DARUSSALAM–Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) selalu mengajarkan santri-santrinya untuk bermusyawarah dalam menentukan setiap perkara di semua urusan. Dengan musyawarah, ukhuwah Islamiyyah akan semakin kuat, akan terbentuk sikap adil dan saling menghargai satu sama lain. Bahkan Al-Qur’an dan hadist sangat menganjurkan Ummat Islam agar selalu melakukan musyawarah dalam meyelesaikan setiap permasalahan. Allah SWT berfirman: “Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu, kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya”. (Q.S. Ali ‘Imran: 159).
Nasihat KH. Hasan Abdullah Sahal kepada seluruh santri PMDG saat Pembacaan Ketetapan Hasil Musyawarah Kerja OPPM dan Koordinator
Selasa (25/7), diadakanlah Pembacaan Ketetapan Hasil Musyawarah Kerja (Muker) Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) dan Koordinator Gerakan Pramuka yang bertempat di Balai Pertemuan Pondok Modern Darussalam Gontor. Acara ini dihadiri oleh Bapak Pimpinan, Direktur KMI, Ketua-ketua Lembaga dan seluruh santri PMDG. Adapun yang dibacakan adalah hasil dari musyawarah yang telah disepakati bersama oleh seluruh santri kelas lima pada Sidang Muker pada bulan Ramadhan lalu, dan yang pastinya akan menjadi tolak ukur dan acuan bagi para pengurus OPPM dan Koordinator dalam menegakkan disiplin santri selama setahun kedepan.
“Mengapa harus dibacakan di depan seluruh santri? Karena ini adalah pendidikan, pendidikan bagi yang melaksanakan dan pendidikan bagi yang mendengarkannya, agar semuanya tau dan faham betul disiplin-disiplin pondok yang harus ditaati”, ujar KH. Hasan Abdullah Sahal dalam pidatonya sebelum pembacaan hasil musyawarah kerja. rukh
“Tak kenal maka tak sayang”. Inilah kutipan yang dilontarkan Bapak Wakil Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1, Al-Ustadz K.H Ahmad Suharto, M.Pd.I dalam Pembukaan Pekan Olahraga dan Seni (POD) 21/07 pagi hari. Ini semua adalah langkah awal untuk saling berkenalan satu sama lain dalam dalam bentuk berkompetisi, bekerjasama, serta kekompakan antar sesama santriwati.
Pembukaan Pekan Olahraga dan Seni (POD) ini berlangsung dengan khidmat dan meriah, dengan adanya beberapa penampilan dari para santriwati, seperti: Pengibaran bendera POD dan Senam kreasi. Meski keadaan ketika itu dibawah naungan awan tebal yang menyelimuti langit, tak sedikitpun terlihat kekecewaan di wajah 3.512 santriwati. Mereka sangat menikmati dan turut berpartisipasi dalam pembukaan POD tersebut.
Adapun kegiatan ini diawali dengan pidato yang dibawakan oleh Bapak Wakil Pengasuh Al-Ustadz K.H. Ahmad Suharto M.Pd.I, dan dihadiri oleh Bapak Wakil Direktur Al-Ustadz Fairuz Subakkir Ahmad, M. A, serta segenap asatidz dan asatidzah yang berjumlah + 450 orang.
Pemimpin Upacara Pekan Olahraga dan Seni (POD)Senam kreasi Pekan Olahraga dan Seni (POD)
Dalam Pidatonya, Bapak Wakil Pengasuh Al-Ustadz K.H. Ahmad Suharto M.Pd.I pun berkata, bahwa “Kita harus menyongsong tahun ajaran ini dengan optimisme, semua harus ikut berpartisipasi, penonton harus turut menyemarakkan dan yang bertanding pun harus bertanding dengan baik dan benar. Bukan karena meraih kemenangan melainkan untuk menguatkan ukhwah persaudaraan”.
Salah satu tujuan diadakannya acara Pekan Olahraga dan Seni (POD) untuk menumbuhkan semangat berkompetisi atau ruh al-munafasah dalam bidang olahraga dan seni. Seperti yang akan diadakan dalam satu pekan ini ialah beberapa perlombaan, yaitu : volly, basket, cheers, tarik tambang, serta perlombaan seni lukis lainnya. Dalam bentuk individual, antar angkatan, dan antar rayon. Inilah salah satu bentuk didikan Gontor terhadap para santrinya, dalam membentuk jiwa yang kompetitif dan kompetensi. Selmd_Tata90
Tahun ajaran yang Gontor gunakan untuk menyusun kurikulum pendidikannya, sangatlah ideal. Gontor menggunakan hitungan kalender Hijriah, sehingga kegiatan pendidikan dapat disesuaikan dengan hari-hari besar Islam. Libur mingguan Gontor adalah hari Jum’at, hari yang sangat tepat bila diisi dengan kegiatan peribadatan. Libur panjang Gontor adalah bulan Ramadhan. Dengan demikian, santri-santri akan mengisi libur panjangnya dengan banyak beribadah. Selain itu, para santri juga mengisi liburannya dengan melakukan kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan di tempat tinggalnya masing-masing.
Dengan datangnya libur panjang, tidak lantas Gontor berhenti dari kegiatan. Dan justru ketika libur panjang itulah Gontor berada dalam kesibukannya. “Al-Ma’hadu la Yanamu Abadan” begitulah bunyi syiar Pondok Gontor. Diantara kegiatan Gontor ketika Ramadhan adalah sidang kenaikan kelas 1 sampai kelas 4, putra dan putri. Kemudian, dilanjutkan dengan sidang kenaikan kelas 5, putra dan putri. Agenda setelahnya adalah sidang kelulusan kelas enam (putra dan putri) dan penentuan tempat pengabdian mereka. Dan masih banyak kegiatan Gontor lainnya pada bulan Ramadhan.
Kegiatan Gontor pada Bulan Syawwal tak kalah sibuknya dengan Bulan Ramadhan. Pada tahun ini, Gontor melakukan ujian masuk hanya dengan satu gelombang saja. Hal itu dikarenakan jadwal penerimaan santri baru menurut kalender Gontor bertepatan dengan awal tahun ajaran baru di sekolah luar Gontor. Ujian masuk Insya Allah akan dilaksanakan pada awal Syawal. Ujian lisan dilaksanakan pada tanggal 3-10 Syawwal dan ujian tulis dilaksanakan pada tanggal 11 Syawwal. Gontor akan melaksanakan ujian masuk untuk sekitar 2.000 calon pelajar. Tidak selesai pada kegiatan tersebut, pada bulan Syawwal, dilaksanakan juga penataran untuk guru baru selama 5 hari.
Alhamdulillah segala kegiatan ini berjalan cukup lancar. Begitu pula kegiatan-kegiatan yang berjalan di Gontor Cabang, berjalan sangat baik. Walaupun banyak hambatan dan halangan, hal itu tidak menjadikan Gontor berputus asa untuk terus bergerak. Al-Barokatu fi-l-harokah, berkah ada di setiap gerakan. Bila tidak bergerak maka tidak mendapat berkah.
GONTOR – “Al-ma’hadu la yanamu abadan”, begitulah semboyan Pondok Modern Darussalam Gontor, yang artinya pondok tidak pernah tidur (tidak pernah sepi dari kegiatan). Baru dua minggu kegiatan belajar mengajar pagi hari dilaksanakan, Ahad siang (23/7), para santri sudah harus mengikuti kelas sore. Tahun ini memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana pelajaran sore dimulai lebih awal. Biasanya, pelajaran sore baru dimulai setelah apel pekan perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy. Hal ini dikarenakan materi pelajaran sore pada tahun ini telah diperbaharui di beberapa pelajaran, sehingga membutuhkan waktu lebih dalam proses pengajarannya.
Dalam berbagai kesempatan, Direktur KMI, K.H. Masyhudi Subari, M.A. sering menyampaikan bahwa pelajaran pagi dan sore adalah satu bagian yang tidak bisa dipisah-pisahkan, sehingga kurikulumnya harus saling berhubungan, juga tidak boleh diremehkan materi atau pelajaran yang diajarkan ketika sore itu. Maka, tahun ini pelajaran sore akan diujikan ketika pagi hari, sehingga nilainyapun akan dimasukkan dalam rapor pelajaran pagi.
Ini semua merupakan upaya pondok untuk terus meningkatkan kualitas akademis santri. Harapannya, dengan lebih diperhatikannya proses pembelajaran di sore hari, wawasan keilmuwan para santri dapat meningkat, juga siswa akhir KMI yang diberikan kesempatan untuk berlatih mengajar dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan maksimal.brada89
DARUSSALAM–“Setinggi-tingginya terbang bangau, hinggap di bubungan juga, sejauh-jauhnya orang pergi merantau ke negeri orang, pasti akan pulang kembali ke negeri asalnya.” seru pribahasa populer. Kamis malam (20/7), bersamaan dengan datangnya Bapak Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dr. Kohar Hari Santoso, Al-Ustadz Faiz Abdurrozaq salah satu alumni gontor tahun 1960 juga khottot nasional yang sangat terkenal berkunjung ke Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) dan bersilaturrahim dengan Pimpinan.
Beliau adalah salah satu santri kesayangan trimurti pendiri pondok yang sangat masyhur dengan kemahirannya dalam seni menulis kaligrafi dan khot semasa belajarnya di PMDG, sampai pada masa akhir belajarnya di pondok, beliau diminta alm. Kiai Imam Zarkasyi untuk menuliskan tulisan “دار السلام ” di dinding panggung BPPM kala itu. Meski sekarang sudah tergantikan dengan yang baru, namun itu tetap akan menjadi bagian dari kenangan sejarah PMDG. Di luar pondok beliau juga terkenal aktif membuat karya-karya seni kaligrafi, sampai akhirnya beliau diminta untuk menuliskan Mushaf Al-Qur’an di beberapa masjid di Indonesia, seperti Mushaf Masjid Istiqlal, Mushaf Betawi Jakarta, Mushaf At-Tiin dll.
“Saya kenal betul beliau ini, saya sudah tau beliau sejak saya SD, beliau sangat mahir menulis kaligrafi dan khot, saya yakin semua santri di kala itu pasti tau”, seru KH. Hasan Abdullah Sahal. “Di masa akhir hidup saya, saya ingin mewariskan nilai-nilai penulisan khot dan kaligrafi yang benar kepada generasi setelah saya. Supaya tidak terjadi kesalahan pada kaidah penulisan khot dan kaligrafi kelak”. Pesan Al-Ustadz Faiz Abdurrazaq saat bersilaturrahim dengan kiai Hasan di Kantor Pimpinan pada malam itu. Terlihat perbincangan yang begitu hangat terjalin hingga pertemuan usai.
Selama kunjungannya di PMDG, Al-Ustadz Faiz Abdurrazaq yang didampingi murid-muridnya mengadakan “Seminar Kaligrafi” bagi para guru khot pada Kamis malam (20/7) dan Jum’at pagi (21/7) yang bertempat di Aula Aligarh. rukh
GONTOR – Sebagai lembaga pendidikan yang bersistemkan asrama, Pondok Modern Darussalam Gontor selalu menampilkan dinamika kehidupan santri yang syarat akan nilai, pendidikan, jiwa, idealisme, dan falsafah kehidupan yang selalu dipegang teguh oleh Gontor. Jika dilihat menurut perputaran waktu pada setiap harinya, bisa dikatakan pondok tidak pernah tidur, al-ma’hadu laa yanamu abadan, mengapa demikian ? Karena berbagai macam kegiatan dapat dilaksanakan dan terlihat pada rentang waktu tersebut. Setiap jejak langkah santri kemanapun, disanalah terdapat tujuan khusus yang mereka miliki.
Dinamika kehidupan santri di malam bulan Syawwal adalah salah satu dari banyak dinamika yang ada dalam setahun penuh, didalamnya terdapat perbedaan yang sangat unik dan menarik untuk diperhatikan secara seksama.
Yang kini terjadi di setiap malamnya, adalah seperti berlangsungnya kegiatan belajar malam terbimbing di lokasi-lokasi yang telah ditentukan, diadakannya latihan-latihan berbagai penampilan khas daerah yang akan disuguhkan pada acara apel tahunan khutbatu-l ‘arsy, persiapan penuh yang dilakukan segenap siswa kelas 5 dan 6 KMI guna mensukseskan acara Drama Arena dan Panggung Gembira, serta barisan-barisan anggota kepramukaan untuk kesiapan berlaga pada lomba perkemahan khutbatu-l ‘arsy yang diadakan setiap tahunnya. Seluruh santri dan bapak-bapak guru pembimbing pun ikut andil dalam melancarkan seluruh kegiatan-kegiatan diatas.
Dahulu pondok pesantren sering mendapatkan stigma negatif dari sebagian masyarakat, lembaga pendidikan kolot, kumuh, ndeso, tidak maju, dan lembaga akhirat adalah beberapa stigma yang sering dinisbatkan pada lembaga pendidikan murni pribumi ini, tentunya hal ini menimbulkan dampak negatif bagi keberlangsungan Pondok Pesantren, banyak masyarakat yang kemudian ragu menempatkan anak-anaknya untuk menuntut ilmu di Pondok Pesantren, padahal sejatinya stigma-stigma negatif yang bermunculan di masyarakat tidaklah benar semua, kalapun ada itu hanya seberapa yang tidak cukup mewakili dari sekian banyak Pondok Pesantren yang ada di Indonesia. Maka perlu dilihat bukti nyata nya sekarang. biibmufassir
Darussalam- K.H. Hasan Abdullah Sahal hadiri halal bi halal bersama penggarap sawah Gontor. Selasa (25/7) acara dimulai pukul 18.30 WIB, bertempat di Aula Wisma Darussalam (Wisda) lantai 2. Dibuka oleh Ketua Yayasan Pemeliharaan dan Perluasan Wakaf Pondok Modern (YPPWPM), Al-Ustadz Imam Shobari, S.Ag., sekaligus memberikan sambutan dan ucapan selamat datang kepada tamu undangan. Acara yang diadakan setiap akhir Syawwal ini membahas tentang pengelolaan sawah Gontor selama setahun kedepan.
sebagai pelopor acara ini, YPPWPM mengundang 257 karyawan Gontor yang berdomisili di Jawa. mereka ini tinggal di daerah Nganjuk, Ngawi, dan Ponorogo. Ustadz Shobari memaparkan total keseluruhan karyawan Gontor berjumlah 342 orang. Selain di Jawa, Gontor juga mempunyai pengelola sawah/kebun di Jambi berjumlah 85 orang.
“Órang yang paling bahagia adalah orang yang bersyukur. Kaya bersyukur bahagia, miskin juga bersyukur bahagia.” Jelas Kyai Hasan dalam sambutannya. Selain itu, beliau juga memberikan nasihat agar semua penggarap sawah selalu sabar, tawakkal, ikhlas, dan ridlo bisa disingkat menjadi STIR. Dengannya kita bisa menyikapi nasib kita dengan baik. Acara selesai pukul 19.10 WIB, ditutup dengan do’a dan ramah tamah. Aa Rum
Gontor – Di tahun ajaran yang baru ini, Universitas Darussalam (UNIDA) mengadakan pergantian pengurus Dewan Mahasiswa (DEMA) tahun ajaran 1437-1438 dengan pengurus DEMA yang baru 1438-1439, pada hari Selasa, 25 Juli 2017 di Aula Robitoh Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG).
Acara ini dimulai dengan laporan pertanggung jawaban dari DEMA lama dihadapan seluruh mahasiswa UNIDA Gontor. Dimulai Ketua, Sekertaris, Bendahara, Departemen Olahraga, Departemen Dokumentasi dan Publikasi, dst. Lalu dilanjutkan dengan pemanggilan kandidat ketua DEMA yang baru yang masing masing berasal dari mahasiswa semester 7, mereka adalah Al-Ustadz Indra Setiawan, Al-Ustadz Muhammad Hanif Alfarisi, Al-Ustadz Hamim Haidar, Al-Ustadz Muhammad Hamim Haidar, Al-Ustadz Tsulasi Fadhil, dan Al-Ustadz Muhammad Ihsan Armin. Acara berlangsung dari pukul 08.30 – 10.30 WIB.
Sebelum dilaksanakan pemilihan, perwakilan mahasiswa dari tiap semester mengutarakan orasi serta harapan mereka kepada para kandidat terpilih, besar harapan mereka kampus tercinta UNIDA Gontor bisa menjadi Universitas unggulan baik di Indonesia maupun dunia.
Pada akhirnya pasangan Hanif dan Indra selaku kader DEMA tahun lalu, berhasil menjadi ketua DEMA terpilih pada tahun ini, dengan perolehan nilai masing-masing 140 dan 119, jauh melebihi 3 kandidat lainnya.
“Alhamdulillah acara ini berjalan dengan lancar, walaupun masih banyak kekurangan dalam kepanitiaan ini, besar harapan kami, agar panitia selanjutnya bisa jauh lebih baik dari panitia sebelumnya, serta menutupi kekurangan yang ada, selamat untuk Ustadz Hanif dan Ustadz Indra yang berhasil menjadi ketua DEMA terpilih, dan kami selaku panitia, mendoakan agar DEMA tahun ini lebih baik dari DEMA sebelumnya ” Tutur Al-Ustadz Moch Danang Nur Wicaksono selaku Ketua Panitia Pemilihan Pengurus Dewan Mahasiswa (P3 DEMA).
“DEMA itu bukan retorika, tapi kerja nyata, DEMA itu bukan soal janji, tapi aksi. Salam mahasiswa! Salam mahasiswa! Salam mahasiswa!” Tutur Hanif. rafa
TAKERAN–Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia didirikan pada tanggal 26 Februari 1967 atas inisiatif DR. Mohammad Natsir selaku Perdana Menteri Indonesia Kelima pada tahun 1950-1951, beliau juga salah satu ulama terkemuka Indonesia, politis, juga pendiri dan pemimpin partai politik Masyumi. Di kancah Internasional, beliau juga pernah menjabat sebagai Presiden Liga Muslim se-Dunia (World Muslim Congress) dan Ketua Dewan Masjid se-Dunia. Tujuan didirikannya Dewan Da’wah ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mewujudkan tatanan kehidupan yang Islami dengan menggiatkan dan meningkatkan mutu da’wah di Indonesia berasaskan Islam, taqwa dan keridloan Allah SWT.
Bertepatan dengan umurnya yang ke-50 tahun atau setengah abad, Sabtu (22/7), diadakanlah Silaturrahim Dewan Da’wah Islamiyyah Indonesia se-Jawa Timur yang bertempat di Takeran, Magetan. Acara ini mengundang Bapak Kapolda Jawa Timur, seluruh ulama, pimpinan pondok dan tokoh-tokoh Islam yang berada di daerah Jawa Timur, dari Ngawi sampai Banyuwangi. K.H. Hasan Abdullah Sahal selaku Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) juga turut menghadiri acara tersebut hingga usai.
Nampak para hadirin menyimak pidato KH. Hasan Abdullah Sahal dengan hikmat.
Waktu menunjukkan pukul 09.30, pembacaan ayat suci Al-Quranul Karim membuka acara silaturrahim pada pagi yang cerah kala itu, disusul dengan sambutan yang pertama dari Pimpinan dan Anggota Dewan Da’wah Islamiyyah Indonesia Wilayah Jawa Timur dan Bapak Kapolda Jawa Timur yang diwakili oleh salah satu stafnya. Kemudian dilanjutkan dengan tausiyah dari KH. Hasan Abdullah Sahal, dalam tausiyahnya beliau banyak sekali membicarakan tentang situasi juga kondisi bangsa Indonesia dan umat Islam saat ini. Beliau berkata, “Derajatmu adalah apa yang kamu pentingkan, jika kamu mementingkan Allah, maka derajatmu akan baik disisi Allah, jika derajatmu setinggi ‘Arsy, maka derajatmu akan setinggi ‘Arsy, jika yang kamu pentingkan adalah sholat, maka derajatmu setinggi orang yang sholat, tapi jika kamu mementingkan toko daripada sholat, maka derajatmu setinggi toko tersebut. Sesuatu yang dipentingkan bangsa ini adalah kesadaran, maka kita didik umat ini untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.”
Acara usai tepat pukul 12.00 siang, KH. Hasan Abdullah Sahal beserta rombongan dengan segera meninggalkan tempat acara silaturrahim menuju Bandara Adi Soemarmo untuk menghadiri Walimatu-l-‘Ursy putra salah satu Anggota Badan Wakaf PMDG di Malaysia. rukh
Kiai Hasan saat memantau perlombaan senam antarrayon
GONTOR–Sebagai lembaga pendidikan yang mendidik totalitas kehidupan, Gontor tidak hanya memperhatikan kualitas santrinya dari aspek keagamaan dan prestasi akademis saja, tapi juga aspek lain seperti kesehatan. Dan untuk pembinaan santri dalam aspek tersebut, pondok mengadakan sebuah kegiatan tahunan yang rutin diadakan, yaitu lomba senam antarrayon. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari rentetan Pekan Olah Raga dan Seni (PORSENI) yang dibuka pada jum’at (14/7) lalu.
“Kegiatan ini diadakan untuk membudayakan kepada para santri tentang kebugaran dan kesehatan tubuh, supaya mereka paham bahwa muslim yang baik tidak hanya sehat rohani saja, tapi juga jasmani” tutur Al-Ustadz Husain Zahrul Muhsinin, selaku salah satu juri pada lomba tersebut. Seluruh tim dewan juri diambil dari asatidz pembimbing Persatuan Senam Darussalam (PERSADA), salah satu klub olahraga ekstrakulikuler di Gontor yang menjadi tim sukses dalam lomba tersebut.
Lomba ini diikuti oleh seluruh rayon di Darussalam yang berjumlah 21 rayon, dengan rincian 11 rayon shigar dan 10 rayon kibar. Setiap rayon mengutus sebanyak 15 peserta dari anggota rayonnya untuk mengikuti lomba ini.
Perlombaan ini diawali dengan senam bersama pada Jum’at (21/7) pagi pukul 06.00, berlokasi di lapangan hijau. Dan agar stamina tetap terjaga sebelum lomba, setelah itu dilanjutkan dengan istirahat dan sarapan pagi untuk para peserta, sebelum akhirnya berkumpul kembali di lapangan pada pukul 07.30. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan 3 kali senam, yang pertama untuk pemanasan, kemudian untuk latihan variasi, barulah senam terakhir untuk input penilaian para juri. Kriteria penilaian diambil dari empat unsur, yaitu kekompakan, kerapihan, kaidah senam, serta hafalan gerakan senam. Sebagai pemicu sportivitas dan rasa kompetitif antar peserta, ketika penilaian berlangsung satu orang yang menjadi ketua peserta dari tiap rayon mengikuti senam dengan mata tertutup.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Al-Ustadz K.H. Hasan Abdullah Sahal, selaku Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) dan juga tamu spesial pada acara tersebut. Beliau ditemani oleh anaknya, yaitu Al-Ustadz Arfedin Hamas Khasyatullah, yang juga menjadi penanggungjawab perlombaan tersebut dari staf pengasuhan santri. “Semua harus maksimal. Harus serius. Serius itu ketika kamu berkeringat. Kalau senam panas-panas gini belum berkeringat, berarti belum serius” tutur beliau ketika tengah berlangsungnya senam bersama.
Pemenang dari lomba senam antar rayon diambil sebanyak 6 rayon, 3 dari rayon shigar dan 3 dari rayon kibar. Dari hasil pengumpulan nilai, juara ketiga shigar diraih oleh Aligarh 1 lantai 2 dengan poin 550, kemudian Indonesia 4 di juara kedua dengan poin 575, serta pada posisi pertama adalah Syria 3 lantai 4 dengan perolehan poin 600. Dan untuk kibar, ada Saudi 1 lantai 3 dengan poin 625 pada juara ketiga, diikuti oleh Aligarh 1 lantai 1 di posisi kedua dengan poin 650, lalu untuk juara pertamanya dimenangkan oleh Saudi 3 lantai 2 dengan poin 675.
Adapun sebagai tambahan juara, juri mengambil sebanyak 5 anak dari seluruh peserta sebagai pesenam terbaik. Dipilih secara acak, juara itu diraih oleh Rifqi Nadzar Awani kelas 3F dari rayon Syria 2 lantai 3, Maulana Husain Ahsani Amin kelas 1E dari Aligarh 1 lantai 2, Kamaludin kelas 3L dari Indonesia 3, Lumbung Damar Kinasih kelas 2F dari Indonesia 4, dan Widi Hafidz Rahmatullah kelas 3 intensif L dari Saudi 3 lantai 2. Semua pemenang dari setiap kategori akan diumumkan serentak pada malam pembagian hadiah hari kamis (14/7) mendatang, bersamaan dengan lomba-lomba lainnya yang berada dalam rentetan kegiatan Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy (PPKA).
Dengan diadakannya kegiatan ini, tim penyelenggara lomba baik dari pengasuhan santri maupun dari PERSADA memiliki harapan agar para santri kedepannya bisa lebih meningkatkan semangat sportivitas dan kebugaran jasmani mereka, sehingga terlahir generasi santri masa depan yang sehat rahani dan jasmani. muis