Home Blog Page 329

Perfotoan Angkatan 2018 : Inovasi bagi Santriwati

0

Suasana malam di Gontor Putri Kampus 2 kala itu berbeda dengan malam-malam sebelumnya. Benar saja, biasanya areal pondok putri ini sudah tampak sepi pukul 22.00 WIB dengan peraturan wajib tidur yang ada. Namun malam itu menjadi malam yang berbeda. Deretan santriwati dengan hiruk pikuknya tampak jelas beraktivitas tepat di depan gerbang Gontor Putri Kampus 2.

Adalah Perfotoan Angkatan yang akan diadakan keesokan harinya. Perfotoan Angkatan adalah kegiatan tahunan yang diadakan di seluruh Pondok Modern Darussalam Gontor guna pendokumentasian angkatan setiap tahun nya. Diikuti oleh seluruh angkatan di Darussalam, dengan tak meninggalkan pendidikan penting bagi santriwtai yakni pelatihan untuk berorganisasi dalam mengatur angkatannya, serta mendidik santriwati untuk dapat mempersiapkan apa-apa yang dibutuhkan untuk acara besar. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme santriwati dalam mengatur barisan angkatannya pada fitting yang diadakan di malam hari.

Perfotoan Angkatan Kelas 1 2018
Perfotoan Angkatan Kelas 1 2018
Perfotoan Angkatan Kelas 2 2018
Perfotoan Angkatan Kelas 2 2018
Perfotoan Angkatan Kelas 3 2018
Perfotoan Angkatan Kelas 3 2018
Perfotoan Angkatan Kelas 1 Intensif 2018
Perfotoan Angkatan Kelas 1 Intensif 2018
Perfotoan Angkatan Kelas 4 2018
Perfotoan Angkatan Kelas 4 2018
Perfotoan Angkatan Kelas 3 Intensif
Perfotoan Angkatan Kelas 3 Intensif
Perfotoan Angkatan Kelas 5 2018
Perfotoan Angkatan Kelas 5 2018

Kegiatan ini diadakan pada Jum’at, 30 Jumadal Ula 1439 H/ 16 Februari 2018 bagi angkatan Kelas 1, Kelas 3, dan Kelas 5 untuk Gelombang Pertama. Sedang Gelombang Kedua diadakan pada Jum’at 7 Jumada Tsaniah 1439 H/ 23 Februari 2018 bagi kelas 1 Intensif, Kelas 3 Intensif, Kelas 2, dan Kelas 4.

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, perfotoan angkatan tahun ini tidak menggunakan triplek dan hasil pamphlet manual oleh hasil tangan santriwati—seperti apa yang diajukan Al-Ustadz KH. Umar Said Wijaya, S.Ag. dalam pidatonya pada Kamis, 22 Jumadal Ula 1439/ 8 Februari 2018 yang menjelaskan bahwa semua hal tidak hanya berpatokan pada kebiasaan-kebiasaan lama, namun perlu adanya inovasi untuk menemukan titik terang yang lebih baik.

Dengan begitu pun, meski santriwati tidak terjun dalam dunia lukis-melukis di atas triplek, santriwati tetap andil dalam pembuatan banner yang mana melatih kemampuannya dalam design graphic lewat gawai.

Bagaimanapun Gontor memang berupaya untuk terus mendidik santri dan santriwatinya untuk berpikir dengan inovasi-inovasi yang ada, dengan tidak melulu mengikuti kebiasaan-kebiasaan lama karena poin nya adalah nilai yang dikembangkan Gontor, bukan materi yang tampak

 

Noorajavi

Pemilihan Ketua Panitia Perpulangan Konsulat Akhir Tahun: Menumbuhkan Jiwa Demokratis

0

Layaknya sebuah kapal yang hendak mengarungi lautan, para penumpang berhak memilih kapal yang seperti apa yang akan mereka tumpangi dan nahkoda handal yang manakah yang hendak mereka percaya guna memimpin perjalanan mereka ke tempat tujuan. Itulah perumpamaan yang tepat untuk Gontor dalam pemilihan demokratisnya.

Delegasi dari Kelas 4 dan Kelas 3 Intensif sebagai Calon Ketua PPAT
Delegasi dari Kelas 4 dan Kelas 3 Intensif sebagai Calon Ketua PPAT

Pemilihan ketua Panitia Perpulangan Konsulat Akhir Tahun Gontor Putri Kampus 2, akhir tahun ini di tangan kelas 4 dan kelas 3 intensif dimana kelas 5 sudah memangkutangankan jabatannya dikarenakan adanya mukimat pondok dan yudisium.

Acara ini dilaksanakan pada hari jum’at, 9 Februari 2018 pada pukul 20.10 s.d. 21.30 yaitu menggantikan jam belajar malam. Masing-masing konsulat berkumpul di tempat yang ditentukan, menyanyikan himne “oh pondokku” dan lagu “Indonesia Raya”  dengan tertib dan khidmat. Dengan pembukan acara yang berisi pesan dan nasehat mengenai dekatnya ujian yang mana harus menjaga kesehatan, keamanan, dan belajar yang intensif, oleh masing-masing pembimbing konsulat.

Masing-masing anggota menerima kertas pemilihan dengan menuliskan 2 nama delegasi konsulat sebagaimana kriteria yang mereka harapkan dan dengan kemauan diri sendiri untuk memilih tanpa paksaan dan dorongan yang datang dari pihak lain.Gedung Granada A, Kairo dan Istanbul terasa menyesuaikan adanya acara tersebut dengan suasana hening dan damai.

Penulisan nama-nama delegasi oleh anggita konsulat
Penulisan nama-nama delegasi oleh anggita konsulat

Akhir acara ini ditutup oleh ketua konsulat dari kelas 5 dengan penyampaian beberapa pesan yang terlintas di benaknya agar masing-masing menumbuhkan ukhuwah sesama konsulat dan memupuk jiwa semangat belajar untuk mencapai tujuan. Erwin

Pesan dan Kesan Kelas 6 : Sampiakan Pendidikan Lewat Kalam

0

Serambi Gedung Damaskus sore itu membisu. Serambi yang juga dijadikan sebagai Masjid Gontor Putri Kampus 2 kala itu diam—tak seperti bagaimana seharusnya, penuh dengan sahut-sahutan suara santriwati yang menilawahkan ayat-ayat Qur’an. Rupanya, tepat di depan mimbar tampak sekawanan kelas 6 berdiri tegap dengan senyuman yang merekah.

Delegasi dari Kelas 6 Inspiring Generation menyampaikan kesan dan pesan di depan seluruh santriwati Darussalam
Delegasi dari Kelas 6 Inspiring Generation menyampaikan kesan dan pesan di depan seluruh santriwati Darussalam

Tepat pada Jum’at, 23 Jumadul Ula 1439 H/ 9 Februari 2018 sebanyak 5 orang Kelas 62018 maju ke depan khalayak mewakili angkatan Inspiring Generation untuk menyampaikan beberapa patah kata sebelum keberangkatan mereka menuju medan perjuangan baru Karantina Kelas 6 yang tahun ini berletak di Gedung Qatar. Mereka adalah Amalia Nur Afasa, Qurratul A’yun, Aisyah Sabrina, Mega Melani, dan Nur Banatul Awalia.

Acara dimulai tepat pukul 17.15 WIB, mengambil sedikit waktu sebelum Syair Abu Nawas dikumandangakan. Kelima sekawan yang maju kedepan maju dengan santai namun tetap disegani dan menyampaikan semua hal dengan paduan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Begitulah Gontor dalam melahirkan generasinya. Menciptakan generasi paham agama, luas wawasan, serta pandai berbahasa. Karena dengan ketiga hal itulah, santri dan santriwati Gontor dapat menyampaikan dakwah yang dibutuhkan dunia.

Selain itu, penyampaian kesan ini menjadi yang ketigakalinya bagi Gontor Putri Kampus 2 dalam menyampaikan kata perpisahan  dan do’a bersama oleh siswi akhir KMI, melihat bahwa angkatan 2018 tak lain kelak akan menjadi alumni ke 5 Gontor Putri Kampus 2. Karena dengan kalam-kalam yang disampaikan, diharap dapat memotivasi anggota Darussalam untuk belajar lebih, berikhtiar lebih, san bertawakkal lebih, hingga dapat mencapai apa yang kini mereka lihat dari siswi akhir KMI. Karena dengan jelas, Gontor telah mendasarkan “Apa yang kau lihat, apa yang kau dengar, dan apa yang kau rasakan adalah pendidikan”

 

Noorajavi

Pelajaran Sore sebagai Instrumen Pembelajaran Santriwati kelas 5

0

Rabu, 31 Januari 2018, Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2 mengadakan pengarahan Pelajaran Sore untuk kelas 5. Patah Tumbuh Hilang Berganti, dengan berpindahnya lapangan perjuangan kelas enam ke Medan akhir perjuangannya, yaitu karantina siswi akhir KMI. Gontor  mengestafetkan nilai-nilai pendidikan kepada santriwatinya khususnya kelas 5 KMI, agar mereka dapat menerapkan ilmu yang telah mereka dapatkan, “At-Ta’allumu bit Ta’lim” Belajar dengan mengajar itulah yang sering Bapak Wakil Direktur KMI Pondok Modern Darussalam Gontor

Pengarahan Pelajaran Sore yang disampaikan oleh Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 2  Al Ustadz H. Umar Said Wijaya, S.Ag
Pengarahan Pelajaran Sore yang disampaikan oleh Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 2 Al Ustadz H. Umar Said Wijaya, S.Ag

Putri Kampus 2 Al-Ustadz Drs. H. Muhammad Fauzi, M.Ud.

Pengarahan ini diadakan di pelataran Rayon Damaskus pukul 20.00 WIB yang dihadiri oleh seluruh angkatan kelas 5 KMI, para pembimbing pelajaran sore, beserta seluruh guru senior dan asatidz. Pengarahan ini dibuka oleh Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 2 Al Ustadz H. Umar Said Wijaya, S.Ag dan dilanjutkan oleh Bapak Wakil Direktur KMI PMDG Putri Kampus 2 Al-Ustadz Drs. H. Muhammad Fauzi M.Ud

Pelajaran sore di Gontor adalah suatu bagian yang tidak bisa dihilangkan karena ia sudah menjadi kurikulum di Gontor, apalagi sekarang ini materi pelajaran sore tercangkup dari seluruh materi pelajaran pagi. Al ma’hadu La yanamu Abadan. Erwin

Hidupkan Seni dengan ART SHOW

0

Pelataran Damaskus-seni tidak akan mati, jiwa seni harus tetap bertumbuh. Hari lama yang ditunggu pasti oleh santriwati akhir KMI, Jum’at(12/01) sebagai apresiasi akhir kepada darussalam sebelum akhirnya mereka harus berjuang di ranah lain. Art show menjadi kenangan yang terkenang karena pastinya semua siswi akhir KMI berkecimpung dalam kesuksesannya, yang tak kurang dari 200 anggota inspiring generation, Gontor putri kampus 2. Art show penuh warna dengan berbagai acaranya seperti dance, fashion show, dan flashmop. Juga dibarengi dengan lomba memasak antar konsulat. Bahagia

acara fashion show, acara dalam art show
acara fashion show, acara dalam art show

Toska yang sesak akan ramai riuh semangat menjadi bukti akan kesuksesan acara dalam membawa penonton masuk ke dalam menikmatinya. Kesuksesan art show tak lepas dari kesuksesan si nahkoda, Nisa Habibah/6C, Safira Annisa/6B, Luthfina Al-aliyah/6C dalam membawa para awaknya menenggelami dalam penghayatan untuk membawa apresiasi yag baik. Dimulai dengan sholawatan yang mendapat respon apik sampai pada ujungnya flashmop. Dan lomba memasak dengan konsulat Kalimantan yang membawa tropi juara pertama. Art show pun sebagai tempat untuk anggota OPPM dan Koordinator untuk mengekspokan kepunyaan mereka dalam bazar.

semangat penonton dalam menikmati acara art show
semangat penonton dalam menikmati acara art show
OPPM dan Koordinator Expo
OPPM dan Koordinator Expo

حركتنا عبادة و فن و ذوق و أخلاق”” satu dari pegangan, bahwa gerakan kita adalah ibadah, seni, rasa, dan akhlaq. Gontor selalu bergerak dan bergerak, tak berhenti. Berhenti berarti mati, bergerak selalu membuahkan seni. Seni akan menggerakkan setiap insan untuk peka terhadap suatu rasa. Seperti yang dituturkan oleh bapak Pimpinan, Al-Ustadz Hasan,“Teruslah bergerak mencari bakat membuat seni, jangan sampai rasanya mati. Melatih bakat tidak hanya satu, kalau cuma satu dan tidak terlatih jadi tidak bisa berkarya mengeluarkan seni”-hieb

Amaliyah Tadris Perdana : Lahirkan Guru yang Ideal

0

Mantingan—Menjadi guru yang ideal adalah salah satu tujuan Pondok Modern Darussalam Gontor dalam melahirkan generasinya.  Karena dengan guru yang ideal, akan lahir generasi yang ideal pula. Ideal dalam bertindak, berpikir, dan bergerak

Pembacaan nushus muthalaah dalam Amaliayah Tadris Perdana dengan judul "Taariku-l-Kursiyyi"
Pembacaan nushus muthalaah dalam Amaliayah Tadris Perdana dengan judul “Taariku-l-Kursiyyi”

Adalah Amaliyah Tadris, suatu kegiatan praktek mengajar yang diwajibkan oleh Pondok Modern Darussalam Gontor bagi seluruh santri dan santriwati kelas 6 yang dalam waktu dekat akan berpindah amanat menuju almamater yang baru. Dengan tujuan untuk menyempurnakan pemahaman dalam kegiatan ajar-mengajar, Gontor mewajibkan seluruh santri dan santriwatinya untuk menempuh praktek mengajar, Amaliyah Tadris.

Seluruh kelas 6 berdiri sebagai pengawas untuk mencatat hal-hal yang terjadi selama Amaliyah Tadris
Seluruh kelas 6 berdiri sebagai pengawas untuk mencatat hal-hal yang terjadi selama Amaliyah Tadris

[dropcap][/dropcap]

Tepat pada Rabu, 28 Jumada-l-Ula 1439 H/ 14 Februari 2018 Gontor Putri Kampus 2 mengadakan Amaliyah Tadris Perdana di bawah bimbingan Bapak Wakil Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2, Al-Ustdaz KH. Umar Said Wijaya, S.Ag, serta Bapak Wakil Direktur Kulliyatu-l-Mu’allimat Al-Islamiyah, Al-Ustadz KH. Muhammad Fauzi, M.Ud oleh dua delegasi terpilih dari Angkatan kelas 6 Inspiring Generation, Pricillya (6B/ Jakarta) dan Amalia Nur Afasa (6B/ Purwokerto). Keduanya diadakan di Serambi Gedung Damaskus Gontor Putri Kampus 2 serta Aula Universitas Darussalam Gontor yang berletak di areal Gontor Putri Kampus 2 dengan mata pelajaran Muthala’ah yang disampaikan kepada kelas 2B dan kelas 1 Intensif B, dengan dihadirkan seluruh anggota angkatan untuk mengawasi apa yang berjalan dalam kegiatan tersebut, bila ditemukan kesalahan, maka akan dicatat dan dipertanggungjawabkan di akhir amaliyah. 

Begitulah cara Trimurti mendidik generasi idealnya. Amaliyah tadris adalah cara terbaik yang dirancang Trimurti untuk memperbaiki sistem pengajaran yang dianggap belum memuaskan. Karena bagiamanapun, semua orang adalah ada untuk menjadi guru dimanapun berada—mengutip apa yang disebutkan oleh Trimurti, “Dimanapun kau berada, maka mengajarlah”.

 

 

Noorajavi

Kiai Syamsul Hadiri International Conference on Quds

0

SIMAN–Ahad (25/2) K.H. Syamsul Hadi Abdan hadir dalam International Conference on Quds di Universitas Darussalam (Unida) Gontor Kampus Pusat. Konferensi ini mengundang keynote dari Pakistan, dia adalah Presiden International Islamic University Islamabad, Prof  Dr Ahmed Yousif Ahmed Al Draiweesh. Konferensi dengan nama resmi “International Conference on Quds; History, Position, and Sovereignty” ini diadakan sebagai bentuk solidaritas dan kontribusi mahasiswa Unida Gontor terhadap proses penyelesaian konflik di Palestina.

“Saya berharap konferensi ini dapat memberikan kontribusi dalam melahirkan solusi bagi Palestina dan khususnya Al-Quds,” ungkap Kiai Syamsul dalam sambutannya menggunakan bahasa Arab.

Hal senada juga disampaikan oleh Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A, Rektor Unida Gontor, “Permasalahan Al-Quds bukanlah hanya permasalahan umat Islam, tapi permasalahan seluruh bangsa pecinta damai dan seluruh bangsa yang memiliki komitmen terhadap kemerdekaan.” Lanjutnya, maka dibutuhkan solusi untuk konflik Palestina.

Dalam Konferensi ini, Prof. Dr. Ahmed Yousif Ahmed Al Draiweesh menyerukan persatuan negara-negara Islam, karena itu adalah kunci untuk kemerdekaan Palestina dari penjajahan. Beliau juga mengajak seluruh peserta untuk berdoa bersama untuk tujuan itu. AaRum

Improve Your Language In Queen And Princess Of Language

0
Salah Satu Peserta Princess of Language Sedang Berusaha Menaklukkan Soal Yang Ada
Salah Satu Peserta Princess of Language Sedang Berusaha Menaklukkan Soal Yang Ada

“اللغة تاج المعهد”, bahasa adalah mahkota pondok. Pepatah ini sudah tidak asing lagi untuk didengar oleh telinga para penghuni Darussalam. Yang mana Bahasa Arab dan Inggris merupakan bahasa sehari-hari, jadi sudah merupakan suatu keharusan bagi seluruh warga Darussalam untuk memelihara dan menjaganya. Jum’at, 10 Rabi’ul Akhir 1439 H yang bertepatan dengan 29 Desember 2017 H, yang salah satunya yaitu dengan adanya kompetisi Princess dan Queen of Language ini yang merupakan fasilitas dan pengantar dalam hal pendidikan, peningkatan jiwa saing serta pengembangan bakat khususnya dalam kecakapan berbahasa.

Salah Peserta Queen of Language Tengah Menjawab Pertanyaan
Salah Peserta Queen of Language Tengah Menjawab Pertanyaan

 

Para kontestan dibagi dalam 2 kategori, yaitu kategori Queen yang mencakup kelas 3,4, dan 3 Intensif dan juga kategori Princess yang terdiri dari kelas 1,2,3, dan 1 Intensif. Pelaksanaan untuk kategori Queen digelar di pelataran depan rayon Damaskus dengan jumlah finalis 6 peserta dan dalam kategori Princess yang dilaksanakan di samping rayon Damaskus B dengan jumlah finalis 8 peserta.

Kendatipun acara memakan durasi yang sangat panjang, dari mulai jam 07.00 – 11.00 WIB, para spektator dari mulai kelas satu hingga para dewan guru yang hadir masih tampak antusias dalam menyaksikan acara ini. Beragam ekspresi seperti halnya haru bahagia, tegang, panik, sampai riuh terlukis di setiap raut wajah para penonton.

 

Miss of Language 2018
Miss Language 2018

 

Selepas melampaui persaingan secara ketat, predikat Queen of Language berhasil di renggut oleh ananda Naila Ilma Kauna peserta dari kelas 4B, sedangkan Princess of Language di sabet oleh ananda Rizki nur Amalina dari kelas 2B. Yang akhirnya di nobatkan menjadi Master of Language 2018-2019. hanin_y

Pengukuhan Koordinator 2019 Membekali Calon Anggota Koordinator Secara Mental dan Spiritual

0

Patah tumbuh hilang berganti, Mau dipimpin dan siap dipimpin. Sabtu 20/1/18, calon anggota koordinator baru yang berjumlah 27 orang sudah duduk rapi sejak pukul 20.00 WIB di depan gedung Beirut guna mengikuti pengukuhan yang akan disampaikan langsung oleh Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 2 Al-Ustadz K.H Umar Sa’id Wijaya S.Ag dan Bapak Wakil Direktur KMI Gontor Putri Kampus 2 Al-Ustadz Muhammad Fauzi M.Ud. Acara ini juga dihadiri oleh para Asatidz dan Ustadzah pembimbing Koordinator.

Penandatangan Surat Perjanjian
Penandatangan Surat Perjanjian

Acara dimulai dengan pembacaan janji oleh ketua (Fella Rosi/5D) dan wakil ketua  (Nurul Huda /5B) koordinator 2019 dan dilanjutkan dengan bagian-bagian lainnya dalam koordinator. Mereka menyatakan siap dan patuh kepada Bapak Wakil Pengasuh dan Bapak Wakil Direktur serta para Asatidz dan Ustadzah selaku pembimbingnya. Mereka berjanji untuk menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Pengukuhan berlangsung dengan khidmat. Para anggota koordinator yang baru dibekali dengan kiat-kiat agar menjadi anggota koordinator yang amanah dalam menjalankan tugasnya. Selain itu, mereka juga mendapatkan nasehat dari Bapak Wakil Pengasuh berbeda-beda sesuai dengan bagiannya masing-masing.

“Menjadi anggota koordinator tidak menjadi jaminan kamu bisa naik ke kelas 6, maka kalian tetap butuh belajar yang tekun dan berdoa, disamping itu kalian juga harus menjalankan amanah dengan sebaik mungkin” tutur Bapak Wakil Direktur KMI Gontor Putri Kampus 2.

Usai pengukuhan, seluruh anggota koordinator beranjak ke Gedung Riyadh untuk mendapatkan pengenalan secara singkat tentang tugas dan program-program yang akan mereka emban kelak oleh Koordinator 2018. Khoir.

Kiai Syamsul Hadiri Penutupan Tarbiyah Amaliyah Siswa Akhir KMI

0

GONTOR-Selama kurang lebih  dua minggu siswa kelas 6 Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor berjibaku menghadapi Tarbiyah Amaliyah. Sebuah ujian mental dan akademis bagi segenap siswa kelas 6 KMI yang jumlahnya mencapai 756 siswa dalam bentuk praktek mengajar. Selain harus menguasai materi yang diajarkan, mereka juga dituntut untuk mempersiapkan mental, baik pada saat mengajar di dalam kelas maupun sewaktu mendapatkan evaluasi dari teman sekelompoknya. Setelah melewati hari-hari yang membekali mereka sebuah keterampilan dalam mengajar, akhirnya Tarbiyah Amaliyah berakhir dengan lancar sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

Pada saat memberikan sambutan dalam acara penutupan di Masjid Jami’ Pondok Modern Darussalam Gontor, Selasa (27/2) ini, KH. Syamsul Hadi Abdan, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, menyampaikan, Tarbiyah Amaliyah merupakan bentuk pendidikan yang sangat penting bagi siswa kelas 6 KMI sebelum menjadi alumni. Banyak hal yang bisa diperoleh dari proses Tarbiyah Amaliyah di samping keterampilan mengajar. Dari sinilah seorang santri belajar melatih mental dan selalu siap untuk dievaluasi atau mendapatkan kritikan dari orang lain. Selain itu, Kiai Syamsul juga mengarahkan siswa kelas 6 bahwa setelah ujian Tarbiyah Amaliyah akan ada ujian Syafahi dan Tahriri. Beliau menyampaikan bahwa ujian syafahi dan tahriri butuh persiapan yang matang.*Aff