Home Blog Page 256

Ketua Badan Wakaf Gontor Hadiri Apel Tahunan Khutbatu-l-‘Arsy di PMDG Putri Kampus 4, Kendari

0

Kendari–Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 4 telah mengadakan Apel Tahunan Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy pada hari Ahad pagi, 6 Agustus 2019. Acara ini diikuti oleh seluruh santriwati dan Guru KMI yang berjumlah 345 orang. Ditambah dengan 3 keluarga rombongan Gontor Pusat yang pada hari sebelumnya menghadiri Apel Tahunan di PMDG Kampus 7, yaitu Al-Ustadz Drs. K.H. Akrim Mariyat, Dipl. A.Ed. sekalian, selaku Ketua Badan Wakaf, Al-Ustadz H. Saepul Anwar, M.Pd. sekalian, Al-Ustadz Dr. Khoirul Umam sekalian, dan Al-Ustadz M. Abdullah Bajuri dari PMDG Putri Kampus 5, Kandangan. 

Khutbatu-l-‘Arsy merupakan khutbah singgasana, khutbah pengenalan yang diadakan untuk memantapkan kepondokmodernan santri dan guru KMI, dengan ini diharapkan seluruh elemen Pondok bisa selalu tajdidunniyyah, memperbaharui niat di setiap waktu dan aktivitas yang dilakukan.

Pagi itu, tepat pukul 07.00 WIB Upacara Apel Tahunan dimulai dengan pengibaran bendera merah putih oleh Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera). Kemudian Al-Ustadz Drs. K.H. Akrim Mariyat, Dipl. A.Ed. menyampaikan Pidato Khutbatu-l-‘Arsy, Amanat Inspektur Upacara. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penampilan music dan beberapa tarian daerah, diantaranya Marcing Band Voice of Riyadhotul Mujahidin (MBVOR), Senam Massal, Tari  dan Atraksi Pramuka. Diakhiri dengan parade barisan Siswa Akhir KMI 2020, barisan konsulat, guru KMI, dan kendaraan Pondok.

Seusai Apel, acara dilanjutkan dengan Kuliah Umum Babak I yang bertempat di Aula Pertemuan Gedung. Diawali dengan sambutan oleh Bapak Wakil Pengasuh, Al-Ustadz Nur Wahyudin, kemudian penyampaiaan materi kepondokmodernan oleh Al-Ustadz Drs. K.H. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed. Acara ditutup dengan penyerahan piala penghargaan kepada Konsulat Terbaik pada Parade Barisan Apel Tahunan. rukh

Khutbatu-l-‘Arsy Dewasakan Kepondokmodernan Santri dan Guru KMI PMDG Kampus 7, Kendari

0

Kendari– Sabtu pagi (5/8), Mengawali Tahun Ajaran Baru 1440-1441/2019-2020, Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 7 menyelenggarakan Apel Tahunan Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy. Kegiatan ini merupakan rutinitas tahunan yang diadakan setiap kampus Gontor diawal tahun ajarannya, dengan maksud untuk mendewasakan kembali pemahaman santri serta guru KMI tentang kepondokmodernan dan sebagai pengenalan Pondok kepada santri baru.

Pada Apel Tahunan kali ini, PMDG Kampus 7 didatangi oleh 3 keluarga Gontor Pusat yang telah hadir sehari sebelum acara. Diantaranya Al-Ustadz K.H. Akrim Mariyat, Dipl. A.Ed. sekalian, selaku Ketua Badan Wakaf, Al-Ustadz H. Saepul Anwar, M.Pd. sekalian, Al-Ustadz Dr. Khoirul Umam sekalian, dan Al-Ustadz M. Abdullah Bajuri dari PMDG Putri Kampus 5, Kandangan.

Tepat pukul 07.00 WIB upacara dimulai, para peserta berdiri rapi dalam barisan dan Inspektur Upacara memasuki panggung kehormatan. Setelah pengibaran bendera, Inspektur beserta rombongan Gontor melakukan inspeksi barisan. Kemudian dilanjutkan dengan penampilan Marcing Band Voice of Riyadhotul Mujahidin (MBVOR), Persatuan Silat Riyadhotul Mujahidin (Persiraj) dan beberapa tarian, diantaranya Tarian Topeng Ireng, Tarian Jaranan, Reog Ponorogo, Ondel-ondel, dan Tarian Malulo. Lalu apel diakhiri dengan parade barisan Siswa Akhir KMI 2020, barisan konsulat, guru KMI, dan kendaraan Pondok.

Seusai acara, seluruh santri dan guru berkumpul di Aula Pertemuan guna mengikuti kuliah umum Babak I. Pada pertemuan ini, K.H. Akrim Mariyat menjelaskan beberapa hal tentang kepondokmodernan dan sejarah berdirinya Pondok Gontor di tanah Kendari. Setelah itu beliau membacakan Konsulat Terbaik pada Parade Barisan dan menyerahkan piala penghargaan kepada mereka. rukh

Pagelaran Seni Drama Arena 52020

0

Gemerlap formasi bintang menghiasi sang malam, menjadi saksi bisu atas jihad mereka, demi mensukseskan acara ini – Drama Arena. Senin, 5/8/19 – penghuni kampung nan damai berbondong – bondong untuk menyaksikan acara ini, seluruh pasang mata menanti – nanti performa santriwati kelas 5. Kilau lighting dan alunan melodi kala itu pun tak kan pernah absen demi serta mertanya dalam pagelaran seni Drama Arena 5’2020.

Choir Drama Arena 2020

Dengan bermottokan “Dari Gontor kami mempersatukan kekuatan demi kedamaian bangsa dan negara,” pagelaran seni ini merupakan salah satu rentetan acara Khutbatu-l-‘Arsy di Pondok Modern Darussalam  Gontor. Drama Arena adalah pagelaran seni dan drama siswi kelas 5 KMI, dengan drama sebagai suguhan utamanya dipadu dengan acara-acara menghibur serta mendidik yang bernafaskan Islami. Demi saling mengenal lebih dalam satu sama lain, memperat Ukhuwah Islamiyah, mengembangkan kreativitas santriwati, dan menyebarkan nilai-nilai Islami yang telah ditanamkan sejak dini.

Di lain sisi, kreatifitas santriwati diapresiakan disini. Dengan nuansa Police yang nampak dari segala sudut atribut, kelas 5 tahun ini membuktikan hal itu. Busana ala polisi serta mobil polisi adalah ikon yang dominan dari tema Drama Arena tahun ini.

 “Semoga dengan kesuksesan acara ini, dapat menyebarkan keberkahan untuk kesuksesan acara-acara pondok kedepannya” tutup Bapak Wakil Pengasuh. WANDA

UNIDA Gontor bersama Bank Indonesia Luncurkan tamam.id

0

UNIDA Gontor – UNIDA Gontor berkerjasama dengan Bank Indonesia melaksanakan soft launching aplikasi virtual market yang bernama tamam.id di Hall Gedung Terpadu lantai 4 UNIDA Gontor, Ahad (4/8).

Beberapa yang hadir dalam acara tersebut Ketua Badan Wakaf Pondok Modern, Drs. KH Akrim Mariyat, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), KH Hasan Abdullah Sahal, Rektor UNIDA Gontor, Prof. Dr. KH Amal Fathullah Zarkasyi, Ketua Yayasan Pemeliharaan dan Pengembangan Wakaf Pondok Modern (YPPWPM), Ustadz H. Imam Shobari, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Bapak Dody Budi Waluyo, Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Pondok Modern (PP IKPM), Ustadz H. M. Adib Fuadi Nuriz, Ph.D., Ketua Forum Bisnis (FORBIS) IKPM Gontor, Ustadz H. Agus Maulana, Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG), serta perwakilan beberapa Kepala BI Cabang dengan beberapa stafnya.

Tamam.id merupakan virtual market yang akan mensinergikan kegiatan jual beli antar pesantren di Indonesia. Halal value chain yang terbentuk di kalangan pesantren diharapkan menjadi percontohan perkembangan Ekonomi Syariah di era digital. Menurut Doddy Budy Waluyo, Bank Indonesia tidak lagi hanya peduli pada masalah inflasi sebagai ujung dari kegiatan ekonomi, akan tetapi BI keluar dari pagar untuk memperhatikan ekonomi di ranah UMKM, khususnya pesantren sebagai komunitas kecil Ekonomi Syariah.

Prof. Dr. KH Amal Fathullah Zarkasyi dalam sambutannya menyampaikan “Kita menginginkan ekonomi syariah bisa bekembang pesat berkembang di Indonesia. UNIDA, sebagai lembaga keilmuan memang sengaja merancang adanya ekonomi Islam yang mengaplikasikan politik ekonomi Islam,” papar Prof. Amal Fathullah.

Sementara itu, KH Hasan Abdullah Sahal dalam sambutannya menekankan pentingnya kemandirian ekonomi dan perintah berbagi dalam Islam. “Tidak ada perintah kepada umat Islam untuk meminta, tapi adanya memberi zakat dan infaq. Tidak boleh meminta,” terang beliau.

Setelah soft launching, peserta yang tergabung dalam Forum Pesantren Alumni (FPA) Gontor dan Forum Bisnis (Forbis) Gontor mengikuti Talkshow “Manfaat Virtual Market dalam Mendorong Ekonomi Pesantren” pada siang hari dan penggunaan aplikasi tamam.id oleh tim IT UNIDA pada malam harinya.

Repost from: http://unida.gontor.ac.id/soft-launching-aplikasi-virtual-market-tamam-id/

KMD: Bekali Pembina dengan Materi Dasar Kepramukaan

0

Madusari–Setelah menampilkan Pagelaran Seni Drama Arena yang begitu spektakuler, siswa kelas 5 langsung difokuskan pada kegiatan Kursus Mahir Tingkat Dasar (KMD). Acara ini diselenggarakan oleh Koordinator Gerakan Pramuka (KGP) untuk seluruh pembina dari siswa kelas 5, yang pada tahun ini berjumlah 717 siswa. Kegiatan berlangsung selama 7 hari, Ahad-Rabu, 4-7 Agustus 2019 yang berlokasi di Bumi Perkemahan (Buper) PMDG Kampus 2, Madusari. Dimulai dengan upacara pembukaan secara resmi pada hari Ahad pagi (4/8) di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM). Kemudian, secara serempak para peserta berjalan menuju lokasi.

Pada KMD kali ini, Panitia yang dibentuk untuk mengurus jalannya acara berjumlah 90 orang. Mereka membagi peserta KMD menjadi 12 unit, yang mana pada tiap unitnya dipandu oleh 3 pramuka dari pembimbing dan KGP dari siswa kelas 6. Selama KMD, para peserta wajib mengikuti seluruh season yang sudah dijadwalkan, karena materi kepramukaan yang disampaikan oleh Pelatih dalam kursus ini akan menjadi bahan mengajar mereka kepada adika-adika di Pondok. Adapun para pelatih sendiri adalah Lulusan Kursus Pelatih Tingkat Lanjutan (KPL), Kwarcab Ponorogo, Lulusan Kursus Pelatih Dasar (KPD) Kwarcab Ponorogo, dengan Asisten pelatih yaitu: para Pembina lulusan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan (KML) Kwarcab Ponorogo.

Selama kegiatan berlangsung, panitia mencermati setiap peserta dan membimbing mereka agar selalu aktif berpartisipasi dalam mengikuti setiap aktivitas di buper. Acara diakhiri dengan Api Unggun Gembira pada hari Rabu malam (7/8) di depan Masjid Jami’ PMDG Kampus 2. Di pagi harinya, para peserta melakukan swepping tempat buper dan bersama-sama kembali menuju Pondok. rukh

Perfotoan Wisudawati Universitas Darussalam Gontor Ke 33 Gontor Putri Kampus 2

0

Rabu (31/7)-Suasana sore yang cerah di kampung nan damai mengawal barisan para wisudawati 33 Prestigious Generation dengan toga kebesarannya guna berapresiasi dalam perfotoan wisudawati. Perfotoan yang di adakan di depan Gedung Kairo itu di hadiri oleh Bapak Wakil Pengasuh Al-Ustadz Umar Said Wijaya, M.Pd dan Bapak Wakil Direktur KMI Al-Ustadz Muhammad Fathan Aziz., Lc serta beberapa guru senior lainnya.

            Sesi perfotoan tersebut di akhiri dengan foto bersama para santriwati yang telah menunggu wali kelasnya dengan membawa segala pernak pernik perfotoan. Tak lupa ucapan selamat atas selesainya studi yang telah di tempuh mereka ucapkan. Semoga ilmu yang telah di dapat bermanfaat dan dapat menginspirasi para mahasiswi guru lainnya.hasnab

Panggung Gembira 694, Sungguh Hidup, Luar Biasa!

0

GONTOR – Tepat pada hari Sabtu (3/8) malam, telah diselenggarakan puncak acara dari seluruh rentetan panjang Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy pada tahun ini, tak lain adalah Pagelaran Seni Akbar Panggung Gembira 694 Prominent Generation yang berkesan sungguh hidup dan luar biasa.

Ada hal lain yang juga spesial dalam acara ini, tidak hanya dihadiri oleh Bapak Pimpinan Pondok, Anggota Badan Wakaf, dan para Ketua Lembaga, namun kali ini kita juga turut kedatangan tamu dari negeri tetangga, beliau adalah Prof. Emeritus Tan Sri Dato Dzulkifli Abdul Razak, selaku Rektor International Islamic University Malaysia (IIUM) beserta seluruh jajarannya, dan juga hadir pada malam hari itu para mahasiswi yang berasal Negara Turki kurang lebih berjumlah 20 orang, yang sedang menikmati proses pembelajaran di Universitas Darussalam (UNIDA), Gontor.

Panggung Gembira 694 bukan sekedar gebyar seni akbar pada tanggal 3 Agustus 2019, namun ia merupakan sebuah pemandangan dari proses panjang berbulan-bulan ikhtiar dari para santri dan guru. Di dalamnya banyak terkandung nilai kebersamaan, pengorbanan, dan perjuangan yang sama sekali tak pernah kenal kata lelah. Maka layaklah jika kegiatan ini menjadi salah satu dari banyak media pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor terhadap santri-santrinya.

Banyak yang berujar bahwasanya kesuksesan Panggung Gembira merupakan salah satu jaminan berjalannya jangka-jangka dan program-program Pondok selama setahun kedepan. Mengapa demikian? Karena jika puncak acara Khutbatu-l-‘Arsy ini sukses, berarti kelas 6 yang notabene nya adalah motor penggerak kegiatan Pondok yang mau berjuang, mau berusaha dengan sungguh-sungguh, bisa mengatur, didengarkan, dihormati, dan dibanggakan oleh adik-adik kelasnya.

Alhamdulillah, Panggung Gembira tahun ini mendapatkan hadiah berupa nilai 10 (Sepuluh) dari Pimpinan Pondok, K.H. Hasan Abdullah Sahal, juga mendapatkan kesan yang sangat baik nan menggembirakan, predikat excellent, dari segenap juri yang hadir untuk menilai seluruh aspek yang ada dalam Panggung Gembira kali ini. Yang mana semuanya ini merupakan hasil pekerjaan kolektif dari seluruh elemen yang telah berpatispasi atas sukses nya penyelenggaraan acara ini. Maka, ini merupakan sebuah kesyukuran bersama yang harus dimaknai dengan baik, agar dapat memacu semangat untuk selalu menjadi garda terdepan dalam menegakkan nilai-nilai, system, program, serta ideologi PMDG sampai nanti di masa kapanpun. biibmufassir

Mahadasa Show 2019: “Shine of Islam, Shine of Ukhuwah”

0

DARUSSALAM—Mahadasa Show merupakan ajang berkarya dan berkreasi seluruh mahasiswa guru Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Acara ini merupakan salah satu rentetan acara Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy yang diadakan setiap tahun di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM).

Di pagi hari, mereka mengajar berbagai pelajaran di dalam kelas menggunakan kemeja berdasi, malamnya mereka tampil menghibur para santri serta tamu dengan penuh talenta dan percaya diri. Sungguh dinamika yang sukar dicari di luar Pondok.

Acara ini berlangsung pada hari Jum‘at malam (2/8). Acara ini diselenggarakan oleh Dewan Mahasiswa (DEMA) bersama panitia dari guru tahun ketiga. Tujuan diadakannya Mahadasa Show ini untuk menggali potensi para mahasiswa guru Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor. Acara ini dihadiri oleh Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal dan K.H. Syamsul Hadi Abdan, serta beberapa Ketua Lembaga PMDG.

Sebanyak 11 acara ikut meramaikan suasana pada malam tersebut, diantaranya: Anoman Obong, Pesona Nusantara, Warkop Nusantara, Mahadasa Band, Liva Music Sonareta, Thailand Icon Dance, dan lain-lain. Selain itu, diadakan pemberian penghargaan kepada beberapa mahasiswa yang berprestasi, diantaranya: staf Dema teladan, anggota Orientasi Studi Pengenalan Kampus 2019 (OSPEK) teladan, dan mahasiswa teladan.

Dengan bermotokan “Shine of Islam, Shine of Ukhuwah”, serta konsep background batik khas Jawa, acara ini dapat menarik banyak perhatian penonton, dari kalangan guru, santri, tamu, dosen, dan guru-guru senior yang hadir ketika acara berlangsung. (Faruq)

Haflah Wuddiyyah Sebagai Arena Perkenalan Dan Kebersamaan

0

MANTINGAN– Dengan usia yang menginjak 29 tahun, PMDGP 1 tetap eksis dengan cara mendidik santri santrinya. Terutama dalam mendidik santrinya yang telah mencapai ribuan dan berlatar belakang berbeda-beda baik dari segi sifat, keluarga dan lain sebagainya.

Salah satu cara untuk memperkenalkan dan menjaga kebersamaan antar santri adalah dengan diadakannya Haflah Wuddiyyah, yang berarti friendship party atau sering disebut Pesta Persahabatan. Acara ini dilaksanakan dari hari Kamis, 20 Juni 2019 hingga berakhir pada hari Kamis, 27 Juni 2019.

Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1, mengadakan 3 kali acara Haflah Wuddiyyah. Pertama, untuk para calon santriwati. Sembari menunggu pengumuman hasil ujian kelulusan, mereka disibukkan dengan berbagai macam perlombaan untuk menambah persatuan dan kebersamaan antar individu. Kedua, untuk para santriwati lama. Di setiap tahunnya, para santriwati menempati kamar yang berbeda-beda hingga masing-masing dari mereka selalu menempati lingkungan dan suasana yang berbeda, maka diadakan acara ini agar mereka dapat beradaptasi dengan mudah dan saling mengenal. Ketiga, untuk para santriwati baru. Individu yang belum terbiasa akan suasana pondok dengan banyaknya teman yang berasal dari bermacam-macam daerah bahkan dari mancanegara membuat mereka sukar untuk mengenal seluruh teman dan hanya berteman dengan beberapa diantara mereka. Hingga diadakan acara ini agar mereka dapat mengenal seluruh teman yang ada disekitar mereka dan bukan hanya beberapa saja.

Haflah Wuddiyyah ini dilaksanakan disetiap rayon yang dibuka bersama-sama antar zona oleh para musyrif rayon masing-masing dan diakhiri dengan pembagian hadiah. Perlombaan yang tidak hanya sekedar lomba tetapi perlombaan yang mana ketika dilihat, didengar dan dirasakan oleh para santriwatinya mencakup pendidikan bagi mereka.

Acara ini sangat berpengaruh pada para santriwati. Perlombaan-perlombaan yang mengandung unsur kebersamaan telah membuat santriwati saling kenal dan tahu. Beginilah cara Gontor mendidik para santri dan santriwatinya.

KH. Hasan Abdullah Sahal: “DA 594, ini DA rasa PG”

0

DARUSSALAM-Ditutup dengan nyanyian lagu “90 langkah” Pagelaran Seni Drama Arena 594, Kamis (1/8) di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) berjalan dengan lancar. “DA 594, ini Drama Arena rasa Panggung Gembira.” Gemuruh riuh tepuk tangan dari para penonton, seluruh siswa kelas 5, dewan juri dan para pembimbing menyambut kesan pertama Kiai Hasan dalam menilai seluruh pementasan dan penyelenggaraan pagelaran ini. Pesan yang disampaikan beliau menjadikan seluruh kelas 5 di atas panggung tampak bangga dan puas terhadap perjuangan dan pengorbanan mereka untuk menyajikan acara ini.

Drama Arena merupakan salah satu dari rentetan acara-acara Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy yang diamanatkan kepada kelas 5 KMI dalam bentuk pagelaran seni, baik dalam pementasan maupun penyelenggaraan. Selain itu, dibalik sukesnya acara Drama Arena ini tidak lepas dari bimbingan dan pengawalan Pembimbing kelas 5 KMI yang saat ini notabenenya  Guru KMI Angkatan ke-5. Bimbingan mereka dimulai sejak kedatangan siswa kelas 5 KMI pada tanggal 6 Syawwal yang lalu. Bahkan bisa dikatakan bahwa persiapan seni akbar ini membutuhan waktu 48 hari.

Acara yang bertemakan “Jiwa dan karakter Gontori, keteladanan sejati, bersama pantang menyerah, menuju ridho Ilahi” ini menjadi spirit perjuangan kelas 5 KMI dalam menyajikan dan mewarnai rentetan pementasan pagelaran seni ini. Beberapa penampilan yang disajikan dalam acara ini yaitu : Gamelan, Hadrah, Master of Ceremony, Tilawah Ayat Suci Al-Qur’an, Drama Peristiwa Sembilan Belas Maret, Choir, Nasyid, Puisi Kolosal, Band 594, Tari-tarian Nusantara (Tari Aceh, Borneo, Neiza Modern Dance, Sasambo, Javanese Folk Dance, Zapin, Metikei Papua Dance,) Tari-tarian Luar Negeri (Tari India, Thailand, robomime, kombinasi), Sundanese, Pandawa 5, Hand Shadow Show, dan diakhiri dengan Drama Kabaret “Al-Akh Din”.

Harapan besar Bapak Pimpinan PMDG bahwa untuk pagelaran seni di tahun mendatang harus lebih baik dari tahun ini. Teringat pesan ayahanda Kiai Hasan Abdullah Sahal “Pagelaran seni itu jangan asal baru, asal beda, dan asal mewah, akan tetapi harus berkualitas dan ada nilai pendidikannya. Kalau sekedar beda, sekedar mewah, banyak yang bisa meniru, tapi kalau berkualitas jarang yang bisa”. Reyzin