah mengerjakan segalanya dengan niat yang baik, ikhlas kepada Allah, disiplin, semuanya kita serahkan kepada Allah SWT. Karena fa idza ’azamta fa tawakkal a’lallah.

6. Istiqomah.

Tetap, mantap tidak niat sana-niat sini, hati tidak setengah-setengah. Juga tidak hanya diam saja tanpa mengerjakan apa-apa. Maka kita harus menerima apa yang diberikan kepada kita. Jangan tanggung-tanggung menjadi guru, membantu Pondok, menjadi Pimpian Pondok. Bila kita kerjakan semuanya maka kita meningkat dengan tanpa kita rasakan. Mencoba kemapuan puncak. Kita mempunyai daya dan kemampuan yaitu, daya dorong, daya bertahan, daya penuh inisiatif dan dinamis. biibmufassir

Mencetak Ilmuwan Ulung dari Diskusi Umum Siswa Akhir KMI

0

Gontor – Sebagai lembaga pendidikan yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, Pondok Modern Darussalam Gontor memiliki agenda rutin tahunan berupa diskusi umum. Dalam acara tersebut, santri Gontor –khususnya siswa kelas 5 dan 6- diberi wadah menuangkan ide dan gagasan, serta dilatih untuk mengolah keilmuwannya.

Diskusi umum yang diselenggarakan oleh siswa akhir Kulliyyatu-l-Muallimin Al Islamiyyah (KMI) pada Rabu (21/8) di aula Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) kali ini mengambil judul: “Integrasi Pendidikan Salaf dan Modern dalam Dunia Pesantren”. Bertugas sebagai pemakalah adalah Muhammad Fachry (6F) dan pembanding adalah Luthfi Firdaus (6F).

Seluruh siswa akhir KMI dan juga dewan guru turut menghadiri acara yang penuh dengan nuansa ilmiah itu. Hadir pula dalam acara tersebut Al Ustadz Kholid Muslih, MA –salah satu dosen Universitas Darussalam, Gontor-, sekaligus membuka acara tersebut.

Dalam sambutannya, Al Ustadz Kholid menyampaikan bahwa diskusi umum merupakan salah satu cara Gontor untuk mencapai target – target. Salah satu targetnya adalah mendidik para santrinya untuk menjadi ulama yang intelek, bukan intelek yang tahu agamanya.

Tak hanya itu, beliau juga menyampaikan bahwa dari mimbar yang sederhana ini –diskusi umum-, akan muncul ilmuwan – ilmuwan dan orator – orator yang ulung di mata dunia. Contoh yang beliau ambil adalah perkataan Dr. Hidayat Nur Wahid, alumni Gontor dan juga mantan ketua MPR. “Saya ingat, Dr. Hidayat Nur Wahid pernah menyampaikan bahwa dulu saya tidak mengira bahwa mimbar – mibar di Gontor itu bias mengantarkan saya memimpin mimbar parlemen,” ujar Al Ustadz Kholid disambut dengan tepuk tangan peserta diskusi. ghozinafi

 

Artikel terkait:

Kewajiban Menuntut Ilmu

Pimpinan Pondok Menghadiri Acara Walimah Kader Pondok di Purbalingga

0

Purbalingga–Ahad (25/8), merupakan hari yang indah bagi keluarga Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), dimana salah satu kader Pondok Al-Ustadz Zaky Mubarok, S.Ag bin (Alm) Zainal Arifin melengkapi imannya dengan mempersunting Al-Ustadzah Finis Triani, S.H. binti Sudarto.

Walimah diadakan di kediaman mempelai wanita yang dimulai pada pukul 09.00 WIB, bertempat di Jl. Khayangan 1, Dusun 3, Desa Bojanegara , Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

K.H. Syamsul Hadi Abdan berfoto bersama kedua mempelai dan keluarga

Dihadiri oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal, K.H. Syamsul Hadi Abdan dan beberapa Asatidz Senior, serta keluarga kedua mempelai dan warga sekitar.

Acara dimulai dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, dan penyerahan maskawin seperangkat alat shalat dan emas 3 gram, kemudian dilanjutkan dengan khutbah nikah yang disampaikan oleh ustadz Saiful Anwar, M.Pd. Dalam khutbahnya beliau menyampaikan satu hadist tentang anjuran untuk melangsungkan pernikahan “النكاح سنتي فمن رغب عن سنتي فليس مني (menikah itu sunnahku, barang siapa yang tidak menyukai sunnahku maka dia bukan bagian dari (kaum)ku).”

Setelah khutbah nikah, acara dilanjutkan dengan ijab qobul yang dipimpin oleh K.H. Hasan Abdullah Sahal dan doa yang dipimpin oleh K.H Syamsul Hadi Abdan.

Ijab Qobul dipimpin oleh K.H. Hasan Abdullah Sahal

Pada walimah ini, kiai Hasan menyampaikan tentang keistimewaan pernikahan dalam Islam, beliau berkata, مبرور kepada kedua mempelai atas pernikahannya, yang artinya tanpa cacat dan tanpa aib. Di zaman sekarang susah mencari nikah yang mabrur, tidak ada pernikahan yang lebih sempurna dari pernikahan agama Islam.”

K.H. Hasan Abdullah Sahal saat menyampaikan tausiyah walimah

Pukul 11.00 acara usai, dengan disaksikan oleh para keluarga dari mempelai putra maupun putri dan juga Keluarga Besar Pondok Modern Darussalam Gontor, maka sah sudah kedua calon menjadi pasangan hidup. Semoga kedua mempelai dapat hidup bahagia dan menjadi keluarga yang sakinah mawaddah wa rohmah. Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamin. Ghazna

Diskusi Umum Tingkatkan Kualitas Akademis Siswa Kelas Lima

0

GONTOR–Dalam rangka meningkatkan kualitas akademis siswa kelas lima Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-islamiyah (KMI), pada hari Selasa (20/8) malam diadakan acara diskusi umum untuk seluruh siswa kelas lima yang bertempat di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM). Acara tersebut sekaligus mengawali kegiatan rutin diskusi mingguan mereka yang diadakan setiap hari Kamis malam, dengan petugas yang sudah ditentukan sesuai jadwal masing-masing.

“Acara ini diadakan untuk menunjang kegiatan santri-santri kelas lima, serta meningkatkan kualitas akademis, keilmuan dan pendidikan umum mereka.” ujar Al-Ustadz Dr. H. Imam Bahroni, M.A., M.L.S. saat menyampaikan sambutan pada acara malam hari itu. Di akhir sambutan, beliau juga berpesan agar seluruh peserta dapat mengikuti acara dengan serius dan banyak mengambil pelajaran.

Diskusi umum pada malam itu membahas makalah dengan judul “Peran Pengurus Rayon Dalam Peningkatan Mutu Ibadah santri” yang ditulis oleh Krisna Mustofa Arti Suprapto, siswa kelas 5-B yang sekaligus bertugas sebagai pemakalah. Petugas lainnya yang juga menemani pemakalah adalah Agus Alamul Huda kelas 5-N sebagai pembanding, Andi Chaerullah Sawedi kelas 5-D selaku moderator, dan Krido Tri Tamtomo kelas 5-E yang bertugas sebagai notulis.

Acara dimulai pada pukul 20.15 WIB, diawali dengan sambutan dari Al-Ustadz Imam Bahroni sekaligus membuka acara tersebut, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi dari saudara pemakalah dan beberapa sanggahan dari saudara pembanding

Diakhir pemaparan, moderator memberikan kesempatan kepada penanya sebanyak 6 orang untuk menanyakan tentang materi yang disampaikan. Diharapkan dengan diadakannya acara ini dapat menjadi gambaran bagi seluruh siswa kelas lima akan bagaimana jalannya kegiatan diskusi, sehingga ketika mereka sudah terbagi ke dalam kelompok mereka masing-masing, mereka mampu menjalankan kegiatan tersebut dengan baik dan benar serta mampu mengambil semua pendidikan yang ada di dalamnya. Akmal

ULANGAN UMUM TENGAH SEMESTER 1440-1441 H

0

Gontor Putri Kampus 2-Tepat pada hari sabtu, 24 Agustus 2019 Pondok Modern Darussalam Gontor, melaksanakan Ulangan Umum Tengah Semester yang bertepat di beberapa gedung yaitu Kairo, Saudi, Sudan, dan Istanbul. Ulangan ini berlangsung selama 5 hari, mulai dari hari Sabtu hingga hari Rabu.

            Ulangan ini dilaksanakan bagi kelas 1 hingga kelas 6, seluruh santriwati berpartisipasi dalam ulangan ini. Belajar untuk ujian bukan ujian untuk belajar, pesan inilah yang sering kami dengar dari Bapak Pimpinan maupun Bapak Wakil Pengasuh bagi para santriwati Darussalam, Ulangan ini bertujuan agar santriwati mempunyai bekal dan persiapan yang matang dalam menghadapi Ujian Tengah Semester yang akan datang.

            Harapan dari Bapak Direktu adalah agar nilai santriwati dapat meningkat dari tahun sebelumnya, dan menjadi yang lebih baik. Rahma