BANJARMASIN- Drs. K.H. Akrim Mariyat menghadiri reuni alumni angkatan 1989 yang diadakan kota Banjarmasin, tepatnya di Aula Kampus Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB). Reuni kali ini adalah yang keenam. Reuni sebelumnya sudah diadakan di Malang. Angkatan 1989 mengadakan 2 macam reuni, tahunan dan 5 tahun sekali, reuni tahunan mereka menyebutnya dengan “Taqohwah Shughro” sedangkan reuni 5 tahunan mereka sebut dengan “Taqohwah Kubro”.
Diantara tokoh-tokoh nasional yang terlahir dari alumni 1989 ini adalah Dr. Muchlis Muhammad Hanafi. Lc., M.A., Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Kementrian Agama dan Prof. Dr. H. Ahmad Khairuddin, M.Ag., Rektor Universitas Muhammadiyah Banjarmasin.
Acara berlangsung selama 2 hari, hari pertama, Sabtu (24/2) yaitu Silaturahim angkatan ’89 bersama IKPM Kalimantan Selatan dengan Drs. K.H. Akrim Mariyat, kemudian pada hari berikutnya, Ahad (25/2), wisata menyusuri Sungai Barito dan sarapan di rumah Anno bersama Walikota Banjarmasin, Bapak Ibnu Sina, S.Pi., M.Si.
Anggota angkatan yang diberi nama Komsol 89 (Komunitas Santri Sholeh) ini, berjumlah 450 orang, 15 dari mereka sudah ada yang wafat. Dalam pertemuan ini,K.H. Akrim Mariyat berpesan, “Gontor adalah lembaga pendidikan, tidak berada di bawah lembaga apapun”. Selain itu, beliau juga menekankan “Jiwa pondok harus selalu dibawa dan dilaksanakan. Jadilah guru di berbagai macam tempat.”
Sudah 28 tahun lamanya mereka tidak saling bertemu, pada reuni kali ini, mereka melepas rindu dengan obrolan hangat, candaan, dan cerita masa lalu di pondok. Suasana haru dan bahagia menyelimuti acara ini, menghadirkan kembali memori lama mereka ketika menjadi santri, pahit-manisnya menjalani kehidupan di Darussalam. Ahsy














Karangbanyu-Ahad,17 Desember 2017. Lomba Public Speaking Contest dan Haflatu-l-Tilawati-l-Qur’an dilangsungkan di Auditorium Gontor Putri Kampus 3, dibuka oleh bapak wakil pengasuh Gontor Putri Kampus 3, Al-Ustadz Suwarno T.M S.Ag. Public Speking Contest merupakan Lomba Pidato 3 bahasa yang diperlombakan untuk siswi KMI mulai dari kelas 1-4 yang telah melewati beberapa tahap penyeleksian hingga menyisihkan 9 kandidat peserta lomba menuju babak final yaitu 3 kandidat berbahasa arab, 3 kandidat berbahasa Inggris dan 3 kandidat berbahasa Indonesia. Sedangkan HTQ adalah lomba membaca Al-Quran dengan bacaan mujawwadah dengan tahap babak final menyisakan 3 kandidat peserta lomba menuju babak final. Acara PSC dan HTQ dilangsungkan secara bersamaan dengan sistem bergiliran sehingga acara dapat tertata rapi.dan berikut pemenang lomba HTQ dan PSC 2017 :
Gontor ingin memebentuk karakter santriwatinya yang berkaliber dan juga menjadikan santriwatinya ahli dalam qiroah. Maka dengan adanya PSC akan melatih santriwati untuk menyampaikan segala argument dan gagasan pendapatnya di depan khalayak ramai dengan tatanan bahasa yang sopan,santun dan rapi. Begitu pula dengan lomba HTQ yang akan meningkatkan santriwati dalam membaca Qur’an yang baik dan benar. GSS91