Home Blog Page 286

Selamat Jalan Al-Ustadz Nashrulloh

0

Cukuplah rangkaian alphabet itu menjadi saksi

Safar panjang seorang pengembara

Melaut dengan penanya

Tenanglah di ufuk ke haribaan-Nya

Pujangga kami, Ust Nashrulloh

Duka mendalam mewarnai senja Pondok Modern Darussalam Gontor, Jum’at, 28 Desember 2018. Adalah Drs. H. Nashrulloh Zainul Muttaqien, guru kami, putra pendiri Gontor, telah kembali ke haribaan Allah SWT di usia 57 tahun. Beliau wafat di Rumah Sakit Darmo Surabaya pada pukul 16.50 WIB.

Sejak Rabu, 26 Desember 2018, beliau merasakan sesak nafas dan sakit di bagian perut, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Darmo. Pada Jumat pagi, tekanan darah beliau menurun hingga angka 40, setelah diberi penanganan oleh dokter, tekanan darah beliau justru meningkat sampai angka 100. Usai Shalat Jum’at, kondisi beliau semakin kritis, hingga sore harinya beliau kembali kepada Allah SWT.

Ustadz Nashrulloh, kami lebih akrab dengan panggilan “Pak Atul” memang sudah memiliki riwayat penyakit ginjal selama kurang lebih 15 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, beliau harus pulang pergi rumah sakit untuk melakukan cuci darah. Meski demikian, beliau amat sangat aktif dalam pelbagai kegiatan Pondok Pesantren.

Di setiap detail kegiatan Pondok, Ustadz Nashrulloh selalu ada untuk membimbing.

Usai menyelesaikan Sarjana di Universitas Gajah Mada tahun 1988, beliau kembali ke Gontor, tidak lain adalah untuk mengabdikan ilmunya di ladang amal yang telah didirikan ayahnya, K.H. Imam Zarkasyi. Tercatat sejak tahun 1986, beliau sudah aktif mengajar di Institut Studi Islam Darussalam, kemudian pada tahun 1989, beliau juga mengajar di Kulliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah.

Selain mengajar, wawasan dan keilmuan Ustadz Nashrulloh diabdikan di Gontor dalam berbagai bidang kepanitiaan. Beliau sangat aktif dalam berbagai kepanitiaan dan penyambutan tamu besar.

Ustadz Nashrulloh sangat rajin menyapa para panitia di lapangan, kemudian mengevaluasi jika ada kekurangan, kadang “mengangkat suara” jika ada hal yang tak beres. Namun itulah Pak Atul, dengan segala ketegasan dan keberaniannya, mengayomi para junior dengan penuh rasa cinta. Tak bisa dilupakan, bahwa Ust Nashrulloh seringkali memeriksa rambut para calon wisudawan saat gladi dilaksanakan, jika ada rambut terlalu panjang, beliau akan segera memotong di tempat.

Adalah Jurnal Tahunan Warta Dunia Pondok Modern Darussalam Gontor ladang amal beliau yang sangat terasa pengaruhnya. Sejak tahun 1996, Ustadz Nashrulloh aktif menjadi Redaktur Bahasa Indonesia. Hingga 22 tahun sesudahnya, 2018, beliau masih saja menyempatkan hadir di Kantor Penerbitan Wardun untuk sekedar memperbaiki huruf, kalimat, dan tanda baca dalam setiap rubrik berita.  Buku-buku bahasa Indonesia yang digunakan oleh para santri kini juga merupakan hasil olahan ide dari Ustadz Nashrulloh.

Selain Wardun, Majalah Dinding Darussalam Pos dan Majalah Santri Itqan juga melangsungkan penerbitan di bawah arahan Ust Nashrulloh. Hingga usia senjanya, Ustadz Nashrulloh masih aktif mendatangi kantor-kantor penerbitan para santri untuk membimbing dan memotivasi.

Beliau juga menjadi rujukan utama dunia seni di Gontor. Para guru pembimbing Kelas 5 dan 6 selalu meminta nasihat, arahan, dan motivasi dalam urusan konsep mendasar Drama Arena dan Panggung Gembira. Maka tak ayal, jika kesehatan mendukung, beliau pasti menjadi dewan juri dalam dua pentas tersebut. Ustadz Nashrulloh juga mahir dalam mengarang lagu, salah satunya adalah lagu “Ode Untuk Pimpinan” yang dipentaskan dalam Panggung Gembira tahun 2014. Setelahnya, lagu itu seringkali ditampilkan di berbagai panggung.

Kini guru kami telah kembali kepada sang pencipta. Saatnya generasi penerus melanjutkan tongkat estafet. Meski Ust Nashrulloh telah wafat, namun beliau akan tetap hidup dalam memori kami. Tulisan dan petuah beliau akan tetap ada hingga masa tak tentu akhirnya.binhadjid

Gontor Olympiad, diakhiri dengan Meriah

0

Damaskus- Tepuk tangan meriah dari setiap jiwa yang menyambut kebahagiaan. Berjajar tropi penghargaan siap berpindah tangan. Medali sudah siap mengalung. Usai sudah acara besar, Gontor Olympiad telah resmi ditutup yang akan menunggu acara berikutnya. “Ar-rahatu fii tabaadu-l-a’mal”-istirahat adalah pergantian dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya, begitulah gontor dalam bergerak selalu dinamis. Perjuangan yang tak terkira dalam ukurnya telah mendidik memberi pelajaran untuk seluruh oknum yang berjalan. Berbagai perlombaan yang berlangsung dibagi menjadi 4 macam, perlombaan antar rayon, angkatan, konsulat, dan individu.

Perlombaan Volk song "nanana" yang di tampilkan oleh angkatan kelas tiga intensif
Perlombaan Volk song “nanana” yang di tampilkan oleh angkatan kelas tiga intensif dalam lomba divisi kesenian

Gontor Olympiade berjalan dengan lancar selama 1 minggu sesuai harapan panitia, yang dibuka pada hari jum’at(14/12) dan penutupan yang diadakan pada juma’at malam(21/12) yang di hadiri oleh seluruh santriwati darussalalam. Adapaun kejuaraan umum, untuk perlombaan rayon diraih oleh Santiniketan Down dengan ketua rayon Nur’ain Novianty/5C dan Fazati Afida/5B, perlombaan antar angkatan dimenangkan oleh angkatan kelas 4 dengan ketua angkatan Rahmania Rizky/4B dan Rista Ayuna/4C, dan juga konsulat Sumatra menjadi juara umum untuk perlombaan antar konsulat yang diketuai oleh Helmaliyana Putri/5B.

Penampilan dance yang di tampilkan oleh angkatan kelas 2 sebagai juara pada perlombaan "Any Body Can dance"
Penampilan dance yang di tampilkan oleh angkatan kelas 2 sebagai juara pada perlombaan “Any Body Can dance”

Pelajaran non-akademis tak pernah luput dari pembelajaran gontor, selalu seimbang dengan pelajaran akademis yang mengajarkan setiap santriwati belajar tentang pengembangan mental agar berani tampil dan tidak berhenti berkarya yang selalu bertanggung jawab karena otak mereka selalu di pacu untuk berfikir maju kedepan dengan berbagai lomba yang bersangkutan seperti keilmuan, kesenian, olahraga, kepramukaan, dan bahasa. Tak luput dari semua perlombaan, ilmu yang disalurkan sampai kepada empunya karena kreatifitas, dan inovasi sudah terusahakan menjadi benar adanya sebagai olimpiade gontor dan datang sebagai guru terbaik, menjadi sebuah pengalaman. Experience is the best teacher Semoga selalu bermanfaat. hieb

 

Mencetak muslimah yang Sitti-l-kull melalui Duta Nisaiyyah

0

Mantingan- Jum’at (14/12) Gontor Putri Kampus 1  Duta Nisaiyyah kembali dimeriahkan oleh acara “The Election of Skill Delegation”. Acara ini adalah salah satu kegiatan yang menjadi wadah untuk mengekspresikan bakat dan potensi yang dimiliki oleh setiap santriwati, khususnya pada bidang keputrian dengan tujuan mencetak muslimah yang sitti-l-kull yang memiliki jiwa berkompetensi, bermental juara dan berakhlaq mulia. Pondok Modern Darussalam Gontor adalah lembaga pendidikan yang memiliki sistem pendidikan yang komprehensif, komplit dan integratif tetapi sesuai dengan fitrah, dan di Gontor tidak ada pendidikan yang bertolak belakang dengan fitrah, salah satuya adalah kegiatan’Pemilihan Duta Nisaiyah’.

Acara ini merupakan acara Gontor Putri Kampus 1yang sangat penting bagi pendidikan santriwati karena dengan acara ini santriwati dapat menambah wawasan khususnya seputar keputrian serta sebagai modal masa depan untuk menjadi muslimah yang sitti-l-kull. Seperti yang disampaikan  oleh bapak pengasuh Al-Ustadz Ahmad Suharto, M.Pd.I dalam pidatonya: Duta Nisaiyyah adalah Acara yang mana seluruh santriwati harus bisa menjadi duta nisaiyyah, tidak boleh menjadi langganan anak-anak tertentu saja. Pelajaran Nisaiyyah mencakup seluruh kegiatan yang ada di pondok ini, tidak terbatas hanya pelajaran di kelas saja, di setiap tempat dan waktu terdapat pelajaran  Nisaiyyah, dan yang terpenting pelajaran nisaiyyah harus selalu ada di hati, jiwa, fikiran dan benakmu, yang mana, ini berarti bahwa kalian sadar bahwa fitrah kalian sebagai perempuan”.

Kepanitiaan dalam acara ini adalah kelas 6 (bag. keputrian dan kesenian) dan dari kelas 4 dan 3 Intensive, dengan bertemakan “Gontor mengawal sistem dan nilai-nilai demi terbentuknya muslimah yang sitti-l-kull”, yang diikuti oleh santriwati kelas satu sampai dengan empat, setelah melewati beberapa tes yang diujikan, terpilihlah 20 santriwati yang menuju Grand Final dan dibagi menjadi 2 kategori; sighor (Junior) dan kibar (Senior). Finalis sighor terdiri dari kelas 1, 2 dan 3 sedangkan finalis kibar, terdiri dari kelas 1 intensive, 3 intensive dan 4. Untuk kategori kibar, perlombaan ini dijuarai oleh; 1. Fikra Laudita (4B), 2. Azzahra Raihatul (3 Int B), 3. Lulu Afifah (4B), sedangkan untuk kategori sighor, dijuarai oleh; 1. Mudia Dara Aini (3C), 2. Alya Kasim (3B), 3. Nur Izzatul (3B).

Untuk lebih memeriahkGontor Putri Kampus 1an acara ini, panitia mengadakan perlombaan antar rayon, dengan merancang gaun dan hantaran yang bertemakan “adat”.  Yang  menjadi juara dalam merancang gaun dijuarai oleh rayon “Indonesia 4” dan rayon “Oman” menjadi juara terfavorit, sedangkan untuk juara merancang Hantaran dijuarai oleh rayon “Real Maghrib Bawah”. Seluruh santriwati sangat antusias dalam menyambut acara ini meskipun bersamaan dengan Perkemahan Kamis-Jum’at, hal ini terbukti dengan kesemangatan para santriwati dari babak pertama hingga babak terakhir ini. Finkar

 

Rapat Pleno Wantim MUI ke-33 : Indonesia Harus Tetap Tenang dan Berhati-hati Dalam Menanggapi Isu Adanya Penindasan terhadap Etnis Muslim Uighur di Xinjiang, China

0

Jakarta–Rabu siang (26/12), Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) K.H. Hasan Abdullah Sahal kembali hadiri pertemuan Rapat Pleno Wantim MUI yang bertempat di Kantor MUI, Jakarta Pusat. Rapat kali ini adalah Rapat Pleno yang ke-33. Membahas tentang Muhasabah Kehidupan Umat pada Akhir Tahun Miladiyah.

Ketua Wantim MUI, Prof. Dr. Din Syamsudin, M.A. yang berkesempatan hadir pada rapat ini menghadirkan Abdurrahman Muhammad Fakhir, Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Indonesia dan Direktur Jendral Menteri Luar Negeri (Dirjen Menlu) untuk memberikan keterangan serta informasi terkait konflik yang terjadi di Negara China, yang mengakibatkan penindasan terhadap etnis muslim Uighur.

“Dalam setiap menanggapi isu-isu yang terjadi, kami selalu berhati-hati dan memperhatikannya dari semua aspek. Dalam hal ini kami sudah memanggil langsung Duta Besar RRT (Republik Rakyat Tiongkok) untuk memberikan keterangan atas apa yang terjadi di Xinjiang dengan etnik Uighur. Sesuai dengan amanah konsistusi, ketika amanah konsistusi mengatakan ikut menciptakan ketertiban dunia, kita selalu memposisikan diri sebagai solusi, bukan problem. Lalu bagaimana sikap kita? Tentu kita mesti tidak gegabah, hati-hati dalam menyikapinya, pendekatan di belakang layar justru lebih efektif daripada dengan hubungan diplomasi.” Ujar Abdurrahman Fakhir, Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia saat rapat.

Sampai saat ini, Menlu sudah memanggil Dubes RRT, dan akan dilanjutkan dengan mengadakan dialog bersama pemerintahan RRT untuk menyampaikan pemahaman tentang hubungan harmonis umat beragama. Yang dalam hal ini mereka masih kesulitan untuk menerapkannya.

Wantim MUI Menyampaikan Hasil Rapat kepada Wartawan saat Jumpa Pers.
Wantim MUI Menyampaikan Hasil Rapat kepada Wartawan saat Jumpa Pers.

“Dewan Pertimbangan MUI memperihatinkan perkembangan yang terjadi di Provinsi Xinjiang, Republik Rakyat Tiongkok yang didiami oleh entik Uighur dan mayoritas muslim disana. Berdasarkan informasi yang dapat dipercaya dari berbagai kalangan termasuk lembaga-lembaga internasional memang terjadi pelanggaran hak asasi manusia yang berat disana. Memang masalah ini menurut saya complex complicated harus disikapi secara pas, tentu mengkombinasikan antara keyakinan kita tentang kebenaran dan aspek yang bersifat tactis strategis. Ujar Ketua Wantim MUI, Prof. Dr. Din Syamsudin, M.A.

K.H. Hasan Abdullah Sahal dalam rapat juga menyampaikan pendapatnya tentang kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan bagaimana sikap yang tepat dalam menghadapi situasi seperti saat ini. Dimana berita-berita yang dikabarkan oleh media sulit dipercaya, karena yang disampaikan adalah berita yang tidak sesuai dengan fakta dan data. Di akhir beliau berpesan agar berita-berita yang beredar di media masa ini dipublikasikan dengan jelas dan benar. Kemudian rapat ditutup dan diakhiri dengan jumpa pers. rukh

Gontor Kirim Kontingen Ikuti Raimuna Asean Di Brunei

0

BRUNEI–Tahun ini, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengirim kontingennya mengikuti Raimuna ASEAN di Brunei Darussalam.

Penetapan calon Peserta Raimuna ASEAN dengan mengunakan test yang diadakan oleh Majelis Pembimbing Koordinator Harian (Mabikori), dengan musyawarah dan pertimbangan matang, dari sekian banyak pendaftaran hanya 30 orang dari mereka yang diterima sebagai calon peserta Raimuna.

Peserta dibagi menjadi 4 Grup yaitu: grup Muara, grup Belait, grup Tutong, dan grup Temburong, kemudian kegiatan dilanjutkan bersama grup masing-masing.

Adapun kegiatan mereka disana antara lain:

  • Grup Muara: Berkayuh, mengunjungi Pusat Penangkaran Penyu, Climbing, Jungle Track.
  • Grup Belait: Kegiatan Sosial di Panti Asuhan, Game Action, Demo Survival, Kunjungan ke Rumah Panjang, Pengenalan Budaya Brunei
  • Grup Tutong: Kunjungan ke Taman Warisan Tasek Merimbun, Tutong Town Ningt Sightseeing.
  • Grup Temburong: Flying Fox, Climbing, Berkunjung ke Kampung Puni, Kampung Batu Apoi, Kampung Senukoh, Kampung Sibut.

Sebelum berangkat ke Brunei, paara peserta dibekali latihan, di antara pembekalan yang mereka dapatkan berupa latihan dalam skill kepramukaan, seperti cara pemakaian kompas, membuat peta pita, dan lain sebagainya. Untuk pembekalan ini Mabikori bekerja sama dengan Koramil Mlarak, agar lebih intensif dan tepat sasaran. Selain itu mereka juga mendapatkan pelatihan seni budaya, karena setiap negara yang ikut dalam acara ini harus menampilkan kebudayaan dari negaranya masing-masing.

Raimuna ASEAN merupakan salah satu wahana untuk meningkatkan wawasan kepramukaan santri dalam kancah dunia. Selain dari pada itu, Raimuna ASEAN merupakan sarana membuka pikiran santri terhadap kehidupan luar, terutama tata cara hidup dari berbagai macam Negara peserta. Dan juga belajar berbagai macam budaya dari seluruh peserta Raimuna dan menunjukkan kebudayaan Indonesia kepada mereka.

Peserta Raimuna ASEAN seluruhnya berjumlah 386 yang berasal dari beberapa negara ASEAN, di antaranya: Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapore, Vietnam, Philiphina, Myanmar, Laos. Acara dilaksanakan di Berakas Games Village yang terletak di Bandar Seri Begawan.

Acara Raimuna ini diadakan dalam rangka memperingati hari jadi Pengakap yang ke-85 dan kegiatan difokuskan pada khidmat bakti masyarakat dan pengenalan budaya Brunei Darussalam. Acara ini dibuka oleh Sultan Brunei, Hassanal Bolkiah, dan ditutup oleh sang pangeran muda.

Penutupan Raimuna ASEAN diadakan pada hari Senin, 17 Desember 2018, dan juga ditutup dengan pertemuan bersama IKPM Brunei. Sebelum Rombongan Raimuna Gontor kembali ke Indonesia, rombongan mengunjungi negara Malaysia dan Singapura guna mengadakan silaturrahim bersama IKPM, dan juga mengunjungi berbagai tempat, seperti kampus IIUM.

Rombongan Raimuna Gontor terbang kembali ke Indonesia pada hari Jum’at, (21/12) dari bandara KLIA 2, dan mendarat di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, dan tiba di PMDG sore hari dengan selamat. Muis

 

Lapangan Hijau ‘Ganti Wajah’

0

GONTOR – Pondok mdoern Darussalam Gontor (PMDG) senantiasa berkembang setiap tahunnya, hal ini tercermin pada inovasi yang dilakukan di berbagai ranah yang ada di pondok salah satu ranah yang menonjol dalam perkembangannya adalah ranah pembangunan pondok yang dimotori oleh bagian pembangunan. Baru saja rampung pembangunan menara masjid jami’, gedung new satelit, dan juga ada rumah sakit yang sedang dalam tahap pembangunan. Bagian pembangunan Gontor kembali dengan proyek terbarunya yaitu ‘ganti wajah’ lapangan hijau yang terletak dibelakang gedung Indonesia.

Tujuan renovasi lapangan hijau adalah untuk memberikan fasilitas yang terbaik untuk santri dalam berolahraga, hal ini sebenarnya sangat memudahkan kegiatan santri nantinya,  mengingat lapangan sebelumnya memang terbilang tidak memenuhi standar kelayakan lapangan. Menurut Al-Ustadz Qoyyum, sebagai penanggungjawab proyek. Lapangan baru pasca renovasi nantinya mempunyai beberapa terobosan seperti sistem drainase yang baik, berfungsi untuk menyerap air dari permukaan rumput serta penggunaan rumput jenis lamuran untuk permukaan lapangan.

Renovasi lapangan ini sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun lalu, setelah beberapa kali diskusi antara staf Darussalam Gontor Stadium (DGS) dan juga staf pembangunan, kemudian barulah setelah itu disepakati dan diinstruksikan pembangunannya oleh pimpinan pondok. Adapun pelaksanaan renovasi dimulai setelah penutupan kegiatan olahraga menjelang ujian awal tahun di bulan Oktober yang lalu. Ditanya mengenai target selesai renovasi, Al-Ustadz Qoyyum (Staf Pembangunan) menjelaskan bahwasanya lapangan baru ditargetkan selesai pada akhir bulan Desember sampai pertengahan Januari tahun depan.

Alasan lain yang menjadi dasar renovasi lapangan adalah, seperti yang telah disebutkan bahwasanya lapangan lama tidak memenuhi standar kelayakan lapangan hal ini dapat dibuktikan dengan besarnya debit air yang tergenang dikala musim hujan tiba, keadaan tanah yang keras sehingga riskan mencederai santri yang bermain bola.

Proyek ini dikerjakan oleh 35 pekerja yang bertugas dalam merombak lapangan dan dibantu oleh 10 orang pekerja lainnya yang bertugas memasang rumput. Luas lapangan baru ini adalah 50×112 meter dengan total anggaran + 2 Milyar Rupiah.

Nantinya setelah rampung lapangan dipastikan tidak lagi berfungsi menjadi tempat parkir seperti yang biasa terlihat dilapangan sebelumnya. Hal ini dikarenakan fasilitas lapangan yang memerlukan pemeliharaan seperti halnya rumput, sistem drainase, dan lain-lain. Diharapkan dengan begini, lapangan baru terjaga dengan baik.

Al-Ustadz Qoyyum menjelaskan bahwa sebelum ditanami rumput, lapangan terlebih dahulu ditimbun dengan dua lapisan sampai setinggi 50 cm dengan pasir dan batu dilapisan pertama dan tanah wedak yang menjadi lapisan kedua atau permukaan sebelum ditanami rumput. Selain itu menurut beliau, menimbun tanah adalah satu keharusan “penimbunan lapangan kami lakukan mengingat keadaan permukaan lapangan yang lebih rendah daripada permukaan jalan sehingga mengakibatkan mengalirnya air ke lapangan dan menyebabkan tergenangnya lapangan” papar ustadz yang berasal dari Jakarta ini.

Untuk sistem drainase sendiri, proyek ini menggunakan 294 buah pipa bertipe 4 yang ditanam di dalam lapangan dengan jarak tertentu antara satu pipa ke pipa lainnya. Proses pembuatan drainase dilakukan dengan memasukan pipa-pia yang sudah dilubangi terlebih dahulu sebagai jalan masuknya air, kemudian setelah itu baru dilapisi dengan ijuk dan batu koral, yang berfungsi sebagai penghalang masuknya tanah kedalam pipa “apabila tanah masuk kedalam saluran air di pipa maka akan terjadi sumbatan sehingga mengakibatkan proses penyerapan air tidak efektif” terang beliau.

Dengan rampungnya lapangan ini, nantinya, para santri akan mendapatkan beberapa fasilitas penunjang dalam berolahraga. Antara lain, pagar keliling dari material pipa besiyang kuat untuk menahan laju bola keluar, sleanjutnya lapangan baru ini akan dilengkapi dengan penerangan memadai dengan lampu led 150 watt yang akan ditempatkan di 6 titik disekitar lapangan. Tiga titik dibagian timur dan tiga titik dibagian barat lapangan.

Fasilitas lainnya adalah tempat pemain cadangan dan juga official yang baru dipinggir lapangan, serta speaker corong yang akan terpasang disetiap tiang lampu. Dengan banyaknya fasilitas tersebut, maka penjagaan lapangan adalah sebuah keniscayaan. Oleh karena itu staf DGS (Darussalam Gontor Stadium), staf Pengasuhan Santri yang dibantu oleh bagian olahraga dan anggota porpig ditunjuk sebagai penanggungjawab pemeliharaan lapangan baru ini.

Dengan adanya lapangan baru ini banyak harapan dan juga pesan yang disampaikan oleh staf pembangunan. “Semoga dengan adanya lapangan baru ini, santri nantinya dapat lebih tenang dan leluasa dalam berolahraga. Dengan begitu santri juga harus bersama-sama menjaga dan merawat lapangan baru ini. Karena ini adalah amanah dari pondok untuk kita semuanya” tutur Ustadz Qoyyum menutup wawancara. Ahsy

 

 

 

 

Seminar Literatur (HOW TO BE A GOOD WRITER)

0

Mantingan (senin,17/12/18)  kata pepatah “jika ingin mengenal dunia membacalah dan jika ingin dikenal dunia menulislah” dengan itu diadakan seminar literatur oleh bagian diskusi ilmiah dan penerbitan OPPM bersama Al-Ustadz Iskandar Zulkarnaen salah satu alumni gontor yang berkecimpung dalam bidang tulis menulis,dengan bertemakan “HOW TO BE A GOOD WRITER” untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi santriwati dalam menulis.

Seminar diadakan dibalai pertemuan gontor putri kampus 2, siang hari pukul 14.00-17.00, acara berjalan dengan lancar, santriwati menyimak dengan tenang dan baik bagaimana menjadi penulis yang baik dan benar. Kata pembicara Al-Ustadz Iskandar “walaupun kalian santriwati tidak mematahkan semangat dalam tulis menulis dan menjadi penulis yang baik,ketika ingin menulis temukan passion kalian terlebih dahulu dengan itu kalian bisa memulainya, belajar juga menulis dalam bahasa inggris”

20 menit sebelum acara usai, Antusias mereka untuk menyerap ilmu sebanyak mungkin jelas terlihat ketika banyaknya santriwati yang ingin bertanya dalam sesi tanya jawab dengan pembicara. Dengan adanya seminar literatur diharapkan dapat mencerahkan para peserta yang telah memiliki bakat dan dapat menggali bakat-bakat terpendam para peserta yang belum terlihat serta menumbuhkan penulis
-penulis muda islami handal yang mampu mengubah dunia menjadi lebih baik dengan goresan penanya.Fani

KMI Tingkatkan Bahasa Santriwati Baru dengan Tasyji’ul Lughoh

0

Language is our crown istilah ini tidak asing lagi di telinga para santriwati. Karena, hampir semua kegiatan tidak lepas dari unsur pendidikan linguistik (bahasa) mulai dari lingkup yang sempit seperti kamar hingga tempat-tempat umum. Demi meningkatkan kualitas bahasa santriwati khususnya santriwati baru kelas 1 dan 1 Intensif, Kulliyatu-l-Mu’allimat Al-Islamiyah (KMI) Gontor Putri Kampus 2 mengadakan kegiatan Tasyji’ul Lughoh.

Kegiatan ini diisi langsung oleh asatidz dan para guru senior pilihan. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini di laksanakan di dalam maupun di luar kelas dengan pemberian berbagai macam kosakata benda yang ada di sekeliling kita.

Dengan Tasyji’ul Lughoh ini di harapkan para santriwati kelas 1 dan 1 Intensif dapat berdisiplin bahasa dengan meningkatkan bahasa Arab maupun Inggrisnya. Sebagaimana yang kita ketahui Pondok Modern Darussalam Gontor maju dan berkembang karena eksistensinya dalam meningkatkan dan mengembangkan bahasa, terutama bahasa Arab dan Inggris.hasnab

Tasyji’ul Lughoh di luar kelas

HTQ, Menumbuhkan Kecintaan Santri pada Al-Qur’an

0

GONTOR – Ketika Pondok Modern Darussalam Gontor sedang disibukan dengan acara Gontor Olimpiad, JMQ (Jam’iyyatul Qurro) turut meramaikan dengan mengadakan HTQ (Haflah Tilawatil Qur’an). Setiap Rayon Se-Darussalam  mengutus perwakilan setiap lomba, perlombaan ini dibagi menjadi 6 kategori; MurottalahMujawwadahHifdzul Qur’anFahmul Qur’anAdzan, dan Syarhul Qur’an.

Usai babak penyisihan, masing-masing kategori akhirnya menyisakan 3 peserta dari setiap rayon. Dan final tiap-tiap lomba dibagi menjadi 2 waktu. Yaitu hari Ahad (16/12) malam di Aula Rabithah, dengan lomba Fahmul Qur’an (cerdas cermat tentang Al-Qur’an), Adzan, dan Syarhul Qur’an (berpidato dengan menerangkan dan membahas 1 ayat Qur’an).

Final kategori lainnya, yaitu MujawwadahMurattalah, dan Hifdzul Qur’an diadakan hari Kamis (20/12) malam yang bertempat di BPPM sekaligus acara penutupan lomba HTQ ini. Acara malam itu dibuka oleh Al-Ustadz Nur Tsalis. Dengan diadakannya acara HTQ ini, diharapkan dapat menambah pemahaman serta menumbuhkan kecintaan santri terhadap Al-Qur’an.AbuFariz

Data juara HTQ 2018:

Adzan                       Miftahul Amri                   4 – B `                      Yaman

Mujawwadah            Nahidul Barkah                3 – G                        Rayon Indonesia 2/2

Murattalah               M. Naufal Bukhari             2-L                         Rayon Indonesia 4

Hifdzul Qur’an         Aras Alfida                      3 Int B                       Saudi 1/3

 

 

Perluas Wawasan dengan Seminar Fotografi

0

Senin(24/12)- Bagian Fotografi Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) Gontor Putri Kampus 2 selenggarakan Seminar Fotografi  di depan pelataran Rayon Damaskus. Seminar yang melibatkan 300 orang ini bertemakan Woman Generation Revival in The Art of Photography. Al-Ustadz M. Abdul Aziz Fajrul Duha, S.Kom sebagai Pembukaan Seminar oleh Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 2 Al-Ustadz Umar Said Wijaya, M.Pdpembicara menjelaskan bahwa penyelenggaraan acara ini benar-benar di butuhkan oleh santriwati, karena dengan seminar ini minimal santriwati dapat mengetahui anatomi kamera dan cara pengambilan gambar yang baik.

Acara yang dimulai pukul 14.00 hingga pukul 17.00 ini di bagi menjadi dua sesi. Sesi pertama pemberian materi oleh Al-Ustadz M. Abdul Aziz Fajrul Duha, S.Kom yang memaparkan berbagai teknik dasar dalam fotografi dimulai dari sejarah awal fotografi, pengenalan jenis-jenis kamera yang di gunakan dalam dunia fotografi, macam-macam lensa, teknik triangle, hingga cara pengambilan gambar yang baik dan di tutup dengan contoh kreasi foto. Adapun sesi kedua merupakan praktek pengambilan gambar dengan perwakilan dua orang tiap angkatan dan dilanjutkan dengan evaluasi hasil gambar tersebut.

Acara ini ditutup dengan forum tanya jawab. Santriwati terlihat antusias untuk mengetahui lebih banyak tentang dunia fotografi. Tujuan Seminar Fotografi ini bukan hanya untuk menyalurkan hobi dan bakat tetapi juga untuk memperdalam potensi santriwati dalam dunia fotografi.hasnab