Home Blog Page 297

GSD-Ajang Pemupuk Persatuan Kelas 4 Dan 3 Intensif.

0

 

Sambutan Wakil Pengasuh Dalam Gebyar Seni Darussalam
Sambutan Wakil Pengasuh Dalam Gebyar Seni Darussalam

Gontor Putri Kampus 2—Banner besar, woro-woro, serta berbagai pamflet telah terpasang di seantero Darussalam Gontor Putri Kampus 2. Menandakan sesuatu yang ditunggu-tunggu warga Darussalam akan datang dalam waktu yang singkat. Maka pada hari Jum’at (21/9), sorak penonton datang dari area panggung utama Gontor Putri Kampus 2. Gebyar Seni Darussalam atau yang kerap disebut sebagai GSD inilah yang ditunggu-tunggu oleh warga Darussalam, kelas 4 dan 3 Intensif khususnya.

Merupakan ajang bagi kelas 4 dan 3 Intensif, Gebyar Seni Darussalam sengaja diselenggarakan setiap tahunnya untuk meningkatkan kreatifitas santriwati, juga sebagai tolak ukur angkatan serta ‘pemanasan’ bagi angkatan yang akan menerjang Drama Arena di tahun mendatang ini.

Acara utama dalam ajang ini merupakan drama berbahasa Inggris dan Arab. Di tahun ini, kelas 4 yang bertemakan Meksiko mengangkat Judul ”La Tracion De Hyang Moonlight” dan kelas 3 Intensif yang bertema India mengangkat ”When The Feather Return to The Sky” sebagai judul drama mereka.

Dimulai dari pukul 08.00 WIB, acara yang diketuai oleh ketua Bagian Kesenian, Annisa Nur Amatullah (6B) ini berlangsung sangat meriah. Terlihat dari kesemangatan masing-masing angkatan serta antusiasme penonton.

Dari keseluruhan acara, diangkat beberapa penilaian dan evaluasi dari juri, termasuk pemeran terbaik dari setiap angkatan. Pemeran antagonis terbaik jatuh kepada Regita Aulia (3XE) dan Avada Hilwah (4B), pemeran protagonis terbaik jatuh kepada Serene Fawwaz (4B), dan pemeran figuran terbaik diraih oleh Siti Fatimah (3XF). Tidak ada yang menang ataupun kalah, karena ajang ini tidak diadakan sebagai ajang persaingan melainkan ajang pemupuk persatuan.

Grand Opening Gebyar Seni Darussalam
Grand Opening Gebyar Seni Darussalam

 

Rapat Pleno ke-32 Dewan Pertimbangan MUI: Kembali Jujur dan Amanah, Tinggalkan Dusta dan Benci

0

Jakarta–Rabu siang (24/10), Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengadakan Rapat Pleno ke-32 di Kantor MUI Lantai 4, Jalan Proklamasi No. 51, Menteng, Jakarta Pusat. Acara ini dihadiri oleh Prof. Dr. Didin Hafidhuddin, M.Sc. sebagai Wakil Ketua Wantim MUI dan 50 orang anggota lainnya. K.H. Hasan Abdullah Sahal yang termasuk dalam bagian Wantim MUI juga berkesempatan hadir pada rapat pleno kali ini.

Pada Rapat Pleno ke-32, Wantim MUI membahas tentang kejadian bencana alam yang pada akhir-akhir ini melanda sebagian wilayah negara Indonesia, mulai dari hal-hal yang kemungkinan menjadi faktor penyebab terjadinya bencana, sampai bagaimanakah solusi yang tepat untuk menghindarinya, seperti yang telah terjadi di NTB dan Palu. Acara dimulai pukul 13.30 WIB, diawali dengan sambutan wakil ketua Wantim MUI dan dilanjutkan dengan penyampaian pendapat dari tiap orang anggota yang hadir.

Suasana Rapat Pleno ke-32 Wantim MUI.
Suasana Rapat Pleno ke-32 Wantim MUI.

“Pertama, dalam konteks hari-hari ini dusta itu sudah berlapis-lapis, baik yang sifatnya top down atau juga button up yang mengikuti top down itu, dari dusta data-data yang dikeluarkan untuk masyarakat, yang sifatnya itu untuk membohongi. Mereka masyarakat pun membalas juga dengan tipe-tipe yang sama yang dusta yang turun dari top down, masyarakat tidak bodoh, bisa membaca data dan fakta yang sebenarnya.

Kedua, benci itu pasti muncul dari sebuah perselisihan, karena kepentingan dan ego dari kelompoknya masing-masing, ditambah dari dukungan media sosial yang luar biasa, sehingga lengkaplah dusta dan kebencian itu.

Tidak ada yang lain, solusi kita hari-hari ini adalah dengan muhasabah, mengembalikan tentang kejujuran dan amanah, jangan sampai dusta dan benci itu menjadi suatu yang di atas, di depan dan memimpin semua kehidupan kita hari ini. Ujar Al-Ustadz Mukhtar selaku Ketua Umum PP. Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) saat rapat pleno.

Acara berjalan dengan lancar dan hikmat hingga usai, kemudian ditutup dengan doa bersama. rukh

We Born to be Success Seminary

0

Gontor Putri kampus 3– Dewan Mahasiswi (DEMA) Gontor Putri kampus 3 mengadakan seminar pada Jumat, 5 Oktober 2018/ 25 Muharram 1440. Seminar yang mengangkat tema “We Born to be Success” ini berlangsung di aula mini Gontor Putri Kampus 3.

IMG_6261Seminar tersebut dimulai pukul 8.00 sampai 11.00. Panitia menghadirkan Al-Ustadz Fuad Muhammad Zeyn sebagai pembicara pada seminar kali ini. beliau merupakan dosen di UNIDA.

Peserta seminar pada kesempatan ini tidak sebanyak seminar-seminar biasanya, karena adanya mahaguru yang sedang keluar pondok untuk beberapa urusan. Namun hal tersebut tidak menjadi penghalang jalannya acara. Mahaguru yang mengikuti seminar tetap antusias mengikuti hingga penghujung acara tersebut.

Dalam seminar ini beliau menjelaskan bagaimana cara menentukan tujuan hidup kita, cara membangun impian, cara memanajemen waktu agar lebih bermanfaat, cara mengasah kemampuan dalam memimpin dan bagaimana cara untuk konsisten terhadap semuanya. Beliau mengatakan bahwa kekuatan untuk meraih kesuksesan seseorang terletak pada prinsip pengembangan tiap-tiap individu. Seminar diakhiri dengan pemberian kenang-kanangan oleh ketua panitia seminar. Fikra91

Ta’hil Faroidh Bersama Al-Ustadz Abdul Malik Imam Nashirin

0

Karangbanyu– Mendekati ujian awal tahun bagi kelas 6 KMI dengan 15 mata pelajaran, yang salah satunya adalah pelajaran Faroidh. Maka untuk kembali mengingatkan dan lebih memahamkan kelas 6 terhadap pelajaran itu, Staf KMI Gontor Putri Kampus 3 mendatangkan Al-Ustadz Abdul Malik Imam Nashirin sebagai pembicara dalam ta’hil yang diikuti seluruh siswi kelas 6 KMI dan para guru pengajar Faroidh kelas 3 dan 3 Intensif KMI Gontor putri Kampus 3.

Ta’hil faroidh yang berlangsung pada Ahad, 1 Oktober 2018/21 Muharram 1440, yang dimulai pukul 7.00 a.m, hingga pukul 12.30 p.m berlangsung dengan lancar. Para satriwati kelas 6 juga sangat antusias untuk memahami pelajaran faroidh, dilihat dari pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan.

Ustadz Malik mengatakan bahwa ilmu faroidh itu tidak sulit untuk dipelajari asalkan ada kemauan untuk mempelajarinya. Beliau juga bercerita bahwa semasa di KMI beliau mendapatkan nilai rendah untuk mata pelajaran ini. Namun setelah menjadi guru, beliau ada kemauan untuk mengajarkannya. Yang akhirnya membuat beliau harus memahaminya lebih dahulu sebelum mengajarkannya. Dengan mengajarkannya, ternyata semakin menambah kepahaman akan ilmu faroidh tersebut.

Dalam kesempatan ini beliau mengajarkan cara mudah menghafalkan ashabul irsi dengan cara fokus kepada mayit terlebih dahulu, lalu beliau menarik garis ke atas untuk ashabul ushul, garis ke bawah untuk ashabul furu’, dan garis ke samping kanan untuk hawasiul qaribah dan hawasiul baidah, dan di samping kanan untuk zauj atau zaujah

Acara diakhiri dengan doa yang dipimpin langsung oleh beliau. Kemudian dilanjutkan setelah Zuhur pukul 13.45 yang hanya diikuti para guru Faroidh kelas 3 dan 3 Intensif. Hal ini di karenakan para guru tersebut akan menjadi muahhilah kelas 6 yang mana setelah ta’hil bersama para guru faroidh tersebut mereka akan di uji kepahamannya dengan ujian atau Try Out Faroidh. Fikra91

Gontor Putri Kampus 2-Peringati Malam Tahun Baru Hijriyyah 1440

0

Darussalam – Tahun Baru Hijriyyah 1440 jatuh pada 12 September 2018 dengan ketetapan ini Gontor Putri Kampus 2 turut hadir dalam memperingatinya. Setelah shalat isya’ seluruh santriwati dihimbau agar berkumpul di depan pelataran Damskus dengan berpakaian resmi dan sajadah yang terhampar di pundak. Semua berbaris rapi menurut rayon masing-masing bersama menyuarakan takbir sambil membawa beberapa obor yang telah disediakan sebagai pemeriah takbir keliling. Sahut-sahutan takbir memenuhi sepanjang jalan raya depan pondok.

Rute takbir keliling berawal dari gerbang kedua, gerbang Beirut menuju Gontor Putri Kampus 1 melewati rayon-rayon dan berakhir pada jembatan penghubung 2 pondok putri tersebut kubri. Takbir keliling juga dilombakan bersamaan dengan mading Idul Adha antar kelas yang pemenangnya akan diumumkan saat berkumpul nanti.

Seusai takbir keliling, seluruh warga darussalam berkumpul di pelataran Damaskus guna mendengarkan ceramah tentang Tahun Baru Hijriyyah dan juga nasehat dan taujihat yang akan disampaikan oleh Bapak Wakil Pengasuh. Adapun ceramah mengenai Tahun Baru 1440 dibawakan oleh Al-Ustadzah Umi Nur Vianta, S.HI yang dipilih langsung oleh Bapak Wakil Pengasuh, salah satu poin penting dari isi ceramah tersebut adalah “Penetapan tahun Baru Hijriyyah diusulkan oleh Khalifah Umar bin Khattab setelah berbagai kejadian penting yang telah dilalui Nabi salah satunya Hijrah Nabi Muhammad SAW ke kota Madinah sehingga nama kota tersebut berubah menjadi Madinah Munawwirah yang sebelumnya ialah Madinaturrasul.” Ujar Al-Ustadzah umi Nur Vianta, S.H  dalam ceramah yan disampaikannya.Malam Tahun Baru Hijriyyah 1440 H

Al-Ustadz KH.Umar Said Wijaya, S.Ag sebagai wakil pengasuh juga berpesan kepada para santriwatinya agar selalu memperingati Tahun Baru Islam tersebut. Perlahan menanamkan rasa keistimewaan terhadap acara ini agar Muharram yang menjadi tonggak tahun baru juga sebagai batu loncatan setelah 1 tahun aktifitas kita berlalu agar kita sama-sama mengevaluasi dan dapat mengambil banyak pelajaran berharga sehingga tidak terjatuh ke lubang yang sama karena sejatinya laa yaqo’ al-mar’u fii khufrotin wahidatin marrataini.

 

Manasik Haji, Mendidik Santriwati Dalam Realisasi Rukun Islam Ke-5

0

Gontor tak pernah berhenti memberikan segala kunci yang dibutuhkan para santrinya dalam meraih pendidikan. Apalagi pada fase belajar di awal-awal permulaan kehidupan santriwati baru. Dalam masa-masa tersebut, mereka dibekali banyak pengetahuan dasar. Salah satunya adalah mengenai ibadah haji.

Sudah menjadi rutinitas bahwa kelas 1 dan 1 intensif diwajibkan mengikuti manasik haji. Simulasi dari perwujudan Rukun Islam ke-5 ini berlangsung dengan lancar di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2. Pada awal tahun ajaran, manasik haji diperuntukkan untuk santriwati kelas 1 intensif. Sedangkan bagi kelas 1, akan dilaksanakan pada akhir tahun ajaran.

Kegiatan manasik haji diawali dengan presentasi video pengenalan tentang ibadah haji dilengkapi gambar-gambar asli objek tempat pelaksanaannya yakni Makkah dan Madinah. Hal tersebut ditujukan untuk meningkatkan motivasi dan rasa keingintahuan santriwati terhadap ibadah haji. Praktek simulasi dimulai pada pagi hari, setiap kelas mendapatkan waktu masing-masing 2 jam pelajaran. Dalam kurun waktu tersebut, simulasi diawali dengan penjelasan perjalanan menuju ibadah haji, tempat-tempat yang harus disinggahi, ihram, serta rukun-rukun yang harus dilakukan jama’ah haji. Dengan replika Ka’bah dan Maqom Ibrahim, santriwati dapat mempraktekkan thawaf dan mengetahui gambaran tentang letak dan posisi yang harus ditempati. Begitu pula tempat-tempat simulasi haji lainnya. Para guru pembimbing menuntun para santriwati untuk benar-benar memahami langkah-langkah prosesi ibadah haji sebagaimana realisasinya. Santriwati pun tidak kalah antusias untuk mempelajarinya. NISAHABIBATaujihat Pembimbing Sebelum Manasik Haji

Drama Contest –Sebagai Wadah Dalam Meningkatkan Bahasa Arab dan Inggris

0

“Allughatu Taaju-l-Ma’had” motto itulah yang sering disampaikan Bapak Wakil Pengasuh Gontor, bahasa adalah kunci utama kesuksesan, dengan bahasa dapat meningkatkan ilmu pengetahuan modern, bahkan teknologi. Drama Contest adalah salah satu wadah Gontor dalam meningkatkan bahasa Arab dan Inggris, dimana anggota Darussalam memerankan suatu drama menggunakan Bahasa sehari-hari.

Drama Contest di Gontor Putri 2 tahun ini berbeda dengan tahun lalu, Sabtu, 8 Agustus 2018 yang bertepatan dengan tanggal 26 Dzulhijjah 1440 CLI (Central Language Improvement) mengadakan babak penyisihan final di 3 tempat masing-masing zona, diantaranya Lapangan Basket zona Iskandaria dan Damaskus, Panggung Belakang zona Santiniketan dan Madinah, dan di zona oranye rayon zona Syanggit dan Alighart.Pembagian Hadiah Bagi Pemenang Naskah Drama

pada hari senin, 11 September 2018 CLI mengadakan final Drama Contest yang dilaksanakan di Pelataran Damaskus pukul 07.30 WIB. Yang dibuka oleh Bapak Wakil Direktur Gontor Putri Kampus 2. Al Astadz Muhammad Fathan Aziz, L.c. BApak wakil direktur memotivasi santriwati agar mencintai bahasa dan senantiasa menggunakan kosa-kata yang didapat setiap harinya, agar kosa=kata tersebut tidak hilang dengan sia-sia.

Pada final Drama Contest ini, dipentaskan oleh zona Alighart, Iskandaria, dan Madinah. Acara ini berlangsung meriah  Karena diseling acara terdapat pembagian hadiah oleh panitia Gebyar Muharrram. Dimana acara tersebut telah berlangsung seminggu sebelumnya. Diakhir acara ini dewan juri mengumumkan kujuaraan perlombaan dengan juara 3 diraih oleh zona Alighart, juara 2 rirebut oleh zona madinah dan juara 1 oleh zona Iskandaria dengan kejuaraan umum diraih oleh rayon Iskandaria. Erwin

UNIDA adakan Seminar Nasional bersama Prof. Ahmad Mansur Suryanegara (Penulis Api Sejarah)

0

MantiIMG_9679ngan- Jum’at 5 Oktober 2018, Universitas Darussalam divisi Mantingan mengadakan seminar nasional bersama Prof. Ahmad Mansur Suryanegara bertemakan “Sejarah Islam di Nusantara, Fakta dan Distorsi”. Acara ini diselenggarakan di Aula Kuliyyatu-l-Banaat yang dibuka langsung oleh wakil pngasuh Gontor Putri Kampus 1 K.H Ahmad Suharto, M.Pd.I

UNIDA menghadirkan langsung Pakar sejarah nusantara khususnya sejarah Islam, karena pakar sejarah Islam nusantara sangat langka adanya. Bukan hanya tentang pengetahuan, para mahasiswipun mendapatkan pengalaman sekaligus ilmu untuk menghadapi zaman yang kian lama kian dikuasai oleh para penguasa yang mengelabui sejarah. Pasalnya, sejarah sering ditulis oleh para penguasa sehingga mengalami distorsi dengan hanya menulis pesan-pesan dari penguasanya saja.

IMG_9481Sejarah sangatlah penting adanya, karena sejarah menjadi pelajaran dan cerminan bagi generasi setelahnya. “mengapa harus saya sampaikan semua ini? Karena saya akan pergi, orangtua-orangtua akan pergi. Maka milik siapa Indonesia? Milik kalian semua. Saat kalian melahirkan generasi-generasi berikutnya jangan mau dibohongi sejarah. Majapahit tidak sebesar yang kalian kira, Sriwijaya tidak sebesar yang kalian kira, semuanya sudah tidak ada sekarang. Tapi, siapakah yang masih ada dan mempersatukan Indonesia? Hanya Islamlah yang dapat mempersatukan Indonesia hingga saat ini” berikut adalah salah satu tutur kata Prof. Ahmad Mansur Suryanegara.

K.H Ahmad Suharto, M.Pd.I dalam sambutannya, “Buatlah sejarah diri menjadi pembicara yang baik dibicarakan dalam hal yang baik pula. Maka, untuk bisa membuat sejarah harus dapat memberi contoh dan bermanfaat bagi umat dan bangsa”

 Alya.

Tebuireng Angkatan IV 2018 adakan Kunjungan ke Gontor Putri Kampus 3

0

Karangbanyu- Kader pesantren Tebuireng angkatan IV 2018 berjumlah empat orang yang merupakan mahasantri Pondok Aly Hasyim Asy’ari yang masih duduk di semester 5 dan 7 melakukan magang di Gontor Putri Kampus 1 berkesempatan melakukan kunjungan ke Gontor Putri Kampus 3, Jumat, 19 Oktober 2018/10 Shafar 1440 H.

IMG_1897Dalam kunjungan ini, Mahasantri Ma’had Aly hasyim Asy’ari bertukar ide tentang kepembinaan, pendidikan dan pelayanan terhadap santri kepada staf bagian pengasuhan dan KMI Gontor Putri Kampus 3. “Banyak hal menarik dan baru yang ingin mereka terapkan di pesantren Aly hasyim Asy’ari, seperti klub minat bakat untuk pemanfaatan waktu sore agar tidak kosong.” Ujar mahasantri Pondok Aly Hasyim Asy’ari.

Setelah mendapatkan info yang dirasa cukup, mahasantri Pondok Aly Hasyim Asy’ari di ajak untuk melihat dan keliling sekitar pondok sebelum akhirnya kembali lagi ke Gontor Putri Kampus 1. Fikra17

Gontor Persiapkan Ujian dengan Pembagian Tugas

0

GONTOR—Setelah berakhirnya masa belajar mengajar untuk siswa kelas 1—6 Kulliyatu-l-Mu’allimin al-Islamiyah (KMI) di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo, kini para santri PMDG bersiap menghadapi Ujian Syafahi (Ujian Lisan) yang akan dimulai pada dari hari Kamis s.d. Senin, 9 – 20 Shafar 1440/18 – 29 Oktober 2018. Sebelum ujian dimulai, segenap dewan guru beserta seluruh siswa akhir KMI Kelas 6 mengikuti acara pengarahan dan pembagian tugas di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) Selasa (15/10) kemarin.

Ujian Pertengahan Tahun yang diikuti 3.503 orang siswa dari kelas 1—5 KMI kali ini melibatkan 498 orang guru KMI. Dari jumlah tersebut, bertugas sebagai Panitia Ujian sebanyak 11 orang guru, 253 orang guru bertugas sebagai penguji ujian lisan, dan 245 orang bertugas sebagai piket di beberapa sektor dan unit usaha pondok. Di samping melibatkan dewan guru, ujian syafahi juga melibatkan siswa akhir KMI kelas 6 yang berjumlah 746 orang. Diantara mereka ada yang mendapatkan tugas untuk membantu guru-guru menjadi penguji, membantu panitia ujian, dan menjadi piket di beberapa sektor pondok.

Banyak pendidikan yang diperoleh segenap santri dan guru KMI dalam pelaksanaan ujian lisan ini, santri mendapat pendidikan mental dan karakter serta berjuang belajar demi menjawab soal-soal yang di tanyakan oleh para penguji; Guru dan Siswa Akhir yang menjadi penguji, terdidik dari peningkatan bahasa serta kesabaran; Siswa Kelas 6 yang piket di sektor-sektor tertentu mendapat pendidikan bertanggungjawab serta ilmu baru. reyzin