Al-Ma’hadu laa Yanaamu Abadan–
Seiring dengan semakin mendekatnya ujian awal tahun di Kulliyatu-l-Mu’allimat
Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2, maka
seluruh kegiatan ekstrakulikuler termasuk kegiatan kepramukaan resmi ditutup
sementara untuk meningkatkan kegiatan belajar yang efektif.
Tepat pada Kamis, 7 Maret 2019 seluruh anggota muda pramuka
Darussalam mengikuti ujian tulis yang di adakan oleh pengurus Koordinator
Gerakan Pramuka Gontor Putri Kampus 2, yang bertujuan untuk mengetahui sejauh
mana keaktifan dan keseriusan santriwati dalam mengikuti kegiatan mingguan ini.
Di penghujung acara penutupan, pengurus Koordinator Gerakan Pramuka
Gontor Putri Kampus 2 membagikan hadiah bagi Gugus depan dengan pioneering
indah, gate terbaik, dan andika serta pembina tergiat dalam kegiatan pramuka
selama setengah tahun terakhir ini. hasnab
DARUL QIYAM – KH Drs Kafrawi Ridwan MA (almarhum) dalam beberapa
tahun terakhir mengalami sakit stroke serta jantung. Selama beberapa bulan
terakhir kondisi kesehatan beliau tidak stabil sehingga mengharuskan beliau
dirawat beberapa kali di pelbagai rumah sakit di Jakarta.
Kondisi kesehatan beliau menurun drastis sejak 28 Januari
2019. Saat itu beliau diharuskan menjalani perawatan intensif di RS Setia Mitra
Jakarta Selatan dikarenakan mendapat serangan stroke, bahkan mengalami kondisi
kritis bebrapa kali.
Selanjutnya guna mendapat penanganan lebih intensif dengan
peralatan medis khusus, beliau dirujuk ke RSUD Pasar Minggu Jakarta Selatan
pada 8 Februari 2019. Alhamdulillah, hingga pekan awal Maret 2019 kondisi
beliau stabil.
Terakhir, pada 12 Maret 2019 beliau kembali mengalami kondisi kritis hingga pada 13 Maret 2019, pukul 15.40 WIB beliau menghembuskan nafas terakhirnya.
Setelah adanya mufakat antara keluarga, Beliau akan dimakamkan di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 6 Darul Qiyam. Rencana Jenazah akan dibawa melalui jalur darat. Tepat pada pukul 09.00 14 Maret 2019 ambulan yang membawa jenazah beliau tiba di PMDG Kampus 6.
Setibanya di PMDG Kampus 6, Jenazah langsung disholatkan oleh pihak keluarga di Rumah barat PMDG Kampus 6, dan juga disholatkan oleh para guru dan santri di masjid jami’. Setelah itu jenazah K.H Kafrawi dimakamkan di pemakaman keluarga yang berada tidak jauh dari PMDG Kampus 6 Darul Qiyam.
INNAA LILLAAHI WAINNAA ILAIHI ROOJI’UUN.
SUMBER : TIM PERAWAT ALMARHUM KH. DRS. KAFRAWI RIDWAN, MA. DAN STAFF SEKRETARIS PMDG KAMPUS 6
Demi meningkatkan kualitas akademis santriwati, Gontor putri 1 tidak pernah berhenti dalam segala kegiatan. Setelah melewati ulangan umum, berbagai perlombaan diadakan untuk menambah kesemangatan santriwati dalam meningkatkan kualitas belajar mereka, salah satunya adalah Hifdzu Nushush.
Hifdzu Nushush adalah perlombaan
yang diadakan setiap semesternya setelah ulangan umum, yang mana diharapkan
dengan adanya perlombaan ini, bukan semata-mata untuk menentukan pemenang,
tetapi terlebih untuk meningkatkan jiwa kompetisi dan semangat belajar, khusunya
dalam pelajaran hafalan, selain itu, juga sebagai pendalaman materi yang
berhubungan dengan Al-Qur’an dan Hadist, seperti shorf, mahfudzot, tafsir dan hadist.
Perlombaan diadakan dalam dua babak; babak pertama (8/2) diadakan penyeleksian
di setiap kelas yang diambil 3 orang sebagai perwakilan dalam setiap kelasnya.
Sedangkan pada babak kedua atau final (14/2), di tempat-tempat yang telah
ditentukan oleh panitia, dalam babak final ini hanya diikuti oleh para
perwakilan dari setiap kelas yang dilombakan dalam setiap angkatan, diikuti
oleh kelas 1 samai kelas 5. Setiap angkatan dibagi menjadi dua kelompok dan masing-masing
kelompok memiliki juara.
Acara ini berlangsung dengan penuh antusias, baik peserta, penonton maupun para guru. Para peserta dapat menjawab dengan baik dan penuh semangat, pertanyaan yang dibacakan oleh dewan juri, meskipun ada beberapa kesulitan yang dihadapi oleh para peserta. Para penonton juga sangat antusias dan semangat dalam memberikan semangat kepada perwakilan kelasnya. Finkar
KANDANGAN, KEDIRI – Peduli akan tantangan generasi milenial di
masa mendatang, Dewan Mahasiswa (DEMA) Universitas Darussalam (UNIDA) Kampus 5,
Kandangan, menggelar seminar bertajuk “Tantangan Generasi Milenial (Dari
Pemikiran Hingga Gerakan)”, Selasa (12/3) siang, di Gedung Auditorium Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 5, Kandangan, Kediri. Pada seminar ini hadir Wakil
Rektor 1 UNIDA, Al-Ustadz Dr. H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil., Ph.D
menjadi pembicara kunci.
Kesyukuran keluarga besar UNIDA Kampus 5 kepada Allah SWT tidak pernah berhenti. Pasalnya, pada periode ini, DEMA Kampus Kandangan berkesempatan untuk mengundang beberapa cendekiawan Muslim Indonesia, diantaranya Dr. Henry Shalahuddin — Direktur INSISTS (Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization) beserta istri, Elizabeth Diana Dewi, B.H.Sc., M.I.R. — Pejabat Dinas Luar Negeri di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, pada 28 Desember 2018. Kemudian, disusul dengan kehadiran Dr. Syamsuddin Arif — Direktur INSISTS, pada 5 Januari 2019. Selanjutnya, kali ini kampus kedatangan Al-Ustadz Dr. H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil., Ph.D — yang merupakan Wakil Rektor 1 UNIDA, Direktur Program Pascasarjana UNIDA, Ketua Program Kaderisasi Ulama (PKU) UNIDA, Direktur INSISTS, Ketua Pimpinan Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), dan Pimpinan Redaksi Jurnal Islamia.
“Ustadz Hamid Mengisi Seminar Tentang Tantangan Generasi Milineal di Gdung Auditorium PMDG Putri Kampus 5, Selasa (12/3)”
“Problem yang dihadapi oleh generasi milenial sebenarnya
sama dengan generasi-generasi sebelumnya. Masalahnya terletak pada generasi
yang menghadapi, dan masalah yang dihadapi oleh generasi ini adalah masalah
diri sendiri (individual problem)”, ujar Ustadz Hamid, begitulah
beliau akrab disapa oleh mahasiswa dan guru lainnya, sebagai muqaddimah pemaparan beliau pada seminar kali ini.
Seminar yang diadakan oleh DEMA Kampus
Kandangan ini diikuti oleh seluruh mahasiswi UNIDA Kampus 5 dan beberapa
perwakilan mahasiswi dari Perguruan Tinggi sekitar daerah Pare, seperti Sekolah
Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pare, Egypt Boarding School Pare,
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri, dan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah
Faqih Asy’ari (STISFA) Pare, yang juga dihadiri oleh Dekan Fakultas Ushuluddin
UNIDA, Al-Ustadz H. Syamsul Hadi Untung, M.A., M.L.S., Kaprodi Studi
Agama-Agama (SAA) UNIDA, Al-Ustadz Asep Awaluddin, M.A., dan banyak lagi lainnya
dari Dosen Fungsionaris Fakultas Ushuluddin UNIDA.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ushuluddin, Al-Ustadz Syamsul
Hadi Untung, M.A., M.L.S., turut berantusias dalam penyelenggaraan seminar ini.
“Alhamdulillah, setelah satu setengah bulan, kita bisa
menghadirkan Bapak Wakil Rektor 1 di UNIDA Kampus 5,
Kandangan. Ini adalah kesempatan yang sangat berharga”, ujar Ustadz Syamsul.
Selanjutnya, Bapak Wakil Pengasuh PMDG Putri Kampus 5, Al-Ustadz Drs. H. Hamim
Syuhada’, M.Ud., juga turut berterima kasih kepada Ustadz Hamid, seluruh dosen, dan panitia acara
yang sudah berjuang untuk mengadakan acara ini.
Seminar yang bertajuk tentang ‘Generasi Milenial’ ini memang menjadi trending topic dalam wacana intelektual. Pasalnya, generasi yang hidup di dunia nyata dan dunia maya ini, hidup dalam segala kemudahan yang ada, dan tak jarang dari mereka yang terlena dan terlalu sibuk dengan dunia mayanya. Sehingga mereka melupakan nilai moral, nilai kemanusiaan, dan bahkan naluri manusia itu sendiri. Maka, perlu dikaji langkah-langkah yang harus dilakukan oleh generasi milenial ini dalam kontribusinya kepada Agama, Nusa dan Bangsa.
“Banyak tantangan-tantangan yang harus dihadapi oleh generasi ini, diantaranya tantangan ekonomi bangsa, tantangan sosial budaya, tantangan pendidikan, tantangan perguruan tinggi, dan tantangan pemikiran dan ideologi. Tantangan terberatnya terletak pada tantangan pemikiran dan ideologi. Banyak paham yang melenceng dari Agama, dan sudah menjadi suatu gerakan massal, seperti praktek LGBT. Maka, dibutuhkan mahasiswa-mahasiswi milenial yang sholeh, adil dan bijak.”, tegas Ustadz Hamid.
Dengan adanya acara ini, diharapkan dapat membangkitkan semangat mahasiswi untuk terus berkarya dan berjuang di jalan Allah SWT, karena orang yang mampu menyelesaikan masalah generasi milenial dan menyebarkan virus kebaikan kepadanya, tak lain dan tak bukan, adalah generasi milenial itu sendiri. Amiin. (Sek. DEMA Kampus 5)
Suasana pagi
di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2 kala itu berbeda dengan
pagi-pagi sebelumnya. Faktanya, Jum’at, 24 Jumadal Akhir 1440H / 3 Maret 2019
pelataran Rayon Bosnia telah di penuhi barisan generasi pengawal nilai-nilai
Gontori dengan seragam birunya yang sudah siap dengan segala pernak-perniknya
guna berapresiasi dalam Perfotoan Angkatan Siswi Akhir KMI 2019.
Kegiatan ini
merupakan kegiatan tahunan yang di adakan di seluruh Pondok Modern Darussalam
Gontor guna pendokumentasian angkatan setiap tahunnya. Dengan tidak
meninggalkan pendidikan penting bagi santriwati yakni pelatihan berorganisasi
dalam mengatur angkatanya serta mempersiapkan segala sesuatu yang di butuhkan
untuk acara besar.
Perfotoan
Siswi Akhir Tahun KMI kali berbeda dengan perfotoan-perfotoan sebelumnya.
Biasanya perfotoan di adakan bersama sama dengan Gontor Putri Kampus 1 di depan
Auditorium Gontor Putri Kampus 1. Namun, perfotoan kali ini di adakan terpisah
di karenakan jumlah Siswi Akhir KMI yang bertambah banyak dengan penempatan
Gontor Putri Kampus 1 di depan Auditorium dan Gontor Putri Kampus 2 di depan
Rayon Bosnia. Setelah perfotoan bersama Bapak Pimpinan usai di lanjutkan dengan
perfotoan angkatan di Gontor Putri Kampus 2 yang bertempat di antara Gedung
Andalusia dan Gedung Alighart serta di depan Gedung Kairo untuk perfotoan antar
kelas.
Inovasi baru
pun terlihat dari segala sesuatu yang telah di siapkan oleh angkatan ini.
Seperti perfotoan dengan membentuk kata Guardian, A-l-jiil A-l-Haamii,
GP 2, 606, 693 dan yang terakhir El-Nihaie. Keceriaan dan kesemangatanpun
terlihat dari angkatan ini, betapa tidak pefotoan yang telah di nantikan selama
6 tahun kini benar-benar dapat terealisasikan. Ditemani dengan drone yang
mengupas tuntas pendokumentasian tersebut, kini merekan resmi
terdokukmentasikan sebagai Siswi Akhir KMI 2019 sebagai Guardian Generation
yang siap mengawal sistem dan nilai pesantren bagi kejayaan umat dan bangsa.hasnab
Guna
meningkatkan pemahaman santriwati dalam materi fiqih khususnya materi pelajaran
ibadah haji, Kulliyatu-l-Mua’allimat Al-Islamiyah (KMI) Gontor Putri
Kampus 2 adakan praktek manasik haji dengan metode Learning by Doing
yaitu belajar sambil melaksanakan. Agar pemahaman santriwari pada materi
tersebut sampai paktek tidak hanya berkutata pada teori.
Kegiatan di
luar kelas ini dilaksanakan selama lima hari mulai Sabtu, 23 Februari 2019
sampai dengan Rabu, 27 Februari 2019. Dan di programkan khusus untuk santriwati
baru yang melibatkan sekitar 231 santriwati dan 11 guru pembimbing. Setiap
harinya, terdapat dua kelas yang mendapat giliran praktek pada jam pelajaran
pertama sampai jam pelajaran keempat.
Untuk
menyamakan presepsi, Kulliyatu-l-Mua’allimat Al-Islamiyah (KMI)
mengadakan pengarahan yang di sampaikan oleh Bapak Wakil Direktur KMI Al-Ustadz
Muhammad Fathan Aziz, Lc untuk para pengajar fiqih dan panitia. Serta di adakan
sosialisasi manasik haji untuk para santriwati baru sebelum kegiatan ini di
mulai.
Replika
Ka’bah, tempat jumrah serta beberapa lokasi yang di tandai sebagai Padang
Arafah, Mina dan Marwah turut di persiapkan untuk kegiatan ini. Agar satriwati
dapat menjiwai dan menghayati praktek Ibadah Haji yang mereka laksanakan. Serta
dapat membangun cita-cita untuk menunaikan Ibadah Haji kelak.hasnab
Pondok Modern Darussalam Gontor Putri mengadakan berbagai kegiatan diantaranya ada berbagai macam lomba yang bertujuan untuk menanamkan rasa berkompetisi, bersaing yang baik atau berfastabiqu-l-khairat. Pondok mengharapkan dengan menanamkan jiwa itu Gontor akan tetap eksis dengan jiwa berkompetisi yang baik, akan maju dan tidak hanya berpuas diri untuk diam dan kemudian jumud, tidak bergerak.
Allah memberikan umatnya berbagai macam kenikmatan untuk disyukuri, cara bersyukur tersebut dengan memanfaatkan sesuai dengan fungsinya. dimaksimalkan dengan disertai ruhu-l-munafasah, ingin bergerak, ingin maju, tidak puas dengan apa yang ada kemudian jumud, kemudian beku.—Pengasuh Gontor Putri Kampus 1 Al-Ustadz K.H Ahmad Suharto M,Pd
Gontor terus bergerak di berbagai program
kegiatannya. Kegiatan proyek pembangunan, tambal sulam, memperindah lingkungan,
peningkatan kualitas pendidikan dsb. Gontor mempunyai cita-cita yang jauh ke
depan, yang dicapai dengan kerja keras. Pondok mengharapkan santrinya tidak
menjadi anak-anak yang mabni, jumud, beku seperti benda mati. Namun, mempunyai spirit untuk
berkembang, untuk majud dengan hidup yang harus bergerak, berkembang, meningkat,
maju kedepan dan memberi manfaat.
Pembukaan Duta Gugusdepan 2019
Untuk meningkatkan pendidikan
akademis maupun non akademis, Pondok mewadahi bakat santrinya khususnya dalam
minat kepramukaan, dengan mengadakan kompetisi Duta Gugusdepan yang diadakan
oleh Koordinator Gugusdepan Gerkan Pramuka yang berlangsung pada tanggal 28
Februari 2019. Setiap perserta yang bertemu di babak final, dibagi
menjadi dua kategori, yaitu kategori penggalang dari kelas 1, 2, 3 dan kategori
penegak dari kelas 1 intensive, 3 intensive dan 4. Adapun rekapitulasi hasil
perlombaan tahun ini dijuarai oleh;
No
Kategori
Nama
Kelas
Asal
1.
Penggalang
Rustita Nugrahaini binti Rusmiyadi
3B
Jember
2.
Penegak
Mila Shofa Munawaroh binti Agus Budi Santoso
4B
Blitar
Alhamdulillah, adanya kompetisi ini diharapkan dapat merangkul seluruh bakat dan minat seluruh santri dengan segala kemajuan pendidikan di Gontor dan menciptakan Pondok laksana ibu kandung yang dimana Pondok dengan guru-guru yang ada, terus mendidik jiwa, rohaniah, spiritualitas, intelektualitas, akhlak, da selalu dapat memberikan apa saja yang anak-anak butuhkan demi kemajuan dan kualitas umat dan bangsa. Alya.
GONTOR – Sejak Sabtu (16/2) hingga Kamis (28/2) lalu, seluruh Siswa Kelas 693 Guardian Generation menghadapi Ujian Lisan Siswa Akhir KMI di Pondok Modern Darussalam Gontor. Ujian Lisan yang dilaksanakan kali ini melibatkan 731 orang Siswa Kelas 6 dan 160 orang penguji dari Guru-guru KMI.
Ujian
ini dilaksanakan dalam 35 ruangan di Gedung Sudan. Dalam rentangan waktu 2
minggu tersebut, setiap Siswa Kelas 6 mendapat jatah masuk ruang ujian sebanyak
7 kali. Tujuh Ujian Lisan tersebut bermaterikan: Bahasa Arab 1 (Insya,
Mutholaah, Nahwu, dan Shorf), Bahasa Arab 2 (Balaghah, Tarikh Adab, dan
Mahfudzat), Bahasa Inggris (Conversation, Reading, dan Grammar), Aqidah (Tauhid
dan Al Adyan), Tarbiyah (Ushul Tarbiyah dan Psikologi), Fiqh (Bidayatul
Mujtahid, Masail Fiqhiyyah, Ayat Ahkam, Ibadah Qouliyah, dan Ibadah Amaliyah),
dan Al-Quran (Tilawah, Tajwid, dan Hafalan Juz ‘Amma).
Melalui segenap pembimbing Guardian Generation, Gontor selalu mengawal, mendampingi, dan mengawasi para siswa akhir ini dalam proses belajar nya. Bentuk pengawalan yang dimaksud di antaranya seperti, keliling belajar malam untuk mengontrol, mendirikan kantin di tempat karantina, membaca absen setiap malam, dan lain sebagainya. Walaupun terasa berat, namun para santri dapat menjalaninya dengan penuh ikhtiar dan kesabaran, dengan segala usaha dan upaya yang mereka istiqomahkan.
Perlu diketahui, bahwa bentuk ujian lisan khusus teruntuk Siswa Akhir di Gontor sangatlah unik. Berbeda dengan tingkatan kelas yang lain. Yaitu, pada setiap sesi pemanggilan langsung diikuti oleh dua orang siswa kelas 6. Mereka masuk ke dalam sebuah ruangan dan duduk di hadapan dua hingga tiga orang penguji. Maka selain menambah wawasan keilmuan, ternyata proses ini juga menghadirkan persaingan ketat bagi sesama teman yang diuji dalam satu ruangan tersebut. Pasalnya, di dalam ruang ujian mereka berdua saling berkompetisi untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh penguji. Meski begitu, persaingan berjalan profesional. Seluruh Siswa sangat antusias dalam mengikuti ujian ini. Habib_HMZ
Gontor–Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) selalu menanamkan
jiwa kemandirian, kepedulian, dan kesungguhan pada diri santri-santrinya dengan
beragam aktivitas, salah satunya dengan Perkemahan Kamis dan Jum’at (Perkajum).
Koordinator Gerakan Pramuka Gugus Depan 15089 pada akhir semester ini telah
mengadakan perkajum sebanyak 3 gelombang dan kali ini adalah yang ke-4, khusus
untuk santri baru.
Kegiatan ini diselengarakan selama 2
hari, yaitu pada hari Kamis–Jum’at, 15-16 J. Tsaniah 1440 / 21-22 Februari 2019
di Desa Tugu, Kec. Mlarak. Diikuti sebanyak 480 peserta, dengan 20 orang
penggalang dan 20 orang penegak di setiap Gugus Depan (Gudep). Panitia penyelenggara kegiatan ini adalah
santri kelas 5 dan pengurus Koordinator Gerakan Pramuka yang berjumlah 44
orang.
Kamis siang (21/2), tepat pukul 14.00 WIB
Al-Ustadz Zaki Mubarok, SPd.I selaku Inspektur Upacara membuka secara resmi
kegiatan perkajum di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), sekaligus
melepas seluruh peserta yang akan pergi ke Bumi Perkemahan (Buper).
Selama perkajum, para peserta dilibatkan oleh banyak aktivitas yang menguji kekompakan dan kepedulian terhadap rekan satu tim, diantaranya adalah : Api Unggun Gembira, Senam Sehat, Lomba Memasak, Hacking, dan Lomba-lomba lainnya “Awalnya, saya kira perkajum itu cuma tinggal di tenda-tenda, kemudian menyalakan api unggun seperti biasa. Ternyata justru lebih dari itu, banyak pengalaman dan pelajaran yang saya dapat, dari bagaimana berjalan bersama dengan teman satu grup, kerja sama tim, dan banyak lagi lainnya, pokoknya seru, the best.” Ujar Bairuni Zawaid santri kelas 1E, salah satu peserta perkajum. rukh
Darussalam- Acara Ambalan Gembira (AG) 2019 berkesan “spektakuler” walaupun hujan deras turun di waktu malam sampai pagi hari sebelum acara dimulai, acara tetap berjalan dengan lancar. Semua ini tidak lain adalah berkat pertolongan Allah SWT dan usaha serta
kerjasama panitia maupun anggota yang ikut berperan dalam menyukseskan acara
ini.
Ambalan Gembira 2019 menampilkan banyak sekali penampilan
yang sangat menghibur seperti Kolaborasi Beatbox Shalawat Milenial, Reog And Roll, Drama Kabaret, Nasyid AG dan masih banyak penampilan lain yang telah sukses memanjakan para penonton
dalam acara Ambalan Gembira 2019.
Ambalan Gembira 2019 adalah acara yang dipanitiai oleh kelas
3 intensif dan kelas 4 sebagai ambalan pramuka yang akan menjadi kaka pembina
di tahun depan. Acara ini bukanlah sebuah pesta melainkan sebuah ajang guna
meningkatkan kreatifitas santri dimana Pondok Modern Darussalam Gontor selalu
mendidik para santrinya untuk selalu meningkatkan kreatifitasnya dan selalu
bekerja dengan ikhlas lillahi ta’ala, seperti yang selalu diajarkan kepada para santrinya “Bondo
Bahu Pikir Lek Perlu Sak Nyawane Pisan”.
Acara Ambalan Gembira 2019 diadakan pada Hari Kamis Tanggal 7 Maret
2019, bertempat di Lapangan 8 Windu Pondok Modern
Darussalam Gontor. Seluruh jajaran
santri kelas 3 intensif kelas 4 beserta para guru pembimbing sangat bersyukur
atas telah suksesnya pelaksanaan acara Ambalan Gembira 2019. Reyzin