Home Blog Page 429

Tahun ini, Gontor Liburkan Santrinya selama Sebelas Hari

0

GONTOR–Selasa (22/12), Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) meliburkan 3453 orang santrinya. Hari itu, tepat pukul 00.00, sesuai Surat Keputusan yang dibacakan oleh Bapak Direktur KMI, K.H. Masyhudi Subari, liburan semester pertama mulai berlangsung hingga sebelas hari ke depan. Segenap santri yang terbagi menjadi 63 konsulat daerah, sedikit demi sedikit meninggalkan pondok dengan puluhan armada bus yang telah dipersiapkan.

Begitu juga dengan para guru, mereka turut berlibur sebelum nantinya memasuki masa belajar semester kedua. Tak terkecuali dengan guru senior, merekapun memanfaatkan momen liburan untuk berwisata bersama, yang pada tahun ini berlokasi di DI Yogyakarta.

Liburan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, masa liburan semester pertama hanya sepuluh hari, namun sekarang ditambah satu hari. Terhitung mulai Hari Selasa (22/12/15) sampai dengan Hari Jum’at (1/1/16). Penambahan tersebut bertujuan untuk menghindari kesulitan transportasi pada malam Tahun Baru 2016.

Pada prinpsipnya, pelaksanaan liburan di Gontor adalah sebagai bentuk istirahat. Istirahat dalam artian perpindahan atau pergantian dari satu kegiatan ke yang lain. Bukan untuk bersenang-senang, berfoya-foya, dan bersantai ria, lantas menghabiskan waktu layaknya yang terjadi di beberapa lembaga pendidikan luar.

Hal ini selaras dengan nasihat Bapak Pimpinan, K.H. Syamsul Hadi Abdan, yang disampaikan pada malam menjelang liburan. Dalam pidatonya, beliau berpesan, agar seluruh santri mampu memanfaatkan masa liburan dengan baik, jangan malah bersenang-senang dan berfoya-foya.

Begitu juga dengan identitas Pondok Modern (PM) yang ada dalam diri setiap santri. Semua harus menjaganya dengan baik. Jangan sampai tertular dengan budaya buruk yang ada di luar pondok. Dalam hal ini, K.H. Hasan Abdullah Sahal secara tegas dan berulang-ulang menyampaikan kepada seluruh hadirin saat berpidato setelah Kiai Syamsul.

Pelepasan salah satu konsulat daerah oleh Bapak Pimpinan di halaman Balai Pertemuan.
Pelepasan salah satu konsulat daerah oleh Bapak Pimpinan di halaman Balai Pertemuan.

“Ingat, di jidat kalian ada tulisan ‘PM’, kapan dan di manapun kalian berada, identitas itu harus tetap kalian jaga!” ujar Pak Kiai sebelum akhirnya membacakan laporan transportasi masing-masing konsulat.

Di Gontor, disiplin tetaplah disiplin. Seluruh santri wajib datang kembali ke Gontor pada waktu yang telah ditetapkan. Adapun santri yang telat datang, akan menerima sanksi. Baik sanksi penggundulan kepala, atau bahkan pencoretan nama dari daftar absen santri di Gontor. B. Dasasta

Kiai Hasan Beri Sambutan pada ‘Grand Opening’ SeIPTI di Unida Gontor

0

GONTOR–K.H. Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, pada Sabtu (12/12), menyampaikan sambutan pada Grand Opening Seminar Serantau Institut Pengajian Tinggi Islam (SeIPTI) 2015 di Universitas Darussalam Gontor Ponorogo. Acara yang digelar di hall Gedung Terpadu  Lantai 4 ini, diikuti oleh perwakilan dari USIM Malaysia, Unissa Brunei Darussalam, dan Pattani University of Thailand.

Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh professor-profesor alumni dan non-alumni Gontor dari beberapa universitas ternama.

Mengawali acara tersebut, Rektor mengawali pidatonya sebagai ucapan selamat datang untuk para peserta seminar baik yang datang dari dalam dan luar negeri. Dalam acara tersebut, hadir pula Direktur Pendidikan Tinggi Islam, Prof. Amtsal Bahtiar dan sekaligus Launching Program S3 Ilmu Aqidah Unida Gontor.

Prof. Amtsal Bahtiar menyampaikan, karena Gontor memiliki potensi untuk mencetak professor, maka pendidikan tinggi di Unida Gontor harus tetap ditumbuhkan. Beliau juga berpesan, bahwa mengenai jalur pendidikan memiliki 2 model, yaitu Profesi; sarjana yang sesuai dengan skill dan profesi, yang kedua Akademik; bertujuan menjadi pemimpin dalam keilmuan yang dibidangi.

Usai pembukaan, acara tersebut dilanjutkan dengan speech dari tiap universitas, kemudian seminar di kelas-kelas pada sabtu siang, gala dinner pada malam harinya, serta kelanjutan seminar di kelas-kelas pada ahad pagi, dan ditutup pada Ahad siang.binhadjid

Gontor Memasuki Fase Kedua Ujian

0
Wakil DIrektur, Ustadz Sutrisno, menguji pemahaman beberapa pengawas dari kelas 6
Wakil DIrektur, Ustadz Sutrisno, menguji pemahaman beberapa pengawas dari kelas 6

Darussalam- Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) sudah memasuki fase kedua ujian, yaitu ujian tulis. Setelah sebelumnya telah berjalan ujian lisan selama 10 hari. Panitia menjadwalkan pengarahan dan pembagian tugas ujian tulis ini pada hari Sabtu (5/12). Bertempat di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM). Seluruh guru KMI di Gontor maupun di Kampus 2 diwajibkan hadir pada acara ini.

Hadir pada acara ini Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, DR. (HC) K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A., K.H. Hasan Abdullah Sahal, dan K.H. Syamsul Hadi Abdan, S.Ag. beliau menyampaikan pengarahan dan nasihat untuk seluruh bapak guru KMI. Dalam nasehatnya, beliau menegaskan tentang kemajuan dan kemunduran pesantren bergantung pada orang dalam, internal, susah bersama, senang bersama, berjuang bersama. Beliau juga menjelaskan tentang kiprah santri dahulu dan sekarang, penjajahan bathiniyah dan lahiriyah, kemerdekaan, dan sistem pesantren.

Ujian pertengahan tahun kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini ujian tulis ditempuh selama 11 hari. karena banyak pertimbangan, melihat kalender kegiatan tahun ini yang terbentur dengan akhir tahun masehi. Liburan awal tahun pun tahun ini 11 hari, agar santri tidak terjebak macet saat kembali ke Pondok nanti. Aa Rum

Ujian Tingkatkan Miliu Belajar Santriwati

0

MANTINGAN-Usai menjalani ujian lisan, santriwati kelas 1-5 Kulliyatu-l-Mu’allimat Al-Islamiyah (KMI) kembali menghadapi ujian tulis awal tahun ajaran 1436-1437 H.  Ujian ini resmi dimulai dengan diadakannya upacara pembukaan ujian tulis awal tahun yang diikuti seluruh santriwati pada Ahad (6/12/15) lalu di lapangan merah Gedung Kuwait. Upacara ini  berlangsung pada pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Dalam upacara ini, Bapak Direktur KMI Gontor Putri 1, Al-Ustadz K.H. Fairuz Subakir Ahmad, M.A berpesan, “Perbaharui niatmu, karena ujian ini semata-mata untuk ibadah”.

IMG_8534Peserta ujian tulis kali ini sebanyak 2898 santriwati yang diawasi oleh 350 guru dan 148 pengawas dari siswi kelas 6. Bertempat di 12 gedung dengan total 73 ruang kelas di Gontor Putri kampus 1. Masa ujian tulis berlangsung selama 14 hari dengan 11 hari ujian dan 3 hari jeda disela harinya. Pelajaran yang diujikan sebanyak 21 pelajaran bagi kelas 1, 17 pelajaran bagi kelas 1 Intensif, 25 pelajaran bagi kelas 2, 29 pelajaran bagi kelas 3&4, 27 pelajaran bagi kelas 3 Intensif, dan 30 pelajaran bagi kelas 5. Bagi santriwati yang berasal dari luar negeri terdapat 15 pelajaran untuk kelas 1 Khusus dan 16 pelajaran bagi santriwati kelas 1 Intensif Khusus. Adapun peserta yang sakit akan mengikuti ujian di Balai Kesehatan Santriwati dan Masyarakat (BKSM) dengan tetap diawasi oleh guru dan pengawas kelas 6.

Angkatan kelas 6 selaku panitia ujian dipagi hari, mereka juga menghadapi try out untuk persiapan ujian awal tahun kelas 6. Try out kelas 6 berlangsung setiap malam selama 5 hari mulai Ahad (6/12/15) hingga Kamis (10/12/15). Dengan suasana belajar yang kondusif, panitia ujian inti yang terdiri dari beberapa dewan guru tidak lupa untuk terus mengimbangi miliu belajar dengan menggaungkan berbagai motivasi dalam menghadapi ujian dan pengawasan belajar setiap malam.IMG_8667

Pada masa ujian, santriwati diharapkan dapat memaksimalkan potensi pembelajaran dan pemahaman mereka terhadap apa saja yang telah dipelajari di kelas maupun di luar kelas.  “Al’aalimu hayyun wa in kaana mayyitan, wal jaahilu mayyitun wa in kaana hayyan” jelas Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri 1, Al-Ustadz K.H. Ahmad Suharto, M.Pd.I pada saat upacara pembukaan ujian tulis. Bahwa Allah mewajibkan kita untuk belajar, karena orang yang berilmu akan terus hidup dengan ilmunya yang dimanfaatkan oleh masyarakat, meskipun ia sudah meninggal dunia. Tapi orang bodoh layaknya orang mati yang meski hidup tidak dapat memberi manfaat.  Maka hal ini sesuai dengan pendidikan Gontor yang berprinsip bahwa ujian untuk belajar dan menjadi “aalim” dan bukan hanya belajar untuk ujian. –Kholifah

Pendekatan Santriwati Melalui ‘Muwajah’ Keliling

0

KARANGBANYU–Jum’at (02/10/2015), seluruh guru Gontor Putri Kampus 3 beserta para siswi berdiri di tempatnya masing-masing untuk mengadakan upacara pembukaan belajar malam, yang bertujuan untuk menambah kesemangatan dan efektivitas belajar malam, baik para santriwati maupun para ustadzah yang berperan sebagai tim sukses.

Upacara pembukaan belajar malam kali ini dibagi menjadi tiga tempat, yaitu untuk tim sukses kelas 1-4 bertempat di depan al-Azhar yang dibuka oleh Al-Ustadz H. Saepul Anwar, S.Ag dan Al-Ustadz Muhammad Abdullah Bajuri, Lc., lalu untuk kelas 5 beserta tim suksesnya bertempat di belakang Gedung Madinah yang dibuka oleh Al-Ustadz Didik Hariyono S.Th.I dan Al-Ustadz Ahmad Faisal, S.Pd.I., sedangkan untuk kelas 6 beserta tim sukses bertempat di depan Auditorium yang dibuka oleh Al-Ustadz. Sukamto, S.Ag.

Dengan adanya belajar malam yang disertai pengawalan dan pengarahan para tim sukses ini, akan memberikan kedekatan antara guru dan santriwati, juga memaksimalkan proses pembelajaran yang lebih efektif. Proses belajar individual bersifat lebih santai dan nyaman dengan cara mereka masing-masing. Dengan pengawalan dan motivasi yang kuat dari para wali kelas dan asistennya semoga proses belajar malam ini akan berjalan dengan baik seterusnya. LeeA

Ujian Lisan Kampus Putri 3, Proses Penanaman Nilai Bagi Santri dan Guru

0

KARANGBANYU–Pondok Modern Gontor merupakan lapangan pendidikan dan pengajaran yang mana di dalamnya terdapat beberapa kegiatan yang bertujuan untuk membentuk generasi yang berkualitas tinggi dengan berbagai ilmu pengetahuan yang tidak hanya mempunyai ilmu, namun juga mempunyai mental yang baik. Salah satu kegiatan yang bertujuan membentuk mental santriwati yaitu dengan melalui beberapa ujian. Salah satunya yaitu ujian lisan.

Tepat pada Kamis malam, 19 November 2015/7 Shafar 1437, diadakan pengarahan kepada guru dan juga santriwati kelas 6 sebelum menjadi penguji santriwati pada ujian syafahi. Pengarahan ini diikuti oleh seluruh guru yang berjumlah 249 guru dan santriwati kelas enam yang berjumlah 373. Pengarahan untuk para guru bertempat di Aula mini Gontor Putri Kampus 3, adapun pengarahan untuk kelas 6 bertempat di Aula Perkumpulan Gontor Putri Kampus 3. Pengarahan untuk para Guru diarahkan oleh Wakil Direktur KMI Gontor Putri Kampus 3, Al-Ustadz H. Muhammad Abdullah Bajuri, Lc, dan untuk kelas 6 diarahkan oleh  Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 3, Al-Ustadz H. Saepul Anwar, S.Ag, dan dilanjutkan oleh Al-Ustadz Didik Haryono.S.Th.I. Pengarahan ini berlangsung dari pukul 20.00-22.10 WIB.

Pengarahan dan pembagian tugas ujian lisan kemudian dilanjutkan pada Sabtu pagi, 21 November 2015/9 Shafar 2015, yang diikuti oleh seluruh guru dan juga santriwati kelas 6, dan bertempat di Aula Perkumpulan Gontor Putri Kampus 3. Perkumpulan pagi itu di mulai dari pukul 07.00-11.25. Kemudian dilanjutkan dengan perkumpulan piket sektor yang diadakan di Aula Mini Gontor Putri Kampus 3 mulai pukul 11.30-12.20. Bapak Wakil Pengasuh sendiri yang memberikan arahan tentang ujian lisan dan juga pengarahan kepada piket sektor guru.

Pengarahan ini ditujukan untuk menanamkan pemahaman yang lebih mendalam kepada seluruh penguji bahwa segala kegiatan di pondok ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai, apa yang ditulis, dibicarakan, dikerjakan dan dirasakan merupakan unsur-unsur dari penanaman nilai pendidikan dan juga pengajaran di Gontor. Ujian di Gontor tidak hanya menguji santriwati itu sendiri, namun semua yang terlibat dalam pelaksanaan ujian ini juga ikut diuji. Dengan ini Gontor tidak hanya sedang mendidik, membentuk karakter dan melatih mental para santriwatinya saja, namun semua yang terlibat dalam hal ini juga ikut dalam hal pendidikan, pembentukan karakter, dan pelatihan mental. Sistem seperti inilah yang nilainya selalu ditanamkan gontor kepada seluruh santri, santriwati, bahkan guru. Agar semua terdidik dengan diadakannya kegiatan-kegiatan di pondok, dalam hal ujian khususnya. Sekrgp3

K.H. Hasan Abdullah Sahal Hadiri Pelantikan Pengurus Baru IKPM cabang Samarinda

0

Samarinda–Pada hari Ahad (29/11), Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal berkesempatan menghadiri acara pelantikan pengurus baru Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) cabang Samarinda. Dalam acara tersebut telah dilantik sebanyak 18 pengurus baru IKPM cabang Samarinda, yang diketuai oleh saudara AM. Farid Wajdi, S.H.I,. Selain bapak pimpinan PMDG, turut hadir ketua IKPM Pusat, Al-Ustadz H. Ismail Budi Prasetyo, S.Ag, sekretaris IKPM Pusat, Al-Ustadz H. Heru Wahyudi, S.Ag  dan juga Al-Ustadz H. Abdurrohim Shaleh. Acara yang juga disaksikan oleh perwakilan dari DPR dan para wali santri kota Samarinda ini dimulai pukul 09.00 s/d 12.30 WITA, bertempat di gedung Wali kota Samarinda.

K.H. Hasan Abdullah Sahal memberikan pengarahan dan motivasi kepada seluruh santri PP. Ibadurrahman Samarinda
K.H. Hasan Abdullah Sahal memberikan pengarahan dan motivasi kepada seluruh santri PP. Ibadurrahman Samarinda

Setelah menghadiri pelantikan tersebut, beliau menyambangi pondok-pondok alumni gontor yang berada di Samarinda seperti pondok Ibadurrahman dan Ar-Rahmah guna memberikan beberapa motivasi untuk para guru dan santri. Selain pondok-pondok yang berada di Samarinda, beliaupun menyempatkan diri untuk berkunjung ke pondok Asyifa di kota Balikpapan. Keesokan  harinya (30/11), beliau dan rombongan bertolak dari Balikpapan menuju Yogyakarta untuk menemui Emha Ainun Najib (Cak Nun). Dalam pertemuan tersebut beliau membahas mengenai acara peringatan 90 tahun PMDG yang akan mengundang Cak Nun didalamnya.

Sehari sebelum pelantikan, pada hari Sabtu (28/11), K.H. Hasan

K.H. Hasan Abdullah Sahal berjabat tangan dengan Menag, Drs. H. Lukman Hakim Saifudin.
K.H. Hasan Abdullah Sahal berjabat tangan dengan Menag, Drs. H. Lukman Hakim Saifudin.

Abdullah Sahal menghadiri acara peringatan ulang tahun ke-54 Pondok Modern Darunnajah di Jakarta, sekaligus penandatanganan wakaf tanah seluas 602 H. Dalam acara tersebut beliau memberikan sedikit kata sambutan mengenai keunikan dan peran pesantren. Peringatan ini pun dihadiri oleh bapak Wakil Presiden Republik Indonesia, Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, Wakil Ketua MPR, Dr. H. Muhammad Hidayat Nur Wahid, M.A., Menteri Agama RI, Drs. H. Lukman Hakim Saifudin, dan ketua MUI, Prof. Dr. H. Din Syamsuddin.Brahma84

DEMA Kampus Gontor Adakan Jalan Santai Bersama Piminan PMDG

0
foto 2
Para Guru KMI berfoto bersama di depan Gedung Saudi 6 usai jalan santai bersama Pimpinan PMDG

GONTOR–“Ar-raahatu fii tabaaduli al-a’amaal” (‘Istirahat itu dengan mengganti pekerjaan’) begitu bunyi semboyan yang sering dilantunkan di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) dalam mengisi kekosongan. Guna mengembalikan semangat, memperbaharui niat dan mengistirahatkan diri sejenak dari padatnya kegiatan di PMDG, pada Jum’at (20/11) lalu staf Dewan Mahasiswa (DEMA) Kampus Gontor mengadakan jalan santai bersama Pimpinan PMDG. Acara ini diikuti oleh guru senior dan yunior yang ada di PMDG. Rute yang diambil pada kegiatan ini adalah daerah sekitar kampus PMDG. setelah acara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama di depan Gedung Saudi 6.

“Acara ini kami adakan  selain untuk memperbaharui niat dan mengistirahatkan diri sejenak juga berguna untuk menjalin tali persaudaraan antara guru senior dan yunior yang ada di Kampus PMDG.” ujar Irfan Zidni Maulidana, salah seorang ketua DEMA Kampus Gontor tahun ini. ikami86

Ikhlaskan dalam Berjihad, Kamu akan Beruntung

0

Bapak-bapak guru, para asatidz sekalian
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Salah satu faktor keberhasilan para santri dalam proses belajarnya adalah adanya perhatian dari para ustadz. Semakin besar perhatian ustadz kepada santrinya, semakin besar pula kesempatan santri untuk berhasil.
Pondok ini selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik kepada para santri dan ustadz. Dengan sistem asrama seperti ini, sangat memungkinkan bagi ustadz untuk mengawasi para santrinya secara langsung, selama dua puluh empat jam. Sehingga perhatian ustadz terhadap anak didiknya tidak tercurah hanya saat di kelas saja, namun sehari penuh, mulai bangun tidur hingga bangun.
Memasuki masa ujian seperti ini, belajar pada malam hari tidak lagi dilaksanakan di kelas-kelas, melainkan di sekitaran komplek pondok secara bebas. Para santri dibebaskan untuk mencari tempat yang nyaman untuk belajar. Diharapkan dengan metode tersebut, para santri dapat menemukan suasana dan cara belajar yang sesuai dengan kapasitas masing-masing. Namun di sisi lain, masih ada beberapa santri yang lalai. Di antaranya ada yang mengantuk, melamun, bercanda, bercerita dengan temannya, dan lain sebagainya. Di sinilah para ustadz berperan sebagai pengawal dan pengawas.
Di masa-masa menjelang ujian seperti ini, seluruh perhatian para ustadz harus terfokus kepada santri. Para santri butuh untuk selalu diperhatikan, dibimbing, diingatkan, ditanyai, diuji, dinasihati, diarahkan, dievaluasi, dan terus ditingkatkan.
Gontor telah memulai kegiatan seperti ini sejak berdirinya pada tahun 1926. Pak Zar selalu menunggui santri kelas enam belajar di BPPM. Maka, nilai pendidikan yang seperti ini harus diberdayakan dan harus dilestarikan.
Walaupun para ustadz juga disibukkan dengan berbagai urusannya, baik pribadi maupun non-pribadi, kegiatan berkeliling mengawasi santri dalam belajar justru akan menjadi wasilah menuju ridha Allah. Karena inilah berkah pondok tercinta. Dengan niat ikhlas Lillah Ta’ala, dengan niat berjihad di jalan Allah, Allah akan membalas dengan balasan yang setimpal bahkan lebih. Farouq

Disampaikan oleh K.H. Syamsul Hadi Abdan pada Pembukaan Keliling Belajar Malam. BPPM, Sabtu, 14 November 2015

Ujian Hafalan Al-Qur’an Awali UAS di Unida Gontor

0

GONTOR–Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Ujian Akhir Semester (UAS) di Universitas Darussalam (Unida) Gontor Kampus Rabithah kali ini diawali dengan Ujian Hafalan Al-Qur’an. Ujian diadakan untuk seluruh mahasiswa aktif pada hari Jum’at (30/11). Hal ini digiatkan untuk menambah bekal para mahasiswa, khususnya dalam bidang hafalan Al-Qur’an.

Adapun kegiatan UAS pada semester ganjil ini, Unida Gontor Kampus Rabithah menyelenggarakannya selama satu minggu, Sabtu – Kamis, (31–3/11). Ujian berlangsung secara bersamaan dengan Kampus Cabang lainnya, Kampus Kediri, Kandangan, Magelang, dan Mantingan. Adapun di Kampus Pusat (Siman), UAS akan dilaksanakan pada pertengahan Desember nanti.

Ujian berlangsung dengan memanfaatkan waktu sore dan malam hari. Penentuan waktu tersebut dikarenakan, selain menjadi peserta ujian, para mahasiswa/i juga menjadi penguji bagi segenap santri Gontor pada pagi harinya.

Layaknya di Universitas lain pada umumnya, UAS di Unida Gontor juga berguna untuk mengukur tingkat kualitas akademik para mahasiswa/i. Mengukur sejauh mana tingkat pemahaman mereka akan materi ajar yang selama satu semester ini telah diajarkan oleh para dosen. B. Dasasta